Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

EVALUASI PENGENDALIAN INTERNAL PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA GEREJA BETEL OESAPA

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengendalian internal merupakan sebagai suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang sehingga mencapai suatu organisasi yang sebenarnya atau tanpa dipengaruhi. Pengendalian intren merupakan suatu wadah untuk mengarakan, mengawasi, mengukur sumber daya suatu organisasi dan juga berperan penting dalam mendeteksi suatu pengelapan (fraud), melindungi sumber daya organisasi seperti mesin dan lahan maupun yang tidak berwujud seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual. Penerimaan Program dan Kegiatan Rutin. Penerimaan program dan kegiatan rutin yaitu penerimaan arus masuk bruto/kotor dari manfaat yang penggunaannya tidak dibatasi dan mengakibatkan kenaikan asset bersih tidak terikat. Sedangkan Pengeluaran Program dan Kegiatan Rutin adalah pengeluaran arus masuk bruto/kotor dari manfaat yang penggunaannya dibatasi sampai dengan periode waktu tertentu atau sampai dipenuhinya keadaan tertentu. Penelitian ini dilakukan di gereja betel oesapa tengah dengan judul Evaluasi Pengendalian Internal Penerimaan dan Pengeluaran kas pada gereja betel oesapa. Tujuan penelitian yang dialkukan untuk mengetahui evaluasi pengendalian internal penerimaan dan pengeluaran kas gereja betel oesapa. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Konsep utaman dalam penelitian ini adalah sistem pengendalian internal penerimaan dan sistem pengendalian internal pengeluaran kas, berikut ini akan disajikan hasil penelitian atas konsep tersebut menurut indikator empirik pengumpulan data, mengelompokan, mengolah dan menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis dari pembahasan maka, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang dimiliki Gereja Bhtel Oesapa berjalan cukup baik atau tidak ada kendala. Evaluasi pengendalian internal penrimaan dan pengeluaran kas sistem ini dianggap sebagai komponen yang sangat penting di Gereja Bethel Oesapa. Prosedur dan bagian-bagian yang terkait dalam sistem pengeluaran kas. Prosedur system pengeluaran kas di Gereja Bhetel Oesapa menurut peneliti sudah baik, hal ini bisa dilihat dari dokumen tentang pengeluaran kas yang telah diotorisasi oleh pihak-pihak yang berwenang sehingga sistem pengeluaran kas di gereja tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penerimaan kas pada Gereja Bhetel Oesapa berasal dari satu sumber yaitu dari anggota jemaat gereja. Setiap minggunya anggota jemaat memberikan persembahan sebagai ungkapan syukur atas berkat dan rahmat Tuhan. Sistem akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu kegiatan usaha, karena dari sistem akuntansi itulah informasi yang relevan dan benar akan dihasilkan. Informasi yang dihasilkan tadi akan digunakan sebagai pertimbangan dalam pembuatan keputusan bagi majelis dan pihak-pihak di luar Gereja Bhetel Oesapa yang berkepentingan.

PENGARUH STRUKTUR MODAL, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2021

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH STRUKTUR MODAL, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, DAN UKURN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIOEDE 2018-2021 Nilai perusahaan merupakan hasil kerja manajemen dari beberapa dimensi diantaranya adalah arus kas bersih dari keputusan investasi, pertumbuhan dan biaya modal perusahaan nilai perusahaan merupakan konsep penting karena nilai perusahaan merupakan indikator bagaimana pasar menilai perusahaan secara keseluruhan, nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang baik, salah satunya, pandangan nilai perusahaan bagi pihak kreditur. Bagi pihak kreditur nilai perusahaan berkaitan dengan likuiditas perusahaan, yaitu perusahaan dinilai mampu atau tidaknya mengembalikan pinjaman yang diberikan oleh pihak kreditur, apabila nilai perusahaan yang tersirat tidak baik maka investor akan menilai perusahaan dengan nilai rendah. Struktur modal merupakan perimbangan atau perbandingan antara modal milik sendiri dengan modal asing. Dalam hal ini modal asing adalah hutang jangka pendek ataupun hutang jangka panjang, sementara modal sendiri dibagi menjadi laba ditahan dan kepemilikan perusahaan, Pertumbuhan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Teori struktur modal menjelaskan bahwa kebijakan pendanaan (financial policy) perusahaan dalam menentukan struktur modal (bauran antara hutang dan ekuitas) bertujuan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan. Penggunaan hutang sebagai sumber pendanaan perusahaan memiliki kuntungan dan kerugian. Devinisi lain mengatakan bahwa struktur modal adalah proporsi pendanaan dengan hutang (debt financing) perusahaan, yaitu rasio leverage perusahaan. Dengan demikian, hutang adalah unsur dari struktur modal perusahaan. Pertumbuhan adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi usahanya di dalam perkembangan ekonomi dan industri didalam perekonomian dimana perusahaan beroperasi, Ukuran perusahaan merupakan nilai besar kecilnya perusahaan yang dilihat dari besarnya equity, nilai penjualan dan aset yang berperan sebagai variabel konteks yang mengatur tuntutan pelayanan atau produk yang dihasilkan. Pertumbuhan perusahaan dapat juga menjadi indikator dari profitabilitas dan keberhasilan perusahaan, dalam hal ini, pertumbuhan perusahaan merupakan perwakilan untuk ketersediaan dana internal. Jika perusahaan berhasil dan memperoleh laba, maka tersedia dana internal yang cukup untuk kebutuhan investasi. Pertumbuhan aset dapat diperhitungkan dari persentase perubahan aset pada tahun tertentu terhadap aset pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan dinyatakan sebagai pertumbuhan total aset dimana pertumbuhan aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan pertumbuhan yang datang. Growth adalah perubahan (penurunan atau peningkatan) total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Pertumbuhan aset dihitung sebagai persentase perubahan aset pada saat tertentu terhadap tahun sebelumnya. Dari uraian diatas maka, peneliti akan meneliti judul tentang Pengaruh Struktur Modal, Pertumbuhan Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur Sub Sektor Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh struktur modal, pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel yang memenuhi sebanyak 14 perusahaan. sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diunduh melalui www.idx.co.id selama 4 tahun periode 2018-2021. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel indipenden yaitu struktur modal dan ukuran perusahan secara persial tidak berpengaruh terhadap variable dependen yaitu nilai perusahaan. Sementara hasil penelitian menunjukan bahwa variable independen yaitu ukuran perusahaan secara persial berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu nilai perusahaan.

PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DI KABUPATEN MALAKA.

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DI KABUPATEN MALAKA. Akuntansi manajemen lingkungan merupakan proses mengidentifikasian, pengumpulan, perkiraan-perkiraan, analisis, pelaporan dan pengiriman informasi tentang: Informasi berdasarkan arus bahan dan energy, Informasi berdasarkan biaya lingkungan, Informasi lainnya yang terukur dibentuk berdasarkan akuntansi manajemen lingkungan untuk pengambilan keputusan bagi perusahaan. Persoalan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada Rumah Sakit Umum di Kabupaten Malaka. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada rumah sakit umum di kabupaten malaka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menganalisis data secara menyeluruh untuk mengetahui adanya gambaran mengenai penerapan akuntansi manajemen lingkungan pada rumah sakit umum kabupaten malaka. Hasil penelitian ini menunjukan Informasi akuntansi manajemen lingkungan yang dicatat oleh rumah sakit terbagi menjadi dua infomasi yaitu informasi fisik dan informasi moneter, dapat diketahui dari hasil wawancara banyak menyatakan bahwa rumah sakit umum kabupaten membutuhkan informasi tersebut. Bahwa untuk informasi fisik, rumah sakit mencatat komponen informasi tersebut, akan tetapi yang menjadi prioritas dari pihak rumah sakit adalah informasi mengenai jumlah energy (listrik, gas, bahan bakar,Dll) yang dikonsumsi/dipakai, jumlah energy (listrik, gas, nahan bakar, Dll) yang hemat, jumlah limbah ( padat, cair, gas) yang dihasilkan, jumlah limbah yang dibuang untuk informasi fisik rumah sakit tidak melakukan pencatatan mengenai jumlah air yang diambil dari alam, jumlah air yang di daur ulang untuk digunakan kembali, jumlah air yang terbuang, umlah emisis gas yang dihasilkan dan untuk informasi moneter hampir seluruh informasi dicatat diantaranya biaya pembelian peralatan pengelolaan limbah, biaya evaluasi/depresiasi peralatan pengelola limbah, biaya pengembangan/desain proses/ produk ramah lingkungan, biaya pelatihan karyawan, biaya pengembangan sistem pengelolaan lingkungan, biaya audit lingkungan, biaya pemeriksaan kandungan limbah berbahaya, biaya pengelolaan dan pembuangan limbah berbahaya, dan biaya pemeliharaan peralatan pengelolaan limbah. untuk informasi moneter rumah sakit umum kabupaten malaka tidak melakukan pencatatan mengenai biaya pemeriksaan proses peracikan obat, biaya melakukan uji emisi gas dan biaya daur ulang air kembali untuk di gunakan. Penerapan akuntansi manajemen lingkungan ini diperlukan untuk diketahui sebagai pengetahuan dalam hal pertanggung jawaban lingkungan khususnya didalam lingkungan rumah sakit. maka dari itu perlu untuk diketahui rumah sakit umum kabupaten malaka telah menerapkan akuntansi manajemen lingkungan terbukti dengan di masukkannya biaya lingkungan kedalam laporan operasional yang diakui sebagai Beban pemeliharaan. Peneliti menarik kesimpulan dari setiap tahapan perlakuan akuntansi biaya lingkungan yang ada pada rumah sakit umum kabupaten malaka berdasarkan standar akuntansi pemerintah yang digunakan dalam penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa analisis tahap-tahap perlakuan akuntansi yang ditetapkan pada rumah sakit umum kabupaten malaka diantaranya identifikasi, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan. Dalam hal ini pihak rumah sakit sudah melakukan tahapan perlakuan biaya lingkungan dengan baik akan tetapi biaya yang di sajikan kedalam laporan keuangan rumah sakit umum kabupaten malaka belum secara terperinci artinya biaya yang disajikan masih dalam biaya umum tidak ada pelaporan secara khusus mengenai biaya lingkungan yang terjadi.

PENGARUH NORMA SUBJEKTIF, KEWAJIBAN MORAL, PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN DAN TAX AMNESTY TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN USAHA

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul : “PENGARUH NORMA SUBJEKTIF, KEWAJIBAN MORAL, PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN DAN TAX AMNESTY TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN USAHA.” Menurut pasal 1 Undang-Undang No. 16 Tahun 2009 tentang KUP berbunyi: “Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Oleh karena tidak memberikan keuntungan secara langsung, maka setiap wajib pajak memiliki keinginan untuk meminimalkan pembayaran pajaknya. Pembayaran pajak menyebabkan pengeluaran sumber daya keuangan perusahaan, yang berarti penundaan pendanaan untuk kepentingan lain. Dalam hal keinginan untuk meminimalkan pembayaran pajaknya, ada kalanya wajib pajak melakukannya dengan melanggar peraturan perpajakan. Baik melalui penyelundupan pajak, manipulasi data transaksi yang berdampak pajak, maupun persekongkolan dengan oknum petugas pajak. Hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan apabila terbukti melanggar peraturan perpajakan dapat berdampak pada kerugian yang lebih besar dari penghematan pajak yang dilakukan (Kaha, 2021).Banyak faktor yang berhubungan dengan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, diantaranya ada tax amnesty sebagai faktor eksternal (Sari, 2017) dan juga tiga faktor internal yang berhubungan dengan kepatuhan wajib pajak yaitu: norma subjektif, kewajiban moral serta pemahaman peraturan perpajakan (Sudirman, 2020). Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan wajib pajak badan usaha. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah : Apakah faktor norma subjektif, kewajiban moral, pemahaman peraturan perpajakan dan tax amnesty berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut : 1. Diduga norma subjektif berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. 2. Diduga kewajiban moral berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. 3. Diduga pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. 4. Diduga tax amnesty berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu tindakan patuh dan sadar terhadap ketertiban perhitungan, pembayaran dan pelaporan kewajiban perpajakan masa dan tahunan dari wajib pajak orang pribadi maupun badan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.Norma subjektif adalah pengaruh dari lingkungan sosial seperti kerabat, orang dekat, figur serta lingkungan sosial pada umumnya dari seorang individu dalam berperilaku.Kewajiban moral merupakan perbuatan atau tindakan yang harus dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan rasa yang berlaku di masyarakat.Pengetahuan dan pemahaman akan peraturan perpajakan adalah proses dimana wajib pajak mengetahui tentang perpajakan dan mengaplikasikan pengetahuan itu untuk membayar pajak. Tax amnesty merupakan kebijakan pemerintah dibidang perpajakan yang memberikan kesempatan bagi wajib pajak untuk mengungkapkan harta yang belum dilaporkan dengan membayar uang tebusan, tanpa dikenai sanksi administrasi maupun sanksi pidana dibidang perpajakan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wajib pajak badan usaha pada KPP Pratama Kupang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 wajib pajak badan usaha yang telah mengikuti program tax amnesty. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.(Sugiyono, 2018). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang disebarkan kepada wajib pajak badan usaha yang ada di KPP Pratama Kupang. variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah norma subjektif, kewajiban moral, pemahaman peraturan perpajakan, tax amnesty dan kepatuhan wajib pajak badan usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Penelitian ini menggunakan teknis analisis regresi linear berganda agar dapat mengetahu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan aplikasi SPSS 26sebagai alat bantu uji statistik.Hasil penelitian menunjukan variabel norma subjektif berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha, kewajiban moral berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha, pemahaman peraturan perpajakan dan tax amnesty tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha pada KPP Pratama Kupang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepentingan akademik yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk penelitian kedepannya.

PENGARUH KECANGGIHAN TEKNOLOGI INFORMASI, PARTISIPASI MANAJEMEN DAN KEMAMPUAN TEKNIK PEMAKAI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SATKER NVT PJPA NUSA TENGGARA II

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah membuat sistem informasi akuntansi menjadi suatu alat penting dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif. penerapan sistem informasi akuntansi merupakan investasi yang penting untuk perusahaan. penggunaan sistem informasi dapat meningkatkan daya saing perusahaan agar tidak tersisih dalam lingkungannya.partisipasi manajemen dapat mendorong pengguna untuk mengambangkan sikap positif terhadap sistem informasi akuntansi. dukungan dari manajemen berpengaruh terhadap kinerja organisasi dan individu.kemampuan teknik pemakai yang baik akan mendorong pemakai untukmenggunakansisteminformasiakuntansisehinggakinerjasisteminformasiakuntansi akan lebih tinggi.efektivitas sistem informasi akuntansi yaitu gambaran sejauh mana target dicapai dari suatu kumpulan sumber daya yang diatur untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data elektronik, kemudian mengubahnya menjadi informasi yang berguna serta menyediakan laporan formal yang dibutuhkan dengan baik secara kualitas maupun waktu.Penelitian inibertujuanuntuk, mengetahui pengaruh kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi.Penelitian ini dilakukan di Kantor Satker NVT PJPA Nusa Tenggara II. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 40 respon. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda yaitu uji t dan uji R2. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi, maka H1, H2 dan H3 diterima. Hasil uji R2 menunjukan bahwa kecanggihan teknologi informasi, partisipasi manajemen dan kemampuan teknik pemakai sistem informasi akuntansi berkontribusi terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi sebesar 92,6% dan sisanya 7,4% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini.

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI, PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK NASI BABI DI KELURAHAN OESAPA ( Studi Kasus Usaha Nasi Babi Ma Nona )

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tentang motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian Produk Nasi Babi Ma Nona. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh konsumen Nasi Babi Ma Nona yang berlokasi di kelurahan oesapa. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen Nasi Babi Ma Nona yang berjumlah 96 responden. Data sampel dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis penelitian menggunakan Analisis Regresi Liniear Berganda, Uji T, Uji F, Uji R², dan IBM SPSS Statistic 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, persepsi dan sikap konsumen secara simultan dan parsial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk Nasi Babi Ma Nona. Berdasarkan hasil uji t dalam penelitian ini menunjukkan bahwa untuk variabel motivasi konumen (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produl Nasi Babi Ma Nona, dan variabel persepsi konsumen (X2) menunjukkan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian produk Nasi Babi Ma nona. Variabel sikap kosumen (X3) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Nasi babi Ma Nona. Dan hasil nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,285 atau 28,5%, sedangkan sisanya 71,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak menjadi fokus dalam penelitian ini. Artinya setelah melakukan penelitian maka diketahui 28.5% Keputusan Pembelian Nasi Babi Ma Nona dipengaruhi oleh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen.

PENGARUH MENTAL PRAKTIK AKUNTANSI TERHADAP KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK PADA UMKM DENGAN PERFORMANCE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Pelaku UMKM di Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pajak merupakan sumber utama dalam penerimaan Negara. Dari beberapa sektor pajak yang ada di Indonesia. Pajak penghasilan merupakan penyumbang terbesar di tahun 2017 yang meningkat secara signifikan sebesar 44 %. Saat ini pemerintah mulai melirik sektor swasta yang dipastikan memiliki potensi yang besar untuk pemasukan pajak. Yaitu dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), omset dan labanya memang jauh lebih kecil di bandingkan perusahaan-perusahaan besar. Sehingga keberadaan UMKM yang di tengah situasi sulit ini dan penuh ketidakpastian ini menjadi perhatian khusus tersendiri bagi pemerintah baik pusat maupun daerah. Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) salah satu bidang yang memberikan konstribusi yang lebih besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain sebagai pencipta lapangan kerja sendiri, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) membantu dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Permasalahan pajak yang di hadapi oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih sedikit di antara mereka “Melek Pajak” hal tersebut dikarenakan ketidaktahuan mereka dalam pencatatan pembukuan atau keuangan yang tidak rapi sehingga menyulitkan dalam pencapaian kinerja UMKM sehingga tidak ada kemauan dalam membayar pajak yang ada. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh mental praktik terhadap kemauan membayar pajak pada UMKM dengan performance sebagai variable intervening. Dalam konsep kemauan membayar pajak (willingness to pay tax) didefinisikan sebagai nilai yang rela dibayarkan atau diberikan oleh individu (yang ditetapkan dalam aturan) yang digunakan untuk membiayai pengeluaran negara dengan tidak mendapatkan balas jasa secara langsung Setiyawan et al (2020). Beberapa faktor yang mempengaruhi akan kemauan membayar pajak yaitu Mental praktik akuntansi dan Performance (kinerja) UMKM. Mental praktik akuntansi adalah dimana proses pengambilan keputusan oleh seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor psikologis dan sosial yang salah satunya adalah aspek mental accounting. Konsep mental praktik akuntansi yang diteliti oleh Richard Thaler menyoroti perilaku individu terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan pengambilan keputusan ekonomi. Dalam menjalankan sebuah bisnis perlu untuk mencatat, meringkas, menganalisis dan melaporkan hasil transaksi dan peristiwa keuangan lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga pengeluaran di bawah kontrol. Performance (kinerja) UMKM bentuk pencapaian yang di capai berupa kinerja keuangan (finansial) dengan melihat pencapain UMKM dalam mendapatkan laba atau profit selama UMKM bergerak dan non keuangan (non finansial) dengan melihat kepuasan konsumen, menggunakan material sesuai standar, dan melihat kebutuhan apa saja yang dibutuhkan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear sederhana menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 240 UMKM dengan sampel sebanyak 70 pelaku UMKM. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purpose sampling dengan kriteria UMKM yang sudah berdiri 2 tahun ke atas. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa mental praktik akuntansi berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak. sedangkan mental praktik akuntansi tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM. Dari hasil uji regresi linear sederhana menggunakan spss versi 25, variabel mental praktik akuntansi berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.738 > dari t tabel 1.995, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,000 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa mental praktik akuntansi berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak. Sedangkan pengaruh mental praktik akuntansi tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM di tunjukan Berdasarkan perhitungan statistik pengaruh langsung mental praktik akuntansi terhadap kemauan membayar pajak 0,413 sedangkan pengaruh tidak langsung mental praktik akuntansi terhadap kemauan membayar pajak, melalui Performance (Kinerja) UMKM 0,282. Dari data tersebut diartikan bahwa mental praktik akuntansi tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM. Hasil uji output SPSS untuk uji koefisien determinasi diketahui nilai R squard sebesar 0,170 (17%). Hal tersebut memiliki arti bahwa kemampuan variabel inpenden dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 17% sedangkan sisanya 83% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu besarnya kemauan membayar pajak dapat dilihat dari tingkat mental praktik akuntansi dan performance ( kinerja) UMKM yang dimiliki oleh pemilik UMKM. Dengan memiliki mental praktik akuntansi yang tinggi menunjukkan bahwa mereka memiliki pengelolaan keuangan yang baik dengan mengkategorikan pendapatan dan pengeluaran ke dalam akun-akun. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka sudah memprediksi pengeluaran apa yang akan terjadi, tak terkecuali pengeluaran untuk membayar pajak. sedangkan mental praktik tidak berpengaruh terhadap kemauan membayar pajak melalui performance (kinerja) UMKM karena dalam hal ini mentalitas yang baik saja tidak cukup untuk memajukan unit usaha yang mereka miliki. Karena dalam praktik nyatanya ada kemungkinan bahwa banyak pemilik UMKM yang sudah memiliki mentalitas yang baik, ketangguhan, dan kemauan yang tinggi tapi hal itu saja tidak cukup untuk meningkatkan unit usaha. Sehingga performance (kinerja) UMKM tidak mengalami peningkatan maka pelaku UMKM tidak ada kemauan membayar pajak.

PERWUJUDAN NILAI TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS DAN KONSEP VALUE FOR MONEY DALAM PENGELOLAAN AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK (STUDI KASUS PADA KANTOR BAPPELITBANGDA PROVINSI NTT)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif tujuannya untuk mengetahui transparansi, akuntabilitas dan konsep value for money pengaruh terhadap akuntansi keuangan sektor publik pada kantor Bappelitbangda Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari lapangan dengan menyebarkan kuesioner, adapun alat analisis yang digunakan SPSS. Hasil dari uji ini menunjukan bahwa pada variabel pertama transparansi berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan sektor publik, kemudian pada variabel kedua akuntabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan sektor publik dan pada variabel ketiga konsep value for money berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan sektor publik. Populasi yang diguanakan populasi dalam penelitian ini adalah 156 pegawai pada kantor Bappelit Bangda Provini NTT. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling adalah sampling acak sederhana, dalam menentukan sampel penelitian ini menggunakan rumus slovin berdasarkan perhitungan menggunakan slofin maka sampel yang menjadi responden dalam penelitian Bappelitbangda Provinsi NTT berjumlah 112 Pegawai. Transparansi Menurut Mardiasmo, 2009 Transparansi mempunyai hubungan pengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa transparansi adalah keterbukaan pemerintah dalam memberikan informasi yang terkait dengan aktivitas pengelolaan sumber daya publik kepada pihak yang membutuhkan yaitu masyarakat. Transparansi mempunyai hubungan pengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah. Akuntabilitas menurut Arifani and Rante (2018) yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh terhadap akuntansi keuangan sektor publik, Kondisi itu terjadi karna kurang efktif, dan efsiensinya pelayanan terhadap akuntansi keuangan sektor publik instansi sektor publik memperoleh tuntutan agar lebih efesien mempertimbangkan biaya ekonomi dan sosial, serta mempertimbangkan pengaruh negatif mengenai kegiatan yang dilaksanakan, karena sektor publik sering kali dipandang negatif bagi sebagian pihak. Konsep value for money Ryki Saputra (2018) menyatakan bahwa konsep value for money memiliki pengaruh dalam pengelolaan akuntansi keuangan sektor publik. Dengan menerapkan prinsip ekonomis, efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan akan membuat Pengelolaan Keuangan di sektor publik semakin baik. Oleh sebab itu dengan adanya konsep value for money akan semakin meningkatkan kualitas pertanggungjawaban instansi kepada publik dalam memanfaatkan sumber daya milik daerah sebaik-baiknya.

PENGARUH PENERAPAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DAN PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP KINERJA INTANSI PEMERINTAH DAERAH KOTA KUPANG

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pengaruh Penerapan Akuntansi Sektor Publik dan Pengawasan Internal Terhadap Kinerja Intansi Pemerintah Daerah Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh penerapan Akuntansi Sektor Publik dan pengawasan internal terhadap kinerja intansi Pemerintah Daerah Kota Kupang, penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Penelitian dilaksanakan pada Pemerintah Daerah Kota Kupang, terdapat dua variabel independen yaitu akuntansi sektor publik (X1) dan pengawasan internal (X2), serta satu variabel dependen yaitu kinerja intansi pemerintah. Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai bidang administrasi keuangan dan aset yang berjumlah 37 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik analisis data menggunakan deskriptif regresi berganda. Hasil penelitian menyimpulkan: (1) Terdapat pengaruh penerapan akuntansi sektor publik terhadap kinerja instansi pemerintah daerah; (2) Tidak terdapat pengaruh pengawasan internal terhadap kinerja instansi pemerintah daerah; dan (3) Terdapat pengaruh penerapan akuntansi sektor publik dan pengawasan internal terhadap kinerja instansi pemerintah daerah kota kupang, yang dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dimana signifikasi 0,00 0,05, dengan pengaruh sebesar 45,80% dan selebihnya 54,20% dipengaruhi faktor lainnya. Kata Kunci: akuntansi sektor publik, pengawasan internal, dan kinerja intansi pemerintah

PENGARUH MOTIVASI KARIR DAN PENGETAHUAN PERPAJAKAN TERHADAP MINAT MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG UNTUK BERKARIR DALAM BIDANG PERPAJAKAN (Studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Progdi Akuntansi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan sumber daya manusia untuk mendukung progres pemerintah dalam memenuhi target pegawai pajak di Indonesia merupakan suatu fenomena yang seharusnya di manfaatkan dengan baik oleh para lulusan dan calon lulusan akuntansi untuk semakin mengasah kemampuan dan pengetahuannya tentang dunia perpajakan. Sarjana Ekonomi khususnya jurusan akuntansi perpajakan merupakan salah satu angkatan kerja yang akan memanfaatkan kesempatan tersebut , dimana lulusan ini sangat dibutuhkan baik dalam lingkup kerja pemerintah maupun perusahaan swasta (Mafazah, 2020). Namun dengan banyaknya peluang kerja yang tersedia ternyata minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan masih sangar minim, hal itu dapat dilihat dari pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak yang masih terus membuka lowongan kerja untuk mencapai target yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh motivasi karir dan pengetahuan perpajakan terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk berkarir dalam bidang perpajakan. Minat mahasiswa adalah kecenderungan yang ada dalam diri mahasiswa untuk merasa tertarik terhadap sesuatu yang menyebabkan giat melakukan sesuatu yang telah menarik minatnya. Minat berkarir dalam bidang perpajakan merupakan pemusatan pikiran, perasaan senang, kemauan atau perhatian terhadap karir di bidang perpajakan (Seanturi dan Sitanggang, 2021). Beberapa faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan yaitu motivasi karir dan pengetahuan perpajakan. Motivasi karir adalah suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk meningkatkan kemampuannya untuk mencapai karir yang diinginkan (Dewi dan Setiawanta, 2014). Pengetahuan perpajakan adalah informasi pajak yang dapat digunakan wajib pajak sebagai dasar untuk bertindak mengambil keputusan dan untuk menempuh arah atau strategi tertentu sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajibannya di bidang perpajakan (Kartikasari dan Yadyana, 2020). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear Berganda menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 683 mahasiswa dengan sampel sebanyak 78 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purpose sampling dengan kriteria mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah perpajakan semester 6 dan 8, dimana mahasiswa pada semester tersebut telah mengikuti semua mata kuliah wajib perpajakan. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa motivasi karir berpengaruh terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk berkarir dalam bidang perpajakan, Sedangkan pengetahuan perpajakan tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk berkarir dalam bidang perpajakan Dari hasil uji regresi linear berganda menggunakan spss versi 25, variabel motivasi karir ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.108 > dari t tabel 1.992, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,003 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa motivasi karir berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan. Hasil uji regresi linear berganda variabel pengetahuan perpajakan menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 1.465 t-tabel 1.992 dan hasil uji t signifikanya lebih besar 0,147 > 0,05 dari nilai signifikan yang ditetapkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak HO diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan perpajakan tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan. Hasil output SPSS untuk uji Determinasi / Squared (R2) diketahui nilai R Squard sebesar 0,232 (23,2%). Hal tersebut memilki arti bahwa kemampuan variabel independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 23,2%, sedangkan sisanya sebesar 76,8% (1-0,232) sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu besarnya minat mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan dapat dilihat dari tingkat motivasi karir dan pengetahuan perpajakan yang dimiliki seorang mahasiswa. Dengan memiliki motivasi karir yang tinggi, maka mahasiswa akan semakin mengasah kemampuan dan pengetahuannya tentang dunia perpajakan. Namun sebaliknya, pengetahuan perpajakan tidak terlalu menjadi faktor pendukung karena perpajakan saat ini telah banyak menggunakan sistem sehingga pengetahuan perpajakan secara keseluruhan tidak terlalu berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk berkarir.

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA UMKM (Studi Kasus pada UMKM di Kabupaten Malaka)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Intellectual capital merupakan petunjuk untuk mengelola asset tak berwujud dan memfasilitasi kesuksesan melalui keuntungan persaingan yang berkelanjutan untuk memimpin perusahaan dan organisasi. Para praktisi menganggap asset tak berwujud merupakan faktor yang menentukan kesuksesan perusahaani. Pengembangan teori di bidang intellectual capital didasarkan pada penelitian antar disiplin ilmu. Intellectual Capital memiliki beberapa elemen seperti Human capital (modal manusia), Structural Capital (modal struktural), dan Customer Capital (modal kustomer) yang dapat membantu para wirausaha untuk meningkatkan kinerja usahanya. Human capital didefinisikan sebagai pengetahuan, dan pengalaman yang pegawai bawa ketika mengelola perusahaan. Beberapa dari pengetahuan tersebut bersifat unik untuk tiap-tiap individu, dan beberapa lainnya bersifat umum, misalnya kapasitas menciptakan inovasi, dan kreativitas, Human capital juga merupakan kombinasi warisan genetik, pendidikan, pengalaman dan sikap tentang hidup dan bisnis. Human Capital didefinisikan sebagai pengetahuan, skill, dan pengalaman yang pegawai bawa ketika mengelola perusahaan. Human capital adalah komponen utama yang harus dimiliki oleh setiap jenis usaha karena terdapat inovasi, pengetahuan, keterampilan, dan keahlian pada setiap individu yang masuk ke dalam perusahaan. Structural capital meliputi seluruh pengetahuan non-manusia seperti database, struktur organisasi, proses manual, strategi, rutinitas, dan segala sesuatu yang membuat nilai perusahaan lebih besar dari nilai materialnya. Seorang individu dapat memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, namun jika perusahaan memiliki sistem dan prosedur yang buruk maka modal intelektual tidak dapat mencapai kinerja secara optimal dan potensi yang ada tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga structural capital sangat dibutuhkan untuk mendukung komponen modal intelektual lainnya dalam menghasilkan nilai dan kinerja perusahaan. Customer capital atau disebut relational capital meliputi hubungan dengan customer dan rekanan di tingkat nasional dan internasional. Indikator yang digunakan untuk menjelaskan hal ini adalah jumlah badan-badan internasional yang memiliki perwakilan dari OeNB atau confidence index yang disusun setiap tiga bulan oleh lembaga independen. Customer capital merupakan hubungan yang harmonis atau disebut association network yang dimiliki oleh perusahaan dengan para mitranya, baik yang berasal dari para pemasok yang andal dan berkualitas, berasal dari pelanggan yang loyal dan merasa puas akan pelayanan perusahaan yang bersangkutan, berasal dari hubungan perusahaan dengan pemerintah maupun dengan masyarakat sekitar.

ANALISIS PEMAMFAATAN POMPA AIR UNTUK IRIGASI SAWAH DI NOELBAKI

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PEMANFAATAN POMPA AIR UNTUK IRIGASI SAWAH PADA MUSIM TANAM KE 2 PADA KELOMPOK TANI DE DAMA DESA NOELBAKI ABSTRAK Bussa.E.S.*) Lano.M.L.**) Makaborang.M.**) Suatu penilitian yang bertujuan Pemamfaatan pompa air unktuk irigasi sawah yang telah dilakukan di kelompok tani De Dama Desa Noelbaki Kabupaten Kupang salah satu cara untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian di kelompok tani De Dama yang telah dilakukan oleh petani adalah pembuatan fasilitas penyediaan air untuk tanaman. Salah satunya adalah pompa air untuk irigasi.Pengelolaan irigasi dengan menggunakan pompa dapat mendukung usaha tani berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pompa air untuk irigasi di Kelompok Tani De Dama Desa Noelbaki Kabupaten Kupang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagaian masyarakat petani, ketua kelompok,dan anggota-anggota kelompok yang berjumlah 21orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif .Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan pompa air untuk irigasi pada indikator keluaran (outputs) di Kelompok Tani De Dama Desa Noelbaki Kabupaten Kupang yang paling dominan adalah pada kategori Cukup dengan persentase 50% atau 10 orang. Pemanfaatan pompa air untuk irigasi pada indikator hasil (outcomes) di Kelompok Tani De Dama Desa Noelbaki Kabupaten Kupang yang paling dominan adalah pada kategori Baik dengan persentase 90% atau 21 orang. Pemanfaatan pompa air untuk irigasi pada indikator manfaat (benefits) di Kelompok Tani De Dama Desa Noelbaki Kabupaten Kupang yang paling dominan adalah pada kategori Baik dengan persentase 82,5% atau 20 orang. Pemanfaatan pompa air untuk irigasi pada indikator dampak (Impacts) di Kelompok Tani De Dama Desa Noelbaki Kabupaten Kupang yang paling dominan adalah pada kategori Baik dengan persentase 90% atau 21 orang.

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMISARIS INDEPENDEN DAN KOMITE AUDIT TERHADAP TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2019-2022

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMISARIS INDEPENDEN DAN KOMITE AUDIT, TERHADAP TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2019-2022 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, komisaris independen dan komite audit, terhadap tax avoidandce. Variabel independen yang digunakan adalah kepemilikan institusional yang diproksikan dengan KI, komisaris independen yang diproksikan dengan KIP dan komite audit diproksikan dengan KA,. Variabel dependen yang digunakan adalah tax avoidance yang diproksikan dengan Cash Effective Tax Rate (CETR). Populasi penelitian ini menggunakan 47 perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2022. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga memperoleh sampel sebanyak 9 perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda, dan untuk pengolahan data menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpngaruh terhadap tax avoidance, komisairs independen tidak berpengaruh terhadap tax avoidance dan komite audit tidak berpengaruh terhadap tax avoidance.

