ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Arang aktif merupakan suatu produk yang dihasilkan dari metode karbonisasi, baik secara kimia, fisika, maupun keduanya. Struktur arang dengan pori-pori yang terbuka luas, sehingga kapasitas penyerapannya menjadi lebih tinggi. Arang aktif digunakan sebagai media filter terhadap penurunan kualitas air limbah tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas arang aktif dari tempurung lontar (B.flabelliter L) dalam menurunkan, suhu, warna, bau, TSS, COD, BOD, pH, NH₃, NO₂ Mikrobiologi dari limbah pabrik Tahu Bintang Oesapa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai:suhu, pH, BOD, COD, TSS, NH₃, dan NO₂ secara berurutan adalah; 25°C; 5,60; 839,47mg/L; 1094,600mg/L; 9,31mg/L; 0,097mg/L; 0,054mg/L. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 25°C; 7,00; 544,89mg/L; 967,827mg/L; 8,97mg/L; 0,050mg/L; 0,01mg/L. Hasil pengujian pada titik tiga, sebelum filter nilai parameter secara berurutan: 25°C; 6,25; 309,39mg/L; 1004,700mg/L; 9,46mg/L; 0,484mg/L; 1,336mg/L. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 25°C; 7,00; 173,13mg/L; 961,053mg/L; 9,38mg/L; 0,503mg/L; 0,22mg/L. Namun, uji total Coliform pada titik I dan titik III diperoleh hasil yang berbeda yaitu 180/100 mL dan 1.700/100 mL pada titik III tidak memenuhi standar baku mutu air limbah ditetapkan oleh pemerintah yaitu PP No. 82 Tahun 2001. Hasil yang didapatkan menunjukan kondisi air limbah tahu dengan parameter bau, warna, suhu, COD, BOD, NH₃, NO₂ dan total coliform pada titik I dan III Sebelum filter melewati batas baku mutu yang diijinkan menurut permen Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN ARANG TEMPURUNG KELAPA MUDA (Cocos nucifera L.) TERHADAP PRODUKTIVITAS PERTUMBUHAN BAYAM (Amaranthus hybridus L.) Pandie J. P)* Rupidara A. D. N)* Solle H. R. L)* Kelapa di Indonesia merupakan jumlah tanaman produktif mencapai 73,6%. Kelapa atau Cocos nucifera adalah tanaman yang mempunyai batang yang lurus tinggi dengan buah yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah αpenggunaan arang tempurung kelapa muda (Cocos nucifera L.) sebagai media tanam berpengaruh nyata atau tidak nyata terhadap produktivitas pertumbuhan bayam hijau (Amaranthus hybridus L.). Penelitian untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari arang tempurung kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman bayam hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan 0= kontrol (tanpa arang tempurung kelapa muda), perlakuan 1= 250 gram arang tempurung kelapa muda, perlakuan 2= 500 gram arang tempurung kelapa muda, perlakuan 3= 750 gram arang tempurung kelapa muda, perlakuan 4= 1000 gram arang tempurung kelapa muda. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam Anova dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan Uji Beda Nyata (BNT) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helaian daun dan diameter batang. Berdasarkan hasil penelitian pemberian arang tempurung kelapa muda terhadap parameter pengukuran memberikan pengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman (fhit 23,46 > 3,48 α 0,05%) dan jumlah daun (fhit 8,44 > 3,48 α 0,05%) sedangkan memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter pengukuran diameter batang (fhit 4,74 > 3,48 α 0,05%). Pemberian pupuk pada 5 perlakuan dengan konsentrasi sebesar 1000 gram memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman bayam hijau 80,60 cm, jumlah helaian daun sebanyak 84 helai dan diameter batang 3,82 dibandingkan perlakuan lainnya. Kata kunci : Bayam, Arang Tempurung Kelapa Muda, Pertumbuhan. Keterangan :*) Peneliti, **) Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF USING YOUNG COCONUT SHELL CHARCOAL (Cocos nucifera L.) ON THE PRODUCTIVITY OF SPINACH (Amaranthus hybridus L.) GROWTH Pandie P. J)* Rupidara A. D. N)* Solle H. R. L)* As a country located in the tropics, Indonesia is one of the largest coconut producers in the world. The area of coconut plantations in Indonesia in 2005 reached 3.29 million ha with 73.6% productive plants. Coconut or Cocos nucifera is a plant that has a tall, straight stem with large fruit . This study aims to determine whether the use of young coconut shell charcoal ( Cocos nucifera L.) as a planting medium has a significant or no significant effect on the growth productivity of green spinach (Amaranthus hybridus L. ). Research to determine the best concentration of young coconut shell charcoal ( Cocos nucifera L.) on the growth of green spinach (Amaranthus hybridus L. ). The method used in this study was an experimental method using a randomized block design (RAK ) with treatment 0= control (without young coconut shell charcoal ), treatment 1= 250 grams of young coconut shell charcoal, treatment 2= 500 grams of charcoal young coconut shell, treatment 3= 750 grams of young coconut shell charcoal , treatment 4= 1000 grams of young coconut shell charcoal . The data obtained were analyzed by Anova analysis of variance and then a follow-up test was carried out with the Significant Difference Test (LSD). at the level of 5%. Parameters with the average value and the overall treatment value of each repetition observed include plant height, number of leaf blades and stem diameter. Based on the results of the research giving young coconut shell charcoal to the measurement parameters had a significant effect on plant height, number of leaves and stem diameter. Fertilizer application in the 5th treatments with a concentration of 100 0 gram has a significant effect in increasing plant height growth with an average green spinach plant height of 80.60 cm, a total of 84 leaf blades and stem diameter of 3.82 compared to other treatments. Keywords :Spinach, Young Coconut Shell Charcoal, Growth Description :*) Researcher, **) Advisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan perekat pada pembuatan briket arang tempurung kelapa . Bahan yang di gunakan yaitu serbuk arang tempurung kelapa yang diolah menjadi partikel dengan di bakar . Penilitian dilakukan dengan 10% , 15% , 20 % , 25 % perlakuan dengan ukuran ayakan bahan baku 60 mesh, rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji duncan. Setiap perlakuan mengalami 4 ulangan dengan berat bahan baku 1000 gr. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada perbandingan , lama nyala, massa jenis, dan kadar air.Perlakuan (perekat 25%) adalah perlakuan terbaik dari setiap perlakuan yang menghasilkan nilai massa jenis tertinggi 15% 26,1 gr,lama waktu pembakaran tertinggi 2 j 40 m, massa jenis tertinggi namun berbeda nyata dengan perlakuan (perekat 25 %) kadar air terendah 6 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS TEMPURUNG KELAPA TIPE SEMI MEKANIS Nanggi L. Alosius* Bunga Habba, J. F** Dethan, J.J.S** Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Penelitian ini telah di laksanakan di laboratirum mekanisasi pertanian, Univesitas Kristen Artha Wacana . Pada awal teknik pengupasan tempurung kelapa yang sering digunakan petani kelapa adalah menggunakan parang. Pengupasan tempurung kelapa menggunakan parang pun terbilang belum efektif apabila digunakan untuk mengupas tempurung kelapa dalam jumlah sedikit. Penggunaan parang membutuhkan tenaga dan waktu yang besar. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang rancang bangun alat pengupas tempurumg kelapa semi mekanis, agar dapat menghemat tenaga dan waktu pengupasan kelapa yang mengakibatkan kesulitan bagi petani kelapa dalam hal pengupasan tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan rancang bangun dan kapasitas kerja alat pengupas tempurung kelapa tipe semi mekanis. Rancang bangun alat pengupas tempurung menggunakan metode trial and error dimana setelah alat dirancang atau di desain di lakukan uji coba dan bila di temukan komponen komponen yang belum berfungsi dengan baik maka di lakukan perbaikan terhadap komponen tersebut sampai komponen tersebut berfungsi dengan baik,penelitian di lanjutkan dengan menghitung kinerja alat pengupas tempurung kelapa dengan jumlah ulangan tiga kali.kinerja alat pengupas tempurung kelapa di hitung dengan rerata ulangan tersebut uji kinerja(jam/buah)hasil penelitian terhadap kinerja alat pengupas tempurung kelapa semi mekanis menunjukan bahwa cukup maksimal baik, dari hasil uji kinerja mesin pengupas tempurung kelapa semi mekanis menunjukan bahwa kapasitas kerja mesin pengupas trmpurung semi mekanis sebanyak 9 buah dengan waktu rata – rata 0,20 detik dengan menghasilkan pengupasan 137 buah/jam.dalam rancngan alat pengupas tempurung kelapa semi mekanis ini mengunakan tenaga penggerak yaitu motor listrik(Dinamo penggerak) dan bahan utama adalah buah kelapa kering. Kata kunci :Kelapa,pengupas,tempurung,semi,mekanis *peneliti **pembimbing