Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kecerdasan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA KOTA KUPANG Sumber daya manusia adalah kunci pokok yang harus diperhatikan, dengan segala kebutuhannya dalam sebuah organisasi. Sumber daya manusia juga merupakan ujung tombak yang akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan organisasi dan juga merupakan faktor penting yang dapat menentukan maju mundur serta hidup matinya suatu organisasi. Oleh karena itu dalam dunia bisnis yang berkembang semakin pesat saat ini serta perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih maka hal itu akan membawa perubahan pola kehidupan pegawai. Sumber daya manusia juga merupakan sumber yang berperan aktif terhadap jalannya suatu organisasi dan proses pengambilan keputusan. Kinerja Pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya Kecerdasan emosional merupakan kemampuan pengendalian diri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri. Kecerdasan spiritual sebagai rasa moral, kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku yang sejalan dengan pemahaman dan cinta serta kemampuan setara untuk melihat kapan cinta dan pemahaman sampai pada batasannya Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup. Menurut Umar (2011:49) teknik angket merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Menurut Riduwan (2007:27) angket tertutup adalah angket yang disajikan sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristiknya dengan cara memberikan tanda silang atau tanda checklist. Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pernyataan-pernyataan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut :untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidaksetuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu Kecerdasan Emosional teterhadap variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai, Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Pegawai Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,586 artinya jika Kecerdasan Emosional (X1) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,586. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara Kecerdasan Emosional (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y). Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh Kecerdasan Emosional (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Kecerdasan Emosional (X1) ditemukan t hitung = 3,098 lebih besar t tabel = 2,039 dan tingkat Sig. = 0,004 lebih kecil dari 0,05. Pengaruh Kecerdasan Spiritual (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,455 artinya jika Kecerdasan Spiritual (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,455. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara Kecerdasan Spiritual (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara Kecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Pegawai, sehingga apabila Kecerdasan Spiritual dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya Kinerja Pegawai dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh Kecerdasan Spiritual (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung = 2,087 lebih besar t tabel= 2,039 dan tingkat Sig. = 0,045 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Kecerdasan Emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kota Kupang. Secaraparsial Kecerdasan Spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kota kupang. Kata Kunci :Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 3 FATULEU

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA NEGER 3 FATULEU Talas, O)* Manu, T)** Daud, Y)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa kelas X di SMA Negeri 3 Fatuleu. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan tinjauan terhadap kecerdasan emosional siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan ex post fakto (Non-eksperimen) dan desain penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X IPA yang berjumblah 20 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Data yang dianalisis menggunakan uji-t berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai t hitung > ttabel (0,437 > 0,378), maka H0 ditolak H1 diterima dengan tingkat signifikansi 0,05. Artinya terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dan hasil belajar siswa. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional siswa dengan hasil belajar siswa kelas X SMAN 3 Fatuleu”. Pernyataan ini dibuktikan dari perhitungan Uji “t” sehingga hipotesis pada penelitian ini terbukti kebenarannya bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Kata kunci : Kecerdasan, Emosional Siswa dan Hasil Belajar Siswa Keterangan : * Peneliti **Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI ( Study Kasus Karyawan Tetap Pada PT. Telkom Witel NTT Kupang )

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI, TERHADAP KINERJA PEGAWAI Studi Kasus Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) Skripsi ini ditulis oleh RIKARDUS JEHADUT, NIM 17412094 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Populasi penelitian ini adalah seluruh Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) yang berjumlah 72 orang. Sampel yang diambil 30 respomdem. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan kuesioner, sedangkan dalam pembahasannya alat analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat ketahui konstan regresi a sebesar 48.399 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0,145 b² adalah 0,002. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kecerdasan emosional (X1) dan budaya organisasi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 48.399 + 0,145 X1 + 0,002 X2 + e. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsial kecerdasan emosional dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada PT. Telkom Witel NTT Kupang. Pada uji (t) menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kecerdasan emosional (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kecerdasan emosional (X1) nilai t hitung = 5.513 lebih besar t table = 0,804 dan tingkat Sig. = 0,000 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel kecerdasan emosiona (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Uji hipotesis kedua yaitu ada budaya organisasi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) nilai t hitung = 5,513 lebih besar t table = 0,074 dan tingkat Sig. = x 0,942 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel budaya organisasi (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terahir pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.154 atau 15,4% Hal ini berarti besarnya pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai adalah 15,4% Sedangkan pengaruh sebesar 2,87% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Budaya Organisasi, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN INTELEKTUAL DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BPKPD (BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH) KABUPATEN MALAKA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul: “Pengaruh Kecerdasan Intelektual Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor BPKPD (Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malaka” Dalam organisasi pemerintah sumber daya manusia (SDM) disebut Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berguna untuk dapat mengeluarkan tenaga, pikiran, bakat, kreativitasnya serta mewujudkan tujuan organisasi. Dalam pencapaian tujuan organisasi, salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kinerja sumber daya manusia/pegawai. Kinerja atau prestasi adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab. Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Malaka merupakan salah satu instansi keuangan yang dimiliki oleh pemerintah kabupaten malaka, dan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) memiliki sumberdaya manusia yang berstatus pegawai negeri. Seperti pemikiran yang telah tersimpan di benak masyarakat Indonesia mengenai pegawai negeri adalah pekerjaan yang mudah dan tanpa tekanan dari instansi tempat bekerja. Akan tetapi pada faktanya pegawai negeri juga memiliki target kinerja setiap tahunnya. Oleh karena itu jika pegawai tidak memiliki kinerja baik akan terlihat pada laporan kinerja pegawai setiap tahun dan akibatnya dapat memperoleh peringatan. Oleh karena itu pada penelitian ini, peneliti akan meneliti di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Malaka. Dan pada penelitian ini akan meneliti apakah kecerdasan intelektual dan komitmen yang dimiliki oleh pegawai dapat meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Malaka. Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Kecerdasan Intelektual dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. Berdasarkan rumusan masalah diatas maka yang menjadi persoalan penelitian ini adalah: 1. Apakah Kecerdasan Intelektual berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. 2. Apakah Komitmen Organisasional berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. Tujuan penelitian: 1. Untuk mengetahui pengaruh Kecerdasan Intelektual terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. 2. Untuk mengetahui pengaruh Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. Populasi Menurut Husaini Usman (2006 ) Populasi ialah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif maupun kualitatif, dari karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 orang pegawai kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) di Kabupaten Malaka. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Suhartanto, 2014). Sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel,dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik yang digunakan untuk mengumpul data adalah data primer berupa jawaban respoden atas pernyataan yang disajikan dalam kuesioner. Kuesioner (daftar pertayaan) yang diberikan kepada perangkat kerja bagian keuangan di kabupaten malaka tentang Pengaruh Kecerdasan Intelektua dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji regresi, diketahui bahwa variabel kecerdasan intelektual berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan hal ini nilai signifikan 0,017> 0,05 dan t hitung 2.496 2,051. sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima artinya bahwa terdapat pengaruh X1 terhadap Y. Dari hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa tingginya kecerdasan intelektual yang dimiliki oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya dengan baik akan meningkatkan kinerja pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. Berdasarkan hasil uji regresi diketahui variabel komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan hal ini nilai signifikan X2 terhadap Y sebesar 0,040 0,05 dan t hitung 2.129> 2,051 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh X2 terhadap Y. Dari hasil penelitian ini disebabkan karena komitmen organisasi yang berdasarkan fakta yang ada menunjukan kurangnya perasaan, sikap dan perilaku pegawai dalam mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari organisasi, tidak terlibat dalam proses kegiatan organisasi dan tidak loyal terhadap organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Kata Kunci: Kecerdasan Intelektual, Komitmen Organisasi, Kinerja Pegwai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail