KHARISMA BUDYANTO
2022 · Thesis · Open Access
Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang terpanggil untuk mempersaksikan panggilan itu kepada orang lain. Berdasarkan keterpanggilan itu, Alkitab menggambarkan gereja dengan berbagai model sebagai metafora yang lahir dari konteks kehidupan jemaat. Dalam pandangan yang lahir dari pengalaman persekutuan Jemaat GMIT Betel Nitneo, gereja memberi perhatian cinta kasih dan memastikan pertumbuhan iman jemaat, dengan begitu, terciptanya persekutuan yang harmonis. Sejatinya, salah satu pengajaran tentang metafora Gereja sebagai Ibu telah dihidupi nilai-nilainya oleh Jemaat GMIT Betel Nitneo dalam hidup sehari-hari, hanya saja ajaran ini tidak dirumuskan secara baik dalam doktrin tentang gereja sehingga tidak diketahui dengan pasti. Maka tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pemahaman Jemaat GMIT Betel Nitneo memaknai metafora Gereja sebagai Ibu berdasarkan nilai-nilai yang telah dihidupi. Hal ini menarik karena jarang sekali orang mendengarkan dan membicarakan tentang metafora Gereja sebagai Ibu.
Tulisan ini dikaji menggunakan metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat secara kritis dan dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa jemaat memahami gereja secara beragam, baik sebagai orang-orang yang bersekutu, tubuh Kristus, pokok anggur, maupun sebagai institusi. Sedangkan berbicara tentang Gereja sebagai Ibu, hampir tidak diketahui secara baik. Namun, jika bertolak dari kata ‘ibu’ sejatinya jemaat menyadari dan mengakui bahwa Gereja adalah Ibu, sebab gereja telah memberi jemaat sebuah keluarga baru, dan mereka dapat mengalami Allah seperti seorang Ibu yang mengasuh dan memelihara mereka melalui rahim Gereja. Metafora Gereja sebagai Ibu menjadi suatu pengajaran yang relevan dalam praktik kehidupan persekutuan di Jemaat GMIT Betel Nitneo.
Kata Kunci : Gereja, Metafora, Ibu, Rahim, Keluarga
INTAN WIDIANTI PARERA
2022 · Thesis · Open Access
Alkitab beberapa kali menyajikan terkait kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan seksual. Namun ada satu cerita yang korbannya tidak beruntung seperti korban-korban kisah perkosaan lainnya. Kisah tersebut adalah kisah dari Tamar, adik Absalom, yang diperkosa oleh Amnon, saudara tirinya. Tamar adalah korban dari hawa nafsu, ketamakan akan kekuasaan, dan kepentingan pribadi yang terlupakan dalam sejarah.
Melalui metode tafsir feminis yang diperkenalkan Elizabeth Schussler Fiorenza, penulis melihat bahwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Amnon tidak terlepas dari bujuk rayu Yonadab, yang memiliki kepentingan pribadi. Selain itu, kekerasan seksual yang diterima Tamar juga berkaitan dengan sistem kyriarki. Dominasi pihak-pihak berkuasa seperti Daud dan Amnon mencederai pihak lain (Tamar) sebagai korban. Kemalangan ini kemudian juga dimanfaatkan sebagai jalan mencari kekuasaan bagi Absalom, saudara kandung Tamar. Namun demikian, melalui metode tafsir ini, Tamar diberi ruang untuk menyuarakan ketidakadilan yang ia terima, menjadi titik balik yang mengubah posisinya menjadi penyintas.
Kisah ini, dapat menjadi inspirasi gereja-gereja dalam menyikapi kasus-kasus kekerasan seksual. Terutama GMIT sebagai lembaga juga persekutuan dapat lebih terbuka dalam memberi perhatian bagi korban kekerasan seksual. Karena kesadaran akan banyaknya kasus kekerasan saja tidak cukup, namun lebih jauh perlu adanya tindakan konkret terutama kerja sama menciptakan ruang aman bagi perempuan dalam diri gereja sebagai persekutuan.
Kata Kunci : Tamar, Perkosaan, Fiorenza, Kyriarki, Kekerasan Seksual, Penyintas, GMIT
JENNY B. TAEBENU
2022 · Thesis · Open Access
Menghayati dan memaknai nyanyian jemaat dengan baik dan benar dalam ibadah masih menjadi persoalan yang terjadi hingga saat ini khususnya dalam ibadah di jemaat GMIT Pniel Sikumana. Pemaknaan dan penghayatan yang kurang tehadap sebuah nyanyian membuat nyanyian tersebut masih dianggap sebagai sebuah rutinitas dalam ibadah serta membiarkan hanya prokantor yang bernyanyi dalam ibadah. Sedangkan melihat pada teori nyanyian jemaat hal ini merupakan tugas seluruh umat dalam ibadah terkhususnya dalam memuji Allah. Selain itu pemaknaan dan penghayatan terhadap sebuah nyanyian jemaat juga berpengaruh pada sikap dan cara jemaat bernyanyi yang tidak semestinya dalam sebuah nyanyian jemaat.
