Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Perputan Kas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERPUTARAN KAS DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP RETURN ON ASET (ROA) PADA PT, KMI WIRE AND CABLE, TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESAI (BEI)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Era globalisasi yang penuh inovasi dan persaingan ketat, menuntut perusahaan di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mengembangkan nilai mereka. Tujuan utama perusahaan adalah menciptakan nilai, yang pada akhirnya diukur melalui keuntungan yang dihasilkan. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, perusahaan memerlukan modal yang signifikan, dan salah satu cara untuk memperolehnya adalah melalui pasar modal. Pasar modal menjadi salah satu sarana untuk memperoleh modal dengan meningkatkan partisipasi masyarakat. Organisasi ini, melibatkan modal asing, swasta, dan publik, menyediakan sumber investasi yang penting selain pembiayaan lokal. Investor, dalam menilai kinerja perusahaan, seringkali merujuk pada laporan keuangan yang mencerminkan perubahan nilai investasi perusahaan. Investor, dalam menghadapi potensi keuntungan dan risiko kerugian, melakukan analisis cermat sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Salah satu alat ukur yang umum digunakan adalah Return On Asset (ROA), yang mengukur efisiensi suatu investasi. ROA membantu mempertimbangkan kembali rencana investasi dan memberikan gambaran apakah investasi tersebut dapat memberikan laba atau setidaknya mengembalikan biaya investasi. Profitabilitas suatu perusahaan, seperti dikemukakan oleh Sartono (2010:122), terkait dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, dan modal sendiri. Beberapa alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat profitabilitas antara lain Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE). Modal kerja, terutama dalam bentuk kas, piutang, dan persediaan, memiliki dampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Perputaran kas menjadi indikator kecukupan modal kerja untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan. Jumlah kas yang relatif kecil dengan tingkat perputaran yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan. Meskipun demikian, perusahaan harus menjaga keseimbangan antara likuiditas dan keuntungan untuk menghindari risiko kegagalan membayar kewajiban finansial. Persediaan juga memainkan peran penting dalam profitabilitas perusahaan. Perputaran persediaan yang tinggi mencerminkan efektivitas dalam mengelola persediaan, sementara perputaran yang lambat dapat mengakibatkan kehilangan kesempatan laba karena ketidakmampuan memenuhi permintaan konsumen. Oleh karena itu, manajemen yang efektif terhadap modal kerja, khususnya kas dan persediaan, berperan dalam menjaga tingkat profitabilitas. Bursa Efek Indonesia (BEI) memainkan peran penting sebagai pasar bagi investor jangka panjang, menyediakan instrumen keuangan seperti obligasi, saham, waran, dan produk turunan. PT. KMI Wire and Cable Tbk, sebagai perusahaan manufaktur dalam bidang pembuatan kabel dan kawat, merupakan objek penelitian untuk mengevaluasi kinerja finansialnya. Meskipun Return On Asset (ROA), perputaran kas, dan perputaran persediaan dianggap sebagai indikator kinerja, realitas menunjukkan bahwa tidak semua perusahaan di BEI berkinerja baik. Berdasarkan laporan keuangan KMI Wire and Cable Tbk, menunjukkan fluktuasi ROA dari tahun 2017-2021. Peningkatan signifikan pada 2017 (11,91%) diikuti oleh penurunan pada 2018 (7,26%). Meskipun 2019 melihat kenaikan lagi (11,11%), ROA turun pada 2020 (-2,45%) dan naik tipis pada 2021 (3,43%). Perputaran kas mengalami fluktuasi, dengan peningkatan yang signifikan pada 2021. Sementara itu, perputaran persediaan cenderung menurun seiring waktu. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan dalam penelitian sebelumnya. Sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang berbeda terkait pengaruh perputaran kas dan persediaan terhadap ROA. Widasari dan Apriyanti (2017) menemukan bahwa perputaran kas berpengaruh signifikan terhadap ROA, sementara Desi (2018) tidak menemukan hubungan yang signifikan. Begitu juga dengan perputaran persediaan, di mana Fujilestari, dkk (2020) menemukan pengaruh yang signifikan, sementara Garciana, dkk (2022) tidak menemukan hubungan yang signifikan. Dengan adanya fluktuasi ROA, perputaran kas, dan perputaran persediaan pada PT. KMI Wire and Cable Tbk, penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Implikasinya adalah pentingnya manajemen yang efektif terutama terkait modal kerja, untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas. Selain itu, penelitian ini memberikan pandangan baru terhadap pentingnya analisis kinerja keuangan dalam konteks pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan subyek penelitian adalah PT KMI Wire and Cable Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel dari penelitian ini adalah data keuangan triwulan periode 2017-2021. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Secara umum, data dapat diakses melalui web dan situs terkait, termasuk sejarah dan struktur organisasi perusahaan, serta laporan keuangan PT. KMI Wire and Cable Tbk yang diaudit dan terdaftar di BEI melalui www.idx.co.id. Data sekunder yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan SPSS 26, guna melihat hasil dari regresi linear berganda. Hasil analisis yang ditemukan, memperlihatkan bahwa secara deskriptif: Pertama, rata-rata perputaran kas PT KMI Wire and Cable Tbk selama 2017-2021 adalah 75,5. Nilai tertinggi terjadi pada Q1 tahun 2018 (11,01), sementara nilai terendah terjadi pada Q1 tahun 2021 (0,53). Kedua, rata-rata perputaran persediaan PT KMI Wire and Cable Tbk selama 2017-2021 adalah 2,23. Nilai tertinggi terjadi pada Q4 tahun 2019 (6,25), sedangkan nilai terendah terjadi pada Q1 tahun 2021 (0,49). Ketiga, rata-rata ROA PT KMI Wire and Cable Tbk selama 2017-2021 adalah 3,56%. Nilai ROA tertinggi terjadi pada Q4 tahun 2017 (11,91%), sedangkan nilai terendah terjadi pada Q1 tahun 2020 (- 0,77%) dan Q2 tahun 2020 (-3,36%). Selanjutnya, hasil analisi regresi linear berganda, menunjukkan bahwa secara parsial variabel perputaran kas memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan perputaran persediaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Selain itu, secara simultan ditemukan bahwa perputaran kas dan perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Selanjutnya koefisien determinasi (R2) sebesar 61,8 %, yang menunjukkan bahwa model regresi cukup baik dalam menjelaskan variasi ROA. Namun, masih terdapat 38,2 % variasi dalam ROA yang tidak dapat dijelaskan oleh perputaran kas dan perputaran persediaan. Temuan bahwa perputaran kas berpengaruh signifikan terhadap ROA dalam penelitian ini, sejalan dengan hasil sebelumnya dan menekankan pentingnya perusahaan meningkatkan perputaran kasnya untuk meningkatkan ROA. Meskipun data menunjukkan penurunan perputaran kas dari 2017 hingga 2021, hasil penelitian mendukung temuan bahwa perputaran kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA PT KMI Wire and Cable Tbk. Selain itu, temuan lain dalam penelitian ini bahwa perputaran persediaan tidak signifikan terhadap ROA, konsisten dengan penelitian sebelumnya, menegaskan bahwa perputaran persediaan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap ROA. Analisis visual juga menunjukkan perbedaan pergerakan antara perputaran persediaan yang naik-turun dengan ROA yang terus menurun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail