ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hengki Rawa Mandapu (16382696) Studi Kandungan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Varietas Berbeda yang Dibudidaya dengan Metode yang Berbeda di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Rockie R.L. Supit, S.Pi., M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Karaginan merupakan senyawa hidrokoloid yang diekstraksi dari alga laut merah jenis Kappaphycus dan Eucheuma. Karaginan dipakai sebagai stabilisator, pengental, pembentuk gel, pengemulsi, pengikat dan pencegah kristalisasi dalam industri makanan ataupun minuman, farmasi dan kosmetik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karaginan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidaya dengan metode yang berbeda di perairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan dengan empat ulangan.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel meliputi variabel bebas, variabel terkontrol dan variabel terikat. Varietas Kappaphycus alvarezii yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas tambalang hasil kultur jaringan (Kuljar) dari Rote, varietas sacol asal Sulamu, varietas sacol asal Semau, dan varietas Cottonii asal Pasir Panjang. Hasil penelitian menunjukan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode long line berkisar antara 17,9-32,2%. Nilai kandungan karaginan tertinggi pada metode long line terdapat pada varietas sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 32,2%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 17,9%. Sedangkan nilai kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari metode lepas dasar berkisar antara 26,7-51,8%. Nilai kandungan karaginan tertinggi terdapat pada tambalang kultur jaringan Rote dengan nilai rata-rata 51,8%, sedangkan nilai kandungan karaginan terendah terdapat pada sacol Sulamu dengan nilai rata-rata 26,7%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
JEKY W. TUALAKA (16382769) Pengaruh Jarak Tanam Yang Berbeda Terhadap Alga Merah Kappaphycus alvarezii dengan Metode Long Line di Perairan Pantai Letbaun Semau Kabupaten Kupang. ALFRED G.O. KASE S.Pi.,M.Si.,Ph.D, ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia. Perairan pantai Letbaun merupakan salah satu perairan pantai yang terletak di Semau bagian Utara. Hasil rumput laut merupakan sumber pendapatan yang menjanjikan bagi sebagian besar penduduk Desa Letbaun, yang berada di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan alga merah Kappaphycus alvarezii yang meliputi pertumbuhan harian, pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak pada jarak tanam yang berbeda dengan metode long line. Penelitian ini menggunakan metode survei dan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukan pertambahan berat alga merah Kappaphycus alvarezii pada akhir penelitian dengan nilai rata-rata tertinggi 433,9 gram pada jarak tanam 20 cm kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm dengan nilai rata-rata 363,5 gram dan terendah 328,5 gram pada jarak tanam 30 cm, kisaran pertumbuhan harian tertinggi alga merah Kappaphycus alvarezii dari awal penelitiaan hingga akhir peneletian 6,59- 6,81 gram pengamatan pada jarak tanam 20 cm kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm berkisar dari 5,05 -5,62 dan nilai kisaran terendah yaitu 4,51- 4,66 gram pengamatan pada jarak tanam 30 cm, Pertumbuhan relatif dengan nilai tertinggi 5,36 % pengamatan pada jarak tanam 20 cm, kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm dengan nilai rata-rata 5,24% dan terendah pada jarak tanam 30 cm yaitu 5,15 % dan pertumbuhan mutlak dengan nilai tertinggi yaitu 333,9 gram pada jarak tanam 20 cm, kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm dengan nilai rata-rata 263,5 dan nilai rata-rata terendah 228,5 gram pada jarak tanam 30 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RIO MINDO SALY (18380093). Growth Analysis of Red Algae Kappaphycus alvarezii at Different Depths Cultivated Using the Long Line Method in Munaseli Village, Pantar District, Alor Regency. Alfred G.O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D as Supervisor I and Ir. YOHANES MERRYANTO, S. M.Si, Ph.D as Supervisor II. Aquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University. Seaweed is one of the coastal resources that has quite high economic value and is an export commodity in the Indonesian aquaculture sector due to high demand in the world market. Munaseli Village is one of the seaweed cultivation centers in Pantar District. This study aims to analyze the growth of the red algae Kappaphycus alvarezii with different depths cultivated using the long line method in Munaseli Village, Pantar District, Alor Regency. This research was conducted in July-August 2022. The seaweed that was tried was the Sakol The research method used is a survey method, observation and data collection directly at the research location as well as experimental methods used for trials of seaweed cultivation with different depths. Quantitative methods were used to analyze the growth of seaweed during the study. Analysis of the data used is the analysis of daily growth, relative growth and absolute growth. The results showed that the highest final growth weight of Kappaphycus alvarezii was at a depth of 60 cm with a value of 122.2 grams in the seventh week, and the lowest was at a depth of 5 cm with a weight of 114.2 grams in the seventh week. The highest daily growth rate was at a depth of 60 cm with an average weight of 0.94 gram/day and the lowest was at a depth of 5 cm with an average weight of 0.89 gram/day. The relative growth of Kappaphycus alvarezii seaweed with the highest average value is at a depth of 60 cm with a weight of 4.13%/day and the lowest is at a depth of 5 cm with an average weight of 4.11%/day. The highest absolute growth of seaweed was at a depth of 60 cm with a value of 72.2 grams and the lowest at a depth of 5 cm with 64.2 grams. The physical-chemical factors of the waters such as temperature, brightness, currents, salinity and pH are within the normal range for the growth of Kappaphycus alvarezii.