ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KEANEKARAGAMAN JENIS-JENIS MOLLUSCA (Bivalvia DAN Gastropoda) DIPANTAI OESOSOLE KABUPATEN ROTE NDAO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DALAM BENTUK BOOKLET Lusi,.M.N)* Nge, T. S )** Bullu,I.N)** Mollusca memiliki dua anggota kelas terbesar yaitu Bivalvia dan Gastropoda Gastropoda mempunyai ciri cangkang tunggal berulir. Sedangkan Bivalvia dua cangkang yang berpautan pada dorsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis mollusca (Bivalvia dan Gastropoda), indeks keanekaragaman dan pemanfaatan hasil penelitian dalam bentuk booklet. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Kelas Bivalvia yang ditemukan dikategorikan menjadi 10 spesies yaitu: Anadara indica, Vasticardium lomboke, Asaphis violescens, Modiolula phaseolina, Pinna muricata, Gafrium pectinatum, Mactra maculata, Lionconcha castrensis, Periglypta puerpera, Scutarcopagia scobinata. Sedangkan kelas Gastropoda terdiri atas 9 spesies yaitu: Trochus conus, Conus ebraeus, Conus coronatus, Vasum turbinellus, Vexillum umbrosum, Clypeomorus subreviculus, Nerita undata, Strombus luhuanus, Nerita histrio. Nilai indeks keanekaragaman Bivalvia tergolong sedang, dengan nilai H’ tertinggi pada Transek I yaitu 2,01 dengan nilai H’ 2,012693. Sedangkan indeks keanekaragaman Gastropoda tergolong sedang dan rendah, dengan nilai H’ pada transek I (1,15) dengan nilai 1,156448 dan transek II (1,10) dengan nilai H’ 1,106266. Kemudian kategori rendah pada transek III yaitu 0,99 dengan nilai H’ 0,998218. Sedangkan pemanfaatan Hasil Penelitian sebagai sumber belajar dalam bentuk booklet diperoleh hasil Uji kelayakan dari Uji ahli materi dengan skor sebesar 92,04%, Uji ahli desain dengan skor sebesar 94,64%, Uji ahli media dengan skor sebesar 90%, uji kelompok kecil dengan skor sebesar 85,71% dan uji kelompok besar dengan skor sebesar 91,37%. Hal tersebut menunjukkan bahwa booklet jenis-jenis bivalvia dan gastropoda berada dalam kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi. Kata kunci : Bivalvia Dan Gastropoda, Keanekaragaman, Booklet Keterangan : *: Peneliti **: Pembimbbing ABSTRACT DIVERSITY OF MOLLUSCA (Bivalve and Gastropod) TYPES IN OESOSOLE COAST, ROTE NDAO DISTRICT AS A BIOLOGY LEARNING RESOURCE IN BOOKLET FORM Lusi,.M.N)* Nge, T. S )** Bullu,I.N)** Molluscs have the two largest class members, namely Bivalve and Gastropods. Both have high economic value because their shells can be used as expensive decorations, such as Cypraea, Murex, and Trochus. Besides that, it can also be used as a nutritious food ingredient such as Mytilus viridis, and Cymbiola. This study aims to determine the types of molluscs (bivalves and gastropods), the diversity index and the use of research results in the form of a booklet. Data obtained from observations in the field were analyzed using a quantitative descriptive method. The phylum molluscs of the bivalves class found were categorized into 10 species, namely: Anadara indica, Vasticardium lomboke, Asaphis violescens, Modiolula phaseolina, Pinna muricata, Gafrium pectinatum, Mactra maculata, Lionconcha castrensis, Periglypta puerpera, Scutarcopagia scobinata. While the gastropod class consists of 9 species, namely: Trochus conus, Conus ebraeus, Conus coronatus, Vasum turbinellus, Vexillum umbrosum, Clypeomorus subreviculus, Nerita undata, Strombus luhuanus, Nerita histrio. The diversity index value of Bivalvia is moderate, with the highest H' value on Transect I, namely 2.01 with an H' value of 2.012693. While the gastropod diversity index was classified as moderate and low, with an H' value on transect I (1.15) with a value of 1.156448 and transect II (1.10) with an H' value of 1.106266. Then the low category on transect III is 0.99 with an H' value of 0.998218. While the use of research results as a source of learning in the form of booklets obtained the results of the feasibility test from the material expert test with a score of 92.04%, design expert test with a score of 94.64%, media expert test with a score of 90%, small group test with score of 85.71% and the large group test with a score of 91.37%. This shows that the booklet on the types of bivalves and gastropods is in very good qualification and does not need to be revised. Keywords: Types of Molluscs (Bivalvia and Gastrpods) on the Oesosole coast, diversity index, Development of Media Booklet Information : *: Researcher **: Supervisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IDENTIFIKASI JENIS BIVALVIA DI PANTAI PURU KECAMATAN AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG Naifeto, Y, M)* Rafael, A)** Bullu, N)** Bivalvia adalah bagian dalam kelas moluska yang memiliki dua cangkang atau sering disebut kerang. Bivalvia merupakan biota yang hidup diperairan laut, payau serta tawar yang hidup menetap disubstrat dasar perairan. Bivalvia hidup dengan membenamkan diri dalam pasir atau lumpur dan menempel pada bebatuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis Bivalvia yang terdapat di Pantai Puru, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transek garis. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive sampling pada stasiun pengamatan yang ditentukan secara sengaja. Berdasarkan hasil kegiatan penelitian yang telah saya lakukan di pantai Puru Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Hasil pengamatan dan koleksi fauna Bivalvia pada empat stasiun yaitu : Barbatia obliquata, Mactra violacea,Donax townsendi, Gafranium pectinatum,Paphia undulata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Yusuf B. Ndapa (16384071) Struktur Ekologi Bivalvia di Pesisir Pantai Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang: Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Secara ekologi, pesisir pantai Sulamanda memiliki habitat bagi keberlangsungan hidup bivalvia. Kehadiran beberapa bivalvia ekonomis di pesisir pantai Sulamanda menjadikannya sebagai bahan pangan untuk masyarakat di sekitar pesisir pantai tersebut salah satunya adalah Anadara sp. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia meliputi keanekaragaman, keseragaman, dominansi, kepadatan dan kelimpahan jenis di pesisir pantai Sulamanda Desa Mata Air.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021, di pesisir Pantai Sulamanda, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi langsung lapangan. Penentuan lokasi sampling menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadran yang diletakkan tegak lurus dengan garis pantai pada saat air laut surut di lokasi keberadaan bivalvia. Analisis data dilakukan secara kuantitatif meliputi indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks kelimpahan.
Hasil penelitian ini meliputi: Komposisi jenis bivalvia antara lain Stasiun I sebanyak 4 spesies dari 4 famili, Stasiun II sebanyak 3 spesies dari 3 famili, dan Stasiun III sebanyak 8 spesies dari 8 famili. Indeks keanekaragaman bivalvia yang ditemukan di ketiga stasiun tergolong keanekaragaman rendah. Indeks keseragaman di stasiun II tergolong dalam kondisi tertekan dan memiliki keseragaman rendah dan stasiun I dan III dikatakan bahwa ekosistem kurang stabil dan mempunyai keseragaman sedang. Indeks dominansi bivalvia di pantai Sulamanda Desa Mata Air tergolong sedang. Kelimpahan jenis bivalvia tertinggi terdapat di stasiun II adalah jenis Gemma gemma sebesar 91,567 individu/m², dan terendah di stasiun III yaitu jenis Anadara granosa sebesar 0,033 individu/m². Kepadatan relatif bivalvia tertinggi adalah Gemma gemma sebesar 95% di stasiun II, diikuti oleh Ostrea sp sebesar 59,5% di stasiun III dan Ostrea sp sebesar 47,7%. Kelimpahan tertinggi bivalvia adalah Gemma gemma sebanyak 119,43 individu/² dan Ostrea sp sebanyak 61,76 individu/m².
Kata Kunci: Bivalvia, Struktur komunitas, Kelimpahan, Keanekaragaman, Pantai
Sulamanda
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS DAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DI PANTAI TABLOLONG KUPANG BARAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DALAM BENTUK BUKU SAKU
Ina,. T. A)* Nge, T. S )** Manu, S. N. T)**
Bivalvia merupakan organisme yang termasuk dalam filum moluska yang umumnya ditemukan dan hidup di daerah intertidal. Bivalvia yang secara khas memiliki dua bagian cangkang, yang keduanya kurang lebih simetris dan belahan yang diikat oleh ligament sebagai pengikat yang kuat dan elastis. Bivalvia dapat ditemukan hidup diperairan laut, payau dan tawar. Informasi dari jenis Bivalvia tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi peserta didik dalam bentuk buku saku. Buku saku merupakan alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi tentang materi pelajaran dan lainnya, sehingga dapat mengembangkan potensi siswa menjadi pembelajaran yang mandiri.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Jenis-jenis bivalvia, untuk mengetahui keanekaragaman bivalvia, untuk mengetahui pemanfaatan hasil penelitian tentang bivalvia di pantai tablolong dapat dijadikan sebagai sumber belajar dalam bentuk buku saku. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan, dianalisis secara Deskriptif Kuantitatif. Indeks keragaman jenis ini digunakan untuk mengetahui keberagaman jenis bivalvia diperairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Filum mollusca kelas bivalvia yang ditemukan dikategorikan menjadi 8 spesies yaitu : Anadara antiquate (kerang bulu), Vasticardium lomboke, Asaphis violascens, Gafrium pectinatum, Barbatia amygdalumtostum, Barbatia Trapezina, Trachycardium flavum,dan Anadara passa. Nilai indeks keanekaragaman Bivalvia pada perairan Pantai Tablolong Kupang tergolong sedang, dengan nilai H’ tertinggi pada Transek III yaitu 1,82 dengan nilai H’ 1,8292303. Pengukuran parameter lingkungan meliputi parameter fisik yaitu suhu lingkungan Transek 1: 280C, Transek 2: 290C, Transek 3: 300C sedangkan parameter kimia yang meliputi salinitas Transek 1, 2 dan 3: 25%, dan pH lingkungan Transek 1: 7,12, Transek 2: 7,26, Transek 3: 7,39. Sedangkan pemanfaatan Hasil Penelitian Bivalvia Di Pantai Tablolong Sebagai Sumber Belajar Dalam Bentuk Buku Saku diperoleh hasil Uji kelayakan dari Uji ahli materi dengan skor sebesar 88,09%, Uji ahli desain dengan skor sebesar 94,64%, Uji ahli media dengan skor sebesar 97,5%, uji kelompok kecil dengan skor sebesar 89,58% dan uji kelompok besar dengan skor sebesar 85,52%. Hal tersebut menunjukkan bahwa buku saku jenis-jenis bivalvia berada dalam kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi.
Kata kunci : Jenis-jenis Bivalvia di Pantai Tablolong, Buku Saku
Keterangan * : Peneliti
** : Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GABRIEL NOTAN KEY (16382275). Struktur Komunitas Bivalvia di Daerah Pasang Surut Pulau Siput Awololong Kabupaten Lembata (di bawah bimbingan: ALFRED G. O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Ir. YOHANES MERRYANTO, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Bivalvia merupakan salah satu kelas dari Moluska yang memiliki tubuh lunak dan dilindungi oleh sepasang cangkang yang hampir selalu simetris. Bivalvia dapat beradaptasi di perairan payau maupun laut dengan kadar salinitas tertentu. Diantaranya ada yang epifaunal (hidup di permukaan sedimen) dan infaunal (membenamkan diri di dalam sedimen). Salah satu potensi yang ada sekitar Pulau Siput Awololong adalah bivalvia. Pemanfaatan bivalvia oleh masyarakat biasanya daging untuk di konsumsi, cangkang digunakan sebagai perhiasan dan dijual karena memiliki nilai ekonomis seperti kerang jenis Anadara antiquta. Selain memiliki niai ekonomis bivalvia mudah diidentifikasi, kelimpahannya dapat dihitung dan menempati posisi yang penting dalam rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas yang terdiri dari komposisi jenis, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi bivalvia di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan metode observasi yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang diselidiki. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang diselidiki. Metode observasi dalam penelitian ini, digunakan untuk melihat daerah habitat kerang dan kedalaman kerang menggunakan plot berukuran 1x1 m2 diletakan seluruh ekosistem intertidal bergantung pada keberadaan koloni kerang yang ditemukan serta melakukan dokumentasi dan dilanjutkan dengan studi pustaka untuk mengidentifikasi kerang. Hasil penelitian menunjukan Komposisi jenis bivalvia dari 3 transek ditemukan 187 jenis, yang terdiri dari 6 ordo, 8 famili, 8 genus dan 8 spesies bivalvia, yaitu Atrina vexilum, Anadara antiquata, Glycimeris pectunculus, Mactra antiquata, Modiolus modiolus, Pinctada margaritifera, Tapes literatus dan Trachycardium subrugosum. Nilai indeks keanekaragaman rendah (0,78), keseragaman tinggi (0,86) dan dominansi tidak ada jenis yang mendominansi (0,22).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak -Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis struktur komunitas bivalvia yang ditemukandi Pantai Desa Otan, Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021.Pengambilansampel menggunakan metode Purposive Samplingpada 3 stasiun pengamatan.Sedangkan teknik pengambilan data menggunakan metode trensect kuadrat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang ditemukan di pantai Desa Otan secara keseluruhan terdiri dari 7 famili yaitu Arcidae, Carditida, Cardiidae, Pinnidae, Tallinidae, Tridacnidae dan Veneridae dan 11 spesies. Polah penyeberan bivalviabersifat acak. kelimpahan tertinggi adalah Circe tumefacta sebesar 0,800 ind/m² (stasiun III), Priglypta reticulata sebesar 0,700 ind/m² (stasiun II), Cardites antiquatus, sebesar 0,467 ind/m² (stasiun I). Kelimpahan terendah adalah Barbatia foliate dan Pinna bicolor sebesar 0,100 ind/m². kelimpahan relatif tertinggi Stasiun I adalah Barbatia foliate dan Cardites antiquarus stasiun II ditempati oleh jenis Priglypta reticulata sebesar, sedangkan stasiun III ditempati oleh jenis Circe tumifacta. Keanekaragaman (H’) jenis dari ketiga stasiun tergolong rendah dimana H’ < 1 yaitu keanekaragaman tergolong rendah, nilai keseragaman (E)yang diperoleh tergolong tinggi dimana E > 0,6 termasuk dalam kategori tinggi, dan nilai dominansi mendekati 0 yang berarti bahwa tidak ada jenis yang mendominasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bivalvia merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di perairan Indonesia. Bivalvia juga merupakan salah satu fauna terpenting dalam ekosistem perairan karena berperan dalam penyediaan makanan untuk berbagai spesies yang lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis bivalvia di Pantai Mbiu Desa Mbiu Lombo Kecamatan Ndao Nuse Kabupaten Rote Ndao dan untuk menghitung indeks keanekaragaman bivalvia pada zona intertidal di pantai Mbiu, Desa Mbiu Lombo, Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalan penelitian ini adalah Line Transek Kuadran dengan teknik sampling kuadran di kawasan pantai Mbiu, Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian tentang jenis bivalvia yang terdapat pada kawasan pantai Mbiu terdapat 53 individu dari 3 famili yaitu Ostreidae, Tridacnidae , dan Pinnidae. Famili Ostreidae terdapat satu spesies yaitu, Ostrea edulis yang berjumlah 5 individu. Family Tridacnidae terdapat dua spesies yaitu Hippopus hippopus yang berjumlah 11 dan Tridacna maxima yang berjumlah 17 individu. Family Pinnidae terdapat satu spesies yaitu, Pinna deltode yang berjumlah 18. Indeks keanekaragaman pada transek I, II, III, IV, dan V di pantai Mbiu tergolong sedang karena menunjukan 1 ˃ H’ ˂ 3, sedangkan indeks kelimpahan tertinggi terdapat pada spesies Pinna deltode dengan nilai 1 (ind/m2).