Melalui masalah yang dipaparkan penulis bertujuan untuk mengetahui pemahaman jemaat terhadap nyayian jemaat. Penulis menggunakan metode peneltian kualitatif untuk mengkaji masalah yang telah dipaparkan tentang pemahaman anggota jemaat terhadap nyayian jemaat. Dalam hasil penelitianpenulis menemukan bahwa pemaknaan dan penghayatan jemaat terhadap sebuah nyanyian masih kurang dalam ibadah khusunya dalam kebaktian hari minggu. Tentu bahwa hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor penyebab di dalamnya yang akan dibahas oleh penulis.
Berdasarkan masalah yang dikaji, penulis menyimpulkan bahwa menyanyikan nyanyian dalam sebuah ibadah tidak hanya sekedar dinyanyikan melainkan perlu dimaknai dan dihayati dengan baik, sehingga pemaknaan dan penghayatan tersebut dapat menolong jemaat untuk mengerti makna dan pesan yang ada dalam setiap nyanyian yang dinyanyikan dalam ibadah. Selain itu pemaknaan dan penghayatan yang benar juga menolong jemaat untuk membawa makna dan pesan dari nyanyian tersebut dalam kehidupan setiap hari.
JEMI MELLU
2022 · Thesis · Open Access
Dalam realitas kehidupan, manusia hidup di dalam budaya sebagai sebuah kekayaan untuk menata kehidupan sosial manusia. Setiap kebudayaan memiliki beragam tradisi yang unik dan terkandung nilai-nilai luhur. Dalam budaya Atoni Pah Meto, ada tradisi-tradisi yang mengatur, menata serta mengontrol kehidupan manusia sehingga diwariskan dari satu generasi kepada generasi yang lain. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui konteks masyarakat secara umum dan secara khusus konteks jemaat GMIT Hosana Tauanas. Selanjutnya konsep Atoen Amaf sebagai warisan kultural yang terus dipertahankan dalam kehidupan sosial dan berjemaat khususnya di Jemaat GMIT Hosana Tauanas, dengan menemukan peran Atoen Amaf yang selalu nampak dalam peristiwa kelahiran, pernikahan dan kematian. Selain itu, Peran Atoen Amaf dalam resolusi konflik, tradisi tanam, panen dan sebagainya, serta pada urusan yang sifatnya religius, Atoen Amaf memiliki peran yang sentral (memimpin doa dan sebagainya). Tradisi pewarisan dan pengangkatan Atoen Amaf berdasarkan silsilah keturunan. Kendati demikian, sikap hidup Atoen Amaf kerap menjadi sangat otoriter dan menekankan pada keinginan sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan umum (keluarga yang dipimpin). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, yakni penulis terjun ke lapangan untuk meneliti sendiri mengumpulkan data melalui informan sebanyak 30 orang yang terdiri dari anggota Jemaat dan majelis Jemaat GMIT Hosana Tauanas, lalu menganalisis dan menyimpulkan. Terakhir penulis menggunakan tinjauan teologi kontekstual yaitu; pendekatan sikap dualis; Kristus dan kebudayaan dalam paradox, oleh Niebuhr. Penulis juga menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalam peranan Atoen Amaf serta tema-tema dominan yaitu; keutamaan, keteladanan dan tanggung jawab. Selanjutnya direfleksikan menurut pandangan iman Kristen dengan sumber Alkitab, dengan melihat teladan Yesus Kristus, sebagai suatu pembaharuan dalam peranan Atoen Amaf. Kata-kata Kunci: Atoen Amaf, Alekat Alulut, Yesus Kristus
FIRA EUNIKE FONY
2022 · Thesis · Open Access
Pengusung jenazah yaitu beberapa kelompok orang yang mengangkut atau membawa jenazah yang dibungkus dalam peti untuk menguburkannya. Pengusung jenazah Covid-19 berbeda dengan pengusung jenazah pada umumnya, yaitu dalam cara penguburannya yang harus mematuhi protokol kesehatan. Realitas yang terjadi ialah dalam pekerjaan mereka memiliki banyak tantangan, pergumulan yang juga dapat merenggut nyawa mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran dan resiliensi pengusung jenazah Covid-19, dan berdasarkan peran beserta resiliensi tersebut, mereka sangat membutuhkan pertolongan dari gereja.
Gereja tidak hanya memperhatikan orang-orang sakit, orang berduka, dokter, perawat, tetapi juga perlu melihat orang-orang yang disebut sebagai penolong, yakni pengusung jenazah Covid-19. Gereja dapat melakukan pelayanan pastoral kepada pengusung jenazah covid agar mereka dapat memiliki resiliensi. Resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk tetap memiliki ketahanan diri ketika diperhadapkan dengan berbagai macam penderitaan. Gereja turut berperan dalam merangkul, menuntun dan meningkatkan resiliensi mental jemaat dalam menghadapi pergumulan pekerjaan mereka. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, di mana penulis memilih informan yang dianggap dapat memberikan informasi yang akurat mengenai persoalan dimaksud. Lokasi penelitian di Kantor Dinas Sosial Kota Kupang. Populasi penelitian adalah 27 relawan pengusung jenazah covid-19.
Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa peran dan resiliensi para pengusung jenazah Covid-19 sangat penting di masa pandemi. Menjalankan pekerjaan yang penuh tantangan perlu memiliki resiliensi agar tetap bertahan untuk menolong orang lain. Mereka yang disebut penolong tentu memerlukan pertolongan karena mereka mempunyai keterbatasan. Namun para pengusung jenazah Covid-19 kurang mendapat perhatian dari pemerintah, masyarakat maupun gereja. Walaupun virus corona sudah berlalu, tetapi perlu mengantisipasi. Karena itu tulisan ini diharapkan juga menjadi sumbangsih bagi Gereja Masehi Injili di Timor agar dapat menjalankan pelayanan pastoral khusus bagi para pengusung jenazah Covid-19. Kata kunci: Pengusung Jenazah Covid-19; Resiliensi; Pelayanan Pastoral Gereja.
ELSAWINDA PULAMAU
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Pemberitaan Alkitab memuat kesaksian iman umat percaya akan Allah yang berkarya
dalam beragam realitas pergumulan dunia, termasuk dalam krisis. Muatan tema krisis
yang lumrah ditemui dalam kesaksian Perjanjian Lama salah satunya ialah krisis
pangan atau dapat disebut kelaparan. Kelaparan, merupakan situasi di mana makhluk
hidup mengalami kesulitan disebabkan tidak tersedia dan sulitnya akses kepada
pangan. Kejadian 41 mencatat kelaparan yang melanda Mesir pada masa Yusuf. Krisis
tersebut diasosiasikan bukan sebagai akibat dosa umat sebagaimana teks biblis lain
menjelaskannya, melainkan sebuah peristiwa alami, dan Allah memberikan
kesempatan manusia untuk mengantisipasi dampaknya. Isu krisis pangan pada
Kejadian 41 menemui relevansinya kini. Krisis tersebut menjadi isu global dan
memiliki urgensi yang kuat.
Tulisan ini didasarkan pada tinjauan eksegese terhadap teks Kejadian 41:46-57,
menggunakan metode penelitian kajian pustaka dengan tafsir kritik historis sebagai
metode tafsirnya, dan penulisan deskripsi-analisis-reflektif sebagai metode
penulisannya. Penggunaan metode tafsir kritik historis berguna dalam upaya membaca
kebutuhan konteks historis serta menggali pemaknaan yang lebih utuh terhadap teks
didasarkan pada analisa bahasa.
Isu Krisis pangan global pada periode sejak 2020 semakin menemui
urgensinya. FAO (Food and Agriculture Organzation) memprediksi kemungkinan
besar terjadinya krisis pangan dalam beberapa tahun ke depan, diakibatkan kenaikan
harga bahan baku, pandemi, konflik dan krisis iklim. Antisipasi terhadap krisis pangan
memerlukan keterlibatan semua pihak, tidak terkecuali gereja. Dalam konteks NTT,
ancaman krisis pangan bukan isu baru. Upaya menyikapinya pada ranah lokal
memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)
Tulisan ini memuat implikasi terkait, yakni: mengedepankan aspek kolaboratif,
antisipatif dan adaptif pada ranah lokal sebagai upaya mitigasi bersama terkait ancaman
krisis pangan. Kolaboratif yakni mau dan rela menjalin kerjasama dengan pihak-pihak
terkait di luar dirinya yang memiliki kapasitas yang cukup dalam bidangnya;
antisipatif, yakni memiliki kepekaan dan perhatian terhadap tanda-tanda zaman; dan
adaptif, yakni mengakomodir pemanfaatan sumber-sumber lokal sebagai sarana
mitigasi aktif dalam meresponi ancaman krisis pangan.
