2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul:Deskripsi Tentang Faktor Sosiologi Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Peredaran Kosmetik Tanpa Izin Permasalahan yang diteliti adalah faktor-faktor sosiologi apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik tanpa izin?Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor sosiologi yang menyebabkan terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik tanpa izinyang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: faktor penyebab terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik tanpa izin dan variabel terikat yaitu:putusan pengadilan dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan dilakukan dengan studi dokumen atau study kepustakaan yang diperoleh dengan cara membaca dan mengutip literatur-literatur, mengkaji peraturan perundang-undangan maupun putusan hakim yang berhubungan dengan permasalahan. Berdasarkan pada hasil penelitian ditemukan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana peredaran kosmetik tanpa izin adalah:Pertama, FaktorekonomiKedua, Kurangnya pengendalian sosial, yaitu tidak dilakukannya pengawasan secara rutin dan sebagian besar menggunakan media online saat penjualan sehingga tidak diketahui oleh petugas.Berdasarkan faktor penyebab diatas, beberapa hal yang disarankan adalah: Pertama, Perlu adanya kegiatan peningkatan ekonomi lainnya dan sosialisasi tentang peredaran kosmetik tanpa izin melalui penyuluhan sehingga masyarakat mengetahui tentang sanksi hukum peredaran kosmetik tanpa izin.Kedua, Perlu adanya pengendalian sosial oleh penegak hukum dan BPOM terhadap peredaran produk-produk kosmetik tanpa izin, baik melalui sistem penjualan online maupun offline secara rutin. Kata Kunci: Faktor Penyebab dan Tindak Pidana Peredaran Kosmetik Tanpa Izin
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah: Analisis Yuridis Sengketa Penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan Dan Hak Milik (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 153 K/TUN/2015), Rumusan masalah yang penulis kaji adalah Mengapa Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Menyatakan Gugatan Tidak Dapat Diterima, Tetapi Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Dan Mengabulkan Gugatan Dalam Sengketa Penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan Dan Hak Milik.Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: Untuk mengetahuhi dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dalam menolak gugatan dan Hakim Mahkamah Agung dalam membatalkan putusan pengadilan tinggi tata usaha Negara dan mengabulkan gugatan. Jenis penelitian adalahpenelitian normatif dan sifat penelitian adalah deskriptif. Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumnen atau bahan pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif.
Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan yaitu alasan Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena: a).perolehan tanah dari obyek sengketa sebelum terjadinya jual beli dan b).tidak adanya kepentingan yang dirugikan dari pihak penggugat, sedangkan Alasan Hakim Mahkamah Agung membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan mengabulkan gugatan, karena: a).perjanjian pengikatan jual beli dapat menjadi dasar kepentingan dalam menguji obyek sengketa yang berkaitan langsung dengan perjanjian pengikatan jual beli dan b). penerbitan obyek sengketa tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan terutama kewajiban melakukan delimitatie contradictoire dengan tanah yang berbatasan dengan penguasaan senyatanya dilapangan oleh subjek lain. Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah 1).Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta dalam memutuskan perkara perlu memperhatikan secara cermat mengenai fakta-fakta yang ditemukan pada peradilan Tata Usaha Negara Samarinda dalam memori putusannya dan 2).Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta dalam memutuskan perkara perlu menelaah aturan-aturan dan prosedur dalam pendaftaran tanah serta penerapan Perjanjian Pengikatan Jual Beli
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana
Memproduksi Bahan Pangan Melampaui Ambang Batas Di Wilayah Hukum
Pengadilan Negeri Wamena”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : faktorfaktor
apa saja yang menyebabkan terjadinya tindak pidana memproduksi bahan
pangan melampaui ambang batas ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana memproduksi bahan
pangan melampaui ambang batas Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Wamena.
Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif.
Variabel penelitian yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab pelaku tindak pidana
memproduksi bahan pangan melampaui ambang batas sedangkan vaiabel terikat
adalah putusan pengadilan terhadap pelaku tindak pidana memproduksi bahan pangan
yang melampaui ambang batas Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Wamena.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi tindak pidana
memproduksi bahan pangan yang melampaui ambang batas adalah : 1) faktor
ekonomi, yaitu terdakwa ingin mendapatkan keuntungan guna memenuhi keperluan
sehari-hari. 2) tidak mempunyai penghasilan tetap dan 3) untuk membayar hutang.
Diharapkan bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan yang efektif dan
bertanggung jawab mengatur dalam mengawasi produksi, pengolahan,
pendistribusian makanan, dan minuman termasuk penggunaan bahan tambahan
makanan dan minuman yang boleh digunakan dalam produksi dan pengolahan
makanan dan minuman. Pemberlakuan sanksi pidana untuk pengamanan peredaran
makanan dan minuman perlu dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan,
baik pidana penjara, pidana denda dan pidana tambahan, baik terhadap
perseorangan maupun korporasi untuk memberikan efek jera terhadap pelaku dan
agar supaya bagi pihak lain tindak melakukan lagi perbuatan yang sama.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi ini adalah Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Persetubuhan
Anak oleh Anak, dengan rumusan masalah faktor-faktor apa yang menyebabkan
terjadinya tindak pidana persetubuhan anak oleh anak. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana
persetubuhan anak oleh anak. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah
penelitian normatif dan penelitian ini bersifat deskriptif analisis artinya penelitian
ini termasuk lingkup penelitian yang menggambarkan, menelaah, menjelaskan
serta menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan
penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi
dokumen atau bahan pustaka.
Berdasarkan hasil penelitian maka ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana Persetubuhan anak oleh anak
adalah faktor internal yang terdiri dari 1. Berpacaran, 2. Adanya bujukan
3.Adanya paksaan dan faktor eksternal yang terdiri dari 1. Kurangnya
pengawasan orang tua 2. Akibat dari anak menonton video porno. Saran yang
dapat disampaikan terkait dengan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
Tindak Pidana Persetubuhan anak oleh anak adalah: 1. Diharapkan kepada orang
tua agar meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap keseharian anak dan
perbanyak waktu luang bersama anak 2. Diharapkan kepada masyarakat agar ikut
berpartisipasi dalam mencegah terjadinya kejahatan dan melindungi korban
kejahatan 3. Diharapkan kepada para penegak hukum agar memberikan
penjatuhan hukuman bagi pelaku tindak pidana secara bijaksana.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Motif Dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Pengancaman”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Apa motif pelaku melakukan tindak pidana pengancaman ?, 2) Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana pengancaman ? Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana pengancaman. 2) untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana pengancaman. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel penelitian yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif dan modus pelaku tindak pidana pengancaman sedangkan vaiabel terikat adalah putusan pengadilan terhadap pelaku yang melakukan tindak pidana pengancaman.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi motif dan modus tindak pidana pengancaman adalah :
1. Motif
a. Keinginan pelunasan hutang dari korban
b. Pelampiasan sakit hati
2. Modus
a. Terdakwa mendatangi korban dengan memegang parang dan pisau
b. Terdakwa mengancam korban dengan menggunakan kata-kata ancaman.
Bagi masyarkat secara khusus bagi Keluarga sebagai peran kontrol sosial sebaiknya mengetahui apa yang sedang dialami dan dirasakan oleh anggota keluarganya dan juga perlunya didalam keluarga tetap menanamkan nilai-nilai Pancasila sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Kasus pengancaman sudah terlalu sering terjadi di kehidupan masyarakat dimulai dari keadaan masyarakat di lingkup yang kecil hingga lingkup yang terbesar. Hal ini karena adanya kemauan dan keinginan untuk berlaku jahat kepada sesama, hingga melukai sesama. Dengan banyaknya kasus ini, penegakan hukum bagi pelakunya sebaiknya lebih ditingkatkan kembali, mengingat sebuah ancaman mampu membuat korbannya mengalami akibat yang mungkin menyakiti psikis seorang korban, karena semakin ditingkatkan penegakan hukum, maka semakin lebih dirasakan efek jera bagi pelaku kejahatan tindal pidana pengancaman.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Skripsi ini berjudul: “Analisis Yuridis tentang Putusan Hakim Terhadap Perempuan Sebagai Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengapa putusan Hakim terhadap perempuan sebagai pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I ada yang berupa pemidanaan, rehabilitasi, serta pemidanaan dan rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim sehingga menjatuhkan putusan terhadap perempuan yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I yang berupa pemidanaan, rehabilitasi, serta pemidanaan dan rehabilitasi. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap perempuan pelaku tindak pidana narkotika golongan I sedangkan variabel terikat adalah putusan hakim ada yang berupa pemidanaan, rehabilitasi, serta pemidanaan dan rehabilitasi terhadap perempuan yang melakukan tindak pidana narkotika golongan I. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi dasar pertimbangan putusan hakim terhadap perempuan sebagai pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I berupa pemidanaan adalah pelaku sebagai pengguna aktif narkotika dan pelaku bertindak sebagai perantara; sedangkan pada rehabilitasi adalah barang bukti narkotika jenis sabu kurang dari 1 (satu) gram dan pelaku merupakan pecandu narkotika; serta pada pemidanaan dan rehabilitasi adalah barang bukti narkotika jenis sabu kurang dari 1 (satu) gram, pelaku menghisap sabu sebanyak 1 (satu) kali, pelaku merupakan orang yang “diajak dan/atau dibujuk” untuk menggunakan narkotika golongan I, dan pelaku merupakan seorang ibu dari 2 (dua) orang anak dan sedang hamil 7 (tujuh) bulan. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi penegak hukum, dalam hal ini Hakim agar dalam menjatuhkan putusan berupa pemidanaan, rehabilitasi serta pemidanaan dan rehabilitasi haruslah bersifat yuridis dan non yuridis, secara khusus mempertimbangkan kondisi perempuan sebagai pelaku tindak pidana. Sedangkan bagi kalangan masyarakat, khususnya perempuan sebagai subyek hukum khusus agar menghindarkan diri dari bentuk-bentuk penyalahgunaan narkotika yang dapat menjerumuskan perempuan pada pemidanaan yang berujung nestapa. Kata Kunci: Dasar Pertimbangan Hakim, Penyalahgunaan Narkotika, Perempuan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS LAMA PEMBERIAN AIR IRIGASI PADA SISTEM IRIGASI TETES UNTUK PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KADAR LENGAS TANAH PADA BUDIDAYA KANGKUNG DARAT Radja W*) Lano L. Marthen **)) Nainiti E.P.P. Nikodemus ***))) Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil analisis lama pemberian air irigasi pada sistem irigasi tetes untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat dan kadar lengas tanah telak dilaksanakan sejak pertengahan juni hingga pertengahan juli 2021 di PT. Poweragro.id indoseia di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Provinsi nusa tenggara timur. Penelitian ini merupakan aksperimen yang di atur dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan : perlakuan satu (60) menit, perlakuan II (80) menit, perlakuan III (100) menit, dan perlakuan IV dua (120 menit). Hasil penelitian ini di peroleh jumlah pemberian air irigasi tetes dan hasil pengukuran tinggi tanaman kangkung darat, hasil berat basah tanaman kangkung darat, serta hasil rata-rata kadar lengas tanah sebanyak 14,39 %. Dari hasil analisis dan pembahasan yang di ketahui bahwa perlakuan terbaik pada tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan D dengan tinggi (41,80 cm), perlakuan terbaik pada jumlah daun tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D dengan jumlah tertinggi (68,33 cm), perlakuan terbaik pada panjang daun tanaman terpanjang pada perlakuan (14,77 cm), perlakuan terbaik pada lebar daun terlebar pada perlakuan B dengan lebar (1,98 cm). Kata kunci : irigasi tetes untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat *) Peneliti **) Pembimbing I ***) Pembimbing II
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SKRINING SENYAWA AKTIF DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Escherichia coli EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) Tefa, L.L) * Rupidara, A.D.N) ** Sabuna, A.Ch)* Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan buah-buahan yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia juga mengandung senyawa penting seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin. Tujuan penelitian untuk mengetahui senyawa aktif pada ekstrak etanol kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) menggunakan metode skrining dan Mengetahui Uji Aktivitas Antibakteri Escherichia coli terhadap Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan metode kertas cakram. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimen preparasi sampel menggunakan maserasi dengan 3 kali pengulangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Dari hasil penelitian diperoleh 4 senyawa aktif yaitu Alkaloid, Flavanoid, Saponin, dan Tanin. Hasil uji antibakteri kontrol positif berupa antibiotik tetracycline memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli sedangkan kontrol negatif yaitu menggunakan aquades tidak memiliki aktivitas antibakteri. Konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk nipis yang digunakan adalah 2%, 5%, 10% dan 20%. Diameter zona hambat bakeri Escherichia coli yang diperoleh tertinggi pada konsentrasi 10% dengan zona hambat 3,8 mm. Ekstrak kulit jeruk nipis memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas antibakteri, semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk nipis, semakin luas zona hambatnya. Ekstrak dinyatakan memiliki aktivitas antibakteri dapat ditandai dengan terbentuknya zona bening pada sekitar kertas cakram, setelah diinkubasi selama 24 jam pada suhu 370C Kata Kunci : Senyawa aktif, kulit jeruk nipis, Escherichia coli Timor Tengah Selatan. Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI KARAKTERISTIK MARINATING IKAN TERI (stolephorus sp) DENGAN PERSENTASE PENGASAMAN YANG BERBEDA Olin Alfando Nego Silli1) Umbu P.L Dawa2)Dewi S. Gadi2) 1)Mahasiswa 2)Staff Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas KristenAartha Wacana Kupang Jl. Adisucipto Oesapa, PO. Box 14, Kupang-NTT, Telepon/Fax 0380-881360 e-mail: [email protected] ABSTRAK Marinating merupakan ikan yang diberi bumbu, rendaman air perasan jeruk dan bumbu, rendaman asam yang dihasilkan dari jeruk purut, asam cuka, cuka lontar secara kimiawi dapat mengubah ikan mentah menjadi tidak terasa amis, marinasi sangat bermanfaat karena pembuatannya tidak ditambahkan dengan bumbu-bumbu masakan modern yang mengandung bahan pengawet, melainkan menggunakan bahan-bahan alami. Produk marinating ikan berfungsi untuk meningkatkan cita rasa, kesan jus dan keempukan pada daging. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengetahui pengaruh persentase pengasaman yang berbeda dengan menggunakan cuka lontar, jeruk purut dan asam cuka pada marinating ikan teri (Stelophorus sp) terhadap nilai organoleptik, pH dan kadar air. ikan teri yang sudah dibersihkan dimasukan pada wadah sampel yang sudah sesuia dengan persentase pengasaman dan jenis pengasaman yang yang berbeda, dan ditambahkan dengan bumbu-ya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah jenis pengasaman dan persentase yang berbeda. Variabel yang diuji yaitu pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa ,kadar air dan pH. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk marinating ikan teri dapat disimpulkan bahwa: Tingkat penerimaan panelis pada uji organoleptik, pada parameter kenampakan, memiliki nilai terendah pada pengasaman cuka lontar 20% dengan nilai 7,45, dan nilai tertinggi pada pengasaman 40% pada jenis asam jeruk purut nilai 8,33, pada parameter aroma, memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman cuka lontar 40% dengan nilai 7,3 dan nilai tertinggi pada jenis pengasaman jeruk purut 20% dengan nilai 8,2, sedangkan pada parameter tekstur, memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman cuka lontar 20% dengan nilai 7,45 dan nilai tertinggi pada jenis pengsaman asam cuka 40% dengan nilai 8,23, dan pada parameter rasa, memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman cuka lontar 20% dengan nilai 7,40 dan nilai tertinggi pada jenis pengasaman jeruk purut 40% dengan nilai 8,05. Pada parameter kadar air memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman cuka lontar 40% dengan nilai 80,22 dan nilai tertinggi pada jenis pengasaman asam cuka 20% dengan nilai 83,80. Pada para meter pH memiliki nilai terendah pada jenis pengasaman jeruk purut 20% dengan nilai 4,70 dan nilai tertinggi pada jenis pengasaman asam cuka 40% dengan nilai 4,05. Kata kunci: Marinating Ikan Teri, Jenis Pengasaaman , Persentase Yang Berbeda STUDY OF MARINATING CHARACTERISTICS OF Anchovy (Stolephorus sp) WITH DIFFERENT PERCENTAGE OF ACIDING Olin Alfando Nego Silli1) Umbu P.L Dawa2) Dewi S. Gadi2) 1)Student 2)Lecturer Staff Fishery Products Technology Study Program Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Jl. Adisucipto Oesapa, PO. Box 14, Kupang-NTT, Telephone/Fax 0380-881360 e-mail: [email protected] ABSTRACT Marinating is fish that is seasoned, soaked in orange juice and seasonings, acid marinade produced from kaffir lime, vinegar, palm vinegar can chemically change raw fish to not taste fishy, marinating is very useful because it is not made with cooking spices. Modern products that contain preservatives, but use natural ingredients. Fish marinating products serve to improve the taste, impression of juice and tenderness of the meat. The purpose of this study was to determine the effect of different acidification percentages using palm vinegar, kaffir lime and vinegar in marinating anchovy (Stelophorus sp) on organoleptic values, pH and water content. The cleaned anchovy is put in a sample container that is in accordance with the percentage of acidification and different types of acidification, and added with seasoning-yes. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD). The factors tested were different types of acidification and percentages. The variables tested were organoleptic tests such as color, aroma, texture and taste, water content and pH. Based on the results of research on anchovy marinating products, it can be concluded that: The panelists' acceptance rate on the organoleptic test, on the appearance parameter, had the lowest value on 20% palm vinegar acidification with a value of 7.45, and the highest value on 40% acidification on kaffir lime acid. the value of 8.33, on the aroma parameter, has the lowest value on the type of acidification of palm vinegar 40% with a value of 7.3 and the highest value on the type of acidification of kaffir lime 20% with a value of 8.2, while on the texture parameter, it has the lowest value on the type of acidification of 20% palm vinegar with a value of 7.45 and the highest value on the type of acidification of 40% vinegar with a value of 8.23, and on the taste parameter, the lowest value on the type of acidification of 20% lontar vinegar with a value of 7.40 and the highest value on type of acidification of kaffir lime 40% with a value of 8.05. The water content parameter has the lowest value on 40% palm vinegar acidification with a value of 80.22 and the highest value on 20% vinegar acidification type with a value of 83.80. The pH meter has the lowest value for the type of acidification of kaffir lime 20% with a value of 4.70 and the highest value on the type of acidification of vinegar 40% with a value of 4.05. Keywords: Anchovy Marinating, Acidification Type, Different Percentage
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gastropods is animal which has soft body that moves with its stomach. Gastropods has an important role for ecology, economy and education. The purpose of this study was to find out the types and diversities of the Mbiu village, Ndao Nuse sub-district, Rote Ndao Regency. Method that used in this study was line transect method. Sampling location determination technique used sampling area. The method used in this study was Quantitative descriptive method. Based on this study resulted at Mbiu beach, gastropods class foubd 7 families, they were Conidae family, Strombidae family, Trochidae family, Turbinellidae family, Cypraeidae family, Volotidae family, and Angariidae family. Gastropods diversities index on transect I, II, III at Mbiu beach was medium, because showed H’= 1,82. But, abundance, relative abudance and domination index highest on Vasum tuyrbinellus species was 7,77 Ind/m2, 31,39%, 0,09. In conlusion, gastropods population at Mbiu beach. Beside that, need to do the next study on the different seasons to find out the morphology types found and its relationship with another biota.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat yang sebagian besar masyarakatnya membuat garam dan bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan dan menjadi mata pencaharian yang menunjang untuk kehidupan setiap harinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat menggunakan alat masak tradisional di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang dan untuk mengetahui nilai organoleptik (warna dan bau), kadar air, kadar NaCl dan Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel. pengujian organoleptik (warna dan bau) dan Angka Lempeng Total (ALT) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan pengujian kadar air dan kadar NaCl di Laboratorium Pertanian Politani Negeri Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang yaitu organoleptik warna garam memenuhi (SNI 4435-2017) dan bau garam memenuhi (SNI 4435-2017), kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl belum memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan Angka Lempeng Total (ALT) pada garam krosok berkisar antara 2,7 × 102 – 3,6 × 102 koloni/g, air sumur berkisar antara 1,3 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml, larutan penyaringan berkisar antara 1,9 × 103 – 2,3 × 103 koloni/ml, larutan hasil penyaringan berkisar antara 1,6 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml sedangkan garam yang telah dimasak berada pada <2,5 × 101 koloni/g (kurang dari 25 koloni). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan garam masak menggunakan alat tradisonal di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang meliputi bahan baku garam krosok, pelarutan garam krosok, penyaringan, pemasakan, penirisan, packing dan hasil pengujian organoleptik warna garam putih normal, bau garam normal tidak berbau, kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl tidak memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan nilai Angka Lempeng Total (ALT) terendah hingga nilai tertinggi adalah < 2,5 × 101 - 2,3 × 103 koloni/g.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
