Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: GMIT Imanuel Oebitina
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TRADISI TUTUS Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Tradisi Tutus dan Maknanya Bagi Jemaat GMIT Imanuel Oebitina

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tradisi Tutus sebagai salah satu praktik budaya yang masih dijalankan oleh jemaat GMIT Imanuel Oebitina di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tradisi Tutus tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya leluhur, tetapi juga diyakini memiliki makna religius yang berkaitan dengan harapan akan berkat, perlindungan, dan kesejahteraan hidup. Dalam praktiknya, tradisi ini kerap menimbulkan ketegangan teologis karena berpotensi melahirkan dualisme iman, yaitu pengakuan kepada Kristus sebagai sumber berkat, namun di saat yang sama masih bergantung pada praktik adat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat GMIT Imanuel Oebitina, menganalisis makna dan pelaksanaan tradisi Tutus dalam perspektif teologi kontekstual, serta merumuskan refleksi teologis, pastoral, dan implikasinya bagi pelayanan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologi kontekstual model sintesis Stephen B. Bevans. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan melibatkan anggota jemaat, majelis jemaat, serta tokoh adat. Data dianalisis secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tutus mengandung nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, serta penguatan relasi kekeluargaan. Namun, di sisi lain, terdapat kecenderungan pemaknaan religius yang dapat mengaburkan pengakuan iman kepada Allah sebagai satu-satunya sumber berkat. Melalui pendekatan sintesis, Injil dan budaya dipahami sebagai dua realitas yang dapat berdialog secara kritis dan konstruktif. Penelitian ini merekomendasikan agar gereja mengembangkan pendampingan pastoral dan pendidikan iman yang kontekstual, sehingga jemaat mampu memaknai tradisi Tutus secara bijaksana, tetap menghargai budaya lokal, serta setia pada ajaran iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PELAYANAN KESEMBUHAN YANG HOLISTIK “Suatu Kajian Naratif dari Injil Markus 8:22-26 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Oebitina, Klasis Rote Barat Daya”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tulisan ini memfokuskan pembahasan pada menafsir teks Injil Markus 8:22-26 untuk memberi makna dan sumbangsih bagi gereja khususnya gereja di GMIT Imanuel Oebitina dalam mengatasi masalah kesehatan. Kesembuhan perlu diberikan perhatian karena merupakan suatu tanggung jawab gereja sebagai persekutuan Kristus. Pelayanan gereja khususnya Jemaat Imanuel Oebitina, belum menerapkan dan memberikan pelayanan bagi mereka yang sakit secara holistik. Pelayanan gereja berfokus pada mendoakan dari mimbar gereja tanpa ada upaya praktis yang dilakukan serta program gereja yang belum menyentuh aspek kesehatan. Tujuan dari penulisan skripsi ini Adalah untuk menyikapi masalah sakit-penyakit dan upaya pelayanan yang dilakukan gereja dengan memaknai tindakan pelayanan Yesus terhadap mereka yang sakit sesuai hasil penafsiran teks Markus 8:22-26. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode tafsir naratif. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal penting. Pertama, pelayanan penyembuhkan Yesus bersifat holistik. Kedua, pelayanan aksi nyata yang dilakukan Yesus adalah dengan pendekatan personal dan intim dengan mereka yang sakit. Ketiga, pentingnya komunitas dalam proses penyembuhan. Selain itu Tindakan praktis yang dapat dilakukan gereja adalah memberikan perhatian bagi pelayanan yang telah dirumuskan dalam pokok-pokok eklesiologinya bahwa diakonia tidak hanya diperuntukkan bagi janda, duda dan yatim piatu tapi juga bagi mereka yang sakit. Kata-kata kunci: Injil Markus, Kesembuhan Holistik, Gereja, GMIT Imanuel Oebitina.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail