ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
tujuan dari rumusan masalah adalah untuk mengetahui jenis-jenis bahasa kiasan dan jenis-jenis bahasa kiasan yang dominan dalam puisi-puisi karya Rudyard Kipling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif sedangkan datanya di ambil dari google. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teori bahasa khiasan yang dikemukakan oleh Perrine dalam Sihite (2016). Dalam penelitian ini, penulis menganalisis tiga puisi karya Rudyard Kipling. Dari hasil analisis data penulis menemukan beberapa bahasa khiasan yang digunakan dalam puisi-puisi karya Rudyard Kipling, jenis-jenis bahasa kiasan yang dominan dalam puisi-puisi tersebut yaitu; repetition 35,1%, metaphor 16,6%, personification 18,5%, synecdoche 3,7%, hyperbole 5,8%, metonymy 14,8%, understatement 1,8% and apostrophe 3,7% dengan repetition sebagai bahasa kiasan yang paling dominan. Setelah melakukan analisis terhadap bahasa kiasan dalam puisi-puisi karya Rudyard Kipling, penulis berharap penelitian ini dapat memberikan informasi atau pengetahuan tentang bahasa kiasan yang digunakan dalam puisi-puisi karya Rudyard Kipling.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “ Sebuah Analisis Bahasa Kiasan Dalam Lirik Lagu Pilihan Album Iwan Fals "Indonesia dalam Berita" pembelajaran ini bertujuan untuk menemukan bahasa kiasan , tipe bahasa kiasan yang paling dominan diguanakan dan arti dalam penggunaan kata/ bahasa pilihan dalam “ lirik Lagu pilihan album Iwan Fals "Indonesia dalam Berita" desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berdasarka teori Keraf (2002;124-145) tentang jenis bahasa kiasan yang terdiri dari 60 jenis bahasa kiasan tapi dalam pembelajaran ini hanya fokus pada 12 jenis gaya bahasa yang terdiri dari 4 kategori yaitu : kategori pertama adalah simile metafora, personifikasi (perbandingan) ; kategori kedua adalah hiperbola, litotes, sakral, (kontras), dan ketiga adalah kiasan, metonomi, sinekdoke (hubungan): dan keempat adalah aliterasi, ephistrope, anafora (pengulangan). Proses analisis data adalah mengidentifikasi data kemudian mengklasifikasikan dan setelah itu mendeskripsikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 lagu dalam album ini terdapat 12 metafora, 6 personifikasi, 42 hiperbola, 3 sinekdok, 7 litotes, dan 6 sakral. Hal ini membuktikan bahwa bahasa kiasan dalam Lirik Lagu Pilihan Album Iwan Fals “Indonesia Dalam Berita” penulis menemukan jenis lagu yang dominan yaitu : pertama hiperbola (42), kedua litotes (7), ketiga personifikasi (6) dan sarkasme (6) dan yang terakhir adalah synecdoche (3). Penelitian ini sangat penting untuk dikaji karena bahasa kiasan kata-kata tertentu yang dapat mengubah makna kalimat dalam lagu dan Dengan menggunakan bahasa kiasan, sebuah karya sastra justru akan lebih kaya, efektif, dan lebih sugestif bagi pembaca/pendengarnya. Selain itu, dengan menggunakan bahasa kiasan dalam sebuah karya, karya tersebut akan menarik perhatian, menciptakan kesegaran, lebih hidup, dan memunculkan gambaran fantasi yang nyata
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul penelitian ini “Kajian Bahasa Kiasan dalam Natoni di Uab Meto yang digunakan dalam menyambut tamu di Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang” Masalah dari penelitian ini “apa sajakah gaya bahasa dalam Natoni? Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis tuturan kiasan natoni dalam bahasa Uab Meto yang digunakan dalam penyambutan tamu di Desa Oebola, Kabupaten Kupang. Penulis menganalisis tuturan kiasan dalam Natoni dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Rekaman digunakan untuk mendapatkan data. Ada dua informan (Thobias Tanone dan Naaman Bees) untuk memperoleh data dan mereka adalah narator dari Natoni. Analisis difokuskan pada ciri kiasan dalam puisi seperti yang dikemukakan oleh Kennedy (1991) dan Robberts (1995) bahwa kata dan ekspresi memiliki pola atau bentuk tertentu, yaitu metafora, simile, paradoks, anafora, apostrof, synecdoche metonymy, personifikasi dan simbol. Dalam Natoni penulis hanya menemukan ⁽¹⁾simile, ⁽²⁾anafora, ⁽³⁾metonimi, ⁽⁴⁾sinekdoke, ⁽⁵⁾personifikasi dan ⁽⁶⁾simbol. Dalam simile mereka menggunakan nak “like” untuk membandingkan objek secara langsung. Kata “Ne” selalu digunakan di setiap kalimat terakhir untuk memperjelas makna yang diwakilinya dalam anafora. Kata leku ma tabu memiliki arti yang sama “waktu” yang selalu digunakan dalam metonimi. Kalimat ho paham ho nifu “benuamu, samudramu, wilayahmu” menggunakan personifikasi dan sinekdoke karena menggunakan benda abstrak untuk menggambarkan karakter manusia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi atau pengetahuan yang berharga kepada pembaca untuk mengetahui tentang jenis-jenis tuturan kiasan yang ada pada Natoni uab meto. Artikel ini dapat memberikan sedikit kesadaran kepada generasi muda khususnya Dawan untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal, seperti penyambutan tamu.