Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Sintesis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRAKTIK PANEN PADI Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Praktik Panen Padi di Manefu Sebagai Wadah Mempererat Persekutuan Jemaat GMIT Imanuel Manefu

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji praktik panen padi di Jemaat GMIT Imanuel Manefu sebagai ruang hidup teologis yang mengintegrasikan tradisi budaya lokal dengan iman Kristen. Praktik panen padi tidak semata-mata dipahami sebagai aktivitas agraris, melainkan sebagai praktik komunal dan spiritual yang berfungsi membentuk identitas, relasi sosial, serta penghayatan iman jemaat secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan praktik panen padi dari masa sebelum Kristen, masa sesudah Kristen, hingga masa kini, sekaligus menganalisis nilai, makna, dan tema teologis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini juga menelaah implikasi praktik tersebut bagi persekutuan Jemaat GMIT Imanuel Manefu, terutama dalam menghadapi tantangan relasi persaudaraan akibat konflik sosial, seperti perebutan tanah warisan. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, menggunakan wawancara mendalam dan studi pustaka sebagai sumber data utama, kemudian dianalisis melalui kerangka Teologi Kontekstual Model Sintesis karya Stephen B. Bevans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik panen padi di Manefu mengalami transformasi dalam bentuk kerja dan teknis pelaksanaan akibat pengaruh modernisasi yang bisa saja menggeser nilai-nilai inti Kristen yang terkandung dalam praktik tersebut seperti nilai persekutuan, kasih, persaudaraan, gotong royong, dan pemberian diri tanpa pamrih tetap terpelihara. Praktik panen padi dimaknai sebagai ritus syukur kepada Tuhan, peneguh identitas budaya jemaat, sarana penguatan relasi sosial, dan media pembentukan etos kerja yang bertanggung jawab. Refleksi teologis menegaskan bahwa praktik panen padi merupakan wujud teologi hidup yang kontekstual, di mana kerja dipahami sebagai bentuk ibadah, tanah sebagai anugerah Tuhan, dan tindakan berbagi sebagai kesaksian iman. Dalam konteks konflik warisan yang mengancam persatuan jemaat, praktik panen padi berpotensi menjadi ruang rekonsiliatif sekaligus pedagogi iman yang meneguhkan persekutuan sebagai tubuh Kristus. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengembangan praktik ini menjadi penting sebagai media pewartaan Injil dan pembentukan spiritualitas komunal jemaat di tengah dinamika sosial dan perubahan zaman

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TRADISI TUTUS Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Tradisi Tutus dan Maknanya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Oebitina

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tradisi Tutus sebagai salah satu praktik budaya yang masih dijalankan oleh jemaat GMIT Imanuel Oebitina di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tradisi Tutus tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya leluhur, tetapi juga diyakini memiliki makna religius yang berkaitan dengan harapan akan berkat, perlindungan, dan kesejahteraan hidup. Dalam praktiknya, tradisi ini kerap menimbulkan ketegangan teologis karena berpotensi melahirkan dualisme iman, yaitu pengakuan kepada Kristus sebagai sumber berkat, namun di saat yang sama masih bergantung pada praktik adat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat GMIT Imanuel Oebitina, menganalisis makna dan pelaksanaan tradisi Tutus dalam perspektif teologi kontekstual, serta merumuskan refleksi teologis, pastoral, dan implikasinya bagi pelayanan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologi kontekstual model sintesis Stephen B. Bevans. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan melibatkan anggota jemaat, majelis jemaat, serta tokoh adat. Data dianalisis secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tutus mengandung nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, serta penguatan relasi kekeluargaan. Namun, di sisi lain, terdapat kecenderungan pemaknaan religius yang dapat mengaburkan pengakuan iman kepada Allah sebagai satu-satunya sumber berkat. Melalui pendekatan sintesis, Injil dan budaya dipahami sebagai dua realitas yang dapat berdialog secara kritis dan konstruktif. Penelitian ini merekomendasikan agar gereja mengembangkan pendampingan pastoral dan pendidikan iman yang kontekstual, sehingga jemaat mampu memaknai tradisi Tutus secara bijaksana, tetap menghargai budaya lokal, serta setia pada ajaran iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TRADISI TARONG GANG TARONG BU Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Tradisi Tarong Gang Tarong Bu Dalam Konteks Pertanian Dan Implikasinya Bagi Anggota Mata Jemaat Betania Mampui, Klasis Alor Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan anggota Mata Jemaat Betania Mampui yang menjalankan aktivitas pertanian berdasarkan tahun tertentu, yakni tahun ganjil dan tahun genap. Kondisi ini dipengaruhi oleh tradisi yang diwariskan oleh leluhur, yakni tradisi Tarong Gang Tarong Bu (Tahun baik dan tahun buruk). Tradisi ini mendasari pemahaman jemaat bahwa tahun bernomor ganjil merupakan tahun tidak baik, sebab tahun ini mempengaruhi peningkatan hama tikus. Sebaliknya tahun bernomor genap merupakan tahun baik, sehingga baik untuk melaksanakan aktivitas pertanian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman jemaat terhadap tradisi ini, kemudian mengidentifikasi setiap pemahaman berdasarkan tradisi ini menggunakan model pendekatan teologi kontekstual. Model kontekstual yang digunakan adalah model antropologis dan sintesis yang digagas oleh Stephen B. Bevans, selanjutnya menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Tarong Gang Tarong Bu serta merumuskan refleksi teologis dan relevansinya bagi anggota Mata Jemaat Betania Mampui. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini turut menggunakan metode kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel-artikel teologis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman jemaat dalam pengecualian tahun didasari atas ketakutan akan hama tikus yang meningkat, padahal peningkatan hama tikus bukan didasari oleh tahun tertentu, melainkan pada faktor pembersihan lahan yang tidak serentak pada satu lahan, seperti yang dilakukan pada tahun baik (Tarong Gang). Berdasarkan pendekatan teologi kontekstual antropologi dan sintesis. Pemahaman jemaat akan ketakutan hama tikus dalam tradisi ini, dapat didialogkan dengan iman Kristen, yang tidak terlepas dari nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Tarong Gang Tarong Bu. Berdasarkan pendekatan tersebut, penelitian ini menemukan transformasi pemahaman. Pengecualian tahun dalam aktivitas pertanian oleh anggota mata jemaat tidak lagi dilihat sebagai ketakutan mistis, melainkan bentuk pemeliharaan alam. Selain itu, dengan menggunakan pendekatan teologi kontekstual, penelitian ini menemukan nilai nilai dalam tradisi yang mendukung kehidupan jemaat dan pelayanan gereja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SINTESIS CRUDE ANTOSIANIN DARI KULIT TERUNG BELANDA ASAL BAJAWA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SINTESISCRUDEANTOSIANINDARITERUNGBELANDAASALBAJAWA ANASTASIAPIRI1);GODLIEFFNEONUFA2);REGINAMBANOET2) ABSTRAK Terung belanda tumbuh didaerah pegunungan/dataran tinggi pada ketinggian1000mdpl.TanamanterungbelandadiPropinsiNusaTenggara Timur,tumbuhpadadatarantinggikhususnyadiKabupatenNgadadan KabupatenManggarai,namunbelum dinilaisebagaikomoditaskomersial sehinggapopulasidanproduksinyatidakterpublikasipadastatistiktahunan BPS (BadanPusatStastistik).Tujuanyangdicapaidalam penelitianini adalahuntukmengetahuitingkatantosianinyangterdapatdalamkandungan terungbelandayangadadiBajawa.Metodeyangdigunakandalampenelitian iniyaitu metode eksperimental,dilakukan penelitian pada laboraturium pertanian UKAW Kupang.Pengukuran karakterisasiSenyawaAntosianin Dengan KromatografiLapis Tipis.Hasilpengukuran Antosianin pada ekstraksikulitterungbelandaasalBajawasebesarsebesar0,39%. Katakunci :Karakteristik,sintesiscrudeantosianin,terungbelanda

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Cuka Alami Dan Cuka Sintesis Terhadap Kadar Protein Dendeng Ikan Tongkol euthynnus Affinis

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses pengolahan seperti dendeng ikan perlu memperhatikan dan mempertahankan komponen ikan dengan cara memberikan bahan tambahan yang digunakan agar kualitas dendeng ikan tetap terjaga.Salah satu bahan tambahan yang digunakan dalam menjaga mutu dendeng ikan yaitu cuka.Cuka alami adalah cuka yang difermentasi dari nira lontar secara tradisional,sedangkan cuka sintesis adalah cuka yang diperoleh dari proses kimiawi dengan penambahan zat kimia seperti etanol, asetoin, diasetil dan ester asetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cuka alami dan cuka sintesis terhadap kadar protein dendeng ikan tongkol Euthynnus affinis.Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan.Perlakuan tersebut dibagi atas 1 perlakuan kontrol dan 3 perlakuan konsentrasi cukayang terdiri atas 2 perlakuan(CA 15%, CA 20% dan CA 25%) dan (CS 15%, CS 20% dan CS 25%) dengan 3 kali pengulangan. Analisis data menggunakan uji Anova dan uji Tukey HSD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji anovacuka alami dan cuka sintesis secara simultan berpengaruh nyata terhadap protein dendeng ikan tongkol dengan nilai signifikansi 0,0000,05. Hasil uji Tukey HSD menunjukkan bahwa konsentrasi CS 25% memiliki tingkat perbedaan yang lebih nyata yakni (0,4103). Kemudian hasil uji total kadar protein menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi terdapat pada konsentrasi 3(CS 25%) yaitu 2,360%. Sedangkan semua perlakuan untuk cuka alami memiliki kadar nilai protein yang lebih rendah daripada perlakuan kontrol dan semua perlakuan cuka sintesis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail