2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah :Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Di Pengadilan Negeri Baturaja. Hakim dalam hal ini juga harus dapat me mberi putusan yang bijaksana dan bertanggung jawab penuh kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam putusannya hakim dituntut tidak boleh sekedar melaksanakan undang undang, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek moral dan sosial. Putusan hakim sangat berpengaruh atas suatu perkara karena keadilan menjadi hal yang sangat diharapkan. Putusan hakim tersebut mencerminkan proses penegakan hukum yang erat kaitannya dengan sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Putusan hakim seperti inilah yang banyak menuai persoalan dari masyarakat, misalnya terkait dengan putusan yang berbeda Judul adalah: Disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan di pengadilan Negeri Baturaja. Masalah dalam penelitian ini dalah: Bagaimana dasar pertimbanagan Hakim Pengadilan Negeri Baturaja sehingga terjadi disparitas putusan terhadapa Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Tujuan penelitan yaitu: Untuk mengetahui dasar Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Baturaja sehingga terjadi disparitas putusan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum penelitian terdiri dari peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian, penelitian menemukan 4 alasan yang menjadi dasar prtimbangan hakim Pengadilan Negeri baturaaja sehingga terjadinya disparitas putusan terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekeasan . 1. Tuntutan Yang Berbeda Dari Jaksa Penuntut Umum 2. Indenpedensi Hakim 3. Kualitas Perbuatan Terdakwa 4. Hal-Hal Yang Memberatkan Dan Meringankan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat GMIT YegarSahadutaOsmo merupakan salah satu persekutuan jemaat Tuhan yang berada di wilayah Klasis Kota Kupang. Ketika penulis diundang untuk mengikuti Sidang Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta, ada keluhan dari anggota jemaat terkait pelayanan pembinaan jemaat yang dijalankan oleh gereja atau pelayan. Dalam penelitian penulis menemukan bahwa pemimpin atau pelayan yang ada dalam Jemaat GMIT YegarSahadutaOsmo, belum secara penuh memberdayakan anggota jemaatnya atau anggota komunitasnya dalam hal mendampingi dan saling mendukung di dalam upaya untuk menemukan makna hidup mereka. Terlihat dari perkunjungan yang dilakukan tidak secara rutin dan dikemas dalam bentuk ibadah oleh gereja serta peran pemimpin dalam mendampingi UPP dan BP untuk menjalankan program-program yang direncanakan masih kurang terlihat. Pemimpin atau pelayan memberi tugas dan membiarkan setiap UPP dan BP untuk menjalankan tugas atau programnya tanpa adanya pendampingan. Pelayan akan mengevaluasi program yang telah dijalankan ketika UPP atau BP memasukkan laporan pertanggung jawabannya. Pemimpin harus menyadari akan keterpanggilannya untuk menjalankan perintah dari Yesus. Dalam Matius 28:19-20, Yesus memerintahkan para murid untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya. Perintah ini juga ditujukan bagi pemimpin yang melayani di dalam jemaat. Pemimpin harus memaknai akan keterpanggilannya dalam melakukan pembinaan di jemaat. Pimpin harus mampu menjadikan semua anggota jemaat menjadi murid Yesus. Cara yang digunakan untuk menjadikan anggota jemaat murid Yesus ialah membaptis dan mengajar. Kedua cara ini harus dijalankan secara maksimal oleh gereja sehingga adanya perubahan di dalam diri anggota jemaat untuk mengikuti apa dikehendaki oleh Allah. Selain dari itu, untuk menjawab akan permasalahan jemaat, penulis menawarkan model PWG pendekatan komunitas iman. Pendekatan komunitas iman memiliki tujuan untuk membangun komunitas yang mendorong perkembangan autentik manusia dan menolong orang-orang untuk menjadi bagian dari komunitas. Disinilah dibutuhkan peran seorang pemimpin, dalam pendekatan komunitas iman, pemimpin atau pelayan memiliki peran sebagai fasilitator bagi kehidupan anggota jemaat atau warga gereja agar dapat mencapai misi gereja.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia sering dipandang sebagai kaum rentan yang segala sesuatunya harus diperhatikan, mulai dari makan, minum, bersosialisasi dan lain-lain. Dari pandangan itulah yang akhirnya membuat lansia seakan semakin tak berdaya sehingga membutuhkan orang lain dalam mengurus segala kebutuhan mereka. Terlebih lagi di masa pandemi, lansia dianggap sebagai kaum rentan yang harus terus diperhatikan. Perhatian terhadap kaum lansia dimasa pandemi menjadi pertanyaan, apakah lansia mendapatkan kebebasan dan kepuasan yang seharusnya mereka terima? Ataukah justru lansia seakan mengalami tekanan mental akibat aturan-aturan yang harus mereka patuhi, seperti pola makan, bersosialisasi dan lain sebagainya. Keterbatasan dalam segala hal yang dialami oleh lansia membuat mereka kehilangan kebebasan dalam menikmati masa tua, masa yang seharusnya dipenuhi dengan kebersamaan dan refleksi hidup, kini menjadi ketakutan tersendiri bagi mereka. Orang-orang yang seharusnya berperan dalam membantu mereka membangun hidup di masa tua justru menghilang. Kebutuhan rohani mereka tidak tercukupi dengan baik sehingga perkara iman menjadi sesuatu yang tidak lagi diperhatikan bagi lansia. Dalam masa pandemi, lansia dihadapkan dengan masa krisis yang menerpa kehidupan mereka. Krisis yang menjadi pergumulan lansia berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan spiritual. Secara fisik, lansia bergumul dengan kesehatan di masa pandemi untuk tetap bisa menjaga kesehatan mereka dengan baik, meskipun lansia termasuk ke dalam kategori yang rentan terkena dampak pandemi COVID-19. Dari segi mental, lansia dihadapkan dengan kenyataan bahwa COVID-19 adalah jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Lansia yang termasuk ke dalam kategori kaum rentan dan dengan kondisi fisik yang mulai melemah mulai merasakan takut kehilangan dan takut dengan sebuah kematian. Lalu, dari segi spiritual, dengan adanya pandemi COVID-19 yang membuat gereja memberhentikan sementara kegiatan ibadah. Lansia yang selalu ada dalam setiap ibadah baik ibadah Minggu, ibadah rumah tangga dan ibadah kategorial merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Menurut para lansia, ibadah bukan hanya sekedar rutinitas, tapi menjadi sebuah bentuk kerinduan untuk bertemu Tuhan dalam setiap doa yang mereka panjatkan dan jika tidak beribadah rasanya ada yang kurang. Peran gereja diperlukan oleh lansia di Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui untuk bisa menyentuh pergumulan yang dirasakan oleh lansia di masa pandemi COVID-19. Kondisi fisik, mental dan spiritual lansia menjadi hal yang harus diperhatikan oleh presbiter Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru agar dapat menguatkan lansia sehingga dapat menguatkan keadaan fisik, mental, serta iman dan spiritualitas kepada Tuhan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mahasiswa Fakultas Teologi merupakan anak-anak yang ada dalam proses pembentukkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan (pendeta) kedepannya. Namun dalam proses pembentukkan itu, terdapat beberapa orang mahasiswayang mengalami adiksi terhadap game online. Adiksi yang dialami oleh Mahasiswa Teologi, membawa berbagai dampak negatif bagi kehidupan mereka dan juga orang lain. Persoalan mengenai adiksi terhadap game online layak mendapat perhatian serta peran pastoral untuk menolong mahasiswa yang mengalami adiksi,agar keluar dari situasi tersebut. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Mahasiswa Fakultas Teologi mengalami adiksi terhadap game online, dampak yang ditimbulkan dari adiksi dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi pastoral serta bagaimana pendampingan pastoral yang tepat bagi Mahasiswa Fakultas Teologi yang mengalami adiksi. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai persoalan adiksi terhadap game online yang dialami oleh Mahasiswa Fakultas Teologi Kupang. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa, para narasumber memiliki beberapa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yakni: physical needs (kebutuhan fisik), safety needs (kebutuhan rasa aman), social needs (kebutuhan sosial), esteem needs (kebutuhan penghargaan) dan self actualizatione (kebutuhan aktualisasi diri). Dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, mereka menggunakan game online, sehingga mengakibatkan adiksi. Adapun beberapa dampak buruk yang ditimbulkan dari adiksi terhadap game online yakni: gangguan relasi sosial, gangguan akademik, gangguan kesehatan, gangguan psikologis, dan konsumtif. Sebagaimana yang telah disaksikan oleh Alkitab bahwa, tugas dari orangtua ialah memberi pengajaran bagi anaknya untuk mengasihi Allah yang Esa dengan melakukan segala perintahNya, dalam hal ini tidak mengikuti keinginan duniawi dan menduakan Allah. Orangtua yang dimaksud dalam tulisan ini ialah orangtua kandung dan dosen Fakultas Teologi yang memerankan peran, sebagai orangtua bagi mahasiswa di kampus.Fakultas Teologi merupakan wadah pembentukan mahasiswa untuk menjadi pelayan Tuhan kedepannya, sehingga peranan dosen dalam pembentukan spiritual dan karakter sangat dibutuhkan. Dalam upaya menolong dan membebaskan Mahasiswa dari adiksi terhadap game online, maka, Fakultas Teologi perlu menerapkan fungsi pendampingan pastoral yakni: fungsi membimbing, fungsi memulihkan dan fungsi memelihara.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam kehidupan umat Kristen, beribadah kepada Allah melalui Yesus Kristus merupakan salah satu bentuk ucapan syukur atas karya penyelamatan yang dilakukan bagi umat manusia dan dunia ini. Selain itu, beribadah juga dapat membantu umat Kristen agar dapat membangun hubungan yang erat dengan sang pencipta. Salah satu hal yang dapat membantu umat kristen membangun hubungan yang erat dengan sang pencipta ialah saat teduh dalam liturgi kebaktian. Namun dalam realitas yang terjadi, saat teduh masih sering diabaikan dalam liturgi kebaktian. Contohnya ialah pada pelaksanaan saat teduh di Jemaat GMIT Lahairoi Tuaksabu Lasiana. Melihat masalah yang terjadi diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih dalam untuk mengetahui gambaran umum jemaat, pemahaman jemaat terhadap saat teduh, realita pelaksanaan saat teduh jemaat, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman dan pelaksanaan saat teduh tersebut. Dari point-point di atas, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih dengan tujuan agar dapat menolong dalam mencari pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan narasumber kunci. Dalam penyajian hasil penelitian, penulis menggunakan metode penulisan deskripsi, analisis, dan reflektif. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa Jemaat GMIT Lahairoi Tuaksabu Lasiana memiliki pemahaman mengenai saat teduh yang beragam. Pemahaman yang beragam itu kemudian mempengaruhi pelaksanaan saat teduh di jemaat tersebut. Bahkan ada jemaat yang mengakui dirinya sering melalaikan pelaksanaan saat teduh tersebut. Alkitab yang diyakini sebagai sentral dalam ibadah, juga diyakini menjadi dasar refleksi teologis dalam berbagai aspek. Salah satunya ialah untuk merefleksikan saat teduh di dalam pelaksanaan kebaktian jemaat. Selain melihat pendasaran Alkitab, pemahaman teologis tentang saat teduh juga dapat dilihat dari buku-buku dan narasumber ahli berkaitan saat teduh. Dengan demikian dapat membantu jemaat memahami pentingnya saat teduh untuk mengingat penyertaan Tuhan dalam kehidupan jemaat, serta menyadari kerapuhan dalam diri tiap jemaat yang membutuhkan Allah merengkuh kerapuhan tersebut.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat Imanuel Kefamenanu Klasis Timor Tengah Utara merupakan salah satu anggota GMIT yang sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19 khususnya yang dialami dalam sebuah kedukaan. Kedukaan ditengah Pandemi dirasakan sangat berbeda dari kedukaan-kedukaan yang dialami sebelum adanya pandemi. Berbagai dampak positif dan negatif muncul pada saat adanya kedukaan. Kedukaan di masa Pandemi sangat berbeda karena waktu yang dipersingkat, kontak fisik, jaga jarak serta dampak lainnya harus dirasakan dan mengakibatkan kesedihan yang mendalam kepada setiap keluarga yang berduka. Pembatasan sosial menjadi sebuah dampak yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap kematian ditengah Pandemi. kedukaan yang dialami ditengah Pandemi ini mengharuskan setiap keluarga dan jemaat untuk memiliki kekuatan yang lebih dalam menghadapi kedukaan. Melihat permasalahan di atas, penulis kemudian tertarik untuk meninjau lanjut dalam sebuah penulisan skripsi. Metode yang penulis gunakan adalah sebuah tinjauan pastoral terhadap dampak pembatasan sosial kepada keluarga duka selama adanya Pandemi Covid-19. Tinjauan pastoral ini sangat menolong keluarga duka dan jemaat dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi. Dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi Covid-19 fungsi pelayanan pastoral sangatlah membantu. Fungsi-fungsi itu terdiri dari: membimbing, menopang, mendamaikan dan mengasuh. Dengan kehadiran pelayanan pastoral ditengah kedukaan seharusnya dapat memberikan kontribusi dan menolong setiap keluarga yang mengalami kesedihan dikarenakan kedukaan. Fungsi pastoral juga merupakan salah satu jalan mendewasakan setiap keluarga yang berduka. Peranan gereja sebagai gembala juga sangatlah dibutuhkan untuk membimbing setiap keluarga yang berduka ditengan Pandemi Covid-19. Ditengah Pandemi Covid-19 mengharuskan gereja bekerja secara lebih efektif dan kreatif, karena dalam masa ini segala bentuk pelayanan harus dibatasi oleh waktu. Pertolongan yang diberikan oleh gereja sebagai gembala mesti dilakukan secara terus menerus meskipun hanya melalui sebuah kontak dengan jarak yang jauh. Otoritas Tuhan tidak bisa dibatasi oleh pemikiran manusia. Dan ketika manusia mengalami penderitaan khususnya menghadapi covid-19 ini, seharusnya tanggung jawab diletakan kepada manusia sebagai “pewaris” dari alam ciptaan Tuhan. Ia menginginkan agar manusia tidak menjadi manusia yang cengeng dengan sedikit-sedikit meletakan seluruh tanggung jawab kepada Tuhan ketika menghadapi malapetaka dan penderitaan. KATA KUNCI: Kedukaan, Pandemi Covid-19, Pembatasan Sosial, Pastoral, Gembala.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Praktik kawin tangkap adalah salah satu cara memperistri seorang perempuan oleh masyarakat di Sumba. Para perempuan yang ditangkap secara paksa merasakan luka batin, trauma, ketakutan, dan keluarga juga mengalami kesusahan dalam bidang ekonomi. Realitas di GKS Jemaat Waidamisi banyak korban praktik kawin tangkap tidak terdata, namun berdasarkan data dari tahun 2000-2021 ada 4 orang korban praktik bawa lari secara paksa, 3 tidak dapat lari dari perkawinan tersebut, 1 berhasil lari dan kembali ke keluarganya. Perempuan yang ditangkap berumur 20-24 tahun dan telah mereka menamatkan pendidikan di Sekolah Menangah Atas. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab praktik kawin tangkap yang mempengaruhi pelayanan pastoral gereja kepada perempuan korban, dan merefleksikan persoalan ini menurut tinjauan pastoral yang menolong perempuan korban praktik kawin tangkap, serta bagaimana melakukan pelayanan pastoral yang baik untuk korban. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan penelitian lapangan dengan mewawancarai pihak gereja, pemerintah dan para perempuan korban praktik kawin tangkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan sebagai korban praktik tersebut sangat terpuruk. Pendampingan pastoral gereja bagi mereka belum terlalu fokus kepada korban dan dibuat dalam ibadah PKS (Pembacaan Kitab Suci) sehingga korban tidak secara bebas menceritakan apa yang dirasakan. Gereja merupakan tempat pelayanan pastoral dijalankan, sehingga tugas gereja menguatkan mereka yang ada dalam keterpurukan untuk terus bertumbuh secara baik. Pendampingan gereja juga untuk membebaskan para perempuan yang ada dalam ketakutan. Perempuan dan laki-laki adalah ciptaan yang segambar dengan Allah, sehingga baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama. Dalam prakarsa pernikahan juga laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk menentukan dengan siapa mereka akan menikah. Saat Yesus menolong para perempuan yang ada dalam keterpurukan maka gereja juga memiliki tugas untuk menolong perempuan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SUPERITEMTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 5AMABI OEFETO TIMUR SATAP TAHUN AJARAN 2020/2021
Manu D. S)* NomleniF.TH)** KorohT)**
Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Amabi Oefeto Timur Satap. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Superitemterhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VII berjumlah 45 siswa dan sampel kelas VIIA dan kelas VIIBberjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabelatau 7,967>2,048dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen . Hal ini dapat dilihat dari adanya pengaruh terhadap pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Superitem memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari hasil belajar siswa pada kelas kontrol yaitu C1 78,51 %, C2 78,33% , C3 72,22% dan C4 68%. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami, menerapkan dan menganalisis apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Superitem terhadap hasil belajar siswa.
Kata kunci : PembelajaranSuperitem, Hasil Belajar Siswa.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS IKAN AIR TAWAR DI PERAIRAN DANAU NEFO KO’O DESA APREN KECAMATAN AMARASI KABUPATEN KUPANG
Nesnatun, R, R)* Kase, A,G,O )** Rafael, A)**
Ekosistem perairan tawar terbuka dibedakan menjadi dua yaitu ekosistem perairan tawar yang mengalir dan ekosistem perairan tawar yang menggenang. Keanekaragaman ikan diperairan dapat mendeskripsikan tingkat kompleksitas ekosistem perairan.Indeks keanekaragaman biasa digunakan sebagai ukuran kondisi suatu ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasijenis-jenis ikan air tawar diperairan DanauNefo Ko’o. Metode penelitian yang digunakan adalahPurposive Samplingdengan menentukan titik pengambilan sampelikan yang diidentifikasi diperairan Danau Nefo ko’o.Hasil penelitian menunjukkan jenis ikan yang ditemukan di Danau Nefo Ko’o Desa Apren Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang dapat di kategorikan dalam tiga family yaitu Cichlidae,Channidae dan Anabantidae. Family Cichlidae ditemukan dua jenis yakniOreochromis niloticus(Nila/Ik’kase)dan Oreochromis mossambicus(Mujair/Ik’kaesmetan)sedangkan family Channidae dan Anabantidae,masing-masing ditemukan satu jenis yakni Channa striata(Gabus/Ik’kauna)dan Anabas testudineus(Betok/Ik’metan).Oreochromis niloticus(Nila/Ik’kase)memiliki kelimpahan tertinggi yakni 1,67 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 50,00% pada waktu pengamatanpagi dan 1,13 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 37,78%, pada waktupengamatan sore. Channa striata(Gabus/Ik’kauna)memiliki indeks kelimpahan yang relatif cukup tinggi pada semua waktu pengamatan yakni 0,73 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 22,00% pada waktu pengamatan Pagi, dan 0,53 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 57,14%, pada waktu pengamatan siangyakni 0,93 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 31,11%, pada waktu pengamatan soreOreochromis mossambicus(Mujair/Ik’kaesmetan) dan Anabas testudineus(Betok/ Ik’metan) paling sedikit ditemukan yakni 0,13ind/m2 dengan kelimpahan relatif 14,29%,pada waktu pengamatan siangdan 0,33ind/m2dengan kelimpahan relatif 11,11 % pada waktu pengamatan sore.
Kata kunci :Jenis-Jenis Ikan Air Tawar, O. niloticus, O.mossambicus, C. striata, A. testudineus.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pandangan semua orang terhadap Allah ditentukan oleh pengalaman hidup bersama dengan Allah atau bagaimana mereka membangun relasi dengan Allah. Tetapi, pandangan-pandangan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan yang ada di sekitar pribadi-pribadi yang berefleksi tentang Allah. Untuk itulah, ketika Pengakuan Iman GMIT sebagai pengakuan bersama warga GMIT berbicara tentang Allah seperti seorang Ibu, jemaat memaknai dan memahaminya dalam relasi yang mereka bangun dengan Allah dalam pengalaman-pengalaman hidup sehari-hari. Maka tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pemahaman jemaat GMIT Lopo Maus Tualeu memaknai Allah seperti seorang Ibu. Hal ini menarik karena pada dasarnya jarang sekali orang berbicara tentang Allah seperti seorang Ibu karena budaya kekristenan sering berbicara tentang Allah yang adalah Bapa. Tulisan ini dikaji dalam metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat dengan baik dan bisa dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil penggambaran dan analisa bisa dilihat bahwa jemaat memiliki pemikiran beragam tentang Allah. Mereka memahami Allah sebagai yang Mahakuasa, Pencipta kehidupan dan yang selalu ada menolong mereka. Sedangkan, berbicara tentang Allah seperti seorang Ibu mereka terbagi dalam dua pendapat. Pertama, sebagian merasa bahwa Allah itu dalam sifat dan kasih-Nya memang seperti seorang Ibu. Untuk menyapa atau menyebut Allah dengan Ibu, bisa saja dan bukan suatu hal yang sangat perlu diperdebatkan, karena yang diperhatikan adalah pengorbanan Allah yang seperti Ibu. Kedua, sebagian merasa bahwa Allah yang diajarkan kepada mereka dan yang tahu sebagaimana tercatat dalam Alkitab adalah Allah yang dalam rupa Bapa. Apalagi Allah di dalam Yesus Kristus berupa wujud manusia laki-laki. Sehingga mereka sangat keberatan jika harus menyapa Allah dengan Ibu. Meski demikian, semua setuju bahwa pemeliharaan Allah yang merasakan adalah seperti Ibu yang memeliihara dan mengasuh. Allah bisa dimaknai dalam pribadi Ibu adalah ketika orang-orang mulai melihat Allah sebagai Roh yang berpribadi dan berelasi dengan ciptaan-Nya. Refleksi akan relasi dari pengalaman hidup sehari-hari akan mampu memaknai bahwa Allah mengasihi layaknya seorang Ibu yang mengasihi. Terlepas dari itu juga, Alkitab sendiri mencatat dan menyaksikan bahwa kasih Allah seperti seorang Ibu. Hanya saja tidak terlalu banyak yang mengkaji dan membicarakannya lebih serius. Metafora dan pemaknaan akan Allah seperti seorang Ibu sangat menolong dalam memaknai kehidupan sebagai anugerah pemberian Allah. Melihat Allah sebagai Ibu yang memelihara akan membuat manusia lebih bertanggungjawab akan kehidupannya dan juga kehidupan ciptaan lain. Kata-kata Kunci : Allah, Ibu, Pengakuan Iman, Relasi, Makna, Metafora.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
THE ROLE OF PHYSICAL EDUCATION, SPORT, AND HEALTH TEACHER’S IN DEVELOPING THE STUDENTS MENTALLY WHEN OFFLINE AND ONLINE LEARNING AT SMA NEGERI 8 KUPANG CITY
Epa Proditus Laukamang1*, Andreas J. F. Lumba2, Erwin S. Neolaka3
1,2,3Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia
2Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Nusa Cendana University, Kupang, Indonesia
[email protected]
Background: Teachers are professional educators with the main duty are educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, evaluating, and developing students in education. This study refers to the research problem regarding how is the role of physical education teachers in developing the students' mentally during offline and online learning.
Research Objectives: This study aims to find out the role of physical education teachers in mentally development of students when offline and online learning.
Research Method: This study used a qualitative research. The subject in this study is the physical education teacher at SMA Negeri 8 Kupang City. The data collection techniques that used in this study are observation, interviews, and documentation, the data analysis used was descriptive qualitative.
Result and Discussion: Physical education teacher's role in developing students' mentally can be done well in learning, because the physical education teachers are able to apply their role as an educators who are responsible for students in physical education, sport, and health learning. In the implementation of education, the teachers have a very important duty, namely guiding and directing the students so that they can grow and develop optimally.
Conclusion: The physical education teachers play an important role in the developing the students’ mentally when learning in the classroom nor the field so that students are more than disciplined and on time in learning. The physical education teachers can motivate the students with an appreciation or sanction given to students.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat GMIT Bet’elOesapa Tengah merupakan salah satugerejatertua di Kupang.Gerejainimemilikimimbarberbentukcawanperjamuan kudus denganmaknateologiskhusus.Secarade factojemaatinisudahadasejakTahun 1825 haliniditandaidenganberdirinyaSekolah Rakyat (SR) 3 tahun dan Pos PekabaranInjil (PI). Sejaktahun 1875 pelayananSakramenBaptisan Kudus yang pertamadijalankan di jemaatini. Penelitianiniberfokus pada presepsiJemaatBet’elOesapa Tengah, Klasis Kota Kupang Timur, terhadappemaknaanMimbardalamIbadah Kristen. MenelitipandanganJemaatmengenaimimbarmenjadipentingkarenapemahamantentangmimbarinisudahmulaiberkembangdalamJemaat Betel Oesapa Tengah dan adapemahaman yang berbeda-beda. Hal initurutmempengaruhipemahamanJemaat Betel Oesapa Tengah terhadapmimbarberbentukcawan. Ada yang memahamimimbarsebagaialatuntukpemberitaanfirmansaja, namunada juga yang mengkultuskanmimbar. Denganmengetahuipemahamanteologismerekagerejabisamerawat, memelihara dan melestarikanpemahamanteologis yang ada. BerdasarkantradisiCalvinistik,ibadah Kristen berpusat pada pemberitaanFirmanatauKhotbah dan perayaanPerjamuan Kudus.Kristus juga "hadirdalamfirman-Nya, karenaDiasendirilah yang berbicaraketika Kitab Suciitudibacakan di dalamgereja.Pemberitaanfirman Allah juga dipahamisebagaiteofanibarudalambentukkesaksianfisik.Lokasimimbar yang berada di tengah-tengahjemaatmemilikikepentinganpraktis dan simbolis.Lokasimimbar juga menunjukkankeyakinanteologis para reformistentangpersamaan spiritual esensialdari para pelayan dan orangawam.PewartaanAlkitabmenyimbolkan Sang Sabda yang hidup, terusberbicara dan berdiam di antaraumat-Nya.UntukmengetahuipemahamanteologisJemaat GMIT Bet'elOesapa Tengah tentangmaknamimbar dan maknamimbarcawan, denganmetodepenelitiankualitatif dan metodepenulisandeskriptif-analisis-reflektif. PenelitimenemukanbahwapemahamanteologisJemaatBet’elOesapa Tengah terhadapmimbarberbentukcawandipahamisebagaisimbolpengorbananKristus di ataskayusalib demi penebusandosaumatmanusia; TercurahnyaDarahAnakDomba (Yesus); PergumulanYesussaatberdoa di tamanGetsemani; Merefleksikankasih dan anugerahdari Allah lewatperistiwapaskah; TempatpemberitaanFirman Allah. Namunada juga yang mengkultuskanmimbar. Keberadaanmimbardalamibadah Kristen memilikisimbolkehadiran Allah.pusatdalamibadah Kristen ialahpemberitaanfirman. DalampemberitaanFirmanadasuaraTuhan, pengampunan, pemeliharaan, tuntunan, kehidupan dan kabarbaik yang diberitakanmelaluimimbar.Karena sejakdahulumimbardipergunakandalamibadah Kristen, makamimbartidakbisadilepaskandaripemberitaanFirman.MimbarJemaatBet’elOesapa juga menjadisimbolgambaranimanJemaatOesapa yang terdahulu. Memeliharatradisi juga berartimemeliharapersekutuan dan nilai-nilaiteologiskristiani.Dari uraiantersebut, kiranyadengankerendahhatigerejasalingmembukadiriuntukmemberikanpemahamanteologis yang benartentangmimbar.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tindakan disiplin gereja atau siasat gereja dilakukan oleh GMIT untuk menata kehidupan anggotanya menjadi murid Kristus yang taat dan dengan rela hati melakukan apa yang diajarkan kepada mereka. Pemahaman jemaat dalam penerapan tindakan disiplin gereja di jemaat GMIT Imanuel Oenali sangatlah beragam. Pemahaman jemaat yang berbeda sampai pada anggapan disiplin gereja yang diberikan tersebut merupakan sebuah hukuman yang diberikan oleh gereja kepada anggota jemaatnya. Pemahaman tersebutlah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian bagaimana pemahaman jemaat mengenai tindakan disiplin gereja dan penerapannya di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sehingga bisa mendalami permasalahan tersebut, mengambil sampel dan melakukan wawancara sehingga memperoleh informasi dengan lebih akurat. Hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat diketahui dampak penerapan tindakan disiplin gereja yang diberlakukan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menemukan bahwa anggota jemaat yang menerima tindakan disipli gereja menarik diri dari pelayanan yang diberikan kepada mereka. Melihat faktor serta dampak yang terjadi dalam jemaat, penulis kemudian mendialogkannya dengan teologi pastoral, mengingat teologi pastoral dalam hal pendampingan dan percakapan pastoral tidak dapat terpisahkan dengan tindakan disiplin gereja yang diaplikasikan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Percakapan dan pendampingan pastoral yang dilakukan serta pemahaman jemaat dalam memahami tindakan disiplin gereja tersebut akan mempengaruhi proses tindakan disiplin gereja di jemaat ini. Oleh sebab itu maka pemahaman yang tepat dalam jemaat tentang tindakakan disiplin gereja ini akan akan membantu anggota sidi tersebut dalam melewati tindakan disiplin gereja dalam jemaat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendeta adalah hamba Tuhan yang ditugaskan dengan dua jabatan yaitu organisasi dan pelayanan di mana ia harus bertanggunjawab secara organisatoris serta menjalankan fungsi kenabian, kerasulan dan gembala untuk melayani di mana ia hidup dan ditugaskan dalam gereja. Dalam menjalankan panggilan sebagai pengikut Kristus tidak terlepas dari situasi di mana antara memilih menjalankan panggilan sebagai pengikut-Nya atau harus memusatkan perhatian pada kepentingan diri sendiri dan keluarga. Panggilan menjadi pengikut Kristus ialah panggilan untuk setia dan mengambil bagian dalam penderitaan bersama-Nya. Penderitaan yang dialami pengikut-pengikut Kristus bukan karena akibat yang ditimbulkan oleh pengikut-pengikut Kristus, tetapi sebagai konsekuensi yang harus diterima sebagai bagian dari melayani Kristus. Hal tersebut bukan hanya dialami dari luar, tetapi dari dalam keluarga dan diri pengikut itu sendiri. Melihat kedua tanggungjawab antara pelayanan dan keluarga, terkadang menimbulkan dinamika dalam keluarga pendeta di mana bisa saja ada yang merasa sebagaimana yang terjadi dalam keluarga pendeta yang melayani di jemaat GMIT Kota Kupang, di mana anggota keluarga merasa terabaikan, dilema, adanya keraguan terhadap pasangan, cemas, kurangnya waktu bersama oleh karena mereka diperhadapkan dengan kesibukkan pendeta. Penulis bertujuan agar memberi dasar teologis terhadap makna dari sebuah keluarga pendeta dalam jemaat, untuk itu metode yang digunakan penulis yaitu penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Dimana penulis melakukan wawancara mendalam dengan keluarga pendeta-pendeta yang sedang melayani di jemaat GMIT Kota KupangKlasis Kota Kupang. Karena itu sangat perlu untuk merefleksikan tentang kisah Allah memanggil Abraham dari antara kaum keluarganya dan berjanji kepadanya “Allah akan memberikan tanah dan keturunan kepadanya dan Allah akan memberkatinya”. Anaknya Ishak sebagai penerus keturunanya, kemudian Yakub dan ia juga menerima tugas yang sama yaitu demi keselamatan umat manusia dan supaya semua kaum di muka bumi menerima berkat (Kej. 12:3). Hal yang sama juga diberikan Allah kepada Yakub dan keturunannya. Allah memulai penyelamatan dengan satu orang dan satu keluarga untuk menjadi alat dari suatu realitas bersama yang baru. Dasar teologis ini menjawab dinamika antara pelayanan dan keluarga pendeta di mana keluarga pendeta adalah komunitas yang juga ditetapkan Allah sebagai wadah untuk menyatakan rencana-Nya bagi dunia. Allah sebagai pembentuk keluarga memiliki misi agar keluarga pendeta menjadi komunitas yang memancarkan dirinya sebagai terang di tengah-tengah kehidupan jemaat. Karena itu pendeta perlu memberi pemahaman dan mempersiapkan keluarga agar keluarga pendeta memberi nilai tertinggi kepada Allah dan menjalankan pelayanan dengan segala konsekuensi yang harus diterima.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK YANG BELAJAR
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI RUMAH PADA MASA PANDEMI
COVID-19
(STUDI PADA SISWA SMP DIKELURAHAN NONBES KECAMATAN
AMARASI KABUPATEN KUPANG TAHUN 2020)
Benu.F (*) Ledo J (**)
Pabala.PPengertian Perhatian Orang Tua adalah ayah dan ibu yang bertanggung jawab
atas pendidikan. Dengan demikian perhatian orang tua dapat dinyatakan sebagai
perhatian yang diberikan dari ayah dan ibu.Tujuan penelitian ini adalah Untuk
mengetahui kebutuhan anak yang belajar di rumah selama pendemi covid-19
dan Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang di alami orang tua ketika
mendampingi anak yang belajar di rumah selama pendemi covid-19.di
Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten kupang, Tahun 2020.
dengan mengambil sampel pada semua orang tua yang memiliki anak usia
sekolah di RW 007 Kelurahan Nonbes kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang:
25 orang tua yang berjumlah 25 kepala keluarga. Dalam Penelitian ini, peneliti
Menggunakan Metode Deskripsi Kualitatif Sedangkan Pengumpulan Data
Dengan Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dari
25 Orang Tua Yang Menyiapkan Fasilitas Belajar Sebanyak 15 (60%) dan
yang menyiapkan situasi belajar sebanyak 10(40%). Penulis Dapat
menyimpulkan bahwa selama masa pendemi covid-19 perhatian orang tua
terhadap anak yang belajar pendidikan agama kristen di rumah sangat berbeda
dengan pembelajaran normal atau seperti biasanya, jika pada pembelajaran
normal orang tua tidak selalu memberikan banyak perhatian tetapi selama masa
pendemi covid-19 orang tua di tuntut untuk menjadi pendidik, pembimbing
serta menyiapkan fasilitas belajar dan menyiapkan situasi belajar yang aman dan
nyaman.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemiskinan merupakan suatu standar hidup yang rendah yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah orang. Kemiskinan biasanya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok seperti pangan, pakaian, dan papan sebagai tempat berteduh. Nusa Tenggara Timur secara khusus Kota Kupang yang adalah ibu kota provinsi pun tidak luput dari persoalan kemiksinan tersebut. Oleh karena itu pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak kemiskinan secara khusus kepada anak-anak yang berpotensi terlantar dengan membangun panti asuhan. Menanggapi persoalan kemiskinan tersebut, maka Gereja juga turut terpanggil untuk menyatakan keprihatinannya melalui peran sosial Gereja. Dalam penulisan ini, penulis akan menggambarkan tentang peran sosial GMIT Ebenhaezer Oeba bagi pemeliharaan anak-anak Panti Asuhan Kristen ( PAK) GMIT 221 Oeba dipandang dari teori Teologi sosial. Tujuannya agar Gereja-gereja masa kini bisa dapat belajar dari peran sosial tersebut untuk lebih memfokuskan arah keterlibatannya dalam menanggapi persoalan sosial. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dan penelitian pustaka. Penelitian pustaka yang digunakan adalah dengan menggunakan sejumlah literatur yang dapat menunjang penelitian ini. Penulis juga melakukan penelitian lapangan dengan lokus penelitian ialah Panti Asuhan Kristen(PAK) GMIT 221 Oeba. Untuk mengetahui mengenai peran sosial GMIT Ebenhaezer Oeba, maka penulis memilih beberapa orang seperti pendeta, penatua, diaken, pengurus panti dan juga anak-anak panti untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian sesuai teori teologi sosial yang penulis gunukan untuk mengkaji peran sosial Gereja, maka hal yang penulis temukan ialah peran sosial yang dilakukan oleh GMIT Ebenhaezer Oeba didasari pada motifasi yang benar yaitu dengan melihat pada apa yang Yesus lakukan sehingga tindakan itu diteruskan kepada anak-anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221 yang datang dari latar belakang kemiskinan. Peran sosial Gereja yang dilakukan oleh gereja juga memiliki ciri pembeda dengan peran sosial yang dilakukan oleh pemerintah. Peran sosial yang dilakukan oleh gereja juga turut menolong anak-anak tersebut untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Hal selanjutnya yang penulis temukan ialah melalui peran sosial ini, GMIT Ebenhaezer Oeba melakukan tindakan pemeliharaan yang ditunjukan melalui pengelolaan dan pendanaan bagi keberlangsungan hidup anak-anak di Panti Asuhan Kristen GMIT 221. Peran sosial yang dilakukan oleh GMIT Ebenhaezer Oeba merupakan bentuk pemeliharaan Allah bagi anak-anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ritus kematian merupakan warisan budaya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Sumba Timur di Jemaat Kambajawa, karena di dalamnya termuat nilai, norma atau aturan-aturan yang mengatur sistim kehidupan bersama, yang diwarisi dari generasi-ke-generasi. Tidak dapat dipungkiri praktik ritus kematian telah menimbulkan persoalan di kalangan Jemaat Kambajawa, karena dipandang telah menyalahi aturan dan ajaran gereja. Praktik ritus ini, sangat berkaitan erat dengan aliran kepercayaan Marapu, yang memiliki perbedaan konsep berpikir dengan ajaran iman Kristen. Akan tetapi, praktik ritus kematian masih tetap dilakukan oleh jemaat, dengan berbagai unsur pemahaman di dalamnya. Melihat fenomena ini, penulis merasa penting untuk mengkaji secara mendalam terkait dengan pelaksanaan ritus kematian dengan berbagai unsur pemahaman di dalamnya, dan pandangan GKS Jemaat Kambajawa terkait hal ini. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode penilitian kualitatif untuk membantu penulis ketika melakukan penilitian lapangan dan penilitian pustaka untuk merefleksikan secara teologis terkait persoalan tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksaan ritus kematian dilakukan dengan pemahaman-pemahaman yang keliru dan bertentangan dengan ajaran gereja. Beberapa jemaat masih menganggap bahwa keselamatan dapat dicapai melalui usaha mereka ketika menjalankan ritus kematian dengan sebaik mungkin. Penyebab masih dilakukannya praktik ritus kematian di kalangan jemaat, karena dipengaruhi oleh faktor budaya, kekerabatan dan lingkungan sosial yang menuntut mereka untuk melakukan hal tersebut. Jemaat berada dalam keadaan dualisme. Pada satu sisi, jemaat masih menjalankan tradisi budaya mereka, dalam hal ini pelaksanaan ritus kematian, sedangkan di sisi yang lain mereka adalah orang Kriten yang telah mengaku percaya bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Gereja terus menggumuli persoalan ini untuk menolong jemaat agar dapat memahami, bahwa beberapa unsur dalam pelaksanaan ritus kematian, telah menyalahi aturan dan ajaran gereja. Kematian merupakan siklus hidup manusia, yang dapat terjadi kapan saja. Orang Kristen meyakini bahwa setelah kematian bukan akhir dari segala sesuatu, tetapi jalan menuju kepada kemuliaan Tuhan Allah. Yesus Kristus telah mati untuk keselamatan manusia dan inilah kabar baik bagi ciptaan-Nya. Oleh karena itu, kehidupan orang Kristen bukan lagi untuk mencari keselamatan melainkan untuk menghargai keselamatan yang sudah diterima. Dengan menyadari akan persoalan ini, maka penting sekali untuk memberikan pemahaman-pemahaman yang jelas kepada jemaat, dan bagaimana cara yang seharusnya dilakukan mereka ketika berhadapan dengan peristiwa kematian.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Pemberian Tugas Resitasi pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Amarasi selatan tahun ajaran 2020/2021. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menerapkan metode pembelajaran Resitasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian Post-test Only Control Desing. Sampel penelitian ini 36 orang siswa kelas X A dan X B dengan jumlah masing –masing kelas 18 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalahdengan soal isian sebanyak 10 butir soal (jenjang kognitif C4,C5 dan C6). Data yang dianalisis menggunakan uji-t berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai thitunglebih besar dari nilai ttabel8.206>2,032), maka H1 diterima H0 ditolak . Artinya terdapat perbedaan dengan menggunakan metode pembelajaran resitasi pada materi pencemaran lingkungan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa “ Terdapat pengaruh signifikan penggunaan metode pembelajaran resitasi pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2020/2021”..
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Esron Erlandia Sinah (2021), “Faktor Faktor Sistem Informasi Akuntansi YangBerpengaruh Terhadap Kinerja Individu Pegawai PT. PLN (Persero) UP3 Kupang. Dibawa bimbingan pembimbing I Dr. Nitaniel Hendrik, M.Si, dan pembimbing skripsi II Yuningsih N. Christiani, SST, M.Ak Sistem informasi akuntansi memegang peranan penting dalam kehidupan khususnya dalam menyediakan informasi bagi manajemen. Respon positif dalam kemajuan teknologi apabila dimanfaatkan dengan baik oleh pihak manajemen maka akan memberikan manfaat keunggulan dalam bersaing. Sistem informasi akuntansi merupakan alat untuk menjalankan suatu pengendalian yang dengan sendirinya menjadi bagian dari yang lainnya yang saling mengontrol.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem informasi, kualitas sistem informasi dan keamanan sistem informasi terhadap kinerja individu pegawai. Dalam penggunaan Sistem Informasi Akuntansi, kinerja individual sangat berperan penting. Penilaian tentang kinerja individu karyawan semakin penting ketika perusahaan atau suatu instansi akan melakukan reposisi karyawan. Dengan adanya sistem informasi akuntansi suatu intansi dapat lebih mudah mengetahui kinerja dan posisi yang tepat bagi karyawan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil pekerjaan/prestasi kerja seseorang atau kelompok terdiri dari factor internal dan eksternal. Faktor internal yang memengaruhi kinerja individu/kelompok terdiri dari kecerdasan, keterampilan, kestabilan emosi, motivasi, persepsi peran, kondisi keluarga, kondisi fisik seseorang dan karakteristik kelompok kerja. Penelitian ini dilakukan di PT PLN (persero) UP3 kupang. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 orang dengan menggunakan kuesioner yangdisebarkan pada responden.Hasil pengolahan data uji parsial menggunakan SPSS, menunjukkan bahwa Penerapan SIA memiliki nilai signifikan sebesar 0.027 0.05, kualitas SIA memiliki nilai signifikan sebesar 0.024 0.05 begitu juga keamanan SIA dengan nilai signifikansi sebesar 0.041 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan SIA, kualitas SIA dan keamanan SIA berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu secara parsial.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan dalam gereja merupakan wadah bagi anggota jemaatnya dalam menerima pembelajaran yang baik guna membantu menemukan hal-hal yang berhubungan dengan spiritual jemaat. Demikian pula dengan pendidikan yang dilakukan oleh gereja untuk pertumbuhan iman anak dan remaja. Anak dan remaja diberi ruang khusus yakni sekolah minggu dalam menerima pembelajaran iman. Sekolah minggu menjadi tempat anak dan remaja untuk belajar dan mengenai iman mereka sehingga ketika mereka dewasa maka mereka mampu mengekspesikan iman mereka sebagai sesuatu yang berharga. Sekolah minggu yang diharapkan dapat membantu anak dan remaja dalam menemukan iman mereka kini harus berhadapan dengan tantangan pandemic covid-19. Situasi ini membuat anak dan remaja harus menerima kenyataan untuk dibatasi dalam menerima pengajaran gereja tentang iman Kristen. Model sekolah minggu yang di praktekkan oleh gereja dan pengajar menjadi pergumulan berat yang harus sama-sama diselesaikan di masa pandemic ini. Anak-anak harus bersekolah minggu dengan menggunakan media komunikasi yang di mana tidak semua anak memperolehnya. Ada peran orangtua dalam membantu anak-anak untuk beribadah secara mandiri di rumah masing-masing, namun dalam kenyataannya pendampingan tersebut tidaklah seperti yang diharapkan. Anak-anak tidak tertarik dengan model liturgy yang diberikan, cara pembelajaran di rumah dan anak-anak cenderung bosan dengan situasi sekolah minggu tanpa bertemu langsung dengan teman-teman dan guru-gurunya. Model pembelajaran yang tidak kreatif dan tidak adanya kerja sama yang baik dari orangtua dalam memberikan pendampingan kepada anak ketika bersekolah minggu di rumah akhirnya menjadi masalah bagi pertumbuhan iman anak. Untuk itu, perlu adanya model pembelajaran yang kreatif dalam meningkatkan minat anak dalam beribadah di rumah masing-masing karena dengan demikian, anak-anak akan dengan sendirinya menerima pengajaran dan membentuk mereka menjadi manusia dewasa yang akan iman kepada Yesus Kristus. Model pembelajaran kreatif menjadi alasan bagi gereja dan para pengajar untuk menerapkannya bagi pelayanan anak dan remaja. Karena model tersebut dapat membantu guru mapun anak dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran kreatif akan menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif sehingga dalam memberdayakan segala kemampuannya dalam mendidik anak. Model tersebut juga dapat menghasilkan generasi penerus yang memiliki ide-ide baru dan kreatifitas-kreatifitas dalam membangun sebuah pola pikir yang baik menuju pada kedewasaan imannya. Bentuk pengajaran yang dilakukan dengan ketekunan dan bertanggungjawab merupakan tugas yang harus laksanakan oleh pengajar sebagai bentuk perintah langsung dari Allah. Pengajaran dilakukan secara terus menerus dalam situasi apapun agak ketaatan kepada Allah terus dipelihara dari generasi ke generasi. Dengan demikian, gereja dan para pengajar dapat memenuhi kebutuhan iman anak dengan baik dan dapat membantu mereka menghadapi setiap tantangan-tantangan yang ada sehingga mereka dapat bertumbuh secara dewasa berdasarkan iman Kristen. Kata Kunci : Sekolah Minggu, Kurang Kreatif, Model Pembelajaran