Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: pemberian kredit
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERANAN LAPORAN KEUANGAN NASABAH DALAM KEBIJAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT KOPERASI SANGOSAY CABANG OELAMASI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian kredit merupakan kegiatan usaha yang mendominasi pengalokasian dana bank. Oleh karena itu sumber utama pendapatan bank berasal dari kegiatan penyaluran kredit dalam bentuk pendapatan bunga. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Objek dalam penelitian ini adalah 6 pegawai di koperasi sangosay cabang oelamasi. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari narasumber dan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa laporan keuangan nasabah pada Koperasi Sangosay Cabang Oelamasi sangat berperan penting dalam kebijaksanaan pemberian kredit. Hal ini dibuktikan dari hasil analsis penelitian oleh Yakobus Buka memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 500.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 5.000.000. Lalu usahanya be rkembang sehingga terjadi peningakatan pendapatan sebesar Rp. 2.100.000. tiap bulannya, Mario Babis memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 5.000.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 100.000.000. Lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 30.000.000. tiap bulannya, Yohanes Pian memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 500.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 10.000.000. Lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 7.500.000. tiap bulannya, Maria Fatima Abuk melakukan kredit sebesar Rp 5.000.000. lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 2.850.000. tiap bulannya, Andrianus Kon Anin memulai usaha dengan melakukan kredit sebesar Rp. 50.000.000. lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 15.550.000 tiap bulannya. Berdasarkan hasil peneltian dan analisis data penulis menarik kesimpulan bahwa laporan keuangan nasabah sangat berperan penting dalam kebijaksanaan pemberian kredit, karena kelayakan kredit dilakukan dengan cara melihat perkembangan usaha yang dilakukan debitur, sekaligus juga mendapatkan kredit mengalami peningkatan atau tidak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PEMBERIAN KREDIT USAHA SIMPAN PINJAM PADA KOPDIT SWASTI SARI OEBA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALSIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM PEMBERIAN KREDIT USAHA SIMPAN PINJAM PADA KOPDIT SWASTI SARI OEBA ABSTRAK NAMA : KRISTOFEL JODAY NIM : 18190039 FAKULTAS :EKONOMI PROGRAM STUDI :AKUNTANSI TAHUN PENULISAN :2023 Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian internal pemberian kredit yang diterapkan di Kopdit Swasti Sari Oeba. Teknik penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan metode wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 38 pegawai di kopdit swasti sari oeba, dengan sampel berjumlah 4 pegawai dengan rincian 2 pegawai kredit dan 2 pegawai pengendalian internal. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pengendalian internal dalam pemberian kredit yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian resiko, prosedur pengendalian, pemantauan, dan informasi dan komunikasi pada Kopdit Swasti Sari Oeba sudah berjalan dengan baik. Namum terdapat beberapa bagian yang masih perlu diperhatikan,dalam lingkungan pengendalian diantaranya masih ada perangkapan jabatan bagian manajemen kredit dengan manajemen penagihan, pelaksanaan kredit dengan pembahas kredit, dan pelaksanaan kredit dengan penyidikan dan analisa kredit. Sedangkan sistem pemberian kredit Kopdit Swasti Sari menerapkan prinsip-prinsip sesuai dengan prosedur-prosedur dan dokumen dalam pemberian kredit. Kopdit Swasti Sari menerapakn prinsip tata kelola pemberian kredit yang baik dalam masyarakat agar kepercayaan masyarakat dipertahankan dan tingkatkan sehingga banyak masyarakat yang mempercayakan dana. Kata Kunci: Sistem Pengendalian Internal, Pemberian Kredit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMBERIAN KREDIT MELALUI SISTEM PENGENDALIAN INTERN KREDIT DALAM MENURUNKAN TINGKAT KREDIT MACET PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SOLIDARITAS KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koperasi merupakan lembaga keuangan yang berfungsi menyimpan dana dari masyarakat dan menyalurkannya melalui kredit. Resiko kemacetan kredit selalu terjadi dalam lembaga keuangan pemberi kredit, sehingga apabila lembaga keuangan pemberi kredit kurang hati–hati dalam pemberian kreditnya, maka dapat menyebabkan kemacetan kredit. Pengendalian intern yang memadai berkaitan erat dengan sistem pemberian kredit, karena apabila pengendalian intern tidak diterapkan secara memadai maka akan berpengaruh pada sistem pemberian kredit, dan resiko kredit macet dapat terjadi. Penulis melakukan penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui sistem pengendalian intern pemberian kredit pada Koperasi Solidaritas Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sistem pengendalian intern pemberian kredit dalam menurunkan tingkat kredit macet yang meliputi Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Aktivitas Pengendalian, Informasih dan Komunikasi, dan Pemantauan pada Koperasi solidaritas sudah berjalan dengan baik. memerlukan perhatian, diantarannya masih adanya perangkapan tugas, pendistribusian dokumen dan prosedur pemberian kredit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA KSP CU SERVIAM KOTA KUPANG DAN KSP KOPDIT SWASTI SARI KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KSP CU SERVIAM KOTA KUPANG DAN KSP KOPDIT SWASTI SARI KUPANG NAMA : MARIA T. POSENTY SEUK NIM : 17411230 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : MANAJEMEN ABSTRAK MARIA T. POSENTY SEUK (17411230). Analisis Perbandingan Prosedur Pemberian Kredit Pada KSP CU Serviam Kota Kupang dan KSP KOPDIT Swasti Sari Kupang. JUSUF ABOLADAKA,SE.,M.Si dan ALYA ELITA SJIOEN,SE.,MM sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi jalur minat Manajemen Keuangan Murni Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Prosedur Pemberian Kredit Pada KSP CU Serviam Kota Kupang dan KSP KOPDIT Swasti Sari Kupang. No.21/Per/-M.KUKM/XI/2008 tentang koperasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. teknik analisis yang dilakukan pada saat penelitian adalah wawancara dengan populasi yaitu anggota KSP CU serviam kota kupang dan KSP KOPDIT swasti sari kupang sampel dalam penelitian ini adalah kadiv kredit dan dokumen-dokumen prosedur pemberian kredit tahun 2022. Perkembangan dalam usaha koperasi sangat dipengaruhi oleh banyaknya debitur yang dimiliki. Sehingga apabila dari tahun ke tahun koperasi memiliki peningkatan dalam keanggotaan maka dapat dikatakan bahwa koperasi tersebut mengalami kemajuan. Sebaliknya jika debitur dalam suatu koperasi tersebut mengalami penurunan dari tahun ke tahun maka dapat di katakan juga bahwa koperasi tersebut mengalami penurunan. Begitu pula dengan dengan tingkat keuntungan koperasi, semakin banyak debitur maka tingkat keuntungan pada koperasi otomatis mengalami peningkatan dan jika debitur berkurang maka keuntungan yang di diperoleh menurun. Secara garis besar dengan melihat peluang dan kebutuhan ekonomi saat ini, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) lebih murah dan mudah dibandingkan badan perkreditan lainnya seperti perbankan. Dilihat dari kemudahan dalam persyaratan pemberian kredit, masyarakat umum akan lebih mudah bertransaksi dengan KSP karena untuk mengajukan dan seleksi atas permohonan kredit lebih mudah daripada badan kredit lainnya. Dalam KSP, tanpa jaminan anggota bisa mendapatkan kredit tetapi bagi masyarakat umum bisa hanya menggunakan BPKB dan surat dasaran usaha. Keberhasilan pemberian kredit tidak terlepas dari prosedur pemberian kredit yang dijalankan dalam pengelolaan pemberian kredit kepada anggota. Prosedur pemberian kredit merupakan ketentuan yang menjamin hak pemberi pinjaman dalam memberikan pinjaman kepada peminjam agar pinjaman dapat dikembalikan sesuai kesepakatan dengan kata lain bahwa prosedur pemberian kredit mewajibkan peminjam untuk melunasi pinjaman sesuai kesepatan dengan peminjam beserta bunga yang ditetapkan. Untuk itu pengurus koperasi harus menjalankan prosedur pemberian kredit sehingga anggotanya bertanggung jawab dalam memanfaatkan kredit usaha sehingga dapat disalurkan kembali kepada anggota yang memerlukannya sehingga koperasi harus melakukan beberapa prosedur pemberian kredit dengan baik. Dalam kegiatan pemberian kredit, kendala yang biasanya dihadapi dalam pemberian kredit adalah kredit macet dan kemungkinan terdapat kendala-kendala yang lain. Kendala lain menurut hasil penelitian adalah tidak menerapkan prosedur sebagaimana mestinya, hal ini menurut wawancara untuk kasus khusus terutama dikalangan pengurus. Kata Kunci : Prosedur Pemberian Kredit

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sistem Pengendalian Intern Pemberian Kredit Pada Koperasi Kredit Swasti Sari Cabang Oesao

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBERIAN KREDIT PADA KOPERASI KREDIT SWASTI SARI CABANG OESAO Nama : Nyongki G. Selan Nim : 16193870 Fakultas ; Ekonomi Program Studi : Akuntansi Keuangan ABSTRAKSI Koperasi kredit pada umumnya dalam bekerjanya memberikan jasa agar dapat mempermudah pemenuhan kebutuhan hidup anggotanya dengan terjamin kesejahteraan para anggotanya. Salah satu tujuan dari bekerjanya koperasi adalah sebagai sarana alternatif dalam hal peminjaman uang atau kredit serta berupaya menghindarkan anggotanya dari rentiner. Dalam praktek pemberian kredit untuk menjaga kemungkinan terjadinya tunggakan atau kredit bermasalah koperasi kredit senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dengan melakukan peniliaian 5C. Charakter (watak), Capacity (kemampuan), Capital (modal), Collateral ( angunan), condition of economic (kondisi ekonomi) terhadap Anggota atau peminjam dan juga penerapan pengendalian internal sesuai dengan COSO. Dalam perkembangan sekarang ini koperasi lebih diminati oleh pencari kredit atau nasabah, sehingga sejalan dengan itu banyak berdiri koperasi kredit yang memberikan kredit atau pinjaman kepada anggota koperasi. Jenis penilitian ini adalah penilitian kualitatif dengan metode deskriptif Data dikumpulkan dengan metode pengamatan dokumentasi dan wawancara. Data dianalisis dengan membandingkan teori pengendalian internal COSO (Committee Off Sponsoring Organization) meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pengawasan dengan penerapan pengendalian intern pada Koperasi Swasti Sari Cabang Oesao kemudaian selanjutnya data dianalisis dengan metode deskripsi kualitatif Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian internal dan prosedur pemberian kredit pada Koperasi Kredit Swasti Sari Cabang Oesao. Subjek dalam penilitian ini adalah pegawai Koperasi Kredit Swasti Sari Cabang Oesao. Sedang objek dalam penilitiannya adalah pengendalian internal dan prosedur pemberian kredit pada Koperasi Kredit Swasti Sari Cabang Oesao. Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa pengendalian internal dalam prosedur pemberian kredit yang dilaksanakan oleh Koperasi Kredit Swasti Sari Cabang Oesao telah berjalan dengan efektif hal ini dibuktikan dengan telah memenuhi lima komponen sistem pengendalian internal COSO, yaitu: lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan. Walaupun masih terdapat beberapa kelemahan pada akrivitas pengendalian masih terdapat perangkapan tugas pada pelaksanaan kredit. Adanya prosedur pemberian kredit yang jelas dari pengajuan permohonan kredit, penyelidikan berkas jaminan, melakukan survey, hingga sampai dengan pencairan kredit.Pemberian kredit pada Koperasi Kredit Swasti Sari Cabang Oesao mulai dari Tahun 2018-2020 berada pada kriteria efektif, jumlah target pemberian kredit setiap tahunya bertambah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN KREDIT TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA PADA KOPDIT SWASTI SARI CABANG OESAO KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Struktur perekonomian Indonesia membagi kegiatan ekonomi menjadi tiga (3) kelompok badan usaha,yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), koperasi dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Dari ketiga kekuatan ekonomi nasional tersebut pemerintah mengharapkan agar dikembangkan menjadi komponen-komponen yang saling mendukung dan terpadu di dalam sistem ekonomi nasional.Zaelani (2013). Masalah yang sering dihadapi dalam dunia usaha umumnya adalah kurangnya permodalan, kemitraan, serta peluang usaha. Jika hanya mengandalkan modal sendiri maka sangat sulit untuk mengharapkan pendapatan yang lebih tinggi sehingga menjadi lama.Koperasi merupakan lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha dan pelayanan yang sangat membantu dan diperlukan oleh anggota koperasi dan masyarakat. Kegiatan usaha yang dimaksud dapat berupa pelayanan kebutuhan keuangan, perkreditan, kegiatan pemasaran, atau kegiatan lain. Hal ini dapat dilihat pada peran beberapa koperasi kredit dalam menyediakan dana yang relatif mudah bagi anggotanya dibandingkan dengan prosedur yang harus ditempuh untuk memperoleh dana dari bank. Berdasarkan hasil analisa diatas maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :Variabel pemberian kredit yang digunakan oleh KOPDIT swasti Sari Cabang Oesao yaitu dari segi jangka waktu, tujuan dan kegunaan nya, kolektibilitas (kredit lancar) ,dan jaminan Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan tertentu artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi oleh jaminan yang diberikan debitur. Variabel pendapatan usaha digunakan oleh KOPDIT Swasti Sari Cabang Oesao yaitu pendapatan operasi dan pendapatan non operasi dengan meningkatkan pendapatan usaha setiap tahun nya.Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa variabel pemberian kredit tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha. KOPDIT Swasti Sari Cabang Oesao.Hasil dari uji coefficientsa menujukan bahwa variabel pemberian kredit berpengaruh positif terhadap pendapatan usaha KOPDIT Swasti Sari Cabang Oesao , hasil perhitungan menujukan bahwa koefisien determinasi sebesar, 0,997, artinya angka tersebut menujukan pengaruh antara variabel independen yaitu pendapatan usaha di KOPDIT Swasti Sari Cabang Oesao dengan variabel dependen pemberian kredit relatif kuat karna semakin diatas nol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail