Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Sakit
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG PENJATUHAN PUTUSAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (STUDI KASUS RSUD DR.HARJONO KEBUPATEN PONOROGO)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah: Deskripsi Tentang Penjatuhan Putusan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (Studi Kasus RSUD Dr.Harjono Kabupaten Ponorogo). Rumusan masalah yang penulis kaji adalah 1). Mengapa Pengadilan Negeri Menjatuhkan Putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkama Agung dengan putusan pemidanaan? 2). Mengapa putusan Mahkama Agung dalam tingkat Kasasi menjatuhkan pemidanaan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas?. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: 1). Untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkama Agung dengan menjatuhkan putusan pemidanaan. 2). Untuk mengetahui alasan putusan Mahkama Agung dalam tingkat Kasasi menjatuhkan pemidanaan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas. Sifat penelitian adalah deskriptif dan Jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel bebas yakni : Pengadilan Negeri menjatukan putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkamah Agung dengan putusan pemidanan serta putusan Mahkamah Agung menjatuhkan pemidanan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatukan putusan bebas dan Variabel Terikat dalam penelitian ini yaitu Putusan Pengadilan terhadap Terdakwa tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas karena: 1).Tidak memenuhi unsur melawan hukum dalam dakwaan primair; dan 2).Tidak memenuhi unsur menyalahgunakan kewenangan dalam dakwaan subsidair. Kemudian alasan Mahkamah Agung Tingkat Kasasi membatalkan karena: 1).Pengadilan Negeri salah menerapkan hukum; 2).Perbuatan terdakwa terbukti atau memenuhi unsur dalam dakwaan primair. Selanjutnya ditemukan alasan Mahkamah Agung tingkat Peninjauan Kembali membatalkan putusan Kasasi dan membebasakan Terpidana karena 1).Majelis Hakim Mahkamah Agung tingkat Kasasi salah menerapkan hukum dan 2).Perbuatan Terpidana tidak terbukti atau memenuhi unsur dalam dakwaan Penuntut umum. Adapun saran yang diberikan yaitu : 1). Pemeriksaan yang dilakukan oleh Hakim baik di tingkat Pengadilan Negeri atau Mahkamah Agung diharpkan lebih cermat dalam memperhatikan fakta-fakta persidangan, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam meberikan putusan atau menerapkan hukum; dan 2).Hakim Pengadilan Kasasi dalam menerapkan hukum diharapkan lebih cermat memperhatikan dengan baik dalam menghubungkan fakta hukum dengan unsur-unsur yang terdapat dalam pasal dakwaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit : Suatu Tinjauan Eksegetis Terhadap Surat Yakobus 5: 12-20 Mengenai Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kalvari Fenun.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit “Suatu Tinjauan Eksegetis terhadap Surat Yakobus 5: 12-20 mengenai Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kalvari Fenun” Email: [email protected] Teks surat yakobus 5: 12-20 merupakan nasehat yang berisi hikmat dalam menjalani kehidupan. Hikmat yang dimaksud adalah hikmat dalam berkata-kata, hikmat dalam menderita serta tanggungjawab saling membantu jemaat untuk bertobat. Ini terlihat dalam nasehat Yakobus untuk tidak bersumpah sehingga tidak menjerumuskan diri ke dalam hukuman yang membuat seseorang menderita. Sakit juga merupakan sebuah penderitaan, sehingga harus berhikmat ketika mengalami sakit. Sehingga, pertobatan menjadi hal yang penting. Hal ini juga dialami oleh jemaat Kalvari Fenun, dikarenankan sumpah yang dilakukan sehingga membuat mereka harus mengalami penderitaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini agar dapat memberikan pemahaman mengenai praktik sumpah dan doa bagi orang sakit untuk dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan bahwa praktik sumpah lebih baik tidak dilakukan serta pentingnya doa dan pertobatan untuk pemulihan sakit baik jasamani maupun rohani. Penulis tertarik untuk mengkaji sumpah dan doa bagi orang sakit di Jemaat Kalvari Fenun dengan bertolak dari sudut pandang teks surat Yakobus 5:12-20 dengan melakukan kajian pustaka, menggunakan metode studi eksegetis dan menemukan beberapa poin kerygma yaitu: tidak bersumpah secara sembarangan, kekuatan doa dan kesembuhan serta pentingnya pertobatan. Hasil kajian menerangkan bahwa Jemaat GMIT Kalvari Fenun tidak boleh bersumpah secara sembarangan supaya tidak mengalami sakit, tetapi perkataan penuh hikmatlah yang seharusnya dikatakan. Jika mengalami sakit, maka doa menjadi sarana untuk meneguhkan iman dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan. Sebab, doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan maka sangat besar kuasanya dan ada hasilnya. Kata Kunci: Surat Yakobus, Sumpah, Doa, Sakit

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATASPENERIMAAN KAS PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ALOR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Arnol ray abolla. 2022 Analisis Penerapan Sistem Pengendalian Internal Atas Penerimaan Kas Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten alor. Program Studi: S 1 akuntansi Universitas Kristen Artawacana kupang. Pembimbing 1:DR. Nithanael Hendrik,Msi: Pembimbing 2: Yuningsih N. Cristiani.,SST.,M.Ak RSUD kabupaten alor merupakan salah satu organisasi sektor publik yg bergerak di bidang pelayanan kesehatan dan juga merupakan salah satun sumber pendapatan asli daerah yang mengelola penerimaan kas dari jasa pelayanan kesehatan. Penerimaan kas dari RSUD kabupaten alor berasal dari beberapa jenis pelayanan yaitu unit rawat jalan, unit rawat inap, farmasi, laboratorium, dan pendapatan lain-lain pelayanan yang mempunyai konstribusi pendapatan paling tinggi adalah pelayanan di instalasi rawat inap sebesar 47%. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui sistem internal atas penerimaan kas rumah sakit umum daerah kabupaten alor. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara tanya jawab,kuesioner. Teknik analisis data adalah menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem pengendalin intern atas penerimaan kas di RSUD kabupaten alor sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga penerimaan kas suda menggunakan aplikasi SIMRS suda di terapkan sehingga sangat berpengaruh terhadap kinerja RSUD kabupaten alor termasuk kinerja penerimaan kas. Dan RSUD kabupaten alor juga suda menerapkan unsur-unsur sistem pengendalian intern yang seharusnya baik itu struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab dan wewenang secara tegas, sistem otoritas dan prosedur dan pencatatan, praktik yang sehat , karyawan yang mutu nya sesuai dengan tanggung jawab. Hasil analisis menunjukan bahwa keempat aspek dari SPI sudah di terapkan terutama berkaitan dengan sistem pengelola keuangan RSUD kabupaten alor. Kata kunci: penerapan sistem pengendalian internal atas penerimaan kas rumah sakit umum daerah kabupaten alor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA RUMAH SAKIT SK LERIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kondisi persaingan usaha dibidang kesehatan saat ini sangat ketat, oleh karena itu sebuah rumah sakit perlu mengetahui bagaimana kinerja rumah sakit secara lebih komprehensif dari berbagai sisi. Rumah Sakit SK Lerik sudah melakukan pengukuran kinerja keuangan, kinerja operasional serta kinerja mutu pelayanan dan manfaat bagi masyarakat, namun hal ini masih belum cukup karena banyak aspek-aspek penting yang jadi pemicu kinerja organisasi tidak terlihat dalam pengukuran kinerja tersebut dan pengukuran kinerja tersebut masih terpisah￾pisah. Balanced Scorecard dapat digunakan karena dapat menganalisis kinerja yang lebih menyeluruh dan komprehensif dalam kinerja organisasi. Oleh karena itu masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah menganalisis kinerja Rumah Sakit SK Lerik dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja rumah sakit melalui empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggaan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran diharapkan dapat membuat pengukuran kinerja di Rumah Sakit SK Lerik menjadi lebih baik dari yang ada sekarang. Data diperoleh melalui kuesioner dan data sekunder Rumah Sakit SK Lerik. Pengukuran kinerja keuangan dilihat dari profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, aktivitas, efisiensi dan efektivitas. Perspektif pelanggan dilihat dari kepuasan pelanggan, retensi pelanggan, dan akuisisi pelanggan. Perspektif proses Bisnis Internal dilihat dari inovasi dan proses operasi. Sedangkan untuk perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dilihat dari kepuasan karyawan, retensi karyawan dan produktivitas karyawan Dari hasil penelitian dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard dapat ditarik kesimpulan yaitu : perspektif pertumbuhan dan pembelajaran serta perspektif bisnis internal dianggap cukup baik , sedangkan untuk 2 perspektif lainnya yaitu perspektif pelanggan dan perspektif keuangan dianggap baik. Maka, Balanced Scorecard cocok untuk diterapkan pada Rumah Sakit SK Lerik karena Balanced Scorecard dapat memberikan gambaran yang lebih terstruktur dan menyeluruh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Atas Pengelolaan Perbekalan Obat-Obatan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat Kabupaten Kupang

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS ATAS PENGELOLAAN PERBEKALAN OBAT-OBATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NAIBONAT KABUPATEN KUPANG Penelitian ini merupakan penelitian mengenai Analisis Atas Pengelolaan Perbekalan Obat-obatan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Daerah Naibonat Kabupaten Kupang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengelolaan perbekalan obat-obatan di instalasi farmasi rumahsakitumum darerah naibonat kabupaten kupang.Populasi dan Sampel pada penelitian ini adalah kepala instalasi dan kepala gudang logistik instalasi farmasi rumah sakit umum daerah naibonat kabupaten kupang. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan mengeruaikan serta mendiskripisikan data yang diperoleh diwujudkan dengan cara mengkupkan kejadian atau fakta/wawancara untuk mengetahui pengelolaan perbekalan obat-obatan dari indikator perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, penghapusan, pengandalian dan pencatatan di instalasi farmasi rumah sakit umumdaerah naibonat kabupaten kupang. Berdasarkan hasil penelitian pengelolaan pada Perencanaan di instalasi farmasi sesuai dengan persyaratan kefarmasian dimana pelaksanakan dilakukan oleh unit farmasi RSUD Naibonat melalui pelaporan dan pertanggungjawaban. Perencanaan obat-obatan yang dilakukan oleh unit formasi dan pemilihan obat yang akan dipesan berdasarkan stok obat yang akan habis, dan Berdasarkan analisis pola penyakit dan obat yang dibutuhkan.ada bagian atau unit khusus yang bertugas dan bertanggungjawab untuk membuat perencanaan dan pembelian obat-obatan dan petugas pada unit tersebut mengetahui obat yang wajib ada sesuai dengan kebutuhan yang telah direcanakan. Pelaksanaan perencanaan obat yang sedang berjalan di IFRS sudah dan telah sesuai dengan standar kefarmasian yang berlaku di rumah sakit. Hasil penelitian pada pengadaan disesuaikan dengan syarat dan standar operasional yaitu pembelian dilakukan sesuai dengan kebutuhan pemesanan setiap satu tahun dengan sisten e-purchasing paket pedagang besar (PBF) dan sesuai anggaran yang tersedia dari PEMDA, dalam pemesanan obat diperlukan mutu, expire date, kualitas obat yang dibutuhkan, kemasan yang sesuai e-katalog dan pengadaan tepat waktu. Namun yang sedang berjalan di IFRS belum sesuai dengan standar yang berlaku sehingga berdampak pada pengadaan obat, dimana pemesanan obat datang tidak tepat waktu, ditemukan pemesanan ulang obat, distributor kosong, sehingga pihak RSUD perbekalan farmasi harus mencari distributor lain. Hasil penelitian Penerimaan persediaan obat di Instalasi farmasi RSUD Naibonat Kabupaten Kupang telah sesuai dengan aturan kefarmasian yang mengikuti aturan rumah sakit dan juga dalam penerimaan persediaan obat telah ada tim yang di bentuk, mulai dari proses penerimaan dan pengawasan serta pemeriksaan. Namun pelaksanaan yang sedang berjalan di IFRS belum sesuai dengan standar yang berlaku sehingga berdampak pada proses penerimaan dimana obat yang datang tidak sesuai dengan pesanan, datangnya terlambat, dan diluar jam kerja. Hasil penelitian penyimpanan obat-obatan di IFRS sesuai dengan persyaratan kefarmasian rumah sakit dimana ada unit khusus yang bertanggungjawab untuk pemyimpanan obat-obatan, adanya kartu stok pada saat penyimpanan obat-obatan dan juga penyimpanan obat-obatan di pisahkan berdasarkan jenis dan sumbernya dan petugas pada unit tersebut selalu melakukan pencatatan obat keluar masuk di gudang, dan penyimpanan obat yang terhindar dari gangguan fisik. Pelaksanaan penyimpanan obat yang sedang berjalan di Instalasi Farmasi rumah Sakit Umum Daerah Naibonat telah dan sesuai dengan persyaratan kefarmasian yang berlaku di rumah sakit. Hasil penelitian Pendistribusian obat sesuai dengan prosedur rumah sakit, bagian distribusi juga memegang peranan penting dalam penyediaan sediaan formasi dan alat kesehatan serta pendistribusian pada apotik rawat inap sama dengan pendistribusian rawat jalan yaitu dengan menggunakan sistem perorangan.Pelaksanaan pendistribusian yang sedang berjalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat sudah dan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku di rumah sakit. Hasil penelitian proses penghapusan obat-obatan di IFRS sesuai dengan syarat dan standar yang berlaku. Hal ini dikarenakan pihak RS perna melakukan penghapusan obat-obatan tidak terpakai karena kadaluarsa dan rusak pada instalasi perbekalan farmasi dan penghapusan obat-obatan adalah untuk menjamin perbekalan farmasi yang sudah tidak memenuhi syarat kelolah dengan standar yang berlaku dan juga pengahapusan atau pemusnahan pada obat-obatan sudah terlebih dahulu membuat usulan pengahupsan kepada pihak yang terkait.Pelaksanaan penghapusan pada IFRS telah dan sesuai dengan standar yang berlaku di rumah sakit. Hasil penelitian pengandalian pada obat di IFRS menunjukan bahwa sudah sesuai dengan program yang diterapkan di RS serta pengandalian dilakukan agar tidak terjadi kekurangan/kekosongan obat pada rumah sakit.Pelaksanaan pengandalian yang sedang berjalan di IFRS telah dan sesuai dengan standar yang berlaku di rumah sakit. Hasil penelitian Pencatatan kartu stok Di Gudang Instalasi Farmasi RSUD selalu dilakukan dan sesuai persyaratan di Rumah Sakit.Pelaksanan penghapusan yang sedang berjalan di IFRS telah dan sesuai dengan standard persyaratan yang berlaku di rumah sakit. Kata kunci : Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail