2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS III KUPANG Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan kompeten merupakan salah satu faktor kunci dalam mencapai sasaran kinerja kegiatan di KKP Kelas III Kupang. Akan tetapi, mewabahnya virus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak April tahun 2020 turut memberi andil dalam perubahan tata kerja dan kinerja pegawai. Hasil Capaian Indikator Kinerja Kegiatan KKP Kelas III Kupang pada Tahun 2021, terdapat 2 indikator yang tidak mencapai target dari 7 target yang telah ditetapkan. Wabah Covid-19 menjadi salah satu faktor yang juga memberi dampak pada motivasi kerja, lingkungan kerja, serta tentunya kinerja pegawai KKP Kelas III Kupang. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dan kondisi mewabahnya virus Covid-19 maka diperoleh informasi tentang adanya keterkaitan antara motivasi kerja, lingkungan kerja dengan kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai serta bagaimana hubungan antara ketiga variabel tersebut pada KKP Kelas III Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mathis dan Jackson dalam Edward (2022) pada dasarnya pengukuran kinerja didasarkan pada 5 indikator yaitu kuantitas output, kualitas output, ketepatan waktu, kehadiran, serta kemampuan bekerjasama. Stoner dan Wankel dalam Dalimunthe (2016) menyatakan bahwa salah satu aspek penting yang mempengaruhi motivasi kerja dalam organisasi adalah karakteristik individu. Hal ini karena setiap individu membawa minat, sikap dan kebutuhannya ke dalam situasi kerja. Sedarmayanti dalam Bahri (2018) mengatakan bahwa suatu kondisi lingkungan kerja dapat di katakan baik jika manusia dapat menjalankan suatu kegiatan secara: optimal, sehat, aman serta nyaman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai KKP Kelas III Kupang adalah sebanyak 80 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan Software R Studio versi 4.2.1. Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa motivasi kerja pada KKP Kelas III Kupang masuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan lingkungan kerja dan kinerja pegawai masuk dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,2647 serta p-value sebesar 0,0788. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih besar. Artinya keputusannya adalah menerima H0 dan menghasilkan kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai sebesar 0,3319 serta p-value sebesar 0,0259. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara Lingkungan Kerja dengan Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji korelasi dihasilkan nilai Korelasi Spearman (Spearman’s rho) antara variabel Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja sebesar 0,3280 serta p-value sebesar 0,0278. Nilai p-value dibandingkan dengan tingkat signifikansi α=0,05, maka nilainya p-value lebih kecil. Artinya keputusannya adalah menerima H1 yaitu ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Kerja dengan Lingkungan Kerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
The Effectiveness of Jigsaw technique in composing recount text to improve students ability in ETL writing at SMPN 5 Kota Kupang
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
A study comic strps for reading comprehension towards narrative text at SMAN 7 Kupang in academic year 2017/2018
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
An analysis on code mixing used by wedding master of ceremony
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
An Analysis on Design of English Formative Evaluation at 8th Grade Students of SMPN 20 Kupang in School Year 2018/2019
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
A discourse analysis on context of situation of statuses in facebook in Kupang city
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Metaphors Found in Natoni of Welcoming guest from South Central Timor Regency
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAKSI Koperasi berfungsi sebagai lembaga ekonomi yang mencari keuntungan untuk mensejahterakan para anggota pada khususnya, serta masyarakat sekitar pada umumnya. Peran dan manfaat koperasi di Indonesia sangatlah penting, karena koperasi membuka pintu gerbang Usaha Kecil dan Menengah (UKM), menciptakan masyarakat yang mandiri, penggerak perekonomian hingga menciptakan lapangan kerja baru. Penelitian ini di lakukan di Koperasi Simpan Pinjam Monafen, Amarasi Barat. Penelitian ini berjudul : “Tingkat Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Likuiditas dan Pertumbuhan Koperasi di Koperasi Simpan Pinjam Monafen, Amarasi Barat” persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana mengukur tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat likuiditas dan pertumbuhan koperasi di KSP Monafen Amarasi Barat ?. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat likuiditas dan pertumbuhan koperasi di KSP Monafen Amarasi Barat menggunakan Laporan Keuangan. Untuk menjawab persoalan dan tujuan dari penelitian ini, maka berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perputaran Kas pada KSP Monafen menunjukan nilai yang sangatlah rendah untuk tahun 2019 sebesar 0,65% dan pada tahun 2020 sebesar 0,34%. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengembalian piutang kepada KSP Monafen sangat rendah Tingkat likuiditas koperasi simpan pinjam Monafen di tahun 2019 sebesar 2,37% dan ditahun 2020 sebesar 2,20%. Dengan demikian bahwa KSP Monafen di anggap mampu dalam melunasi hutang jangka pendek, dikarenakan rasio lancar di atas 1. Tingkat pertumbuhan menunjukan bahwa laba KSP Monafen mengalami penurunan bahkan untuk tahun 2020 mencapai -0,40. Kata Kunci : Perputaran Kas,Perputaran Piutang, Likuiditas, Pertumbuhan Koperasi
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS KACANG-KACANGAN (LEGUMINOSAE) YANG TERDAPAT DI KABUPATEN ROTE NDAO Sinta, D. P.*) Refli**) Ngginak, J**) Kacang-kacangan merupakan tanaman golongan polong-polongan yang umumnya tumbuh di Indonesia. Tanaman kacang-kacangan atau legume termasuk pada suku Leguminosae. Pulau Timur merupakan salah satu pulau Nusa Tenggara Timur yang dikenal memiliki flora yang unik. Salah satu daerah di NTT yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi adalah Rote Ndao. Keberadaan kacang-kacangan di Rote Ndao sebagai sentra ekonomi, kebijakan pemerintah dalam kaitan dengan upaya mempromosikan pangan lokal sebagai bagian dari strategi ketahanan dan kedaulatan pangan nasional perlu ditingkatkan. Salah satu upaya dalam melakukan pendataan terhadap jenis kacang-kacangan adalah inventarisasi Inventarisasi merupakan suatu kegiatan untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan data mengenai jenis obyek. Menurut Bora (2011) Inventarisasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh data serta informasi mengenai potensi sumber daya alam ( jeni-jenis tumbuhan ) yang terdapat di suatu daerah untuk perencanaan pengelolaan sumber daya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kacang-kacangan yang terdapat di Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif (jelajah). Pada penelitian ini terdapat jenis kacang yang dikenal sebagai tanaman langka yaitu kacang merah. Kacang merah hanya terdapat di Kecamatan Pantai Baru. Kacang merah yang ditemukan di lokasi penelitian merupakan tanaman monokultur yang memiliki nilai jual tertinggi. Namun tingkat peminatan petani untuk pembudidayaan tanaman monokultur sangat minim dibanding tanaman tumpangsari.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya tingkat pembelian konsumen dalam memutuskan pembelian tenun ikat sumba timur di prailiu yang dapat dikatakan suatu produk eksulusif, sehinga dapat peluang bagi pembisnis bidang industri terlebih bagi industritenun ikat sumba timur.Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di kabupaten sumba timur, kelurahan prailiudan sampel dari penelitian ini sebanyak 100 orang sebagai responden. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan terhadap keputusan pembeli kain tenun ikat sumba timur di prailiu.Uji t pada dasarnya untuk menunjukan seberapa besar hubungan satu variabel independen secara individual dalam menerapkan variabel dependen. Uji t merupakan prosedur yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kesalahan hipotesis nol dan hasil sampel. Hasil penelitian ini menunjukan setiap penambahan 1% nilai promosi penjualan maka keputusan pembeli akan bertambah sebesar 0,250. Koefesian regresi tersebut bernilai positif, sehinga dapat di katakana bahwa promosi penjualan (variabel X) terhadap keputusan pembelian (variabel Y) adalah positif. Dan berdasarkan nilai signifikasi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa variabel promosi penjualan (X) berpengaruh terhadap keputusan pembelian variabel (Y). Dilakukan untuk menunjukan seberapa juah pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Apabila nilai signifikasi (sig) lebih kecil dari 0,05 maka satu variabel dikatakan berpengaruh secara signifikasi terhadap variabel yang lain. Pada tabel 2.20 di ketahui bahwa nilai thitung, sebesar -2,339 lebih besar dari nilai tabel 1.686 dengan nilai sigifikasi 0,00 0,05.Dapat diambil kesimplan bahwa promosi penjualan berpengaru positif dan signifikasikan lebih kecil dari 0.05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hal ini menunjukan bahwa promosi penjualan kain tenun ikat sumba timur di prailiu memiliki berpengaruh positif dan signifikasi terhadap keputusan pembelian.