Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Pengawasan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFEKTIFITAS PENGAWASAN DINAS PERHUBUNGAN ATAS KONTRIBUSI PEMBAYARAN RETRIBUSI MASUK TERMINAL DI KOTA ATAMBUA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penerimaan retribusi berkaitan dengan manajemen pengelolaannya yang di dukung oleh penyediaan fasilitas dan jasa yang di sediakan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat berupa pembangunan terminal angkutan umum lengkap dengan ruang tunggu penumpang yang datang dan pergi, penyediaan fasilitas sarana tersebut selain dalam rangka meningkatkan penerimaan retribusi dari sektor angkutan umum juga berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan kemudahan para pengusaha memperoleh pendapatan yang memadai upaya lain untuk meningkatkan penerimaan retribusi angkutan umum yang secara langsung dapat merangsang para pengusaha angkutan umum yaitu, pembangunan prasarana jalan,jembatan,yang memungkinkan kelancaran beropersinya angkutan umum melakukan aktifitasnya. Dinas Perhubungan Kabupaten Belu, pada tahun 2017 dan tahun 2020 realisasi penerimaan Retribusi Terminal lebih kecil dari target yang telah direncanakan. Dinas Perhubungan Kota Atambua melakukan pengawasan agar dinilai dapat efektif dengan menetapkan standar, melakukan pengukuran kegiatan, membandingkan kegiatan dengan standar, dan melakukan tindakan koreksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan peneliti dapat disimpulkan bahwa tingkat efektifitas pengawasan Dinas Perhubungan Kota Atambua dinilai belum efektif. Hal ini dikarenakan masih terdapat terminal-terminal liar yang ada di Kota Atambua yang mengakibatkan angkutan-angkutan umum yang tidak memarkirkan kendaraan didalam terminal. 1. Tingkat efektifitas pengawasan Dinas Perhubungan Kota Atambua dinilai belum efektif. Hal ini dikarenakan masih terdapat terminal-terminal liar yang ada di Kota Atambua yang mengakibatkan angkutan-angkutan umum yang tidak memarkirkan kendaraan didalam terminal. 2. Kontribusi pembayaran retribusi masuk terminal di Kota Atambua belum mencapai target retribusi yang ditetapkan. Belum tercapainya target retribusi terminal dikarenakan munculnya Covid-19 yang menyebabkan turunnya realisasi penerimaan retribusi terminal dan ditambah lagi munculnya terminal-terminal liar di Kota Atambua.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DAN PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA BADAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN SUMBA TENGAH

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penaruh penerapan akuntansi dan pengawasan internal terhadap kualitas laporan keuangan pada BKD kabaputen sumba tengah.Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode deskriptif kuantitatif.Populasi dan sampel adalah seluruh pengawai badan keuang daerah dan skpd kabupaten sumba tengah yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari pegawai PNS 20 orang,sehingga sampel penelitian ini di peroritaskan pegawai PNS yang berjumlah 20 orang dan dialukan penentuan sampel mengunkan rumus slofin maka sampel pebnelitian ini berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan akuntansi sektor publik dan pengawasan internal terhadap kualitas laporan keuangan, peneliti Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial ( t), Uji Stimultan ( f ),dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan,peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial penenerapan akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah pada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Sumba Tengah,dan pengawasan internal perpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah pada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Sumba Tengah. Sedangkan secara stimultan penerapan akuntansi dan pengawasan internal berpengaruh positif dan signifikan secara bersama- sama terhadap kualitas laporan keuangan pada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Sumba Tengah. Hasil ini di buktikan denagan perolehan hasil pengujihan yang didapati hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar -2..307 sedangkan koefisien b1 0,736, koefisien b2 1.157. dengan demikian persama regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penerapan akuntansi ( X1), pengawasan internal ( X2) terhadap kualitas laporan keuangan sebagai berikut :Y=0,-2.307+0,736 ( X1 )+1.157 (X2) +e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel penerapan akuntansi sektor publik ( X1) Terhadap kualitas laporan keuangan ( Y) di ketahui bahwa, untuk variabel penerapan akuntansi ( X1) di temukan t hitung =4.164> nilai ttabel 2,119 dan tingkat signifikan =0,736 oleh karena itu nilai sig >0,05 maka Ha di terima dan Ho di tolak yang berarti berpengaruh antara variabel penerapan akuntansi ( X1) terhadap kualitas laporan keuangan ( Y ).Uji hipotesis kedua pengawasan internal (X2) yaitu pengaruh pengawasan internal ( X2) terhadap kualitas laporan keuangan (Y) diketahui bahwa, untuk variabel pengawasan internal ( X2) di temukan t hitung =4,652 > nilai t tabel=2.119 dan tingkat signifikan =1.157 oleh karena itu nilai sig.> 0,05 maka Ho di terima dan Ha di tolak yang berarti berpengaruh antara variabel pengawasan internal ( X2) terhadap kualitas laporan keuangan ( Y). Untuk f hitung didapati f hitung =18.021 > f tabel 3,59 dan tingkat signifikan 0,000 oleh karena nilai sig < 0,05 maka dapat simpulkan bahwa penerapan akuntansi sektor public ( X1) dan pengawasan internal ( X2) sama-sama berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan (Y) pada satuan kerja perangkat daerah kabupaten sumba tengah.berdasarkan hasil uji koefisien determinasi R2 dapat diketahui besarnya koefisien determinasi (R2) adalah 0,824 atau 82,4%. Hal ini berarti besarnya pengaruh penerapan akuntansi sektor publik dan pengawasan internal terhadap kualitas laporan keuangan adalah sebesar 0,642%. Sedangkan pengaruh sebesar 82,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata Kunci : Penerapan Akuntansi Sektor Publik, Pengawasan Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL, PENGALAMAN KERJA DAN PENGAWASAN KERJA TERHADAP ROTASI JABATAN PADA KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL, PENGALAMAN KERJA DAN PENGAWASAN KERJA TERHADAP ROTASI JABATAN PADA KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KUPANG Oleh: Ormi Tamelan Nim : 18410302 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang berjumlah 66 orang yang terdiri dari pegawai PNS 42 orang dan pegawai Honorer berjumlah 24 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai PNS berjumlah 42 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus slovin maka sampel penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang, pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang, dan pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Sedangkan secara Stimultan kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap rotasi jabatan pada kantor badan pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 7.022 sedangkan koefisien b1 = -0.127, koefisien b2 = 0.580 dan b3 = 0.440. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kemampuan manajerial (X1), Pengalaman kerja (X2), dan pengawasan kerja (X3) terhadap rotasi jabatan adalah sebagai berikut: Y= 7.022 -0.127 (X1) + 0.580 (X2) + 0.440 (X3) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel kemampuan manajerial (X1) terhadap variabel rotasi jabatan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan manajerial (X1) di temukan t hitung = -0.678 lebih kecil dari t tabel = 2,0518 dan tingkat signifikan = 0.504 oleh karena itu nilai sig.< 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan manajerial (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap rotasi jabatan (Y). Hasil Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap rotasi jabatan (Y). diketahui bahwa variabel pengalaman kerja (X2) ditemukan t hitung = 3.071 lebih besar dari t tabel = 2,0518 dan tingkat signifikan = 0.005 oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dab Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel pengalaman kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap rotasi jabatan (Y). berikut Hasil Uji Hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh variabel pengawasan kerja (X3) terhadap rotasi jabatan (Y). diketahui t hitung = 2.278 lebih besar dari t tabel = 2.0518 dan tingkat signifikan 0.031. Oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel pengawasan kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel rotasi jabatan (Y). untuk hasil Uji F didapati F hitung = 10.233 lebih besar dari F tabel = 3.35 dan tingkat signifikan = 0,000 oleh karena itu nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel kemampuan manajerial (X1), variabel pengalaman kerja (X2), dan pengawasan kerja (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel rotasi jabatan (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil. Uji Koofisien determinasi (R2) adalah 0.541 atau 54.1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan manajerial, pengalaman kerja dan pengawasan kerja terhadap rotasi jabatan adalah 54.1%. Sedangkan pengaruh sebesar 45.9% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kemampuan Manajerial, Pengalaman Kerja, Pengawasan Kerja, Rotasi Jabatan  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh pengawasan fungsional dan penerapan sistem akuntansi terhadap akuntabilitas keuangan pada badan keuangan daerah provinsi nusa tenggara timur

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pengawasan Fungsional Dan Penerapan Sistem Akuntansi Terhadap Akuntabilitas Keuangan Pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode total sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang didistribusikan secara langsung pada Pegawai Negeri Sipil Pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan jumblah 47 orang. Skala pengukuran data dengan skala ordinal dengan teknik analisis data berupa analisis pendahuluan yang berisikan deskripsi atau gambaran umum secara lengkap tentang konsep atau variabel penelitian menurut konsep dan indikator empirik dengan tujuan untuk melihat kecendrungan hasil penelitian, dimana dalam analisis pendahuluan ini terdapat uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis lanjutan yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS ( Statistical Product and Services Solutions ) versi 24, dimana dalam analisis lanjutan ini terdapat koefisien determinasi dan uji t. Hasil penelitian ini adalah pengawasan fungsional dengan indikator pemerintah yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, nepotosme, pemeriksaan program pengelolaan keuangan, pengujian, penilaian, monitoring, evaluasi kegiatan terdapat pengaruh signifikan terhadap akuntabilitas keuangan memberikan arti bahwa H1 diterima. Hal ini didukung dengan hasil analisis data yang menunjukkan nilai koefisien beta unstandarlized sebesar 0,246 dan signifikan sebesar 0,014 yang lebih besar dari 0,05. Penerapan sistem akuntansi dengan indikator dokumen sumber pembukuan, catatan, prosedur, laporan keuangantidak berpengaruhsignifikan terhadap akuntabilitas keuangan memberikan arti bahwa H2 ditolak. Hal ini didukung dengan hasil analisis yang menunjukkan nilai koefisien beta unstandarlized sebesar 0,178 dan signifikan sebesar 0,277 yang lebih besar dari variabel 0,05. Hasil penellitian ini adalah Pengaruh Pengawasan Fungsional (X1) berpengaruh signifikan positif terhadap Akuntabilitas Keuangan dan Penerapan Sistem Akuntansi (X2) tidak berpengaruh signifikan positif terhadap Akuntabilitas keuangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI INFORMASI PELAPORAN KEUANGAN PEMERITAH DAERAH (Studi Pada Badan Keuangan Pendapatan Aset Daerah Di Kabupaten Sumba Barat)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualiatas sumber daya manusia,pemanfaatan teknologi informasi,sistem pengendalian intern dan pengawasan keuangan daerah terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah Pendekatan penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Responden dalam penelitian ini 30 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuisioner. Data penelitian diolah dengan menggunakan SPSS. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda. Sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pemanfaatan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Sistem pengendalian intern berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pengawasan keuangan daerah secara individual mempengaruhi nilai informasi laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat Pengujian hipotesis pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada kualitas sumber daya manusia sebesar 2,874 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,93 lebih besar dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan. (2) Pengujian hipotesis pemanfaatan teknologi informasi terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pemanfaatan teknologi informasi 2.262 lebih besar t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,008 lebih kecil dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Itu berarti Ho di terima Ha di tolak. (3)Pengujian hipotesis Pengaruh sistem pengendalian internal terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada sistem pengendalian internal sebesar 2,03 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .(4)Pengujian hipotesis pengawasan keuangan daerah terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pengawasan keuangan daerah sebesar 3,043 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,007 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pengawasan keuangan daerah berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Kata Kunci : Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Sistem Pengendalian Intern, Pengawasan Keuangan Daerah, Terhadap Nilai Informasi Pelaporan Keuangan pemerintah daerah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN PENGAWASAN PEMIMPIN DAN DISIPLIN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KAB. ALOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNIUS KAMALAI, 16411367 Analisis Hubungan pengawasan Pemimpin dann Disiplin Kerja Dengan kinerja pegawai pada dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Alor Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Hermyn B. Hina,S.E.,M.Si dan Pembimbing 2 (dua) Ibu Alya E. Sjioen, SE.,MM Menurut Usman Effendi (2014:138) mengemukakan bahwa pengawasan merupakan fungsi manajemen yang paling esensial, sebaik apa pun kegiatan pekerjaan tanpa adanya dilaksanakan pengawasan pekerjaan itu tidak dapat dikatakan berhasil. Rivai dan Veithzal (2010:45) menyatakan bahwa disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peratura perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Menurut Moekijat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan dari Pengawasan emimpin dan Disiplin kerja Dengan kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis Korelasi person. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai dengan nilai nilai R hitung sebesar 0,593 untuk variabel Pengawasan peimpin dan R hitung sebersar 0,643 yang menunjukan bahwa variabel Pengawasan pemimpin meemiliki hubungan yang sedang berdasarkan derajat hubungan person korelasi, sementara variabel Disiplin kerja memiliki derajat hubungan kuat, hal ini dibuktikan dengan pedoman derajat hubungan person korelasi. Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja juga terbukti melalui uji T test yang menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 3,009362928 > 1,701133, begitu juga dengan variabell Disiplin kerja juga terbukti berhubungan dengan Kinerja pegawai karena berdasarkan pengujian T test menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 2,78022079117 > 1,70113. Maka dari itu maka hipotesis untuk kedua variabel adalah Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja maka instansi harus memperhatikan dan meningkatkan Penawasan Pemimpin dan Disiplin kerja para pegawai khususnya dalam hal tanggung jawab dan kejujuran agar karyawan lebih memiliki rasa tanggung jawab dan kejujuran dan dapat meningkatkan kinerja dan dapat meencappai tujuan dari organisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SMA NEGERI 1 AMFOANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SMA NEGERI 1 AMFOANG TIMUR. Peneltitian ini bertujuan mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan. Pengelolaan Dana BOS Di SMA Negeri 1 Amfoang Timur Tahun 2020. Kendala yang dihadapi dalam Pengelolaan Dana BOS Di SMA Negeri 1 Amfoang Timur Tahun 2020 dan upaya yang dilakukan mengatasi kendala itu. Pendekatan yang digunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan. Pengelolaan Dana BOS Di SMA Negeri 1 Amfoang Timur Tahun 2020 telah berjalan dengan baik sesuai dengan petunjuk teknis peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahu 2020 Kendala pengelolaan dana BOS di SMA Negeri 1 Amfoang Timur yaitu waktu pencairan dana sering mengalami keterlambatan dana juga terdapat perubahan peraturan pengelolaan dana BOS. Upaya mengatasi kendala dilakukan melalui Tim pengelolaan BOS SMA Negeri 1 Amfoang Timur yaitu dilakukan bon ditempat rekanan yang sudah diajak kerja sama dan terkait perubahan aturan pemerintah,Tim pengelolaan dana BOS melakukan penyusunan laporan pertanggung jawaban (LPJ) ulang sesuai dengan petunjuk teknis permendikbud yang baru. Kata Kunci: Perencanan,Pelaksaan, Pengawasan, Pelaporan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Akuntansi dan Pengawasan Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah (Studi Pada OPD Kabupaten Malaka)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI AKUNTANSI DAN PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH (STUDI PADA OPD KABUPATEN MALAKA) NAMA : YOSEFINA SEUK NAHAK NIM : 117191285 PROGRAM STUD : AKUNTANSI FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAKSI Skripsi ini berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Akuntansi dan Pengawasan Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah Studi Pada OPD Kabupaten Malaka”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pemanfaatan Teknologi Informasi Akuntansi, Pengawasan Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah Pada OPD Kabupaten Malaka. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasi penelitian ini adalah seluruh OPD Kabupaten Malaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan kepada pegawai bagian pengawasan dan keuangan pada OPD Kabupaten Malaka diantar langsung oleh peneliti dan kemudian diberikan waktu selama 2 (dua) minggu untuk mengisi kuesioner tersebut. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Akuntansi dan Pengawasan Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah diuji menggunakan pengujian Hipotesis yaitu Uji Koefisien Determinasi (R2), Uji Parsial (Uji t), dan Analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS 16. Pada pengujian hipotesis pertama H1 pengaruh antara variabel X1 (Pemanfaatan Teknologi Informasi Akuntansi) terhadap variabel Y (Kualitas Laporan Keuangan Daerah) adalah sebesar 0, 038 > 0,05 (0,000 lebih besar dari 0,05), dan nilai thitung 2,163 > t tabel = 2,039 (nilai thitung 2,163 lebih besar dari ttabel 2,039). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh pemanfaatan teknologi informasi akuntansi (X1) terhadap kualitas laporan keuangan daerah (Y) pada OPD kabupaten malaka. Pada pengujian hipotesis kedua H2 pengaruh antara variabel X2 (Pengawasan Keuangan Daerah) terhadap variabel Y Kualitas Laporan Keuangan Daerah) adalah sebesar 0,000 0,05 (2,349 lebih kecil dari 0,039), dan nilai thitung 2,349 > ttabel = 2,039 (thitung 2,349 lebih besar dari ttabel 2,039). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh pengawasan keuangan daerah (X2) terhadap kualitas laporan keuangan daerah (Y). pada OPD kabupaten malaka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis pengaruh motivasi pegawai dan pengawasan pimpinan terhadap semangat kerja pegawai pada kantor dinas kependudukan Kabupaten Malaka

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Semangat kerja merupakan suatu keadaan yang timbul dari dalam diri individu yang menyebabkan individu tersebut dapat melakukan pekerjaan tersebut dalam suasana senang sehingga bekerja dengan giat, cepat, dan lebih baik. Semangat kerja adalah sikap mental yang menunjukan kegairan unruk melaksanakan pekerjaanya sehingga mendorong untuk mampu bekerja sama dan dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dengan rasa tanggu jawab tergadap pekerjaan yang diberikan. Semangat kerja adalah keiginan kesanggupan seseorang mengerjakan pekerjaanya dengan baik serta berdisplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal (Hasibuan, 2009:75). Menurut Siangan (2003:57) mengartikan bahwa semangat kerja pegawai menunjukan sejauh mana pegawai bergairah dalam melakukan tugas dan tanggung jawab di dalam kantor. Semangat kerja dalam sebuah kantor merupakan suatu masalah yang sangat penting untuk di bahas. Setiap permasalahan yang terkait dengan semangat juga merupakan isu strategi bagi kantor yang memprogram masalah sumber daya manusia. Menurut Kadarisma (2014:278) motivasi pimpinan adalah penggeak atau pendoronG sebagai seseorang untuk melalukan pekerjaanya dengan lebih baik. Menurut Rizal dan Radiman (2019) pengawasan pimpinan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mentapkan pekerjaa apa yang sudah dilaksanaan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksaan pekerjaan sesuai rencana semula. Menurut Semangat kerja adalah keingginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaanya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai produktivitas yang maksimal, semangat kerja adalah tingkat laku pengawai yang bekerja dengan kondisi lebih optimal sehingga mencerminkan keadaan dimana kantor dapat mencapaii tujuan yang diharapkan. Dengan semangat kerja yang tinggi merupakan suatu reaksi yang positif dengan kata lain dapat menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang lebih baik, maka semangat kerja mempunyai pengaruh terhadap aktivitas kantor, sehinga kantor atau organisasi mengingikan pengawai yang mempunyai semangat kerja yang tinggi (Hasibuan,2009:94) Tujuan Peneliti ini adalah untuk mengetahui apakah semamgat kerja pegawai Yang dimaksud dengan semangat kerja pegawai penelitian ini adalah tingkat dimana para pegawai mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarga negaraan. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi (X1), sangat berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. . Hal ini terlihat dari signifikan motivasi (X1) 0,132 > 0,05 dan nilai thitung 1,069>2,014 tabel. Sehigga dapat disampulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel motivasi (X1) terhadap semangat kerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Hasil uji regresi secara parsial signifikan pada variabel diketahaui nilai signifikan variabel pengawasan pimpinan (X2) pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel pengawasan pimpinan (X2) 0,289 > 0,05 dan thitung 0,1,884 2,014 t-tabel, sehigga dapat disampulkan bahwa H0 terima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel pengawasan pimpinan (X2) terhadap semanagat kerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka Kata Kunci: Motivasi Pegawai, Dan Pengawasan Pimpinan Terhadap Semangat Kerja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DAN PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Studi Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

xi PENGARUH PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DAN PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Studi Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang) NAMA : ELISABETH BATISTA DE ARAUJO NIM : 17191075 POGRAM STUDI : AKUNTANSI FAKULTAS : EKONOMI ABSTRAKSI Skripsi ini berjudul “Pengaruh Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Dan Pengawasan Internal Terhadap Kinerja Instansi Pemerintah (Studi Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, pengawasan internal terhadap kinerja instansi pemerintah dinas perhubungan kabupaten kupang. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai dinas perhubungan kabupaten kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan kepada seluruh pegawai dinas perhubungan kabupaten kupang diantar langsung oleh peneliti dan kemudian diberikan waktu selama 2 (dua) minggu untuk mengisi kuesioner tersebut. Pengaruh penerapan sistem akuntansi keuangan daerah dan pengawasan internal terhadap kinerja instansi pemerintah diuji menggunakan pengujian Hipotesis yaitu Uji Koefisien Determinasi (R2), Uji Parsial (Uji t), dan Analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS 16. Pada pengujian hipotesis pertama H1 pengaruh antara variabel X1 (penerapan sistem akuntansi keuangan daerah) terhadap variabel Y (kinerja instansi pemerintah) adalah sebesar 0,000 > 0,05 (0,000 lebih kecil dari 0,05), dan nilai thitung 4.753 t tabel = 1,683 (nilai thitung 4.753 lebih besar dari ttabel 1,683) lebih besar dari 0 maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti penerapan sistem akuntansi keuangan daerah (X1) berpengaruh positif terhadap kinerja instansi pemerintah (Y). Pada pengujian hipotesis kedua H2 pengaruh antara variabel X2 (pengawasan internal) terhadap variabel Y (kinerja instansi pemerintah) adalah 0,039 > 0,05 (0,039 lebih kecil dari 0,05), dan nilai thitung 2.139 ttabel = 1,683 (thitung 2.139 lebih besar dari ttabel 1,683) maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti pengawasan intenal (X2) berpengaruh positif terhadap kinerja instansi pemerintah (Y).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG Dierapemerintahaansekaranginibanyaksekaliterjadipembaharuanperaturanpemerintah yang sejalandenganberlakunyaundang-undangotonomidaerahuntukmenumbuhkankesadaranpembangundaerahsecara optimal. Hal tersebutberartipemerintahdaerahdiberikankewenanganuntukmenyelenggarakanpemerintahdaerah yang lebihluas, nyata dan bertanggungjawab. SehinggaPemerintah Daerah ditugaskanuntukmenjalankanrodapemerintahan, pembangunan dan layanansosialmasyarakatsertadiwajibkanuntukmenyampaikanlaporanpertanggungjawabankeuangandaerahnyauntukdinilaiapakahpemerintahdaerahtersebutberhasilmenjalankantugasdenganbaikatautidak. Oleh sebabituPemerintahdaerahdituntut agar pengelolaankeuangandaerahsecarabaik yang harusdilakukandalammewujudkantujuanpemerintahan yang bersih(clean goverment), dimanapengelolaankeuangandaerah yang baikadalahkemampuanmengontrolkebijakankeuangandaerahsecaraekonomis, efisien, transparan dan akuntabel. Pemerintah Daerah harusdapatmempertanggungjawabkanpengelolaankeuangandaerahmelaluiLaporanKeuangan. Undang-UndangNomor 17 Tahun 2003 tentangKeuangan Negara dan Undang-UndangNomor 9 Tahun 2015 tentangPerubahanKedua Atas Undang-UndangNomor 23 Tahun 2014 tentangPemerintah Daerah, yang mengaturbentukpertanggungjawabandalampenyelenggaraankegiatanpemerintahan, dalamhalinidenganmenyampaikanlaporanpertanggungjawabanberupalaporankeuangan. MenurutPeraturanPemerintahNomor 71 Tahun 2010, apabilainformasi yang terdapatdalamLaporanKeunganPemerintah Daerah telahmemenuhikriteriakarakteristik yang ditetapkanmakapemerintahdaerahmampumewujudkantransaparasi dan akuntabilitasdalampengelolaankeuangandaerah. Informasi yang terkandungdalamlaporankeunganharussesuaidenganstandar yang ditetapkan, apabilatidaksesuaimakaakanmengakibatkankerugiandaerah, potensikekuranganpenerimaan, kelemahanadministrasi, ketidakefisien dan ketidakefektifan. Kualitaslaporankeuanganadalahsejauh mana laporankeuanganmenyajikaninformasi yang benar dan jujur. Hal iniberartibahwakualitaslaporankeuanganmenunjukkankonsepkualitasinformasidarilaporantersebut. SehinggaberdasarkanpenjelasantersebutmakadapatmenjadiacuanuntukmenganalisisFaktor-faktorapasaja yangdapatmempengaruhiKualitasInformasiLaporanKeuangan. Faktor-faktor yang dapatmempengaruhikualitasinformasilaporankeuangandiantaranyayaituPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, Dan KomitmenOrganisasi. Objek yang akanditelitidalampenelitianiniadalah Badan Keuangan dan AsetPemerintah Daerah Kota Kupangdenganjumlahpegawaisebanyak 85 orang. Teknik analisis data yang penelitigunakandalampenelitianiniuntukmengetahuipengaruhPengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi, dan KomitmenOrganisasiterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan, penelitimenggunakan Uji AnalisisRegresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisienDeterminasi (R2). Dari hasilpenelitian yang dilakukan, penelitidapatmenyimpulkanbahwaSecaraparsialterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. SedangakansecarasimultanterdapatpengaruhPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4) teterhadapKualitasInformasiLaporanKeuangan pada Pemerintah Daerah Kota Kupang. Hal inidibuktikandenganperolehanhasilpengujiandidapatihasilanalisisregresi linier bergandadengannilaikonstan a sebesar 1.103 sedangkankoefesienregresibˡ = 0.176, b² adalah 0.143, b3adalah 0.113, b4adalah 0.925. Sehinggadapatdimasukandalampersamaananalisisregresi linier bergandayaitu Y = 1.103 + 0.176X1 + 0.143X3 + 0.113X3 + 0.925X4+e. Selainituhasil Uji hipotesispertamayaituterdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPengawasan Internal (X1) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 8.279>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelKapasitasSumberDayaManusia (X2) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0010,05 dan nilaiT_hitung 3.542>1,664. Selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanTeknologiInformasi(X3) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0040,05 dan nilaiT_hitung 2.978>1,664. Dan selanjutnya terdapatpengaruhpositif dan signifikanvariabelPemanfaatanKomitmenOrganisasi(X4) terhadapvariabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dengandibuktikannilai sig 0,0000,05 dan nilaiT_hitung 28.210>1,664. Berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0.970. Artinyabahwasebesar 97% variabelKualitasInformasiLaporanKeuangan (Y) dapatdijelaskan oleh variabelPengawasan Internal (X1), KapasitasSumberDayaManusia (X2), PemanfaatanTeknologiInformasi (X3) dan KomitmenOrganisasi (X4). Sedangkanselisihnya 3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidaktermasukdalampenelitianini. Kata Kunci :KualitasInformasiLaporanKeuangan, Pengawasan Internal, KapasitasSumberDayaManusia, PemanfaatanTeknologiInformasi dan KomitmenOrganisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENGAWASAN PIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUMBA BARAT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meningkatkan kinerja pegawai, diantaranya dengan memperhatikan pengawasan dari atasan kepada pegawai. Pengawasan pimpinan merupakan tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk mengetahui apakah jalannya pekerjaan dan hasilnya sesuai dengan rencana Tercapainya tujuan suatu lembaga atau organisasi tidak hanya tergantung pada peralatan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, pada lingkungan instansi, pegawai yang berkualitas adalah pegawai yang melaksanakan pekerjaannya dan mampu memberikan hasil kerja yang baik atau mempunyai prestasi kerja yang tinggi yang dibutuhkan oleh instansi untuk mencapai tujuan. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya Dan juga gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi dan Pendukung utama untuk mencapai tujuan organisasi yaitu menunjukkan kerapihan dan ketelitian hasil kerja dengan tidak mengabaikan volume pekerjaan, menunjukkan banyaknya jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan dalam suatu waktu sehingga efisien dan efektifitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan, ketersediaan pegawai untuk berpartisipasi dengan pegawai yang lain baik di dalam maupun di luar pekerjaan sehingga pekerjaan akan semakin baik, menunjukkan seberapa besar pegawai dalam menerima melaksanakan pekerjaannya dan mempertanggung jawabkan hasil kerja, dan adanya inisiatif dari dalam diri anggota organisasi untuk melakukan pekerjaan serta mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu perintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab dua persoalan yaitu Untuk menganalisis pengaruh pengawasan pimpinan terhadap kinerja pegawai dan kedua. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat berjumlah 70 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 41 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis regresi linear berganda Untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu variabel pengawasan pimpinan, variabel displin kereja dan variabel kinerja pegawai terhadap dependen kinerja pegawai mengugunakan alat analisis statistic regresi liner berganda,uji T,uji F,uji . Analisis lanjutan sedangkan analisis pendahuluan digunakan analissi deskriptif yaitu untuk mengetahui jawaban responden atas indikator indikator dari variabel independen dan dependen. Hasil penelitian diketahui jumlah pegawai 41 orang jenis kelamin laki-laki sebanyak 26 orang orang atau sebesar 63,41% dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 orang atau sebesar 36,55%. Maka jumlah jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada jenis kelamin perempuan. Jumlah responden berdasarkan umur bahwa dari 41 orang responden yang berumur 23-29 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 20% , sedangkan 30-35 tahun sebanyak 9 orang atau 21% sedangkan 35-40 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 20%, sedangkan 41-46 sebanyak 6 orang atau sebesar 15% dan 47-52 sebanyak 7 orang atau sebesar 17% dan 53-60 sebanyak 3 orang atau 7%. Jumlah responden berdasarkan lama bekerja dari 41 orang responden dengan masa kerja 0-4 tahun berjumlah 8 orang atau sebesar 19,51 % dan masa kerja 5-8 tahun berjumlah 10 orang atau sebesar 24,39 % dan masa kerja 9-11 tahun berjumlah 8 orang atau sebesar 19,51 % dan masa kerja 12-15 tahun berjumlah 6 orang atau sebesar 14,63 % dan masa kerja 16-20 tahun berjumlah 7 orang atau sebesar 17,07 %, dan masa kerja 21-25 berjumlah 2 orang atau sebesar 4,87 %. Dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengawasan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat . Hal ini dibuktikan dengan nilai thitunglebih besar (15,911) dari nilai ttabel(2,021) dan pengujian hipotesis yaitu tingkat signifikan sebesar 0,001. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpegaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat. Hal ini dibuktikan dengan nilaithitung lebih besar 51,857 dari nilai t tabel(2,021) dan tingkat signifikan sebesar 0,000 Dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengawasan pimpinan dan disiplin kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadapkinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat. . Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung lebih besar (747.500) dari nilai Ftabel(3,23) dan hasil pengujian hipotesis dengan tingkat signifikannya adalah sebesar 0,000 Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengawasan pimpinan berpengaruh pada bahwa berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, pengawasan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai uji f menunjukkan bahwa secara bersama-sama (simultan ) pengawasan pimpinan dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan uji uji . Secara bersama-sama (simultan) antara variabel pengawasan pimpinan (X1), disiplin kerja (X2), terhadap kinerja pegawai (Y).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA AUDITOR INTERNAL PADA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA AUDITOR INTERNAL PADA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PROVINSI NTT Teknologiselalumengalamiperkembanganuntukmemenuhikebtuhanmanusia yang berkembangdariwaktukewaktu dan dapatmemberikankemudahanbagimanusiauntukmenjalankansegalaaktivitas.SistemInfomasiAkuntansimerupakansebuahsistem yang memproses data dan transaksigunamenghasilkaninformasi yang bermanfaatuntukmerencanakan, mengendalikan dan mengoperasikanbisnis.Penggunaanteknologisisteminformasiakuntansimerupakaninformasi yang diberikankepadaperusahaan yang diwajibkan oleh undang-undangatauperaturanlainnya. Penggunaandariinformasiakansemakinmeningkatseiringdengansemakindapatmengenalikebutuhan, denganmengenalikarakteristikpribadinyayaitu factor-faktor yang mungkinakanberpengaruhdalampenggunaannya.Kinerja Auditor merupakantindakanataupelaksanaantugaspemeriksaan yang telahdiselesaikan oleh auditor sebagaievaluasiterhadappekerjaan yang dilakukanatasan, rekankerja, dirisendiri dan bawahanlangsung.Kinerja Auditor dapatditingkatkanataudapatmenjadimaju dan mencapaitingkat yang lebihbaikdenganmengidentifikasi dan menganalisisaktivitaskerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22.Data yang diperoleh melalui kuesioner kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear sederhana yang hasilnya diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini melalui perhitungan analisis regresi linear sederhana, diperoleh hasil bahwa penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja auditor internal. Kata kunci:Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi, Kinerja Auditor Internal,Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail