Profil penulis
S
4.594 karya publik ditemukan.
Etika Terapan
Ini disusun sebagai buku penuntun mata kuliah Etika Terapan (applied ethics) bagi mahasiswa program pasca sarjana Sekolah Tinggi Teologi Ekumene. Diktat ini tidak secara spesifik menyoroti kasus per kasus yang terjadi dalam masyarakat secara detil, tetapi memberikan landasan berpikir dalam pengambilan keputusan etis. Diktat ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai "pengantar Etika Terapan." Diharapkan dengan belajar pengantar Etika Terapan ini, mahasiswa memiliki ketajaman berpikir dengan landasan yang benar untuk memecahkan berbagai masalah etika dalam pelayanan. Berbeda dengan buku-buku pengantar Etika Terapan yang sudah ada, diktat ini lebih mengedepankan kebenaran Alkitab dalam setiap argumentasinya. Sebab, Alkitab adalah satu-satunya yang diakui sebagai landasan tunggal kebenaran yang kita percaya sebagai Firman Tuhan yang diilhamkan. Tentu saja maksud diktat ini dipelajari bukan sekadar agar mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan mengenai Etika Terapan dan memenuhi tugas perkuliahan, melainkan sangat diharapkan mahasiswa dapat mengalami pembaharuan cara berpikir (mindset) yang juga akan dapat mengubah gaya hidupnya, sehingga bisa menempatkan diri sebagai hamba Tuhan yang benar. Selanjutnya, dari pengetahuan yang diperoleh oleh mahasiswa tersebut, mereka dapat mentransfer pengertian kebenaran kepada jemaat Tuhan yang dilayani atau kepada setiap orang, dimana kebenaran harus diberitakan (2Tim. 4:2). Selain itu, diharapkan mahasiswa dapat mengimpartasi spirit (gairah) yang baik kepada jemaat Tuhan yang dilayani agar maksud keselamatan yang diperjuangkan oleh Tuhan Yesus dapat terealisir dalam kehidupan mereka. Diktat ini memuat penjelasan-penjelasan mengenai landasan iman yang terkesan bersifat doktrinal, tetapi hal ini tidak bisa dihindarkan. Sebab, untuk membangun pandangan etis yang akurat berdasarkan jiwa Injil, kita harus cukup memahami premis normative (bertalian dengan dasar-dasar pengertian etika dan tema-tema umum mengenai etika) yang dapat diperoleh melalui pokok-pokok pikiran yang bersifat doktrinal. Jadi, sebelum masuk ke premis factual (bertalian dengan kasus-kasus khusus yang terjadi dalam kehidupan konkret manusia sehari-hari), harus memiliki pengetahuan premis normatifnya. Dengan hal ini, barulah seseorang bisa menyelenggarakan Etika Terapan dengan benar. Dengan harapan dan doa yang tulus, saya sebagai pengajar sangat berharap mata kuliah yang saya ampu ini memberikan kontribusi yang berarti bagi Kerajaan Allah melalui mahasiswa-mahasiswa yang dengan rendah hati belajar suara kebenaran dalam mata kuliah Etika Terapan. Diktat ini pun akhirnya akan menjadi berkat bagi jemaat Tuhan dimana para mahasiswa melayani pekerjaan Tuhan. Segala kemuliaan bagi Tuhan. Solagratia.
Etika kristen
Beberapa masalah etika sosial-ekonomis
Ras, bangsa, geredja, negara
Penyelamatan kawasan Danau Toba
Teori-teori Etika dan Sumbangannya bagi Indonesia
Buku ini memberikan sebuah pengayaan teoretik terkait bidang etika. Gagasan-gagasan kunci dari Reinhold Niebuhr, Gustavo Gutiérrez, Stanley Hauerwas, Max L. Stackhouse, Ronald Thiemman, Robert N. Bellah, dan Charles McCoy dapat kita telusuri dengan ringkas melalui buku menarik ini. Dengan membaca buku ini kita dapat lebih utuh menyelami gagasan-gagasan penulisnya pada buku sebelumnya yakni “Etika Publik. Menggali dari Tradisi Pela di Maluku” (2005). Sandaran-sandaran teoretik etika yang diulas dalam buku ini penting bagi kita di Indonesia yang sedang bergeliat mengembangkan teologi kontekstual dan teologi publik yang sesuai dengan dinamika zaman. Saya merekomendasikan buku ini kepada para mahasiswa teologi, agamawan, intelektual publik, serta masyarakat pada umumnya.
Etika Dalam Pandangan Kristen, Hindu, Budha Dan Islam
Wajah cinta Islam dan Kristen
Etika Relasi
Refleksi penulis menghadirkan etika relasi dengan memberikan contoh tokoh Islam yang pluralis, yaitu Nurcholish Madjid, yang juga dilengkapi dengan ulasan etika globalnya Hans Kung mengupayakan dialog yang bisa dimengerti secara partikular sekaligus secara universal. Pemikiran keduanya ingin menjawab persoalan eksklusivitas agama dengan tetap menyisakan harapan adanya keharmonisan hidup yang mencakup sesama manusia dan perlunya etika dunia, serta menganggap the other menjadi bagian yang tidak terlepas dari hidup itu sendiri. Dengan begitu, kedamaian hidup tetap berada dalam upaya manusia, tidak sekadar mengandalkan nalar, tetapi juga melibatkan intuisi, empati untuk saling berdialog.
Etika Kristen
PENGARUH KINERJA GURU TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK DI SD GMIT OESAPA KUPANG
ABSTRAC PENGARUH KINERJA GURU DALAM MENINGKATANKAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK Agustina Lapuimakuni1*,Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or2 , Dortean A. Jois Jaha, S.Pd., M.Pd.3 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: The problem that the author encountered was the influence of low teacher performance, resulting in a lace of students' interest in learning in the learning of health workers. Research objectives: This research activity has a goal to be achieved is to find out the influence of teacher performance in increasing student interest in learning PJOK Research methods: This research uses quantitative methods with correlational analysis. Results and discussion: PJOK daily test learning results, teacher performance questionnaire data and learning interest. Discussion of the effect of teacher performance on student learning interest in PJOK learning Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that there is an influence of teacher performance on student learning interest in PJOK learners Keywords: Teacher performance is very influential in; learning outcomes; physical educatio
IMPLEMENTASI METODE TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN LARI ESTAFET UNTUK SISWA KELAS V SD INPRES NIFUBOKO
ABSTRAK Implementasi metode teams games tournament pada pembelajaran lari estafet untuk siswa kelas V SD inpres nifuboko Sarlina lassa1*, M. Rambu P.Wasak2, Melvianus Selan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Bedasarkan hasil pengamatan peneliti selama mengajar di kelas V SD Inpres Nifuboko ditemukan beberapa permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan tersebut adalah sebagai berikut (1) kurangnya motivasi siswa dalam belajar penjasorkes untuk materi lari estafet, (2) metode pembelajaran yang diterapkan guru masih kurang efektif untuk memotivasi siswa, (3) rendahnya siswa dalam melakukan pembelajaran lari est afet menggunakan metode time games tournament Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pembelajaran lari estafet untuk Siswa Kelas V di SD Inpes Nifuboko Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dan hasil penelitian tentang Pembelajaran lari estafet menggunakan metode time games tournament seperti yang dikemukan oleh guru penjasorkes bahwa dalam proses pembelajaran guru melakukan refleksi, benahi dan mempunyai rencana supaya peserta didik aktif dalam pembelajaran, agar kelas tetap kondusif saat pembelajaran berlangsung, guru juga harus tegas dalam pembinaan pada saat mengajar. Jika peserta didik kesulitan dalam pembelajaran lari estafet, maka tugas guru adalah membimbing, memberi motivasi dan memberi dorongan. Apabi la pada awal pembelajaran siswa tidak dapat melakukan cara memberikan dan menerima tongkat estafet dengan baik maka harus dilakukan gerakan atau praktek secara berulang-ulang kali sehingga mereka paham dan mengerti dalam melakukan praktek lari estafet menggunakan metode time games tournament. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran lari estafet menggunakan metode time games tournament di SD Inpres Nifuboko berlangsung dengan baik dan siswa menjadi aktif dan kreatif. Simpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa Data hasil pembelajaran lari estafet menggunakan metode time games tournament selalu mengalami peningkatan. Persentase ketuntasan belajar juga telah memenuhi target yang direncanakan. Kata kunci: Pembelajaran lari etafet menggunakan meode teams games tournament .
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SERVIS BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA KELAS VII SMP SWASTA ADVENT NUSRA 1 KUPANG TENGAH
ABSTRAK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SERVIS BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA KELAS VII SMP SWASTA ADVENT NUSRA 1 KUPANG TENGAH Monika Krisma Nalle1*, Ramona M. Mae2, Jimmy Charter Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Kurangnya pemahaman siswa terhadap pembelajaran servis bawah bola voli yang benar Tujuan penelitian:Untuk Meningkatkan Servis Bawah Permainan BolaVoli pada siswa kelas VII SMP Swasta Advent Nusra 1 Kupang Tengah Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut IGAK Wardhani (2008:1.4), penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Menurut Suharsimi Arikunto (2009:16) PTK terdiri atas empat tahapan dalam tiap langkah. (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi). Langkah pertama, kedua dan seterusnya system spiral yang saling terkait perlu diperhatikan oleh peneliti. Komponen tindakan dan observasi menjadi satu komponen karena kedua kegiatan ini dilakukan secara simultan. Hasil dan pembahasan:Hasil dalam penelitian ini Berdasarkan yang diketahui persentase siswa SMP Swasta Advent Nusra 1 Kupang Tengah yang tidak tuntas (nilai akhir tes 75 pada siklus 1 mencapai 58%) selanjutnya persentase tersebut mengalami peningkatan menjadi100% pada siklus 2. Hal ini menjelaskan bahwa persentase siswa SMP Swasta Advent Nusra 1 Kupang Tengah semakin meningkat setelah siswa di ajar ulang kali dan diberi kesempatan untuk melakukan gerakan tersebut secara berulangkali selama dua siklus.Hal tersebut dapat dilihat dari semakin meningkatnya persentase siswa yang tuntas dengan nilai akhir mencapai KKM. Simpulan:Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa Permainan bola voli teknik dasar servis bawah siswa kelas VII SMP Swasta Advent Nusra 1 Kupang Tengah meningkat di lihat dari presentase mencapai 87,5% pada siklus II Katakunci: ; Meningkatkan permbelajaran servis bawah,permainan bola voli
Penolakan dan penerimaan
ABSTRAK Ekumene adalah ilmu yang membahas usaha-usaha orang Kristen untuk menjadikan gereja yang berbeda-beda satu atau esa. Ekumene merupakan istilah untuk menggambarkan misi kekristenan kepada umat manusia yang mendiami bumi yang kepadanya Injil diberitakan. Kerinduan untuk membangun semangat ekumene tidak berarti bahwa harus ada persamaan persepsi dalam segala aspek, namun yang perlu ditekankan dalam membangun relasi ekumene adalah bagaimana setiap umat beragama terutama warga gereja saling menghargai dalam perbedaan. Di desa Nenas terdapat gereja GMIT dan juga gereja Katolik. Masyarakat hidup kebudayaan yang sama, dengan gereja yang berbeda, tentunya menimbulkan banyak respon. Kadang respon yang baik mewarnai kehidupan bergereja itu, namun juga respon yang negatif terjadi, tetapi karena hidup dalam kebudayaan yang sama, setiap persoalan yang terjadi dapat diatasi. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni mengumpulkan data-data dengan menggunakan wawancara. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang terlibat secara langsung dalam sejarah perjalanan gereja Protestan dan gereja Katolik di Nenas yakni majelis jemaat dan anggota jemaat, tokoh gereja katolik dan pastor. Hasil penelitian yang penulis temukan adalah, masyarakat desa Nenas yang hidup dalam relasi bergereja dan selalu berusaha untuk menampilkan bahwa gerejanya adalah yang paling baik, sehingga timbul konflik-konflik sosial dalam gereja. Dalam relasi ekumenis di Nenas terdapat faktor-faktor yang menguatkan dan melemahkan relasi kedua gereja. faktor-faktor itu adalah: kebudayaan, sejarah penerimaan antar gereja, hubungan kekeluargaan, sikap toleransi, letak geografis serta pengakuan bahwa gereja Katolik dan gereja Protestan memiliki Tuhan yang sama. Sementara faktor-faktor yang melemahkan relasi ekumenis di Nenas yakni: ketiadaan pemahaman yang baik tentang gereja, tidak punya pemahaman yang baik tentang gerakan ekumene, konflik internal dalam keluarga yang selalu dibawah ke dalam gereja, politik dan sekilas sejarah relasi gereja Katolik dan gereja Protestan. Ada tiga tema dominan yang menjadi refleksi dari relasi ekumenis di Nenas, yakni Yesus Kristus merupakan Tuhan dan Juru Selamat, Hidup dalam perbedaan dan menjadikan masa lalu sebagai penolong untuk masa kini dan masa depan. Selain hidup dan berkembang dalam relasi ekumenis, masyarakat desa Nenas juga hidup dalam relasi sebagai kelurga.
