Kajian Kiasan Natoni di Uab Meto yang digunakan dalam Penyambutan Tamu di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang
Judul penelitian ini “Kajian Bahasa Kiasan dalam Natoni di Uab Meto yang digunakan dalam menyambut tamu di Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang” Masalah dari penelitian ini “apa sajakah gaya bahasa dalam Natoni? Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis tuturan kiasan natoni dalam bahasa Uab Meto yang digunakan dalam penyambutan tamu di Desa Oebola, Kabupaten Kupang. Penulis menganalisis tuturan kiasan dalam Natoni dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Rekaman digunakan untuk mendapatkan data. Ada dua informan (Thobias Tanone dan Naaman Bees) untuk memperoleh data dan mereka adalah narator dari Natoni. Analisis difokuskan pada ciri kiasan dalam puisi seperti yang dikemukakan oleh Kennedy (1991) dan Robberts (1995) bahwa kata dan ekspresi memiliki pola atau bentuk tertentu, yaitu metafora, simile, paradoks, anafora, apostrof, synecdoche metonymy, personifikasi dan simbol. Dalam Natoni penulis hanya menemukan ⁽¹⁾simile, ⁽²⁾anafora, ⁽³⁾metonimi, ⁽⁴⁾sinekdoke, ⁽⁵⁾personifikasi dan ⁽⁶⁾simbol. Dalam simile mereka menggunakan nak “like” untuk membandingkan objek secara langsung. Kata “Ne” selalu digunakan di setiap kalimat terakhir untuk memperjelas makna yang diwakilinya dalam anafora. Kata leku ma tabu memiliki arti yang sama “waktu” yang selalu digunakan dalam metonimi. Kalimat ho paham ho nifu “benuamu, samudramu, wilayahmu” menggunakan personifikasi dan sinekdoke karena menggunakan benda abstrak untuk menggambarkan karakter manusia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi atau pengetahuan yang berharga kepada pembaca untuk mengetahui tentang jenis-jenis tuturan kiasan yang ada pada Natoni uab meto. Artikel ini dapat memberikan sedikit kesadaran kepada generasi muda khususnya Dawan untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal, seperti penyambutan tamu.