ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul “Semakin Lemah Semakin Sadari Kuasa Kristus” dengan sub judul “Kajian Eksegetis Terhadap Teks Surat 2 Korintus 12:7-10 dan Implikasinya Bagi Pemahaman Jemaat GMIT Gloria Kayu Putih Mengenai Kelemahan Hidup” ditulis oleh Fandi Foes. Realita pergumulan jemaat GMIT Gloria Kayu Putih, terdapat 1 orang IDD, 3 orang anak yatim piatu, 2 orang anak broken home, 2 orang majelis yang masih melayani dalam keadaan sakit, terkait kelemahan yang dialami dalam hidup mereka ini memberi dampak pada pemahaman akan kelemahan dalam hidup, ini menimbulkan adanya permasalahan hubungan antara kelemahan manusia dengan kuasa Kristus dalam Surat 2 Korintus12:7-10, yang berbicara mengenai kelemahan yang dihadapinya justru membuka jalan bagi penyataan akan kuasa Kristus. Dan dalam kelemahanlah kuasa Kristus semakin sempurna. Juga ini memberi pertanyaan bahwa apa maksud perkataan Paulus mengenai jika aku lemah, maka aku kuat. Penelitian ini menggunakan metode Historis Kritik. Tujuannya agar Surat 2 Korintus memperlihatkan kelemahan yang dimiliki Paulus dimana ia diberi duri dalam daging untuk menggocohnya agar tetap rendah hati, dan memperlihatkan apa maksud Paulus dengan perkataan suka dan rela dalam kelemahan, juga pembahasan ini memiliki tujuan untuk menyadari kelemahan paulus sebagai respon Tuhan bahwa kuasa Tuhan menjadi sempurna atas kelemahannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KEKUATAN OTOT PERUT TERHADAP KECEPATAN DAN KETEPATAN MENEMBAK BOLA PADA PEMAIN SSB BALI UNITED KRISTAL KUPANG Nobertus Jundena Mbusa1*, Andreas J. F. Lumba2, Christin P. M. Rajaguguk3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Menembak bola (shooting) merupakan salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain sepakbola, terlebih bagi yang berposisi sebagai penyerang, sebab salah satu tujuan shooting adalah untuk mencetak gol ke gawang lawan. Ada satu faktor yang bisa mempengaruhi kecepatan dan ketepatan shooting yaitu kekuatan otot perut, sebab kekuatan otot perut bisa memberikan kesimbangan dan koordinasi gerak saat pemain menembakkan bola. Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui pengaruh kekuatan otot perut terhadap kecepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang; (2) Untuk mengetahui pengaruh kekuatan otot perut terhadap ketepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif berdesain asosiatif ini dilakukan pada 26 pemain SSB Bali United Kristal Kupang U-17 pada tahun 2023. Pengambilan sampelnya menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan datanya ialah tes, yang terdiri dari tes sit-up dan tes shooting Bobby Charlton. Teknik analisis datanya adalah analisis regresi linier sederhana melalui SPSS 22. Hasil dan pembahasan: Hasil analisis regresi linier sederhana 1 menunjukkan sig t1 (0,035) 0,05 dan koefisien regresi βX positif 0,150, sehingga kekuatan otot perut berpengaruh positif signifikan terhadap kecepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang. Hasil analisis regresi linier sederhana 2 menunjukkan sig t2 (0,017) 0,05 dan koefisien regresi βX positif 0,742, sehingga kekuatan otot perut berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang. Simpulan: (1) Ada pengaruh yang positif signifikan kekuatan otot perut terhadap kecepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang; (2) Ada pengaruh yang positif signifikan kekuatan otot perut terhadap ketepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang. Kata kunci: Kekuatan otot perut; kecepatan; ketepatan; menembak bola
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul penelitian ini adalah Penjatuhan Putusan Hakim Terhadap Kekuatan Mengikat Sertifikat Hak Milik atas Tanah. Rumusan masalah mengapa Putusan Pengadilan Negeri terhadap gugatan sertifikat hak milik atas tanah tidak dapat diterima tetapi Putusan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan dengan menyatakan sertifikat hak milik tidak sah menurut hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang pasti sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Putusan Pengadilan Negeri terhadap gugatan Sertifikat Hak Milik atas Tanah tidak dapat diterima tetapi Putusan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan dengan menyatakan sertifikat hak milik tidak sah menurut hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang pasti sama sekali. Sifat penelitian yang digunakan adalah Deskriptif analisis yaitu menggambarkan, menjelaskan secara tepat, dan menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Putusan Hakim terhadap Kekuatan Mengikat Sertifikat Hak Milik Atas Tanah. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Normatif yaitu menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber data penelitian (liblary search). Variabel bebasdaripenelitianiniadalah Putusan Pengadilan Negeri terhadap gugatan Sertifikat Hak Milik atas Tanah tidak dapat diterima tetapi putusan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan dengan menyatakansertifikat hak milik tidak sah menurut hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang pasti sama sekali. Sedangkan Variabelterikatdaripenelitianiniadalah Putusan Pengadilan terhadapkekuatan mengikat sertifikat hak milik atas tanah. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dengan 3 (tiga) bahan hukum yaitu Bahan Hukum Primer , sekunder dan tersier. Bahan hukum primer yaitu seperti Putusan Nomor 20/Pdt.G/2014/PN.RHL, Putusan Nomor 167/PDT/2016/PT.PBR, Putusan Nomor 2649K/Pdt/2017, Putusan Nomor 827PK/Pdt/2019. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap satu kasus dengan 4 (empat) putusan yaitu penyebab Sertifikat Hak Milik atas Tanah tidak dapat di terima karena Objek gugatan kabur yaitu tidak ada yang mengetahui secara pasti ukuran maupun batas-batas tanah objek eksekusi, dan dasar gugatan tidak sempurna yaitu hak penggugat atas tanah sengketa tidak jelas,tidak dapat membuktikan peraturan-peraturan yang dilanggar dalam proses penerbitan sertifikat hak milik atas tanah tersebut, Sedangkan alasan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan sertifikat hak milik tidak sah menurut hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang pasti sama sekali karena Penggugat dapat membuktikan Kepemilikan atas tanah sengketa yaitu tanah objek sengketa yang diterbitkan sertifikat hak milik bukan milik tergugat, dan tanah objek sengketa terbukti milik penggugat, sertaSertifikat diterbitkan diatas tanah milik orang lain yaitu sertifikat atas nama Tergugat I tidak memiliki kekuatan hukum kerena diterbitkan diatas tanah milik penggugat. Kata Kunci: Kekuatan Mengikat; Alat Bukti; Sertifikat Hak Milik; Tanah.