5. Almamater tercinta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – program studi Pendidikan Biologi – UKAW Kupang. ABSTRAK ANALISA KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN IPA BIOLOGI KELAS VII G SMP NEGERI 20 KOTA KUPANG. Kabby I. Y)* Meha A. M)** Blegur J)*** Peneliitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesulitan Belajar siswa dan faktor – faktor yang mempengaruhi Kesulitann belajar pada mata pelajaran IPA Biologi serta bagaimana upaya guru mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi di SMP Negeri 20 Kota Kupang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk melakukan observasi, intervieu, atau wawancara ,dokumentasi untuk mengumpulkan data selama berlangsungnya penelitian dilapangan dengan melibatkan guru Biologi Kelas VII G berjumlah 1 orang guru dan siswa di Kelas VII G berjumlah 27 siswa di SMP Negeri 20 Kota Kupang khusus pada siswa yang menemui kesulitan belajar pada mata pelajaran IPA Biologi.Keabsahan data diuji dengan kredibilitas yang mencakup perpanjangan masa observasi terus-menerus,Trianggulasi data, kajian kasus negatif, pengecekan anggota dan pengecekan sejawat, Model interaktif analisis data selama pengumpulan data.Hasil penelitian menunjukan adanya kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi di Kelas VII G dapat ditemukan.yaitu baik dari faktor internal maupun faktor eksternal, disampingnya ada juga upaya guru secara optimal untuk mengatasi kesulitan belajar, baik yang dilakukan disekolah melalaui pengulangan materi dan ulangan perbaikan disamping diadakan pengayaan kepada siswa yang dipandang mampu atau menemui Kesulitan belajar demikian pula pemberian tugas – tugas kepada siswa yang kurang mampu baik secara individu maupun secra kelompok untuk dikerjakan diluar jam sekolah. Kata Kunci : Faktor – faktor Kesulitan belajar
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam adalah salah satu pelengkap pangan yang merupakan sumber elektrolit
bagi tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh
penggunaan kemasan dan lama penyimpanan garam tradisional di Kelompok
Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang Penelitian ini telah dilaksanakan
pada bulan Juni-Juli 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota
Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel. Pengujian kadar air di
Laboratorium Pertanian Politani Negeri Kupang sedangkan pengukuran suhu dan
kelembaban di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data
menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian penggunaan kemasan
dan lama penyimpanan garam tradisional di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa
Barat Kota Kupang yaitu kadar air melebihi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017),
suhu tertinggi pada penyimpanan 0 hari dengan suhu 30,5ᴼC dan terendah pada
penyimpanan 12 hari dengan suhu 27,9ᴼC dan kelembaban tertinggi pada
penyimpanan 12 hari dan terendah pada penyimpanan 0 hari. Dari hasil penelitian
diatas dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan garam masak menggunakan alat
tradisonal di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu garam
krosok sebanyak 18 kg, air tawar 100 liter dicampur dengan garam krosok,
penyaringan berlangsung selama ±1 jam, pemasakan selama ±6-7 jam, penirisan
garam berlangsung selama ±5 jam dan pengaruh penggunaan kemasan dan lama
penyimpanan garam tradisional di kelompok Tiberias kadar air melebihi persyaratan
mutu garam konsumsi beriodium (SNI 3556-2016) dan syarat mutu garam bahan
baku untuk garam konsumsi beriodium (SNI 4435-2017), suhu tertinggi pada
penyimpanan 0 hari dengan suhu 30,5ᴼC dan terendah pada penyimpanan 12 hari
dengan suhu 27,9ᴼC dan kelembaban tertinggi pada penyimpanan 12 hari dan
terendah pada penyimpanan 0 hari
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Penelitian ini berjudul “Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Lalu Lintas Yang Mengakibatkan Kematian.”,tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya Disparitas putusan terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan kematian.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatife pendekatan yang mencakup penelitian hukum terhadap Penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum, penelitian terhadap sinkronisasi vertikal dan horizontal, penelitian perbandingan hukum dan penelitian sejarah hukum. Adapun maksud penggunaan jenis penelitian ini adalah disamping meneliti bahan-bahan yang ada (buku, peraturan perundang-undangan, penetapan, media internet, surat kabar, dan hasil penelitian yang diterbitkan) melalui bahan kepustakaan.Bahan hukum primer adalah bahan-bahan hukum yang bersifat mengikat. Oleh karena itu dalam penelitian ini bahan Hukum Primer yang digunakan adalah : 1).Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP); 2).Kitab Undang-Undang Hukum Aacara Pidana (KUHAP) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981; 3).Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan; 4).Putusan Pengadilan. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi kepustakaan.Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik ataumasalah yang menjadi obyek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Terdapat 4 (empat) hal yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, antara lain :1) Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda. 2) Kualitas perbuatan terdakwa. 3) Independensi Hakim. 4) Faktor yang memberatkan dan meringankan.Adapun saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan disparitas penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia antara lain :1). Agar hakim harus lebih obyektif dalam memutus dan menjatukan putusan suatu kasus tindak pidana, agar tidak menimbulkan kecemburuan hukum di dalam masyarakat. 2). Diharapkan kepada majelis hakim untuk menjadi pribadi yang memiliki latar belakang individu yang baik, sehingga di dalam memutus suatu perkara lebih berhati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman hukum di dalam masyarakat. Kata Kunci: Disparitas, Putusan Pemidanaan, Tindak Pidana, Lalu Lintas
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi penulis, adalah “Analisis Yuridis Terhadap Motif dan Modus Terjadinya Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Api Secara Ilegal”. Permasalahan pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah 1. Apa Motif Pelaku Terjadinnya Tindak Pidana Kepemilikian Senjata Api Secara Ilegal? 2. Apa Modus Pelaku Terjadinnya Tindak Pidana Kepemilikian Senjata Api Secara Ilegal?. Sifat penelitian penulis adalah deskriptif, sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa Motif Pelaku Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Api Secara Ilegal a. Kepemilikan senjata api dengan alasan menjaga diri. b. Mengikuti latihan menembak c. Mengoleksi senjata api d. memperjual belikan senjata api e. Menunjukkan kekuasaan atau melakukan penipuan Modus Pelaku Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Api Secara Ilegal, yakni a. Menyamar sebagai anggota Kejaksaan Agung b. memalsukan surat tugas dari Kejaksaan Agung RI c. Mengajak teman miras d. Menyimpan senpi milik orang lain e. Keinginan menjual f. Menyembunyikan senjata api di tas dan di rumah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis dapat memberi saran, sebagai berikut: 1. Kepada Pihak Kepolisian dalam rangka megeluarkan surat izin kepemilikan senjata api untuk lebih diperketat persyaratannya. Selain itu surat izin yang nanti dikeluarkan pun bersifat sementara agar selalu dapat diawasi para pemegang senjata api dengan izin tersebut. 2. Kepada Masyarakat lebih berhati hati terhadap kepemilikan hingga penggunaan senjata api, karena sangat berbahaya, apalagi jika di sekitarnya memiliki senjata api yang akan sangat meresahkan warga sekitar jika digunakan tanpa prosedur yang benar.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN DEWANTO UMBU SAGA ANAKAKA (17393770). Analisis Kualitas Garam Rakyat yang Diproduksi Menggunakan Alat Modifikasi di Kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Di bawah bimbingan: UMBU P. L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI, S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Garam telah menjadi komoditi esensial yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan penyedap rasa pada bidang konsumsi dan juga digunakan pada bidang industri serta farmasi sebagai bahan baku. Garam rakyat pada umumnya diolah menggunakan cara tradisional dengan kapasitas yang terbatas serta memiliki kualitas kurang baik sehingga mempengaruhi nilai jual yang relatif rendah. Modifikasi alat masak merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan efisiensi proses produksi serta memberi hasil yang lebih baik. Alat yang dimodifikasi yaitu alat penyaring yang terbuat dari drum yang dibagi dua dan rangka besi sebagai penyangga, dengan kerikil, pasir, dan ijuk sebagai material penyaring dan bagian bawah drum diberi lubang. Alat masak terbuat dari drum yang dibelah, dengan rangka besi yang ditutupi menggunakan plat aluminium, sedangkan alat penirisan menggunakan drum yang dibagi dua dan diletakkan pada rangka besi dengan sokal didalamnya sebagai wadah penirisan, dan alat penjemuran menggunakan loyang aluminium. Tujuan penelitian yaitu, untuk mengetahui cara pembuatan garam rakyat dan mengetahui kualitas kadar air, kadar NaCl, dan nilai Angka Lempeng Total dari bahan yang digunakan pada setiap tahap dan hasil dari garam rakyat yang diproduksi menggunakan alat modifikasi di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu pada bulan April-Mei 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei, dan pengambilan sampel. Pengujian kadar air dan kadar NaCl dilakukan di Laboratorium Eksakta Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan pengujian Angka Lempeng Total di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dan dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat yang diproduksi menggunakan alat modifikasi di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang yaitu nilai kadar air berkisar antara 4,23-6-68%, kadar NaCl berkisar antara 81,97-91,06%, dan nilai Angka Lempeng Total (ALT) pada keseluruhan sampel dari nilai terendah hingga nilai tertinggi adalah 2,5 x 101-84 x 101 koloni/g. Kata Kunci : Angka Lempeng Total, Garam Rakyat, Kadar Air, Modifikasi, NaCl
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul : “Alasan Pengadilan Menolak Gugatan Penggugat Dalam Sengketa Hak Tanggungan”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa alasan pengadilan menolak gugatan penggugat dalam sengketa hak tanggungan ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui alasan pengadilan menolak gugatan penggugat dalam sengketa hak tanggungan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif yaitu dengan mengkaji putusan pengadilan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah alasan pengadilan menolak gugatan penggugat dalam sengketa hak tanggungan Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan peradilan terhadap sengketa Pelelangan Jaminan Hak Tanggungan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan, alasan pengadilan menolak gugatan penggugat dalam sengketa hak tanggungan adalah : 1. Penggugat selaku debitur terbuti melakukan wanprestasi 2. Pelaksanan Pelelangan jaminan sesuai ketentuan hukum Untuk itu diharapkan bagi pihak debitur senantiasa agar selalu membayar hutangnya dengan tepat waktu agar tidak menunggak dan menyebabkan kredit macet, dan pada akhirnya sertifikat hak atas tanah yang diikat hak tanggungan tidak akan dilelang eksekusi hak tanggungan dan bagi pihak Kreditur dalam hal ini pihak perbankan harus lebih teliti dan hati-hati dalam melakukan fasilitas kredit pada calon debitur. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya wanprestasi yang dilakukan oleh kreditur yang menyebabkan kredit macet.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Paulina Ula Ludji, FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KETIDAK AKTIFAN PEMUDA PNIEL MANUTAPEN DALAM IBADAH PEMUDA DI RAYON PALSATU. Skripsi program studi Ilmu Pendidikan Teologi. Unversitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun 2021, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan ketidakaktifan pemuda dalam ibadah pemuda khususnya Pemuda Jemaat GMIT Pniel Manutpaen Rayon Palsatu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu penulis berusaha mengetahui sejauh mungkin faktor-faktor lingkungan sosial yang mempengaruhi ketidakaktifan pemuda. Populasi dalam penelitian ini 418 anggota pemuda, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu 17 orang anggota. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian dan analisa data ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukan bahwa ibadah pemuda Jemaat GMIT Pniel Manutapen Rayon Palsatu belum dilaksanakan secara teratur. Hal ini dibuktikan oleh kehadiran pemuda yang tidak aktif dari hari kehari. Hal ini disebabkan oleh faktor internal yang meliputi kesadaran, motivasi, disiplin diri, gadget, game online. Sedangkan faktor eksternal yaitu kurangnya dukungan dari orang tua, waktu, badan pengurus pemuda dan kurang perhatian majelis.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Strategi guru pendidikan agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan bagi penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di era covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bermaksud untuk menggambarkan realitas yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil analisis kualitatif data menunjukan bahwa secara umum strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik meliputi : Penemuan, faktor penghambat dan faktor pendukung. Secara terperinci diperoleh strategi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter disiplin peserta didik meliputi: Penemuan dengan 5 indikator, faktor penghambat dengan 3 indikator dan faktor pendukung dengan 6 indikator dalam mendisiplinkan peserta didik, semuanya tuntas dalam proses pelaksanaan yang meliputi: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Alokasi waktu dan suasana kelas semuanya berada dalam kategori baik.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebiasaan belajar merupakan proses yang terjadi pada sesesorang baik yang dilakukan di sekolah maupun dirumah untuk mencapai tujuan tertentu yang dilaksanakan secara rutin sehingga menjadi suatu kebiasaan. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan- kebiasaan belajar siswa sebelum pandemi dan masa pandemi di SMP Negeri 8 Kupang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif-kuantitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian iniakan dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh antarakebiasaan belajar siswasebelum pandemi dan masa pandemi di SMP Negeri 8 Kupang. Dimana uji t membuktikan bahwa untuk taraf signifikan 5% diperoleh nilai t tabel -0,8654. Dan menyatakan bahwa t hitung < t tabel (-0,8654< 2,110) Yang artinya adalah hipotesis penelitian Ha diterima karena terdapat pengaruh yang signifikanantara kebiasaan belajar siswasebelum pandemi dan masa pandemi di SMP Negeri 8 Kupang. Yang juga dapat dinyatakan besaran hubungannya sebesar 74,89% yang dibuktikan melalui menghitung koofisien determinasi, dengan cara menguadratkan koofisien yang ditemukan yaitu sebagai berikut: dimana (-0,8654)2 x 100 = 74,89%. Jadi kebiasaan belajar siswasebelum pandemi dapat dipengaruhi dari kebiasaan belajar siswa saat pandem