ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Peneitian ini tentang Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Dan Kualitas Audit Terhadap Intergritas Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanana Dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Kualitas Audit penting bagi perusahaan karena menunjukkan kewajaran laporan keuangan, selain itu mekanisme corporate governance dibutuhkan sebagai control eksternal bagi manajemen perusahaan. Integritas laporan keuangan dibutuhkan oleh pihak eksternal perusahaan karena mereka akan memutuskan berinvestasi atau tidak dalam perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji (a) Apakah Mekanisme Corporate Govermance berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI? Dan (b) Apakah kualitas audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur Subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI? Konsep penelitian ini adalah Mekanisme Corporate Governance yaitu kerja secara tersistem untuk memenuhi persyaratan tertentu atau suatu aturan, prosedur, dan hubungan antara pihak yang mengambil keputusan dengan pihak yang akan melakukan pengawasan tertahap keputusan. Kualitas audit merupakan proses sistimatis untuk mengevaluasi secara objektif bukti yang berkaitan dengan penilaian kegiatan dan peristiwa ekonomi untuk menyampaikan hasilnya kepaada pengguna yang berkepentingan. Integritas laporan keuangan merupakan sejauh mana laporan keuangan yang disajikan menunjukkan informasi yang benar dan jujur.atau integritas laporan keuangan adalah laporan keuangan yang menampilkan kondisi suatu perusahaan yang sebenarnya, tanpa ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan. Populasi dalam penelitian ini adalah 51 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021, sedangkan sampel 15 Perusahaan yang menjadi sampel adalah perusahaan bergerak di sub- Sektor makanan dan minuman. Sampel diperoleh dengan metode dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Penelitian ini menyuimpukan bahwa (1) Mekanisme Corporate Governance Berpengaruh Positif Signifikan Terhadap Integritas Laporan, dan (2) Pengaruh Kualitas Audit Tidak Berpengaru Terhadap Integritas Laporan Keuangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Setiap pemerintahan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuanga selama satu periode. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merupakan suatu institusi yang dipercaya dapat mewujudkan tata kelola keuangan negara baik, transparan, dan akuntabel (good governance). Untuk mendukung terwujudnya good governance dalam pengelolaan keuangan negara maka dibutuhkannya seorang yang profesional dalam bidang akuntansi untuk mengaudit laporan keuangan agar dapat menghasilkan audit yang berkualitas. Istilah audit itu sendiri berasal dari bahasa laitin “audire” yang artinya mendengarkan, mengontrol, memeriksa, dan merevisi. Audit merupakan suatu tindakan yang membandingkan antara fakta atau keadaan sebenarnya (kondisi) dengan keadaan yang seharusnya ada. Pada dasarnya audit bertujuan untuk menilai apakah pelaksanaan yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan Standar Profesional Akuntansi Publik (2001) tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajara, dalam semua hal material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan entitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (SA seksi 110). Berdasarkan uraian diatas maka faktor-fakto yang mempengaruhi kualitas hasil audit dilingkungan pemerintahan daerah antara lain indepedensi, objektifitas, dan integritas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit karena dalam diri seorang auditor harus menjunjung tinggi kejujuran agar dalam mengaudit laporan keuangan sesuai dengan fakta yang ada dan tidak terpengaruh terhadap pihak lain. Ada pun faktor lain seperti pengalaman kerja juga mempengaruhi kualitas hasil audit karena seorang auditor yang semakin berpengalaman dalam mengaudit maka semakin sedikit kesalahan yang dilakukan saat mengaudit. Jika terjadi kesalahan yang dilakukan maka auditor tersebut dapat mengatasinya tanpa mempengaruhi kualitas hasil audit tersebut. Kompetensi dan motivasi juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit karena seorang yang akan melakukan audit harus memiliki kompetensi (keahlian) khusus dalam bidang tersebut, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai yaitu menghasilkan audit yang berkualitas Penelitian ini dilaksanakan di Inspekorat Kota Kupang. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu independensi (X1), objektifitas (X2), integritas (X3), pengalaman kerja (X4), kompetensi (X5), dan motivasi (X6). Variabel dependen yaitu kualitas hasil audit (Y). Data yang digunakan merupakan data primer. Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Inspektorat Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan 33 responden. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat indepedensi dan objektifitas tidak berpengaruh terhadap kualitas audit sedangkan integritas, pengalaman kerja, kompetensi, dan motivasi berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit pada auditor Inspektorat Kota Kupang.Berdasarkan hasil analisis Koefisien Determinasi maka dapat diketahui bahwa persentase sumbangan pad pengaruh variabel indepedensi(X1), objektifitas (X2), integritas (X3), pengalaman kerja (X4), kompetensi (X5) dan Motivasi (X6) terhadapa kualitas hasil audit (Y) adalah 76,2% sedangkan sisanya 23,8% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disajikan maka kiranya dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak lain yang terkait atas penelitian ini. Maka dari itu seorang auditor harus lebih meningkatkan indepedensi,objektivitas, integritas , pengalaman kerja, kompetensi dan motivasi agar dapat lebih meningkatkan lagi kualitas audit yang dihasilkan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasar modal merupakan sarana yang mampu mendukung percepatan pembangunan ekonomi di Indonesia. Perkembangan pasar modal di Indonesia berdampak kepada peningkatan permintaan akan audit laporan keuangan. Laporan keuangan menyajikan informasi tentang keuangan suatu perusahaan dimana menggambarkan posisi keuangan perusahaan tersebut, oleh karna itu laporan keuangan yang dapat dipercaya harus akurat dan benar sesuai dengan keadaan / kondisi sebenarnya keuangan perusahaan tersebut. Tetapi informasi akurat tersebut tidak terlepas dari tindakan yang disengaja ataupun tidak disengaja oleh pihak manajemen untuk memanipulasi laporan keuangan. Maka dari itu laporan keuangan harus mempunyai kualitas yang biasa disebut integritas. integritas laporan keuangan merupakan sebuah kualitas sebagaimana perusahaan menyajikan semua informasi keuangan melalui laporan keuangan yang dibutuhan oleh pihak pihak berkepentingan dengan jujur dan benar. Yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah Apakah reputasi auditor berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan, Apakah manajemen laba berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan, Apakah debt to equity rasio dapat memoderasi pengaruh reputasi auditor terhadap integritas laporan keuangan Dan Apakah debt to equity rasio dapat memoderasi pengaruh manajemen laba terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan Consumer cyclicals yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2020 – 2022. Berdasarkan persoalan maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reputasi terhadap integritas laporan keuangan, manajemen laba terhadap integritas laporan keuangan, debt to equity rasio dapat memoderasi pengaruh reputasi auditor terhadap integritas laporan keuangan, dan debt to equity rasio dapat memoderasi pengaruh manajemen laba terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan Consumer cyclicals yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2020 – 2022. Hartadi (2012) menyatakan bahwa reputasi auditor adalah seberapa besar kemungkinan dari seorang auditor menemukan adanya unintentional/intentional error dari laporan keuangan perusahaan manufaktur, serta seberapa besar kemungkinan temuan tersebut kemudian dilaporkan dan dicantumkan dalam opini audit. Sulistyanto (2008) menjelaskan bahwa manajemen laba merupakan upaya manajer perusahaan untuk mempengaruhi informasi dalam laporan keuangan dengan tujuan untuk mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan. Menurut Kasmir (2013:157) Debt to Equity Ratio (DER) Rasio ini digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas, serta untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (Kreditor) dengan pemilik perusahaan atau untuk mengetahui jumlah rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. Integritas adalah prinsip moral yang tidak memihak, terbuka, jujur, seseorang yang berintegritas tinggi memandang dan mengemukakan fakta apa adanya (Mulyadi 2011:30) dalam (Adriansano & Nuryantoro 2015). Integritas laporan keuangan menunjukkan sejauhmana laporan keuangan yang disajikan menunjukkan informasi yang sesuai dan jujur. Populasi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Consumer cyclicals yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2020 – 2022 yaitu sebanyak 146 perusahaan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010). Berdasarkan kriteria – kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan maka terdapat 19 perusahaan yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini.. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara studi Pustaka dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang selanjutnya pengujian hipotesis menggunakan bantuan software Partial Least Square (PLS) versi 3.00. analisis PLS-SEM biasanya terdiri dari dua sub model yaitu model pengukuran yang biasa disebut outer model dan model structural atau yang biasa disebut inner model. Model pengukuran menunjukan bagaimana variabel manifest atau observed variable merepresentasi variabel laten untuk diukur. Sedangkan model struktural menunjukan kekuatan estimasi antar variabel laten dan konstruk (Ghozali, 2017). Berdasarkan hasil uji hipoteis, dimana jika nilai P- Values 0.05 maka hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai P- Values untuk pengaruh reputasi auditor terhadap integritas laporan keuangan adalah sebesar 0,107 0,05. nilai P- Values untuk pengaruh manajemen laba terhadap integritas laporan keuangan adalah sebesar 0,148 0,05. nilai P- Values untuk moderasi debt to equity ratio pengaruh reputasi auditor terhadap integritas laporan keuangan adalah sebesar 0,050 0,05. nilai P- Values untuk pengaruh debt to equity ratio terhadap integritas laporan keuangan adalah sebesar 0,048 0,05. Maka kesimpulan dari penelitian ini adalah Reputasi auditor dan manajemen laba tidak berpengaruh langsung terhadap integritas laporan keuangan, sedangkan jika dimoderasi dengan debt to equity ratio, reputasi auditor berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan Consumer cyclicals yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2020 – 2022.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seorang pemimpin dalam memakai kekuasaannya untuk keuntungan bagi diri sendiri, tanpa memperhatikan orang lain adalah pemimpin yang gagal. Injil Markus 6:14-29, menggambarkan dengan jelas tentang kekuatan seorang pemimpin (raja Herodes Antipas) yang perbuatannya melanggar hokum Yahudi. Ketika Herodes Antipas ditegur oleh seorang nabi yang disegani oleh banyak orang termasuk dirinya, dengan keangkuhan ia membalas teguran itu dengan memasukkan Yohanes Pembaptis kedalam penjara. Pada masa itu karena rajalah yang memiliki kekuasaan berhak melakukan hal tersebut. Meskipun pada Yohanes Pembaptis tidak ada tindakan kejahatan yang dilakukan. Yohanes Pembaptis mengetahui benar situasi kekuasaan seorang pemimpin pada saat itu. Yohanes Pembaptis menyadari bahwa tegurannya kepada Herodes Antipas akan menghasilkan suatu kemalangan bagi dirinya. Tetapi, karena keteguhannya sebagai seorang yang memiliki tanggungjawab dalam menyampaikan kebenaran, ia mampumenunjukkan integritas dirinya sebagai seorang yang diutus Allah. Yohanes Pembaptis tidak takut kepada kekuasaan raja Herodes Antipas, ia hanya takut apa bila suara Tuhan tidak disuarakan. Kesetiaannya kepada kebenaran (FirmanTuhan) membuat terus memahami arti panggilan kehadirannya. Yohanes Pembaptis dipilih dan diutus Allah untuk mempersiapkan umat menyambut kedatangan sang Mesias. Situasi kehidupan sekarang ini membuat seseorang memilih diam ketika melihat perbuatan ketidakdilan terjadi. Hal ini mempengaruhi integritas dari seseorang itu hilang, akan berbahaya jika seseorang itu ialah pendeta. Pendeta yang kehilangan integritas dirinya sebagai pelayan Tuhan, akan membuatnya kehilangan kepercayaan dari jemaat. Nilai-nilai pada citra seorang pendeta akan menurun. Karena itu, dengan mendalami teks injil Markus 6:14-29 tentang Yohanes Pembaptis dibunuh, dengan menggunakan metodologi historis kritis untuk memperoleh kerygma. Dan dari kerygma dapat memberikan sumbangsih untuk menemukan makna dari integritas seorang pelayan.