ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dialog antara umat beragama Kristen dan Islam telah menjadi isu yang penting dan relevan dalam masyarakat yang semakin majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami pentingnya dialog inter-religius antara kedua agama tersebut, dengan fokus pada membangun pemahaman dan toleransi antar umat beragama, terkhususnya pemahaman Jemaat GMIT Pohonitas Manulai II. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggali literatur, serta wawancara tokoh agama, dan jemaat Kristen. Hasil analisis menunjukan bahwa dialog inter-religius merupakan instrument penting untuk menciptakan kesadaran dan saling menghargai antara umat beragama yang berbeda. Dalam konteks dialog Kristen dan Islam, ditemukan sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti perbedaan keyakinan teologis, sejarah konflik, dan mispersepsi tentang agama lain. Namun, melalui pendekatan saling mengenal dan saling mendengarkan, umat beragama dapat membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai dan ajaran masing-masing agama. Selain itu, dialog inter-religius juga berperan dalam membangun toleransi dan mengurangi prasangka terhadap agama lain. Melalui dialog yang jujur, terbuka, dan bermakna, umat Kristen dan Islam dapat menemukan kesamaan nilai-nilai universal yang menggalang persatuan dan persaudaraan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dalam mendorong dialog inter-religius. Dengan memberikan contoh positif dan menciptakan ruang untuk dialog, pemimpin agama dapat menjadi agen perubahan yang membawa masyarakat menuju pemahaman yang lebih toleran dan pluralisme. Kesimpulannya, dialog umat beragama Kristen dan Islam adalah sarana penting untuk memperkuat hubungan antar umat beragama. Melalui dialog ini, pemahaman yang lebih baik tentang ajaran agama masing-masing dapat dibangun, dan prasangka serta konflik yang berakar pada ketidaktahuan dapat diatasi. Dengan begitu, masyarakat dapat hidup dalam harmoni dan menghormati keberagaman agama serta kepercayaan sesama umat manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KOKOH DI TENGAH KEPELBAGAIAN
Suatu Tinjauan Historis Teologis Terhadap Dinamika Pengembangan Jemaat GMIT Bet’El Maulafa Periode 2021 Sampai Saat Ini
Adolfika Vinsensia Rahelia Kolifai
Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen
Artha Wacana Kupang
email: [email protected]
Jemaat Bet’El Maulafa yang berdiri pada 4 April 2005 ini merupakan jemaat yang terbentuk dari semangat dan ketekunan. Datang dari keberagaman latar belakang suku/etnis, ras, golongan, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya membuat jemaat ini semakin kaya akan ide dan gagasan-gagasan yang dapat menggerakkan langkah jemaat untuk terus maju. Perkembangan jemaat ini nampak dengan jelas dari peningkatan jumlah anggota jemaat. Perkembangan kuantitas ini tentu diharapkan berjalan lurus dengan peningkatan kualitas hidup jemaat. Namun, kenyataan yang terjadi dalam kehidupan jemaat ini menunjukkan yang sebaliknya. Keberagaman yang awalnya menjadi kekuatan dan yang menggerakkan jemaat ini justru sekarang dipandang sebagai ancaman.
Berdasarkan masalah inilah, maka tujuan skripsi untuk melihat dinamika pengembangan jemaat Bet’El Maulafa periode 2021 sampai saat ini. Dengan melakukan penelitian lapangan dan dengan menggunakan kajian historis teologis. Dengan melihat pada teori keesaan gereja yang menyebut gereja sebagai communio sanctorum yang menggambarkan kesatuan dalam persekutuan orang percaya, juga menurut Dulles bahwa gereja adalah persekutuan murid-murid yang selalu berfokus pada keutamaan Tuhan dan sesama dibanding kepentingan diri sendiri sebagai kunci kehidupan bersama dalam perbedaan dan menurut model keesaan jeruk yang sama sekali tidak bermaksud untuk menghilangkan nilai-nilai keberagaman dalam kehidupan bergereja. Dari ketiga teori tersebut membuat penulis berkesimpulan bahwa keberagaman yang ada di dalam gereja seharusnya tidak menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup jemaat melainkan menjadi kekuatan dan kekayaan yang akan terus mengokohkan gereja itu sendiri, karena keberagaman akan terus ada di dalam kehidupan berjemaat.