Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECKTERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KUPANG TENGAH TAHUN AJARAN 2021/2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAPHASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KUPANGTENGAHTAHUNAJARAN2021/2022 Ndolu,N. A.M)* Manu ,T. S. N)** Meha,A.M)** Hasilobservasiawalyangdilakukanpenelititanggal12Januari2022padapembelajaranIPAdikelasVIISMPNegeri1KupangTengah,diketahuibahwapembelajaranmasihdidominasiolehmetodeceramahdanpenugasan,kurangadainteraksi antar siswa dalam pembelajaran yang berdampak pada kurang antusiasnya siswaketikapembelajaranberlangsung.Masihditemukanjugasebagiansiswayanghasilbelajarnya masih rendah. Siswa kebanyakan masih berada pada tahap mengetahui danmengingat,sedangkantahaplainnyasepertimemahamidanmenerapkan,sertamenganalisis masih sangat rendah. Model pembelajaran yang digunakan guru juga belumbervariasi, khususnya model Pair Check sebelumnya belum pernah digunakan oleh guru.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaranPair Check terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kupang Tengah, TahunAjaran 2021/2022. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahquasi experimentdengan memilih desain penelitian post test only control group design,untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pair check terhadaphasil belajar siswapada dua kelompok subjek, yang dilihat dari rata-rata nilai. Hasil belajar siswa setelahpembelajarandenganmodelpembelajaranpaircheckpadamateripencemaranlingkunganlebihtinggidaripadahasilbelajarsiswadenganpendekatanmetodekonvensional (ceramah-diskusi). Pembelajaran dengan model pembelajaran pair checkmembuat siswa menjadi terlibat aktif dalam membangun pemahamannya terhadap materiyang dipelajari. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test, pada equal variancesassumed diperoleh nilai signifikansi 2-tailed-nya lebih kecil 0,05 yaitu 0,020 maka dapatdikatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapatpengaruh yang positif dan signifikan dari model pembelajaran pair check terhadap hasilbelajarIPASiswakelasVIISMP Negeri1 KupangTengah, Tahun Ajaran2021/2022. KataKunci: Hasil Belajar, Pembelajaran, Model Pembelajaran PairCheck. Keterangan:)*Peneliti )**Pembimbing

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ENVIRONMENTAL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI KIMBANA TAHUN AJARAN 2021/2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ENVIRONMENTAL LEARNINGTERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI KIMBANA TAHUN AJARAN 2021/2022 Natalia. R)* Pabala P. P)** Ngginak. J** Pembelajaran di SMP Negeri Kimbana berlangsung dengan metode ceramah, diskusi dan presentasi. Hal ini membuat peserta didik menjadi pasif karena pembelajaran berpusat pada guru. Hal ini berdampak pada kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Environmental LearningTerhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri Kimbana Tahun Ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain post-test only control grup desain. Populasi dalam penelitian berjumlah 30 orang dengan sampel penelitiannya adalah seluruh peserta didik kelas VIIIA dengan jumlah siswa 15 dan VIIIB dengan jumlah siswa 15 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah test. Data dianalisis menggunakan uji-t berbantuan SPSS. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh niai F sebesar 0,054 serta hasil uji t sebesar 2,909 dengan taraf signifikan 0,001 atau kurang dari 0,05 hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh model Environmental Learningterhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Model pembelajaran Environmental Learning memiliki kelebihan yaitu peserta didik akanlebihmemahamidirinya sendiridanlingkungannya. Selain itu, siswajuga akan memliki kecintaan terhadap lingkungan sekitar mereka. Hal ini dikarenakan model Environmental Learning membuat peserta didik membangun pola pikir peserta didik agar peduli terhadap lingkungan, hal ini dapat tercapai salah satunya dengan membangun kreativitas siswa dalam kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Environmental Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Kata kunci : Pembelajaran, Environmental Learning, Berpikir Kreatif Keterangan :* Peneliti ** Pembimbing

ANALISIS PENGARUH FAKTOR FAKTOR SEGMENTASI DEMOGRAFIS DAN SEGMENTASI PSIKOGRAFIS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA DI KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Metode segmentasi pasar yang paling populer, segmentasi demografis dan segmentasi psikografis memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya pilihan pertama dalam strategi pemasaran di seluruh organisasi. Oleh karena itu, segmentasi demografis dan segmentasi psikografis membantu organisasi memahami pelanggan dan memenuhi kebutuhan mereka. Untuk tujuan segmentasi, dengan mengidentifikasi variabel demografi dan psikografis yang murah dan mudah diukur. Ini membantu untuk memahami dan melayani kebutuhan subpopulasi konsumen yang homogen. Penelitian ini menyajikan beberapa jenis asosiasi, di antara berbagai faktor demografi dan psikografis yang prospek bisnisnya pertimbangkan. Strategi segmentasi pasar ini bertujuan untuk memahami pasar prospektif, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kelompok sasaran terpenuhi. Penelitian ini juga menggambarkan hubungan antara segmentasi pasar demografis, segmentasi psikografis dan keputusan pembelian atau kemungkinan pengembangan bisnis berkenaan dengan perspektif demografis untuk menjadi entitas bisnis yang sukses. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (912 ; 1,000 x 100%=9,12%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda berdsarka umur 17-25 tahun dengan persentase 9,12% responden. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (851 ; 1,000 x 100%=8,51%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda berdsarka umur 25-35 tahun dengan persentase 8,51% responden. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (640 ; 1,000 x 100%=6,40%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda berdsarka umur 35-65 tahun ke atas dengan persentase 6,40% responden. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (830 ; 1,000 x 100%=8,30%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda bisa di kendarai untuk kaum perempuan dengan persentase 8,30% responden. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (860 ; 1,000 x 100%=8,60%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda bisa di kendarai untuk kaum laki-laki dengan persentase 8,60% responden. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (702; 1,000 x 100%=7,02%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda memiliki penghasilan 0 – 1.000.000 dengan persentase 7.02% responden. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (727; 1,000 x 100%=7,27%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda menunjang pekerjaan sebagai pegawai negeri dengan persentase 7.27% responden. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (691; 1,000 x 100%=6,91%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan membeli sepeda motor honda mendukung gaya hidup, seperti mengikuti komunitas klub motor dengan persentase 6,91% responden. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (774; 1,000 x 100%=7,74%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan dengan membeli sepeda motor honda dapat meningkatkan strata sosial dengan persentase 7,74% responden. Untuk mendapatkan hasil perhitungan tanggapan responden yaitu: Total tangapan reponden = skor total hasil jawaban respondn : skor tertinggi responden x jumlah responden (694; 1,000 x 100%=6,94%) jadi berdsarkan tanggapan responden dapat di simpulkan bahwa responden dengan kategori jawaban 10 terhadap pernyataan mendapatkan pengakuan dari rekan anda setelah menggunakan sepeda motor honda dengan persentase 6,94% responden. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah di uraikan pada bab-bab sebelumnya, dengan mengacu pada hipotesisyang di rumuskan maka penulis menyimpulkan bahwa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor segmentasi demografis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda di Kota kupang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor segmentasi psikografis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda di Kota Kupang. Kata Kunci : Segmentasi Demografis, Segmentasi Psikografis, Keputusan Pembelian

ANALISIS MINAT BELAJARSISWADALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI MASA PANDEMI COVID-19DI SMP KRISTENWAIBAKUL KABUPATEN SUMBA TENGAH

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Analisis Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Di Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Kristen Waibakul Kabupaten Sumba Tengah (Nedi, L.R.L)* (Manu, T.S.N)** (Nggadas, D.E.P)** Penelitian telah dilakukan di SMP Kristen Waibakul Kabupaten Sumba Tengah pada bulan september 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu dimasa pandemi.minat belajar adalah salah satu rasa untuk menyukai atau juga tertarik pada satu hal dan aktivitas belajar tanpa adanya yang menyuruh untuk belajar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan satu orang Guru IPA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan wawancara yakni 19 butir angket dan 5 pertanyaan wawancara yang terbagi dari empat indikator, yaitu (1) perasaan senang, (2) rasa tertarik, (3) perhatian dan (4) partisipasi. Dengan Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh data bahwa minat belajar siswa di SMP Kristen Waibakul dalam pembelajaran IPA terpadu dari ke empat indikator di dapatkan hasil berbeda-beda, pada indikator perasaan senang persentasenya sebesar 77%, pada indikator rasa tertarik persentasenya 59%, pada indikator perhatianpersentasenya 75% dan pada indikator partisipasi persentasenya 74%. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan minat belajar siswa kelas VIII di SMP Kristen Waibakul berada pada kategorisedang hal tersebut dilihat dari hasil persentase ke empat indikator minat belajar siswa. Kata Kunci : Minat Belajar, Peserta Didik, IPA Terpadu Keterangan : **Pembimbing *Mahasiswa

UJI KUALITAS AIR BERDASARKAN PARAMETER COD DAN MIKROBIOLOGI PADA MATA AIR OEKOLO DESA BAUMATA UTARA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan sumber daya alam yang penting bagi kehidupan makhluk hidup termasuk manusia. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan air, air harus memenuhi kriteria dari tiga parameter yaitu parameter fisika, parameter kimia dan parameter Mikrobiologi(Total Coliform). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di mata air Oekolo desa Baumata Utara Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang berdasarkan parameter kimia (COD) dan parameter Mikrobiologi.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain eksperimen dengan membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu PP No 82 tahun 2001. Berdasarkan hasil penelitian pada Mata air Oekolo diperoleh uji kualitas air pada titik ICOD3 mg/L dan titik II sama yaitu 3 mg/L memenuhi standar batas baku mutu air minum kelas I yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun, uji total Coliform pada titik I dan titik II diperoleh hasil yang sama yaitu >2400/100 mLmelebihi/tidak memenuhi standar baku mutuair kelas 1yang ditetapkan oleh pemerintah.Sehingga nilai mikrobiologi pada mata air Oekolotergolong dalam baku mutu kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 untuk sarana/prasarana, rekreasi, peternakan atau peruntukkan lainnya.

FACTORS CAUSING CHILDREN DROPOUTOF SCHOOL AT SMPN NILOPO IN OELEU VILLAGE OF KOLBANO DISTRICT, IN ACADEMIC YEAR 2020/2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FACTORS CAUSING CHILDREN DROP OUT OF SCHOOL AT SMPN NILOPO IN OELEU VILLAGE OF KOLBANO DISTRICT, IN ACADEMIC YEAR 2020/2021 ABSTRACT Bernadeta Tanesab Register Number: 15130030 This thesis is entitled Factors Causing Children Drop Out of School at SMPN Nilopo, in Oeleu Village, of Kolbano District, in Academic Year 2020/2021. The problem is what are the internal factors and external factors causing children drop out of school at SMPN Nilopo, inOeleu Village, of Kolbano District, in Academic Year 2020/2021?. The purpose of this study was to finding out the internal factors and external factors causing children drop out of school at SMPN Nilopo, in Oeleu Village, of Kolbano District, in Academic Year 2020/2021. The theory used in this study is the theory of internal and external factors that causing children to drop out of school according to (Dinda, 2018). In this study the writer uses is a qualitative descriptive method. To collecting data using interview methods. To technique analysis data the writer uses descriptive qualitative. The results of this study found that the factors causing children drop out of school were are: 1 Internal factors, including: 1) Children's Intelligence. 2) Children not interest in school. 2. External factors include: 1) Economic factor, 2) Attention parents factor.

ANALISIS PENGUASAAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR CALON GURU BIOLOGI ( STUDI PADA MAHASISWA SEMESTER V PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI DI UKAW)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENGUASAAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR CALON GURU BIOLOGI ( STUDI PADA MAHASISWA SEMESTER V PRODI PENDIDIKANBIOLOGI DI UKAW) Raddi, N. F.)* Nomleni, Th. F)** Manu, S.N. T)** Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Biologi Studi Pada Mahasiswa Semester V Prodi Pendidikan Biologi di Ukaw. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif deskriptif dengan menggunakan desain studi kasus dengan proses penelitian melalui obsevasi,dan dokumentasi untuk mengkaji informasi terkait penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Biologi. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Semester V Yang Berjumlah 26 orang dengan teknik analisis data yang menggunakan teknik Tringulasi dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dari keterampilan dasar mengajar yang terdiri dari 8 indikator keterampilan dasar mengajar adalah berkategori baik dengan nilai rata-rata presentase 77%. dari keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Keterampilan dasar mengajar calon guru biologi semester V yang ada pada aspek keterampilan dasar mengajar yang berada dalam kategori sangat baik adalah keterampilan membuka dan menutup pelajaran, Keterampilan menjelaskan, Keterampilan bertanya, keterampilan mengelola kelas, Sedangkan aspek keterampilan dasar mengajar yang berada dalam kategori baik ada pasa aspek keterampilan keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Aspek keterampilan mengadakan variasi berada pada kategori cukup baik. Keterampilan mengadakan variasi pada calon guru biologi harus lebih belajar lagi agar keterampilan mengadakan variasi lebih baik pada mahasiswa yang memprogram mata kuliah keterampilan dasar mengajar pada semester yang akan datang KataKunci: Penguasaan Keterampilan Dasar Mengajar Calon Guru Biologi mahasiswa semestser V Keterangan:* Peneliti **Pembimbing

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA TERPADU PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI UPTD SMP NEGERI NAUMANG KABUPATEN ALOR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA Terpadu pada masa pandemi covid-19 di UPTD SMP Negeri Naumang Kabupaten Alor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara,dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah dengan melibatkan satu orang Guru IPA Terpadu. Objek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu efektivitas pembelajaran IPA Terpadu pada masa pandemi covid-19. deskripsikan berdasarkan sumber yaitu sebagai berikut: Efektivitas pembelajaran IPA pada masa pandemi covid-19 dapat diuraikan sesuai temuan hasil bahwa guru dan siswa belum melakukan proses belajar dan mengajar secara normal dikarenakan kekurangan sarana prasarana yang tidak memadahi dan kekurangan fasilitas dalam menunjang kegiatan tersebut hal ini mempengaruhi proses pembelajaran di masa pandemi tidak dapat berjalan secara efektif. Begitupun keaktifan siswa dalam proses pemmbelajaran di masa panndemi,sesuai dengan temuan penulis di lapangan bahwa,dari pihak sekolah mengambil kebijakan untuk membentuk siswa/wi dalam 11 titik dalam hal siswa/wi di bentuk dalam kelompok belajar di rumah seuai jarak tempat tinggal ,untuk memudahkan setiap guru mata pelajaran dalam melakukan kontrolling.Selain belajar di rumah keaktifan siswa dapat di lihat dari proses pengumpulan tugas di sekolah sesuai hasil temuan di lapangan tidak semua siswa aktif dalam mengerjakan tugas sekolah dengan benar,bahkan adan juga siswa yang tidak pernah mengumpulkan tugas sekolah. Menurut informasi yanng di berikan oleh bapak Yohanis mowata selaku guru IPA bahwa Hasil belajar siswa dapat di ambil dari nilai tugas dan keaktifan siswa dalam belajar kelompok.Sesuai dengan hasil penelitian yang di temukan oleh peneliti ternyata tidak semua siswa memiliki ketuntasan nilai,masih ada siswa yang belum mencapai ketuntasan hal tersebut di karenakan minimnya kemapuan guru dalam merancangkandan mengolah dalam kegiatan proses pembelajaran dengan baik di masa pandemi,kurangnya sarana dan prasarana yang belum memadahi sehingga membuat siswa dan guru mengalami kesulitan dalam proses belajar mengajar

Etnobotani Tumbuhan Obat Untuk Ibu Nifas Di Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT UNTUK IBU NIFAS DI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA Novi A. R)* Yanti D.)** Arnold CH. H.)** Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Masa nifas (puerperium) adalah masa pemulihan kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas yaitu 6-8 minggu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, bagian-bagian tumbuhan obat dan cara pengolahan tumbuhan obat untuk ibu nifas di masyarakat Hawu Mehara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksplorasi. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah gambar jenis- jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat, pengumpulan data menggunakan teknik Wawancara, Eksplorasi, Dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil wawancara bersama 25 responden di Desa Lobohede, Desa Lederaga, Desa Molie, Desa Tanajawa dan Desa Daieko terdapat 17 jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan atau perawatan bagi ibu nifas, yaitu: Asam, binahong, faloak, jahe, jarak pagar, johar, kayu ular, kelapa, kelor, kencur, katuk, kesambi, kunyit, mengkudu, pepaya, sirih dan turi merah. Bagian organ tumbuhan yang digunakan, yaitu: Rimpang, batang, daun, buah, kulit, pucuk. Cara penggunaan obat, yaitu: mandi, minum, makan, kompres, cuci rambut, gosok. Penyakit yang disembuhkan, yaitu: mengembalikan stamina tubuh, mempercepat penyembuhan luka setelah melahirkan, penambah darah, peluruh sisa darah kotor, memperkuat rahim, menambah ASI, mencegah darah putih naik ke kepala, mengeluarkan darah nifas, mengurangi rambut rontok. Perlu adanya pelestarian tumbuhan yang berkhasiat obat tradisional untuk ibu nifas. Melakukan penelitian mengenai kandungan kimia yang terdapat di dalam setiap organ tumbuhan. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Ibu Nifas, Kecamatan Hawu Mehara Keterangan * : Peneliti **: Pembimbing

KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROALGA DI PANTAI NOKALIMAK, DESA TUNGANAMO, KECAMATAN PANTAI BARU, KABUPATEN ROTE NDAO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROALGA DI PANTAI NOKALIMAK DESA TUNGANAMO KECAMATAN PANTAI BARU Aufengo, L, D)* Rafael, A )** Nge, T, S )** Makroalga merupakan tumbuhan thallus yang organ-organnya berupa akar, batang, dan daunnya yang belum berdiferensiasi dengan jelas. Makroalga tumbuh melekat pada substrat tertentu seperti pada karang, lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainya. Selain benda mati, makroalga juga dapat melekat pada tumbuhan lain secara epifitik. Secara ekologi komunitas makroalga berperan sebagai tempat asuhan dan perlindungan bagi jenis-jenis ikan, tempat pemijahan dan sebagai tempat mencari makanan ikan-ikan herbivor. Secara ekonomi makroalga memiliki potensi sebagai bahan produk kosmetik dan sebagai sumber pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, keanekaragaman dan kelimpahan makroalga di Pantai Nokalimak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Line transect dengan menggunakan teknik sampling kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan makroalga yang ditemukan di perairan Pantai Nokalimak dikategorikan dalam 3 kelas yaitu Chlorophyta, Rhodophyta dan Phaeophyta Jenis makroalga yang terdapat di pantai Nokalimak dikategorikan dalam 3 kelas 10 famili dengan total 15 spesies yaitu Chaetomorpha crassa, Caulerpa racemosa, Caulerpa sertularioides, Caulerpa lentillifera, Helimeda tuna, Helimeda opuntia, Avrainvillea erecta, Codium rapuh, Boergesenia forbesii, Eucheuma cottoni, Amphiroa fragilissima, Padina australis, Sargassum polycystum, Turbinaria ornata, Sargassum cristaefolium. Berdasarkan hasil perhitungan Nilai H’ keanekaragaman spesies makroalga pada lokasi penelitian T1 (2,63), T2 (2,02), T3 (2,43), T4 (2,03) dan T5 (2,47) sedangkan jumlah spesies T1 (15), T2 (9), T3 (15), T4 (9) dan T5 (15). Berdasarkan kriteria indeks keanekaragaman tersebut maka semua nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh pada TI sampai dengan T5 menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies berada pada kategori sedang. Kelimpahan jenis Trensek 1 sampai 5 memiliki kelimpahan 17.12 ind/m². Sedangkan kelimpahan relatif makroalga yang paling tertinggi terdapat pada spesies Helimeda opuntia sebesar (17,75%) dan terendah pada spesies Caulerpa racemosa , Caulerpa lentillifera, dan Codium rapuh dengann nilai (1,63%). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keanekaragaman makroalga pada daerah tubir, habitat lamun, karang dan juga mengenai manfaat makroalga untuk masyarakat sekitar di Desa Tunganamo. Kata Kunci: Keanekaragaman, Kelimpahan, Makroalga Keterangan: * Peneliti **Pembimbing

INVENTARISASI JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI KAWASAN HUTAN OETNANA DESA NUNBENA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Inventarisasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pencatatan atau pengumpulan data tentang pendapat umum mengenai jenis-jenis atau macam-macam tumbuhan paku (Pteridophyta) yang ada di Hutan Oetnana Desa Nunbena Kecamatan Kotolin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat desa belum mengetahui dan membedakan mengenai jenis-jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) serta beberapa manfaat dari tumbuhan paku seperti jenis-jenis tumbuhan paku yang dijadikan sebagai tanaman hias dan obat tradisional yang ada di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan manfaat serta habitat tumbuhan paku dikawasan Hutan Oetnana Desa Nunbena Kabupaten Timor Tengah Selatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kuantatif seperti komposisi jenis-jenis tumbuhan paku dan species. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara dokumentasi Jelajah. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 18 jenis tumbuhan paku yakni Diplazium esculentum, Cyathea contaminans, Drynaria quercifolia, Platycerium bifurcatum, Microsorum punctatum, Equisetum debile, Pteris biauritsa L, Pytirogramma calomelanos, Polypodium virginianum L, Hymenasplenium sp, Asplenium affine, Adiantum cuneatum, Psilotum nudum L, Davallia denticulate, Marsilia polycarpa, Pteris vittata, Nephrolepis biserrata, Macrothelipteris torresiana. Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam kawasan hutan oetnana desa nunbena kabupaten timor tengah selatan adalah 18 jenis Tumbuhan paku

UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEPUH (Sterculia foetida L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEPUH (Sterculia foetida L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Wandarmas, S* Nge, S. T** Sabuna, A. Ch** Tanaman Kepuh (S. foetida L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman Kepuh ini sangat mudah ditemukan di setiap daerah salah satunya adalah di Kecamatan Kelapa Lima. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari tanaman kepuh karena kurangnya pengetahuan yang berkaitan dengan manfaat tanaman Kepuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kepuh (S. foetida L.) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 taraf perlakuan 1 kontrol dengan 3 ulangan yaitu pemberian ekstrak daun kepuh25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, 100 mg/ml. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi Anova satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat berkisar antara 6,6 mm sampai dengan 8,33 mm yang dikategorikan sebagai daya hambat sedang. Uji Anova menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan yaitu pengaruh konsentrasi ekstrak Kepuh terhadap zona hambat bakteri dengan nilai sig adalah 0,000 < 0,05dan pada uji lanjut duncan menunjukkan bahwa antara perlakuan A1 sampai perlakuan A4 tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh ekstrak daun Kepuh (S.foetida L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureusdengan kategori sedang. Kata kunci : Uji Antibakteri, Daun Kepuh, S. aureus Keterangan * : Peneliti**: Pembimbing

KEANEKARAGAMAN RUMPUT (POACEAE)DI PADANG SAVANA DESA OELBUBUK KECAMATAN MOLLO TENGAHKABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “KEANEKARAGAMAN RUMPUT (POACEAE) DI PADANG SAVANA DESA OELBUBUK KECAMATAN MOLLO TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN” Naif. L. R)* Ballo. A)** Hendrik. A. Ch)** Savana adalah tipe ekosistem di dataran rendah maupun dataran tinggi, yang komunitasnya terdiri dari beberapa pohon tersebar tidak merata dan lapisan bawahnya didominasi oleh suku rumput-rumputan.Savana Desa Oelbubuk merupakan padang rumput dataran tinggi yang didominasi oleh rumput-rumputan dan beberapa pohon. Poaceaeadalah salah satu famili dari anggota tumbuhan angiospermae yang mempunyai sekitar 500 genus dan 3.000 spesies.Rumput (Poaceae) yang terdapat di padang savana Desa Oelbubuk adalah famili rumput yang dimakan ternak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis rumput (Poaceae) yang berada di Padang Savana Desa Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan keanekargamannya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek garis (line intercept transect) yang diterapkan untuk mempelajari komunitas padang rumput.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatifyaitu mendeskripsikan ciri morfologi, klasifikasi serta mencari indeks nilai penting (INP) dan indeks keanekaragaman (H’) dari rumput (Poaceae).Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di Padang Savana Desa Oelbubuk Rumput (Poaceae), terdapat 415 individu dari 8spesies rumput (Poaceae) dengan masing-masing spesies memiliki indeks nilai penting (INP) yang bervariasi, yakni spesies Bracharia humidicola (88,74%), Digitaria sanguinalis (13,52%), Digitaria didactyla (25,34%), Chryspogon aciculatus (25,10%), Eleusine indica (17,38%), Oplismenus burmanni (7,00%), Eragrostis tenella (10,62%), Chloris barbata (12,31%). Dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis rumput (Poaceae) yang terdapat di Padang Savana Desa Oelbubuk diantaranya Bracharia humidicola, Digitaria sanguinalis, Digitaria didactyla, Chryspogon aciculatus, Eleusine indica, Oplismenus burmanni, Eragrostis tenella dan Chloris barbata Swartz. Rumput (Poaceae) Desa Oelbubuk memiliki keanekaragaman sedang yaitu 1,34dan secara ekologi, vegetasi tumbuhan bawah (rumput Poaceae) berada dalam kondisi relatif stabil. Kata Kunci : Rumput Poaceae,Keanekaragaman , Savana,Desa Oelbubuk Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing

Analisis Perubahan Fisik dan Laju Pengeringan Ikan Tembang, Ikan Kembung, Ikan Papetek menggunakan Panas Matahari

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan ikan merupakan salah satu cara pengawetan ikan yang dilakukan dengan cara mengurangi kadar air ikan sehingga aktifitas mikroorganisme dapat dikurangi. Tujuan pengeringan adalah mengurangi kadar air bahan sampai pertimbangan mikro organisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau bahkan berhenti sama sekali dengan demikian bahan yang dikeringkan mempunyai waktu simpan yang lama. Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui perubahan fisik ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek menggunakan panas matahari dan Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi laju pengeringan pada ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek menggunakan panas matahari. Hasil pengujian dan hasil pengamatan pada Penelitian ini dibahas secara deskriprif dan pengujian pada variabel yang diamati, yaitu menggunakan Metode kuantitatif, metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: Terjadi perubahan ukuran, berat, warna, tekstur yang lebih padat dan keras karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek dengan lama pengeringan 3 hari penjemuran pada masing-masing jenis ikan, memperoleh nilai susut berat rata-rata ikan tembang dari 3 ulang 67,60 gram, nilai rata-rata susut berat ikan kembung dari 3 kali ulangan 68,30 gram, nilai rata-rata susut berat ikan papetek dari 3 kali ulangan 76,52 gram, kadar air 13,92%, 21,48%, 22,36%. Rata-rata Kelembaban menghasilkan nilai 38,3 Rh, Panas Matahari menghasilkan nilai 42,4ºC dan kecepatan angin 3,11, faktor mempengaruhi laju penjemuran pada ikan

Identifikasi filum echinodermata diperairan pantai namosain dikelurahan namosain kecamatan alak kota kupang nusa tenggara timur

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Echinodermata merupakan salah satu hewan yang paling penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya sehingga mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi filum echinodermata yang ada di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode transek. Hasil penelitian menunjukan jenis Echinodermata yang ditemukan di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur terdapat tiga kelas Echinodermata yang ditemukan pada penelitian ini yaitu kelas Asteroidea,Ophiuroidea, Echinoidea dan 4 spesies Echinodermata, Protoreaster Nodosus, Macrophiotix Belii, Diadema Setosum, Echinothrix Calamaris. Jenis Echinodermata yang memiliki kelimpahan tertinggi pada waktu pengamatan yakni 0,435 ind/m² denganfrekuensi 54,28% diikuti oleh spesies Echinothrix Calamaris meiliki kelimpahan 0,104 ind/m² dan frekuensi 48,57%, Protoreaster nodosus 0,048 ind/m² frekuensi 40%, dan Macrophiotix Belii 0,019 ind/m² frekuensi 22,85%. hal ini disebabkan karena tempat ini merupakan daerah pemukiman penduduk, ada beberapa aktivitas yang dilakukan oleh mereka seperti mencari jenis hewan-hewan laut dan juga digunakan sebagai tempat rekreasi. Penutup saran yang dapat disampaikan yaitu perlu adanya tindakan pencegahan segera agar masyarakat menjaga dan melindungi kelestarian pantai Namosain sehingga ekosistem pantai tetap terjaga sehingga dapat melindungi persediaan keanekaragaman hayati yang bermanfaat di dalam ekosistem Namosain. Dengan adanya penelitian ini semoga bermanfaat untuk ilmu pengetahuan dan menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya.

