Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 180 dari 195

PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP MASA SIMPAN PRODUK MANGGULU

MARIA DOLFIANA HOAR
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian tentang pengaruh jenis kemasan terhadap masa simpan produk manggulu. Metode yang digunakan adalah mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali ulangan dengan jenis kemasan yang berbeda antara lain daun pisang, PP vakum, PP tanpa vakum dan retort pouch. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada aroma tertinggi terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,255 gr. Warna produk manggulu yang paling tertinggi disukai konsumen yaitu terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,132 gr. Rasa produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,167 gr. Tekstur produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,21 gr. Dan kadar air produk manggulu yang paling terendah terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 12,6495 %

EFEK PENAMBAHAN SARI SERAI (Cymbopogon citratus) PADA SUSU UHT FULL CREAM TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN ES CREAM RASA SARI SERAI OLEH KONSUMEN

AMILDA TUNMUNI
2021 · Thesis · Open Access

EFEK PENAMBAHAN SARI SERAI (Cymbopogon citratus) PADA SUSU UHT FULL CREAM TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN ES CREAM RASA SARI SERAI OLEH KONSUMEN Amilda. Tunmuni1) Ir. A.I. Medah, MP2) Ir. Zet Malelak, M.Si2) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian tentang efek penambahan sari serai terhadap susu UHT full cream bertujuan untuk memperoleh es cream sari serai yang disukai oleh konsumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali dengan presentase 0%, 5%, 10%, dan 15% sari serai. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada warna es cream terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,767. Aroma es cream sari serai yang disukai konsumen terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,700. Rasa es cream sari serai yang disukai konsumen terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,767. kata kunci : Bahan pangan lokal, es cream, organoleptik * ( peneliti ) ** ( Pembimbing)

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT SENSORIK KUE KERING

TRISNA SUSANTI TNUNAY
2021 · Thesis · Open Access

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT SENSORIK KUE KERING Trisna Susanti. Tnunay*), Ir.A. I. Medah.,Mp**), Ir. I. D. A. A. R. R. Adi,Mp**) ABSTRAK Biji nangka merupakan bahan yang terbuang setelah dikonsumsi walaupun ada sebagain kecil masyarakat yang mengolahnya untuk dijadikan makanan misalnya dilolah menjadi kolak. Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Menurut SNI 01-2973-1992, kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat. Menurut O’brien lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur, flavor, kelembutan, dan mouthfeel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering terhadap organoleptik ( rasa, warna, aroma dan tekstur) dan untuk mendapatkan salah satu tingkat kesukaan dalam menghasilkan kue kering yang baik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali dengan presentase ) 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% substitusi tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan substitusi 10% terhadap rarsa kue kering yang tertinggi yaitu dengan skor 4,800 (sangat suka), Warna kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 403,667 (sangat suka).

PENGARUH SUHU PADA PROSES CATALYTIK CRACKING DALAM PEMBUATAN BIOFUEL DARI MINYAK GORENG BEKAS

CARLES JANUARIUS BENU
2021 · Thesis · Open Access

PENGARUH SUHU PADA PROSES CATALYTIK CRACKING DALAM PEMBUATAN BIOFUEL DARI MINYAK GORENG BEKAS ABSTRAK Benu J.C Makaborang. M** Lano L. M** Penelitian ini tentang pengaruh suhu pada proses catalytik cracking dalam pembuatan biofuel dari minyak goreng bekas. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pada proses catalytik terhadap biofuel dan mengetahui suhu yang tepat pada proses catalytik cracing terhadap kualitas biofuel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan eksprimen lapangan dalam bentuk pola Rancang Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulang sehingga menghasilkan 20 percobaan. Perlakuan yang dimaksud yaitu : P1 = pemanasan 40 0C, P2 = pemanasan 50 0C, P3 = pemanasan 60 0C, P4 = pemanasan 70 0C. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Perlakuan suhu terhadap proses minyak jelantah menjadi biofuel menunjukan bahwa tidak berpengaruh pada uji taraf 1% tetapi pada uji taraf 5% memberi pengaruh nyata terhadap produksi biofuel Perlakuan terbaik terdapat pada suhu 700C dengan jumlah produksi biofuel sebesar 482 ml.

IDENTIFIKASI TEKNIK-TEKNIK KONSERVASI TANAH DAN AIR PADA LAHAN PETANI DESA OBEN KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG

SEPRIANUS LUSI
2021 · Thesis · Open Access

Konservasi tanah merupakan penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukakannya dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Penelitian ini dilakukan di desa Oben yang dilaksanakn pada tanggal 19 Desember 2020 sampai tanggal 19 Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengamatan langsung dan teknik wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah desa Oben. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan teknik konservasi dan dampak dari upaya penerapan teknik konservasi tanah dan air di lahan petani desa Oben. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa teknik konservasi tanah dan air (KTA) di desa Oben. Didominasi oleh teknik vegetatif dimana kebun campuran, Pekarangan dan penghutanan kembali adalah metode yang paling banyak diterapkan masyartakat setempat. Selebihnya dari sisi mekanik, masyarakat belum begitu banyak menerapkannya walaupun ada beberapa orang yang menggunakan teras batu dan teras kayu sebagai upaya konservasi tanah dan air.

OPERASI DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI WAIHAROBU DI DESA ANAPALLU KECAMATAN UMBU RATUNGGAI BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH

YOHANES JAGA PRENGU
2021 · Thesis · Open Access

OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI WAIHAROBU DI DESA ANAPALU KECAMATAN UMBU RATUNGGAI BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH ABSTRAK Prengu.Y.J**) Makaborang.M**) Lano.M.L**) Penelitian tentang Operasi dan Pemeliharaan Pada Daerah Irigasi Waiharobu Di Desa Anapalu Kecamatan Umbu ratuggai barat Kabupaten Sumba Tengah,penelitian ini telah di laksanakan pada bulan September 2020, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Desa Anapalu. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawanncara di mana penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Desa Anapalu secara baik.Kemudian di observasi untuk pengamatan secara lansung proses Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Desa Anapalu Dari observasi dan wawancara di ketahui bahwa pengelolaan jaringan irigasi tersier di Daerah irigasi Waiharobu,dalam hal ini meliputi pengelolaan,operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, perbaikan saluran,IPAIR (Iuran pelayanan irigasi) dengan rehabilatasi jaringan irigasi tersier,kelembagaan P3A Waiharobu sudah mulai berjalan dengan baik. Kondisi fisik jaringan irigasi tersier pada saluran dan bangunan pada Jaringan irigasi waiharobu masih mengalami kerusakan pada saluran dan bangunan tersier yang retak-retak akibat akar pohon yang menembus dipinggiran jaringan irigasi,sehingga menyebabkan timbulnya suatu masalah dalam operasi dan pengelolaan jaringan irigasi. Kata Kunci : Pengoperasian, Pemeliharaan, Jaringan,Irigasi Keterangan: * )Peneliti **) Pembimbing

EFISIENSIJARINGAN SEKUNDER RUAS BAKIRUK BBKi 2 SAMPAI BBKi 4 PADA DAEARAH IRIGASI BENANAIN

YANUARIUS TAE SERAN
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK EFISIENSIJARINGAN SEKUNDER RUAS BAKIRUK BBKi 2 SAMPAI BBKi 4 PADA DAEARAH IRIGASI BENANAIN Seran. Y. T*) Lano M.L**) Nainiti. N. P. P. E **) Efisiensi Jaringan Sekunder Ruas BBKi 2 Sampai BBKi 4 pada Daerah Irigasi Benanain Bendung Benenain Bakiruk terletak Di Dusun boni Desa Kakaniuk Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka merupakan bendung yang memiliki jaringan primer dan sekunder. Daerah irigasi Benanain. Penelitian ini dilakukan Pada BULAN NOVEMBER – DESEMBER 2020 Pada saluran sekunder ruas BBKi 1-2 terdapat efisiensi pada air yang masuk pada BBKi 2 sebesar 2,74 sedangkan air yang keluar dari BBKi 2 sebesar 2,26 dengan nilai efisiensi sebesar82,40%, maka dengan kehilangan air sebesar 0,48 m3/detik. Untuk BBKi 2-3 terdapat efisiensi air yang masuk ke BBKi 3 sebesar 2,36 sedangkang air yang keluar dari BBKi 3 trdapat 1,96 maka terdapat nilai efisiensi sebesar 83,05% dengan kehilangan air sebesar 0,40m3/detik. Untuk BBKi3-4 terdapat air yang masuk ke BBki 4 sebesar 2,20,sedangkan air keluar dari BBKi 4 terdapat 1,75 maka terdapat nilai efisiensi sebesar 79,55% dengan kehilangan air sebesar 0,45m3/detik. efisiensi rata-rata sebesar302,98%. Menujukkan adanya kehilangan air sepanjang perjalanannya di saluaran secara umum kehilangan air terjadi inflitari,evaporasi, rembesan atau bocoran dan mengambil untuk keperluan lain.

OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI MAUTENDA DESA WELAMOSA KECAMATAN WEWARIA KABUPATEN ENDE

ELIAS NDINGA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI MAUTENDA DESA WELAMOSA KECAMATAN WEWARIA KABUPATEN ENDE Ndinga,E* Makaborang,M** Lano,L.M** Penelitian ini tentang Operasi dan Pemelihraan Daerah Irigasi Mautenda Desa Welamosa Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende di laksanakan pada bulan juni 2020 dengan tujuan untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Mautenda. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer yaitu 25 orang sampel yang di analisis menggunakan metode pelitian deskriptif kualitatif dimana penelitian melakukan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi Mautenda hasil penelitian menunjukan bahwa Luas areal persawahan irigasi Mautenda yaitu 4.374 ha,namunbaru di kelolah 1.724 ha.hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Mautenda Desa Welamosa di lakukan dengan baik oleh Masyarakat Desa Welamosa Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende,kuhsusnya petani pemakai Air(P3A).

ISOLASI DAN SELEKSI BAKTERI SIMBION SPONS (PORIFERA: DEMOSPONGIAE) YANG MENGHASILKAN ENZIM EKSTRASELULER DARI PANTAI TABLOLONG

LINTANG ASTRIA MANDALA DIMA
2021 · Thesis · Open Access

Marine biota has many benefits for human life. Sponges are a species of marine biota that can be used as a producer of antimicrobial compounds. The bacteria found in sponges have an important role in the continuity of life in the sea. This lifestyle between sponges and bacteria forms a symbiosis that forms secondary metabolite compounds and enzymes, especially extracellular enzymes (amylase, protease, cellulase and lipase). This study aims to determine how to isolate sponge symbiotic bacteria and identify spongy symbiotic bacteria. The method used is purposive to take sponges. Characterization of bacteria was carried out based on morphology and gram staining. Enzymatic bacterial selection was carried out by testing the activity of the amylase enzyme (soluble starch), lipase enzyme (Tween 80), protease enzyme (skim milk) and cellulose enzyme (carboxyl methyl cellulose). Data analysis was performed in a qualitative descriptive manner by measuring the clear zone in the extracellular enzyme test results. Meanwhile, other research parameters measured in this study were temperature, salinity and pH. The results showed that out of 47 isolated bacteria and 33 of them had extracellular enzymes with 10 bacteria had amylase enzymes, 27 bacteria had lipase enzymes, 2 bacteria had protease enzymes and 1 isolate had cellulose enzymes.

PENGARUH PENGGUNAAN METODE BERMAIN PERAN DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA DI SMPK SULAMA KADA TAHUN AJARAN 2020/2021

NATALIA DASILVA
2021 · Thesis · Open Access

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMPK Sulama Kada, permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya aktivitas belajar siswa. Salah satu faktor yang menyebabkan aktivitas belajar siswa rendah adalah model pembelajaran yang dipakai masih sangat terbatas sehingga membuat siswa cepat bosan dan kurang bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap Aktivitas belajar siswa, metode yang digunakan adalah eksperimen.dengan nonequivalent control group design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah siswa 67 siswa dengan sampel kelas VIIID dan kelas VIIIE berjumlah siswa 67 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Yang dengan menggunakan rubric aktivitas belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan aktivitas belajar pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu kegiatan visual 83% kegiatan lisan 75%, kegiatan mendengar 83%. Dibandingkan dengan aktivitas belajar pada kelas kontrol, Adanya pengaruh kemampuan aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, karena kelas eksperimen menggunakan metode bermain peran disertai media gambar sedangkan kelas kontrol menggunakan metode cerama, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh metode bermain peran terhadap aktivitas belajar siswa di SMPK Sulama Kada Tahun Ajaran 2020/2021.

Pengaruh Model Pembelajaran Bamboo Dancing Berbantuan Kartu Bergambar Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Di Smp Negeri Satap Bo’a

DELHA ANITA HANDELMUT LENGGU
2021 · Thesis · Open Access

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi di SMPN Satap Bo’a dengan pemilihan model pembelajaran yang aktif seperti model bamboo dancing berbantuan kartu bergambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model bamboo dancing berbantuan kartu bergambar pada mata pelajaran IPA Biologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah 35 orang dan Sampel dalam penelitian yaitu VIII A dan VIII B dengan jumlah masing-masing kelas 17-18 siswa. Desain penelitian yang digunakan Posttest Only Control Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,329 dengan signifikan 0,000<0.05, maka H1 diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan terhadap aktivitas belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Bamboo Dancing berbantuan kartu bergambar dan metode ceramah pada mata pelajaran IPA Biologi adanya pengaruh karena pada kelas kontrol tidak menggunakan bamboo dancing di SMPN Satap Bo’a Tahun Ajaran 2020/2021. Kelebihan model bamboo dancing berbantuan kartu bergambar adalah membangkitkan keberanian siswa dalam mengemukakan pertanyaan, lebih memahami materi yang dipelajari, dapat membuat siswa lebih aktif terutama dalam memberikan ide atau gagasan. Selain itu juga yang terpenting adalah dengan model ini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Kata kunci: Model Bamboo Dancing berbantuan kartu bergambar, aktivitas belajar siswa

OPTIMALISASI POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI WAIKELAK DESA BENDONA, KECAMATAN TANJUNG BUNGA, KABUPATEN FLORES TIMUR

KRISTIANUS AMA WERAN
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Weran.K.A *) Nainiti, N.P.P.E.**) Dethan.J.J.S. **) Tujuan Optimalisasisi polah tanam daeraIrigasi Waikelak di Desa Bendona yaitu untuk mengetahui pemanfaatan Air IrigasiWaikelak terhadap usaha tani serta menghitung keuntungan maksimum musim tanam I dan II pada tanaman Padi di Desa Bendona Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Floress Timur. Dari hasi penelitian dapat di simpulkan bahwa manfaat dari air Irigasi Waikelak untuk pertanian sangatlah menguntungkan karena para petani dapat melakukan 2 kali musim tanam dengan musim tanam pertama di mulai dari bulan Desember – Februari pada bulan – bulan ini persediaan air meningkat, sedangkan pada musim tanam dua yakni bulan April – Juni dimana ketersediaan air semakin berkurang. Rancangan penelitian ini menggunakan Model matematika dalam program linier dengan Persamaan fungsi tujuan yang ingin dicapai dengan rumus Musim Tanam I : Z = C1,X1a. Musim Tanam II : Z = C2,X2a dengan membatasi membatasi kegunaan utama sebagai fungsi kendala pada kebutuhan air tiap luas lahan tanaman Padi. Hasil penelitian menunjukan pada musim tanam I terhitung dari bulan Desember hingga bulan Februari luas areal tanaman padi sebesar 15 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp19,885,000) danjagung dengan luas arel tanam 10 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar ( Rp13,795,000). Musim tanam II terhitung bulan April hingga bulan Juni, luas area tanaman padisebesar 9 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 9,885,000dan jagung dengan luas arel tanam 12 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp29,740,000). Untuk fungsi kendala pada musim tanam I dan musim tanam II luas areal tanaman padi sebesar 22 ha dengan dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp . 29.770.000 Danjagung dengan luas arel tanam 22 hadengan menghasilkan kentungan sebesar (Rp31.590.000.)

Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Asam Fosfat H3PO4 Terhadap Aktifitas Karbon Aktif Tempurung Saboak (Borassus flabellifer L.)

MERYATI OCTAVIA ZAKARIAS BESSIE
2021 · Thesis · Open Access

Pohon Lontar (Borassus flabellifer L.) adalah pohon yang memiliki banyak manfaat mulai dari daun, batang, bunga, dan buahnya. Pemanfaatan tempurung saboak masih terbatas. Salah satu cara untuk memanfaatkan tempurung sabok adalah dengan membuat tempurung saboak menjadi arang aktif agar aplikasinya bisa lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi H3PO4 sebagai aktivator arang aktif tempurung saboak dan konstentrasi optimum aktivator H3PO4 dalam pembuatan arang aktif tempurung saboak yang ditinjau dari kadar air, kadar abu dan daya serap terhadap iodin. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan yaitu 0,1 M, 0,5 M, 1 M konsentrasi larutan H3PO4 yang diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur meliputi penentuan kadar air, kadar abu dan bilangan iodin. Dibandingkan dengan SNI 06-3730-1995 tentang arang aktif teknis. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivasi dengan berbagai konsentrasi H3PO4 menghasilkan arang aktif dengan karakteristik yaitu kadar air tertinggi terdapat pada konsentrasi 0,1M H3PO4 dengan nilai sebesar 3,80% dan kadar abu dan bilangan iodin tertinggi terdapat pada konsentrasi 1 M H3PO4 dengan nilai kadar abu 5,75 % dan bilangan iodin 229,479 mg/g. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa jika menggunakan aktivator H3PO4 dapat menghasilkan arang aktif dengan kualitas yang baik. Sehingga aplikasinya bisa digunakan untuk mengadsorpsi limbah cair organik maupun anorganik.

KAJIAN KINERJA IRIGASI PRIMER DAN SEKUNDER PADA DAERAH IRIGASI MAREDA KADINGO KECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT

ANDRI ANUS SAIRO ELU BELI
2021 · Thesis · Open Access

Beili A. S. E ) Nainiti N. P. P. E *) Lano M. L *) Suatu penelitian telah dilakukan di Daerah Irigasi Mareda Kadingo pada: Bulan September sampai November 2020 di Daerah Irigasi Mareda Kadingo bertujuan untuk mengetahui operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pada daerah irigasi Mareda Kadingo yang di lakukan oleh P3A dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Irigasi merupakan sektor utama dalam mendukung usaha-usaha pertanian, oleh karena itu keberadaanya sangat di perluh oleh petani kondisi dari irigasi itu sendiri di harapkan dapat berfungsi sebagian mungkin sehingga dapat menjamin para petani dalam melakukan kegiatannya di bidang pertanian. Data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk data primer dan sekunder. Data primer di peroleh lansung dari responden yang menjadi anggota P3A pada daerah irigasi Mareda Kadingo melelui wawancara berpedoman pada quisioner yang telah disiapkan. Sedangkan data sekunder adalah data yang di peroleh dari dokumen yang tersedia pada Lembaga atau instansi yang terkait. Dalam hal ini, instansi atau Lembaga pemerintah desa dan Lembaga anggota P3A di desa ubu raya kecamatan loli kabupaten sumba barat yang berkaitan dengan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriftif, yang artinya penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mempertahankan fungsi jaringan irigasi pada daerah irigasi Mareda Kadingo secara baik. Kata kunci : kajian Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

IDENTIFIKASI BAKTERI HALOFILIK PADA PRODUK PEDA IKAN TEMBANG SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG

SHANYA S S B EXPOSTO
2021 · Thesis · Open Access

Fermentasi merupakan salah satu cara pengawetan dan pengolahan ikan segar secara tradisional menjadi produk dengan rasa yang khas dan disukai oleh masyarakat, untuk dijadikan bahan tambahan dalam penyajian makanan. Pengawetan ikan dengan cara fermentasi bertujuan mengawetkan dan mengubah tekstur. Peda merupakan salah satu produk hasil fermentasi oleh mikroorganisme melalui penambahan garam dengan kadar tertentu. Pembuatan peda merupakan teknik pengawetan ikan secara tradisional, mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus yang canggih. Tujuan Peenelitian adalah untuk untuk mengetahui ALT bakteri dan mengidentifikasi bakteri halofilik pada produk peda ikan tembang yang diproses dengan lama penyimpanan yang berbeda pada suhu ruang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2019 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk dan Laboratorium Stasiun Balai Karantina Ikan, Kupang untuk pengujian bakteri halofilik pada peda ikan tembang. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimen atau percobaan langsung di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 kali ulangan dengan analisis data menggunakan Anova, dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Sedangkan untuk identifikasi menggunakan deskripsi kualitatif Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Hasil penelitian produk peda ikan tembang selama penyimpanan suhu ruang untuk pengujian Angka Lempeng Total berkisar antara 1700-91000 koloni/gram dan bakteri halofilik untuk pengamatan morfologi koloni yaitu menghasilkan warna koloni yang berbeda, uji gram menghasilkan reaksi negatif, uji oksidase pada perlakuan A I dan A II yaitu reaksi positif sedangkan perlakuan B I, B II, C I dan C II yaitu reaksi negatif, uji katalase menghasilkan reaksi positif, uji motility menghasilkan reaksi positif, uji citrate menghasilkan reaksi negatif, uji methyl red pada hari ke 7 reaksi negatif sedangkan hari ke 14 dan 21 reaksi positif, uji Voges Paskuer pada hari ke 7 reaksi negatif sedangkan hari ke 14 dan 21 reaksi positif, uji Produksi H2S menghasilkan reaksi negatif, uji karbohidrat menghasilkan reaksi perubahan warna kuning menjadi merah, uji indol media tidak mampu mendegradasi asam amino dan bakteri halofilik yang teridentifikasi tergolong dalam genus Chromobacterium sp. Berdasarkan hasil penelitian produk peda ikan tembang selama penyimpanan suhu ruang dapat disimpulkan produk peda ikan tembang selama penyimpanan selama 7, 14, dan 21 hari memiliki nilai ALT 1,7 x 103 koloni/gram, 8,7 x 103 koloni/gram, dan 8,3 x 104 koloni/gram. Sedangkan bakteri halofilik yang teridentifikasi tergolong dalam genus Chromobacterium sp.

Studi Kemasan Vakum dan Non Vakum Terhadap Karakteristik Organoleptik Nugget Ikan Kembung yang di Simpan pada Suhu Dingin

DENSIANA HOAR TAEK
2021 · Thesis · Open Access

Nugget adalah jenis makanan cepat saji yang biasanya berasal dari olahan daging dan tepung terigu yang dipadatkan kemudian disajikan dengan cara digoreng. Menurut Ginting (2006). Nugget adalah hasil olahan daging hewan berupa campuran daging dan bahan-bahan lain seperti rempah-rempah sebagai bumbu kemudian dibuat adonan dan diletakan pada loyang setelah diratakan dengan ketebalan 1 cm. Fish nugget adalah salah satu bentuk produk olahan dari daging ikan yang digiling halus dan diberi bumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikat dan bahan pengisi, kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah itu dikukus, dipotong, dicelupkan kedalam batterbreading,disimpan terlebih dahulu dalam ruang pendingin atau lemari pendingin kemudian digoreng (Rumaniah, 2002). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2020, di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk nugget ikan kembung, pengujian perubahan fisik, susut berat, kadar air dan organoleptik (kenampakan, bau, rasa, tekstur). Pada hasil penelitian produk nugget ikan kembung pada penyimpanan hari ke 28 sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah ditumbuhi jamur dengan kemasan non vakum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Segi organoleptik dengan kemasan vakum dan non vakum penyimpanan 0 sampai 28 hari masih di sukai oleh panelis, penyimpanna hari ke 28 kemasan non vakum sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah di tumbuhi jamur. Terjadinya penurunan susut berat penyimpanan nol hari sampai 28 hari dengan kemasan vakum maupun non vakum. Perubahan fisik dengan kemasan vakum dan non vakum yang disimpan pada suhu dingin masih disukai panelis hingga hari ke 21 sedangkan pada hari ke 28 tidak disukai panelis karena produk sudah ditumbuhi jamur dengan kemasan non vakum.

ANALISIS DAN IDENTIFIKASI PERUBAHAN FISIK DAN ORGANOLEPTIK PRODUK TUNA SE’I YANG DIPROSES DENGAN PENGASAPAN PANAS DAN DIKEMAS VAKUM SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG

BENI HIWA WUNU
2021 · Thesis · Open Access

BENI HIWA WUNU (15390020). Anlysis and Identification on the Physical Changed and Organoleptic Tuna Se’i which is Proccesed with Hot Fumigation and Vacuum Packed During Room Temperature Storage: UMBU P. L. DAWA, S.Pi, M.Sc, as the DEWI S. GADI, S.Pi, M.Si supervisor I and II. Marine science and Fisheries Technology Study Program, Artha Wacana Christian University, Kupang. Smoking fish using kesambi fire wood is one of the way to extend the shelf life of fish from the process of decaying microorganisms, so it can be saved for along time to be used as consumtion materials. Tuna se’i product is a product that rapidly undergoes phisical changed during the storange in the size from, surface area, color and texture as well as other attribute like the aroma and taste that is caused by temperature and microorganisms wich can effect since the room temperature storage. Tuna se’i which is processed with hot fumigation has the low durable capacity because of the water degree that effect on the physical changed of product, therefore it is needed to look on how the physical is changed, is the fumigation on tuna se’i wich vacum orderly and room temperature storage term effect towards physical changed pH and organoleptic. This research is aimed to know the physical changed, pH and organoleptic from tuna se’i product that’s processed with hot fumigation and vackum packed. This study had been implemented on May-June 2020 in Exact Laboratory Artha Wacana Christian University Kupang for making product, weight decrease, pH, and organoleptic. Tuna se’i product has average of weight decrease % with the storage of loin value is 3 days 3,11% (1,9 gram), in storage of 9 days 7,51% (4,05 gram). In loin storage of 3 days 3,01% (1,64 gram), in storage of 9 days 7,22% (39,94 gram). pH 5,3-5,9 value testing of organeleptic acquire level of panelist for parameters of color, aroma, taste, and exture with neutral value on to very fond. Keywords : Fumigation, Tuna Se’i, Vacum Packing and Storage Time.

Analisis Kualitas Pada Garam Masak Tradisional Di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

BONY UMBU IMANUEL TSE
2021 · Thesis · Open Access

BONY UMBU IMANUEL TSE (15390065). Analisis Kualitas Pada Garam Masak Tradisional Di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M. LAKAPU. S.Si. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam memiliki peran strategis yaitu sebagai bahan pokok bagi kebutuhan konsumsi dan juga merupakan bahan baku berbagai industri. Sistem pengolahan garam yang masih kasar (krosok atau belum bersih) dilarutkan dengan air tawar, setelah air sudah tercampur dengan garam selanjutnya air tersebut di filter (disaring) agar air menjadi jernih dan setelah melalui proses penyaringan air tersebut di rebus pada meja masak garam menggunakan api selama 7-8 jam, hingga membentuk kristal-kristal garam. Setelah itu jadilah garam masak, kemudian dikeringkan dan siap untuk dijual. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui teknik pembuatan garam masak tradisional di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui kandungan Organoleptik, Rendemen, Kadar Air, Kadar NaCl, Iodium, Mineral (Mg dan Ca) pada garam masak tradisional di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Juni-Juli 2020 di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang untuk Obserfasi dan perhitungan rendemen untuk pengambilan sampel serta Laboratorium Ekasakta UKAW, untuk pengujian organoleptik sedangkan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor untuk pengujian kadar air, NaCl, iodium, dan mineral (magnesium dan kalsium). Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam masak di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang untuk pengujian organoleptik parameter warna garam yaitu warna putih normal, parameter bau garam yaitu bau normal, rendemen larutan berkisar antara 93,30-93,75%, rendemen garam berkisar antara 182,37-185,01%, kadar air berkisar antara 5,71-6,77%, NaCl : 86,77%, Iodium : 4,62, Magnesium : 182,00 mg/100 g, Kalsium : 136,64 mg/100 g. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Proses pembuatan garam di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang meliputi bahan baku garam krosok sebanyak 50 kg dan air tawar sebanyak 200 liter, penyaringan, air hasil penyaringan dibiarkan selama 30 menit, pemasakan selama 7-8 jam, penirisan selama 5 jam, packing menggunakan karung plastic berukuran 50 kg dan distribusi. Nilai pengujian organoleptik parameter warna normal dan parameter bau normal, rendemen garam berkisar antara 133,20%-135,00%, kadar air berkisar antara 5,72%-6,77%, kadar NaCl 86,77%, iodium 4,62 kg/mg dan mineral (magnesium 182,00 mg/100 g dan kalsium 136,64 mg/100 g).

Analisis dan Identifikasi Perubahan Fisik dan Organoleptik Produk Tuna Se’i yang Diproses dengan Pengasapan Panas dan Dikemas Vakum Selama Penyimpanan Suhu Dingin

