Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

Subtitusi Tepung Biji Nangka Dalam Pembuatan Kue Kering Putri Salju

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Menurut SNI 01-2973-1992,kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak,berkadar lemak tinggi,relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat. Menurut O’Brien (2003) lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur,flavor,kelembutan,dan mouthfeel. Berdasarkan standar dari USDA (2009),kue kering memiliki kandungan lemak yang tinggi(sekitar 20% -40% kue kering). Bahan dasar pembuatan kue kering terdiri atas terigu dengan kadar protein sedang, margarin,dangula. Tepung yang umum digunakan dalam pembuatan kue kering adalah terigu.Tepung terigu merupakan produk olahan gandum yang termasuk komoditi impor yang konsumsi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan impor gandum tersebut untuk konsumsi terigu atas makanan yang berbasis tepung terigu. Hal ini terjadi karena gandum merupakan tanaman yang hanya bisa tumbuh didaerah sub tropis,sehingga tidak dapat dibudiyakan di Indonesia.Komoditas tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada iklim tropis dan menghasilkan tepung sebagai bahan substitusi yaitu tepung biji nangka. Tepung biji nangka ini berasal dari varietas tanaman yang banyak terdapat di Indonesia,yang penggunaannya belum dapat dimaanfaatkan secara maksimal. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh proporsi subtitusi maksimum dari tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering putri salju. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok dengan presentasi 0%,10%,15%,20%,25% tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung biji nangka 10% terhadap rasa dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 4,464 (sangat suka).

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI BUBUR JAGUNG

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI BUBUR JAGUNG Sesun B. Derikson*) , Nubatonis M. Lesybeth**)Malelak Zet**) Abstrak Penelitian ‘’Fortifikasi Tepung Kelor Pada Tepung Jagung Untuk Meningkatkan Nilai Gizi Bubur Jagung” dilakukan dengan empat perlakuan. Perlakuan A: kontrol 150% tanpa tepung kelor , B: 45% tepung kelor, C: 50% tepung kelor, D: 55% tepung kelor. Penelitian ini dilaksanakan pada 8-22 Juni 2021 bertempat di Laboratorium Procecing Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persentase dan perlakuan terbaik dalam penambahan tepung kelor terhadap karakteristik organoleptik bubur jagung. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 150% Tepung Jagung (tanpa Tepung Kelor), 45% Tepung Daun Kelor, 50% Tepung Daun Kelor dan 55% Tepung Daun Kelor. Hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan panelis terhadap Rasa bubur jagung dengan skor rata-rata: 3,306 (agak suka), tingkat kesukaan rata-rata terhadap Aroma Bubur Jangung adalah 4,444 (suka). Sedangkan tingkat kesukaan terhadap Warna bubur jagung adalah 4,389 (suka).Hasil penelitian menunjukan tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung dari hasil fortifikasi tepung kelor pada tepung jagung, baik dari segi warna, aroma dan rasa adalah semakin sedikit penambahan tepung kelor dalam pembuatan bubur jagung, maka semakin tinggi tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung tersebut. Kata Kunci: Fortifikasi, Tepung Jagung, Tepung Kelor, Bubur

OPTIMASI GULA TEBU DAN GULA LONTAR DALAM MENGHASILKAN TEKSTUR SARUTAN GORENG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

OPTIMASI GULA TEBU DAN GULA LONTAR DALAM MENGHASILKAN TEKSTUR SARUTAN GORENG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) DONI U PILA), LESYBETH M. NUBATONIS1), ZET MALELAK2) ABSTRAK Ubi jalar ungu adalah salah satu komoditas pertanian jenis umbi-umbian yang cukup penting di Indonesia sebagai sumber pangan dan sebagai salah satu sumber karbohidrat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juli 2021 di laboraturatorium eksata fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis pengaruh optimasi gula tebu dan gula lontar dalam menghasilkan tekstur sarutan goreng ubi jalar ungu metode yang digunakan adalah menggunakan Response surface methodology (RSM) dengan 12 perlakuan terhadap gula tebu dan gula lontar yaitu warna, rasa, tekstur dan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan dengan pengaruh optimasi gula tebu dan gula lontar terhadap pembuatan sarutan goreng ubi jalar ungu terdapat pada gula tebu 12,15,20,25,dan 27 dengan gula lontar 62,65,70,75,dan 77gram Kata Kunci : Gula tebu, gula lontar sarutan goreng tekstur, RSM

OPTIMASI SUHU DAN LAMA WAKTU PEMANGGANGAN DALAM MENGHASILKAN CHIFF0N

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

OPTIMASI SUHU DAN LAMA WAKTU PEMANGGANGAN DALAM MENGHASILKAN CHIFF0N RAINALDI L. NDAPA1) , LESYBETH M. NUBATONIS2) , ZET MALELAK2) ABSTRAK Chiffon adalah salah satu jenis kue yang terpopuler didunia Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juli 2021 di laboraturatorium eksata fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis pengaruh optimasi suhu dan lama pemanggangan dalam membuat chiffon dan metode yang digunakan adalah menggunakan Response surface methodology (RSM) dengan 12 perlakuan terhadap suhu dan waktu pemanggan dalam membuat chiffon yaitu warna,rasa, tekstur dan daya terima. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan dengan pengaruh suhu dan waktu pemanggangan dalam membuat chiffon terdapat pada suhu 65°C,75°C,85°,89°C dengan waktu pemanggangan 30,35,40 menit. Kata Kunci : suhu, waktu, chiffon, daya terima, RSM

PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DALAM PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (moringa oleifera Lam)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DALAM PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) Dominggus P. Rohi*) ( Nuhamara M **) I.D.A.A.R.R.Adi**) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Univesitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor (Moringa Oleifera Lam) bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor. Penelitian di laksanakan pada bulan Mei tahun 2021 bertempat di Rumah Pengering Bahtera Juragan Kelor.Metode yang di gunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali perlakuan dan masing -masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga di dapat 12 unit percobaan.Daun kelor yang digunakan sebanyak 2 kg dengan masin- masing perlakuan suhu yang di berikan yaitu 500C,550C,600C dan 650C selama 5 jam .Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik terhadap warna,raroma dan rasa teh daun kelor .Hasil penelitian menunjukan pada suhu 600C menghasilkan kategori kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan suhu 600C yang menghasilkan nilai rata-rata 4,639 (sangat suka).Aroma teh kelor yang paling tinggi di sukai yaitu pada perlakuan C dengan nilai ratarata 4,722(sangat suka).Dan rasa teh daun kelor yang pling tinngi di sukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan skor 4,778 (sangat suka. Sedangkan hasil analisis kimia kadar air yang paling rendah pada teh daun kelor terdapat pada perlakuan D dengan suhu 65 0C menghasilkan nilai rata-ratya 8,542. Kata kunci: Suhu,Teh Kelor,Organoleptik teh kelor *(Peneliti) **(Pembimbing

PENGARUH PENAMBAHAN GULA DALAM MENGHASILKAN PERMEN SUSPENSI LONTAR

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH PENAMBAHAN GULA DALAM MENGHASILKAN PERMEN SUSPENSI LONTAR Yulita K Mbaring*) Nubatonis M.Lesybeth**) MalelakZet**) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium Eksata universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 8-9 juli 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh dari penambahan gula dala m menghasilkan permen lontar. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 80 gr, 100 gr, 120 gr, 140 gr gula. Hasil penelitian menunjukan bahnwa uji analisis organoleptik pada Aroma permen tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan penambahan 120 gr gula yang menghasilkan nilai rata-rata 4,25, rasa pada permen yang paling tertinggi (suka) terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 4,25, dan Tekstur permen yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 4,416. Penambahan 140 gr gula menunjukan tingkat kekerasan tertinggi yaitu 4,533 berbeda nyata terhadap perlakuan penambahan gula 80,100,120 gr. Kata Kunci :permen, buah lontar, warna, rasa, dan tekstur.

PENGARUH PENAMBAHAN BIJI WIJEN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK SERUTAN GORENG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Bipang merupakan salah satu produk makanan ringan yang sangat digemari oleh anak-anak karena memiliki tekstur yang agak keras dengan rasa manis, Selain bahan utama beras, bipang dapat dibuat dari beberapa jenis umbi-umbian yang kaya akan karbohidrat, salah satunya adalah umbi ubi jalar ungu.Proses pembuatan bipang dari umbi ubi jalar perlu ditambahkan bahan tambahan untuk menambah cita rasa dan menambah daya tarik dari produk bipang, salah satunya adalah wijen.Dalam tujuan penelitian, maka dilakukan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan masing masing di ulang sebanyak 3 kali dengan prensentase0%, 10%, 15%, dan 20% wijen. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% wijen terhadap Rasa Bipang ubi jalar ungu yang tertinggi dengan skor 3,806 a(sangat suka), Aroma Bipang ubi jalar ungu yang paling disukai yaitu terdapat pada perlakuan D dengan penembahan 20% wijen dengan skor 3,667a (sangat suka).

PENGARUH PENERAPAN SISTIM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Studi Empiris Pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah Kota Kupang)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA PEGAWAI INSTANSI PEMERINTAH (Studi Empiris Pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah Kota Kupang)” masalah yag diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap akuntabilitas kinerja pegawai instansi pemerintah. Yang menjadi persoalan penelitian adalah Apakah Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Berpengaruh Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem akuntansi pemerintah daerah terhadap akuntabilitas kinerjainstansi pemerintah. Konsep penelitian dalam penelitian ini adalah Akuntabilitas publik merupakan pemberian informasi dan pengungkapan atas aktivitas dan kinerja keuangan pemerintah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan informasi dan pengungkapan tersebut, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus mau dan mampu menjadi subyek pemberi informasi atas aktivitas dan kinerja keuangan yang diperlukan secara akurat, relevan, tepat waktu, konsisten dan dapat dipercaya. Pemberian informasi dan pengungkapan kinerja keuangan ini adalah dalam rangka pemenuhan hak-hak masyarakat, yaitu hak untuk mendapatkan informasi, hak untuk diperhatikan aspirasi dan pendapatnya, hak diberi penjelasan, dan hak menuntut pertanggungjawaban.Dengan semakin menguatnya tuntutan masyarakat terhadap pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.Berkenaan dengan hal tersebut, penciptaan akuntabilitas publik harus dilaksanakan dalam akuntansi pemerintahan untuk dapat menciptakan good governance. Good governance sering diartikan sebagai pemerintahan yang baik dimana penyelenggaraan manajemen pembangunan yang bertanggungjawab dan sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif, dan menjalankan disiplin anggaran, sehingga semangat reformasi pemerintah dan pembangunan serta kemasyarakatan telah mewarnai upaya pendayagunaan aparatur negara dengan tuntutan mewujudkan administrasi negara yang mampu mendukung kelancaran tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dengan menerapkan prinsip – prinsip good governance (LAN dan BPKP, 2000 : 1). Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat utama untuk dapat mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita – citanya, ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Instansi pemerintah yang berkewajiban menerapkan sistem akuntabilitas kinerja dan menyampaikan pelaporannya adalah instansi dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

KARAKTERISTIK UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatasL.) DI KABUPATEN KUPANG

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

KARAKTERISTIK UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatasL.) DI KABUPATEN KUPANG ABRIYANTO R. DJAMI HAU1); ZET MALELAK2); LESYBETH M NUBATONIS 2) ABSTRAK Ubi jalar ungu jenis Ipomoea batatas var Ayamurasaki atau sering disebut Ipomoea batatas blackie memiliki warna ungu yang pekat. Warna ungu yang ada pada ubi jalar ungu disebabkan adanya pigmen ungu antosianin yang ada dibagian umbi sampai kulitnya. Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik kimia ubi jalar ungu yang pada lima desa dikabupaten kupang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dari 5 desa dan 3 ulangan. Analisa data secara statistik dengan ANOVA, apabila menunjukan pengaruh yang nyata (P 0,05), dilanjutkan dengan uji Duncan pada uji lanjut Duncan ada beda antar perlakuan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu, kadar air ubi jalar ungu, kadar serat ubi jalar ungu, karbohidrat ubi jalar ungu, kadar air tepung ubi jalar ungu, kadar serat tepung ubi jalar ungu dan karbohidrat tepung ubi jalar ungu. Hasil sidik ragam menunjukan kadar air ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (70,120 a), berada pada Desa Kotabes, kadar serat ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (0,477 a), berada padaDesa Fatukanutu, karbohidrat ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (74,977 a), berada pada Desa Kotabes, kadar air tepung ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (8,750 a),berada pada Desa Kotabes, kadar serat tepung ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (2,432 a), berada pada Desa Kotabes, dan karbohidrat tepung ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (82,637a), berada pada Desa Naibonat.

PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG KULIT PISANG RAJA SEBAGAI SUMBER PEKTIN TERHADAP SIFAT FISIK, Dan ORGANOLEPTIK SELAI LABU KUNING

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG KULIT PISANG RAJA (Musa Paradisiaca Var Raja) TERHADAP SIFAT FISIK, Dan ORGANOLEPTIK SELAI LABU KUNING (Cucurbita moschata. D) SEBAGAI SUMBER PEKTIN (ATOK FAHIK GUIDO*) (Ir. M. NUHAMARA MP **)( Ir. I.D.A.A.R.R.AdI, MP **) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi tepung kulit pisang raja terhadap karakteristik sifat fisik, kimia, dan organoleptik selai labu kuning. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 2%,4% dan 6%. variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan tepung kulit pisang raja berpengaruh terhadap karakteristik sifat fisik, kimia, dan organoleptik selai labu kuning yang dihasilkan. Perlakuan terbaik yaitu penambahan tepung kulit pisang kepok sebanyak 2% dengan sifat organoleptik yakni: skor aroma 3,75 (khas labu kuning); skor rasa 3,42, (khas labu kuning); skor warna 3,41 (orange). Sedangkan hasil analisis kimia selai labu kuning yang diberi perlakuan penambahan tepung kulit pisang raja sebanyak 2% yaitu kadar air sebesar 64,924 %.

PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR UBI JALAR UNGU PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK MIE KERING

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR UBI JALAR UNGU PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIK MIE KERING (Dima Mega Desrianti*), (Medah Ishak Andreas**),(Malelak Zet**) ABSTRAK Mie merupakan jenis makanan hasil olahan tepung yang sudah dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Mie juga merupakan jenis makanan yang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Mie kering adalah mie segar yang dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 8-10%. Pengeringan umumnya dilakukan dengan penjemuran dibawah sinar matahari atau dengan dioven. Mie kering mempunyai kadar air rendah sehingga daya simpannya relatif lama dan mudah penanganannya (Astawan, 2005). Bahan baku pembuatan mie di Indonesia yaitu terigu yang hingga saat ini masih diimpor dari negara lain seperti yang tercatat selama periode Januari 2017 –Agustus 2018, impor tepung gandum tertinggi tercatat pada bulan Maret 2018 yaitu hampir mencapai 8 ribu ton. Sehingga perlu dilakukan upaya pencarian bahan lain untuk menggantikan tepung terigu dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita, salah satunya berasal dari umbi-umbian seperti ubi jalar. Pembuatan mie kering dengan komposisi bubur ubi jalar ungu yang menghasilkan produk dengan rasa, aroma, warna dan tekstur yang berbeda dengan mie kering biasanya. Hal ini disebabkan karena tepung ubi jalar ungu tidak mengandung gluten, sehingga daya patah pada mie kering dari bubur ubi jalar ungu akan meningkat (Sri Winarti, 2017) dan memiliki tekstur yang lebih lengket satu sama lain (Monica, dkk, 2018). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap karakteristik sensorik mie kering. Untuk memperoleh salah satu perlakuan yang paling baik dan tepat dari komposisi tepung tapioca dan bubur ubi jalar ungu terhadap sifat sensorik mie kering. Metode penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. dengan presentasi 0%,10%, 20%,30% bubur ubi jalar. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan bubur ubi jalar 10% terhadap rasa dengan skor 3,844 (sangat suka), warna engan skor 3,667 (sangat suka), aroma dengan skor 3,686 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 3,756 (sangat suka). .

PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTASI, KOMITMEN KARYAWAN, DAN PERAN INTERNAL AUDIT TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DEARAH KABUPATEN ROTE NDAO

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemahaman akuntansi berpengaruh signifikan terhadap kualitas aporan keuangan daerah dengan nilai T hitung > T tabel (thitung 2.767 > ttabel 2,048), Komitmen karyawan berpengaruh signifikan terhadap kualitas aporan keuangan daerah dengan nilai T hitung > T tabel (thitung 2.180 > ttabel 2,048), dan variabel Peran internal audit juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas aporan keuangan daerah dengan nilai T hitung > T tabel (thitung 2.150 > ttabel 2,048). Untuk meningkatkan kualitas dari laporan keuangan daerah maka sebaiknya instansi mencari calon karyawan yang berkompeten dalam bidang akuntansi, juga harus mencari karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi dengan instansi, serta harus terus melibatkan peran internal audit agar dapat memberi pemahaman kepada karyawan bagaimana cara membuat laporan keuangan daerah yang berkualitas.

ANALISIS HUBUNGAN BELANJA MODAL DAN BELANJA PEMELIHARAAN PADA ANGGARAN DINAS PEKERJAAN UMUM DN PERUMAHAN KABUPATEN BELU TAHUN 2018-2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hasil ini juga didukung dengan angka koefisien determinasi sebesar 0,280 atau 28%. Angka ini menunjukkan bahwa variabel belanja modal tahun xv anggaran (2020) dapat mempengaruhi variabel belanja pemeliharaan tahun anggaran (2020), sedangkan sisanya sebesar 72% perubahan pada belanja pemeliharaan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Hasil lain yang ditemukan dalam penelitian ini yang menunjukkan adanya hubungan antara belanja modal dan belanja pemeliharaan adalah angka signifikansi pada uji t di mana diperoleh nilai t hitung sebesar 1.324. Angka ini lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel pada derajat signifikansi (α) sebesar 0,05.

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM BIDANG LAYANAN PENERBANGAN ( STUDI KASUS : PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 975 K/PDT/2019)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

INTISARI Judul skripsi adalah, “ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM BIDANG LAYANAN PENERBANGAN ( STUDI KASUS : PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR : 975 K/PDT/2019 )”. Rumusan masalah “Apa Dasar Pertimbangan Judex Fakti menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dalam layanan penerbangan tidak dapat diterima dan sebaliknya Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat”? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah “Untuk Mengetahui Dasar Pertimbangan Judex Fakti menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dalam layanan penerbangan tidak dapat diterima dan sebaliknya Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Normatif, dengan mengkaji Putusan No.169/Pdt.G/2017/PN.Tng, Putusan No. 9/Pdt/2018/PT.Btn, dan Putusan No. 975 K/Pdt/2019. Berdasarkan bahan hukum berupa putusan pengadilan yang diuraikan penulis pada bagian hasil penelitian, maka adapun yang menjadi alasan Judex Fakti menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima karena gugatan penggugat didasarkan adanya ingkar janji tetapi tuntutannya perbuatan melawan hukum yang merupakan ketidakjelasan dari suatu gugatan. Sedangkan berdasarkan bahan hukum berupa putusan pengadilan yang diuraikan penulis, penulis menemukan alasan Judex Juris mengabulkan gugatan penggugat karena merupakan perbuatan melawan hukum meskipun mengandung aspek ingkar janji. Adapun saran dari penelitian ini yaitu : Judex Fakti jangan hanya memeriksa gugatan secara sebagian dalam artian hanya memeriksa mengenai syarat formil tetapi harus memeriksa secara keseluruhan mengenai keabsahan dari suatu gugatan serta Judex Juris sebagai pengadilan yang memeriksa penerapan hukum telah tepat menilai suatu gugatan. Kata Kunci : Pertimbangan Judex Fakti dan Judex Juris, Perbuatan Melawan Hukum Dalam Layanan Penerbangan

ANALISI PROTEIN, TEKSTUR DAN RASA ICE CREAM BERBAHAN DASAR RUMPUT LAUT MERAH ( Kappaphycus alvarezii )

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumput laut merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah yang tergolong dalam ganggang (algae). Berbagai macam species rumput laut berpeluang untuk diproduksi menjadi ice cream. Ice cream merupakan produk pangan beku yang sangat populer di seluruh dunia dan sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa yang tentunya memiliki kandungan nutrisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kadar protein, tekstur dan rasa ice cream berbahan dasar rumput laut Kappaphycus alvarezii. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan. Analisis data menggunakan one way Anova. Formulasi perlakuan yang digunakan P1 (15% Kappaphycus alvarezii), P2 (30% Kappaphycus alvarezii ) dan P3 (45% Kappaphycus alvarezii). Hasil penelitian terbukti Kappaphycus alvarezii dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif pembuatan ice cream. Berdasarkan analisis one way anova dan uji lanjut DMRT menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada kandungan kadar protein P1 yaitu sebesar 0.130 %. Sedangkan hasil uji organoleptik terkait parameter tekstur ice cream berdasarkan analisis one way anova menunjukkan tekstur tidak terdapat pengaruh yang signifikan sehingga tidak dilanjutkan pada uji DMRT dengan nilai P2 sebesar 4,36 %. Sedangkan uji organoleptik untuk aspek rasa berdasarkan analisis one way anova menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan sehingga tidak dilanjutkan pada uji DMRT dengan nilai P1 sebesar 4,45 %

IDENTIFIKASI TANAMAN JANGKA PANJANG DI DESA OEBESI, KECAMATAN AMARASI TIMUR,KABUPATEN KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Identifikasi Tanaman Jangka Panjang Di Desa Oebesi Kecamatan Amarasi TimurKabupaten Kupang Hekneno.E.L.H) * Sabuna A.Ch) ** Ballo.A) ** Penelitianinibertujuan untuk mengetahuijenis-jenistanamanjangkapanjang yang ada di DesaOebesiKecamatanAmarasiTimur, KabupatenKupang, untuk mengetahui organ –organ tanamanjangkapanjang yang digunakan,danuntukmengetahuialasanmasyarakatmelestarikantanamanjangkapanjang di DesaOebesiKecamatanAmarasiTimur, KabupatenKupang. Teknik pengambilansampeldengan menggunakan metodejelajah. Analisis data dalampenelitianiniadalahdenganmenggunakanmetodedeskriptifkualitatif. Jenis-JenisTanamanJangkaPanjang Yang Di Temukan Di DesaOebesiyakni:Kelapa,Mangga,Jati, Mahoni, Gamal,Kusambi,Lamtoro,Gewang,Cemara,Kemiri, AsamdanBeringin, yang dimanadimanfaatkanmasyarakatdalammemenuhikebutuhankesehariandarimasyarakatDesaOebesiKecamatanAmarasiTimur,KabupatenKupang. Berdasarkanhasilpenelitian yang adamakadapatdisimpulkanbahwa: Jenistanamanjangkapanjang yang dimanfaatkansebagaibahanbangunan, kayubakar, pakanternak, obattradisional .Organ tanaman yang biasadigunakansebagaibahanbangunan, obattradisional, pakanternak,sertabahanmakandansebagian yang dijualadalah : daun, batang, bunga, buah, danakar.Manfaatutamatanamanjangkapanjang yang menjadialasanmasyarakatmelestrarikantanamanjangkapanjangdikarnakanmanfaatnyasertapengelolaantanamanjangkapanjang yang cukupmudahmembuatsemuakalanganmasyarakatdapatmengelolatanamanjangkapanjangdenganbaikdanbenar. .Kata kunci:IdentifikasiTanamanJangkaPanjang. Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT This study aims to determine the types of long-term plants that exist in Oebesi Village, East Amarasi District, Kupang Regency, to find out the long-term plant organs used, and to find out the reasons for the community to preserve long-term plants in Oebesi Village, East Amarasi District, Kupang Regency. Sampling technique using the roaming method. The data analysis in this study was using qualitative descriptive methods. The types of long-term plants found in the village of Oebesi are: Coconut, Mango, Teak, Mahogany, Gamal, Kusambi, Lamtoro, Gewang, Fir, Candlenut, Tamarind and Banyan, which is used by the community to meet the daily needs of the people of Oebesi Village, East Amarasi District, Kupang Regency. Based on the results of existing research, it can be concluded that: Types of long-term plants used as building materials, firewood, animal feed, traditional medicines. Plant organs commonly used as building materials, traditional medicines, animal feed, as well as food ingredients and some for sale are: leaves, stems, flowers, fruit, and roots. Keywords: Long-term Plant Identification.

PERBANDINGAN TEPUNG KELOR(Moringa oliafera Lam) DAN TEPUNG LABU KUNING(Cucurbita moschata. D) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CAKE

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERBANDINGAN TEPUNG KELOR ( Moringa Oliafera Lam)DAN TEPUNG LABUKUNING (Cucurbita moschata. D) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CAKE (AMA FERDI TAGI HUMA*) (Ir. M. NUHAMARA MP **)( Ir. I.D.A.A.R.R.AdI, MP **) Penelitian bertujuan untuk mengtahui perbandingan rasio tepung kelor dan tepung labu kuning pada tepung terigu dalam menghasilkan kualitas cake. Penelitian ini di laksanakan pada bulan juli tahun 2021 bertempat di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase tepung kelor 1% tepung labu kuning 10%, tepung kelor 2,5% tepung labu kuning 20% dan tepung kelor 5% tepung labu kuning 25%. variabel yang di amati adalah aroma, rasa, warna dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan warna 4,58 tekstur 4,75 aroma 4,58 dan rasa 4,75 dengan kategori sangat suka Kata Kunci : Tepung Kelor, Tepung Labu Kuning, Tepung Terigu, Cake.

EKSTRAKSIMINYAKATSIRIDARIKUNYIT(CURCUMALONGALINN)DENGAN PELARUTN-HEKSANA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EKSTRAKSIMINYAKATSIRIDARIKUNYIT(CURCUMALONGALINN)DENGANN PELARUTN-HEKSANA ABSTRAK PenelitiandenganjudulEkstraksiminyakatsiridarikunyitdenganpelarutnheksanatelahdilaksanakanpadabulanjuli2021diLaboratoriumteknologihasil pertanianUniversitasKristenArthaWacanaKupang.Penelitianinibertujuanuntuk mengetahuipengaruhsuhuterhadapprosesekstraksiminyakatsiridarikunyitdengan pelarutn-heksana.Metodeyangdigunakanpadapenelitianiniadalahmaserasidengan ekstraktorxohletpadasuhuyangberbedayaitu70⁰c,80⁰cdan90⁰c.Darihasil penelitianinidiketahuibahwasuhuekstraksisemakinmeningkatmakaprodukminyak atsiriyangdihasilkanjugasemakinmeningkat. Suhuterbaikpadapenelitianiniadalah90⁰ckarenamenghasilkanrendemen sebesar0,07%.

PRODUKSI SUSU BERBAHAN DASAR SARI BIJI KECIPIR DAN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber Officinale)

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian tentang penambahan ektrak jahe merah pada pembuatan susu sari biji kecipir telah di lakukan . Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali perlakuan yang telah dicobakan adalah Susu kecipir tanpa jahe merah,Penambahan ekstrak jahe merah 20%,Penambahan ekstrak jahe merah 30%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak jahe merah memberikan efek yang signifikan pada kualitas organoleptik dari susu sari biji kecipir. Penambahan sari jahe merah sebesar 20% dalam proses pembuatan susu sari biji kecipir memberikan efek pada warna dengan nilai 4.42 dengan kategori warna sangat disukai, rasa dengan nilai 4.42 dengan kategori rasa sangat disukai,dan aroma dengan nilai 4.67 dengan kategori aroma sangat disukai.

ANALISIS YURIDIS PENETAPAN NON EKSEKUTABEL PENGADILAN NEGARI AMBON TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 161K/PID.SUS/2012

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

INTISARI Judul dari skripsi adalah, Analisis Yuridis Penetapan Noneksekutabel Pengadilan Negeri Ambon Terhadap Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 161 K/Pid.Sus/2012. Rumusan Masalah Bagaimanakahpertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Ambon dalam menyatakan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam tindak pidana korupsi adalah putusan yang non eksekutabel?.Penelitian ini bersifat deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, Kesimpulan Penulis tentang pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Ambon dalam menyatakan putusan Mahkamah Agung adalah putusan yang non eksekutabel adalah karena putusan Mahkamah Agung RI No. 161 K/PIS.SUS/2012, tanggal 10 April 2012 adalah putusan yang batal demi hukum karena tidak mencantumkan perintah penahanan dalam Pasal 197 Ayat (1) huruf k KUHAP. Adapun saran dalam penelitian ini adalah : 1. Majelis Hakim dalam memutus perkara pidana perlu memperhatikan juga latar belakang dari masalah tersebut sehingga menjadi salah satu pertimbangan bagi Majelis Hakim dalam mengambil keputusanyang adil dan memiliki kepastian hukum. 2. Hendaknya Pemerintah dapat lebih menegakan hukum sebagaimana mestinya agar tidak terjadi lagi korupsi baik itu di pemerintahan pusat ataupun di daerah karena akan menyebabkan kerugian yang di alamani oleh Negara Republik Indonesia. Kata Kunci : Penetapan Non Eksekutabel , Pengadilan Negeri Ambon, Mahkamah Agung