Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

D

3.452 karya publik ditemukan.

22022: 12029: 12026: 902025: 772024: 392023: 5192022: 6842021: 11842020: 1702019: 12018: 652017: 22016: 42015: 12013: 12010: 12009: 12002: 11018: 10208: 1

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DI LUAR PASAL DAKWAAN PENUNTUT UMUM

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi: “DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DI LUAR PASAL DAKWAAN PENUNTUT UMUM”. Latar belakang masalah: putusan hakim di luar pasal dakwaan penuntut umum di pengadilan negeri Sarolangun dan Mahkamah Agung terhadap pelaku tindak pidana narkotika.bMasalah pokok dalam tulisan ini adalah “mengapa hakim menjatuhkan putusan pemidanaan di luar pasal dakwaan penuntut umum”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yaitu dilakukan dengan mengkaji putusan pengadilan negeri sarolangun nomor: 90/pid.sus/2012/pn.srln dan putusan mahkamah agung nomor 930 k/pid.sus/2019. Variabel bebas dalam tulisan ini adalah dakwaan penuntut umum, serta variabel terikat dalam tulisan ini adalah putusan hakim di pasal dakwaan penuntut umum. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan hakim menjatuhkan putusan di luar pasal dakwaan penuntut umum dikarenakan dalam menetapkan pasal dakwaan penuntut umum cenderung hanya berdasarkan pada kondisi saat terdakwa di tangkap dan mengabaikan tujuan dan berat dari pembelian narkotika oleh terdakwa, karena terdakwa yang mengakui bahwa perbuatanya lebih tepat di terapkan pasal 127 ayat (1) huruf a dan karena tindak pidana yang didakwaan masih serumpun dan sejenis dengan tindak pidana yang tidak didakwakan, serta karena sebelumnya telah ada yurisprudensi nomor: 1671 k/pid.sus/1996 yang menjatuhakan putusan di luar dakwaan penuntut umum. Perlu bagi dewan perwakilan rakyat yang memiliki kewenangan untuk membuat undang-undang agar merevisi pasal 111, 112 dan 114 ayat (1) dan menambahkan “unsur dengan maksud” agar pasal-pasal tersebut tidak membuat kabur kepastian hukum bagi penyalahguna narkotika juga perlu dilakukan koordinasi antara pihak kepolisian dan penuntut umum dalam proses penyidikan dan penuntutan sebagai upaya untuk mencari kebenaran tentang tindak pidana apa yang telah terjadi agar tidak penuntut umum tidak keliru dalam menerapan pasal dakwaan yang kemudian akan berpengaruh terhadap putusan yang dijatuhkan oleh hakim. Kata kunci: Tindak Pidana Narkotika, Dakwaan Penuntut Umum, Putusan di Luar Pasal Dakwaan

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YANG BERADA PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YANG BERADA PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang, dimana sebuah negara berkembang sangat fokus akan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kearah yang lebih baik. Salah satuyang membangun pertumbuhan ekonomi yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kementrian Koperasi danUMKM, 2014). Kontribusi tersebut akan baik apabila berbagai permasalahan yang masih dihadapi UMKM tersebut dapat diatasi dan salah satunya adalah permasalahan dalam memanfaatkan informasi akuntansi dalam berbagai pengambilan keputusan usahanya. Dibanyak penelitian, permasalahan ini diduga kuat bersumber dari kurangnya persepsi dan pemahaman pengelola dalam bidang akuntansi. Belkaoui (2000:35) dalam Kristian (2010), mendefinisikan informasi akuntansi sebagai informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menentukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan. Penggunaan informasi akuntansi itu untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen danpengawasa operasional. Informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh nformasi yang diperlukan manajemen terutama yang berhubungan dengan data keuangan suatu perusahaan(Baridwan, 2000: 1). Menurut Puspitawati & Anggadini(2014), informasi akuntansi merupakan rangkaian aktivitas dalam pemrosesan data dari aktivitas bisnis pengolahan data keuangan perusahaan dengan menggunakan sistem informasi komputer yang terintegrasi secara harmonis. Holmes dan Nicholls 2008 juga berpendapat bahwa informasi akuntansi merupakan informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menetukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan,serta bermanfaat untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen operasional. Informasi yang dihasilkan mengenai bisnis perusahaan dapat mengetahui kondisi perusahaan di masa lalu, masa kini, dan juga untuk menentukan langkah perusahaan di masa depan untuk mencapai tujuan perusahaan khususnya dalam pengelolaan UMKM. Pendidikan menggambarkan proses pemilik/manajer untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan teknis serta kemampuan organisasi (Budiyanto, 2014). Pendidikan yang pernah ditempuh oleh pemilik/manajer UMKM memengaruhi pemahaman mengenai usaha yang sedang dijalankan dan pentingnya penggunaan informasi akuntansi bagi usaha mereka. Pendidikan yang rendah akan membuat informasi akuntansi semakin jarang untuk digunakan karena kurangnya pemahaman. Hidayat(2020), Skala usaha adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola usaha yang didasarkan atas banyaknya karyawan, dan jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode. Semakin besar skala usaha suatu perusahaan maka semakin tinggi penggunaan informasi akuntansi dalam perusahaan tersebut(Fitoriah,2019). Disamping tingkat produksitifitas, perusahaan sangat tergantung pada jumlah tenaga kerja yang harus dipekerjakan, jadi semakin banyak jumlah tenaga kerja yang dikerjakan menunjukan bahwa tingkat produktifitas yang cukup tinggi dialami oleh perusahaan khususnya pada perusahaan kecil menengah, sehingga kebutuhan perusahaan terhadap informasi yang akan dibutukan juga akan semakin meningkat. (Holmes, Scott, 2011). Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh jenjang pendidikan,skala usaha,pengaruh umur dan pelatihan akuntansi terhadap Penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin. Metode pengujian data yang digunakan adalah uji regresi berganda dan uji nilai selisih multak. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenjang pendidikan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, skala usaha tidak berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, umur perusahaan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, pelatihan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Menurut Solovida (2010), pelatihan akuntansi yang dimaksud adalah pelatihan akuntansi yang diselenggarakan oleh suatu lembaga pendidikan luar sekolah maupun lembaga pendidikan tinggi, atau balai pelatihan departemen atau dinas tertentu. Elemen penelitian ini adalah skala dikotomi. Kata Kunci:UMKM, Usaha mikro Kecil Dan Menengah, Penggunaan Informasi Akuntansi, Jenjang Pendidikan, Skala Usaha, Umur perusahaan, Pelatihan Akuntansi.

DESKRIPSI TENTANG PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA GOLONGAN I YANG DILAKUKAN PEREMPUAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah: Deskripsi Tentang Penyalahgunaan Narkotika Golongan I Yang Dilakukan Perempuan. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: Bagaimanakah bentuk pelaku melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I? dan Mengapa penerapan hukum terhadap terdakwa penyalahgunaan narkotika golongan I berbeda? Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah : untuk mengetahi bentuk pelaku melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I, dan untuk mengetahui alasan penerapan hukum yang berbeda terhadap terdakwa penyalahgunaan narkotika golongan I. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif yang disebut juga penelitian hukum kepustakaan atau studi dokumen karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Bentuk pelaku melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I adalah tanpa hak dan melawan hukum: a. Menyimpan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman. b. Menguasai Narkotika Golongan I bukan tanaman. c. Menjual dan menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I. 2. Penerapan hukum terhadap terdakwa penyalahgunaan Narkotika golongan I berbeda, karena: a. Penerapan Pasal dakwaan kepada terdakwa berbeda berdasarkan peran masing-masing terdakwa. b. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum berbeda. c. Indenpendensi hakim. Adapun saran dari penulis sebagai berikut: 1. Upaya pengungkapan pelaku penyalahgunaan narkotika, maka perlu adanya tindakan yang terkoordinasi antara para pihak atau instansi seperti antara kepolisian dengan pihak Badan Narkotika Nasional, Kementerian Perhubungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, lembaga- lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan setiap individu. 2. Sebagai upaya pencegahan tindak pidana narkotika perlu diintensifkan penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya narkotika melalui media massa seperti surat kabar, majalah, internet, jejaring sosial, sehingga anggota masyarakat menyadari bahaya besar narkotika. 3. Hakim diharapkan menerapkan sanksi sesuai ketentuan Peraturan Perundang- undangan yang berlaku.

DISPARITAS PUTUSAN PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP PELAKU PELANGGARAN HAM BERAT TIMOR- TIMUR (Studi terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor : 34/PK/PID.HAM AD HOC/2007)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi adalah Disparitas Putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Terhadap Pelaku Pelanggaran HAM Berat Timor-Timur (Studi terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor : 34/PK/PID.HAM AD HOC/2007) dengan Rumusan masalahnya adalah : mengapa Judex Facti dan Judex Juris menjatuhkan putusan pemidanaan, sedangkan putusan Peninjauan Kembali memberikan vonis bebas terhadap pelaku Pelanggaran HAM Berat Timor-Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui putusan Judex Facti dan Judex Juris menjatuhkan putusan pemidanaan, sedangkan putusan Peninjauan Kembali memberikan vonis bebas terhadap pelaku Pelanggaran HAM Timor-Timur. Variabel yang digunakan terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebab dan akibat hukum, variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat Timor-Timur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : Berdasarkan Hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Hakim Pengadilan dalam putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia terhadap pelaku pelanggaran HAM Berat Timor-Timur yaitu : Judex Facti dan Judex Juris menilai bahwa Terdakwa mampu bertanggung jawab secara hukum, pelanggaran hak asasi manusia berat Timot-Timur merupakan extra ordinary crime, Hakim menilai kualitas perbuatan Terdakwa, Hakim Pengadilan Hak Asasi Manusia Ad Hoc menilai hal yang memberatkan dan meringankan Terdakwa. Mengapa Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan vonis bebas adalah : Adanya keadaan baru (Novum) yang membuktikan Terpidana tidak bersalah dan Adanya kekhilafan dari Judex Juris. Saran dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis maka untuk bahan evaluasi dan perbaikan ke depan, penulis memaparkan beberapa saran yang dapat bermanfaat bagi semua pihak, diantaranya : Harus adanya suatu konsolidasi dari setiap majelis hakim dalam kasus yang terjadi sehingga masalah yang ada bisa terselesaikan dengan baik dan keputusan yang diambil benar menurut aturan yang berlaku atau yang di tetapkan dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat yang terjadi, membuat putusan, seorang hakim sepatutnya dalam menimbang dan memutus suatu perkara pelanggaran hak asasi manusia berat dengan memperhatikan asas keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan agar putusan yang dikeluarkan menjadi putusan yang ideal, memandang dan menjadikan nilai-nilai prinsip Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan sebagai dasar utama dalam konteks kejahatan terhadap kemanusiaan melindungi, mengembangkan, menegakan hak asasi manusia.

