Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Sumpah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

SUMPAH ADAT Suatu Tinjauan Teologis terhadap Pemahaman Jemaat tentang Sumpah Adat dan Implikasinya bagi Pelayanan Gereja di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul: Sumpah Adat dengan sub Judul: Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat dan Implikasinya bagi Pelayanan Gereja di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua yang ditulis oleh Dominggus Bole Lawe, mengarahkan perhatian pada praktik sumpah adat di Hawu Mehara serta bagaimana pemahaman jamaat GMIT Betel Gelanalalu sebagai salah satu basis berteologi dan pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan mendefinisikan, menganalisis dari perspektif teologis, serta memfokuskan pada pemahaman jemaat tentang sumpah adat dan bagaimana pengaruh sumpah adat, yang berdampak pada relasi manusia dalam komunitas masyarakat Hawu Mehara. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologis dari Lesslie Newbigin untuk menganalisis bagaimana praktik sumpah adat mempengaruhi kehidupan dan berdampak negatif terhadap konsep kebersamaan dalam struktur masyarakat, khususnya Jemaat GMIT Betel Gelanalalu. Hasil penilitian membuktikan bahwa sumpah adat memiliki dampak teologis: terjadi krisis iman dan relasi dengan Allah, dampak psikologis: hidup dalam ketakutan dan kecemasan, dampak sosial: ketegangan dan putusnya relasi, dampak keluarga: retaknya ikatan kekeluargaan dan trauma lintas generasi, dampak eklesiologi: melemahnya persekutuan gereja. Berdasarkan beberapa dampak dari sumpah adat ini, perlu memberikan pemahaman baru, serta penegasan bagi anggota jemaat agar tetap dalam iman yang benar kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya otoritas yang berkuasa, bukan terjebak di bawah kuasa kutuk dan ikatan sumpah adat. Alasannya adalah kuasa kutuk, kecemaran segenap umat manusia, termasuk praktik-praktik dalam kebudayaan mana pun Kristus sudah merengkuh, memurnikan lewat pengorbanan-Nya. Dengan demikian, transfomasi secara pemikiran, dan netralisasikan pemahaman yang keliru dalam masyarakat adat perlu diberikan seturut iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit : Suatu Tinjauan Eksegetis Terhadap Surat Yakobus 5: 12-20 Mengenai Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kalvari Fenun.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit “Suatu Tinjauan Eksegetis terhadap Surat Yakobus 5: 12-20 mengenai Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kalvari Fenun” Email: [email protected] Teks surat yakobus 5: 12-20 merupakan nasehat yang berisi hikmat dalam menjalani kehidupan. Hikmat yang dimaksud adalah hikmat dalam berkata-kata, hikmat dalam menderita serta tanggungjawab saling membantu jemaat untuk bertobat. Ini terlihat dalam nasehat Yakobus untuk tidak bersumpah sehingga tidak menjerumuskan diri ke dalam hukuman yang membuat seseorang menderita. Sakit juga merupakan sebuah penderitaan, sehingga harus berhikmat ketika mengalami sakit. Sehingga, pertobatan menjadi hal yang penting. Hal ini juga dialami oleh jemaat Kalvari Fenun, dikarenankan sumpah yang dilakukan sehingga membuat mereka harus mengalami penderitaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini agar dapat memberikan pemahaman mengenai praktik sumpah dan doa bagi orang sakit untuk dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan bahwa praktik sumpah lebih baik tidak dilakukan serta pentingnya doa dan pertobatan untuk pemulihan sakit baik jasamani maupun rohani. Penulis tertarik untuk mengkaji sumpah dan doa bagi orang sakit di Jemaat Kalvari Fenun dengan bertolak dari sudut pandang teks surat Yakobus 5:12-20 dengan melakukan kajian pustaka, menggunakan metode studi eksegetis dan menemukan beberapa poin kerygma yaitu: tidak bersumpah secara sembarangan, kekuatan doa dan kesembuhan serta pentingnya pertobatan. Hasil kajian menerangkan bahwa Jemaat GMIT Kalvari Fenun tidak boleh bersumpah secara sembarangan supaya tidak mengalami sakit, tetapi perkataan penuh hikmatlah yang seharusnya dikatakan. Jika mengalami sakit, maka doa menjadi sarana untuk meneguhkan iman dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan. Sebab, doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan maka sangat besar kuasanya dan ada hasilnya. Kata Kunci: Surat Yakobus, Sumpah, Doa, Sakit

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail