2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan jemaat merupakan bagian integral dari panggilan gereja untuk menumbuhkan kehidupan iman yang dewasa, partisipatif, dan kontekstual, namun dalam praktiknya sering kali masih berangkat dari pendekatan yang menekankan persoalan dan kekurangan sehingga potensi jemaat kurang dioptimalkan secara maksimal. Kondisi ini juga tampak dalam kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane yang sesungguhnya memiliki kekayaan potensi sosial, ekonomi, dan budaya, tetapi belum sepenuhnya dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berangkat dari persoalan mengenai bagaimana konteks sosial-ekonomi jemaat melatarbelakangi praktik kemitraan dengan komunitas Prosi, bagaimana praktik kemitraan tersebut dipahami dalam kerangka pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta bagaimana kemitraan itu direfleksikan secara teologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane, menganalisis praktik kemitraan gereja dengan komunitas Prosi sebagai bagian dari pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta merefleksikannya secara teologis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang dianalisis secara deskriptif-analitis dan refleksi teologis berdasarkan teori pembangunan jemaat Jan Hendriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara GMIT Hosana Hane dan komunitas Prosi menjadi sarana pembangunan jemaat yang bersifat partisipatif dan transformatif, di mana pendekatan Appreciative Inquiry menolong jemaat untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang telah dimiliki sebagai aset pembangunan, sehingga jemaat semakin diposisikan sebagai subjek yang berdaya dalam membangun kehidupan iman, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penulisan ini mengkaji praktik dansa kizomba yang dilakukan oleh pemuda-pemudi GMIT Siloam Oelbioin. Pokok persoalan penelitian ini adalah adanya keresahan karena praktik dansa kizomba dengan sentuhan fisik yang berlebihan dengan lawan jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat, menganalisis praktik dansa kizomba, serta memberikan refleksi etis teologis terhadap praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis, data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan beberapa narasumber serta dianalisis menggunakan teori etika deontologi Immanuel Kant dan konsep kekudusan hidup dalam perspektif alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dansa kizomba di kalangan pemuda-pemudi ditandai dengan kedekatan fisik yang sangat intim, sentuhan pada area tubuh privat dan perilaku seperti berciuman di depan umum sehingga praktik ini sering memicu terjadinya konflik dan dinilai melanggar prinsip kekudusan hidup kristen. Berdasarkan analisis deontologi, tindakan ini dinilai tidak bermoral karena melanggar kewajiban universal untuk menghormati martabat manusia dan kekudusan hidup.
Kata Kunci: Dansa kizomba, Etika deontologi Immanuel Kant, kekudusan hidup
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembentukan karakter anak pada usia Golden Age (0-6 tahun) merupakan tahap
yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian dan iman anak di masa
depan. Dalam iman Kristen, orang tua dipahami sebagai pendidik iman pertama
dan utama bagi anak. Namun, realitas kehidupan keluarga masa kini menunjukkan
adanya berbagai tantangan yang menyebabkan peran orang tua dalam
pembentukan karakter anak belum berjalan secara optimal. Berdasarkan konteks
tersebut, penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana peran orang tua dalam
pembentukan karakter anak Golden Age di Jemaat GMIT Batu Karang
Nonohonis, serta bagaimana gereja berperan sebagai mitra keluarga dalam
mendukung proses tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age berdasarkan
perspektif Pendidikan Agama Kristen, mengidentifikasi realitas praktik
pengasuhan yang terjadi di jemaat, serta merumuskan refleksi teologis dan
implikasi praktis bagi orang tua dan gereja. Penelitian ini juga bertujuan
menegaskan kembali pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam
pembinaan iman dan karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis-refleksi. Data
diperoleh melalui wawancara dengan orang tua, guru Sekolah Minggu, guru
PAUD, dan pengajar program pelayanan anak, serta melalui observasi dan studi
kepustakaan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data
dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan landasan teologis Alkitab
dan teori Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar orang tua menyadari pentingnya pembentukan karakter anak sejak
usia dini, namun keterbatasan waktu, pemahaman yang belum utuh tentang
Golden Age, serta kesibukan pekerjaan menyebabkan pembentukan karakter anak
belum dilakukan secara konsisten. Gereja telah menjalankan pelayanan anak,
tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Penelitian ini
menegaskan bahwa pembentukan karakter anak Golden Age akan berjalan lebih
efektif apabila orang tua menjalankan perannya sebagai pendidik iman utama dan
gereja hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga secara berkelanjutan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertolak dari realitas kehidupan masyarakat Ladon, Klasis Alor Barat Laut, yang hidup dalam konteks keberagaman agama, khususnya relasi antara umat Kristen dan Islam. Di tengah pluralitas tersebut, masyarakat menghidupi nilai budaya lokal Tena’El yang dimaknai sebagai persaudaraan, persahabatan, dan kebersamaan lintas iman. Pokok persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana konteks wilayah dan jemaat GMIT Tena’El Ladon membentuk relasi Islam-Kristen, bagaimana makna dan nilai Tena’El dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan sosial-keagamaan, dan bagaimana nilai tersebut ditinjau secara teologis dalam terang Injil dengan menggunakan perspektif pluralisme agama menurut Paul F. Knitter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna Tena’El sebagai identitas lokal yang berperan dalam membangun relasi persaudaraan antara umat Kristen dan Islam, mengkaji praktik hidup bersama dalam keberagaman melalui pendekatan teologi agama-agama, serta menafsirkan nilai Tena’El sebagai bagian dari kesaksian iman Kristen yang kontekstual dan dialogis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologi agama-agama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan warga jemaat, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta umat Islam, observasi lapangan, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menafsirkan temuan penelitian dalam kerangka pluralisme agama Paul Knitter dan teologi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tena’El berfungsi sebagai modal sosial dan teologis yang memperkuat relasi persaudaraan Islam–Kristen di Ladon. Nilai ini tidak bertentangan dengan iman Kristen, melainkan sejalan dengan Injil yang menekankan kasih, penghargaan terhadap martabat manusia, dan hidup berdampingan secara damai. Tena’El menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan gereja hadir sebagai agen perdamaian dan memperteguh kesaksian iman di tengah masyarakat plural.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari realitas umat Kristen di Surat Roma yang hidup dalam disharmonisasi, di mana ada pertikaian dari dalam komunitas jemaat sendiri dan juga dengan pemerintahan Roma. Pokok persoalan yang menjadi fokus penelitian ini adalah bagaimana kerygma teologis Roma 12:17–21 dipahami dalam konteks historis dan teologisnya, serta bagaimana pesan tersebut relevan bagi respons umat Kristen terhadap realitas intoleransi pada masa kini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji secara mendalam latar belakang dan isi pewartaan teologis Roma 12:17–21, menggali makna kerygma yang terkandung di dalamnya, serta merefleksikan implikasinya bagi kehidupan umat Kristen Indonesia dalam menghadapi pengalaman diskriminasi dan pembatasan kebebasan beragama. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir historis-kritis, melalui analisis teks Alkitab, konteks jemaat Roma, struktur literer perikop, serta makna kata-kata kunci dalam bahasa Yunani, dengan memanfaatkan sumber-sumber Alkitab, tafsiran, leksikon, dan literatur teologis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roma 12:17–21 memuat kerygma tentang panggilan umat percaya untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, menyerahkan pembalasan kepada Allah, mengupayakan hidup dalam damai sejauh hal itu bergantung pada diri sendiri, serta mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Kerygma ini menegaskan bahwa respons orang percaya terhadap ketidakadilan dan penderitaan harus berakar pada kasih Kristus dan kepercayaan kepada keadilan Allah, sehingga dalam konteks intoleransi di Indonesia, umat Kristen diarahkan untuk tetap setia pada iman, membangun sikap rekonsiliatif dalam relasi sosial, dan memperjuangkan martabat manusia tanpa terjebak dalam lingkaran kebencian dan pembalasan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas spiritualitas belas kasih Yesus dengan kajian historis kritis terhadap Yohanes 8:1-11 dan implikasinya bagi Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah. Kajian ini berangkat dari teks Alkitab, dengan pendekatan historis-kritis untuk menelaah sikap dan praktik komunitas Kristen awal terkait isu moral dan sosial. Fenomena yang diamati dalam teks Alkitab, seperti perlakuan terhadap perempuan dan sikap terhadap pelanggaran praktik seksual, menjadi fokus analisis untuk memahami bagaimana prinsip etis dan relasi sosial dibangun dalam konteks kehidupan berjemaat pada masa itu. Penelitian ini memfokuskan pada penafsiran Alkitab sebagai kontribusi teologis bagi kehidupan spiritualitas jemaat sebagaimana spiritualitas belas kasih itu dihidupi oleh Yesus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konteks historis Yohanes 8:1-11, mengidentifikasi kerygma teologis yang terkandung di dalam teks tersebut, serta merumuskan implikasinya bagi kehidupan di GMIT Jemaat Bet’el Oesapa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Penafsiran teks dilakukan melalui tafsir historis teks terhadap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yohanes 8:1-11 berada dalam konteks di mana perempuan serta orang berdosa dijadikan sebagai orang-orang yang rentan, terpinggirkan, dikucilkan dalam konteks Yahudi pada masa itu. Bertolak dari keadaan yang demikian dalam kehidupan pelayanan-Nya Yesus menunjukan spiritualitas belas kasih sebagai representasi bahwa Allah mengasihi semua orang. Mereka yang tidak dikasihi, yang dipakai sebagai alat dan bukan sebagai pribadi, golongan orang yang tidak berharga dan tidak berarti bagi masyarakat lain dipandang dengan belas kasih yang radikal. Spiritualitas Yesus bukan spiritualitas yang menjauh demi menjaga kemurnian moral, melainkan spiritualitas inkarnasional yang mendekat, tinggal, dan menyertai mereka yang terpinggirkan. Implikasi teologis Yohanes 8:1-11 bagi GMIT Jemaat Bet’el Oesapa Tengah terletak pada panggilan untuk menghidupi Spiritualitas belas kasih yang Yesus hidupi selama Pelayanan-Nya. Jemaat dipanggil untuk untuk memelihara relasi yang intim dengan Allah, selain itu sebagaimana Yesus membongkar kekerasan religius dan budaya stigma, jemaat dipanggil untuk tidak menghidupi lagi budaya stigma yang telah mengakar itu dan spiritualitas belas kasih itu mentransformasi kehidupan baik yang tertuduh maupun para penuduh.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi digital membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan remaja, khususnya dalam proses pencarian identitas diri. Remaja hidup di tengah arus informasi yang cepat, budaya media sosial, dan tuntutan untuk membangun citra diri yang ideal, sehingga sering kali mengalami kebingungan identitas, tekanan psikologis, serta ketergantungan pada pengakuan eksternal. Kondisi ini juga dialami oleh remaja di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana remaja mencari dan membentuk identitas diri di era digital, serta bagaimana gereja berperan dalam mendampingi proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pencarian identitas diri remaja pada era digital dan merumuskan bagaimana remaja dapat memahami dan mencari identitas diri pada era digital saat ini dengan baik, penelitian ini juga ingin menegaskan peran gereja sebagai komunitas iman yang aman, menerima, dan mendampingi remaja dalam pergumulan hidup mereka, sehingga remaja dapat membangun identitas diri yang berakar pada iman Kristen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskpsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi. Kajian ini memanfaatkan teori perkembangan remaja, refleksi teologis berdasarkan Alkitab, serta pemikiran Andrew Root tentang pelayanan remaja yang berpusat pada relasi dan pengalaman hidup sebagai ruang perjumpaan dengan Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri remaja di era digital cenderung rapuh apabila dibangun di atas standar budaya digital seperti popularitas dan citra diri. Oleh karena itu, gereja memiliki peran penting untuk menghadirkan pendidikan agama kristen yang berpusat pada relasi, pendampingan yang setia, dan komunitas yang menerima remaja apa adanya. Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan, implikasi pendidikan agama Kristen ini menegaskan bahwa gereja perlu menjadi ruang aman yang menolong remaja memahami dan menemukan identitas diri mereka sebagai pribadi yang dikenal, dikasihi, dan dipanggil Allah di tengah tantangan era digital.
Kata Kunci: Remaja, Identitas diri, Era digital, Pelayanan Pastoral, GMIT Gunung Sinai Naikolan
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGEMBANGAN TEH CELUP DAUN KELOR JAHE SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Teh adalah minuman yang sangat umum dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebiasaan minum teh sudah dikenal tidak hanya di Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia. teh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Senyawa dalam teh dapat menyembuhkan beberapa penyakit ringan dan mencegah timbulnya beberapa penyakit serius. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pH, uji tingkat kesukaan konsumen dari parameter organoleptik aroma, rasa dan warna dan kadar air dan kadar abu pada pembuatan teh celup berbahan dasar kelor dengan variasi konsentrasi jahe. Penelitian ini dilakukan diLaboratorium Pendidikan Biologi UKAW kupang dan diLaboratorium Kimia Universitas Nusa Cendana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan ( 3 pengulangan). Perbandingan daun kelor dan jahe dengan variasi perlakuan meliputi: (P0) 100 % : 0%, ( P1) 90 % : 10 %, ( P2 ) 80 % : 20 %, ( P3) 70 % : 30 %. Parameter yang diuji yaitu pH dengan nilai tertinggi pada P3: 5,52% dan terendah P1: 5,22%, uji organoleptik yang meliputi parameter aroma di perolehF hitung 7,316,df=3, dan nilai P 0,000 0,005, rasa di peroleh F hitung 17,786, df=3, dengan nilai P 0,000 0,005, warna diperoleh F hitung 4,626, df=3, dengan nilai P 0.005, dan uji proksimat meliputi kadar air dan kadar abu. Berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan Hasil Uji proksimat untuk mengukur kandungan gizi teh celup kelor jahe kadar air tertinggi pada perlakuan P1 sebesar 35% kadar abu tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 83%. Kata Kunci: Teh celup kelor jahe merah,pH,organoleptik dan proksimat. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT DEVELOPMENT OF GINGER MORINGA TEABAGS AS A HEALTH DRINK Maus, S.F)* Ballo.A)** Ledo, S.E.M)** Tea is a very common drink in our daily life. The habit of drinking tea is known not only in Indonesia but almost throughout the world. Tea has many health benefits. The compounds in tea can cure several minor illnesses and prevent the onset of several serious illnesses. The aim of this research is to determine the pH, test the level of consumer preference from the organoleptic parameters of aroma, taste and color and water content and ash content in making moringa-based tea bags with variations in ginger concentration. This research was conducted at the UKAW Kupang Biology Education Laboratory and at the Chemistry Laboratory at Nusa Cendana University. The method used in this research was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments (3 repetitions). The comparison of Moringa leaves and ginger with various treatments includes: (P0) 100 % : 0%, (P1) 90 % : 10 %, (P2) 80 % : 20 %, (P3) 70 % : 30 %. The parameters tested were pH with the highest value at P3: 5.52% and the lowest at P1: 5.22%, the organoleptic test which included aroma parameters was obtained F hitung 7.316, df = 3, and P value of 0.000 0.005, taste was obtained F hitung 17.786, df = 3, with P value of 0.000 0.005, color was obtained F hitung 4.626, df=3, with P value of 0.005, and proximate tests include water content and ash content. Based on the results of the ANOVA test, proximate test results were obtained to measure the nutritional content of ginger moringa tea bags, the highest water content in treatment P1 was 35%, the highest ash content in treatment P2 was 83%. Keywords: Red ginger Moringa tea bags, pH, organoleptic and proximate. Information: *) Researcher **)Advisor
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KANDUNGAN KARBOHIDRAT DODOL KULIT PISANG AMBON (MUSA ACUMINATA) YANG DIPEROLEH DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN KABUPATEN KUPANG Nailape. S.E)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Pisang merupakan buah yang sangat bermanfaat bagi manusia dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Buah ini disukai karena kandungan gizinya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar karbohidrat pada dodol kulit pisang ambon (Musa acuminata) yang berasal dari Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan analisis data menggunakan ANOVA serta uji lanjut Duncan. Empat perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Analisis kadar karbohidrat menggunakan metode fenol-sulfat dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki kadar karbohidrat tertinggi sebesar 1,304%. Uji organoleptik oleh 20 panelis terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa menunjukkan bahwa perlakuan P3 (300 gram kulit pisang ambon) menghasilkan dodol terbaik dengan warna cokelat gelap merata, tekstur kenyal, aroma khas, dan rasa manis seimbang. Dodol kulit pisang ambon berpotensi sebagai produk pangan fungsional bergizi dan bernilai ekonomi tinggi. Kata kunci: Dodol, kulit pisang ambon, karbohidrat, organoleptik, Keterangan: * Peneliti ** Pembimbing ABSTRACT CARBOHYDRATE CONTENT OF DODOL FROM AMBON BANANA PEEL (MUSA ACUMINATA) OBTAINED FROM RETRAEN VILLAGE, SOUTH AMARASI DISTRICT, KUPANG REGENCY Nailape. S.E)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Banana is a highly beneficial fruit for humans and can be consumed by people of all age groups. It is favored due to its high nutritional content. This study aimed to determine the carbohydrate content in dodol made from Ambon banana peel (Musa acuminata) originating from Retraen Village, South Amarasi District, Kupang Regency. The method used was descriptive quantitative with a Completely Randomized Design (CRD), and data analysis was conducted using ANOVA followed by Duncan’s multiple range test. Four treatments were applied, each repeated three times, resulting in 12 experimental units. Carbohydrate analysis was carried out using the phenol-sulfuric method with a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that treatment P3 had the highest carbohydrate content, at 1,304%. Organoleptic testing by 20 panelists on color, aroma, texture, and taste indicated that treatment P3 (300 grams of Ambon banana peel) produced the best dodol, characterized by an evenly distributed dark brown color, chewy texture, distinctive aroma, and balanced sweet taste. Dodol made from Ambon banana peel has potential to be developed as a nutritious and economically valuable functional food product. Keywords: Dodol, ambon banana peel, carbohydrate, organoleptic Note: * Researcher ** Supervisor
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Pisang ambon merupakan buah yang banyak mengandung gizi dan mempunyai rasa dan Pisang ambon (Musa acuminata) merupakan buah yang kaya akan vitamin dan mineral, salah satunya vitamin C, namun mudah rusak sehingga perlu diolah agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Salah satu bentuk olahan yang potensial adalah dodol pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dalam dodol pisang ambon yang diproduksi dari Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berbeda yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali, dan data dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA). Uji organoleptik dilakukan terhadap atribut aroma, rasa, warna, dan tekstur menggunakan metode hedonik dengan melibatkan 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (300 gram pisang ambon) merupakan perlakuan terbaik dalam atribut aroma, rasa, dan warna, sedangkan tekstur terbaik terdapat pada perlakuan P2 (200 gram pisang ambon). Analisis kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu sebesar 155,33 mg/100g. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah pisang ambon yang digunakan, semakin tinggi pula kandungan vitamin C dalam dodol. Kata Kunci: Dodol pisang ambon, vitamin C, organoleptik, spektrofotometri. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRAK ANALYSIS OF VITAMIN C CONTENT IN AMBON BANANA DODOL (Musa acuminata) FROM RETRAEN VILLAGE, SOUTH AMARASI DISTRICT Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Ambon banana (Musa acuminata) is a fruit rich in vitamins and minerals, particularly vitamin C, but it is highly perishable and requires processing to extend its shelf life. One potential processed product is dodol made from Ambon banana. This study aimed to analyze the vitamin C content in dodol made from Ambon banana in Retraen Village, South Amarasi District. The research used an experimental method with a quantitative descriptive approach. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of four treatments with three replications each. Data were analyzed using ANOVA and further tested with Duncan's Multiple Range Test. Organoleptic tests (aroma, taste, color, and texture) were conducted using the hedonic method involving 20 panelists. The results showed that treatment P3 (300 grams of Ambon banana) was the most preferred in aroma, taste, and color, while P2 (200 grams) had the best texture. Vitamin C analysis using UV-Vis spectrophotometry showed that P3 had the highest vitamin C content, reaching 155.33 mg/100g. These findings indicate that increasing the amount of Ambon banana increases the vitamin C content in dodol. Keywords :Ambon banana dodol, vitamin C, organoleptiktest, spectrophotometry Information: *) Researcher **) Advisor
