Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: simbol
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN ME’O (GONG ROTE) DALAM IBADAH "Satu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat dan Implikasinya Bagi GMIT Imanuel Oelolot Klasis Rote Barat"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Imanuel Oelolot yang hidup dalam konteks sosial dan budaya Rote yang masih kuat dan memengaruhi kehidupan bergereja. Salah satu unsur budaya yang digunakan dalam ibadah jemaat adalah Me’o (Gong Rote). Penggunaan gong dalam ibadah menimbulkan beragam pemahaman di kalangan jemaat, mulai dari sarana pembentuk suasana dan pelestarian budaya hingga simbol iman dan pujian kepada Allah. Keragaman pemahaman tersebut menunjukkan perlunya refleksi teologis yang lebih mendalam mengenai makna dan fungsi gong dalam ibadah Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat, menganalisis pemahaman jemaat tentang penggunaan Me’o (Gong Rote) dalam ibadah, serta merefleksikan secara teologis penggunaannya dan implikasinya bagi kehidupan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Me’o (Gong Rote) dapat dimaknai sebagai simbol bunyi dalam ibadah apabila digunakan secara sadar dan terarah dalam kerangka liturgi gereja. Penggunaan gong dalam ibadah berpotensi memperkaya penghayatan iman jemaat serta mempertegas keterkaitan antara iman Kristen dan konteks budaya lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TUA ES NOK IN SUNAN Suatu Tinjauan Sosiologi Agama terhadap Tradisi Tua Es Nok In Sunan dari Perspektif Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Bet'el Nailopo, Klasis Mollo Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sejatinya manusia dalam kenyataan sosial selalu menjalin interaksi satu sama lain. Interaksi yang terjalin kerap ditunjukkan melalui berbagai bentuk termasuk di dalamnya menggunakan simbol yang diberi makna. Dalam kebutuhan untuk menyampaikan maksud dan tujuan, manusia memberi makna terhadap suatu simbol tertentu yang dapat digunakan untuk berinteraksi. Namun, interaksi dengan menggunakan simbol seringkali melahirkan penafsiran yang berbeda sehingga nampak adanya ketimpangan. Masyarakat Mollo juga memiliki salah satu bentuk interaksi dengan menggunakan simbol, yakni tua es nok in sunan. Pada prinsipnya, tradisi tua es nok in sunan menggunakan media sopi dan uang yang dipakai secara bersamaan dalam berinteraksi secara khusus pada pertemuan-pertemuan penting seperti peminangan, permintaan maaf, upacara adat dan lain sebagainya. Seringkali dalam penerapannya, tradisi tua es nok in sunan ini mengalami bias makna sehingga menciptakan kemungkinan terjadinya konflik. Pembahasan dalam kepenulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai makna dan nilai dibalik penggunaan simbol tua es nok in sunan sebagai media interaksi yang dipraktekkan secara turun temurun, dalam masyarakat yang juga adalah jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan memanfaatkan prespektif George Herbert Mead mengenai Interaksionisme Simbolik sebagai pisau analisis. Pesan yang dihasilkan berupa nilai-nilai yang ditinjau dari kacamata sosiologi agama yakni pengorbanan, kesungguhan dan perdamaian atau kerukunan. Pada akhirnya, sebuah interaksi haruslah menjadi interaksi yang menyembuhkan, menghadirkan kedamaian di tengah-tengah realita sosial sebagai masyarakat yang juga adalah jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail