Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Nisbah kelamin.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK TAMPILAN ASPEK REPRODUKSI IKAN TEMBANG (Sardinellafimbriata) YANG DIDARATKAN DI PESISIR PANTAI SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Karakteristik Tampilan Aspek Reproduksi Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) yang Didaratkan di Pesisir Pantai Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Kale L.R )* Kase O.G.A)** Sabuna CH.A )** Penyajian data tentang aspek biologi reproduksi merupakan indikator dalam mengontrol stok ikan dalam perairan. Aspek biologi reproduksi ikan tembang meliputi hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan nisbah kelamin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik tampilan aspek reproduksi ikan tembang (Sardinella fimbriata) yang didaratkan di Pesisir Pantai Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan hubungan panjang berat ikan tembang (Sardinella fimbriata) pada bulan Agustus untuk jantan yaitu W = 0,0081L2,0028 dan ikan betina yaitu W = 0,0688L2,1364, memiliki pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Pada bulan September persamaaan hubungan panjang berat ikan tembang yang terbentuk antara lain ikan jantan yaitu W = 0,0143L2,27702 dan betina yaitu W = 0,0008L1,9971 dengan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif, sedangkan bulan Oktober persamaaan hubungan panjang berat ikan tembang yang terbentuk antara lain ikan jantan yaitu W = 0,0436L2,2588 (pola pertumbuhan allometrik negatif) dan betina yaitu W = 0,004L3,2801 (pola pertumbuhan isometrik). Tingkat kematangan Gonad (TKG) ikan tembang yang didapat terdiri dari TKG I-IV. Nilai indeks kematangan Gonad (IKG) ikan tembang tertinggi pada bulan Agustus sebesar 5,67% (TKG III) dan 4,86% (TKG IV), sedangkan untuk bulan September sebesar 13,69% (TKG III) dan 11,30% (TKG IV). Nilai nisbah kelamin ikan jantan dan betina dari bulan Agustus-Oktober tidak sama dengan 1 : 1 atau p > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hubungan panjang berat ikan tembang jantan dan betina yang ditemukan memiliki pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif dan isometrik, dengan TKG yang di dapat yaitu TKG I-IV, dan nilai IKG tertinggi sebesar 13,69% (TKG III) pada bulan September, dan nilai nisbah kelamin yang tidak seimbang atau p>0,05. Kata kunci : hubungan panjang berat, TKG, IKG, Nisbah kelamin. Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aspek Reproduksi yellowfin tuna di perairan Atapupu Kecematan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FREDERICO GUSMAU (16381546) Aspek Reproduksi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di Perairan Atapupu dan Sekitarnya (di bawah bimbingan: Alfred G.O.Kase, M.Si, Ph.D dan Ir Yohanes Merryanto, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan tuna merupakan komoditi ekspor andalan bernilai ekonomis sangat tinggi dari sektor perikanan bersama tongkol dan cakalang sesudah udang. Jenis tuna yang tertangkap di perairan Indonesia, antara lain sirip kuning (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunus obesus), albakora (Thunnus alalunga) dan tuna sirip biru (Thunnus maccoyi). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi aspek reproduksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Atapupu dan sekitarnya Kabupaten Belu. Data ikan tuna sirip kuning sebanyak 77 individu, sampel ikan tuna di kumpul setiap hari selama (Juni – Juli). Metode yang di gunakan penelitian adalah berupa pengamata langsung di lapagan. Metode pengambilan sampel adalah Random sampling. Aspek Reprodusi yang di analisis yaitu hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, faktor kondisi, dan nisbah kelamin ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang di kumpul sebanyak 77 individu terdiri dari jantan 30 dan betina 47 dengan panjang tertinggi 160 cm dan terendah 84 cm. Sebaran panjang dibagi dalam 10 kelompok ukuran banyak di tangkap 138-147 cm jumlah 9 individu pada ikan betina dan untuk jantan 156-165 cm sejumlah 6 inividu. sebaran kelas ukuran berat ikan tuna jantan dan betina didominasi oleh kelas interval 29–38 Kg sebanyak 17-13 individu (betina dan jantan). Hubungan panjang berat ikan tuna memiliki tipe pertumbahan alomtrik negatif (b<3). Tingkat kematangan gonad yang paling dominan selama penelitian adalah TKG I baik janntan maupun betina. Indeks kematangan gonad ikan tuna memiliki perbedaan dimana nilai IKG pada ikan jantan sejumlah 0,8 dan ikan betina sebanyak 0,9 di bulan Juni. Setelah di bulan Juli IKG ikan betina dan jantan sama-sama mngalami peningkatan dengan nilai IKG yang sama yaitu (1,2),(1,2). Faktor kondisi ikan tuna jantan tergolong sangat tinggi nilai 1,359 dan terendah 0,224 pada ikan betina memiliki bentuk tubuh kurang pipih. Nilai nisbah kelamin 0,6 dan jumlah jantan 30 individu 47 individu yaitu ikan jantan lebih sedikit dari betina

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail