Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Perputaran Persediaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Arus Kas Operasional, Perputaran Piutang Dan Perputaran Persediaan Terhadap Likuiditas Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan Olahan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perusahaan yang sehat dapat dilihat dengan adanya perolehan laba dan arus kas. Semakin tinggi arus kas suatu perusahaan maka akan semakian baik perusahaan tersebut karena mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kemudian sama halnya dengan perputaran piutang dan perputaran persediaan perusahaan semakin tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan mampu memenuhi utang jangka pendeknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui pengaruh Arus Kas Operasional terhadap Likuiditas, Untuk mengetahui pengaruh Perputaran Piutang terhadap Likuiditas dan Perputaran Persediaan terhadap Likuiditas. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor makanan olahan yang terdafta di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019 - 2021. Penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear berganda kemudian dilanjutkan dengan Uji Koefisien Determinsi (R) dan Uji Parsial (T). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahan-perusahaan sektor makanan olahan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, periode 2019-2021. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 14 perusahaan, metode penariakan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah (Purpossive Sampling) Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dalam hal ini yakni data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI. Data di peroleh dengan cara mendonload melalui website www.idx.co.id. Hasil penelitian Uji Koefisien Determinsi (R) bahwa Nilai R Sebesar 0,134 menunjukan bahwa korelasi atau keeratan hubungan antara arus kas operasi, perputaran piutang, perputaran persediaan dengan likuiditas mempunya hubungan yang rendah yaitu 13,4%. Nilai adjusted R Square (Aji R) atau koefisien determinasi R sebesar 0,018 mengidikasikan bahwa variasi arus kas operasi, perputaran piutang, perputaran persediaan hanya menjelaskan variasi likuiditas sebesar 1,8% sedangkan sisanya 98,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pertama arus kas operasional tidak berpengaruh signifikan terhadap likuiditas. Hal ini dibuktikan dengan thitung lebih besar dari ttabel dimana nilai t-hitung 2,145 dan t-tabel 0,720 dapat ditulis (0,720 < 2,145) dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 atau (0,476 > 0,05) artinya hipotesis Ho diterima dan Ha ditolak. Kemudian variabel kedua hasil penelitian menunjukan bahwa Tidak berpengaruh signifikan perputaran piutang terhadap likuiditas artinya hipotesis Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar thitung lebih kecil dari ttabel (0,381 < 2,145). Selanjutnya variabel ketiga tidak berpengaruh perputaran persediaan terhadap likuiditas artinya hipotesis Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini dibuktikan dengan koifisien regresi Sebesar thitung lebih kecil dari ttabel (-0,426 < 2,145).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERPUTARAN KAS DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP RETURN ON ASET (ROA) PADA PT, KMI WIRE AND CABLE, TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESAI (BEI)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Era globalisasi yang penuh inovasi dan persaingan ketat, menuntut perusahaan di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mengembangkan nilai mereka. Tujuan utama perusahaan adalah menciptakan nilai, yang pada akhirnya diukur melalui keuntungan yang dihasilkan. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, perusahaan memerlukan modal yang signifikan, dan salah satu cara untuk memperolehnya adalah melalui pasar modal. Pasar modal menjadi salah satu sarana untuk memperoleh modal dengan meningkatkan partisipasi masyarakat. Organisasi ini, melibatkan modal asing, swasta, dan publik, menyediakan sumber investasi yang penting selain pembiayaan lokal. Investor, dalam menilai kinerja perusahaan, seringkali merujuk pada laporan keuangan yang mencerminkan perubahan nilai investasi perusahaan. Investor, dalam menghadapi potensi keuntungan dan risiko kerugian, melakukan analisis cermat sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Salah satu alat ukur yang umum digunakan adalah Return On Asset (ROA), yang mengukur efisiensi suatu investasi. ROA membantu mempertimbangkan kembali rencana investasi dan memberikan gambaran apakah investasi tersebut dapat memberikan laba atau setidaknya mengembalikan biaya investasi. Profitabilitas suatu perusahaan, seperti dikemukakan oleh Sartono (2010:122), terkait dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, dan modal sendiri. Beberapa alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat profitabilitas antara lain Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE). Modal kerja, terutama dalam bentuk kas, piutang, dan persediaan, memiliki dampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Perputaran kas menjadi indikator kecukupan modal kerja untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan. Jumlah kas yang relatif kecil dengan tingkat perputaran yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan. Meskipun demikian, perusahaan harus menjaga keseimbangan antara likuiditas dan keuntungan untuk menghindari risiko kegagalan membayar kewajiban finansial. Persediaan juga memainkan peran penting dalam profitabilitas perusahaan. Perputaran persediaan yang tinggi mencerminkan efektivitas dalam mengelola persediaan, sementara perputaran yang lambat dapat mengakibatkan kehilangan kesempatan laba karena ketidakmampuan memenuhi permintaan konsumen. Oleh karena itu, manajemen yang efektif terhadap modal kerja, khususnya kas dan persediaan, berperan dalam menjaga tingkat profitabilitas. Bursa Efek Indonesia (BEI) memainkan peran penting sebagai pasar bagi investor jangka panjang, menyediakan instrumen keuangan seperti obligasi, saham, waran, dan produk turunan. PT. KMI Wire and Cable Tbk, sebagai perusahaan manufaktur dalam bidang pembuatan kabel dan kawat, merupakan objek penelitian untuk mengevaluasi kinerja finansialnya. Meskipun Return On Asset (ROA), perputaran kas, dan perputaran persediaan dianggap sebagai indikator kinerja, realitas menunjukkan bahwa tidak semua perusahaan di BEI berkinerja baik. Berdasarkan laporan keuangan KMI Wire and Cable Tbk, menunjukkan fluktuasi ROA dari tahun 2017-2021. Peningkatan signifikan pada 2017 (11,91%) diikuti oleh penurunan pada 2018 (7,26%). Meskipun 2019 melihat kenaikan lagi (11,11%), ROA turun pada 2020 (-2,45%) dan naik tipis pada 2021 (3,43%). Perputaran kas mengalami fluktuasi, dengan peningkatan yang signifikan pada 2021. Sementara itu, perputaran persediaan cenderung menurun seiring waktu. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan dalam penelitian sebelumnya. Sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang berbeda terkait pengaruh perputaran kas dan persediaan terhadap ROA. Widasari dan Apriyanti (2017) menemukan bahwa perputaran kas berpengaruh signifikan terhadap ROA, sementara Desi (2018) tidak menemukan hubungan yang signifikan. Begitu juga dengan perputaran persediaan, di mana Fujilestari, dkk (2020) menemukan pengaruh yang signifikan, sementara Garciana, dkk (2022) tidak menemukan hubungan yang signifikan. Dengan adanya fluktuasi ROA, perputaran kas, dan perputaran persediaan pada PT. KMI Wire and Cable Tbk, penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Implikasinya adalah pentingnya manajemen yang efektif terutama terkait modal kerja, untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas. Selain itu, penelitian ini memberikan pandangan baru terhadap pentingnya analisis kinerja keuangan dalam konteks pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan subyek penelitian adalah PT KMI Wire and Cable Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel dari penelitian ini adalah data keuangan triwulan periode 2017-2021. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Secara umum, data dapat diakses melalui web dan situs terkait, termasuk sejarah dan struktur organisasi perusahaan, serta laporan keuangan PT. KMI Wire and Cable Tbk yang diaudit dan terdaftar di BEI melalui www.idx.co.id. Data sekunder yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan SPSS 26, guna melihat hasil dari regresi linear berganda. Hasil analisis yang ditemukan, memperlihatkan bahwa secara deskriptif: Pertama, rata-rata perputaran kas PT KMI Wire and Cable Tbk selama 2017-2021 adalah 75,5. Nilai tertinggi terjadi pada Q1 tahun 2018 (11,01), sementara nilai terendah terjadi pada Q1 tahun 2021 (0,53). Kedua, rata-rata perputaran persediaan PT KMI Wire and Cable Tbk selama 2017-2021 adalah 2,23. Nilai tertinggi terjadi pada Q4 tahun 2019 (6,25), sedangkan nilai terendah terjadi pada Q1 tahun 2021 (0,49). Ketiga, rata-rata ROA PT KMI Wire and Cable Tbk selama 2017-2021 adalah 3,56%. Nilai ROA tertinggi terjadi pada Q4 tahun 2017 (11,91%), sedangkan nilai terendah terjadi pada Q1 tahun 2020 (- 0,77%) dan Q2 tahun 2020 (-3,36%). Selanjutnya, hasil analisi regresi linear berganda, menunjukkan bahwa secara parsial variabel perputaran kas memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan perputaran persediaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Selain itu, secara simultan ditemukan bahwa perputaran kas dan perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Selanjutnya koefisien determinasi (R2) sebesar 61,8 %, yang menunjukkan bahwa model regresi cukup baik dalam menjelaskan variasi ROA. Namun, masih terdapat 38,2 % variasi dalam ROA yang tidak dapat dijelaskan oleh perputaran kas dan perputaran persediaan. Temuan bahwa perputaran kas berpengaruh signifikan terhadap ROA dalam penelitian ini, sejalan dengan hasil sebelumnya dan menekankan pentingnya perusahaan meningkatkan perputaran kasnya untuk meningkatkan ROA. Meskipun data menunjukkan penurunan perputaran kas dari 2017 hingga 2021, hasil penelitian mendukung temuan bahwa perputaran kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA PT KMI Wire and Cable Tbk. Selain itu, temuan lain dalam penelitian ini bahwa perputaran persediaan tidak signifikan terhadap ROA, konsisten dengan penelitian sebelumnya, menegaskan bahwa perputaran persediaan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap ROA. Analisis visual juga menunjukkan perbedaan pergerakan antara perputaran persediaan yang naik-turun dengan ROA yang terus menurun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR KESEHATAN DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2018 - 2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSRTAK Perputaran piutang dan perputaran persediaan merupakan unsur aktiva lancar yang secara kontinyu mengalami perputaran. Perputaran piutang dan perputaran persediaan mempunyai peranan yang penting bagi perusahaan melalui pengelolaan perputaran piutang dan perputaran persediaan secara efektif dan efesien sehingga modal yang dibutuhkan semakin kecil dan dapat diperoleh tingkat profitabilitas yang tinggi Profitabilitas merupakan salah satu ukuran bahwa perusahaan bekerja secara efisien. Penelitian ini mengkaji tentang Pengaruh Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan sub sektor Kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui pengaruh Perputaran Piutang terhadap Profitabilitas dan Perputaran Persediaan terhadap profitabilitas. Penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear berganda kemudian dilanjutkan dengan Uji Koefisien Determinsi (R) dan Uji Parsial (T). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahan-perusahaan sub sektor Kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, periode 2019-2021. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 7 perusahaan, metode penariakan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah (Purpossive Sampling) Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dalam hal ini yakni data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI. Data di peroleh dengan cara mendonload melalui website www.idx.co.id. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara parsial Perputaran Piutang berpengaruh Positif tidak signifikan terhadap Profitabilitas (Return On Asset, Hasil kedua (2) secara parsial bahwa Perputaran Persediaan berpengaruh positif signifikan terhadap Profitabilitas (Return on Asset).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Tahun 2016-2020 berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor : Kep100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditinjau dari rasio imbalan kepada pemegang saham (ROE), Imbalan Investasi (ROI), Rasio Kas, Rasio Lancar, Collection Periods, Perputaran Persediaan, Perputaran Total Asset, dan Rasio modal sendiri terhadap total aktiva. Jenis penelitian penelitian ini adalah studi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis rasio keuangan. . Berdasarkan hasil analisis kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk tahun 2016-2020 diperoleh kesimpulan rasio pada tahun 2016- 2020 dalam kondisi sehat. Kata Kunci : ROE, ROI, Rasio Kas, Rasio Lancar, Collection Periods, Perputaran Persediaan, Perputaran Total Asset, dan Rasio modal sendiri terhadap total aktiva.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kebutuhan Modal Kerja pada UD. Mitra Bangunan Alak

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perusahaan adalah suatu badan usaha yang melakukan kegiatan operasional dengan tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laba perusahaan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kelangsungan perusahaan dalam mengahasilkan laba selama periode tertentu dapat diukur dengan melihat kemampuan dan kesuksesan perusahaan dalam menggunakan aktivanya secara efektiv dan efisien untuk mengelola aktivitas operasional perusahaan. Untuk mencapai tujuannya, perusahaan harus dapat mengendalikan dan mengontrol kegiatan operasional diperusahaannya dengan memanfaatkan pihak-pihak yang berada dalam perusahaan yang memiliki wewenang, tugas dan tanggungjawab dalam pencapaian tujuan tersebut. Oleh karena itu manajer harus memiliki pemahaman yang profesional, khususnya para manajer keuangan. Seorang manajer keuangan dituntut untuk mampu memahami sumber-sumber dana yang dapat dipergunakan sebagai pendukung modal kerja (working capital) perusahaan. Dalam mendirikan suatu perusahaan dibutuhkan modal yang memadai karena jika tidak ada dana yang tersedia maka perusahaan tidak akan mungkin bisa membiayai kegiatan operasinya. Dengan begitu menjadi tanggung jawab seorang manajer keuangan untuk me-menage atau mengelola sumber dana yang dianggap potensial tersebut untuk dirubah menjadi nilai tambah yang bersifat suistainable (berkelanjutan) dan profitable (prospek keuntungan). Modal kerja dalam suatu perusahaan digunakan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan oprasional perusahaan, dengan adanya modal kerja perusahaan dapat beroperasi secara ekonomis dan efisien serta tidak mengalami kesulitan keuangan dalam keadaan mendesak. Modal kerja dalam suatu perusahaan selalu dalam keadaan berputar atau beroperasi untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan, perputaran modal kerja dimulai pada saat kas diinvestasikan dalam komponen modal kerja hingga investasi tersebut menghasilkan kas kembali. Apabila perusahaan meremehkan atau bertindak tidak serius dalam mengelola modal kerja, maka perusahaan tersebut diprediksi akan bermaslah dalam berkompetisi di pasar, termasuk memungkinkan perusahaan tersebut tidak mampu memanfaatkan modal kerja yang telah termiliki secara maksimal serta tepat sasaran. Modal kerja tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil dan juga harus dijaga tingkat kestabilannya agar tidak menimbulkan masalah. Kebijakan modal kerja adalah keputusan-keputusan kebijakan dasar yang berhubungan dengan tingkat sasaran untuk masing-masing kategori aktiva lancar dan bagaimana aktiva lancar tersebut didanai. Dari penjelasan tersebut dapat di tafsirkan bahwa kebijakan modal kerja bersifat sangat hati-hati (Prudent), dalam artian jika pihak manajer bertindak gegabah dengan menempatkan dana yang terlalu besar pada salah satu akun atau sebaliknya terlalu kecil maka dampaknya akan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengukur kebutuhan modal kerja perusahaan, peneliti menggunakan metode untuk memperkirakan kebutuhan modal kerja secara terpisah, dimana kebutuhan modal kerja merupakan seberapa besar jumlah modal kerja yang dibutuhkan agar perusahaan mampu menjalankan kegiatan operasinya dengan modal kerja yang cukup, yang artinya tidak berlebihan atau kekurangan. Oleh sebab itu untuk menghitung kebutuhan modal kerja, terlebih dahulu peneliti akan menganalisis dari masing-masing elemen kebutuhan modal kerja yang terdiri dari tiga yaitu Kas, Piutang, Persediaan. Penelitian ini dilakukan Pada PT Astra Otopart Tbk Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Untuk Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan begitu baik dikarenakan melebihi standar industri yaitu 10 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Kas mengalami penurunan dan peningkatan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan masi berada diatas standar industri yaitu 15 Hari. Untuk hasil Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 fluktuasi. Sedangkan Perolehan Rata-rata Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan tidak baik dikarenakan masih berada dibawah standar industri yaitu 15 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Piutang mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan baik dikarenakan masih berada dibawah standar industri yaitu 60 Hari. Untuk Perputaran Persediaan pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami penurunan dan peningkatan. Perolehan Rata-rata Perputaran Persediaan pada PT Astra Otoparts Tbk dapat dikatakan tidak baik dikarenakan perolehan perputaran persediaan berada dibawah standar industri yaitu 20 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Persediaan mengalami peningkatan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Persediaan dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan perolehan lamanya perputaran persediaan berada diatas standar industri yaitu 20 Hari. Untuk Perputaran Modal Kerja pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Perputaran Modal Kerja pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan perolehan perputaran modal kerja berada dibawah standar industri yaitu 6 kali. Untuk Kebutuhan Modal Kerja pada PT Astra Otopart Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Kebutuhan Modal Kerja pada PT Astra Otopart Tbk Tahun 2016-2020 dikatakan begitu baik dikarenakan pertumbuhan kebutuhan modal kerja mengalami fluktuasi dalam artian bahwa perusahaan mampu mengontrol kebutuhan modal kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail