ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN POLA INTERAKSI GURU DENGAN SISWA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PADA SD GMIT NAUEN KECAMATAN FATULEU BARAT
Lette Y.(*) Natonis. D. A. (**) Manggoa A. M. (**)
Upaya Kepala sekolah dalam meningkatkan interaksi guru dalam meningkatkan guru sangatlah berpengaruh. Semakin baik upaya yang dilakukan kepala sekolah maka semakin baik interaksi guru dalam mengajar atau menjalankan tugasnya. Oleh karena itu dalam pelaksanaan mengajar kurang baik dan kurang maksimal dalam hal berinteraksi, mengajar kurang baik dan kurang menguasai materi, karena guru juga belum mendaptkan kesempatan untuk mengembangkan wawasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkatkan pola interaksi guru dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran di SD GMIT Nauen. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu wawancara Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam interaksi guru dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran. guru kurang Menguasai Bahan ajar karena didalam menguasai bahan ajar Dan tentunya guru harus mempunyai konsep penguasaan terhadap setiap materi yang akan disampaikan dan menyiapkan segala sesuatu dan benar-benar telah menguasai setiap materi maka guru dengan mudah masuk kelas dan menjalankan tugas mereka sehinga proses KBM dapat berjalan dengan baik.dengan sendirinya pembelajaran tersebut benar-benar sesuai, dan siswa juga aktif dan saling bekerja sama dalam proses pembelajaran. Sebagai Kepala Sekolah dimana Kepala sekolah juga berpartisipasi dalam mengelolah kelas, melihat keadaan guru dengan siswa dan apakah guru mengelolah dengan baik, dan menciptakan suasana yang baik antara guru dengan siswa. Kepala Sekolah Dan guru berusaha memberikan yang terbaik bagi siswa, menjaga hubungan yang baik, harmonis, dan menyenangkan hati siswa agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.dan diketahui semua baik untuk memperlancar jalannya proses belajar menuju kearah tercapainya tujuan.
Kata Kunci : Pola Interaksi Guru Denga Siswa Dalam Kegiatan Pembelajaran
Keterangan : *) : Penulis **) : Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sejatinya manusia dalam kenyataan sosial selalu menjalin interaksi satu sama lain. Interaksi yang terjalin kerap ditunjukkan melalui berbagai bentuk termasuk di dalamnya menggunakan simbol yang diberi makna. Dalam kebutuhan untuk menyampaikan maksud dan tujuan, manusia memberi makna terhadap suatu simbol tertentu yang dapat digunakan untuk berinteraksi. Namun, interaksi dengan menggunakan simbol seringkali melahirkan penafsiran yang berbeda sehingga nampak adanya ketimpangan. Masyarakat Mollo juga memiliki salah satu bentuk interaksi dengan menggunakan simbol, yakni tua es nok in sunan. Pada prinsipnya, tradisi tua es nok in sunan menggunakan media sopi dan uang yang dipakai secara bersamaan dalam berinteraksi secara khusus pada pertemuan-pertemuan penting seperti peminangan, permintaan maaf, upacara adat dan lain sebagainya. Seringkali dalam penerapannya, tradisi tua es nok in sunan ini mengalami bias makna sehingga menciptakan kemungkinan terjadinya konflik. Pembahasan dalam kepenulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai makna dan nilai dibalik penggunaan simbol tua es nok in sunan sebagai media interaksi yang dipraktekkan secara turun temurun, dalam masyarakat yang juga adalah jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan memanfaatkan prespektif George Herbert Mead mengenai Interaksionisme Simbolik sebagai pisau analisis. Pesan yang dihasilkan berupa nilai-nilai yang ditinjau dari kacamata sosiologi agama yakni pengorbanan, kesungguhan dan perdamaian atau kerukunan. Pada akhirnya, sebuah interaksi haruslah menjadi interaksi yang menyembuhkan, menghadirkan kedamaian di tengah-tengah realita sosial sebagai masyarakat yang juga adalah jemaat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam suatu permainan dan olahraga seperti kerjasama, toleransi, saling menghargai, tolong menolong, kerja keras, menghargai kemenangan dan kekalahan, norma-norma agama, dan norma-norma sosial. Dan interaksi sosial seperti: akomodasi, kerjasama, akulturasi, asimilasi, kompetensi, kontravensi dan konflik sosial.
Tujuan penelitian: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi penerapan nilai- nilai pendidikan jasmani dalam interaksi sikap sosial pada siswa di SMP Negeri 1 Wewewa Barat.
Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tenik pengumpukan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan atau observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data Reduksi data Penyajian data Penarikan kesimpulan.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa peneliti menyimpulkan berdasarkan apa yang saya amati di Sekolah ini penerapan nilai-nilai pendidikan jasmani di SMP Negeri 1 Wewewa Barat sudah baik, terlihat dari perilaku siswa dalam hubungan sosial dengan sesama siswa maupun dengan guru-guru. Siswa-siswi menerapkan nilai-nilai pendidikan jasmani seperti saling membantu satu sama lain. Olahraga bisa digunakan sebagai tempat setiap individu untuk melakukan interaksi sosial bahkan menjadi miniatur kehidupan nyata. Manusia hidup membutuhkan manusia lain dan tidak bisa hidup sendiri di dunia ini.
Simpulan: Penerapan nilai-nilai pendidikan penjasorkes dapat membantu siswa dalam interksi sosial siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru menjadi baik.