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penulis melakukan penelitian dengan judul deskripsi tentang motif dan modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah apa motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan dan apa modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan dan untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan. Jenis penulisan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian dalam tulisan ini Penulis menemukan motif para terdakwa adalah para terdakwa menggunakan formalin agar mie tahan lama dan awet sedangkan dengan menambahkan boraks agar mie menjadi kenyal dan faktor ekonomi tetap utama dimana penjualan mie yang mengandung formalin dan boraks dalam jumlah banyak memberikan banyak keuntungan yang besar setelah mie basah di produksi dan dijual kepada pembeli. Modus pelaku yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya didasari oleh faktor-faktor yang menyebabkan perbuatan tersebut terjadi. Ada dua modus yang menjadi penyebab produsen memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan yang berasal dari dalam diri individu tersebut, sedangkan kebalikannya faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu tersebut. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan, maka penulis menarik kesimpulan yakni motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan tambahan pangan dalam makanan karena ingin mendapatkan mie yang lebih putih, lentur dan awet serta tahan lama serta ingin keuntungan yang besar dari hasil penjualan dan modus yang dilakukan oleh pelaku yang memproduksi mie dengan campuran formalin dan boraks adalah pelaku mencampur semua bahan yang telah disiapkan yakni terigu, air, garam, soda mie, formalin dan atau boraks kemudian dimasak/direbus dan dikeringkan/ angin-anginkan setelah itu dicetak menjadi mie yang kemudian siap untuk dijual ke pasaran. Sedangkan saran dalam tulisan ini yakni pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pembedaan bahan tambahan pangan yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam memproduksi pangan. Untuk mencegah pelaku produsen yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya yang didorong oleh faktor pendidikan, dibutuhkan peran pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan pemberian edukasi tentang klasifikasi bahan tambahan pangan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
The study of this research is entitled “An Analysis Of Language Styles Used In Seminar On Elt Subject Video Presentation By Student Of English Study Program At Artha Wacana Christian University’’The writer formulated two research questions as what types of language style are used on video presentation and what are the most language style used on video presentation by Student of English Education Study Program. The aims of this research were to find out the types and to identify the dominant type of language style are used on video presentation by Student of English Education Study Program. The data was taken from students’ video presentation and the writer transcribed and analyzed the data by using descriptive qualitative analysis in conducting this research. Therefore, the result of this study shows that there are four types of language style that found in students’ video presentation such as frozen, formal, consultative, and intimate style. From the four styles above, formal style is the most dominant style found in this study. It means that a lot of english students prefer to use formal style when they are going to make a presentation.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
The title of this writing was “ A Descriptive Study of Learning Styles Through Teaching English for Young Learners Using Three Games Amidst Pandemic at SD Inpres Sanggaoen – Rote”. The researcher problem of this study is, what are the students learning styles of teaching English using three games amidst pandemic at SD Inpres Sanggaoen – Rote. The purpose of this study was to investigate the learning styles of students in the second grade of Sd Inpres Sanggaoen – Rote. This is a qualitative research, this research includes teaching using three games, observation and analysis data. The result showed that the are three types of students learning styles in the second grade of SD Inpres Sanggaoen – Rote. They are visual, auditory, and kinesthetic. Research also accommodate students learning styles using games that is Simon Says, Charades and Dabble. In learning the researcher use media such as part of body, pictures and cards in the form of the alphabet. Using games in learning, researcher can classify students learning styles. In addition, it can make the class more interesting and be used to increase students learning motivation
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI Skripsi ini berjudul :“Deskripsi Tentang Penyebab Dan Modus Tindak Pidana Penyuapan Terhadap Panitera Pengganti”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti? 2) Bagaimanakah modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti?.Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. 2) Untuk mengetahui modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dan modus tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Berdasarkan Deskripsi dan Hasil Penelitian yang menjadi faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Adanya kesempatan yang dimiliki oleh terdakwa korupsi untuk bertemu dengan terdakwa panitera pengganti dan hubungan psikologis terdakwa selaku panitera pengganti dengan hakim.Sedangkan modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Pertemuan antara terdakwa korupsi dan terdakwa selaku panitera pengganti (antara penyuap dan disuap), pertemuan antara terdakwa dan hakim, permintaan imbalan oleh hakim dan penyerahan uang oleh terdakwa korupsi kepada hakim melalui terdakwa panitera pengganti. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi penegak hukum dalam hal ini Hakim maupun Panitera pengganti dalam menangani suatu perkara dapat menerapkan ketentuan hukum pidana yang sesuai, sehingga para pelaku tindak pidana korupsi mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dengan didasari penerapan hukum pidana yang tepat dari para penegak hukum, maka rasa keadilan dapat dirasakan bagi semua kalangan. Bagi kalangan masyarakat khususnya bagi oknum yang melakukan korupsi agar tetap menjalani proses hukum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menghindari timbulnya kasus lain dan melibatkan pihak lain sehingga terjerat pada masalah hukum yang lain.Perlu adanya pencegahan yang dilakukan dalam diri pribadi masing-masing agar korupsi di Indonesia tidak semakin meluas. Sebagai orang beragama semua kejahatan ini dapat dijauhkan apabila kita hidup takut akan Tuhan dan menjahui larangannya. Kata Kunci : Penyebab dan Modus, Tindak Pidana Penyuapan, Panitera Pengganti.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Koperasi berfungsi sebagai lembaga ekonomi yang mencari keuntungan untuk mensejahterakan para anggota pada khususnya, serta masyarakat sekitar pada umumnya. Peran dan manfaat koperasi di Indonesia sangatlah penting, karena koperasi membuka pintu gerbang Usaha Kecil dan Menengah (UKM), menciptakan masyarakat yang mandiri, penggerak perekonomian hingga menciptakan lapangan kerja baru. Penelitian ini di lakukan di Koperasi Simpan Pinjam Monafen, Amarasi Barat. Penelitian ini berjudul : “Tingkat Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Likuiditas dan Pertumbuhan Koperasi di Koperasi Simpan Pinjam Monafen, Amarasi Barat” persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana mengukur tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat likuiditas dan pertumbuhan koperasi di KSP Monafen Amarasi Barat ?. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat perputaran kas, tingkat perputaran piutang, tingkat likuiditas dan pertumbuhan koperasi di KSP Monafen Amarasi Barat menggunakan Laporan Keuangan. Untuk menjawab persoalan dan tujuan dari penelitian ini, maka berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perputaran Kas pada KSP Monafen menunjukan nilai yang sangatlah rendah untuk tahun 2019 sebesar 0,65% dan pada tahun 2020 sebesar 0,34%. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengembalian piutang kepada KSP Monafen sangat rendah Tingkat likuiditas koperasi simpan pinjam Monafen di tahun 2019 sebesar 2,37% dan ditahun 2020 sebesar 2,20%. Dengan demikian bahwa KSP Monafen di anggap mampu dalam melunasi hutang jangka pendek, dikarenakan rasio lancar di atas 1. Tingkat pertumbuhan menunjukan bahwa laba KSP Monafen mengalami penurunan bahkan untuk tahun 2020 mencapai -0,40. Kata Kunci : Perputaran Kas,Perputaran Piutang, Likuiditas, Pertumbuhan Koperasi
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis karakteristik curah hujan di kabupaten kupang yang telah melakukan hal yang penting untuk dilakukan . Hal ini di karenakan agar seluruh masyarakat dapat mengetahui keadaan iklim di daerah tersebut , selain itu dengan menganalisis curah hujan di kabupaten kupang maka hal tersebut dapat di jadikan sebagai satu pengetahuan untuk di teliti di kemudian hari . Banyak cara yang biasa di lakukan agar dapat mengetahui jenis dan tipe dan iklim apa yang ada di kabupaten kupang tersebut. cara yang pertama bisa juga dengan menggunakan metode Arimatika/R ata – Rata Aljabar .dan untuk curah hujan rata – rata dan dapat di tentukan dengan menunjukan curah hujan di semua tempat . untuk mengukur suatu priode tertentu dan membagi banyaknya stasium pengukur curah hujan . yang kedua adalah metode poligon Thiesssen ,yang di mana curah hujan rata – rata didapatkan dengan membuat poligon yang membuat tegak lurus pada tengah – tengah garis penghubung antara 1 stasium pengamat curah hujan. Dari hasil penelitian juga menunjukan bahwa tipe iklim pada 5 tahun yang di mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 telah di nyatakan bahwa dikabupaten kupang juga termasuk tipe iklim yang cukup rendah pada tahun tersebut .
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Analisis karakteristik curah hujan di kabupaten kupang yang telah melakukan hal yang penting untuk dilakukan . Hal ini di karenakan agar seluruh masyarakat dapat mengetahui keadaan iklim di daerah tersebut , selain itu dengan menganalisis curah hujan di kabupaten kupang maka hal tersebut dapat di jadikan sebagai satu pengetahuan untuk di teliti di kemudian hari . Banyak cara yang biasa di lakukan agar dapat mengetahui jenis dan tipe dan iklim apa yang ada di kabupaten kupang tersebut. cara yang pertama bisa juga dengan menggunakan metode Arimatika/R ata – Rata Aljabar .dan untuk curah hujan rata – rata dan dapat di tentukan dengan menunjukan curah hujan di semua tempat . untuk mengukur suatu priode tertentu dan membagi banyaknya stasium pengukur curah hujan . yang kedua adalah metode poligon Thiesssen ,yang di mana curah hujan rata – rata didapatkan dengan membuat poligon yang membuat tegak lurus pada tengah – tengah garis penghubung antara 1 stasium pengamat curah hujan. Dari hasil penelitian juga menunjukan bahwa tipe iklim pada 5 tahun yang di mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 telah di nyatakan bahwa dikabupaten kupang juga termasuk tipe iklim yang cukup rendah pada tahun tersebut .
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penulis melakukan penelitian dengan judul deskripsi tentang motif dan modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah apa motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan dan apa modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan dan untuk mengetahui modus terjadinya tindak pidana penggunaan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam makanan. Jenis penulisan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian dalam tulisan ini Penulis menemukan motif para terdakwa adalah para terdakwa menggunakan formalin agar mie tahan lama dan awet sedangkan dengan menambahkan boraks agar mie menjadi kenyal dan faktor ekonomi tetap utama dimana penjualan mie yang mengandung formalin dan boraks dalam jumlah banyak memberikan banyak keuntungan yang besar setelah mie basah di produksi dan dijual kepada pembeli. Modus pelaku yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya didasari oleh faktor-faktor yang menyebabkan perbuatan tersebut terjadi. Ada dua modus yang menjadi penyebab produsen memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan yang berasal dari dalam diri individu tersebut, sedangkan kebalikannya faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu tersebut. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan, maka penulis menarik kesimpulan yakni motif terjadinya tindak pidana penggunaan bahan tambahan pangan dalam makanan karena ingin mendapatkan mie yang lebih putih, lentur dan awet serta tahan lama serta ingin keuntungan yang besar dari hasil penjualan dan modus yang dilakukan oleh pelaku yang memproduksi mie dengan campuran formalin dan boraks adalah pelaku mencampur semua bahan yang telah disiapkan yakni terigu, air, garam, soda mie, formalin dan atau boraks kemudian dimasak/direbus dan dikeringkan/ angin-anginkan setelah itu dicetak menjadi mie yang kemudian siap untuk dijual ke pasaran. Sedangkan saran dalam tulisan ini yakni pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pembedaan bahan tambahan pangan yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam memproduksi pangan. Untuk mencegah pelaku produsen yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan berbahaya yang didorong oleh faktor pendidikan, dibutuhkan peran pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan pemberian edukasi tentang klasifikasi bahan tambahan pangan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Skripsi ini berjudul :“Deskripsi Tentang Penyebab Dan Modus Tindak Pidana Penyuapan Terhadap Panitera Pengganti”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti? 2) Bagaimanakah modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti?.Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. 2) Untuk mengetahui modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dan modus tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Berdasarkan Deskripsi dan Hasil Penelitian yang menjadi faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Adanya kesempatan yang dimiliki oleh terdakwa korupsi untuk bertemu dengan terdakwa panitera pengganti dan hubungan psikologis terdakwa selaku panitera pengganti dengan hakim.Sedangkan modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Pertemuan antara terdakwa korupsi dan terdakwa selaku panitera pengganti (antara penyuap dan disuap), pertemuan antara terdakwa dan hakim, permintaan imbalan oleh hakim dan penyerahan uang oleh terdakwa korupsi kepada hakim melalui terdakwa panitera pengganti. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi penegak hukum dalam hal ini Hakim maupun Panitera pengganti dalam menangani suatu perkara dapat menerapkan ketentuan hukum pidana yang sesuai, sehingga para pelaku tindak pidana korupsi mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dengan didasari penerapan hukum pidana yang tepat dari para penegak hukum, maka rasa keadilan dapat dirasakan bagi semua kalangan. Bagi kalangan masyarakat khususnya bagi oknum yang melakukan korupsi agar tetap menjalani proses hukum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menghindari timbulnya kasus lain dan melibatkan pihak lain sehingga terjerat pada masalah hukum yang lain.Perlu adanya pencegahan yang dilakukan dalam diri pribadi masing-masing agar korupsi di Indonesia tidak semakin meluas. Sebagai orang beragama semua kejahatan ini dapat dijauhkan apabila kita hidup takut akan Tuhan dan menjahui larangannya. Kata Kunci : Penyebab dan Modus, Tindak Pidana Penyuapan, Panitera Pengganti.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya
kepemimpinan, motivasi kerja dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja
pegawai di sekolah usaha perikanan menengah (supm) kupang. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner.
Gaya Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja dan
kepuasan dalam bekerja, Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap
karyawan adalah budaya organisasi yang baik. Suatu instansi dapat berkembang
jika dalam segala kegiatan didukung oleh motivasi dan budaya organisasi dari para
karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi kerja adalah dengan
memperhatikan kepuasan kerja karyawan. Gaya kepemimpinan merupakan salah
satu komponen penting untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan dalam bekerja
di tempat kerja. Selain itu, budaya organisasi juga perlu diperlihatkan karena
budaya organisasi yang baik dari para karyawan lebih meningkatan kinerja
terutama saat pandemi covid-19 saat ini.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya
kepemimpinan, motivasi kerja dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja pegawai serta bagaimana hubungan antara ketiga variabel tersebut pada kepuasan
kerja di sekolah usaha perikanan menengah (supm) kupang.
Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah gaya kepemimpinan, motivasi
kerja, dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja.
• Menurut Badeni (2017:149) gaya kepemimpinan merupakan keseluruhan
pola tindakan pemimpin secara eksplisit dan implisit.
• Menurut Badeni (2017:77) Motivasi adalah kemauan untuk mengelurkan
upaya yang tinngi untuk mencapai tujuan organisasi.
• Menurut Krietner dan kinicki dalam Zuki (2016:33) mengatakan Budaya
Organisai adalah suatu wujud anggapan yang dimiliki,diterima secara
implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut
rasakan,pikirkan dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka
ragam.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan
sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada SUPM
Kupang yang berjumlah 40 orang.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada
responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi Product
Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS. Dalam analisis
pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa
Gaya Kepemimpinan pada Supm Kupang berada dalam kategori baik, Motivasi
kerja karyawan dalam kategori cukup baik, dan budaya organisasi dalam ketegori
baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan
teknik analisis uji korelasi Product Moment Pearson diketahui bahwa Gaya
kepemimpinan mempunyai hubungan positif dengan Kepuasan kerja Berdasarkan
hasil perhitungan pada tabel 4.31 di dapatkan nilai korelasi sebesar 0,597 yang
artinya terdapat hubungan yang kuat antara gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja
sedangkan dari output juga dapat dilihat bawha nilai uji signifikansi 2-arah (sig 2-
tailed) bernilai 0,000 < 0,05 (H0 ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan dan variabel
kepuasan kerja.
Berdasarkan pada tabel 4.32 nilai korelasi product moment pearson sebesar
0,565 yang artinya terdapat yang kuat antara motivasi kerja dan kepuasan kerja.
korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilai
signifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti
H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat
signifikan antara variabelmotivasi kerja dengan variabel kepuasan kerja.
Berdasarkan pada tabel 4.33 nilai korelasi product moment pearson sebesar
0,595 yang artinya terdapat yang kuat antara budaya organisasi dan kepuasan kerja.
korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilai
signifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti
H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat
signifikan antara variabel budaya organisasi dengan variabel kepuasan kerja.