Kata Kunci: Yusuf, krisis pangan, mitigasi, Kejadian 41:46-57, Gereja Masehi Injili
di Timor (GMIT)
DALNI YATI TENIS
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Pelayanan nikah massal merupakan pernikahan yang dilakukan secara bersama-sama dengan yang menikah berjumlah lima pasang bahkan bisa lebih. Pelayanan nikah massal adalah upaya dari gereja, guna membantu kehidupan ekonomi jemaat sehingga mendapatkan pelayanan pernikahan, tetapi hal ini tidak direspon dengan baik oleh jemaat. Terdapat 21 kepala keluarga (KK), yang belum menikah. Hal ini memberikan dampak seperti anak-anak belum menerima pelayanan baptisan kudus, orang tua tidak mendapatkan pelayan Perjamuan Kudus dan tidak mendapatkan pelayanan ibadah dalam keluarga (ibadah rumah tangga). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan jemaat GMIT Pniel Tefneno Koro’oto terhadap pelayanan nikah massal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, sehingga penulis mendapatkan data baik melalui wawancara maupun arsip-arsip anggota jemaat. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat jemaat yang belum menikah melalui pelayanan nikah massal, dipengaruhi karena kurangnya persiapan ekonomi, belum melakukan pernikahan adat dan juga kurang mendapat dukungan dari keluarga. Penulis memberikan kesimpulan bahwa adanya jemaat yang belum menikah, karena kesiapan ekonomi yang belum cukup, belum melaksanakan pernikahan adat, dan juga kurangnya dukungan dari keluarga. Sekalipun pernikahan adalah institusi yang ditetapkan oleh Allah yang bersifat kudus. Tujuan dari pernikahan sendiri yaitu menjaga persekutuan hidup laki-laki dan perempuan. Pernikahan merupakan inisiatif Allah kepada manusia. Pernikahan sebagai amanat pemeliharaan penciptaan Allah, karena Allah yang menyatukan laki-laki dan perempuan. Jemaat lebih melihat pada konteks kebutuhan hidup dan kurang memaknai pernikah itu sendiri. Kata Kunci: Pelayanan Nikah Massal, Ekonomi, Budaya, Persekutuan
YOHANIS H. MOWATA
2022 · Thesis · Open Access
Latar belakang: Kinerja merupakan nilai dari seperangkat perilaku yang berkontribusi baik secara positif maupun negatif terhadap pencapaian tujuan organisasi, artinya kinerja positif akan berkontribusi pada semakin tercapaianya tujuan organisasi, dan semakin negatif kinerja, maka akan berpengaruh terhadap semakin jauh pencapaian tujuan.
Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja mengajar guru Penjasorkes pada masa pandemi Covid-19.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja mengajar guru PJOK SD Negeri Naumang Kabupaten Alor dengan Indikator penilaian kinerja guru mengacu pada Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 yaitu penilaian terhadap Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran hasil yang dilakukan oleh guru. Hasil analisis data menunjukan hasil yang cukup baik.
Simpulan: penilaian kinerja mengajar guru PJOK SD Negeri Naumang pada masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan beberapa indikator yang telah dianalisis dan mendapatkan hasil yang baik. Guru mampu memberikan pengajaran yang cukup baik dengan metode yang di kembangkan berdasarkan instruksi KEMENDIKBUD.
HESRON JESENSIAS HELLO
2022 · Thesis · Open Access
Latar belakang: Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam memajukan suatu bangsa. Pendidikan diharapkan dapat mencerdaskan generasi muda yang mampu mengembangkan potensi dalam diri, serta berpola pikir secara kritis dan dinamis, bertanggung jawab, berakhlak mulia, beriman.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran pola gerak dasar di masa pandemi Covid-19 Pada Siswa SD di SD Inpres Oesapa.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplanasi kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana guru memberikan materi kepada siswa/siswi dalam pembelajaran pola gerak dasar di masa pandemi Covid-19.
Hasil dan pembahasan: Pelaksanan pembelajaran pola gerak dasar di SD Inpres Oesapa menggunakan media daring whatsapp group, dimana pendidik mengirimkan materi pembelajaran pola gerak dasar dan video pembelajaran pola gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif kepada siswa serta pendidik memberikan tugas kepada siswa untuk mempraktekan contoh pola gerak dasar dalam bentuk video.
Simpulan: Dari hasil penelitian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa penerapan pembelajaran pola gerak dasar di masa pandemi Covid-19 pada siswa SD sebaiknya guru lebih kreatif dalam memberikan materi pembelajaran serta menjelaskan materi secara mendetail sehingga siswa lebih giat belajar dan lebih mudah memahami
FABIANA OSI MOMANG
2022 · Thesis · Open Access
irigasi ialah usaha untuk memperoleh air yang menggunakan bangunan dan saluran buatan untuk keperluan penunjang produksi pertanian.
Operasi jaringan irigasi dalam arti sempit adalah pengaturan pintu-pintu pada bangunan air (bendungan, bangunan bagi) untuk menyadap air dari sumber air mengalirkannya kedalam jaringan irigasi memasukan air kepetak-petak sawah, serta membuang kelebihan air ke saluran pembuang.
IVANGGIDIUS W. SERAN
2022 · Thesis · Open Access
Irigasi merupakan salah satu sektor utama dalam mendukung usaha-usaha pertanian, oleh karena itu keberadaannya sangat diperlukan oleh petani. Pengelolaan daerah irigasi Manikin bisa berjalan dengan efektif sangat tergantung kepada usaha-usaha pemerintah dan para peserta dari lembaga P3A. Daerah Irigasi (DI) Manikin merupakan irigasi yang digunakan untuk pengairan pada lahan pertanian sehingga dapat menunjang kebutuhan pangan oleh masyarakat di Kabupaten Kupang.Tujuan dari penelitian di ini adalah : Untuk Mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian ini Telah dilaksanakan pada bulan April Tahun 2022 di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari populasi yaitu 150 petani pemakai air dan anggota kelompok P3A di Daerah Irigasi Manikin Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Responden dalam penelitian ini adalah jumlah 15 orang dari anggota P3A sebagai pengguna air di daerah irigasi Manikin. Kinerja anggota P3A telah berjalan dengan baik dalam kegiatan Operasi Daerah Irigasi Manikin meliputi kegiatan pembagian air keada petani dan kegiatan pemantauan. Pemeliharaan daerah irigasi Manikin meliputi pemeliharaan rutin, berkala dan insidentil yang dalam bentuk pelaksanaannya berupa rehabilitasi saluran dan pembersihan saluran. Kegiatan Rehabilitasi daerah irigasi Manikin dilaksanakan pada setiap saluran yang mengalami kerusakan sehingga diperlukan agar bisa digunakan oleh petani.
LENAWATI TINDAON
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan kompeten merupakan salah satu faktor kunci dalam mencapai sasaran kinerja kegiatan di KKP Kelas III Kupang. Akan tetapi, mewabahnya virus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak April tahun 2020 turut memberi andil dalam perubahan tata kerja dan kinerja pegawai. Hasil Capaian Indikator Kinerja Kegiatan KKP Kelas III Kupang pada Tahun 2021, terdapat 2 indikator yang tidak mencapai target dari 7 target yang telah ditetapkan. Wabah Covid-19 menjadi salah satu faktor yang juga memberi dampak pada motivasi kerja, lingkungan kerja, serta tentunya kinerja pegawai KKP Kelas III Kupang. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan kondisi mewabahnya virus Covid-19 maka diperoleh informasi tentang adanya keterkaitan antara motivasi kerja, lingkungan kerja dengan kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai serta bagaimana hubungan antara ketiga variabel tersebut pada KKP Kelas III Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mathis dan Jackson dalam Edward (2022) pada dasarnya pengukuran kinerja didasarkan pada 5 indikator yaitu kuantitas output, kualitas output, ketepatan waktu, kehadiran, serta kemampuan bekerjasama. Stoner dan Wankel dalam Dalimunthe (2016) menyatakan bahwa salah satu aspek penting yang mempengaruhi motivasi kerja dalam organisasi adalah karakteristik individu. Hal ini karena setiap individu membawa minat, sikap dan kebutuhannya ke dalam situasi kerja. Sedarmayanti dalam Bahri (2018) mengatakan bahwa suatu kondisi lingkungan kerja dapat di katakan baik jika manusia dapat menjalankan suatu kegiatan secara: optimal, sehat, aman serta nyaman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai KKP Kelas III Kupang adalah sebanyak 80 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan Software R Studio versi 4.2.1. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa motivasi kerja pada KKP Kelas III Kupang masuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan lingkungan kerja dan kinerja pegawai masuk dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,2647 serta p-value sebesar 0,0788. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih besar. Artinya keputusannya adalah menerima H0 dan menghasilkan kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,3319 serta p-value sebesar 0,0259. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja sebesar 0,3280 serta p-value sebesar 0,0278. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1 yaitu ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai
VINSENSIUS H. PATTY
2022 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mendeskripsikan pengaruh bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis terhadap kualitas kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis terhadap kualitas kopi. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode Metode yang digunakandalampenelitianinimengunakanrancanganacak (RAL), yaitu 3 perlakuandan 6 kali ulangansehinggamenghasilkan 18 unit percobaan. Perlakuan yang dicobaadalahsebagaiberikut:Perlakuan A: Bentuk lurus, Perlakuan B :Bentuk lengkung dan Perlakuan C : Bentuk lengkung. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Penggunaan bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf signifikan 5% (P>0,05) terhadap sifat organoleptik kopi dari variabel pengamatan yang diuji yaitu warna, rasa dan aroma. 2) Perlakuan yang terbaik dari Penggunaan bentuk pengaduk pada alat sangrai kopi tipe semi mekanis terhadap kualitas kopi terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata terhadap warna 3,66, aroma 3,77, rasa 3,88. Penulis menyarankan agar dalam menghasilkankualitas kopi dengan karakteristik organoleptik yang disukai yang dimiliki maka disarankan agar menggunakan lamanya waktu penyangraian yang lebih lama.
ROLIN FERDILIANTO SANDELGUS TANEO
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK :
Kemiskinan di NTT merupakan masalah kehidupan yang terus-menerus mengintai kehidupan masyarakat NTT. Rasa-rasanya kemiskinan sulit untuk diberantaskan. Pemerintah, masyarakat, serta gereja senantiasa bekerja sepanjang waktu untuk memutuskan mata rantai kemiskinan tetapi hasil yang didapat tak kunjung memuaskan. Untuk turut memberi tawaran atas masalah ini, maka tulisan ini ditulis dengan maksud menunjukkan sejauh mana pemikiran Nietzsche tentang Ubermensch bisa memberi sumbangan bagi upaya masyarakat NTT memberantas kemiskinan. Karena itu, tulisan ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan memeriksa terlebih dahulu sumber-sumber pustaka, baik itu berupa karya tulis ilmiah maupun berita-berita yang dimuat dalam media masa.
Berdasarkan hasil penelusuran literatur tersebut, maka Ubermensch dimaknai sebagai manusia yang sungguh-sungguh mencintai kehidupan di bumi, dengan segala baik-buruknya. Hanya saja, ketika ingin menjadi sosok manusia tangguh, maka seseorang harus berani melepaskan apa yang diyakininya termasuk di dalamnya kepercayaan terhadap Tuhan. Konsep Ubermensch ini menjadi relevan dalam konteks NTT, dalam artian bahwa NTT selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Tentu kenyataan ini adalah sesuatu yang memilukan. Beragam cara sudah dilakukan oleh gereja, maupun pemerintah namun hasilnya kelihatannya nihil. Karena itu, di samping gereja, pemerintah, dan masyarakat bekerja memerangi kemiskinan, tulisan ini diharapkan juga dapat menjadi salah satu tawaran untuk dipertimbangkan guna diterapkan dalam konteks NTT.
Melalui tulisan ini, pada akhirnya diharapkan agar penerapan konsep Ubermnesch dalam konteks NTT harus dilihat secara positif sekaligus kritis. Masyarakat NTT tidak juga harus meniadakan keyakinan mereka yang religius untuk bisa menerapkan tawaran dari tulisan ini. Malah sebaliknya, inilah saatnya masyarakat NTT harus memahami bahwa potensi manusia NTT itu luar biasa, dan karena itu jika diperhatikan secara serius pembangunan sumber daya manusianya maka ada harapan bahwa suatu waktu masyarakat NTT bisa keluar dari kemiskinan.
Kata Kunci : Nietzsche, Ubermensch, Kemiskinan, NTT, Gereja, Pemerintah
FAJAR GIDEON MUDA
2022 · Thesis · Open Access
Jemaat Kemah Ibadat Airnona, Klasis Kota Kupang adalah salah satu jemaat GMIT yang secara aktif menggunakan bahasa Sabu dalam aktifitas pelayanan dan interaksi sehari-hari mereka sebagai sebuah persekutuan. Bahasa Sabu dipakai sebagai bahasa awal ketika mereka berinteraksi dengan sesama. Lewat bahasa Sabu jemaat dapat mengerti tentang Firman Tuhan dalam hidup mereka. Dari bahasa Sabu ini juga, pergumulan jemaat untuk memiliki gedung beribadah dapat tercapai meskipun banyak tantangan yang dialami.
Peranan bahasa Sabu yang besar juga dapat dilihat melalui penggunan liturgi dalam bahasa Sabu. Sejak berdirinya Gereja Kemah Ibadat Airnona dari tahun 1956 sampai tahun 2022 liturgi bahasa Sabu sangat sering digunakan dalam Kebaktian Minggu, namun seiring perkembangan zaman intensitas penggunaan liturgi bahasa Sabu semakin menurun. Apresiasi menggunakn liturgi bahasa Sabu tetap ada meskipun dalam praktiknya di masa kini dianggap tidak lagi moderen. Jemaat masa kini menganggap bahasa Sabu merupakan bahasa kuno jika dibandingkan dengan bahasa asing linnya. Selain itu adanya keterbatasan jemaat dalam memahami bahasa Sabu sehingga jemaat merasa jenuh ketika liturgi bahasa sabu digunakan.
Melalui tinjauan kontekstual secara umum dan pemikiran Bevnas secara khusus mengenai model sintesis, penulis menemukan kesaksian bahwa setiap orang dalam konteks bisa belajar dari konteks yang lain (masa kini bisa terus belajar dari masa lampau). Dari pembelajaran ini akan menghasilkan keterbukaan dialog antara Injil dan kebudayaan. Lewat skripsi ini, penulis menemukan bahwa biarpun perkembangan zaman mempengaruhi pola kehidupan jemaat, namun identitas Jemaat Kemah Ibadat tidak terpengaruhi. Jemaat Kemah Ibadat tetap menggunakan bahasa Sabu dalam liturgi Kebaktian Minggu di akhir bulan sebagai pengingat akan persekutuan dan pergumulan mereka.
Kata Kunci: bahasa, liturgi, identitas, persekutuan, pemberitaan injil
MARLEN YOLANDA KARIMOY
2022 · Thesis · Open Access
ANALISIS HUBUNGAN KINERJA CUSTOMER SERVICE DENGAN PENYELESAIAN KELUHAN NASABAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG SOE Oleh : Marlen Yollanda Karimoy Nim : 20410226 ABSTRAK Sumber daya manusia adalah salah satu unsur yang paling vital bagi organisasi karena kinerja mereka sangat diperhitungkan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan yang telah ditetapkan. Bank dalam kehidupan ini sangat memegang peranan penting, apalagi sejak berkembangnya masalah ekonomi, sehingga dalam perekonomian saat ini hubungan bank dalam masyarakat sangat sulit untuk dipisahkan, karna bank juga sangat membutuhkan dana-dana yang berasal dari masyarakat, yang mana hal ini merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pihak perbankan. Maka kinerja customer service sangat penting karena baik buruknya image suatu Bank bergantung dari kualitas pelayanan serta daya manusia yang dimiliki Bank tersebut. Menurut Mangkunegara (2017:67) “Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.”Sumber daya manusia merupakan suatu modal dasar paling utama dalam setiap organisasi. Dalam perbankan, sumber daya manusia yang sangat berperan dalam menarik nasabah adalah Customer Service. Menurut Kotler (2017): “Keluhan pelanggan adalah bentuk aspirasi pelanggan yang terjadi karena adanya ketidakpuasan terhadap suatu barang atau jasa Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kinerja customer service dengan penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah : Bagaimana Kinerja Customer Service Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe, Bagaimana Penyelesaian Keluhan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe Bagaimana Hubungan Kinerja Customer Service Dengan Penyelesaian Keluhan Nasabah Pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Kantor Cabang Soe. Dalam penelian ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Jenis penelitian ini adalah penelitian menggunakan data deskriptif kuantitatif, baik library research maupun field research. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut : 1. Kinerja customer service pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe mayoritas dalam kriteria tinggi (38,54%) ini terlihat dari frekuensi tinggi pada interval 69-84 (37 responden). 2. Penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe mayoritas dalam kriteria tinggi (39,58%) ini terlihat dari frekuensi tinggi pada interval 69-84 (38 responden). 3. Terdapat hubungan cukup erat antara kinerja customer service dengan penyelesaian keluhan nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Soe termasuk kategori interpretasi cukup erat dengan nilai 0,40-0,599 Penelitian ini membuktikan bahwa adanya korelasi antara data kinerja customer service serta data penyelasaian keluhan nasabah. Hal ini ditunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis menggunakan korelasi product moment dan mendapatkan harga koefisien korelasi sebesar 0,585 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05, termasuk kategori interpretasi cukup kuat dengan nilai 0,40-0,599. Jumlah responden yang ditetapkan peneliti 96 responden. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara mendatangi nasabah yang sedang mengantri untuk menemui bagian customer service, baik nasabah baru maupun nasabah lama di PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe. Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan yaitu hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya korelasi signifikan antara data kinerja customer service serta data penyelasaian keluhan nasabah. Implikasi teoritis yang di gunakan sebagai pendukung dalam penelitian ini sebagai berikut : menurut Kasmir (2018, 216) pengertian customer service secara umum adalah“ setiap kegiatan yang diperuntukan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada nasabah, melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan nasabah”. Bell & Luddington (20017): “Keluhan pelanggan (customer complaints) adalah umpan balik (feedback) dari pelanggan yang ditunjukkan kepada perusahaan yang cenderung bersifat negatif. Berdasarkan kesimpulan dari hasil yang diperoleh maka saran yang dapat menjadi bahan masukan yaitu: Bagi PT. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe, agar mempertahankan dan meningkatkan kinerja customer service, maka kantor dapat memperoleh kinerja yang maksimal. Adapun yang harus dilakukan yaitu dengan meningkatkan skill serta product knowledge dan penanganan komplain secara efektif agar memberikan peluang untuk mengubah seorang nasabah yang tidak puas menjadi nasabah produk / jasa perusahaan yang puas (atau bahkan menjadi nasabah yang loyal). Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya, agar melakukan penelitian lanjutan dengan menggunkan variabel lainnya yang tidak diteliti oleh penulis, seperti jasmaniah dan psikologis dan lainnya.
JERRY NUNUHITU
2022 · Thesis · Open Access
INTISARI
Judul Skripsi adalah Deskripsi Tentang Pembatalan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan RI Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Oleh Pengadilan Tata Usaha Negara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa hakim PTUN membatalkan keputusan ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan RI Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim PTUN membatalkan keputusan ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan RI Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah variable bebas, yakni: pertimbangan hakim PTUN membatalkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan RI Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan. Sedangkan Variabel terikatnya adalah putusan hakim PTUN membatalkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan RI Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.
Hasil penelitiannya adalah bahwa alasan mendasar hakim Pengadilan Tata Usaha Negara membatalkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan RI Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan, yaitu, Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan RI Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bertentangan Dengan Pasal 4 ayat (5) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/PMK.05/2007 Tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian dan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan RI Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bertentangan Dengan Asas Kecermatan dan Asas Ketidak hati-hatian.
Saran penulis diharapkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dalam menerbitkan keputusan harus memperhatikan serta mempertimbangkan dasar-dasar hukum yang tepat sebelum mengeluarkan suatu Keputusan Tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dan diharapkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dalam melakukan tindakan hukum harus bertindak cermat dan kehati-hatian dengan memperoleh informasi dan dokumen-dokumen terkaitan penilaian kemampuan dan kepatutan terhadap direksi, atau komisaris perusahaan perasuransian
JORRY OLDI MESAH
2022 · Thesis · Open Access
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Kepailitan Di Pengadilan Niaga. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan Mengapa pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan? dan Mengapa hakim pengadilan niaga menyatakan perusahaan pailit? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui alasan pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan, dan Untuk mengetahui hakim pengadilan niaga menyatakan perusahaan pailit. Selanjutnya, manfaat dalam penelitian ini adalah guna memberikan sumbangsi pemikiran secara ilmiah kepada para penegak hukum, akademisi, dan masyarakat luas terkait hal-hal mendasar tentang Putusan Hakim Dalam Sengketa Kepailitan Di Pengadilan Niaga, dan agar dapat memperoleh gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi dasar pemohon mengajukan permohonan kepailitan kepada perusahaan disebabkan Kreditur (Pemohon) memiliki utang terhadap Debitur (Perusahaan); Pemohon (Kreditur) tidak dapat mencairkan uangnya yang telah jatuh tempoh; dan Debitur juga memiliki hutang kepada kreditur lainnya. Selanjutnya alasan hakim Pengadilan Negeri Niaga menyatakan perusahaan pailit adalah Debitur (Perusahaan) Memiliki dua atau lebih kreditur, dan Debitur Tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih. Oleh sebab itu, saran penulis diharapkan perusahaan atau debitur yang merasakan bahwa finansial perusahaannya mengalami penurunan maka jangan melakukan tindakan pengutangan dan diharapkan perusahaan atau debitur merasakan bahwa finansial perusahaannya mengalami penurunan maka jangan melakukan tindakan pengutangan lebih dari satu kreditur.
Kata Kunci: Sengketa Kepailitan, Pengadilan Niaga
SEPRIANUS OETASI
2022 · Thesis · Open Access
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Pertimbangan Hakim Judex Factie dan Judex Yuris Terhadap Pembagian Hak Waris Adat Atas Tanah. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan Mengapa Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan sebagian, Pengadilan Tinggi membatalkan putusan Pengadilan Negeri dengan menyatakan gugatan tidak dapat diterima, sedangkan kasasi mengabulkan gugatan sebagian? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan sebagian, Pengadilan Tinggi membatalkan putusan Pengadilan Negeri dengan menyatakan gugatan tidak dapat diterima, sedangkan kasasi mengabulkan gugatan sebagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan sebagian, Pengadilan Tinggi membatalkan putusan Pengadilan Negeri dengan menyatakan gugatan tidak dapat diterima, sedangkan kasasi mengabulkan gugatan sebagian, adalah Pengadilan Negeri Mengabulkan Gugatan Penggugat Sebagian adalah gugatan Penggugat lengkap atau memenuhi syarat formil dan Penggugat dapat membuktikan diri sebagai ahli waris, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi menyatakan gugatan tidak dapat diterima adalah Penggugat salah menempatkan kedudukan Penggugat II. Serta Hakim Agung pada tingkat kasasi mengabulkan gugatan penggugat sebagian gugatan Penggugat lengkap atau memenuhi syarat formil dan Penggugat dan Tergugat dapat membuktikan diri sebagai ahli waris. Oleh sebab itu penulis menyarankan, Diharapkan hakim Pengadilan Tinggi harus lebih mempertimbangkan fakta hukum menerapkan dengan benar terkait syarat formil dalam pengajuan suatu gugatan dan diharapkan hakim Pengadilan Tinggi harus lebih mempertimbangkan fakta hukum menerapkan dengan benar terkait syarat formil dalam pengajuan suatu gugatan, diharapkan Mahkamah Agung lebih memperhatikan penerapan hukum terhadap pembagian hak waris adat atas tanah dan . Kata Kunci: Hak Waris Adat Atas Tanah, PTUN
SIMON EBENHAISER MENGGA
2022 · Thesis · Open Access
INTISARI Judul Skripsi DESKRIPSI TENTANG PEMBATALAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI OLEH HAKIM MAHKAMAH AGUNG DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN JUAL BELI KAPAL. Studi Kasus Putusan Nomor:913/PID.B/2014/PNSmr,Nomor:1691K/Pid/2015,Nomor:42 PK/PID/2017. Masalah penelitian dalam tulisan ini adalah “Bagaimanakah dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap terdakwa Triadi Sulistio sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan dalam tindak pidana jual beli kapal?” Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Bagaimanakah dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap terdakwa Triadi Sulistio sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan dalam tindak pidana jual beli kapal. Dalam Putusan Nomor: 913/PID.B/2014/PNSmr, Nomor:1691K/Pid/2015, Nomor: 42PK/PID/2017. Jenis penelitian hukum yang di gunakan adalah Metode hukum normtif dan bersifat deskriptif subyek penelitian adalah Putusan Pengadilan Negeri Samarinda dan Mahkama Agung. Pengumpulan data di lakukan dengan studi dokumen kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian 1. terdakwa TRIADI SULISTIO melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan Alternatif Kesatu Penuntut Umum, akan tetapi menurut Pengadilan perbuatan terdakwa bukan merupakan kejahatan atau tindak pidana melainkan masuk dalam ranah perdata. 2. Di putuskan berdasarkan pertimbangan hukum yang salah. Putusan Judex Facti yang melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum, tidak tepat dan salah menerapkan hukum dan telah didasarkan pada kesimpulan dan pertimbangan hukum yang salah yang tidak sesuai dengan fakta hukum yang relevan secara yuridis yang terungkap di muka sidang. Kesimpulan yang dapat diambil adalah perkara tersebut merupakan perkara dalam ranah hukum pidana dan bukan perdata. Kata kunci: Pembatalan Putusan Pengadilan Negeri Oleh Hakim Mahkamah AgungDalam Tindak Pidana Penipuan Jual Beli Kapal.