Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Korintus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kristus Tidak Terbagi-bagi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KRISTUS TIDAK TERBAGI-BAGI FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Semri Anderias Fanmey Email. [email protected] Masalah pokok yang dikaji dalam skripsi ini adalah realita di mana terjadinya perpecahan dalam jemaat mata jemaat GMIT Elim Nenas. Jemaat tersebut terpecah-pecah oleh karena adanya perselisihan pendapat, sikap mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, tidak saling mengasihi sebagai saudara seiman serta pengkultusan pemimpin. Berdasarkan masalah-masalah tersebut, jemaat terbagi-bagi dalam empat kubuh. Melihat persoalan yang terjadi, penulis tertarik untuk menafsirkan teks surat 1 Korintus 1:10-13 yang juga membahas mengenai perpecahan dalam jemaat, di mana dalam jemaat Korintus pun terjadi perpecahan dan terbagi-bagi dalam 4 golongan, antaranya golongan Paulus, golongan Apolos, golongan Kefas dan golongan kristus, berdasarkan realita perpecahan yang terjadi, Paulus memberikan nasihat kepada jemaat korintus untuk menjaga persatuan dengan harus seia sekata dan sepikir sependapat agar dapat mengendalikan potensi perpecahan dalam jemaat. Hal-hal ini akan nampak melalui tafsiran surat Korintus 1:10-13. Untuk menemukan kerygma dalam teks ini, penulis menafsirkannya menggunakan metode historis kritis, yaitu menggali sejarah terbentuknya teks dan menemukan maksud serta tujuan yang mendasari peristiwa dalam teks Korintus 1:10-13 ini. Penulis menemukan dua pokok kerygma yaitu kasih Kristus yang utuh merupakan dasar persekutuan dan menjaga persekutuan sebagai saudara seiman. Kedua kerygma ini memberi penjelasan bahwa persekutuan sebagai jemaat yang dibangun dalam tubuh Kristus, perlu dijaga keutuhannya agar jemaat tidak boleh terpecah-pecah, serta refleksi teologisnya bagi mata jemaat GMIT Elim Nenas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARUNIA ROH UNTUK KEBAIKAN BERSAMA Suatu Kajian Eksegetis terhadap 1 Korintus 12:1-11 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenhaezer Boas, Klasis Malaka

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Skripsi ini berjudul “Setiap Karunia untuk Kemuliaan Tuhan: Suatu Kajian Eksegetis terhadap 1 Korintus 12:1–11 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Ebenheazer Boas, Klasis Malaka”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah karunia dalam jemaat lokal yang menyerupai persoalan dalam jemaat Korintus abad pertama, yaitu kecenderungan meninggikan karuniakarunia spektakuler dan mengabaikan karunia-karunia lain. Masalah ini menimbulkan perpecahan, pengagungan individu, hingga praktik-praktik rohani yang menyimpang dari ajaran Kristiani. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pemahaman teologis atas teks 1 Korintus 12:1–11 untuk menemukan kerygma utama dalam teks tersebut serta bagaimana penerapannya secara kontekstual dalam kehidupan bergereja. Tujuan utama dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui konteks historis di balik penulisan Surat 1 Korintus, (2) memahami kerygma teologis yang terkandung dalam 1 Korintus 12:1–11, dan (3) menguraikan implikasi kerygma tersebut bagi kehidupan jemaat GMIT Ebenheazer Boas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) yang dikombinasikan dengan wawancara lapangan, serta menggunakan pendekatan historis-kritis dalam penafsiran teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menegaskan pentingnya kesatuan dalam keberagaman karunia, dengan menempatkan Yesus Kristus sebagai pusat dari setiap karunia dan pelayanan. Karunia-karunia Roh Kudus berasal dari sumber yang sama, yaitu Roh Kudus, dan diberikan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi membangun tubuh Kristus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail