Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

“SEKOLAH MINGGU DI MASA NEW NORMAL” Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Ibadah Sekolah Minggu di Masa New Normal Bagi Pertumbuhan Iman Anak di Jemaat GMIT Kemah Ibadat Airnona”

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Teologi Agama Kristen•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Pendidikan dalam gereja merupakan wadah bagi anggota jemaatnya dalam menerima pembelajaran yang baik guna membantu menemukan hal-hal yang berhubungan dengan spiritual jemaat. Demikian pula dengan pendidikan yang dilakukan oleh gereja untuk pertumbuhan iman anak dan remaja. Anak dan remaja diberi ruang khusus yakni sekolah minggu dalam menerima pembelajaran iman. Sekolah minggu menjadi tempat anak dan remaja untuk belajar dan mengenai iman mereka sehingga ketika mereka dewasa maka mereka mampu mengekspesikan iman mereka sebagai sesuatu yang berharga. Sekolah minggu yang diharapkan dapat membantu anak dan remaja dalam menemukan iman mereka kini harus berhadapan dengan tantangan pandemic covid-19. Situasi ini membuat anak dan remaja harus menerima kenyataan untuk dibatasi dalam menerima pengajaran gereja tentang iman Kristen. Model sekolah minggu yang di praktekkan oleh gereja dan pengajar menjadi pergumulan berat yang harus sama-sama diselesaikan di masa pandemic ini. Anak-anak harus bersekolah minggu dengan menggunakan media komunikasi yang di mana tidak semua anak memperolehnya. Ada peran orangtua dalam membantu anak-anak untuk beribadah secara mandiri di rumah masing-masing, namun dalam kenyataannya pendampingan tersebut tidaklah seperti yang diharapkan. Anak-anak tidak tertarik dengan model liturgy yang diberikan, cara pembelajaran di rumah dan anak-anak cenderung bosan dengan situasi sekolah minggu tanpa bertemu langsung dengan teman-teman dan guru-gurunya. Model pembelajaran yang tidak kreatif dan tidak adanya kerja sama yang baik dari orangtua dalam memberikan pendampingan kepada anak ketika bersekolah minggu di rumah akhirnya menjadi masalah bagi pertumbuhan iman anak. Untuk itu, perlu adanya model pembelajaran yang kreatif dalam meningkatkan minat anak dalam beribadah di rumah masing-masing karena dengan demikian, anak-anak akan dengan sendirinya menerima pengajaran dan membentuk mereka menjadi manusia dewasa yang akan iman kepada Yesus Kristus. Model pembelajaran kreatif menjadi alasan bagi gereja dan para pengajar untuk menerapkannya bagi pelayanan anak dan remaja. Karena model tersebut dapat membantu guru mapun anak dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran kreatif akan menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif sehingga dalam memberdayakan segala kemampuannya dalam mendidik anak. Model tersebut juga dapat menghasilkan generasi penerus yang memiliki ide-ide baru dan kreatifitas-kreatifitas dalam membangun sebuah pola pikir yang baik menuju pada kedewasaan imannya. Bentuk pengajaran yang dilakukan dengan ketekunan dan bertanggungjawab merupakan tugas yang harus laksanakan oleh pengajar sebagai bentuk perintah langsung dari Allah. Pengajaran dilakukan secara terus menerus dalam situasi apapun agak ketaatan kepada Allah terus dipelihara dari generasi ke generasi. Dengan demikian, gereja dan para pengajar dapat memenuhi kebutuhan iman anak dengan baik dan dapat membantu mereka menghadapi setiap tantangan-tantangan yang ada sehingga mereka dapat bertumbuh secara dewasa berdasarkan iman Kristen. Kata Kunci : Sekolah Minggu, Kurang Kreatif, Model Pembelajaran

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1“SEKOLAH MINGGU DI MASA NEW NORMAL” Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Ibadah Sekolah Minggu di Masa New Normal Bagi Pertumbuhan Iman Anak di Jemaat GMIT Kemah Ibadat Airnona”2021 · oai:ais:skripsi:868