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP GILL NET DI KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN Yapdilson Rianto Nubatonis(15380011)Analisis Usaha Perikanan Tangkap Gill Net Di Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan: Alfred G. O. Kase., S.Pi, M.Si, Ph.D,Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebangai pembimbing Idan II.Progam studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Potensi sumber daya Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Timor Tengah Selatan terdiri dari wilayah laut untuk perikanan tangkap dan wilayah daratan untuk perikanan budidaya kolam. Kecamatan Kualin terdiri dari 8 Desa utama, dengan 3 desa yang secara geografis terdapat di daerah pesisir Karakteristik pantai pada Kecamatan Kualin cukup unik karena tipe substrat pantai adalah bebatuan kecil yang memiliki warna yang beragam sehingga memberikan keindahan. Selain itu, usaha penangkapan ikan di Kecamatan Kualin cukup baik Hal itu didukung dengan adanya sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan penangkap ikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha perikanan tangkap Gillnet yang meliputi Return On Invesment (ROI), Benefit Cost Ratio(B/C) dan Break Event Point (BEP) di Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah selatan. Penelitian menggunakan metodesurvei dan observasi Hasil penilitian menunjukan Nilai return of investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap gillnet adalah sebesar 4.69. Sedangkan nilai B/C Rasio pertahun yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap gillnet adalah sebesar 5.81.Dan nilai Break Even Point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap gillnet di Desa Kualin, Desa Oni dan Desa Tuapakasakan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 1.290 kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp. 37.143 pada penjualan total produksi 42 kg ikan. Kata kunci: Gillnet, return of investmen (ROI), B/C Rasio, Break Even Point (BEP), Kualin

KAJIAN KRIMINOLOGI TERHADAP TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN KEKERASAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini adalah : “Kajian Kriminologi Terhadap Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor Dengan Kekerasan”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan? 2. Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ? Berdasarkan Hasil penelitian Penulis bahwa : 1. faktor yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan ialah: a. Perbuatan terdakwa merugikan korban; b. Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. 2. Akibat hukum dari tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan barang bukti ialah: a. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan; b. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Kata Kunci : Begal, Motor, Pencurian dengan Kekerasan.

Persepsi Masyarakat Tentang Konversi Hutan Mangrove Menjadi Lahan Tambak Garam Di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WENDELINUS TAE (15380068). Persepsi Masyarakat Tentang Konversi Hutan Mangrove Menjadi Lahan Tambak Garam Di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka : ALFRED G. O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang khas, tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut, terutama didekat muara, sungai, laguna dan pantai yang terlindung dengan substrat lumpur atau lumpur berpasir. Konversi lahan mangrove menjadi lahan tambak garam secara besar-besaran juga terjadi di Desa Weseben Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Garam menjadi program dari pemerintah Kabupaten Malaka yang baru saja di kembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sehingga perlu adanya pembuatan lahan tambak garam. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka selama satu bulan yaitu pada bulan Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah semua masyarakat di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka dengan jumlah 254 KK. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yaitu berjumlah 72 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data menggunakan koesioner (angket). Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh bahwa pengetahuan masyarakat tentang hutan mangrove sebesar 86,11 % responden mengetahui secara baik tentang mangrove serta fungsi-fungsinya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 8,33 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 5,56 %. Untuk pengetahuan masyarakat tentang tambak garam diperoleh nilainya adalah 72,22 % responden mengetahui secara baik tentang tambak garam serta pengelolaannya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 5,56 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 22,22 %. Sedangkan Persepsi masyarakat tentang konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak garam di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka diperoleh nilai sebesar 73,61 % responden memahami secara baik tentang tujuan konversi serta manfaatnya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 18,06 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 8,33 %.

Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Mutu dan Masa Simpan Produk Ikan Tibu Tongkol Khas Manggarai Timur yang Disimpan Pada Suhu Dingin

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Produk ini memiliki cita rasa yang lezat serta aroma yang khas disebabkan karena adanya penambahan bumbu-bumbu sehingga menghasilkan aroma yang khas.Produk ikan tibu tongkol memiliki daya awet yang rendah, dikarenakan ikan tibu tongkol merupakan produk semi basah sehingga menjadi media yang cocok untuk pertumbuhan mikroba pembusuk, yang dapat berpengaruh pada masa simpan produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kadar air, pH, dan tingkat penerimaan panelis, yang disimpan pada suhu dingin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian nilai kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: tingkat penerimaan panelis pada uji organoleptik, pada parameter warna memiliki nilai 4.70-3,40 (kemasan polyethylene) dan 4.65-1.55% (kemasan aluminium foil). Pada parameter aroma memiliki nilai 4.78-2.04 (kemasan polyethylene) dan 4.74-3.08 (kemasan aluminium foil).Pada parameter tekstur 4.48-2.30 (kemasan polyethylene) dan 4.47-1.96 (kemasan aluminium foil). Pada parameter rasa memiliki nilai 4.64-2,68 (kemasan polyethylene) dan 4.52-1.52 (kemasan aluminium foil). Pada parameter kadar air memiliki nilai 66.00-64.67 (kemasan polyethylene) dan 67.22-65.30 (kemasan aluminium foil). Pada parameter pH memilki nilai 5.90-5.50 (kemasan polyethylene) dan 5.80-5.40 (kemasan aluminium foil). Kata kunci: Ikan Tibu, Kemasan, Lama Penyimpanan SUMMARY DIONESIA ROSWITA MAU (163931O6). The Effect of Packaging Type on the Quality and Shelf Life of Tibu Tongkol Fish Products Typical of East Manggarai Which Are Stored At Cold Temperatures: Dr. Ir. Ayub U.I. Meko M.Si as supervisor I and Mada M. Lakapu S.Si, M.Si as supervisor II. Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang. Tibu fish is one of the typical foods of East Manggarai Regency, which has similarities with pepes fish, however, the tibu fish processing method is still traditional, namely where tibu fish is greased with spices and salt and uses young bamboo sticks as a container and the top of the bamboo sticks is covered using serei leaves. This product has a delicious taste and a distinctive aroma caused by the addition of spices so as to produce a distinctive aroma. Cob tibu fish products have low durability, because cob tibu fish is a semi-wet product so that it becomes a suitable medium for the growth of putrefactive microbes, which can affect the shelf life of the product. The purpose of this study was to determine the value of moisture content, pH, and reception rate of panelists, which were stored at cold temperatures. This research was carried out in May-June 2022, located at the Exact Laboratory of Artha Wacana Christian University Kupang for product manufacturing, testing of water content values, pH, and organoleptic testing. This study used a factorial Complete Randomized Design (RAL). Factors that are tried are packaging and storage time. The variables tested were moisture content, pH and organoleptic testing such as color, aroma, texture and taste. Based on the results of research on cob tibu fish products, it can be concluded that: the panelist's acceptance rate on organoleptic tests, on color parameters have values of 4.70-3.40 (polyethylene packaging) and 4.65-1.55% (aluminum foil packaging). On the aroma parameters have values of 4.78-2.04 (polyethylene packaging) and 4.74-3.08 (aluminum foil packaging). On texture parameters 4.48-2.30 (polyethylene packaging) and 4.47-1.96 (aluminum foil packaging). On the taste parameters have values of 4.64-2.68 (polyethylene packaging) and 4.52-1.52 (aluminum foil packaging) . Keywords: Tibu Fish, Packaging, Storage Length

Analisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Pohon Duri Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maria Godelifa Seran (16381528) Analisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Pohon Duri Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Donny M. Bessie, S.Pi.,M.Si, Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan makluk hidup diperairan dan daratan. Ekosistem mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi), peredam badai dan gelombang, penangkap sedimen, habitat (tempat tinggal), tempat mencari makan (feeding graund), dan tempat pemijahan (spawning graund) bagi biota perairan Salah satu biota yang sering dijumpai diekosistem mangrove adalah moluska dan moluska yang paling banyak ditemui pada ekosiste mangrove yaitu gastropoda. Gastropoda mempunyai peranan penting dari segi ekologi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda yang meliputih analisis mangrove dan gastropoda dengan kerapatan jenis, kelimpahan Relatif, kelimpahan jenis, Indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan dominansi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan jenis dan keanekaragaman gastropoda diPesisir Pantai Pohon Duri Oesapa mulai dari yang tertinggi hingga terendah yaitu masing-masing pada stasiun 1 memiliki 1.208 ind/m² yang terdiri dari 33 jenis gastropoda dan stasiun 2 memiliki 0.918 ind/m² yang terdiri dari 49 jenis. Kelimpahan jenis tertinggi Clithon dispar dengan jumlah 0,325 ind/m² dan jenis Nerita histrio dengan jumlah 0,297 ind/m². Kelimpahan jenis terendah yaitu Clypeomorus subbrevicula, Nassarius gaudiosus, Nassarius pullus, Clithon squamulata, Clithon soerbianus, Clithon francoisi, Nerita signata, Nerita dydima, Nerita squamulata dengan presentase 0,091%. Dari kedua stasiun ini kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dikategorikan sedang dan dominansi dikategorikan rendah.