Abstrak
Pengusung jenazah yaitu beberapa kelompok orang yang mengangkut atau membawa jenazah yang dibungkus dalam peti untuk menguburkannya. Pengusung jenazah Covid-19 berbeda dengan pengusung jenazah pada umumnya, yaitu dalam cara penguburannya yang harus mematuhi protokol kesehatan. Realitas yang terjadi ialah dalam pekerjaan mereka memiliki banyak tantangan, pergumulan yang juga dapat merenggut nyawa mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran dan resiliensi pengusung jenazah Covid-19, dan berdasarkan peran beserta resiliensi tersebut, mereka sangat membutuhkan pertolongan dari gereja. Gereja tidak hanya memperhatikan orang-orang sakit, orang berduka, dokter, perawat, tetapi juga perlu melihat orang-orang yang disebut sebagai penolong, yakni pengusung jenazah Covid-19. Gereja dapat melakukan pelayanan pastoral kepada pengusung jenazah covid agar mereka dapat memiliki resiliensi. Resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk tetap memiliki ketahanan diri ketika diperhadapkan dengan berbagai macam penderitaan. Gereja turut berperan dalam merangkul, menuntun dan meningkatkan resiliensi mental jemaat dalam menghadapi pergumulan pekerjaan mereka. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, di mana penulis memilih informan yang dianggap dapat memberikan informasi yang akurat mengenai persoalan dimaksud. Lokasi penelitian di Kantor Dinas Sosial Kota Kupang. Populasi penelitian adalah 27 relawan pengusung jenazah covid-19. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa peran dan resiliensi para pengusung jenazah Covid-19 sangat penting di masa pandemi. Menjalankan pekerjaan yang penuh tantangan perlu memiliki resiliensi agar tetap bertahan untuk menolong orang lain. Mereka yang disebut penolong tentu memerlukan pertolongan karena mereka mempunyai keterbatasan. Namun para pengusung jenazah Covid-19 kurang mendapat perhatian dari pemerintah, masyarakat maupun gereja. Walaupun virus corona sudah berlalu, tetapi perlu mengantisipasi. Karena itu tulisan ini diharapkan juga menjadi sumbangsih bagi Gereja Masehi Injili di Timor agar dapat menjalankan pelayanan pastoral khusus bagi para pengusung jenazah Covid-19. Kata kunci: Pengusung Jenazah Covid-19; Resiliensi; Pelayanan Pastoral Gereja.