AYRTON TANGGUMARA
2021 · Thesis · Open Access

AYRTON TANGGUMARA (15390050). Analisis dan Identifikasi Perubahan Fisik dan Organoleptik Produk Tuna Se’i yang Diproses dengan Pengasapan Panas dan Dikemas Vakum Selama Penyimpanan Suhu Dingin: UMBU P. L. DAWA S.Pi, M.Sc Pembimbing I dan DEWI S. GADI, S.Pi. M.Si Pembimbing II). Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Produk ikan asap di Kota Kupang satu diantara produk yang sudah dikenal adalah ikan se’i tuna atau biasa dikenal dengan bahasa lokal tuna se’i. Produk olahan ini masih bersifat tradisional, karena masih menggunakan cara sederhana dalam penggunaan teknis pengolahannya termasuk pemakaian bahan bakar. Ikan tuna se’i adalah salah satu produk ikan yang dibuat cara di asap menggunakan bara api kayu kesambi. Pengasapan merupakan suatu cara pengolahan atau pengawetan dengan memanfaatkan kombinasi perlakuan pengeringan dan pemberian senyawa kimia dari hasil pembakaran bahan bakar alami. Pengasapan tuna se’i sering mengalami perubahan karakteristik fisik berupa ukuran, berat, kenampakan, warna dan tekstur.Sifat bahan pangan erat kaitanya dengan analisis-analisis yang melibatkan prinsip-prinsip fisik. Selama penyimpanan suhu dingin, kadar air ikan asap mengalami penurunan, pada awal peyimpanan 55,02% dan akhir penyimpanan 54,19%. Hal ini diduga terjadi proses penguapan dari produk yang disebabkan oleh temperatur udara sekelililing dan kelembaban lingkungan. Pada penyimpanan dingin ini udara kering sehingga uap air akan diserap dari makanan yang sedang disimpan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai pH, susut berat, dan organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur)pada produk tuna se’i. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Juni 2020 dimana masa pendemi covid 19 sehingga penelitian ini dilaksanakan secara terbatas pada lingkup Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan perlakuan bagian jenis loin dan lama penyimpanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pH dengan nilai 5,4-5,9, susut berat dengan nilai loin pungung 1,53-3,17% dan loin perut 1,46-3,06% dan tingkat penerimaan panelis masih menyukai organoleptik selama penyimpanan 9 hari.

Karakteristik Tuna Se’i Yang Diproses Dengan Pengasapan Panas Menggunakan Daun Kesambi Dan Suhu Yang Berbeda

DODAI ATAKARI
2021 · Thesis · Open Access

Pengasapan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan ikan agar tidak terjadi pembusukan dan menjaga nilai gizinya. Pengasapan juga berfungsi untuk menambah citarasa dan warna yang spesifik pada makanan serta bertindak sebagai antibakteri dan antioksidan. Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka penulis merumuskan masalah tentang karakteristik pengasapan panas tuna se’i yang diproses menggunakan daun kesambi dan suhu yang berbeda di Nusa Tenggara Timur.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi kimiawi (kadar air, pH dan total fenol) pada produk tuna se’i yang dihasilkan menggunakan metode pengasapan dengan daun kesambi dan tanpa daun kesambi dengan tahap pertama selama satu jam, dan tahap kedua selama enam jam. Menganalisis nilai organoleptik pada produk tuna se’I yang dihasilkan menggunakan metode pengasapan dengan daun kesambi dan tanpa daun kesambi tahap penelitian yaitu pertama pengasapan dilakukan selamasatu jam, dan tahap kedua selama enam jam. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen menggunakan percobaan factorial dengan rancangan dasar adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Gaspersz (1991). Kelompok percobaan yang dilakukan dengan taraf 3x2 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah suhu pengasapan yang berbeda yaitu: Faktor A SuhuPengasapan dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari:a1 = 60-65oC, a2 = 65-70oC, a3 = 70-75oC. Faktor B Perlakuan penggunaan daun kesambi dengan 2 taraf perlakuan terdiri dari:b1 = Dengan Daun Kesambi, b2 = TanpaDaunKesambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tuna se’I yang diproses dengan daun kesambi 50,52 % sedangakan tanpa daun kesambi 30,53 %. Nilai pH dengan daun kesambi 6,9 sedangkan tanpa daun kesambi 6,13. Total fenol berkisar antara743,8 ml/g sampai 605,34 ml/g. Nilai organoleptik dengan daun kesambi pada parameter Kenampakan 7,66 (sangat suka) tanpa daun kesambi parameter kenampakan 7,56 (suka) pada parameter aroma dengan daun kesambi 8,06 (sangat suka) tanpa daun kesambi 7,63 (sangat suka) parameter tekstur dengan daun kesambi8,06 (sangat suka) tanpa daun kesambi 7,63 (sangat suka) dan parameter rasa dengan daun kesambi 7,96 (sangat suka) sedangkan tanpa daun kesambi 7,7 (suka).