An Analysis On Affixation Process Of Anakalang Dialect, Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AN ANALYSIS ON AFFIXATION PROCESS OF ANAKALANG DIALECT PONDOK VILLAGE, UMBU RATU NGGAY BARAT DISTRICT, CENTRAL SUMBA REGENCY ABSTRACT Debora lubu lila1 Magdalena Ngongo2 Erny S.N.Hambandima3 This study is entitled An Analysis on Affixation Process of Anakalang Dialect Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency. The research questions in this study are 1). What are the types of affixes found in the Anakalang Dialect, Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency? 2) What are the functions and meanings of the types of affixes found in the Anakalang Dialect, Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency? This study aims to determine the types of affixation, functions, and meanings found in the Anakalang dialect, Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency. This research method is descriptive qualitative. Data sources were taken using observation techniques through recordings from native speakers of the Anakalang language in the process of proposing or transferring a girl. Based on the results of the analysis it was found that there are two types of affixes, functions, and meanings of Anakalang dialect namely: prefixes and suffixes. The prefix consists of six types: ha-, ka-, ma-, na-, pa-, and ta-. In comparison, the suffix consists of three types, namely -da, -na, and -ngu. The function of affixes in the Anakalang dialect, is to change word classes into other word classes and then form affixes according to the inherent basic form. The meaning of affixes in the Anakalang dialect is to have different meanings according to the inherent basic form. From the results of this study, it can be concluded that there are only two types of affixes in the Anakalang dialect, Pondok Village, Umbu Ratu Nggay Barat District, Central Sumba Regency, namely prefixes and suffixes, and have functions and meanings that change word classes into other word classes. Keywords: Anakalang Dialect, Affixation, Prefix, Suffix, Function, Meaning

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA TANAMAN PERKEBUNAN ILEGAL

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi penulis adalah: DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM DALAM PELAKU TINDAK PIDANA BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN. Rumusan masalah adalah: Mengapa pelaku tindak pidana tanaman perkebunan ada yang di pidana dan ada yang di putus bebas oleh hakim?, Tujuan penelitian adalah: Untuk mengetahui mengapa pelaku tindak pidana tanaman ada yang di jatuhkan putusan bebas oleh hakim, jenis penelitian normatif, sifat penelitian adalah bersifat deskriptif, variabel bebas, variabel terikat, Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka atau studi dokumen. Hasil Penelitian adalah: Bentuk kesengajaan pelaku dalam melakukan tindak pidana tanaman perkebunan adalah: a. Menguasai lahan secara tidak sah, b. Pelaku melakukan pembukaan lahan, c..Pelaku tidak memiliki izin, Alasan hakim menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana tanaman perkebunan adalah: a. Perbuatan terdakwa bukan perbuatan pidana, b. Tidak memenuhi surat dakwaan., Saran. a. Diharapkan kepada pemerintah yang terkait agar dapat memberikan sosialisasi bagi masyarakat luas terkait dengan tindak pidana perkebunan, b. Diharapkan bagi masyarakat yang ingin mebuka lahan perkebunan besar wajib memiliki izin. Kata Kunci: Tindak Pidana, Tanaman Perkebunan Ilegal

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG MELALUI PENERAPAN MEDIA AUDIO - VISUAL SISWA KELAS VIII SMP

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING BELAKANG MELALUI PENERAPAN MEDIA AUDIO - VISUAL SISWA KELAS VIII SMP Daniel Jawu Duka1*, M. Rambu P. Wasak2, Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Rendahnya hasil belajar materi senam lantai guling belakang para siswa terhadap kegiatan yang diadakan di sekolah dan juga para siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Kota Kupang. Tujuan penelitian: Untuk meningkatkan hasil belajar senam lantai guling belakang melalui penerapan media audio-visual di SMP Negeri 3 Kota Kupang. Metode penelitian: penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) karena dalam penelitian ini merupakan pada upaya pemecahan masalah ataupun perbaikan yang di rancang menggunakan penelitian tindakan kelas yang bersifat lefleftif dan kolaboratif. Hasil dan pembahasan: Hasil dalam penelitian ini mempunyai dua siklus dan presentase hasil ketrampilan dalam melakukan guling belakang yaitu siklus 1 dan 2, Pada siklus 1 diketahui jumlah siswa yang mengikuti tes teknik melakukan guling belakang sebanyak 25 orang siswa. Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan berupa pembelajaran penjas pada materi senam lantai guling belakang melalui penerapan media audio-visual seperti diuraikan di atas, maka peneliti merefleksikan bahwa kegiatan pembelajaran tersebut telah dapat dilakukan dengan baik dan terbukti mampu meningkatkan hasil belajar senam lantai guling belakang melalui penerapan media audio-visual pada siswa kelas VIII A di SMP Negeri 3 Kota Kupang. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui persentase siswa kelas VIII A di SMP Negeri 3 Kota Kupang yang tuntas (NA tes melakukan gerakan guling belakang> 75) pada siklus 1 hanya 64,2%. Namun, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 86,32% pada siklus 2.Hal tersebut menjelaskan bahwa persentase siswa SMP Negeri 3 Kota Kupang yang tuntas semakin baik setelah siswa diberi tindaka n berupa penerapan media audio-visual.

POTENSI OBJEK WISATA PANTAI MOTADIKIN DI DESA FAHILUKA, KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARIA DEWISRIANI M. TAHU (17382474) Potensi Objek Wisata Pantai Motadikin di Desa Fahiluka, Kecamaan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka: Dr. Beatrix M. Rehata, S.Pi, M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pengembangan pada sektor parawisata sangat perlu untuk dilakukan karena dapat memberikan dampak yang kuat terhadap perbaikan kualitas ekonomi masyarakat dan wilayah didaerah sekitar objek wisata itu sendiri. Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Pantai Motadikin, maka perlu didororng oleh faktor pendukung lainnya, seperti sarana dan prasarana atau fasilitas yang lengkap, akses yang dapat dijangkau dengan mudah, atau pun faktor pendukung lainnya yang dapat membuat pengunjung atau wisatawan menjadi nyaman dan betah untuk menikmati wisata di Pantai Motadikin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November-Desember 2021 di wisata Pantai Motadikin, Desa Fahiluka. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling mengunakan rumus slovin. Analisis data terhadap pengembangan potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptif dan diolah mengunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dan menganalisis potensi wisata pantai mengunakan rumus SLOVIN. Secara umum pendidikan respoden pada saat wawancara masyarakat di Desa Fahiluka Tingkat pendidikannya adalah SD dengan presentase sebanyak 12,5%, SMP sebanyak 16,6%, SMA sebanyak 12,5%, Sarjana 25%, sedangkan mahasiswa sebanyak 33,3 Kehidupan masyarakat dalam tatanan sosial ekonomi sangat ditunjang oleh tingkat pendidikan. Kata Kunci :Potensi Objek, Wisata, Pantai, Motadikin.

STUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN LEDEANA DAN MEBBA KECAMATAN SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN AGUSTHINA DJO HAU (17383920).Stuktur Komunitas Makroalga di Perairan Ledeana dan Mebba Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba Merupakan salah satu pantai yang memiliki wilayah pasang surut serta memiliki tipe pantai dengan tipe substrat berbatu, berpasir serta berkarang.pantai ini memiliki sumberdaya hayati salah satunya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba terdiri dari 3 Devisi yaitu Phaephyta terdiri dari 6 spesies, Padina australis, Dyctyopteris polypodioide, Sargassum polycarpum, Sargassum muticum Sargassum horneri, cystoseira sedangkan Rhodophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Gracilaria coronopifalia, Galaxaura rugosa dan Clorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Caulerpa lentilifera, Boergisenia forbesii, Caulerpa taxifolia,Halimeda disconosoides. Nilai indeks keanekaragaman PantaiLedeana 0,636 dan Kelurahan Mebba 0,901 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Ledeana yaitu 0,106, dan Kelurahan Mebba 0,901 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (C) Pantai Ledeana 0,295 dan Kelurahan Mebba 0,059 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi. Kata Kunci :struktur komunitas, makroalga, perairan Ledeana, dan Kelurahan Mebba

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE DI KECAMATAN INSANA UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suatu usaha dikatakan layak apabila usaha tersebut dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha tersebut. Adapun usaha penangkapan ikan yang di lakukan oleh nelayan selama ini berjalan dengan baik tetapi para nelayan belum ada yang melakukan analisis mengenai usaha penangkapan minipurseseine yang berada di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung secara semi terstruktur terhadap masyarakat yang pekerjaan utamanya melakukan penangkapan ikan menggunakan alat minipurse seine. Data sekunder diperoleh dari data instansi terkait. Biaya investasi yang dikeluarkan oleh nelayan Desa Humusu untuk pembelian kapal, mesin, jaring (pukat) dari rata-rata 6 responden yaitu Rp.493.895.833. Sedangkan biaya investasi Desa Oesoko dari rata-rata 5 responden sebesar Rp.529.000.000.Besarnya biaya varibel yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha perikanan tangkap mini purse seine responden (nelayan) Desa Humusu dan Oesoko bervariasi tergantung kebutuhanya dengan rata-rata sebesar Rp.9.090.000 dan Rp.9.740.000. Biaya tidak tetap diperuntukan untuk biaya operasional berupa pembelian bahan bakar minyak (BBM), perawatan alat tangkap, dan upah ABK yang dikeluarkan oleh nelayan Desa Humusu dan Oesoko dengan nilai rata-rata sebesar Rp.8.551.107dan Rp.9.120.587. Perhitungan R/C Ratio usaha perikanan mini purse seine nelayan Desa Humusu dan Oesoko dengan rata-rata sebesar15,2 dan 12,07, dan hasil perhitungan ROI (Return On Invesment) usaha perikanan mini purse seine nelayan Desa Humusu dan Desa Oesoko dengan rata-rata nilai ROI sebesar 14,92% dan 12,62%. Sedangkan hasil perhitungan BEP break event point atau titik impas usaha perikanan tangkap nelayan Desa humusu dan Oesoko menunjukan bahwa usaha tersebut mengalami keuntungan dengan nilai BEP rata-rata sebesar Rp.442.700.000 dan Rp.336.200.000. Dapat disimpulkan bahwa usaha perikanan tangkap mini purse seine nelayan Desa Humusu dan Desa Oesoko dengan menggunakan analisis ROI, R/C Ratio.dan break event point (BEP) menunjukan bahwa usaha perikanan tangkap di Desa Humusu dan Oesoko yang dijalankan dengan pendapatan perbulan sebesar 14,92% dan 12,62% dan sangat menguntungkan

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN FASILITAS OLAHRAGA DI SMP SATAP NEGERI OETFO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KINERJA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Yohanes Dominggus Berek*, David Loba2, Agustinus J. Nafie3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email [email protected] latar belakang:Fasilitas olahraga merupakan alat penunjang bagi guru dan siswa untuk membantu dalam kegiatan proses pembelajaran penjas dengan ada fasilitas olahraga bisa mempermudah kegitan proses pembelajaran. Tujuanpenelitian:untuk mengetahui peran kepala Sekolah dalam mendukung pengembangan fasilitas olahraga di SMP Satap Negeri Oetfo Kabupaten Timor Tengah Utara. Metodepenelitian:Penelitian ini menggukan metode deskrptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara langsung dengan kepala Sekolah guru pamong dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawacara dan dokumentasi. Teknik anlisis data menggunakan data reduction, data displyadan conlusion/verification. Hasildanpembahasan:Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa peran kepala Sekolah dalam mendukung pengembangan fasilitas sarana prasarana olaharaga di SMP Satap Negeri Oetfo belum tersedianya fasilitas sarana prasarana olahraga. Hal ini juga menujukan bahwa masih banyak kekurangan fasilitas sarana prasarana olahraga, sehingga masih banyak kekurangan fasilitas sarana prasrana olahraga yang masih menggunakan modifikasi terhadap fasilitas sarana prasrana olaharaga di SMP Satap Negeri Oetfo. Simpulan:peneliti menyimpulkan bahwa data hasil peran kepala Sekolah dalam mendukung pengembangan fasilitas olahraga di SMP Satap Negeri Oetfo, masih banyak kekurangan faslitas sarana dan prasarana olahraga di sekolahini, sehingga masih menggunakan modifikasi terhadap fasilitas sarana prasarana olahraga yang membuat siswa atau siswi kurang senang dengan proses pembelajaran penjas. Katakunci: fasilitas sarana dan prasarana olahraga

Struktur komunitas echinodermata pada ekosistem lamun di perairan desa ramedue kecamatan hawu mehara kabupaten sabu raijua

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN DIKSON RATU PA (17381950). Struktur Komunitas Echinodermata Pada Ekosistem Lamun Di Perairan Desa Ramedue Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan WILSON L. TISERA., S,Pi. M.Si. Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Echinodermata merupakan salah satu hewan yang penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen dalam rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Ramedeu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu pada bulan Maret 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode Transek Sabuk (Blet Transect).Transek dipasang tegak lurus dengan garis pantai sepanjang 100 m. kemudian dilakukan pengamatan ke kiri dan kanan transek 2,5 m x 2,5 m. jarak antra transek 50 m. sehinggga didapatkan total luas area pengamatan adalah 500 m2. Setiap stasiun dilakukan pemasangan tiga transek. Analisis data dilakukan terhadap Kelimpahan, Keanekargaman, Keseragaman dan Dominansi. Faktor fisik-kimia perairan juga diambil sebagai data pendukung Hasil penelitian echinodermata di Perairan Desa Ramedue ditemukan13 spesies, 4 class dengan jumlah 440 individu. Stasiun I terdapat 12 spesies dari 4 Class, Stasiun II terdapat 12 spesiesdari 4 Class, sertastasiun III terdapat 13 spesies dari 4 Class. Struktur komunitas echinodermata di Perairan Desa Ramedue memiliki kelimpahan jenis dan relatif berbeda-beda yakni stasiun I yang tertinggi yaitu jenis Tripneustesgratlla dengan nilai sebesar 0,019 ind/m², 18%, stasiun II Tripneustesgratlla dengan nilai sebesar 0,016 ind/m², 17%, dan stasiun III Diademasetosum dengan nilai sebesar 0,016 ind/m², 17%. Indeks keanekaragaman jenis yang berbeda-beda yakni stasiun I memperoleh nilai sebesar 1,001, stasiun II memperoleh nilai sebesar 1,027, serta stasiun III memperoleh nilai sebesar 1,047 tergolong keanekaragaman sedang. Nilai indekskeseragaman pada stasiun I sebesar 0,928, stasiun II sebesar 0,952, dan stasiun III sebesar 0,940. Berdasarkan kriteria maka nilai indek skeseragaman Filuum Echinodermata pada stasiun I, II dan III memiliki nilai populasi yang stabil, dan nilai indeks dominansi pada stasiun I yakni 0,110, stasiun II yakni 0,104, dan pada stasiun III yakni 0,094. Hasil analisis dominansi menunjukan bahwa tidak ada spesies yang mendominansi dengan nilai tidak mendekati 1 atau mendekati 5. Tidak ada jenis Echinodermata yang mendominansi pada stasiun 1, II dan III.

ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN MINI PURSE SEINE DI MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN MBONGAWANI KABUPATEN ENDE

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perikanan merupakan salah satu bidang yang diharapkan menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Perikanan dapat berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah keragamannya. Akibat yang ditimbulkan dari adanya pandemi Covid-19, terjadinya perubahan drastis pada semua sektor termasuk didalamnya perikanan tangkap dalam hal ini nelayan mini purse seine yang ditandai dengan penurunan jumlah trip penangkapan nelayan selama melaut. Pendapatan nelayan berupa nilai uang yang didapat dari hasil penjualan produksi ikan yang dipengaruhi oleh besarnya jumlah hasil tangkapan. Pandemi covid-19 juga berpengaruh terhadap interaksi jual beli antara nelayan dan juga masyarakat sekitar sehingga nelayan sangatmerasakan kerugian akibat harga ikan menurun bahkan tidak bisa menjual hasil tangkapannya. Pendapatan nelayan mini purse seine selama masa pandemi Covid -19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pendapatan nelayanmini purse seine di masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pegamatan langsung). Hasil penelitian ini biaya investasi sebelum dan sesudah pcovid-19 yaitu 234.250.000 dengan biaya penyusutan 3.458.927. Nilai return on investmen (ROI) sebelum covid-19 sebesar 98% dan selama Covid-19 yaitu 80 %.Nilai Break Even Point (BEP) di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum Covid-19 sebanyak 20.695 Box dan Nilai Break Event Point (BEP) selama Covid-19 sebanyak 20.536Box sedangkan BEP harga sebelum pandemi covid-19 titik impas pada level harga minimum Rp.1.052.332pada penjualan total produksi 118 dengan jumlah rata-rata 5,9 Boks ikan dan BEP harga selama pandemi covid-19 akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rppada. 1.052.332 penjualan total produksi sebelum covid-19 sebesar 118 dengan rata-rata 5,9 boks dan selama covid-19 sebesar 116 dengan jumlah rata-rata 5,3 Box ikan. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) nelayan di Kelurahan Mbongawani Kabupaten Ende sebelum pandemi covid-19 R/C Ratio yaitu 1.33R/C Ratio selama pandemi covid-19 yaitu 1.24

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE DI KECAMATAN LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mini purse seine merupakan alat tangkap yang sebagian besar bagian utamanya adalah jaring yang di pergunakanuntuk menangkap ikan pelagis dengan jumlah yang banyak. Mini purse seine merupakan alat tangkap yang berbentuk persegi panjang dengan pelampung di bagian atas dan pemberat serta cincin besi di bagian bawah. Kegiatan penangkapan dengan alat tangkap mini purse seine di Kabupaten Flores Timur telah cukup lama berkembang dengan baik. Namun ada faktor yang mempengaruhi dari penggunaan alat tangkap mini purse seine yaitu faktor internal dan eksternal. Analisis usaha dalam bidang perikanan tangkap merupakan suatu analisa ekonomi untuk mengetahui ukuran keberhasilan yang telah dicapai dalam usaha perikanan. Usaha penangkapan ikan harus memperhatikan kondisi lingkungan, pengalaman usaha penangkapan ikan, serta kelayakan usaha penangkapan, khususnya usaha penangkapan mini purse seine di Kabupaten Flores Timur agar dapat berjalan terus. Pengertian layak usaha adalah bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak pelaksanaan suatu usaha yang berpotensi dapat memberikan keuntungan atau manfaat, baik dari aspek financial maupun social bagi pelaku usaha tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Analisis yang digunakan adalah analisis Return on Invesmesnt (ROI) untuk mengukur tingkat pengembalian investasi dan penerimaan, analisis Benefit Cost Ratio (B/C) untuk mengukur kinerja kegiatan pengelolaan sumberdaya dari aspek perbandingan penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan, analisis Break Event Point (BEP) untuk mengetahui batas nilai produk suatu usaha mencapai titik impas. Hasil analisis kelayakan usaha menunjukan bahwa nilai return on investmen (ROI) yang di peroleh sebesar 70,8. Nilai B/C Ratio Pertahun dalam usaha perikanan tangkap mini purse seine sebesar1,70. Nilai break event point (BEP) nelayan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur akan mencapai titik impas pada penjualan sebanyak 2.142 Kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum 10.739 rupiah pada penjualan total produksi 3.989 Kg ikan

AN ANALYSIS ON THEMATIC ROLES IN GOSPEL OF LUKE OF TETUN BELU

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AN ANALYSIS ON THEMATIC ROLES IN GOSPEL OF LUKE OF TETUN BELU ABSTRACT Student, 1 Supervisor1 Supervisor2, Deni Kristian Bei Magdalena Ngongo June A. Jacob Corresponding Writer’s [email protected] The title of this writing is “An analysis on thematic roles in Gospel of Luke of Tetun Belu” the problem of this study are 1. What are the thematic roles in gospel of Luke of Tetun Belu. 2. How are thematic roles in Tetun Belu classified based on gospel of Luke. Therefore the aims of this research is to describe what are the thematic roles in gospel of Luke of Tetun Belu, and to explain the Tetun Belu classification based on thematic roles in gospel of Luke. All the gained data are classified and analysed using Descriptive qualitative Method. The research was conducted in following procedure; first the writer chose Gospel of luke, second the writer read it to describe the Thematic roles, based on their writer, third analysed the data, fourth, the writer classified the thematic roles based on thematic roles, and the last the writer reported the Result of data analyzed. The result of this research showed that there are thirteen Thematic roles in Gospel of Luke of Tetun Belu. They are: Agent, Experiencer, Recipient, Beneficiary, Instrument, Theme, Patients, Stimulus, location, Source, Goal, Path, Accompaniment. Related to the classification argument in gospel of Luke of Tetun Belu there are some of roles that become mark to add another arguments in a sentennce they are; Agent is relevant with patient such as, we dei, Yesus, hakerek nia. Experiencer is relevant with Goal: Yesus nare, bero mamuk rua, Yesus toba, Maria bena. Recepient is relevant with source: Maria, natudu laran di’ak, ema. Beneficiary Recepient is relevant with Location such as, Ema ida, Daud husar-binan, Lewi, Yesus. Instrument is relevant with Agent such as, Nia, ha’i, mina morin. Theme is o fiar ti’an, Fini nia. Patients is relevant with Agent: Ami, kfui bele-bele, Yesus, hakerek nia, tubi. Stimulus is relevant with Theme: kalo’an, sia. lia maliak, kalo’an. Location is relevant with Theme such as, ita, Betlehem, Yesus Debu boot Galilea tehen. Source is relevant with Agent such as, Nia, ha rai Galilea. Goal is relevant with source: leo Nasaret, iha rai Galilea, Nia, Yesus, sa’e bero. Path is relevant with Agent such as, na’i lulik, tuir nia, ema ida, fila baa, Nasaret. Accompaniment is relevant with Agent such as Maria, no Elisabet, no sia. Key words: Luke Gospel,Thematic Roles,Tetun Belu.

A DESCRIPTIVE STUDY OF STUDENT SATISFACTION LEVEL TEACHING STRATEGIES BY PPL UKAW STDENTS AT SMP NEGERI 10 KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

A DESCRIPTIVE STUDY OF STUDENT SATISFACTION LEVEL TEACHING STRATEGIES BY PPL UKAW STUDENTS AT SMP NEGERI 10 KUPANG ABSTRACT Student, Supervisor1, Supervisor2, (Sophia Dewanti Bili) (Seprianus A. Nenotek, S.Pd., M.Pd) (Norci Beeh, S.Pd., M.Pd) Corresponding writer’s email: [email protected] This research is entitled A Descriptive Study of Student Satisfaction Level Teaching Strategies for PPL UKAW Students at SMP Negeri 10 Kupang. The formulation of the problem in this study is what is the level of student satisfaction with the UKAW PPL teaching strategies for students at SMP Negeri 10 Kupang? The purpose of this study was to determine the level of student satisfaction with the teaching strategies of UKAW PPL students at SMP Negeri 10 Kupang. The approach used in this research is quantitative descriptive using Sopiatin's theory (2010). Sources of data in this study were individuals from 15 students of SMP Negeri 10 Kupang using a questionnaire. The results of the study found that the level of student satisfaction with the teaching strategies of PPL UKAW Kupang students was in very satisfied category with a score of 81.33%, but the empathy indicator had to be maximized because students felt quite satisfied. So, the writer can conclude that the teaching strategy used by UKAW Kupang PPL students is good and it is prove with students feeling satisfied. Keywords: Level of student satisfaction, teaching strategies, PPL students  

FIGURATIVE LANGUAGE ON JOHN MAYER’S ALBUM “THE SEARCH FOR EVERYTHING”

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FIGURATIVE LANGUAGE ON JOHN MAYER’S ALBUM THE SEARCH FOR EVERYTHING ABSTRACT Priskila Daddu Ngediˡ Erny S. N. Hambandima² Zuvyati A. Tlonaen³ English Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education Artha Wacana Christian University [email protected] The title of this writing is “Figurative Language on John Mayer’s Album The Search for Everything”. Song is an example of literary and musical work where the words are performed to express thoughts and feelings. Figurative language is any way of saying other than the ordinary way. Figurative language are quite important to be learned to prevent any misunderstanding. The researcher formulated one research problem to observe and get the data for the research. The research problem is what are types of figurative language found in John Mayer’s song album. The purpose of this research is to identify the types of figurative language in the song lyrics of John Mayer. The researcher used descriptive qualitative method. This research has shown that this album consist of twelve song, because there is only one song that has no song lyrics. Therefore, the songs having lyrics are eleven. The result of this research those eleven songs become the data for this study, there are six types of figurative language, there are 12 data classified as hyperbole for example i have told you that a million times, 10 data belong to paradox for example nobody goes to that restaurant because it is too crowded, 9 data belong to personification for example the stars danced around the night sky, 4 data belong to metaphor for example your diamond eyes amaze me, 6 data belong to symbol for example she is so beautiful like a rose,3 data belong to simile for example the child resembles his father and 5 data belong to verbal irony for example your hand writing is very good that i could not read it. Key words: Song, Types of Figurative Language

PENGARUH MODAL KERJA DAN LIKUIDITAS TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) PADA KSP KOPDIT TIMAU INDAH

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH MODAL KERJA DAN LIKUIDITAS TERHADAP RETURN ON ASSETS ( ROA) PADA KSP KOPDIT TIMAU INDAH NAMA : YUDITHA M. UKAT NIM : 18190168 PROGRAM STUDI : AKUNTANSI FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAKSI Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kondisi return on assets (ROA) pada KSP Kopdit Timau Indah 2017-2021 masih di bawah standar yang ditetapkan yaitu 7% dan adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu. Permasalaahan yang diambil adalah bagaimana kondisi dan pengaruh efektivitas modal kerja dan likuiditas terhadap return on assets (ROA) pada KSP Kopdit Timau Indah. Tujuan dari penelitian ini yatu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh efektivitas modal kerja, likuiditas terhadap return on assets (ROA) KSP Kopdit Timau Indah. Metode dalam penelitian ini adalah meliputi populasi dan sampel. Populasinya yaitu berupa laporan keuangan (neraca dan rugi laba) KSP Kopdit Timau Indah Periode 2006-2022. Sampel penelitian ini adalah laporan keuangan (neraca dan rugi laba) KSP Kopdit Timau Indah Periode 2017-2021. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.variabel bebas dalam peneltian ini terdiri dari efektivitas modal kerja (X1) dan Likuiditas (X2) sedangkan variabel terikat yaitu ROA (Y). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi.Teknik analisiis data dalam penelitian ini adalah analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Tinggkat efektivitas modal kerja pada KSP Kopdit Timau indah tahun 2017-2021 tergolong tidak efektif,sebagian besar perputaran modal kerja kurang dari 3,5 kali. Tingkat likuiditas KSP Kopdit Timau Indah tahun 2017-2021 rata-rata 200%-250% tergolong efektif. Berdasarkan uji determinasi diperoleh nilai R Square 0,485 yang berarti variansi data variabel independent dan dapat menjelaskan variansi data variabel independent sebesar 0,485 atau 48,5%, sedangkan sisanya 51,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ikut dalam pengujianHasil persamaan regresi yaitu Y= -1048,114-33,194 x 1+ 0,029 x2. Berdasarkan uji anova /uji F diperoleh Fhitung sebesar 0,940 atau 9,40 Ftabel 19,00 bertada positif berarti sama-sama efektivitas modal kerja dan likuiditas berpengaruh positif terhadap ROA. Hasil koefisien determinasi adalah besarnya kotribusi X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,485 atau 48,5% sedangkan sisanya 51,5% dijelsakan oleh variabel lain yang tidal ikuut dalam pengujian Nilai konstanta (a) sebesar-1048,114 bertanda negatif menunjukkan. Koefisien regresi efektivitas modal kerja (X1) sebesar 33,194bertanda positifmenandakan bahwa jika efektivitas modal kerja naikdengan asumsi variabel lainnya (likuiditas) dianggap tetap, maka berpengaruh terhadap return on asset. Koefisien regresi likuiditas (X2) sebesar 0,029bertanda positif menandakan bahwa jika likuiditas naik dengan asumsi variabel lainnya (efektivitas modal kerja) dianggap tetap, maka akan return on assets akan naik. bahwa ketika ada perubahan pada variabel efektivitas modal kerja dan likuiditas atau konstan, nilai return on assets ( ROA) akan menurun. Berdasarkan hasil penelitian di ajukan saran kepada KSP Kopdit Timau Indah agar Koperasi lebih memperhatikan tingkat keefektivan modal kerja koperasi selama periode tertentu tetapi pinjaman tersebut tidak mempunyai tanggungan atau bunga yang besar. Pinjaman tersebut dapat digunakan untuk menjamin kewajiban lancar ,maka return on assets (ROA) yang diperoleh akan optimal. Kata kunci: modal kerja, Liikuidtas, Return On Assets (ROA

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PERMAINAN TENIS MEJA DENGAN PENDEKATAN TAKTIS PADA KELAS VIII SMPN 4 LOLI.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PERMAINAN TENIS MEJA DENGAN PENDEKATAN TAKTIS PADA KELAS VIII SMPN 4 LOLI. Oskar Jaga Dewa1*, David Loba2, Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, rendahnya hasil belajar materi tenis meja para siswa SMPN 4 Loli terhadap kegiatan yang diadakan di sekolah dan juga para siswa SMPN 4 Loli masi kurang pembelajaran tenis meja oleh karna itu guru berperan dalam membimbing siswa meningkatkan ketrampilan dalam pendekatan taktis tenis meja dan juga memberikan motivasi belajar. Tujuan penelitian:untuk meningkatkan permainan tenis meja dengan pendekatan taktis pada siswa kelas VIII SMPN4 Loli. Metode penelitian: Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)karena dalam penelitian ini merupakan pada upaya pemecahan masalah ataupun perbaikan yang di rancang menggunakan penelitian tindakan kelas yang bersifat lefleftif dan kolaboratif. Hasil dan pembahasan: Hasil dalam penelitian ini mempunyai dua siklus dan presentase hasil ketrampilan tenis meja siklus 1 dan 2, analisis permasalahan persentase siswa SMPN 4 Loli yang tuntas (NA tes Teknik dasarn permainan tenis meja> 75) pada siklus 1 hanya 54,7%. Namun, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 89,7% pada siklus 2. Hal tersebut menjelaskan bahwa persentase siswa SMPN 4 Loli yang tuntas semakin baik setelah siswa diberi Tindakan berupa pembelajaran Teknik dasar permainan tenis meja melalui dengan pendekatan taktis. Simpulan: Upaya meningkatkan keterampilan tenis meja dengan pendekatan taktis menunjukan presentase ketuntasan sebesar 89,7% bagi siswa kelas VIII di SMPN 4 Loli Katakunci:Keterampilan, penerimaan tenis meja, pendekatan Taktis.