Abstrak
ABSTRAK Mahasiswa Fakultas Teologi merupakan anak-anak yang ada dalam proses pembentukkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan (pendeta) kedepannya. Namun dalam proses pembentukkan itu, terdapat beberapa orang mahasiswayang mengalami dampak dari tidak tinggal di asrama yang membuat mereka mengalami krisis dalam spiritual. Dampak yang dialami oleh Mahasiswa Teologi, membawa berbagai dampak negatif bagi kehidupan mereka dan juga orang lain. Persoalan mengenai layak mendapat perhatian serta peran secara Teologis untuk menolong mahasiswa yang mengalami dampak dari tidak terbentuk di dalam pola kehidupan asrama. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan spiritual serta dampak yang dialami Mahasiswa Teologi UKAW Kupang tahun angkatan 2019-2021 yang tidak tinggal di asrama dan merefleksikan persoalan ini secara teologis dan serta bagaimana upaya melalui pola yang dapat menolong dan melengkapi mahasiswa Fakultas Teologi yang tinggal di luar asrama dalam proses pembentukan spiritualitas agar dapat bertumbuh. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai dampak dari mahasiswa Teologi yang tidak tinggal di asrama yang mengalami krisis spiritual. Hasil penelitian lapangan menunjukan bahwa, para narasumber, yakni mahasiswa Fakultas Teologi tahun angkatan 2019-2021 ada di usia transisi antara remaja akhir menuju dewasa awal sehingga masih dalam proses pencarian jati diri. Sehingga, mengalami dampak dari tidak mengalami pembentukan spiritual dalam pola kehidupan di asrama, sehingga ada beberapa dampak buruk bagi pembentukan spiritual yakni masalah pada relasi antara satu dengan yang lain atau solidaritas, masalah pada membangun relasi dengan Allah melalui saat Teduh, membaca Alkitab dan ibadah. Secara jelas Alkitab memberitahukan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rm. 12:12)”. Berdasarkan bagian Alkitab ini, kata yang paling penting adalah “berubahlah” (transformed). Fakultas Teologi merupakan wadah pembentukan mahasiswa untuk menjadi pelayan Tuhan kedepannya, sehingga peranan dosen dalam pembentukan spiritual dan karakter sangat dibutuhkan. Dalam upaya menolong dan melengkapi mahasiswa fakultas Teologi yang tinggal di luar asrama diperlukan penerapan tipe atau model spiritual agar dapat mengurangi dampak yang dialami. Dalam menjawab kebutuhan demikian, penulis menawarkan beberapa pembentukan spiritual bagi mahasiswa di luar asrama, yakni: Hidup dalam keheningan, hidup dengan hati yang ramah (Hospitaslitas), hidup dalam doa, dan memiliki pergaulan yang teratur dengan Alkitab.