· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas kerja karyawan menurut J.Ravianto ( 2001:102 ) adalah sebagai suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan antara ouput ( hasil kerja ) dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja,maksudnya bahwa produktivitas seorang tenaga kerja sangat berkaitan dengan hasil kerja yang diperoleh terhadap waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya. Sangat penting bagi pihak individu (karyawan ) dan perusahaan. Bagi setiap individu,produtivitas yang tinggi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing melalui gaji yang diterima.Selanjutnya untuk perusahaan produtivitas yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Tiap perusahaan akan mengukur produktivitas berdasarkan tujuan dan sasarannya. Produktivitas Kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat dan tepat. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output) (Muchdarsyah Sinungan 2003:12).Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgar sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmilikimotivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi. Tаnpа аdаnyаmotivаsi, sеorаng kаryаwаn tidаk dаpаt mеmеnuhi tugаsnyа sеsuаi stаndаr bаhkаn mеlаmpаui stаndаr kаrеnа аpа yаng mеnjаdi motif dаn motivаsinyа dаlаm bеkеrjа tidаk tеrpеnuhi.Аdаnyа motivаsi kerja karyawan disеbаbkаn kаrеnа аdаnyа kеbutuhаn dаn kеinginаn yang аdа didаlаm diri kаryаwаn.Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.dalam hal ini manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.Demikian pula halnya Ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap karyawan akan selalu berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja sendiri didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam memnjalankan tugas – tugas yang diembannya. (Nitiseminto, 2002.Singodimedjo, mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan., mengartikan disiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, perturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit, biasanya dihubungkan dengan hukuman. Padahal sebenarnya menghukum seorang karyawan hanya merupakan sebagaian dari persoalan disiplin.Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam peneliitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan pada PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian unit dan pengawasan PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat yang berjumlah 163 orang dan sampel pada penelitian ini di prioritaskan karyawan divis/bagian unit dan pengawasan berjumlah 263 orang dan dilakukan penetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerjaterhadap produktivitaskerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpul akan bahwa Secara parsial motivasi kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat,lingkungan kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma baratdan disiplin kerja, tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat.Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 42,297, sedangkan koofisien regresi b1 = -0,087 b2= -0,029.dan b3=-0,052. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan tidak berpengaruh motivasi kerja(X1) lingkungan kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 42,297 -0,087(X1) -0,029 (X2)-0,052 + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variavel produktivitas (Y) diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung =0,914 lebih kecil dari t tabel=2,05183 dan tingkat tingkat signifikannya 365 oleh karena itu nilai sig <0,0,5maka Ha (b1=0) diterimah dan Ha (b1=/0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) tidak berpengaruh dan sig secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y)Berikuthasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Lingkungan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = -0,037 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 786. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan (X2) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y).Berikuthasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X3) ditemukan t hutung = -0,0437 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 663. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =.574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel disiplin kerja (X1) variabel lingkungan (X2) dan variabel disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah .029 atau 29%. Hal ini berarti kecil pengaruhnya motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 22,9%. Sedangkanp engaruh sebesar 77,1% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua pertayaan: 1) Apa jenis makna yang ditemukan dalam lirik lagu daerah sumba? 2) apa fungsi yang ditemukan pada lirik lagu daerah sumba? Penulisan ini berfokus pada makna dan fungsi lagu sumba penelitian ini adalah semua lirik dan kalimat dari tiga lirik lagu sumba penulisan menggunakan metode kualitatif, dimana datanya ada pada lirik ketiga lagu yang memeliki makna dalam liriknya data dianalis secara kualitatif berdasarkan analisis diketahui bahwa dua jenis makna yang yang satu ini yaitu makna lexical dan kontextual, sedangkan fungsi lagu adalah mendidik, menghibur dan menasehati sebagai nilai moral
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi penulis, adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana
Pencurian Barang Bagasi Pesawat Komersial”. Permasalahan pokok yang
dibahas dalam penelitian ini adalah : 1) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan
terjadinya tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial? 2).
Bagaimana cara pelaku melakukan pencurian barang bagasi pesawat komersial?
3).Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat
komersial terhadap pelaku dan korban? Tujuan penelitian penulis, adalah :1).
Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana
pencurian barang bagasi pesawat komersial; 2). Untuk mengetahu bagaimana cara
pelaku melakukan pencurian barang bagasi pesawat komersial; dan 3). Untuk
mengetahui akibat hukum dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat
komersial terhadap pelaku dan korban
Guna meperlancar proses penelitian ini, maka dibantu dengan metode penelitian,
dimana Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, yaitu memberikan suatu
gambaran tentang factor penyebab,cra melakukn dan akibat hukun dari tindak
pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial. Sedangkan jenis penelitian
penulis adalah penelitian hukum normatif. Alat pengupulan datanya adalah Studi
Dokumen ; yakni berupa Putusan pengadilan, dengan teknik analisis datanya adalah
eskriptif kualitataif. Adapun yang hasil penelitian penulis, sebagai berikut: 1)
Faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pencurian barang bagasi
pesawat komersial, yaitu a). Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari; dan. b.
Kurangnya pengawasan. 2) Cara pelaku melakukan pencurian barang bagasi
pesawat komersial, yaitu dengan cara merusak/membobol barang berupa tas milik
korban dan mengambil barang tersebut. Juga ada yang dengan cara Membuka
jahitan karung dengan Bulpen Kemudian Terdakwa mengeluatkan gardus-gardus
yang berisi HP. Setalah itu mereka menyimpannya di dalam rompi porter,
selanjutnya disembunyikan didalam loker di tempat istirahat porter. Kemudian
ketika pulang mereka membawa barang tersebut dengan cara salah satu terdawka
mengajak bicara petugas keamanan sehingga barang tersebut dapat dibawa pulang.
3). Akibat hukum dari tindak pidana pencurian barang bagasi pesawat komersial
terhadap pelaku dan korban. Dimana terhadap terdakwa/pelaku berupa :a).
Terhadap pelaku, yaitu : terdakwa ditahan, Terdakwa dipidana penjara.; dan
Terdakwa dibebanMembayar biaya perkara; b). Terhadap Korban, yaitu barang
yang di curi oleh pelaku/terdakwa dikembalikan kepada pemiliknya/korban.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI: Judul Skripsi penulis adalah: DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM PENGADILAN NIAGA DALAM SENGKETA MEREK GUDANG GARAM. Rumusan masalah penelitian penulis adalah: 1) Mengapa Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugtan penggugat? 2) Mengapa Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: 1) Untuk mengetahui alasan Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugatan penggugat, 2) Untuk mengetahui alasan Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah : Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat Deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah, dalam hal ini tentang alasan Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugtan penggugat, serta alasan Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu 1) Alasan Hakim Pengadilan Niaga dan Hakim Peninjauan kembali mengabulkan gugtan penggugat, yaitu karena: a) Gugatan penggugat sempurna, b) Penggugat mampu membuktikan sebagai pemilik Merek Gudang Garam, c) Adanya Novum atau bukti baru sebagai pemilik merek gudang garam. 2) Alasan Hakim Kasasi menolak gugatan penggugat dalam sengketa Merek Gudang Garam Yaitu karena: a) Judex Factie salah menerapkan hukum, b) Pengugat tidak dapat membuktikan sebagai pemilik merek gudang garam.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah pokoknya diteliti penulis ialah bagaimanakah motif pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan, bagaimanakah modus pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan dan bagaimanakah akibat hukum terjadinya tindak pidana memanen hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan, untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana memanen hasil perkebunan dan untuk mengetahui akibat hukum akibat hukum terjadinya tindak pidana memanen hasil perkebunan terhadap pelaku dan barang bukti. sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian normatif dan teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka.
Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Motif pelaku adalah untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan hidup
2. Modus pelaku :
a. Terdakwa membawa pisau egrek adalah untuk mengegrek buah kelapa sawit
b. Terdakwa menggunakan pisau dodos yang bergagang kayu dan sebatang gancu adalah untuk memotng kelapa sawit
c. Terdakwa menggunakan kerajang along-along untuk menyimpan buah kelapa sawit
3. Akibat hukum terhadap terdakwa dan barang bukti dalam tindak pidana memanen hasil perkebunan kelapa sawit secara ilegal :
a. Terdakwa ditahan
b. Terdakwa dipidana penjara dan dibebankan membayar biaya perkara
c. Barang bukti disita atau dijadikan barang bukti diperkara lainnya
Berdasrkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka saran yag dapat di kemukakan penulis yaitu : Diharapkan kepada pemerintah untuk lebih banyak membuka lapangan pekerjaan berupa proyek swadaya, dan diharapkan kepada hakim supaya bisa menciptakan kepastian hukum
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Negara berkembang seperti negara Indonesia, pembangunan sangatlah diperlukan pemerintah guna membuat negara ini menjadi lebih baik serta tumbuh menjadi negara maju. PTKP itu sendiri adalah penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Kebijakan kenaikan PTKP pada tahun 2013 ini diambil oleh pemerintah karena kebijakan stimulus fiskal untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global.
Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh kenaikan PTKP terhadap daya beli masyarakat di Kota Kupang khususnya di Universitas Kristen Artha wacana. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian adalah Kuesioner.
Hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji yang dilakukan yaitu Ho diterima dan Hₐ ditolak artinya kenaikan penghasilan tidak kena pajak (ptkp) tidak berpengaruh terhadap peningkatan daya beli masyarakat.
Saran dari penelitian agar pemerintah lebih cermat lagi apabila ingin menaikan jumlah PTKP guna meningkatkan daya beli. Pemerintah dapat meningkatkan daya beli masyarakat dengan menaikan PTKP tetapi juga mengontrol harga kebutuhan pokok.
Kata kunci : Pajak penghasilan, penghasilan tidak kena pajak, dan daya beli masyarakat
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : Apa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan hakim Mahkamah Agung pada tingkat kasasi dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku pemalsuan akta otentik dan apa dasar pertimbangan hakim pengadilan tinggi dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku pemalsuan akta otentik?Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dan hakim Kasasi dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku pemalsuan akta otentik dan pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi dalam menjatuhkan putusan lepas terhadap pelaku pemalsuan akta otentik.Jenis penelitian yang di gunakan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka.
Berdasarkan analisis pada bab sebelumnya maka adapun kesimpulan penulis adalah: Dasar pertimbangan hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan akta otentik karena Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “secara bersama-sama ”menyuruh memasukan keterangan palsu kedalam akta otentik sedangkan pertimbangan hakim Kasasi dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan akta otentik yaitu Putusan judex facti/pengadilan tinggi dibuat tidak berdasarkan fakta hukum yang relevan secara yuridis dengan tepat dan benar, serta salah dalam menerapkan hukum dan dasar pertimbangan hakim Pengadilan Tinggi dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan akta otentik yaitu: Perbuatan terdakwa telah terbukti akan tetapi bukan merupakan tindak pidana melainkan perbuatan perdata.Saran untuk Hakim yaitu dalam membuat putusan Hakim harus memperhatikan fakta di persidangan dan penerapan hukum dalam menentukan terbukti atau tidaknya seorang terdakwa.Hakim harus menilai bukti-bukti yang di ajukan untuk di jadikan dasar pertimbangan dalam menjatuhkan putusan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prestasi kerja karyawan merupakan melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya. Dalam melakukan kegiatannya, prestasi kerja karyawan dapat mengembangkan keinginannya melalui promosi maka prestasi kerja mendukung pengembangan karir karyawan di PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, perlu adanya pengalaman kerja, pendidikan dan prestasi kerja. Hal ini akan mengetahui seberapa bulan atau tahun pekerjaan yang dilakukan karyawan diluar sana.
Karyawan sebagai sumber daya manusia utama dalam perusahaan selalu dituntut untuk memberikan kinerja yang optimal. Keberadaan karyawan sangat penting karena merupakan salah satu faktor penentu dalam produktivitas perusahaan, dalam menjalankan kegiatan usahanya perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang penting, terutama dalam suatu usaha industri, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Keberadaan keduanya sangat penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena keduanya saling mendukung dan mengsukseskan tujuan perusahaan.
Seleksi penerimaan karyawan merupakan pemilihan tenaga kerja yang sudah tersedia. Pada dasarnya tujuan dari seleksi adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan sesuai dengan pendidikannya.
Menurut (Ibid 2017) mengatakan seleksi adalah mendapatkan tenaga kerja yang paling memangku suatu jabatan tertentu. kegiatan seleksi penerimaan karyawan ini merupakan angkah awal penentu kualitas karyawan yang akan dipekerjakan sesuai dengan pendidikannya.
Menurut Gomes (2011) kesesuaian penempatan kerja merupakan suatu cara yang bukan hanya mrngoptimalkan kemampuan dan keterampilan menuju prestasi yang tinggi bagi karyawan itu sendiri, akan tetapi kesesuaian harus menempatkan diri sesuai dengan karakter pendidikan sehingga seseorang mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh perusahaan.
Menurut Hasibuan (2018) prestasi kerja karyawan adalah melaksanakan pekerjaan dengan baik secara kualitas maupun secara kuantitas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap karyawan yang berprestasi dalam bidang suatu pencapaian keberhasilan. Prestasi kerja harus memberikan motivasi-motivasi kepada perusahaan sehingga perusahaan dapat meningkat efektif dan efesien.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut, maka objek yang peneliti teliti adalah pada PT. PLN (Pesreo) Unit Induk Wilayah NTT dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap Prestasi kerja karyawan.
Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT .
Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 14.486. Hasil Uji T menunjukkan bahwa thitung sebesar 4.524 ˃ttabel sebesar 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu seleksi penerimaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Nilai thitung sebesar 372 ˃ttabel 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu Keseusaian penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT.
Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung ˃ Ftabel yaitu 279.065˃2,83 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan sleksi penerimaan karyawan, kesesusian penempatan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT
Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah 0,965 atau 96,5%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi seleksi penerimaan kryawan , kesesuaian penempatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan adalah 93,2% sedangkan sebesar 1,2% dipengaruh oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul: AkibatHukum Dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XX/2022 Terhadap Jumlah Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Permasalahannya adalah: Bagaimanakah akibat hukum putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XX/2022 Terhadap Jumlah Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia?sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/Puu-XX/2022 Terhadap Jumlah Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan kegunaan secara teoretis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu akibat hukum dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XX/2022 terhadap jumlah anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan variabel terikat yaitu putusan Mahkamah Konstitusi. Sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitiam ditemukan akibat hukum dari putusan Mahkamah Konsitusi Nomor: 30/PPU-XX/2022 terhadap Jumlah Anggota Komisi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yaitu : 1. Kata berjumlah 35 (tiga puluh lima) yang diatur secara imperatif diubah Mahkamah Konstitusi menjadi fakultatif. 2. Jumlah anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia berjumlah 35 (tiga puluh lima) orang. 3. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia harus melakukan penyesuaian terhadap Pasal 83 ayat (1) melalui perubahan Undang Undang. Dari berbagai permasalahan yang muncul, maka saran yang dapat dikemukakan adalah: 1. Mahkamah Konstitusi perlu diberi kewenangan untuk mengingatkan Pemerintah dan DPR mengenai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi. 2. Bagi DPR dan Pemerintah berkewajiban memberikan klarifikasi terhadap perkembangan tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi sebagai hubungan kerja antara DPR dan Pemerintah disampaikan kepada Presiden belum disahkan menjadi undang-undang
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diangkat sebagai judul penelitian ini adalah Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Eksploitasi Ekonomi dan Seksual Terhadap Anak, karena masih adanya fakta tentang tindak pidnana eksploitasi ekonomi dan seksul terhadap anak. Di mana anak menjadi korban dari tindak pidana tersebut. Bahkan terhadap kasus-kasus atau tindak pidana eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak ini, ada kasus yang telah diproses dan pelakunya menjalani pemidanaan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah, Pertama Bagaimana bentuk Pelaku melakukan Eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap Anak? Dan Kedua, Bagaimana Akibat Hukum dari eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak bagi pelaku dan Anak Korban? Berdasarkan permasalahan ini, tujuan penelitian yang hendak penulis capai adalah pertama: Untuk mengetahui bentuk Pelaku melakukan Eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap Anakkorban? Dan kedua: Untuk mengetahui Akibat Hukum dari eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak bagi pelaku dan Anak Korban? Guna memperoleh jawaban terhadap kedua pertanyaan penelitian atau penuntun dalam menganalisis permasalahan penelitian tersebut, maka penulis menggunakan alat bantu metode sebagai berikut; Sifat dan jenis dari Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan berjenis Normatif. Sedangkan variable penelitiannya adalah dengn menempatkan variabel bebasnya berupa bentuk tindak pidana Eksploitasi Ekonomi dan Seksual Terhadap Anak serta akibat hukumnya terhadap terdakwa/pelaku dan anak korban. Sedangkan variable terikatnya adalah Putusan pengadilan terhadap kasus/tindak pidana eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen (putusan hakim) dan Analsis datanya adalah deskriptif kialitatif. Setelah menggunaan atau menempatkan metode untuk kepentingan analisis, maka penulis melakukan penelusuran terhadaap 5 (lima) putusan pengadilan terkait tindak pidana eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak. Kelima putusan yang telah berkekuatan hokum tetap tersebut adalah: 1) Putusan Nomor: 902/PID.SUS/2017/PN. SMR; 2) Putusan Nomor:27/Pid.Sus/2019/PN Pwt; 3) Putusan Nomor: 1033/PID.SUS/2020/PN JKT.UTR; 4) Putusan Nomor: 93/PID.SUS/2020/PN SPT; dan 5) Putusan Nomor: 327/PID.SUS/2020/PN BGL. Hasil analisis memberlihatkan bahwa: Pertama: Bentuk- Bentuk Pelaku Melakukan Eksploitasi Ekonomi Dan Seksual Terhadap Anak adalah a. Menempatkan anak (sebagai objek); b Memaksa Anak Untuk Melakukan Hubungan Intim Dengan Orang Dewasa; c.Menerima bayaran dari pelanggan yang berhubungan intim dengan korban (Terdakwa menerima bayaran dari pelanggan atas persetubuhan anak korban);Walauppun dalam kasus-kasus tersebut anak korban juga diberi imbalan, akan tetapi dari bentuk eksploitasi ekonomi dan seksual yang dilakukan tersebut, sebagaiman yang ada dalam putusan, menunjukkan bahwa terdakwa memanfaatkan anak korban untuk kepentingan eksploitasi ekonomi dan seksual. Kedua: Akibat Hukum Dari Eksploitasi Ekonomi Dan Seksual Terhadap Anak Bagi Pelaku:1). Terdakwa menjalani pemidanaan;2). Terdakwa membayar denda; 3). Memerintahkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan demi kepentingan pemeriksaan; Sedangkan akibat hukumnya terhadap korban adalah: 1). Korban mengalami stress; 2). Korban tidak melanjutkan sekolah lagi, setelah kejadian tersebut.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Permasalahan yang dijumpai berkaitan dengan keputusan pembelian konsumen pada smartphone Samsung adalah munculnya pesaing-pesaing baru yang menggerus pangsa pasar yang akhirnya mempengaruhi penjualan smartphone dalam kurun waktu 2012 – 2013. (Latief 2019) mengatakan bahwa Smartphone sesuai arti katanya (telepon pintar) mempunyai fungsi dan kemampuan seperti komputer yang didukung sistem operasi yang canggih seperti Android, Ios,Windows Mobile, Linux, Blackberry OS, Symbian dan lain-lain. Sistem inilah yang mengatur dan mengitegrasikan software dan hardware layaknya sebuah komputer.Inovasi Produk dan Strategi Harga merupakan faktor yang dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap keputusan konsumen. Penelitian bertujuan untukmengetahui pengaruh inovasi produk, strategi harga, terhadap keputusan pembelian Smartphone Samsung. Definisi mengenai pengertian inovasi produk menurut Myers dan Marquis dalam Kotler (2014:36) menyatakan bahwa inovasi produk adalah gabungan dari berbagai macam proses yang saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain. Jadi inovasi bukanlah konsep dari suatu ide baru, penemuan baru atau juga bukan merupakan suatu perkembangan dari suatu pasar yang baru saja, tetapi inovasi merupakan gambaran dari semua proses-proses tersebut.Menurut Henry simamora (2002) strategi harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atau dikeluarkan atas sebuah produk dan jasa. Strategi harga ( pringcing strategy) adalah kebijakan perusahaan dalam menetapkan harga jual produk mereka. Berapa perusahaan mungkin menetapkan harga dengan lebih mempertimbangkan pasar ( market- based pricing), sementara yang lain lebih mempertimbangakan biaya produksi (cost – based pricing).Populasi dalam penelitian ini merupakan 45 orang data keputusan pembelian masyarakat selama tahun 2020. Sampel sebanyak 45 masyarakat Desa angkaes . Data dihimpun melalui kuesioner. keputusan pembelian menjadi suatu hal yang penting untuk diperhatikan karena hal ini tentu akan menjadi suatu pertimbangan bagaimana suatu strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan kedepannya.konsumen dengan strategi pemasaran, serta melakukan inovasi untuk varian-varian baru pada suatu produk.menurut Follet dalam Hasan (2012;9), merupakan hasil dari pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan. Keputusan harus mampu memberikan jawaban pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan perencanaan
Data yang sudah terhimpun kemudian dianalisa dengan teknik analisis regresi berganda dan koefisien korelasi, dengan rumus yang digunakan yaitu:
Hipotesis Statistik:HO: B1= 0 tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara strategi harga pada masyarakat di Desa Angkaes Kabupaten Malaka
HA: B1≠0 ada pengaruh yang signifikan antara keputusan pembelian pada masyarakat di Desa Angkaes Kabupaten Malaka H0: B2 = 0 tidak ada pengaruhn signifikan antara strategi harga terhadap keputuan pembelian pada masyarakat di Desa Angkaes Kabupaten Malaka.HA: B2≠0 ada pengaruh yang signifikan antara strategi harga terhadap keputusan pembelian pada masyarakat di Desa Angkaes Kabupaten Malaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh inovasi produk dan strategi harga secara simultan terhadap keputusan pembelian Smartphone Samsung. Berdasarkan hasil uji parsial bahwa Strategi harga dan inovasi produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Smartphone Samsung. Implikasi, optimalisasi strategi harga (melalui dimensi keterjangkauan harga dan cara pembayaran) dan inovasi produk (terutama dimensi penambahan lini produk baru dan perbaikan produk yang telah ada) dapat meningkatkan keputusan pembelian Smartphone Samsung.
Kata kunci: Inovasi produk; Strategi harga; Keputusan pembelian
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abon ikan merupakan produk olahan hasil perikanan yang dibuat dari daging ikan, melalui kombinasi proses pengolahan yaitu proses pengukusan, penggilingan dan penggorengan dengan penambahan bumbu-bumbu. Abon ikan termasuk produk olahan kering, dalam pembuatannya menggunakan bahan antara lain minyak, santan dan bumbu sehingga sensitif terhadap udara, rentan terhadap ketengikan selama penyimpanan.Selama penyimpanan, abon ikan tetap akan mengalami penurunan mutu akibat adanya perubahan kimia dan fisika yang terjadi pada abon selama penyimpanan. Agar produk seperti abon ikan cakalangbisa tahan lama untuk disimpan maka perlu adanya pengemasan, pengamasan yang baik dapat mempertahankan mutu abon ikan pada suhu ruangan. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis melakukan penelitian dengan judul analisis kualitas abon ikan yang disimpan dengan menggunakan kemasan berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas abon ikan cakalang yang disimpan menggunakan kemasan berbeda berdasarkan penilaian organoleptik (warna/kenampakan, aroma/bau, rasa dan tekstur) dan kadar air, kadar lemak, dan total mikroba.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk abon ikan, uji organoleptik dan angka lempeng total. Kemudian uji kadar air dan kadar lemak di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Kupang.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar lemak, dan angka lempeng total. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAl) dengan dua faktor dan dua kali pengulangan. Faktor perlakuan terdiri dari waktu penyimpanan (0, 7, 14, 21, dan 28 hari) dengan dua kemasan yang berbeda (standing pouch berbahan polietilen dan standing pouch berbahan aluminium) Parameter yang diamati yaitu karakteristik kimia dan sensori. kemasan terbaik terdapat pada kemasan standing pouch berbahan polietilen dengan lama penyimpanan 0 hari pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik sensori terbaik dengan kenampakan 8,23, bau 8,40, tekstur 8,60, rasa 8,30, kadar air 18,09 %, kadar lemak 20,88 %, dan total mikroba 1,650 koloni/gram
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah: PEMBATALAN PUTUSAN JUDEX FACTI
DAN JUDEX JURIS OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM
TINDAK PIDANA PENYEROBOTAN TANAH. Rumusan masalah penelitian
penulis adalah: 1.) Mengapa Judex Facti dan Judex Juris Menjatuhkan Pemidaan
dalam tindak pidana penyerobotan tanah? dan 2.) Mengapa Hakim Peninjauan
Kembali menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum dalam tindak
pidana penyerobotan tanah?. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: 1.) Untuk
mengetahui alasan Judex Facti dan Judex Juris Menjatuhkan Pemidaan dalam
tindak pidana penyerobotan tanah. 2.) Untuk mengetahui alasan Hakim
Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum dalam
tindak pidana penyerobotan tanah. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan
adalah: Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif
yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil
dalam bentuk karya ilmiah. Tentang alasan Judex Facti dan Judex Juris
Menjatuhkan Pemidaan dalam tindak pidana penyerobotan tanah dan alasan
Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan
hukum. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri
dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau
norma serta peraturan dasar.
Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis teliti maka yang menjadi
kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu: 1.) Perbuatan terdakwa
merupakan perbuatan pidana. 2.) Perbuatan para terdakwa memenuhi unsur
dakwaan jaksa penuntut umum, Pasal 385 ke-4 Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.
3.) Terdakwa mengajukan bukti baru atau novum 4.) Para Terdakwa terbukti akan
tetapi perbuatan itu bukan merupakan suatu tindak pidana melainkan perbuatan
perdata
Kata Kunci : Putusan Hakim, Perkara Pidana Penyerobotan Tanah.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul skripsi penulis adalah: Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penggelapan Sepeda Motor. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah: 1) Bagaimanakah motif, terjadinya tindak pidana pengelapan sepeda motor ?. 2) Bagaimanakah modus terjadinya tindak pidana penggelapan sepeda motor?. 3) Bagaimanakah akibat hukum terjadinya tindak pidana penggelapan sepeda motor ?. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah:1) Untuk mengetahui motif hukum terjadinya tindak pidana pengelapan sepeda motor, 2) Untuk mengetahui Modus terjadinya tindak pidana pengelapan sepeda motor 3) Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana pengelapan sepeda motor. Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah: Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah dalam penelitian yang penulis deskripsikan adalah motif, modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana penggelapan sepeda motor. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar.
Berdasarkan Hasil Penelitian terhadap 5 (lima) putusan yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu :
1. Motif terjadinya tindak pidana penggelapan sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
2. Modus terjadinya tindak pidana penggelapan sepeda motor
a. Meminjam untuk keperluan pribadi
b. Menjanjikan sebagai jaminan proyek
3. Akibat hukum terjadinya tindak pidana penggelapan sepeda motor
a. Masing-masing terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara
b. Barang bukti di sita dan di kembalikan
Kata Kunci: Putusan Hakim, Tindak Pidana Penggelapan Sepeda Motor
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum
Tindak Pidana Percabulan Terhadap Anak.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah motif
pelaku tindak pidana percabulan terhadap anak? (2) Bagaimana modus tindak
pidana percabulan terhadap anak? (3) Bagaimana akibat hukum tindak pidana
percabulan terhadap anak, bagi pelaku dan korban?
Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis
“Normatif”.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain
sebagai berikut:
1. Motif pelaku tindak pidana percabulan terhadap anak adalah: (a) Ingin
menikahi saksi korban. (b) Sudah 3 (Tiga) minggu tidak berhubungan intim
dengan isteri. (c) Ingin menyalurkan birahi sexnya. (d) Sering menontot film
porno, dan ingin melakukan seperti yang ditontonnya
2. Modus tindak pidana percabulan terhadap anak adalah: (a) Terdakwa
mengajak saksi korban menginap dirumah saudara. (b) Terdakwa mengancam
saksi korban dengan pisau. (c) Terdakwa membawa misi kemanusia yaitu
membantu keluarga miskin/ kurang mampu atas pembiayaan/ pendanaan dari
luar negeri/ LSM. (d) Terdakwa mengajak saksi tri asih susilowati untuk
bermain remi dan sering memukul korban. (e) Terdakwa menjemput korban
dari sekolah dan membawa korban menuju pertokoan.
3. Akibat hukum tindak pidana percabulan bagi pelaku dan korban. Akibat
hukum bagi pelaku yaitu dikenai (a) Pidana penjara. (b) Pidana denda. (c)
Dibebankan membayar biaya perkara. Sadangkan akibat hukum terhadap
korban yaitu: (a) Mengalami gangguan mental, fisik dan psikys dan
mempengaruhi perkembangan serta masa depan anak. (b) Merasa sakit pada
alat kelaminnya. (c) Merasa trauma.
Adapun saran dari penulis terkait dengan pembayaran restitusi korban
tindak pidana perdagangan orang antara lain:
1. Kepolisian harus lebih cepat memberikan bantuan terhadap kasus ini dan
melakukan kerjasamanya dalam menanggulangi kejahatan pencabulan
terhadap anak ini agar tidak semakin meningkat kejahatan pencabulan kepada
anak.
2. Perlu adanya peningkatan kerja sama antara penegak hukum dan masyarakat
dalam menanggulangi kejahatan percabulan terhadap anak tersebut.
3. Majelis hakim diharapkan agar lebih cermat dalam menegakkan hukum dan
memberikan sanksi pidana kepada pelaku tindak pidana percabulan terhadap
anak sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
4. Bagi orang tua agar lebih cermat dalam mengawasi anak dalam kelakuannya
terutama dalam bergaul dan memilih teman, serta mendidik akan perbuatan
yang boleh dan tidak dilakukan oleh anak-anak.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PASING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI DENGAN METODE BERPASANGAN DI SMP NEGERI 1 KOTA KUPANG
Himel Agrianus Ngara1*, Andereas J.F Lumba2, Pnatmo Welhelmina Masi3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dapat berjalan sukses dan lancar sangat ditentukan oleh beberapa unsur antara lain: guru, siswa, kurikulum, sarana dan prasarana, tujuan, metode, lingkungan yang mendukung, dan penilaian. dalam proses pemebelajaran guru harus mampu memahami karakter siswa .seorang guru dapat mengunakan bermacam - macam metode dalam proses pembelajaran yang di hadapinya
Tujuan penelitian: Untuk Meningkatkan Pembelajaran Pasing Bawah Permainan Bola Voli Dengan Metode Berpasangan di SMP Negeri 1 Kota Kupang
Metode penelitian: penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ada empat tahapan penting dalam penelitian tindakan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Keempat tahapan dalam penelitian tindakan tersebut adalah membentuk siklus, jadi satu siklus adalah dimulai dari tahapan perencanaan sampai refleksi.
Hasil dan pembahasan: Kegiatan pembelajaran penjasorkes dilaksanakan sesuai dengan tahapan pembelajaran yaitu kegiatan pendahuluan atau pemanasan, kegiatan inti dan penutup dengan pendinginan. Kegiatan pembelajaran di lakukan di luar ruangan dengan menggunakan pembelajaran pasing bawah permainan bola voli dengan metode berpasangan
Simpulan: Penggunaan metode pembelajaran pasing bawah dengan metode berpasangan di SMP Negeri 1 Kota Kupang sudah berjalan dengan baik . Dengan berpartisipasinya siswa dalam pembelajaran bola voli sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
Kata kunci: pembelajaran pasing bawah dengan metode berpasangan
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul: Analisis Yuridis Penyertaan Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana”. Permasalahannya adalah sebagai berikut, Bagaimakah bentuk penyertaan dalam tindak pidana pembunuhan berencana? Dan Bagaimanakah penjatuhaan sanksi pidana kepada para pelaku penyertaan dalam pembunuhan berencana? Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui bentuk penyertaan dalam tindak pidana pembunuhan berencana dan untuk mengetahui Penjatuhan sanksi pidana terhadap para pelaku penyertaan dalam pembunuhan berencana. Manfaat dari penelitian ini secara teoretis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: penyertaan dalam tindak pidana pembunuhan berencana dan variabel terikat yaitu: putusan pengadilan tentang pembunuhan berencana dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Berdasarkan pada hasil penelitian dan analisis putusan diketahui bahwa:
1. Bentuk penyertaan dalam tindak pidana pembunuhan berencana terdiri dari:
a. Orang yang melakukan (pleger).
b. Orang yang menyuruh melakukan (Doenpleger).
c. Orang yang turut serta melakukan (medepleger)
d. Terdakwa menganjurkan atau menggerakan melakukan (uitlokker)
2. Penjatuhan saksi pidana terhadap para pelaku penyertaan dalam tindak pidana pembunuhan berencana yaitu:
a. Terdakwa dijatuhkan pidana penjara
b. Terdakwa dibebankan membayar biaya perkara oleh hakim.
Mendasasi pada kesimpulan diatas dapat disarankan beberapa hal yaitu:
1. Penyertaan dalam tindak pidana pembunuhan berencana perlu dilakukan dan ditingkatkan guna mencari kebenaran materill yang sebenarnya bagi pelaku pembunuhan berencana.
2. Bagi pelaku yang turut serta melakukan perlu menghindari agar tindak dikenakan sanksi pemidanaan dengan melakukan perbuatan yang sama dan dijadikan sebagai pembelajaran setelah menjalani sanksi pemidanaan.
3. Bagi hakim yang menjatuhkan pemidanaan perlu memperhatikan aspek hak asasi manusia baik dari sisi korban maupun terdakwa dalam menjatuhkan pemidanaan dengan memperhatikan aspek kemanfaatan bagi terdakwa.
Kata Kunci: Tindak Pidana Pembunuhan Berencana, Penyertaan dan Putusan Hakim
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS OF CHARACTER EDUCATION VALUES IN ENGLISH TEXTBOOK ENTITLED BRIGHT AN ENGLISH SCHOOL PUBLISHED BY ERLANGGA.
ABSTRACT
Student, Name1 Supervisor1, Name.2 Supervisor2,Name.3
( Loilatu Merisa) ( June A. Jacob, S.Pd.,MA) (Eltina A. Maromon. S.Pd., M.Pd)
Corresponding author’s email:[email protected]
The title of this writing was. AN ANALYSIS OF CHARACTER EDUCATION VALUES IN ENGLISH BOOK ENTITLED BRIGHT AN ENGLISH SCHOOL PUBLISHED BY ERLANGGA. The research problem of this study are, what are the character education values found in English textbook entitled bright an English school published by erlangga? And how to analyze the character education values in the book when English rings a bell. The purpose of this study was to. To find out the character of education values in English textbook entitled bright an English school published by erlangga. The purpose of this study is to describe how the process of the importance in Indonesia is in this case how we can respect each other. Education is the basic foundation of one’s character both in the school environment and in the community and surrounding areas This is a qualitative research, this research includes, the analysis of the values of character education in the book when English rings A bell is found in a book that describe the values of a person’s character. And then researcher uses observation documentation. This analysis, the researcher uses the opinion of Licona. By analyzing the values of character education in the book When English rings A bell. Then the most found is (8) religion, honesty, tolerance, discipline, hard work, creativity, independence, democratic.
Key words: Character education Values
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Tindak Pidana Pemasangan Tv Kabel Tanpa Izin.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin? (2) Bagaimanakah modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin? (3) Bagaimanakah akibat hukum bagi korban dan pelaku tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin?
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. (2) Untuk mengetahui modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. (3) Untuk mengetahui akibat hukum bagi korban dan pelaku tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Motif tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin yang dilakukan oleh terdakwa adalah:
a. Mencari keuntungan.
b. Memenuhi kebutuhan.
2. Modus tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin yang dilakukan oleh terdakwa adalah:
a. Pelaku menawarkan pemasangan TV Kabel kepihak lain.
b. Adanya kesepakatan pemasangan TV Kabel.
c. Pelaku menyalurkan siaran.
d. Pelaku menerima pembayaran.
3. Akibat hukum yang diperoleh terdakwa dalam tindak pidana pemasangan TV kabel tanpa izin adalah:
a. Terdakwa dikenai pidana percobaan;
b. Terdakwa dikenai pidana denda;
c. Terdakwa membayar biaya perkara.
Adapun saran dari penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini antara lain:
1. Diharapkan penegak hukum dapat mencermati faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang yang melakukan tindak pidana pemasangan TV Kabel tanpa izin.
2. Diharapkan penegak hukum dapat memberantas tindak pidana pemasangan TV Kabel tanpa izin dengan cepat dan tepat.
3. Diharapkan penjatuhan hukuman lebih tegas sehingga masyarakat atau pun pelaku usaha pemasangan TV Kabel dapat melakukan izin terlebih dahulu sebelum dilakukan usaha pemasangan TV Kabel.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Peranan Pemuda Karang Taruna Untuk Memotivasi Remaja Dalam Menjaga Kebugaran Jasmani Di Desa Manulai 1
Deni Samuel Matnai1*,Ramona M. Mae 2, Yahya J.Palinata 3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Berdasarkan identifikasi masalah diatas, ditemukan bawah masalah yang sedang terjadi adalah kurangnya partisapasi pemuda dalam organisasi karang taruna. Terdapat banyak remaja dari kalangan sekolah maupan yang telah lulus, tidak memiliki kegiatan yang dapat mengasah kemampaun, sebagai pengisih kegiatan Kebanyakan berkumpul tanpa ada kegiatan yang bermanfaat dan ketidak perdulian pemuda terhadap keberadaan lembaga karang taruna.
Tujuan penelitian:Adapun tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui Peranan PKT untuk Memotivasi Remaja Dalam Menjaga Kebugaran Jasmani Di DesaManulai1.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengaan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah kepala desa manulai 1, ketua karang taruna, pemuda, dan remaja di desa manualai 1.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukkan Pembentukan karang taruna diinisiatif guna menumbuhkan remaja yang berkualitas baik di bidang keolahragaan,, kerohanian, social. Proses pembentukan karang taruna di desa manulai 1, mendapatkan dukungan berbagai pihak dan elemen masyarakat. Kegiatan yang dilakukan pemuda karang taruna untuk memotivasi remaja di desa manulai 1, seperti mengadakan pelatihan sepak bola setiaphari yang sasarannya adalah anak remaja. Hambatan, yang di hadapi pemuda karng taruna adalah rendahnya motivasi, dukungan pemerintah desa yang tidak nampak. Karang taruna di desa manulai 1, mampu menjadi wadah perubahan bagi generasi muda, yang dapat membangkitkan semangat sertamotivasi remaja,
Simpulan:Keberadan karang taruna di desa Manulai I, dibentuk guna menumbuhkan remaja yang berkualitas di bidang keolahragaan, kerohanian serta social.