ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA WHATSAPP TERHADAP HASIL BELAJAR PJOK BAGI SISWA
Elda Lediana Lau1*, David Loba, S.Pd., M.Pd2, Yahya J. Palinata, S.Pd., M.Or3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Masalah yang penulis jumpai adalah pada proses pembelajaran daring, guru menggunakan media WhatsApp sebagai media pembelajaran sehingga dengan penggunaan media WhatsApp adakah pengaruh terhadap hasil belajar siswa
Tujuan penelitian: Kegiatan penelitian ini memiliki tujuan yang hendak di capai adalah untuk megetahui Pengaruh Penggunaan Media WhatsApp terhadap Hasil Belajar PJOK Bagi Siswa
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif
Hasil dan pembahasan: Hasil belajar PJOK dari hasil rekapitulasi nilai hasil ulagan harian atletik siwa kelas VII B SMP Negeri 20 Kota Kupang 75, 16% dan Pembahasan pengaruh media sosial WhatsApp terhadap hasil belajar PJOK bagi siswa bersadarkan hasil rekapitulasi pengaruh pengunaan media sosial WhatsApp terhadap hasil belajar di kelas VII B SMP Negeri 20 Kota Kupang 84, 31%
Simpulan: Berdasarkan nilai r dari output, diperoleh nilai rhitung 0,030305191 dan rtabel 0,240. Karena nilai rtabel 0,240 < rhitung 0,030305191 yang berarti Ha di terima dan Ho ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam menggunakan media sosial WhatsApp terhadap hasil belajar siswa.
Katakunci: WhatsApp, hasil belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Analisis wacana ujaran kebencian di grup Whatsapp oleh mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana” Penulis merumuskan dua pertanyaan penelitian, yaitu: (1) Apa ujaran kebencian yang di gunakan di dalam grup Whatsapp? dan (2) Apakah ujaran kebencian yang di temukan di grup Whatsapp dapat di definisikan sebagai ujaran kebencian sesuai konteksnya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa ujaran kebencian di gunakan di dalam grup whatsapp dan apakah ujaran kebencian yang temukan dalam grup whatsapp dapat di kategorikan sebagai ujaran kebencian berdasarkan konteksnya. Data diambil dari grup whatsapp “English 2015”,kemudian penulis menyalin dan menganalisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam melakukan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah, penulis menemukan 12 kata ujaran kebencian yang di gunakan dalam grup whatsapp, ujaran kebencian tersebut memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks linguistik, konteks fisik dan konteks budaya. Stelah menganalisa 12 ujaran kebencian tersebut degan konteks budaya, penulis menemukan bahwa 9 kata memiliki makna sebagai kata kata lelucon atau kata biasa yang dapat di terima dan 3 di antaranya bisa di definisikan sebagai ujaran kebencian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Penggunaan aplikasi WhatsApp sebagai media pembelajaran daring pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas IX di SMP Negeri 8 Kupang. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 8 Kupang pada bulan Agustus 2021. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi yang mendeskripsikan mengenai penggunaan WhatsApp sebagai media pembelajaran daring (dalam jaringan). Data penelitian diperoleh melalui wawancara bersama wali kelas yang menjadi sumber utama dari penelitian ini, kemudian wawancara bersama 5 orang peserta didik kelas IX A. Observasi berupa observasi partisipasi pasif serta dokumentasi sebagai data pendukung dari hasil wawancara. Hasil penelitian menujukkan bahwa guru telah menggunakan WhatsApp sebagai media pembelajaran dalam menunjang kegiatan pembelajaran daring. Guru melakukan kegiatan pembelajaran sama seperti saat berada di dalam kelas, yaitu pertama guru melakukan kegiatan pembuka, kemudian dilanjutkan ke kegiatan inti, dan diakhiri dengan kegiatan penutup. Dalam kegiatan pembelajaran, guru memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia pada WhatsApp seperti fitur teks dan pesan suara/voice note yang digunakan untuk saling berinteraksi, fitur foto digunakan untuk mengirim hasil pekerjaan rumah oleh peserta didik, fitur dokumen yang digunakan untuk berbagi materi pembelajaran dalam bentuk World/PDF/PPT, fitur vidio digunakan untuk membagikan vidio yang berkaitan dengan materi pembelajaran, dan fitur telepon yang digunakan guru untuk menghubungi peserta didik yang bermasalah. Dari hasil penelitian ini di sarankan agar pendidik kreatif dan terampil dalam membuat variasi pembelajaran terutama dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada WhatsApp, , pendidik harus lebih tegas terhadap peserta didik, dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua peserta didik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The writer conducted the research entitled “An Analysis on Slang Words Used in Whatsapp by the Group Members of the Ten Semester Students of Artha Wacana Christian University”.The research problems of this study were what are the types of slang words found in whatsapp by the group members of the ten semester students and what are the reasons of group members whatsapp chat using slang words?. The aims of this study were to categorize the types of slang found in whatsApp and to explain the reason of slang in WhatsApp. The method of this research was a descriptive qualitative method.The subjects of this research were the English students of Class F in academic year 2015. The instrument of this research were questionnaire and documentation.The result of this research found that there are two types of slang words, in-group slang and common slang. There are 17 slang words of in-group slang, they are Dun, G’monin, Abt, Idk, R u, Dunno, IC, Ofc, Ma, Bombed, Freaking funny, Crash it away, Freak out, Cz, Ya, Temme, Gotcha, Yup, Lmao, Gee. And there are 41 slang words of common slang, they are Guys, Gws, Kay, Wht, Otw, pissed, Hoax, Kinda, Wanna, Imma, Lol, Nope, Buddy, Hbd, Bro, Wth, Prank, Btw, Hip, Fatty, Whaddya, Yikes, X-mass, Omg, Sis, Lemme, Shit, Whacha, Hang around, Kitsch, Mom, Fav, Babe, Wtf, Thx, Nite, Congrat, Datz. The most dominant reason of using slang was 1) Just for fun; 2) To be different; 3) to enrich the language; 4) to reduce the excessive seriousness of a conversation