ALVONSA NINGSI SOBANG
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR PAKU UDANG Stenochlaena palustris (Burm. F) Badd TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI E. coli Sobang, A. N)* Rafael, A)** Bota, W)*** Tumbuhan paku banyak dimanfaatkan antara lain sebagai tanaman hias, sayuran dan bahan obat-obatan. Secara tradisonal tumbuhan paku banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat-obatan, baik sebagai anti bakteri maupun sebagai obat malaria pencahar, obat penghenti pendarahan, obat pasca persalinan, obat penyakit kulit, maupun obat anti radang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak kasar paku udang (Stenochalaena palustris Bedd) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri E. coli, dan konsentrasi pemberian ekstrak kasar paku udang (S. palustris) yang memiliki aktivitas antibakteri paling besar terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi cakram. Perlakuan yang diberikan 0% (aquadest atau kontrol negatif), ekstrak daun paku udang 30%, 45%, 60%, 75%, 100% masing-masing dibuat tiga ulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun paku udang (Stenochalaena palustris Bedd) mempunyai potensi sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri E. Coli yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada konsentrasi 60%, 75%, dan 100%. Pemberian ekstrak kasar daun paku udang (Stenochalaena palustris Bedd) memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri E.coli. Hal ini dapat dilihat dari konsentrasi yang digunakan mulai dari 60%, 75%, dan 100% memiliki zona hambat yang berkisar antara 2,66 mm sampai dengan 9,8 mm yang di inkubasi pada 24 jam dan berkisar antara 2 mm sampai dengan 6,83 mm yang di inkubasi pada jam ke 48. Sedangkan pada konsentrasi 30% dan 45% tidak ada terbentuk zona hambat hal ini sebabkan karena pada kedua konsentrasi ini belum mampu mengganggu metabolisme bakteri uji. Dan konsentrasi 100% yang memiliki aktivitas paling besar terhadap pertumbuhan bakteri E. coli.
YARI DIANA KORO
2021 · Thesis · Open Access
Dendeng ikan adalah produk pangan yang berbentuk lempengan terbuat dari daging segar dan atau daging beku, yang diiris atau digiling, ditambah bumbu dan dikeringkan dengan sinar matahari atau alat pengering, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Dendeng yang disukai oleh konsumen adalah dengan tekstur yang tidak keras dan produsen dendeng harus memperhatikan kualitas dendeng dari segi tekstur dan warna. Karakteristik dendeng yang harus dipenuhi yaitu memiliki tekstur kenyal dan lembut, warna serta memiliki rasa yang dapat diterima oleh konsumen sehingga diperlukan bahan tambahan yang dapat memperbaiki sifat dari dendeng ikan. Salah satu bahan tambahan yang dapat memperbaiki karakteristik dendeng ikan adalah gula. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik organoleptik (Aroma, warna, tekstur, dan rasa) dan uji kimiawi (kadar air dan pH) dendeng ikan mujair yang diproses dengan penggunaan jenis gula yang berbeda.
Penelitian ini dilaksanakan pada Juli-Agustus di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian organoleptik dan kimia (kadar air dan pH). Organoleptik dendeng ikan mujair dengan penggunaan jenis gula yang berbeda sangat berpengaruh nyata untuk setiap perlakuan baik pada karakteristik organoleptik (Aroma, warna, tekstur, dan rasa) seta kadar air dan pH.
Rata-rata kadar air dan pH yang dihasilkan pada dendeng ikan mujair yang menggunakan jenis gula dan persentase gula yang berbeda yaitu gula sabu dan gula pasir memberikan pengaruh sangat nyata untuk setiap perlakuan yang berkisar antara 11,20-15,20% untuk nilai rata-rata kadar air, dan nilai pH berkisar antara 6,4-6,7.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa menggunakan gula yang berbeda yaitu gula sabu dan gula pasir dengan persentase masing-masing gula yaitu 25%, 30%, dan 35%, menghasilkan karakteristik aroma, warna, tekstur dan rasa yang berbeda dan karakteristik yang paling baik adalah pada perlakuan persentase gula sabu 35% .
GUNTUR ENOS TIPAK
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “Pengaruh Efektifitas Penggunaan Dan Kepercayaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Individual Pegawai pada Kantor PDAM Kota Kupang” Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Pengaruh Efektifitas Penggunaan Dan Kepercayaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Individual Pegawai pada Kantor PDAM Kota Kupang. Serta menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah 1. Apakah Efektifitas Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh terhadap Kinerja Individual Pegawai pada PDAM Kota Kupang? 2. Apakah Kepercayaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh terhadap Kinerja Individual Pegawai pada PDAM Kota Kupang ? 3. Apakah Efektifitas Penggunaan dan Kepercayaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Individual Pegawai pada PDAM Kota Kupang ? Konsep Penelitian ini terdiri dari 1) Efektifitas penggunaan Teknologi system informasi akuntansidalam Penggunaan teknologi sistem informasi perusahaan hendaknya mempertimbangkan pemakai. Tidak jarang ditemukan bahwa teknologi yang diterapkan dalam sistem informasi sering tidak tepat atau tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh individu pemakai system informasi, sehingga sistem informasi kurang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja individual.Disini, efektivitaspenggunaan atau pengimplementasian teknologi sistem informasi dalam suatu perusahaan dapat dilihat dari kemudahan pemakai dalam mengidentifikasi data, mengakses data dan menginprestasikan data tersebut. Data dalam sistem informasi tersebut seharusnya merupakan data yang terintegrasi dari seluruh unit perusahaan atau organisasi sehingga dapat digunakan untuk berbagi kebutuhan tugas dalam perusahaan.Terdapat juga indikator-indikator didalamnya meliputiMudah dalam pengoperasian,Mudah dalam memberikan penilaian,Memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologisistem informasi akuntansi,Memiliki kemampuan berbahasa asing. 2) Kepercayaan Teknologi system informasi akuntansi merupakan struktur-struktur kognitif yang dikembangkan oleh individual setelah mengumpulkan, memproses, dan mensintesis informasi tentang teknologi informasi, dan memasukkan penilaian-penilaian individual dari bermacam-macam hasil (outcomes) yang berkaitan dengan penggunaan teknologinya. Didalamnya juga terdapat beberapa indikator yaitu Peningkatan kinerja individual, Kewenangan dalam mengakses data, . Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas, Kemajuan dalam pengembangan system. 3) Kinerja individual pegawaiberasal dari kata prestasi kerja (performance). Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mangkunegara (2005) bahwa istilah kinerja berasal dari kata job performance atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu didalam melaksanakan tugas di bandingkan dengan berbagai kemungkinan seperti standar hasil kerja, target atau sasaran, atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Populasi dalam Penelitian ini adalahPegawai Di Kantor PDAM Kota Kupang. Dengan sampel pada penelitian ini adalah 20 orang dari Pegawai Kantor PDAM Kota Kupang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Formula Slovin (Agustini dan Herawati, 2010). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik koesioner menurut Arikunto (2002: 128), dimana sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, hal-hal yang ia ketahui. dimana cara pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan mereka akan memberikan respon dari daftar pertanyaan tersebut. Pada tahap analisis pendahuluan penulis mendeskripsikan konsep berdasarkan Indikator-Indikator Empirisnya. Kemudian setelah mendeskripsikan semua variabel pada analisis pendahuluan penulis menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan bantuan program komputer yaitu SPSS versi 16.0. teknik analisis data ini, untuk mengkaji pengaruh antara dua variabel atau lebih variabel Dependen terhadap variabel Independen . Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda pada pengujian hipotesis sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya maka penulis menyimpulkan bahwa: 1. Efektifitas penggunaan teknologi system informasi akuntansi berpengaruh positif tehadap Kinerja individual pegawai dengan bukti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai singnifikansi yaitu 0,10 0,014. 2. Kepercayaan teknologi system informasi akuntansi berpengaruh terhadap Kinerja individual pegawai dengan nilai probabiitas lebih kecil dari nilai signifikansi yaitu 0,10 0,023. 3. Efektifitas penggunaan teknologi system informasi akuntansi dan Kepercayaan teknologi system informasi akuntansi secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja individual pegawai dengan nilai signifikansi 0,10> dari nilai signifikansi 0,010. Berdasarkan hasil Diatas maka penulis memberi beberapa masukan sebagai alternatif yang dapat dipertimbangkan, sebagai berikut. 1. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian tersebut sebagai referensi dengan cara menambah jumlah variabel maupun populasi penelitian serta dapat mengembangkannya dengan menggunakan metode yang berbeda. 2. Berdasarkan hasil yang didapat dalam penelitian ini diharapkan Kepada seluruh karyawan PDAM kota kupang sebagai objek penelitian agar kiranya dapat mempertahankan efektifitas penggunaan dan kepercayaan system informasi akuntansi sehingga kinerja pegawai selalu baik.
HEBRALIN GELVIANA LIU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRACT This thesis entitled Analysis On Metaphor in Agricultural Field of Uab Meto from Oinlasi Village. The questions to be answered in conducting this research were 1) What are the metaphor found in agricultural Field of Uab Meto from Oinlasi village? and 2) What are the meaning of metaphor in agricultural Field of Uab Meto from Oinlasi village?, therefore this research aims at finding out Metaphor in agricultural field of Uab Meto from Oinlasi village and to find out the meaning of metaphor in agricultural field of Uab Meto from Oinlasi village. The method used in this study was descriptive qualitative. In collecting the data the writer, transcribed and interviewed some informants who are the native speakers of Uab Meto in Oinlasi village. The result of the analysis showed that there are Metaphors related to Agricultural Plants, Field of Agricultural Equipment, Agricultural Activities, and Natural in an Ecolinguistic View. Then, the kind of metaphor related with agricultural field has different meaning in literal. Key words: Metaphor, Agricultural Field, and Uab Meto.
MELKYANUS TIGE KORE
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRACT A DESCRIPTIVE STUDY ON COMPOUND WORDS IN THE MATTHEW GOSPEL OF PA LI HAWU This thesis entitled ‘’ A descriptive study on compound words in the Matthew Gospel of pa li Hawu’’. It aims to find out the types and meaning of compound words that found in the Matthew Gospel of pa li Hawu. The data collected from 28 chapters of Matthew Gospel. The method used is descriptive qualitative. The result shows that types of compound word is divide into three, they are compound noun or commonly said as noun head word, compound verb or commonly said as verb head word, and compound adjective or commonly said as adjective head word. From the three types of compound words, they are has sub-types as follow: Noun plus noun compound for example Ama ‘father’+ appu ‘Grandfather’= Ancestor, Adjective plus Noun for example Dhara ‘deep’ + lua ‘edge’ = condition, Verb plus Noun for example wie ‘give’ + hu ‘point’ = spoilt, Noun plus Verb for example kolo ‘crown’ + loro ‘carry’ = descendent, Adjective plus Verb for example Potte ‘turning’ + appi ‘weave’ = Impostor, Verb plus Verb for example peloko ‘prepare’ + Nga’a ‘eat’ = marriage, Noun plus Adjective for example koro ‘pock’ + djawa ‘foreign’ = pigeon, Adjective plus Adjective for example Mekae ‘shy’ + Dhara ‘deep’ = shy, and last is Verb plus Adjective for example kebbhala ‘fall’ + ae ‘much’ = moorland. Each of the word in Sabu language above carry its own meaning. But when they are combined together, they formed a new one nominal category of word and new meaning. Keywords: Compound types, Compound meaning, Sabu language
ERIANA DEDI KEIKU
2021 · Thesis · Open Access
This research is entitled "THE INFLUENCE OF CHOIR EXTRACURRICULAR ACTIVITIES TOWARDS STUDENTS 'LEARNING ACHIEVEMENT OF ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY KUPANG IN THE ACADEMIC YEAR 2020/2021". The purpose of this study is to know whether there is an influence of choir extracurricular activities toward student’s learning achievements of evangelist choir students of all faculty members at the Artha Wacana Christian University Kupang. This study used a quantitative method. To obtain more accurate data, the population in this study is all choir members evangelist of the extracurricular activities of the Artha Wacana Christian University in the 2019/2020 generation of 35 people, with a sample of 15 people from the total population obtained. at random. The technique that generates and processes data used in this study is a questionnaire used as an instrument to collect data. The results of the data analysis show that participating in the choir extracurricular activities have a positive effect on students, it’s students themselves say that participating in these activities can help them increase their insight and they can also develop their abilities and creativity according to their potential, talents and interests. This is evidenced by the results of the author's data processed from the questionnaire filled in by enthusiastic and accurate students
VRENGKI ALVANUS FRARE
2021 · Thesis · Open Access
VRENGKI ALVANUS FRARE (14390055). Pengaruh Penggunaan Konsentrasi Gula Merah dan Air Jeruk Nipis yang Berbeda Terhadap Karakteristik Petis Ikan Tongkol. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA, S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI, S.Pi.M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Limbah perikanan, khususnya limbah cair, biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebabkan pencemaran serta menimbulkan bau yang mengganggu estetika lingkungan.Petis merupakan produk olahan yang termasuk dalam kelompok saus yang menyerupai bubur kental, liat dan elastis, berwarna hitamatau cokelat tergantung pada jenis bahan yang digunakan serta merupakan produk pangan yang mempunyai tekstur setengah padat (Intermediate Moistured Food).Kandungan unsur gizi dalam petis per 100 g yaitu energi 151,0 kkal, air 56,0%, protein 20%, lemak 0,2%, karbohidrat 24%, kalsium 37(mg), fosfor 36(mg), besi 2,8(mg). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh presentase gula merah dan air jeruk nipis yang berbeda terhadap karakteristik organoleptik petis ikan tongkol dan untuk mengetahui pengaruh gula merah dan air jeruk nipis terhadap karakteristik kimiawi asam amino dan kadar air petis ikan tongkol.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu bulan Pebruari-Maret 2020 yang bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan petis, pengujian organoleptik (penampakan, bau, rasa dan tekstur) dan pengujian kadar air, serta Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor untuk pengujian asam amino. Metode penelitian adalah metode eksperimen yaitu membuat petis dengan faktor yang dicobakan yaitu gula merah dan air jeruk nipis dengan menggunakan Analisis Kovarians (Anova), dan diuji lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) menurut Gasperz (1991).
Hasil penelitian untuk paramter kenampakan berkisar antara 6,80-7,80, parameter aroma berkisar antara 6,35-7,70, parameter rasa berkisar antara 6,25-7,70, parameter tekstur berkisar antara 6,70,7,80, kadar air berkisar antara 24,00-30,00%, asam amino berkisar antara 647,77 mg/kg-4205,29 mg/kg
Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk petis ikan dari limbah perebusan ikan tongkol yang diproses dengan persentase gula merah dan air jeruk nipis yang berbeda nilai organoleptik parameter kenampakan tertinggi pada perlakuan 60% gula merah dan 8 ml air jeruk nipis dengan kriteria cokelat agak kehitaman, menarik, dan sedikit kotoran. parameter aroma tertinggi pada persentase gula merah 60% dan 8 ml air jeruk nipis dengan kriteria harum, aroma ikan tongkol sedang tanpa bau tambahan dan enak, parameter rasa tertinggi pada persetase60% gula merah dan 8 ml air jeruk nipis kriteria cukup enak, rasa ikan tongkol sedang, tidak amis dan rasa manis cukup. Sedangkan untuk parameter tekstur tertinggi pada persentase60% gula merah dan 8 ml air jeruk nipis.dengan kriteria agak kental, homogen dan sedikit kental. Kadar rata-rata kadar air 24%-29%. Nilai asam amino antara 647,77 kg/mg - 4205,29 kg/mg
APRYANTO IMANUEL TAMONOB
2021 · Thesis · Open Access
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media alat peraga dari bahan bekasterhadap sikap ilmiah siswa di SMP Negeri Satap Letenaek tahun ajaran 2020/2021.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode designquasi eksperimen yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control design, dengan jumlah populasi sebanyak 67 orang dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari 22 siswa kelas VIII C (kelas eksperimen) dan 22 siswa kelas VIIIB (kelas kontrol). Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan angkettertutup dengan skala likert. Data dianalisis menggunakan uji-t.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media alat peraga dari bahan bekasterhadap sikap ilmiah siswa dengan perolehan nilai t sebesar 12, 623 dengan sig. 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Hal ini dikarenakan media alat peraga dari bahan bekasmemiliki beberapa kelebihan, yakni di buat dari bahan-bahan sederhana dan didesain dengan bentuk dan tampilan yang menarik, isi materi disajikan dalam bentuk gambar pada media alat peraga dan diilustrasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mendorong keingintahuan siswa dan menarik perhatian siswa untuk aktif dan bersemangat dalam belajar serta membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran secara verbal dan visual berdasarkan hal-hal kongkrit yang sering siswa temui. Berdasarkan hal ini, maka dapat disimpulkan bawha ada pengaruh penggunaan media alat peraga dari bahan bekasterhadap sikap ilmiah siswa di SMP Negeri Satap Letenaek.
MEILANI MOLA KORE
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA Kore,M. M)* Nomleni, T. F)** Foeh, Y)** Permasalahan yang diperoleh adalah rendahnya kemampuan sikap ilmiah siswa kelas VII A SMP Negeri 6 Kuapang Tengah Satap. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap kemampuan sikap ilmiah siswa. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A yang berjumlah 25 orang siswa. Teknik analisis data dengan menggunakan persentase dan pengumpulan data dengan menggunakan rubrik. Terlihat bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran learning cycle, dimana pada siklus I keterlaksanaan sintaks mendapatkan persentase 63% dan hasil penilaian sikap ilmiah siswa mendapatkan persentase 64%. Dan siklus II terjadi peningkatan yaitu pada keterlasanaan sintaks mendapatkan persentase 82% dan hasil sikap ilmiah siswa mendapakan persentase 80%. Adanya peningkatan pada siklus II dikarenakan keterlaksaan sintaks pada proses pembelajaran sudah sangat baik, terlihat dari siswa antusias dan hasil presentasi pun memuaskan. Hal ini dikarenakan model pembelajaran learning cycle mampu memberikan kesan yang kuat dan tahan lama terhadap ingatan peserta didik, menarik bagi peserta didik sehingga kelas menjadi antusias dan membangkitkan semangat dalam diri peserta didik serta menumbukan rasa ingin tahu, kerjasama serta bersikap kritis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan dalam menggunakan model learning cycle terhadap sikap ilmiah siswa di kelas VII A SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satap Tahun Ajaran 2019/2020.
OCSRYN LYLIANTI LUDJI LOBO
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Isolasi Dan Seleksi Jamur Endofit Penghasil Enzim Protease Dari Daun Mangrove Avicennia marina Di Pantai Noelbaki Ludji Lobo, O.L) * Rupidara, A.D.N) ** Ledo, M.E.S) ** Jamur endofit dapat diartikan sebagai mikroba yang hidup berkoloni dalam jaringan internal makhluk hidup seperti pada daun tanpa menyebabkan efek yang merugikan secara langsung pada organisme tersebut. Jamur endofit mampu menghasilkan enzim ekstraseluler, salah satunya enzim protease. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur endofit penghasil enzim protease yang hidup pada daun mangrove Avicennia marina di Pantai Neolbaki. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan dua perlakuan yaitu daun tua dan daun muda mangrove A. marina. Data karakterisasi morfologi secara makroskopis dan mikroskopis dianalisis secara kualitatif sedangkan data uji aktifitas protease dari jamur endofit dengan metode plug agar berupa hasil perhitungan zona bening secara kuantitatif dan dideskripsikan dalam bentuk gambar dan tabel. Berdasarkan data penelitian ditemukan bahwa dari daun tua dan daun muda mangrove A. marina yang ada di pantai Noelbaki menghasilkan 12 total isolat hasil isolasi. Dari total 12 isolat diperoleh 5 isolat jamur endofit penghasil enzim protease ekstraseluler yang terbagi atas 3 isolat dari daun tua dan 2 isolat dari daun muda. Pembentukan zona aktifitas proteolitik tertinggi pada daun tua A. marina dalam uji enzim protease ekstraseluler terdapat pada kode isolat DT Am 05 OLL dengan diameter zona proteolitik sebesar 2,1 mm. sedangkan untuk daun muda A. marina aktivitas tertinggi terdapat pada kode isolat DM Am 02 OLL dengan diameter zona bening sebesar 1,9 mm.
YOHANES AGUSTINUS BRIA
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini telah dilaksanakan selama dua bulan yaitu Maret- April 2020
bertempat di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende untuk
lokasi survei dan pengambilan sampel produk ikan Sui dan untuk pengujian kadar
air, pH dan ALT produk ikan Sui di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen
Artha Wacana, Kupang sedangkan pengujian mikrobiologis Total Koloni Kapang
(TKK) di Laboratorium Politani Negeri Kupang. Metode penelitian yaitu metode
deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif
komparatif.
Hasil penelitian produk tradisional ikan sui dari ketiga Suku untuk
pengujian kadar air yaitu Suku Ende : 20,79%, Suku Lio : 21,83% dan Suku Bajo
: 22,28%; pH yaitu Suku Ende : 5,7, Suku Lio : 5,8 dan Suku Bajo : 5,9; ALT
yaitu Suku Ende : 963,33 koloni/gram, Suku Lio : 2010,00 koloni/gram dan Suku
Bajo : 3296,67 koloni/gram; Total Koloni Kapang yaitu Suku Ende : 110,00
koloni/gram, Suku Lio : 130,00 koloni/gram dan Suku Bajo : 146,67 koloni/gram.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan produk
ikan sui yang diolah secara tradisional di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro,
Kabupaten Ende meliputi bahan baku ikan segar, penyiangan, pemberian garam,
penyusunan, pengasapan, pengemasan dan penyimpanan sedangkan untuk kadar
air, pH, angka lempeng total (ALT) masih memenuhi standar mutu ikan asap dan
untuk total koloni kapang mendapatkan nilai lebih tinggi dari standar mutu ikan
asap.
MARIA MARGARETA NGGOLUT
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Pajak memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Ketidaksesuaian ratio antara pegawai pajak dengan wajib pajak mengakibatkan kurang optimalnya implementasi perpajakan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut di perlukan adanya administrasi perpajakan yang sederhana, cepat, dan mudah dilakukan agar pajak dapat secara optimal menjangkau penduduk, entitas badan, serta ekspatriat wilayah Negara kesatuan republik Indonesia. Hal ini dapat membuat Direktorat Jenderal Pajak mereformasi sistem perpajakan yang ada.Dewasa ini reformasi dibidang perpajakan ditandai dengan ditetapkan visi oleh Direktorat Jenderal Pajak yaitu menjadi model pelayanan masyarakat yang menyelenggarakan sistem dan manajemen perpajakan kelas dunia yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat.Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak juga menetapkan misi fisikal untuk menghimpun penerimaan dalam negeri dari sektor pajak yang mampu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah berdasarkan undang-undang perpajakan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi. Konsep dari modernisasi perpajakan adalah pelayanan prima dan pengawasan intensif dengan pelaksanaan good governance.Tujuan modernisasi antara lain; meningkatkan kepatuhan pajak, kepercayaan terhadap administrasi perpajakan dan memacu produktivitas pegawai pajak yang tinggi. Kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kondisi sistem administrasi perpajakan, pelayanan pada wajib pajak, penegakan hukum perpajakan, pemeriksaan pajak dan tarif pajak. Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu tindakan patuh dan sadar terhadap ketertiban pembayaran dan pelaporan kewajiban perpajakan masa dan tahunan dari wajib pajak yang berbentuk sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan usaha sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa hampir semua Negara di dunia mengenakan pajak kepada warganya, kecuali beberapa Negara yang kaya akan sumber daya alam yang dijadikan sebagai sumber penerimaan utama Negara, tidak mengenakan pajak (pandiangan 2008:65). Bagi Indonesia , penerimaan pajak sangat besar peranannya dalam mengamankan anggaran Negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun. Kata kunci: modernisasi perpajakan dan kepatuhan wajib pajak
ESILIA NDENDI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Penelitian ini yang berjudul ”Pengaruh Remunerasi Terhadap Motivasi Dalam Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang”. Masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Remunerasi Terhadap Motivasi Dalam Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang. Persoalan Penelitian Apakah remunerasi berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan dalam pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang? Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui pengaruh remunerasi terhadap motivasi dalam pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang 2). Untuk mengetahui pengaruh remunerasi terhadap motivasi kerja karyawan dalam pelayanan publik pada kantor Dinas Kependudukkan Kota Kupang 3). Untuk mengetahui remuerasi terhadap kualitas dalam pelayanan publik pada kantor Dinas KependudukkanKota Kupang. Berdasarkan rumusan masalah dan landasasan teori maka yang dikaji dalam penelitian ini didefinisikan sebagai berikut: Remunerasi merupakansalah satu implementasi kebijakan yang sering dikaitkan dengan dunia ketenagakerjaan, terutama dalam konteks sistem pengupahan atau penggajian. remunerasi dikaitkan dengan penataan kembali sistem penggajian pegawai yang didasarkan pada penilaian kinerja, dengan tujuan terciptanya sistem tata kelola pemerintah yang baik dan bersih juga kerap kali digunakan secara kontekstual, sehingga memiliki keragaman arti. Motivasi merupakan sesuatu kekuatan potensial yang ada dalam diri manusia yang dapat dikembangkannya sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan dari luar yang berupa tujuan atau insentif. Motivasi kerja mempunyai peranan yang penting dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk bekerja secara optimal (Rosnida et al.,2011).Winardi (2007:6). Pelayanan publik adalah “kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang dengan faktor material melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai haknya (Moenir, 2002). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian remunerasi yang bekerja pada kantor dinas kependudukkan kota kupang sejumlah 50 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian remunerasi yang bekerja pada kantor Dinas kependudukan Kota Kupang sejumlah 50 orang. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Remunirasi berpengaruh positif terhadap Motivasi dalam pelayanan publik di kantor dinas Kependudukan Kota Kupanghal ini dapat lihat dimana t Hitung sebesar 2,098 > t Tabel sebesar 1,095. Kata Kunci :Remunerasi,Motivasi,Pelayanan Publik
EDUARD P T LAURE
2021 · Thesis · Open Access
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu : Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan di Gereja, dan yang menjadi persoalan penelitian dalam penelitian ini adalah Bagaimana Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan di Gereja Hal’o Bieto? Konsep dalam penelitian ini adalah : (1) Akuntabilitas yang merupakan salah satu unsur dari Good Governece dan sering dituntut oleh pihak Principal dalam proses akuntansi, khususnya dalam sistem pengelolaan keuangan gereja. Akuntabilitas dalam organisasi gereja meliputi aspek spiritual, sosial dan keuangan oleh para anggota jemaat dan pimpinan gereja lewat perilaku mereka setiap hari (Saerang; 2001). Akuntabilitas juga memiliki beberapa indikator umum (Dadang Solohin; 2007) yaitu : adanya kesesuainan antara pelaksanaan dengan standar prosedur pelaksanaan, adanya sanksi yang ditetapkan atas kesalahan atau kelalaian dalam pelaksanaan tugas serta adanya output dan outcome yang terukur. Dengan pengelolaan keuangan yang bersifat akuntabel maka pengelola keuangan dapat memberikan pertanggungjawaban kepada jemaat selaku pemberi amanah yang memiliki hak dan kewenangan untuk mendapatkan pertanggungjawaban tersebut. (2) Transparansi adalah terbukanya akses bagi masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai perancanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan gereja. Transparansi sendiri memiliki 6 prinsip yang dikemukakan oleh Humanitarian Forum Indonesia (HFI) yaitu : adanya informasi yang mudah dipahami dan diakses, adanya publikasi dan media mengenai proses kegiatan dan detail keuangan, adanya laporan berkala mengenai pendayagunaan sumber daya dalam perkembangan proyek yang dapat diakses oleh umum, laporan tahunan, website atau media publikasi organinsai serta pedoman dalam penyebaran informasi. Transparansi laporan keuangan digereja meliputi : laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan. Dengan adanya transparansi pengelolaan keuangan maka dapat memberikan informasi keuangan yang jujur kepada jemaat berdasarkan pertimbangan bahwa jemaat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pengelolaan keuangan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam gereja. Populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian yang terdiri dari manusia, hewan, benda-benda, tumbuh-tumbuhan, peristiwa, gejala-gejala ataupun nilai tes sebagai sumber data yang mempunyai karakteristik tertentu dalam suatu penelitian yang dilakukan (Nawawi, 1993). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Jemaat dan Majelis Jemaat Harian di Gereje (GMIT) Hal’o Bieto Niukbaun. Menurut Arikunto (2002) sampel merupakan bagian representatif dari populasi yang diteliti. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah : Ketua Majelis Jemaat Gereja, Sekretaris Gereja, Bendahara Gereja dan Jemaat 1% Dalam pengorganisasian penelitian, pada tahap pengumpulan data peneliti perlu memilih teknik pengumpulan data yang disesuaikan dengan bentuk data yang dibutuhkan dalam penelitian. Untuk itu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi serta menggunakan jenis data internal yaitu data yang diambil dari tempat dilakukannya penelitian. Penelitian ini juga menggunakan sumber data primer yaitu data-data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau informan. Analisis pendahuluan yang dimaksud yaitu untuk menyajikan data hasil penelitian menurut konsep dan indikator empirik agar dilihat kecenderungan hasil penelitian. Agar dapat menjelaskan gambaran umum objek, maka dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara terhadap bendahara gereja dan Sekretaris UPPMJ Tata Usaha yang melakukan pecatatan hingga pelaporan keuangan. Hasil wawancara yang diperoleh tersebut dapat menjawab esensi dari penelitian ini. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka penulis menyajikan kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut : (1) Akuntabilitas pencatatan keuangan gereja (GMIT) Hal’o Bieto tidak berdasarkan PSAK 45. Hal ini dikarenakan sistem pencatatan laporan keuangan gereja menggunakan sistem pencatatan berbasis kas yang ditentukan oleh gereja. (2) Gereja Hal’o Bieto tidak menerapkan sanksi kepada sekretaris dan bendahara yang mengelola uang karena tidak adanya ahli akuntansi yang membantu mengelola keuangan sehingga mereka membantu mengelola keuangan gereja dengan sukarela. Oleh karena itu jika terjadi kekeliruan dalam mengelola keuangan maka akan dipertimbangkan untuk mencari solusi dalam menyelesaikan masalah tersebut. (3) Tercapainya output dan outcome yang terukur dikarenakan partisipasi jemaat yang baik dalam melaksanakan setiap program yang direncanakan oleh gereja. (4) Gereja selalu mengumumkan dan menyediakan dokumen keuangan setiap minggunya sehingga jemaat dapat melihat dan mengakses laporan keuangan tersebut. (5) Kejelasan dan kelengkapan informasi yang diberikan oleh pengurus keuangan gereja kepada jemaat sangat baik dan dapat dipertanggungjawabkan. (6) Kerangka regulasi yang digunakan dalam Gereja (GMIT) Hal’o Bieto dapat menjamin transparansi pengelolaan keuangan dalam gereja tersebut
DELFI ADOLFINA MOLINA
2021 · Thesis · Open Access
“ANALISIS ARUS KAS UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA KSP KOPDIT HARMONI JAYA TAHUN 2014-2018” ABSTRAK Penelitian ini berjudul “AnalisisArusKasuntukmengukurKinerjaKeuanganpada KSP KopditHarmoni Jaya tahun 2014-2018”. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah kinerjakeuangandiukurmenggunakanrasioaruskas KSP KopditHarmoni. Serta menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah ”Bagaimanakinerjakeuangan KSP KopditHarmoni Jaya diukurmenggunakanaruskaskoperasi ?”. Berdasarkan laporan arus kas tahun 2014-2018. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan wawancara. Objek penelitian berupa data neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas dan alokasi pembagian Sisa Hasil Usaha serta gambaran umum koperasi di tahun 2014-2018. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis rasio arus kas yang terdiri dari rasio Arus Kas Operasi (AKO), rasio Cakupan Kas terhadap Bunga (CKB), rasio Cakupan Kas terhadap HutangLancar (CKHL), rasio Pengeluaran Modal (PM), rasio Total Hutang (TH), rasio Arus Kas Bersih Bebas (AKBB). KinerjaKeuangan KSP KopditHramoni Jaya tahun 2014-2018 dinilai dari rasio laporan arus kas dinyatakan belumcukup baikdikarenakandari perhitungan keenam rasio arus kas di atas menyatakan bahwahanyaterdapat 2 rasio yang memenuhi standar >1, dan 4 rasio yang tidak memenui standaryaitu 1. Rasio yang tidak memenuhi standar yakni rasio Arus Kas Operasi (AKO), Cakupan Kas terhadap Hutang Lancar (CKHL), Arus Kas Bersih Bebas (AKBB), Total Hutang (TH) dan rasio yang sudah memenuhi standar yakni Pengeluaran Modal (PM) danrasio Cakupan Kas terhadap Bunga (CKB). Dalam hal ini Koperasi tidak mampu membayar kemampuan kewajiban lancar dan serta kurang mampu menyediakan kas untuk memenuhi kewajibannya. Koperasi harus mampu meningkatkan arus kas dari aktivitas operasi agar kewajiban jangka pendek terpenuhi, memaksimalkan dan mengelolaarus kas dariaktivitas pendanaan, maupuninvestasi agar kegiatandanaliranuangdapatberjalandenganefektifgunamendukungkelancaranaktivitaskeuangandalamkoperasi. Kata kunci:Rasioaruskas, kinerjakeuangan
FILIPUS HARRY
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan lembaga pemerintah yang menyelenggarakan pemerintahan di daerah. Dalam menyelenggarakan pemerintahan tersebut tentunya OPD memiliki standar yang harus dipenuhi demi kesejahteraan masyarakat. Untuk memperoleh kesejahteraan masyarakat tersebut OPD memiliki ukuran kinerja bagi organisasinya. Tingkat kinerja yang dimiliki oleh OPD sangat penting bagi masyarakat. Kinerja yang dimaksud adalah kinerja manajerial. Dimana kinerja manajerial adalah seberapa jauh prestasi yang dimiliki organisasi yang dikaitkan dengan visi misi organisasi (Ermawati, 2017). Dengan kata lain prestasi organisasi dilihat dari seberapa jauh prestasi yang sudah diperoleh organisasi tersebut. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manajerial pada organisasi pemerintah. Penelitian ini bermaksud menguji kembali faktor pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi yang diduga berpengaruh terhadap kinerja manajerial dan memilih Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Belu sebagai objek penelitian. Kinerja aparat adalah hasil kerja yang dapat dicapai seorang aparatur pemerintah dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi ( Mediaty, 2010). Peraturan yang mengatur tentang kinerja aparatur pemerintah diatur dalam PP No.8 Tahun 2006 yang menyebutkan bahwa saat ini pemerintah daerah diwajibkan untuk melaporkan kinerja aparatur negara di daerahnya masing-masing. Disebutkan dalam PP No.8 Tahun 2006 laporan kinerja aparatur pemerintah merupakan salah satu poin penting yang harus ditaati oleh masing-masing daerah. Pengertian kinerja menurut Moeheriono (2012 : 95) kinerja atau performance merupakan gambaran tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategi suatu organisasi. Kata kunci : Kinerja organisasi, karakteristik tujuan anggaran
ESTI SUSANTI RATU BUNGA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Pemerintahan Desa memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan Desa secara efektif guna menjalankan permbangunan yang tepat sasaran, dan efisien. Pengelolaan keuangan desa diturunkan dalam bentuk kebijaksanaan desa berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPDes), dan ditetapkan dengan peraturan desa. Penelitian ini termotivasi oleh penelitian Reni Widianingsih, dengan judul Analisis Tingkat Efisiensi Dan Efektifitas Terhadap Pengelolaan Keuangan Di Desa Pulo Kecamatan Tempe Kabupaten Lumajang. Dengan hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat efesiensi pengelolaan keuangan di Desa Pulo Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang berada pada tingkat manajemen keuangan desa yang kurang evisien. Sementara itu tingkat evektifitas pengelolaan keuangan di Desa Pulo Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang berada pada tingkat manejemen keuangan desa yang efektif Masalah dalam penelitian ini adalah Efektifitas dan Efisien Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 - 2019, dengan Studi Kasus : Di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Sedangka persoalan penelitian ini adalah (1) Bagaimana tingkat efektifitas Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019 (2) Bagaimana tingkat efisiensi Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019. Serta tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1)Untuk menganalisis tingkat efektifitas Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019 (2) Untuk menganalisis tingkat efesiensi Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 – 2019. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (a) APBDes adalah rencana keuangan desa dalam satu tahun yang memuat perkiraan pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan, rencana pembiayaan yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa, dan ditetapkan dengan peraturan desa. (b) Efektifitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan harus berhasil mencapai tujuan yang diinginkan masyarakat desa dan (c) Efisiensi adalah hubungan antara masukan (input) dan keluaran (output), efisiensi merupakan ukuran apakah penggunaan barang dan jasa yang dibeli dan digunakan oleh organisasi perangkat pemerintahan untuk mencapai tujuan organisasi perangkat pemerintah dapat mencapai manfaat tertentu. Penelitian ini mengangkat hipotesa (1) H1 : tingkat efektifitas penggunaan APBDes mencapai kriteria efektif (2) H2 : tingkat efisiensi penggunaan APBDes mencapai kriteria Efektif. Populasi dalam penelitian ini adalah Lembaga Pemerintahan Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Sedangkan sampelnya adalah laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) dan laporan anggaran pendapatan dan belanja desa (Laporan APBDes) pada desa Lobohede tahun 2018-2019. Dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, bukti dan keterangan. Data penelitian ini diuji menggunakan ; (1) rasio efektifitas dengan hasil, yaitu tingkat penggunaan APBDes tahun 2018 sebesar 99,98% dengan kriteria efektif dan tahun 2019 sebesar 99,30% dengan kriteria efektif. (2) rasio efisiensi dengan hasil, yaitu tingkat penggunaan anggaran tahun 2018 sebesar 103,15% dengan kriteria sangat efektif sedangkan tahun anggaran 2019 sebesar 99,69% dengan kriteria efektif. Kata Kunci : Efektivitas dan Efisiensi
WIWIN SABU BAYANG
2021 · Thesis · Open Access
This research focused on analyzing the question that measuring high order thinking skills (HOTS) under the title “An Analysis On HOTS Question Type In English School Examination Questions At SMPN 10 Kupang In Academic Year 2019/2020”. The purposes of this study are to find out and analyze the percentage of the distribution question of HOTS in English School Examination and to find out the characteristic of HOTS question type in English School Examination using the descriptive qualitative method and content analysis. The writer collected and listed the questions in English School Exam and then calculated the percentage of each level of cognition. The results showed that, the distribution question of HOTS was 16 questions out of 45 questions or 35.6% and LOTS was 29 questions or 64.4%. Almost all the questions presented stimulus contains the characteristic of HOTS type question. However, in order to measured the question that categorize as HOTS not only has a stimulus but also should have critical thinking skills and problem solving skills. Therefore there are only 16 questions that fulfill the characteristics of HOTS type question in the English School Examination question. The most dominant level in the English School Exam question was lower order thinking skills (LOTS) it was 64.4% of 100 % while for higher order thinking skills (HOTS) it was 35.6%. It indicated that this question concentrated more on lower level thinking questions than higher level thinking. Keywords: English School Exam question,test item analysis, and higher order thinking skills (HOTS).
GODEVILA TUALAKA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK KARAKTERISASI PRODUK YOGHURT SUSU NABATI KACANG ARBILA HUTAN (Phaseolus lunatus L.) *)Tualaka, G **)Ledo, S, E, M **)Solle, R, L, H Kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L.) merupakan salah satu sumber pangan NTT yang belum dimanfaatkan secara optimal karena adanya beberapa senyawa anti gizi dan kandungan asam sianida yang cukup tinggi yaitu 14,96-26,22 mg/g, sehingga masyarakat suku Timor mengolah kacang arbila hutan dengan cara direbus sebanyak 12 kali sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan racun dan menghasilkan produk pangan yang memiliki nilai ekonomi yang baik untuk meningkatkan daya beli masyarakat, salah satunya adalah yoghurt.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan karakterisasi produkyoghur ditinjau dari parameter kandungan gizi, tingkat penilaian panelis dan kualitas pH pada yoghurt susu nabati kacang arbila hutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan dalam 4 tahap yaitu pembuatan yoghurt kacang arbila dengan 3 perlakuan, dan 1 Kontrol (10% biokul plain kedalam 100 mL susu ultramilk), perlakuan K1 (20% biokul plain), K2 (30% biokul plain), K3 (40% biokul plain); kedalam 100 mL susu kacang arbila hutan untuk uji proksimat; uji organoleptik; dan uji pH. Hasil analisis kandungan gizi secara proksimat menunjukkan kandungan protein tertinggi sebesar 4,09% terdapat pada yoghurt perlakuanK2, kandungan karbohidrat tertinggi sebesar 11,61% dan lemak terendah yaitu 0,22% pada yoghurt perlakuanK1.Hasil uji organoleptik sesuai uji pembeda segi tigamenunjukkan yoghurt perlakuan sangatberbeda nyata dengan yoghurt kontrol pada tekstur dan aroma. Hasil uji pH menunjukan terjadi perubahan setelah proses fermentasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perlakuan terbaik dengan protein tertinggi yaitu pada perlakuan K2 dengan konsentrasi starter 30%, dan yoghurt perlakuan sangat berbeda nyata dengan yoghurt kontrol pada rasa dan aroma, dan terjadi perubahan pH setelah proses fermentasi pada yoghurt kontrol dan yoghurt perlakuan. Kata Kunci : yoghurt, kacang arbila hutan, susu nabati, produk prebiotik. Keterangan : *) peneliti **) pembimbing
EIZERMAN VALENTINE DOKO
2021 · Thesis · Open Access
INTISARI Judul skripsi ini : “KajianYuridis tentang Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pemilihan Umum”. Adapun Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa Putusan Hakim terhadap pelaku tindak pidana Pemiihan Umum ada yang bebasdan ada yang di penjara?.Dalam masalah pokok diatas yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan Putusan terhadap pelaku tindak pidana Pemlihan Umum ada yang bebas dan ada yang di penjara. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Penjatuhan putusan terhadap pelaku tindak pidana Pemilhan Umum sedangkan variable terikat dalam penelitian ini adalah DasarPertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana ada yang bebas dan yang dipenjara. Analisis terhadap data-data yang diperoleh, maka adapun kesimpulan terkait dengan mengapa hakim menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana pemilihan umum ada yang bebas dan ada yang di pidana penjara yaitu : 1. Terdakwa di jatuhi putusan bebas oleh karena perbuatannya tidak terbukti karena tidak memenuhi unsur-unsur dakwaan yang didakwakan. Dalam hal membaca surat suara hasil pemilu DPRD tidak adanya kaitan langsung antara terdakwa sebagai orang pertama kali membacakan hasil suara dengan adanya fakta terjadinya perpindahan hasil suara. Hal ini diperkuat dengan tidak adanya keberatan, baik yang berkaitan dengan pembacaan surat suara maupun mengenai pencatatan hasil suara. 2. Hakim menjatuhkan putusan pemidanaan bagi para terdakwa oleh karena Perbuatan tindak pidana pemilihan umum yang dilakukan oleh para Terdakwa terbukti dan telah terpenuhi unsur-unsur yang didakwakan yaitu unsur :“Dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye secara langsung ataupun tidak langsung”. Saran dalam penelitian ini Bagi hakim sebagai salah satu penegak hukum, dalam menjatuhkan putusan harus mempertimbangkan dengan baik unsur-unsur dakwaan dan fakta-fakta persidangan. Bagi setiap warga Negara yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota Perwakilan legislatif agar tidak menggunakan cara-cara yang tidak benar untuk didukung dan tidak mempengaruhi orang lain untuk menggunakan hak pilihnya dengan tidak benar. Kata Kunci : PemilihanUmum, Tindak Pidana, Putusan,Pertimbangan Hakim