KONSEP CHUN TZU
Indonesia merupakan salah satu negara hukum yang dalam pelaksanaannya, selalu dilandasi pada aturan-aturan yang berlaku. Setiap aturan tersebut wajib dipatuhi oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, tidak semua orang mampu mematuhi aturan tersebut. Sebagian orang melanggar aturan itu dikarenakan kedudukan atau posisi yang ia miliki memungkinkan dirinya untuk berbuat demikian. Dalam hubungannya dengan Kepemimpinan, sikap dan perilaku seorang pemimpin merupakan hal utama dalam sebuah komunitas atau kelompok. Perilaku yang baik dapat memberikan dampak yang baik, sebaliknya perilaku yang buruk akan membawa pengaruh yang buruk bagi orang yang dipimpin. Salah satu penyebab gagalnya sebuah kepemimpinan yakni muncul tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepoisme (KKN). KKN merupakan sebuah tindakan penyelewengan yang dapat merugikan kehidupan orang lain, namun pada saat yang bersamaan dapat memberikan sebuah kesejahteraan bagi oknum-oknum tertentu. Tindakan tersebut dapat terjadi melalui Korupsi, mafia serta memanfaatkan kedudukan keluarga dalam sebuah ranah pekerjaan untuk mencapai apa yang dinginkan. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka untuk memenuhi kebutuhan akan datadata yang ingin dikaji. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan gambaran serta analisa perilaku kepemimpinan dalam konsep manusia ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua pemimpin dapat menjalankan kepemimpinan mereka dengan baik dan benar. Kong Hu Cu hadir dengan memberikan sebuah pemahaman yang baru mengenai gaya kepemimpinan ideal dalam konsep Chun Tzu. Chun Tzu merupakan istilah dalam bahasa Cina yang berarti manusia atau pemimpin ideal. Pemimpin ideal adalah sosok seorang pemimpin yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan selalu dilandasi pada setiap aturan yang berlaku. Seorang Chun Tzu selalu melakukan segala sesuatu dengan cinta kasih, keberanian, dan kebijaksanaan. Demikian juga halnya dengan para pemimpin Kristen, sikap dan perilaku menjadi kunci utama berhasil atau tidaknya sebuah kepemimpinan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN RAMAH ANAK DALAM PEMBELAJARAN PENJAS PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI KUANINO 3 KOTA KUPANG
ABSTRAK PENERAPAN PEMBELAJARAN RAMAH ANAK DALAM PEMBELAJARAN PENJAS PADA SISWA KELAS 3 SD NEGERI KUANINO 3 Yosua Rato Doko1* , David Loba2 , Dortean A. Jois Jaha3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia [email protected] Latar Belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, penerapan pembelajaran ramah anak dalam pembelajaran penjas pada siswa kelas III untuk menjamin dan memenuhi hak-hak anak dan perlindungan anak dalam aspek kehidupan dengan terencana dan bertanggung jawab Tujuan Penelitian: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran ramah anak dalam pembelajaran penjas pada siswa kelas III Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah kepela sekolah, guru penjas, dan tiga orang siswa kelas III di SD Inpres Kuanino 3 Hasil dan pembahasan: Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pembelajaran ramah anak dalam pembelajaran penjas sudah di terapkan pada siswa kelas III, namun kadang karena karakter siswa yang berbeda-beda sehingga terkadang guru masih menegur siwa dengan nada yang keras dan sampai member i hukuman pada siswa. Dalam mengikuti proses pembelajaran penjas ada siswa yang nakal dan tidak mendengarkan arahan dari gurunya sehingga guru terpaksa harus menegur siswa dengan nada yang keras dan harapannya guru harus mampu menghadapi setiap karakter siswa agar penerapan ramah anak dapat terlaksana dengan baik agar proses pembelajaran berjalan seterusnya sesuai dengan peratuaran yang ada. Simpulan: dalam mengikuti pembelajaran siswa kadang masih merasah takut karena guru masih menegur siswa dengan nada yang keras dan member hukuman pada siswa sehingga penerapan ramah anak sudah diterapkan namun karena karakter siswa yang membuat guru memberikan teguran dengan nada yang keras, harapannya agar guru mampu menghadapi setiap karakter siswa –siswi. Katakunci: Ramah anak, pendidikan jasmsni
MOTIVASI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI DI SMP NEGERI 11 KUPANG
One of the main problems in learning to pass under volleyball games is that there are still obstacles and problems in the ongoing learning process. The ability to understand learning material and practice in PJOK subjects is still low because there are students who can understand some who cannot understand at all, especially practice on the field for underhand passing in volleyball games. In the learning process the teacher is also more active than the students so that students only listen to the material and get bored quickly. This can be seen from the monotonous learning process and there is no feedback from students when the learning process takes place. The solution offered is that the teacher needs to try to make updates in the learning process by adjusting the characteristics of students so tha tstudents are more active in the learning process and practice passing down in volleyball games. The aim of the study was to find out how students' motivation towards learning passing down in volley ball games at SMP Negeri 11 Kupang. The method used is descriptive method that provide a comprehensive picture of the problems that occur and tries to analyze them. In addition, research is also carried out using a qualitative approach in which each series of activities or process of filtering data or information is reasonable, regarding a problem in conditions, aspects or certain fields in the object's life. While data collection techniques through interviews, observation and documentation while data analysis techniques used are data reduction, data presentationand data verification. The results of data analysis and discussion show that students' motivation towards learning bottom passing in volleyball games is being able to play anywhere. As well as the benefits that can be obtained from learning deep passing, namely body fitness, increasing agility and body balance and building muscle strength. While the factors that hinder the passing down are internal and external factors. Internal factors such as physical condition and health of organs, while external factors such as learning material difficulties Based on the results of the study, it can be concluded that students' motivation towards learning bottom passing in volleyball games at SMP Negeri 11 Kupang has started to look good because many students have started to be active in volleyball games and have mastered the technique of passing down volleyball games during practice. in the field. Keywords : student motivation, passing learning, volleyball.
TINJAUAN PEMBELAJARAN PJOK ANAK TUNAGRAHITA DI SMALB N NUNUMEU SOE
ABSTRACT PJOK LEARNING REVIEW FOR MENTALLY RETARDED CHILDREN SMALB N NUNUMEU SOE A’an Bertholomeos Nope 1* , Ramona M. Mae, Isak Riwu Rohi.3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia [email protected] Background: Overview of mentally retarded children participating in pjok learning at the Nunumeu Soe State Senior High School, which follows different characristics from normal children. Research aim: The purpose of this study was to find out the review of pjok learning for mentally retarded children at SMALB N Nunumeu Soe. Research method: This type of research is qualitative research, using a survey method with the research location at SMALB N Nunumeu Soe. Rearch data was collected through: 1) observation with observation sheets, 2) interviews, an, 3) document collection. The form of data analysis in this research is descriptive analysis. Results and discussion: The results van die studie toon dat die oorsig van pjok leer by SMALB N Nunumeu Soe as voldoende gese kan word, uit die results wat berkry is toon dit ‘n presentasie van 50%. The result is the average number of ovservation over a span of time. There are several times that affect the level of activity of children in participating in PJOK learning at SMALB N Nunumeu Soe, Including the child’s internal and external factors. . Conclusion: The level of activity of mentally retarded children in participating in physical education learning at SMALB N Nunumeu Soe in 2023 can be said to be sufficient, while the obstacles in the learning process take place are, learning does not match wat the teacher wants, and there are still some children who are passive in learning, there are also several factors that affect the avtivity of mentally retarded children participating in physical education learning including internal and external factors from children. Key Words: Learning for Mentally Retarded Children.
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL TERHADAP KEMAMPUAN LARI 60
ABSTRACT RELATIONSHIP BETWEENTEACHER COMPETENCE AND STUDENTS LEARNING OUTCOME IN PHYSICAL EDUCATION, SPORT, AND HEALTH Ludovikus E. Un1* Dr. Andreas J. F. Lumba,.2 , Andry Sinlaeloe,3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: Ability is performing skill movements in a sport, starting from the simplest movement skills to the most difficult skill movements, including feints. Research objective:This research activity has a goal to be achieved is to determine the Effect of Ladder Drill Exercise on the Ability to Run 60 Meters Research method: This research uses a Quantitative Method Results and Result and discussion: This research is an experimental study with the aim of knowing the effect (treatment) given to the research sample.Based on the descriptions that have been collected previously, in this chapter an analysis of the discussions obtained in this study will be presented. The results of this study will be described in accordance with the objectives and hypotheses will be proposed previously. Conclusion: This research uses a Quantitative Method Results and discussion: This research is an experimental study with the aim of knowing the effect (treatment) given to the research sample. Based on the descriptions that have been collected previously, in this chapter an analysis of the discussions obtained in this study will be presented. The results of this study will be described in accordance with the objectives and hypotheses will be proposed previously. Conclusion: From the results of the data analysis that has been discussed and the answers to the formulation of the problem in the discussion chapter, the researcher concludes that the effect of the Ladder Drill Exercise on the Ability to Run 60 Meters, according to the questionnaire given to the research sample, the results of the recapitulation of students can use the Ladder Drill Exercise Against the Ability to Run 60 Meters 80% and based on the results of the recapitulation of the effect when students run 60 meters 85%, So based on the results of the study it can be concluded that there is a significant influence between the effect of the ladder drill exercise on the ability to run 60 meters of class VI students at SDK Rafau Keyword: Ladder Drill Training for 60 Meter Running Ability