PENGARUH TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN YANG TERDAFTAR DI BURSAEFEK INDONESIA (BEI) 2020 – 2022

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul: PENGARUH TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ( BEI) 2020 – 2022. Penerimaan terbesar suatu negara adalah pajak, dimana penerimaan tersebut dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu pemerintah sangat mengharapkan adanya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya, (Dewi dan Jati, 2014). Namun justru banyak sekali wajib pajak yang cenderung melakukan praktik penghindaran pajak dengan cara memanfaatkan kelemahan yang ada pada ketentuan perpajakan atau dengan cara lainnya. Menurut Muzaki (2015), penghindaran pajak (tax avoidance) adalah usaha wajib pajak untuk meminimalkan beban pajak dengan cara menggunakan alternatif-alternatif yang riil yang dapat diterima. Perusahaan merupakan salah satu dari wajib pajak selain daripada masyarakat di Indonesia Pajak yang dibayarkan perusahaan berasal dari laba yang diperoleh perusahaan kemudian dikurangkan dengan pajak, semakin besar perolehan laba yang diperoleh maka semakin besar pajak yang dibayarkan perusahaan. Menurut PSAK No. 7, suatu perusahaan dikatakan memiliki transaksi hubungan istimewa dengan perusahaan yang lain apabila perusahaan tersebut dapat mengendalikan atau memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan baik operasional maupun keuangan atas perusahaan lain. Pihak-pihak yang memiliki transaksi hubungan istimewa yaitu orang atau perusahaan yang masih memiliki hubungan (relasi) dengan perusahaan pelapor atau perusahaan yang menyiapkan laporan keuangan. Terdapat beberapa jenis transaksi hubungan istimewa. Srinivasan (2013), mengatakan bahwa transaksi hubungan istimewa terbagi menjadi dua kategori yaitu pendapatan dan beban. Pendapatan yang dimaksud dalam transaksi hubungan istimewa yaitu transaksi penjualan barang atau jasa, sedangkan bebannya itu transaksi pembelian barang, penerimaan jasa dan beban. Pendapatan dan beban tersebut dapat ditetapkan dengan harga yang tidak wajar oleh pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti menetapkan harga jual lebih rendah untuk memperkecil pendapatan dan harga beli yang lebih tinggi untuk memperbesar beban agar laba perusahaan menjadi lebih rendah. Transaksi penjualan hubungan istimewa adalah suatu perusahaan yang melakukan pengalihan penghasilan dengan perusahaan lain yang memiliki hubungan istimewa dengan harga jual yang ditetapkan sesuai kesepakatan tanpa menghiraukan apakah harga tersebut sesuai dengan harga pasar atau tidak, (Zubaidah & Satyawan, 2015). Penjualan hubungan istimewa diukur dengan menggunakan transaksi penjualan kepada pihak hubungan istimewa berupa penjualan barang atau penyediaan layanan dibagi dengan total penjualan. Transaksi pembelian hubungan istimewa merupakan transaksi antar perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa dengan mengalihkan biaya perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain seperti biaya yang dikeluarkan untuk pembelian barang, harga yang ditetapkan dapat lebih besar dari yang seharusnya, (Zubaidah & Satyawan, 2015). Transaksi pembelian hubungan istimewa diukur dengan menggunakan transaksi pembelian dari pihak hubungan istimewa berupa pembelian barang dibagi dengan total harga pokok penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menguji pengaruh transaksi hubungan istimewa dari segi penjualan terhadap Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Tekstil Dan Garmen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2020 – 2022, dan Untuk menguji pengaruh transaksi hubungan istimewa dari segi pembelian terhadap Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Tekstil Dan Garmen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2020 – 2022. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk dapat mengatahui pengaruh antara variable X (independen), terhadap variable Y (dependen) dan dibantu dengan alat pengujian statistik yaitu , program SPSS versi 25 dan Ms. Exel 2010. Populasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Tekstil Dan Garmen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2020 – 2022. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menerapkan terlebih dahulu kriteria-kriteria sampel yang dibutuhkan sehingga dari kriteria-kriteria yang diterapkan di peroleh 11 perusahaan yang memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara parsial (Uji t) menunjukkan bahwa variabel transaksi penjualan hubungan istimewa (X1) tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak (Y), karena nilai signifikan uji t lebih besar dari nilai signifikan yang ditetapkan (0,650 > 0,05), dan t-tabel sebesar 2,042. Ini berarti t-hitung t-tabel atau - 0,459 2,042 dan nilai signifikan t-hitung 0,650 > α 0,05, sedangkan untuk variabel transaksi pembelian hubungan istimewa (X2) berpengaruh terhadap penghindaran pajak (Y), karena nilai signifikan uji t lebih kecil dari nilai signifikan yang ditetapkan (0,002 0,05), dan t-tabel sebesar 2,042. Ini berarti t-hitung > t-tabel atau 3,350 > 2,042 dan nilai signifikan t-hitung 0,002 α 0, 05.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi Mengikuti Tax amnesty (Studi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul : ”FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI MENGIKUTI TAX AMNESTY” (Studi Pada KPP Pratama Kupang). Menurut UU No. 11 Tahun 2016, tentang Tax Amnesty(pengampunanpajak)adalahpenghapusanpajakyangseharusnyaterutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana dibidang perpajakan,dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan, uang tebusan yang dimaksud yaitu sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan pengampunan pajak. Tax amnestysendiri adalah sebuah kebijakan dalam bidang perpajakan yang dikeluarkanoleh pemerintah melalui Dirjen Pajak dengan tujuan utamanya agar bisa menarik lebih banyak pendapatan negara berupa pajak yang belum sempat dilaporkan atau dibayarkan oleh masyarakat dengan cara meringankan beban para wajib pajak dengan meniadakan denda atas keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak terutang para waijb pajak sehingga masyarakat yang belum sempat melaporkan dan membayar pajak mereka pada masa pajak sebelumnya mau melaporkan dan membayarkan pajak mereka dengan memanfaatkan program Tax amnesty. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menguji pengaruh sosialisasi perpajakan terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty di KPP Pratama kota Kupang, untuk menguji pengaruh tarif pajak terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty di KPP Pratama Kupang, untuk menguji pengaruh sanksipajak terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty di KPP Pratama kota Kupang, Untuk menguji pengaruh kemudahan penerapan terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty di KPP Pratama kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data yang diperoleh secara langsung melalui kuesioner yangdisebarkan kepada wajib pajak orang pribadi yang ada pada KPP Pratama Kota Kupang. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Sosialisasi perpajakan, Tarif Pajak, Sanksi pajak, dan Kemudahan penerapan terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti program Tax amnesty. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk dapat mengetahui pengaruh antar variabel X (independen), terhadap variabel Y (Dependen) dan dibantu dengan alat uji statistic yaitu program SPSS versi 25 dan Ms.Exel 2010. Populasi yang dipakai pada penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar pada KPP Pratama Kupang, sampel dari penelitian ini sebanyak 50 wajib pajak orang pribadi yang sudah mengikuti program Tax amnesty. Penentuan sampel mengunakan metode Incidental sampling. incidental /accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. (Sugiyono : 2018). Hasil penelitian ini menunjukkan : variabel Sosialisasi perpajakan tidak berpengaruh terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty pada KPP Pratama Kota Kupang, Tarif Pajak berpengaruh terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty pada KPP Pratama Kupang, Sanksi pajak berpengaruh terhadap keinginan wajib pajak orang pribadi dalam mengikuti tax amnesty pada KPP Pratama Kota Kupang dan Kemudahan penerapan berpengaruh terhadap keinginan wajib pajak dalam mengikuti tax amnesty pada KPP Pratama Kupang hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang.

Pengaruh perputaran kas dan perputaran persediaan terhadap laba pada perusahaan manufaktur sektor farmasi yang terdaftar di bursa Efek Indonesia periode 2017-2021

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PERPUTARAN KAS DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021 Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah Pengaruh Perputaran Kas Dan Perputaran Persediaan Terhadap Laba Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Adapun persoalan yang diangkat adalah (1)Apakah perputaran kas berpengaruh signifikan terhadap laba, (2)Apakah perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap laba. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Untuk mengetahui apakah perputaran kas berpengaruh signifikan terhadap laba, (2)Untuk mengetahui apakah perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap laba. Menurut Rangkuti (2004:1) mengatakan bahwa persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang barang milik perusahaan dengan di maksud untuk di jual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunannya dalam suatu proses produksi.Menurut Harjito dan Martono (2014), Kas merupakan salah satu dari bagian aktiva yang memiliki sifat paling lancar dan paling mudah berpindah tangan dalam satu periode.Menurut Simamora (2000:25), Laba adalah selisih antara pendapatan dan biaya jika pendapatan melibihi beban maka hasilnya adalah laba bersih.Konsep Penelitian,Perputaran Persediaan merupakan rasio antara jumlah harga pokok penjualan dengan nilai rata-rata persediaan yang di miliki oleh perusahaan.Perputaran Kas merupakan perbandingan antara penjualan dengan jumlah kas rata-rata. Laba adalah selisih antara seluruh pendapatan dan biaya yang terjadi dalam suatu periode.Hipotesis, perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhdap laba(H1),perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap laba(H2). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahan manufaktur sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah 9 perusahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu data sekunder. Teknik Analisis Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analsisi Regresi Linier Berganda.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu mengumpulkan data–data berupa laporan keuangan yang berkaitan dengan masalah yang di teliti dengan bersumber dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia.Obyek penilitian, PT Indofarma Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Pyridam Farma Tbk, PT Organon Pharma Indoneisa Tbk, PT Phapros Tbk,PT Mercck, PT Soho Global Healt Tbk, PT Tempo Scan Pasifik Tbk. Pengaruh Perputaran Kas Terhadap Laba,Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pengaruh Perputaran Kas Terhadap Laba Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang dilakukan, diketahui bahwa tidak ada pengaruh signifikan terhadap laba dengan nilai signifikansi sebesar 0,934>0,05. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran kas berarti semakin tinngi tingkat laba yang di peroleh. penelitian ini di dukung penelitian (Erliyana 2021), tidak berdampak signifikan antara perputaran kas dengan laba bersih. Pengaruh perputaran persediaan terhadap laba, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang dilakukan, diketahui bahwa tidak ada pengaruh signifikan terhadap laba dengan nilai signifikansi sebesar 0,815>0,05. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran persediaan maka semakin cepat perushaan memperoleh laba.Perputaran persediaan yang rendah akan mengakibatkan kerugian ketika persediaan menumpuk di gudang. Penelitian serupa (simangungsong 2019), menunjukkan perputaran persediaan tidak berdampak signifikan pada laba bersih. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhadap laba,(2) Perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap laba. Berdasarkan penjelasan diatas maka semakin tinggi perputaran kas semakin tinggi pula tingkat laba yang di dapat. Demkian pula, semakin tinggi perputaran persediaan semakin tinggi pula laba yang di peroleh. Impilkasi teoritis dari hasil penelitian ini yaitu dapat menjadi bukti yang menjelaskan Pengaruh Perputaran Kas Dan Perputaran Persdiaan Terhadap Laba. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang dilakukan, diketahui bahwa tidak adanya berpengaruh signifikan terhadap laba. Sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR KIMIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (2018-2021

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

x ABSTRAK ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR KIMIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA(2018-2021) Oleh: Sri mulyani Klau 18190268 penilaian kinerja keuangan perusahan yang menggunakan analisis rasio, dibutuhkan standar rasio keuangan tersebut sebagai pembanding. Dengan adanya standar rasio keuangan, perusahaan dapat menentukan apakah kinerja keuangannya baik atau tidak. Penilaian ini dilakukan dengan membandingkan rasio keuangan yang diperoleh dengan standar rasio keuangan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian secara rata-rata, pada tahun 2018 rasio profitabilitas yang diukur dengan return on assets (ROA) sebesar 3,97%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata return on assets sebesar 1,76%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 2,15% dan akhirnya pada tahun 2021 return on assetssebesar 3,79%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 hanya pada tahun 2019 return on assets berada di bawah rasio industri 2,20%. Berdasarkan hasil penelitian perhitungan rasio profitabilitas yang diukur dengan return on equity (ROE) perusahaan sampel untuk periode 2018-2021. Berdasarkan hasil penelitian rasio profitabilitas yang diukur dengan return on equity (ROE) sebesar 10,06%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata ROE sebesar 4,25%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 6,71% dan akhirnya pada tahun 2021 ROE sebesar 7,81%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 semua ROE berada di atas rasio industri 2,5%. Dalam rasio profitabilitas dengan menggunakan ROA dan ROE dari tahun 2018-2021 mengalami naik turun akan tetapi penurunan itu tidak berdampak, sebab masi berada diatas standar rata-rata industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata, pada tahun 2018 rasio likuiditas yang diukur dengan current ratio (CR) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 4,93%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata CR sebesar 1,37%, xi sedangkan pada tahun 2020 sebesar 3,38% dan akhirnya pada tahun 2021 CR sebesar 1,64%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 CRtahun 2018-2019 berada di bawah rasio industri 1,50% sedangkan untuk tahun 2020-2021 berada di atas rasio industri 1,50%. Selanjutnya rasio likuiditas yang diukur dengan quick ratio (QR) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 1,88%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata QR sebesar 2,96%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 17,32% dan akhirnya pada tahun 2021 QR sebesar 2,44%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018- 2021 hanya QRtahun 2018 berada di bawah standar industri, sedangkan yang lainnya berada di bawah rasio industri 2,00%.Dalam rasio Likuiditas dengan menggunakan QR dan CR dari tahun 2018-2021 mengalami naik turun akan tetapi penurunan itu tidak berdampak, sebab masi berada diatas standar rata-rata industri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2018 rasio likuiditas yang diukur dengan debt ratio (DER) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 143,41%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata DER sebesar 149,32%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 171,39% dan akhirnya pada tahun 2021 DER sebesar 105,20%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 semua rasio DERtahun berada di atas rasio industri 2,90%. Dalam rasio Solvabilitas dengan menggunakan DER dari tahun 2018-2021 mengalami naik turun akan tetapi penurunan itu tidak berdampak sebab masih berada diatas standar rata-rata industri. Untuk rasio aktivitas yang diukur dengan inventory turn over (ITO) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 5,58%. Kemudian pada tahun 2019 rata- rata ITO sebesar 6,47%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 7,96% dan akhirnya pada tahun 2021 ITO sebesar 6,40%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018- 2021 semua rasio ITOtahun berada di atas rasio industri 2,50% sedangkan rasio aktivitas yang diukur dengan total assets turn over (TATO) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 0,57%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata TATO sebesar 0,58%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 0,50% dan akhirnya pada tahun 2021 TATO sebesar 0,42%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 semua rasio TATOtahun berada di atas rasio industri 2,80% kecuali rasio aktivitas mengunakan Tato berada di bawah standar rata-rata Industri. Dalam rasio Aktivitas dengan menggunakan ITO dan TATO dari tahun 2018-2021 mengalami naik turun akan tetapi xii penurunan itu tidak berdampak, sebab masi berada diatas standar rata-rata industri. Kecuali rasio aktiva mengunakan TATO mengalami naik turun akan tetapi penurunan itu berdampak, Sebab masi berada dibawah standar rata-rata Industri.

STRATEGI PEMASARAN PRODUK MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) BAUMATA (Studi Kasus Pada Desa Baumata, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyaknya Negara di dunia dengan penghasil kelapa terbesar di dunia. sehingga tidak heran, hampir semua provinsi di indonesia banyak di jumpai adanya perkebunan kelapa. Salah satuhnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal inilah yang menjadi factor utama adanya produksi minyak kelapa murni, salah satunya yang berada Kabupaten Kupang, Kecamatan Taebenu, Desa Baumata yang dikenal dengan brand VCO Baumata . Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah strategi pemasaran produk minyak kelapa murni (virgin coconut oil). Menurut David (2011) Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai. Menurut Kotler (2014:5), Pemasaran adalah fungsi organisasi dan serangkaian proses Buat, komunikasikan, dan berikan nilai kepada pelanggan Kelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya. Dia juga percaya bahwa definisi Secara sosial, pemasaran didefinisikan sebagai proses sosial di mana Individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Dengan membuat, menawarkan, dan secara bebas bertukar produk dan layanan berharga bagi orang lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengunakan metode wawancara. Berdasarkan peneliitian yang di lakaukan diagram cartesius menyiimpulkan bahwa perusahaan Yang diteliti sedang berada pada quadrat 1 yaitu posisi growth yang dapat dilihat dari titik koordinat yang terbentuk, yaitu 0,32 dan 0,95 yang dapat diakumulasi dari faktor eksternal dan internal.

ANALISIS DERAJAT DESENTRALISASI FISKAL DI KOTA KUPANG

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Otonomi daerah menjadi salah satu hal penting yang di miliki suatu daerah dalam mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat, salah satu wujud pelaksanaan otonomi daerah adalah dengan adanya otonomi dalam aspek pengelolaan keuangan daerah yang disebut otonomi fiskal. Keberhasilan otonomi daerah tak lepas dari kemampuan dalam bidang keuangan yang merupakan salah satu indikator penting dalam menghadapi otonomi daerah. (Prawirososetoto, 2002) Desentrlisasi fiskal adalah pendelegasian tanggung jawab dan pembagian kekuasaan dan kewenangan untuk pengambilan keputusan dibidang fiskal yang meliputi aspek penerimaan maupun aspek pengeluaran. Desentralisasi fiskal merupakan inti dari desentralisasi itu sendiri karena pemberian kewenangan dibidang politik maupun administrasi tanpa dibarengi dengan desentralisasi fiskal merupakan desentralisasi yang sia-sia, sebab untuk dapat melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab serta tugas-tugas pelayanan publik tanpa diberi wewenang didalam penerimaan maupun pengeluaran desentralisasi fiskal tidak akan efektif. Suatu daerah otonomi di harapkan mampu atau mandiri dalam membiayai kegiatan pemerintah daerahnya dengan tingkat ketergantungan kepada pemerintah pusat yang semakin menurun. Oleh karena itu, sudah sewajarnya apa bila PAD dijadikan tolak ukur dalam pelaksanaan otonomi daerah demi mewujudkan tingkat kemandirian dalam meghadapi otonomi daerah. Untuk meningkatkan kemandirian daerah pemerintah daerah harus berupaya terus menerus menggali dan meningkatkan sumber keuangan sendiri. Menurut Halim (2007), Kemandirian keuangan daerah (otonomi fiskal) menunjukkan kemampuan pemda dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintah, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah. Kemandirian keuangan daerah di tunjukkan oleh besar kecilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan dengan pendapatan daerah yang berasal dari sumberlain, misalnya bantuan pemerintah pusat ataupun pinjaman. Rasio kemandirian menggambarkan ketergantungan daerah terhadap sumber dana eksternal. Salah satu bentuk tolak ukur untuk melihat kemampuan suatu daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah, sumber pendapatan daerah salah satunya berasal dari Pendapatan Aslih Daerah (PAD). Kemandirian fiskal merupakan salah satu aspek yang memiki peran penting dalam otonomi darah, dengan adanya kemandirian fiskal maka mampu memperbaiki alokasi sumber daya produktif melalui pergeseran pengambilan keputusan publik dan mampu mendorong peningkatan kreatifitas masyarakat, pembangunan serta pemerataan hasil-hasil diseluruh daerah (Mardiasmo 1999). Derajat Desentralisasi Fiskal mampu membawa pengaruh yang baik untuk menentukan kemandirian suatu daerah dalam mengelola segala yang terkait didalamnya terutama dalam hal pengambilan keputusan dibidang fiskal yang meliputi aspek penerimaan (tex assignment) maupun aspek pengeluaran (expenditure assessment). Di lihat dalam laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dana transfer dari pemerintah pusat merupakan salah satu sumber pendapatan yang turut andil dalam pendanaan biaya oprasional pemerintah daerah. populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kota Kupang tahun 2017-2021. sampel yang digunakan dalam penelitan ini adalah Laporan Realisasi Anggaran pemerintah kota Kupang pada tahun 2017-2021. Untuk mendapatkan data yang akurat peneliti menggunakan Teknik pengumpulan data Dokumentasi dan Studi kepustakaan. teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif Derajat Desentralisasi Fiskal dari Pendapatan Asli daerah di kota kupang dari Tahun 2017-2021 rata-ratanya adalah 15,09% yang artinya Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF) kurang. Jika dianalisis lebih lanjud pada komponen PAD ternyata Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan rata-rata DDF-nya hanya sebesar 1,72% lalu disusul oleh Lain-lain pendaptan asli Daerah yang Sah 2,91% kemudian rata-rata DDF Pendapatan Retribusi 3,35% dan rata-rata DDF Pendapatan Pajak 8,63%. Dengan demikian maka penyebab utama dari kurangnya DDF PAD adalah DDF Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan. DDF PAD tertinggi terjadi pada tahun 2019 yaitu 15,89% dan terrendah tahun 2018 yaitu 14,66%, tertinggi tahun 2019 karena adanya peningkatan pendapatan asli daerah, peningkatan tersebut berasal dari pendapatan pajak daerah yang meningkat sebesr 9,61% demikian juga DDF PAD terendah terjadi pada tahun 2018 disebabkan oleh peresentase peningkatan total pendapatan daerah lebih besar dari presentase peningkatan PAD. Peningkatan total pendapatan daerah tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil Bukan pajak yang masing-masing meningkat sebesar 59,00% dan 12,38%. Rata-rata perkembangan BHPBP terhadap TPD di kota kupang pada tahun 2017-2021 berjumlah 2,44% kondisi ini menunjukkan bahwa derajat desentralisasi fiskal di kota kupang sangat kurang. Jika dianalisis lebih lanjud pada komponen ini Bagi Hasil pajak rata-rata DDF-nya 12,09% dan Bagi Hasil Bukan Pajak rata-ratanya 0,3%. DDF BHPBP yang paling rendah yaitu pada tahun 2019 sebesar 1,44%, presentasenya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya yaitu tahun 2021 yaity 3,40%. Pada tahun 2021 lebih tinggi dari tahun sebelumnya di sebabkan oleh karena adanya peningkatan total pendapatan daeraah yang bersal dari alokasi kurang bayar tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan presentase dari Bagi Hasil Pajak pada tahun 2021 sebesar 26,30%. Rata-rata Derajat Desentralisasi Fiskal dari Sumbangan Daerah di kota kupang tahun 2017-2021 adalah 3,33% yang berarti masuk dalam kriteria sangat kurang, Derajat Desentralisasi Fiskal dari Sumbangan daerah tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 5,20% dan terndah pada tahun 2017 sejumlah 0,69%. Tertinggi pada tahun 2020 karena adanya peningkatan hibah atau sumbagan daerah lebih besar dari peningkatan total penerimaan daerah, terjadi kaikan sumbagan daerah sebesar 35,28%. Serta pada tahu 2020 kota Kupang mendapatkan bantuan keungan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainya.Bedasarkan hasil anlisis permasalahan yang telah diuraikan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah: Derajat Desentralisasi Fiskal Kota Kupang yang dihitung dari proporsi Pendapatn Asli Daerah (PAD) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) rata-rata selama kurun waktu lima tahun yaitu tahun 2017-2021 sebesar 15,09% yang dikategorikan kurang sedangkan proporsi Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak (PBHPB) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) sebesar 2,44% dengan kriteria sangat kurang. Dan proporsi Sumbangan Daerah (SD) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) adalah 3,33% kriterinya sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan pemerintah Kota Kupang terhadap pemerintah pusat masih sangat besar atau dapat dikatakan bahwa desentralisasi fiskal Kota Kuapang masih tinggi, atau dapat dikatakana bahwa kota kupang belum mandiri, karena besarnya peran pemerintah pusat dalam membantu membiayai benja daerah kota Kupang yang tidak bisa di biayai melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja.