Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Surat Yakobus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbuatan Sebagai Akta Iman

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Iman adalah keyakinan akan adanya Allah dan percaya dengan sungguh bahwa Allah adalah benar. Iman berkaitan dengan batin seseorang karena itu iman tidak dapat terlihat dengan jelas oleh siapapun kecuali Allah. Sedangkan, perbuatan adalah tindakan, kelakukan atau tingkah laku. Perbuatan seseorang dapat terlihat dengan jelas oleh orang lain. Dewasa ini, kehidupan anggota jemaat GMIT belum menampakkan teladan hidup yang sesuai dengan identitasnya sebagai orang percaya. Menjadi persoalan ialah anggota jemaat GMIT masih keliru terkait hubungan iman dan perbuatan yang dinilai sebagai dua hal yang dapat dipisahkan. Orang yang telah mengaku percaya kepada Allah tidak perlu lagi melakukan perbuatan baik dan sebaliknya. Untuk itu, tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui teologi dan kerygma dari surat Yakobus mengenai iman dan perbuatan dan implikasinya bagi kehidupan praktis jemaat GMIT. Metodologi yang digunakan di antaranya mencakup dua hal yaitu metodologi penulisan dan metodologi penelitian. Metodologi penulisan menggunakan metode deskriptif-analisis-reflektif dengan tujuan mengumpulkan data melalui kajian pustaka yang kemudian memberikan refleksi dan implikasi teologi surat Yakobus. Sedangkan metodologi penelitian menggunakan penelitian kualitatif dan metode studi pustaka dengan memperhatikan literatur yang telah ada untuk mengkaji teologi dan menemukan informasi-informasi serta realitas kehidupan anggota jemaat GMIT. Hasil dari kajian ini menggambarkan bahwa surat Yakobus merupakan salah satu surat yang dapat memberikan jawaban atas persoalan masa kini. Teologi surat Yakobus yang membahas mengenai iman dan perbuatan dapat diaplikasikan dalam kehidupan anggota jemaat GMIT. Oleh karena itu, surat Yakobus dapat memberikan jawaban praktis terkait permasalahan anggota jemaat GMIT. Bagi Yakobus iman yang sejati harus melahirkan perbuatan yang praktis. Iman sebagai kepercayaan kepada Allah harus melahirkan perbuatan baik kepada sesama. Sebagai anggota jemaat GMIT yang hidup di masa kini harus menampilkan iman kepada Allah melalui perbuatan baik kepada sesama seperti dengan cara tidak melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, membunuh, melakukan penipuan, menghindari diri dari penggunaan narkoba dan tindakan tawuran. Selain daripada itu, anggota jemaat GMIT juga tidak boleh kompromi terhadap dosa apalagi menganggap sepele dosa yang dilakukan. Dengan demikian perbuatan baik yang dengan praktis dapat dilakukan oleh anggota jemaat GMIT ialah menolong sesama yang sedang berkesusahan, menjaga mulut dari perkataan yang sia-sia dan bohong, serta menjaga diri dari hawa napsu untuk melakukan dosa seperti melakukan hubungan seks sebelum nikah hingga tidak terjerumus dalam dosa narkotika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit : Suatu Tinjauan Eksegetis Terhadap Surat Yakobus 5: 12-20 Mengenai Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kalvari Fenun.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit “Suatu Tinjauan Eksegetis terhadap Surat Yakobus 5: 12-20 mengenai Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kalvari Fenun” Email: [email protected] Teks surat yakobus 5: 12-20 merupakan nasehat yang berisi hikmat dalam menjalani kehidupan. Hikmat yang dimaksud adalah hikmat dalam berkata-kata, hikmat dalam menderita serta tanggungjawab saling membantu jemaat untuk bertobat. Ini terlihat dalam nasehat Yakobus untuk tidak bersumpah sehingga tidak menjerumuskan diri ke dalam hukuman yang membuat seseorang menderita. Sakit juga merupakan sebuah penderitaan, sehingga harus berhikmat ketika mengalami sakit. Sehingga, pertobatan menjadi hal yang penting. Hal ini juga dialami oleh jemaat Kalvari Fenun, dikarenankan sumpah yang dilakukan sehingga membuat mereka harus mengalami penderitaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini agar dapat memberikan pemahaman mengenai praktik sumpah dan doa bagi orang sakit untuk dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan bahwa praktik sumpah lebih baik tidak dilakukan serta pentingnya doa dan pertobatan untuk pemulihan sakit baik jasamani maupun rohani. Penulis tertarik untuk mengkaji sumpah dan doa bagi orang sakit di Jemaat Kalvari Fenun dengan bertolak dari sudut pandang teks surat Yakobus 5:12-20 dengan melakukan kajian pustaka, menggunakan metode studi eksegetis dan menemukan beberapa poin kerygma yaitu: tidak bersumpah secara sembarangan, kekuatan doa dan kesembuhan serta pentingnya pertobatan. Hasil kajian menerangkan bahwa Jemaat GMIT Kalvari Fenun tidak boleh bersumpah secara sembarangan supaya tidak mengalami sakit, tetapi perkataan penuh hikmatlah yang seharusnya dikatakan. Jika mengalami sakit, maka doa menjadi sarana untuk meneguhkan iman dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan. Sebab, doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan maka sangat besar kuasanya dan ada hasilnya. Kata Kunci: Surat Yakobus, Sumpah, Doa, Sakit

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail