Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

PENGARUHLAMAPEMASAKANKOLANGKALINGDALAM LARUTAN ROSELA UNTUKMENGHASILKANKARAKTERISTIKDANORGANOLETIKMANISANKOLANG KALING

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH LAMAPEMASAKAN KOLANGKALING DALAM LARUTAN ROSELA UNTUKMENGHASILKANKARAKTERISTIKDANORGANOLETIKMANISANKOLANG KALING MarselinusRNggala,**) ZetMalelak,**) LesybethM.Nubatonis, **) ABSTRAK Penelitianinidilaksanakandilaboratorium processingUKAW dengantujuanuntuk mengetahuikarakteristikuntukmengtahuicarapembuatanmanisankolangkaling dariprosespengolahanbuaharen(ArengaPinnata)dengancarapemasakandan untukmengetahuitingkatkesukaanproduk prosespengolahanbuaharen(Arenga Pinnata) dengan proses pemasakan. Parameter pengamatan adalah untuk mengetahuikarakteristikdanorganolepticmanisankolangkaliangyangmeliputi Rasa,warna,Tekstur,dan aroma.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan 4 perlakuandanmasing-masingdiulang3kalidenganwaktupemasakan15menit,20 menit,25menit,dan30menit. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa UjiAnanlisis Organoleptik tertinggi terdapatpadaperlakuanA15menitwaktupemasakanterhadapwarnamanisan kolangkalingdengannilairata-rata4,50(sangatsuka),rasamanisankolangkaling denganlamapemasakan15menitdanterdapatpadaperlakuanAdengannilairatarata4,42(sangatsuka),aromamanisankolangkalingyangtertinggiterdapatpada perlakuanAdenganlamapemasakan15menitdengannilairata-rata4,50(sangat suka)danteksturmanisankolangkalingyangtertinggiterdapatpadaperlakuanA dengannilairata-rata4,50(sangatsuka). Katakunci:manisan kolangkaling dan lama pemasakan

TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERBEDAAN PUTUSAN HAKIM TERHADAP ANGGOTA POLRI YANG LALAI DALAM PENGGUNAAN SENJATA API

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi : “Tinjauan Yuridis Tentang Perbedaan Putusan Hakim Terhadap Anggota Polri Yang Lalai Dalam Penggunaan Senjata Api”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apa Dasar Pertimbangan Hakim Menjatuhkan Putusan yang Berbeda Terhadap Anggota Polri Yang Lalai Dalam Penggunaan Senjata Api ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap anggota Polri yang lalai dalam penggunaan senjata api. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan Hakim menjatuhkan putusan terhadap anggota Polri yang lalai dalam penggunaan senjata api. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan Hakim terhadap tindak pidana kelalaian dalam penggunaan senjata api oleh anggota Polri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, adapun yang menjadi dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap anggota Polri yang lalai dalam penggunaan senjata api antara lain : 1. Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda 2. Independensi Hakim 3. Kualitas perbuatan terdakwa 4. Faktor yang memberatkan dan meringankan Saran yang diberikan adalah kepada Hakim agar tetap bekerja secara profesional (menjaga sikap moral dan mutu pekerjaan), serta berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja. Sehingga akan tercapai hasil pekerjaan yang bemutu tinggi, efektif dan efisien. Harapannya, dengan tercapainya sikap profesional tersebut tercapailah keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi segenap pihak. Kepada Hakim serta pengadilan tetap terjaga martabat dan citra baiknya di mata masyarakat sehingga masyarakat akan tunduk dan patuh terhadap segala ketentuan hukum yang berlaku

TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM MAHKAMAH AGUNG YANG MEMBATALKAN PUTUSAN BEBAS PENGADILAN NEGERI TERHADAP SALAH SATU PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi ini : “TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM MAHKAMAH AGUNG YANG MEMBATALKAN PUTUSAN BEBAS PENGADILAN NEGERI TERHADAP SALAH SATU PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN (Studi Putusan Nomor : 264/Pid.B/2015/PN.Sag dan Putusan Nomor : 273 K/Pid/2016)”. Masalah pokok dalam tulisan ini, “Bagaimana Dasar Pertimbangan Hakim Mahkamah Agung Yang Membatalkan Putusan Bebas Pengadilan Negeri SanggauTerhadap Salah Satu Pelaku Tindak Pidana Pencurian?”. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji Putusan Mahkamah Agung Nomor : 273 K/Pid/2016 dan Putusan Pengadilan Negeri Sanggau Nomor 264/Pid.B/2015/PN.Sag . Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Negeri sanggau dengan pertimbangan bahwa perbuatan Suherman (Terdakwa I) dan Amonius Rino (Terdakwa II) dianggap telah memenuhi unsur-unsur yang ada dalam Pasal Tindak pidana dalam pasal 363 Ayat (1), ke-3, ke-4, ke-5 yaitu unsur setiap orang, Unsur mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, Unsur Dengan Maksud untuk memiliki secara melawan Hukum, Unsur dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak, Unsur dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, Untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong, atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu , perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.Judex Facti tidak menerapkan peraturan hukum sebagaimana mestinya dalam menjatuhkan putusan bebas kepada terdakwa II (Amonius Rino). Peraturan hukum yang tidak diterapkan sebagaimana mestinya olehnya Pengadilan Negeri Sanggau yaitu dalam hal penerapan hukum pembuktian. Khusunya pasal 197 ayat (1) huruf d KUHAP yang menyebutkan “surat putusan pemidanaan memuat pertimbangan hukum yang disusun secara ringkas mengenai fakta dan keadaan beserta alat pembuktian yang diperoleh dari pemeriksaan disidang yang menjadi dasar penentuan kesalahan terdakwa” .dalam hal ini Pengadilan Negeri sanggau kurang pertimbangan hukum nya dalam menjatuhkan pidana. Kata Kunci : Pertimbangan Hakim, Tindak Pidan Pencurian dengan pemberatan dan putusan bebas

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN PIDANA PEMBINAAN OLEH HAKIM TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Putusan Pidana Pembinaan Oleh Hakim Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan bagaimanakah pertimbangan hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Varibel bebas adalah putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan variabel terikat adalah pertimbangan hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Sumber data dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi pustka atau dokument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan Hakim sehingga menjatuhkan putusan pidana pembinaan dalam lembaga terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dapat dikategorikan menjadi beberapa pertimbangan, yaitu: pertimbangan tentang tuntutan pidana penunutut umum; pertimbangan tentang saran balai pemasyarakatan; mempertimbangkan segi masa depan anak; dan kualitas nilai barang atau obyek curian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Penulis menyarankan agar Penuntut umum harus lebih sigap dan tegas serta menerangkan secara eksplisit tentang nilai keadilan dan kemanusian terhadap tuntutan hukuman pidana kepada anak tersebut; selain itu, meskipun apa yang direkomendasikan BAPAS tidak menjadi hal yang mutlak bagi hakim dalam menjatuhkan hukuman pidana kepada anak, tetapi BAPAS harus lebih tepat serta menerangkan lebih eksplisit tentang nilai keadilan dan kemanusian terhadap hukuman pidana kepada anak tersebut; selanjutnya, anak yang merupakan generasi penerus bangsa maka apa yang berkaitan dengan keadaan yang meringankan tersebut dapat membantu anak dalam mengurangi masa kurungan, sebab perkara pidana anak lebih menekan pada nilai keadilan dan kemanusian bagi diri anak; dan apabila anak melakukan tindak pidana pencurian dengan kualitas nilai barang curian yang sekecil apapun tidak menjadikan suatu alasan bahwa anak tersebut tidak dapat dipidana, oleh karena anak tidak boleh lagi melakukan pencurian dengan jenis barang curian apapun. Kata Kunci: Pidana Pembinaan Dalam Lembaga, Anak, Pencurian

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM DALAM MENJAHTUKAN PIDANA TERHADAP TERDAKWA TINDAK PIDANA PENIPUAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi adalah DISPARITAS PUTUSAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN. Rumusan masalah“Mengapa terjadi disparitas penjatuhan sanksi pidana kepada para terdakwa dalam tindak pidana penipuan”?.Tujuan Penelitian:Untuk mengetahui alasan terjadinya disparitas putusan pemidanaan terdakwa tindak pidana penipuan.Penelitian ini bersifat deskriptif. Jenis penilitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, dengan mengkaji Putusan No.637/Pid.B/2017/PN Jmb putusan no 361/pid.B/2018/PN Jmb putusan No. 873/Pid.B/2019/Pn Jmb putusan No. 298/Pid.B/2018/PN.Jmb dan Putusan No.06/Pid.B/2017/PN.Jmb. Hasil dari penelitian ini adalah mengapa terjadinya disparitas penjatuhan sangsi kepada para terdakwa dalam tindak pidana penipuan adalah. Penelitian ini bersifat deskriptif, jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan menggunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat, serta sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer, data sekunder, dan data tersier. Analisis data ini menggunakan metode analisis Deskriptif. Hasil penelitian dalam penelitian ini terkait dengan mengapa terjadinya disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penipuan adalah sebagai berikut: a.Tuntutan pemidanaan oleh penutut umum yang berbeda-beda . (alasan yuridis) b. Kualitas perbuatan terdakwa .(alasan sosiologis) c. Indenpendensi hakim .(alasan yuridis) d. Hal-hal yang meringankan dan memberatkan Terdakwa . (alasan sosiologis) Berdasrakan kesimpulan hasil penelitian yang telah ditemukan, maka penulis memberikan saran : a. Agar hakim memperhatikan kerugian yang ada supaya korban mendapatkan pengambalian hak korban Kata Kunci :perbedaan putusan hakim tindak pidana penipuan

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM BIDANG LAYANAN PENERBANGAN ( STUDI KASUS : PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 975 K/PDT/2019)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM BIDANG LAYANAN PENERBANGAN ( STUDI KASUS : PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR : 975 K/PDT/2019 )”. Rumusan masalah “Apa Dasar Pertimbangan Judex Fakti menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dalam layanan penerbangan tidak dapat diterima dan sebaliknya Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat”? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah “Untuk Mengetahui Dasar Pertimbangan Judex Fakti menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dalam layanan penerbangan tidak dapat diterima dan sebaliknya Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Normatif, dengan mengkaji Putusan No.169/Pdt.G/2017/PN.Tng, Putusan No. 9/Pdt/2018/PT.Btn, dan Putusan No. 975 K/Pdt/2019. Berdasarkan bahan hukum berupa putusan pengadilan yang diuraikan penulis pada bagian hasil penelitian, maka adapun yang menjadi alasan Judex Fakti menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima karena gugatan penggugat didasarkan adanya ingkar janji tetapi tuntutannya perbuatan melawan hukum yang merupakan ketidakjelasan dari suatu gugatan. Sedangkan berdasarkan bahan hukum berupa putusan pengadilan yang diuraikan penulis, penulis menemukan alasan Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat karena merupakan perbuatan melawan hukum meskipun mengandung aspek ingkar janji. Adapun saran dari penelitian ini yaitu : Judex Fakti jangan hanya memeriksa gugatan secara sebagian dalam artian hanya memeriksa mengenai syarat formil tetapi harus memeriksa secara keseluruhan mengenai keabsahan dari suatu gugatan serta Judex Juris sebagai pengadilan yang memeriksa penerapan hukum telah tepat menilai suatu gugatan. Kata Kunci : Pertimbangan Judex Fakti dan Judex Juris, Perbuatan Melawan Hukum Dalam Layanan Penerbangan

DESKRIPSI TENTANG BENTUK TINDAK PIDANA KORUPSI DANA DESA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi adalah, “Deskripsi Tentang Bentuk Tindak Pidana Korupsi Dana Desa”. Masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana Bentuk Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Yang Dilakukan Oleh Para Terpidana ? Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Bentuk Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Yang Dilakukan Oleh Para Terpidana. Jenis penelitian dari penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang menggunakan 2 (dua) variabel yaitu, variabel bebas tentak bentuk tindak pidana korupsi dana desa dan variabel terikat yaitu tentang pertimbangan hakim pengadilan negeri kupang dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terpidana tindak pidana korupsi dana desa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 6 (enam) bentuk tindak pidana korupsi dana desa yang dilakukan oleh terpidana yaitu: 1. Terpidana tidak mencatat seluru pengeluaran belanja dana desa, me mark up harga dan menggunakan bukti fiktif. 2. Terpidana mengambil alih kewenangan bendahara desa dan melakukan pembayaran lebih kepada kontraktor yang tidak sesuai dengan volume bahan material dalam kontrak kerja. 3. Terpidana mengambil alih kewenangan Tim Pelaksanaan Kegiatan (TPK) dan memanipulasi dokumen pelelangan. 4. Terpidana memalsukan nota belanja bahan bangunan. 5. Terpidana memalsukan administrasi pertanggungjawaban dana desa. 6. Terpidana tidak menyetor uang pajak perolehan hasilan (PPH) dan pajak pertambahan nilai (PPN) ke kas Negara. Merujuk pada hasil penelitian di atas maka yang menjadi saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pemerintah membentuk tim khusus disetiap Desa yang ditugaskan untuk menasehat Kepala Desa beserta aparat Desa agar dalam menjalankan tugas dan tanggungjawa mereka bisa memahami peraturan perundang-undangan dengan benar seperti langkah-langkah apa yang seharusnya dalam menjalankan roda pemerintahan terutama dalam mengelola Keuangan Desa. 2. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas dan tidak tebang pilih seperti Majelis Hakim dalam menjatuhkan hukuman agar bisa menghukum terdakwa dengan seberat-beratnya atau setimpal dengan perbuatanya, dengan demikian setiap orang yang hendak melakukan niat jahat dengan cara korupsi yang akan datang dikemudian hari dengan sendirinya sudah merasa takut. Kata Kunci: Bentuk Tindak Pidana, Korupsi, Dana Desa.

KAJIAN YURIDIS TENTANG PENJATUHAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENYIMPANAN PENGANGKUTAN DAN PERNIAGAAN BAHAN BAKAR MINYAK BERSUBSIDI TANPA IZIN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi ini: kajian yuridis tentang penjatuhan pidana terhadap pelaku penyimpanan pengangkutan dan perniagaan bahan bakar minyak bersubsidi tanpa izin, rumusan masalah dari skripsi ini adalah: bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatukan pidana bagi pelaku tindak pidana penyimpanan pengangkutan dan perniagaan bahan bakar minyak bersubsidi tanpa izin. tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatukan bagi pelaku tindak pidana penyimpanan pengangkutan dan perniagaan bahan bakar minyak bersubsidi tanap izin. jenis penelitian ini adalah: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah variable bebas, yakni; Pertimbangan hakim dalam menjatukan pidana bagi pelaku tindak pidana penyimpanan pengangkutan dan perniagaan bahan bakar minyak bersubsidi tanpa izin  Pertimbangan hakim terhadap alat bukti  Pertimbangan hakim terhadap unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan.  Pertimbangan hakim terhadap hal yang memberatkan dan meringankan Kata Kunci : Tindak pidana penyimpanan, pengangkutan, dan perniagaan bahan bakar minyak tanpa izin.

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA PELANGGARAN HAK CIPTA DI PENGADILAN NEGERI NIAGA JAKARTA PUSAT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI JudulSkripsi:AnalisisYuridisPutusan Hakim DalamSengketaPelanggaranHakCipta Di PengadilanNegeriNiaga Jakarta Pusat, denganRumusanmasalahputusan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di PengadilanNegeriNiaga Jakarta pusatada yang tidakdapatditerimadanadayang dikabulkanPenelitianinibertujuanuntukmengetahuiputusan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di PengadilanNegeriNiaga Jakarta Pusatada yang tidakdapatditerimadanada yang dikabulkan. Pertimbanganhasilpenelitianmenunjukanbahwapertimbangan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di pengadilannegeriniaga Jakarta pusatada yang tidakdapatditerimadanada yang dikabulkan, Hasilpenelitianyangdigunakandalampenelitianinipenelitiannormatif,Varibelyangdingunakanada 2(dua)yaituVariabelbebasdanVariabelterikatdalampenelitianini variable bebasadalahpelanggaranhakciptadan variable terikatadalahputusan hakim terhadappelanggaranhakcipta Hasilpenelitianmenunjukanbahwapertimbanganhakimdalamsengketapelanggaranhakcipta di pengadilannegariniaga Jakarta pusatdanmengapaputusan hakim dalamsengketapelanggaranhakcipta di pengadilannegeriniaga Jakarta pusatada yang tidakdapatditerimadanada yang dikabulkanyaitu: 1. Gugatanpenggugattidakdapatditerimakarenagugatanpenggugattidakmemenuhisyaratformilyaitu : a. Gugatankaburdantidakjelas ( obscuur libel) b. Penggugattidakmemilikikewenanganuntukmengajukangugatan (legal persona standi in judicio ) 2. Gugatanpenggugatdikabulkankarenapenggugatberhasilmembuktikandalilgugatnya KataKunci:Putusan ,Hakim ,pelanggaran, hakdancipta

ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN BUMN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA” (STUDI PT ANEKA TAMBANG, Tbk DAN PT TIMAH,Tbk)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persoalan penelitian ini adalah Bagaimana Perbandingan Tingkat Kesehatan Keuangan BUMN Sektor Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Studi PT Aneka Tambang Tbk,dan PT Timah Tbk).Tujuan penelitian ini adalah menguji dan membandingkan Tingkat Kesehatan Keuangan BUMN Sektor Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Studi PT Aneka Tambang Tbk,dan PT Timah Tbk). Manfaat dari penelitian ini adalah secara akademik di harapkan penelitian ini bermaanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana ,khususnya bagi jalur minat akuntansi keuangan tentang penelitian tingkat kinerja kesehatan Keuangan Badan Usaha Milik Negara dan secara praktis di harapkan hasil penelitian ini menjadi bahan masukan bagi pemangku kepentingan,penelitian selanjutnya yang tertarik untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut.

ANALISIS YURIDIS MODUS OPERANDI TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT DALAM PUTUSAN PENGADILAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS MODUS OPERANDI TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT DALAM PUTUSAN PENGADILAN “. Masalah pokok yaitu Bagaimanakah modus operandi terjadinya tindak pidana pembuatan surat palsu dalam putusan pengadilan?. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui modus operandi terjadinya tindak pidana pembuatan surat palsu. Penelitian ini bersifat deskriptif.jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan mengunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Varibael bebas adalah putusan pengadilan dengan menghukum para terdakwa dengan tindak pidana pemalsuan surat. Variabel terikat adalah tindak pidana pemalsuan surat. kejahatan pemalsuan surat pada umumnya adalah berupa pemalsuan surat dalam bentuk pokok yang dimuat dalam pasal 263 KUHP,yang rumusnya adalah sebagaiberikut: 1. Terdakwa menyuruh membuat SIM B 1 umum palsu 2. Terdakwa menyuruh membuat STNK dan SIM A palsu 3. Terdakwa menyuruh membuat STNK palsu 4. Terdakwa menyuruh memalsukan kartu keluarga 5. Terdakwa membua polis asuransi: Berdasarkan hasil penelitian, maka modus operandi tindak pidana pemalsuan surat dalam putusan pengadilan yaitu : 1. Terdakwa membuat nomor seri SIM B golongan 1 Umum yang berbeda dengan nomor kode satpas yang berada di wilayah Polres Bandung. 2. Terdakwa menyuruh membuat KTP dan SIM A yang palsu dengan cara meminta bantuan kepaada teman terdakwa untuk medaftarkan grab. 3. Terdakwa membuat STNK sepeda motor yang sudah terkena denda pajak dan digantikan dengan yang baru sehingga terhindar dari biaya pajak yang dikenakan. 4. Terdakwa memalsukan identitas diri dari kartu keluarga terdakwa dengan cara merubah status perkawinan terdakwa dari sudah kawin menjadi belum kawin untuk mau menikah siri. 5. Terdakwa memalsukan polis asuransi harta kekayaan dari suami terdakwa untuk merubah penerima manfaat polis asuransi dengan memalsukan tanda tangan dengan alasan membayar SPP anak . Kata kunci : Modus Operandi Pemalsuan Surat, Putusan Pengadilan. Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS MODUS OPERANDI TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT DALAM PUTUSAN PENGADILAN “. Masalah pokok yaitu Bagaimanakah modus operandi terjadinya tindak pidana pembuatan surat palsu dalam putusan pengadilan?. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui modus operandi terjadinya tindak pidana pembuatan surat palsu. Penelitian ini bersifat deskriptif.jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan mengunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Varibael bebas adalah putusan pengadilan dengan menghukum para terdakwa dengan tindak pidana pemalsuan surat. Variabel terikat adalah tindak pidana pemalsuan surat. kejahatan pemalsuan surat pada umumnya adalah berupa pemalsuan surat dalam bentuk pokok yang dimuat dalam pasal 263 KUHP,yang rumusnya adalah sebagaiberikut: 1. Terdakwa menyuruh membuat SIM B 1 umum palsu 2. Terdakwa menyuruh membuat STNK dan SIM A palsu 3. Terdakwa menyuruh membuat STNK palsu 4. Terdakwa menyuruh memalsukan kartu keluarga 5. Terdakwa membua polis asuransi: Berdasarkan hasil penelitian, maka modus operandi tindak pidana pemalsuan surat dalam putusan pengadilan yaitu : 1. Terdakwa membuat nomor seri SIM B golongan 1 Umum yang berbeda dengan nomor kode satpas yang berada di wilayah Polres Bandung. 2. Terdakwa menyuruh membuat KTP dan SIM A yang palsu dengan cara meminta bantuan kepaada teman terdakwa untuk medaftarkan grab. 3. Terdakwa membuat STNK sepeda motor yang sudah terkena denda pajak dan digantikan dengan yang baru sehingga terhindar dari biaya pajak yang dikenakan. 4. Terdakwa memalsukan identitas diri dari kartu keluarga terdakwa dengan cara merubah status perkawinan terdakwa dari sudah kawin menjadi belum kawin untuk mau menikah siri. 5. Terdakwa memalsukan polis asuransi harta kekayaan dari suami terdakwa untuk merubah penerima manfaat polis asuransi dengan memalsukan tanda tangan dengan alasan membayar SPP anak .

EFEK SUBSTITUSI TEPUNG TALAS (Colocasia. Esculenta (L.) Schoott) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KUE PUTU

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Abraham Bernadus.D* Nuhamara,M ** I.D.A.A.R.R.Adi, ** Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakulatas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 21 Mei 2021 sampai tanggal 5 Juni 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahuiefek subtitusi tepung talas(colosasia. Esculenta(L) Schott) terhadap karakteristik organoleptik kue putudan bagaimana efek subtitusi tepung talas terhadap karakteristik organoleptik kue putu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan terbaik subtitusi tepung talas yang berbeda dalam karakteristik organoleptik kue putu terdapat pada perlakuan B dengan subtitusi 5% tepung talassehingga menghasilkan nilai rata-rata tekstur kue putu sebesar 4,6 (sangat suka), rasa kue putu sebesar 4,5 (sangat suka), dan warna kue putu sebesar 4,3 (sangat suka)

Pengaruh penggunaan jumlah kayu manis(cinnamomum verum)terhadap karakteristik organoleptik susu kacang gude (cajanus cajan)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Markus Ndode Malo*M.Nuhamara**I.D.A.A.R.R.Adi Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium EKsakta teknologi pertanian,Universitas Kristen Artha Wacana kupang pada tanggal 26 mei-5 juni 2021.Tujuan adalah untuk mengetahui pengaruh dalam penggunaan kayu manis terhadap nilai organoleptik susua kacang gude dan manakah jumlah yang terbaik penggunaan kayu manis dalam proses pembuatan susu kacang gude.penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan,3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan.perlakuan terbaik menggunakan susu kacang gude dengan penambahan bubuk kayu manis pada perlakuan p3 penggunaan kayu manis 24gram sehingga menghasilkan nilai rata-rata rasa 3.822(sangat suka,)aroma 3.733 (Sangat suka) dan warna 3.689(sangat suka)

STUDI KOMPOSISI PANGAN LOKAL KAPARAK BERBASIS POTENSI DAERAH DI SUMBA TIMUR

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STUDI KOMPOSISI PANGAN LOKAL KAPARAK BERBASIS POTENSI DAERAH DI SUMBA TIMUR Yakobus Damu Wulang*), A. I. Medah**), Regina I. M. Banoet**) ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makanan lokal sesuai dengan potensi daerah untuk mengebangkan makanan lokal di Sumba Timur.Satuan sampel penelitian ini adalah desa yang dipilih secara acak bertingkat.pemilihan sampel pertama adalah memilih 20% Kecamatan secara acak nama kecamatan terpilih,di lanjutkan dengan pemilihan 20% Desa. Pada kecamatan kepada Responden pada desa sampel dipilih berdasarkan komunikasi dengan kepala wilayah atau Desa, yakni sebanyak satu orang Responden yang sering membuat kaparak di Desa tersebut.hasil pertanian seperti Padi, Jagung, Ubi jalar, Ubi Kayu, Kedelai, Kacang Tanah dan Kacang Hijau dapat diolah menjadi makanan lokal.

Pengaruh penambahan suspensi buah lontar dalam pembuatan cookies

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN COOKIES Weo AA* Nubatonis LM** Malelak Zet** Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium processing UKAW dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik mutu cookies suspensi buah Lontar dan menentukan Mutu organoleptik meliputi rasa warna aroma tekstur dan penerimaan secara keseluruhan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan masing masing diulangi 3 kali dengan presentasi 10%,15%,20% Suspensi Buah Lontar . Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D 20% Suspensi Buah Lontar terhadap rasa cookies yang tertinggi dengan skor 3,711(sangat suka) aroma 3,867(sangat suka) warna 3,667(sangat suka) dan tekstur 3,733(sangat suka) . Kata kunci: Suspensi Buah Lontar

PENDAMPINGAN ORANG TUA TERHADAP ANAK REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI JEMAAT GMIT KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pendampingan Orang Tua Terhadap Anak Remaja Pengguna Media Sosial Di Jemaat GMIT Kota Kupang Tahun 2020/2021 Dawa A (*) Manu L (**) Ledo J Pendampingan orang tua merupakan upaya untuk menemani, memberikan bantuan, memberikan dorongan, motivasi, dukungan pengawasan untuk memenuhi kebutuhan dan pemecahan masalah anak remaja dalam rangka mendukung optimalisasi perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pendampingan orang tua terhadap anak remaja pengguna media sosial di Jemaat GMIT Kota Kupang 2020/2021. Penelitian ini dilakukan 1 bulan (07 Januari - 07 Februari) 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 orang tua anggota jemaat yang melakukan pendampingan terhadap anak remaja pengguna media sosial khususnya (1) Ikut menyaksikan cerita atau isi aplikasi yang dibaca remaja sebanyak 2 orang (2) Memberikan penjelasan atau arah makna dari isi aplikasi yang dibaca remaja sebanyak 2 orang (3)Melarang untuk tidak membuka isi aplikasi yang bersifat pornografi sebanyak 2 orang (4)Melarang untuk tidak membaca atau mendengar khotbah yang berbau profokasi sebanyak 2 orang. Penulis dapat menyimpulkan pendampingan orang tua terhadap anak remaja pengguna media sosial adalah Orang tua berperan penting dalam mendampingi anak remaja pada saat menggunakan media sosial karena masih sangat muda, remaja mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi sehingga perlu mendampingi remaja dalam penggunaan media sosial supaya tidak adanya dampak negatif media sosial. Kata Kunci: Pendampingan, Orang Tua, Remaja, Media Sosial, GMIT, Kota Kupang

KAJIAN KRIMINILOGI TERJADINYA TINDAK PIDANA KEKERASAN SECARA BERSAMA-SAMA TERHADAP ORANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi : Kajian Kriminilogi Terjadinya Tindak Pidana Kekerasan Secara Bersama-Sama Terhadap Orang. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah faktor-faktor kriminologi apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Faktor-faktor kriminolgi apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang. Sifat peneltian adalah bersifat deskriptif artinya penelitian ini diberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah faktor-faktor kriminologi yang menyebabkan terjadinya tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari 3 bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Berdasarkan hasil penelitian maka ditemukan tiga faktor penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang yaitu : 1. Terdakwa merasa emosi sehingga terjadi pemukulan terhadap korban. 2. Terdakwa di tuduh berselingkuh sehingga terjadi pertengkaran yang sehingga terjadi pemukulan terhadap korban. 3. Para terdakwa meminum minuman keras sehingga mabuk dan membuat kekacauan. Saran bagi masyarakat secara umum untuk selalu taat dan patuh pada hukum yang berlaku sehingga tidak terjadinya kejahatan. semua pihak baik itu aparat yang berwenang dalam hal ini aparat kepolisian, rumah tahanan, dan pemerintahan daerah dapat lebih aktf lagi dalam memberikan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan masalah kejahatan baik itu kejahatan secara umum maupun kejahatan kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang.

PERBEDAAN PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH ANTARA AHLI WARIS DENGAN UNIVERSITAS UDAYANA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah : PERBEDAAN PUTUSAN HAKIM DALAM SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH ANTARA AHLI WARIS DENGAN UNIVERSITAS UDAYANA. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah Mengapa Hakim Mahkamah Agung mengabulkan gugatan penggugat sedangkan Hakim PK menolak gugatan penggugat .Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: Untuk mengetahuhi alasan Mengapa Hakim Mahkamah Agung mengabulkan gugatan penggugat sedangkan Hakim PK menolak gugatan penggugat. Jenis metode Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap,rinci,jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan,traktat,kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif . Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu alasan Yuridis pembatalan Putusan Judex Factie oleh Mahkamah Agung antara lain Penggugat sudah menguasai tanah sengketa kurang lebih 30 tahun,Penggugat pernah menyewakan tanah kepada pihak lain dan Penggugat membayar pajak bumi dan bangunan serta pernah mengajukan permohonan pengsertifikatan tanah. Alasan Yuridis Pembatalan Putusan Kasasi dalam Pemeriksaan Peninjauan kembali adalah karena Judex Juris telah khilaf dan keliru dalam penerapan hukum. Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah agar dalam menjatuhkan putusan, Hakim harus mempertimbangkan asas keadilan,asas kepastian hukum dan asas kemanfaatan hukum. Kata Kunci : Perbedaan Putusan, Sengketa Tanah

DESKRIPSI TENTANG PENETAPAN HAKIM MENGABULKAN PERMOHONAN DISPENSASI PERNIKAHAN ANAK

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi penulis, adalah “Deskripsi Tentang Penetapan Hakim Mengabulkan Permohonan Dispensasi Pernikahan Anak”. Permasalahan pokok penelitian penulis adalah: “Apa yang menjadi pertimbangan Hakim Pengadilan Agama dalam Penetapannya mengabulkan permohonan dispensasi pernikahan anak ?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan Hakim Pengadilan Agama dalam penetapannya mengabulkan permohonan dispensasi pernikahan Anak. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian hukum Yuridis Normatif, dengan teknik Pengumpulan data dalam penulisan ini adalah teknik penelitian Studi Kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa yang menjadi pertimbangan Hakim Pengadilan Agama dalam penetapannya mengabulkan permohonan dispensasi pernikahan anak, sebagai berikut: 1. Adanya penolakan pernikahan dari Pegawai Pencatatan Nikah pada Kantor Urusan Agama wilayah masing-masing para pemohon. 2. Anak masih dibawah umur namun telah hamil diluar nikah akibat bergaul terlalu intim. 3. Anak para pemohon dengan calon pasangannya sudah tinggal bersama layaknya pasangan suami-istri yang sah dalam kurun waktu yang cukup lama. 4. Calon mempelai laki-laki/pihak laki-laki bertanggung jawab atas perbuatannya dan akan menikahi serta sanggup menafkahi calon pasangannya karena telah bekerja dan mempunyai penghasilan tetap. Adapun saran dari penulis sehubungan dengan permasalahan tersebut, sebagai berikut : 1. Diharapkan kepada orang tua agar dapat memberikan pengetahuan dan memperdalam norma agama kepada anak-anak tentang akibat yang akan timbul dari pernikahan/perkawinan di usia dini. 2. Pemerintah diharapkan dapat membuat peraturanyang lebih memperketat persyaratan dalam mengajukan permohonan dispensasi pernikahan dibawah umur. 3. Pada pasangan muda mudi diharapkan agar dalam menjalin hubungan diharapkan tidak melakukan hubungan biologis sebelum melangsungkan pernikahan/perkawinan secara sah menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku serta hukum agama. Kata Kunci : Anak, Dispensasi, Hakim.