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MEDIA SCRAPBOOK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS XI SMA NEGERI 1 FATULEU BARAT Guterres, H. A* Manu, T. S. N** Meha, A. M** Salah satu masalah yang terdapat di SMA Negeri 1 Fatuleu Barat hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah khususnya pada materi sistem peredaran darah pada manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Scrapbook terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMA Negeri 1 Fatuleu Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 69 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA-A yang berjumlah 23 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA-C yang berjumlah 21 siswa sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas eksperimen peneliti menggunakan media pembelajaran Scrapbook sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator yaitu C3 (mengaplikasi) 86,4%. Penggunaan media pembelajaran Scrapbook di dalam pembelajaran, siswa terlihat tertarik sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional sehingga tidak dapat menumbuhkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dilihat dari indikator terendah yaitu C2 (memahami) dengan persentase 69,3%. Hasil presentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran Scrapbook ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar kognitif siswa di SMA Negeri 1 Fatuleu Barat. Kata Kunci : Hasil Belajar, media pembelajaran Scrapbook Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF SCRAPBOOK MEDIA ON STUDENT LEARNING OUTCOMES ON HUMAN CIRCULATORY SYSTEM MATERIAL CLASS XI STATE HIGH SCHOOL 1 FATULEU WEST Guterres, H. A* Manu, T. S. N** Meha, A. M** One of the problems found at SMA Negeri 1 West Fatuleu is that the cognitive learning outcomes of students are still low, especially in the material of the circulatory system in humans. The purpose of this study is to determine the influence of Scrapbook learning media on the cognitive learning outcomes of students at SMA Negeri 1 West Fatuleu. The research uses a quantitative approach, with experimental methods. The population in this study is all grade XI students totaling 69 people. The sample in this study is class XI IPA-A which consists of 23 students as the control class and class XI IPA-C which consists of 21 students as the experimental class. The data collection technique used in this study is a test. The results of this study stated that in the experimental class, the researcher used Scrapbook learning media so that it could improve the cognitive learning outcomes of students in the classroom. This can be seen in one of the iditors, namely C3 (applying) 86.4%. The use of Scrapbook learning media in learning, students look interested so that it can improve students' thinking skills. In the control class, the researcher used conventional methods so that it could not grow students' cognitive learning outcomes, this is seen from the lowest indicator, namely C2 (understanding) with a percentage of 69.3%. The results of the percentage of this kotrol class show that the cognitive learning outcomes of students in the learning process using conventional methods are low. This fact shows that Scrapbook learning media has a significant influence on the cognitive learning outcomes of students at SMA Negeri 1 West Fatuleu. Keywords : Learning Outcomes, Scrapbook learning media Information : *) : Researcher **) : Advisor
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH Santos, D. A)* Manu, T. S. N)** Meha, A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di SMA Negeri 2 Kupang Tengah adalah rendahnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran sistem peredaran darah manusia sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media scrapbook materi sistem peredaran darah manusia terhadap motivasi belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian true eksperimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 53 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 2, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 26 orang dan kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan skala sikap Likert,data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t dengan bantuan SPSS, diperoleh nilai thitung sebesar 27, 069 lebih besar dari nilai ttabel 2,006, maka dapat dikatakan H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan pengaruh motivasi belajar siswa. Pada kelas eksperimen peneliti menggunakan media scrapbook sehinngga sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator yaitu adanya hasrat dan keinginan belajar dengan persentase 89,4%. Yang pada saat guru menjelaskan menggunakan media scrapbook di dalam kelas, siswa terlihat tertarik pada media scrapbook dan adanya hasrat dalam proses pembelajaran. Sedangkan pada kelas kontrol peneliti menggunakan buku cetak sehinngga tidak dapat memotivasi siswa dengan baik, hal ini dilihat dari indikator adanya hasrat dan keinginan dalam belajar dengan persentase 62,8%. Hasil presentase kelas kotrol ini menunjukan bahwa motivasi siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih sedang dan rendah.Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pada media scrapbook materi sistem peredaran darah manusia terhadap Motivasi Belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Kata kunci: Media scrapbook, sistem peredaran darah manusia, dan Motivasi Belajar Siswa Keterangan *) = Peneliti **) = Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE OF SCRAPBOOK LEARNING MEDIA ON STUDENT LEARNING MOTIVATION IN THE MATERIAL OF THE HUMAN CIRCULATORY SYSTEM CLASS XI AT SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH Santos, D. A)* Manu, T. S. N)** Meha, A. M)** One of the problems found in SMA Negeri 2 Kupang Tengah is the low motivation of students in the learning process of the human circulatory system, so the purpose of this study is to determine the influence of scrapbook media of human circulatory system material on the learning motivation of grade XI students at SMA Negeri 2 Kupang Tengah. This research is an experimental method research with a true experimental design research design. With a population of 53 and a sample of two classes consisting of students of class X Science 1 and class X Science 2, where class X Science 1 is a control class with a total of 26 students and class X Science 2 is an experimental class with a total of 27 students. The sampling used is purposive sampling. Data collection using a questionnaire with the Likert attitude scale, the research data was analyzed using a parametric statistical test, namely the t-test with the help of SPSS, a t-value of 27.069 was obtained greater than the ttable value of 2.006, then it can be said that H0 was accepted and H1 was rejected. The results of this study stated that the control class and the experimental class had a different influence on student learning motivation. In the experimental class, the researcher used scrapbook media so that it could increase students' motivation to learn in class. This can be seen in one of the indicators, namely the desire and desire to learn with a percentage of 89.4%. When the teacher explained using scrapbook media in class, students were interested in scrapbook media and there was a passion in the learning process. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that they could not motivate students well, this can be seen from the indicator of desire and desire to learn with a percentage of 62.8%. The results of the percentage of this class show that students' motivation in the learning process using printed books is still moderate and low. This fact shows that there is a significant influence on the scrapbook media of human circulatory system material on the Learning Motivation of grade XI students at SMA Negeri 2 Kupang Tengah. Keywords: Scrapbook media, human circulatory system, and Student Learning Motivation Description = * ) = Researcher **) = Advisor
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul: Sumpah Adat dengan sub Judul: Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman Jemaat dan Implikasinya bagi Pelayanan Gereja di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua yang ditulis oleh Dominggus Bole Lawe, mengarahkan perhatian pada praktik sumpah adat di Hawu Mehara serta bagaimana pemahaman jamaat GMIT Betel Gelanalalu sebagai salah satu basis berteologi dan pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan mendefinisikan, menganalisis dari perspektif teologis, serta memfokuskan pada pemahaman jemaat tentang sumpah adat dan bagaimana pengaruh sumpah adat, yang berdampak pada relasi manusia dalam komunitas masyarakat Hawu Mehara. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologis dari Lesslie Newbigin untuk menganalisis bagaimana praktik sumpah adat mempengaruhi kehidupan dan berdampak negatif terhadap konsep kebersamaan dalam struktur masyarakat, khususnya Jemaat GMIT Betel Gelanalalu. Hasil penilitian membuktikan bahwa sumpah adat memiliki dampak teologis: terjadi krisis iman dan relasi dengan Allah, dampak psikologis: hidup dalam ketakutan dan kecemasan, dampak sosial: ketegangan dan putusnya relasi, dampak keluarga: retaknya ikatan kekeluargaan dan trauma lintas generasi, dampak eklesiologi: melemahnya persekutuan gereja. Berdasarkan beberapa dampak dari sumpah adat ini, perlu memberikan pemahaman baru, serta penegasan bagi anggota jemaat agar tetap dalam iman yang benar kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya otoritas yang berkuasa, bukan terjebak di bawah kuasa kutuk dan ikatan sumpah adat. Alasannya adalah kuasa kutuk, kecemaran segenap umat manusia, termasuk praktik-praktik dalam kebudayaan mana pun Kristus sudah merengkuh, memurnikan lewat pengorbanan-Nya. Dengan demikian, transfomasi secara pemikiran, dan netralisasikan pemahaman yang keliru dalam masyarakat adat perlu diberikan seturut iman Kristen.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehidupan bergereja di konteks perkotaan kerap dipahami secara sempit sebagai aktivitas yang berpusat pada gedung gereja, liturgi, dan struktur kelembagaan. Cara pandang ini sering kali menutupi realitas sosial yang lebih dalam, khususnya pengalaman kemiskinan struktural yang dialami sebagian anggota jemaat. Penelitian ini berangkat dari persoalan tersebut dengan memfokuskan kajian pada konsep Gereja Diaspora yang dikemukakan oleh Y. B. Mangunwijaya dan implikasinya bagi kehidupan Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua sebagai gereja perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merefleksikan secara teologis realitas kemiskinan struktural dalam kehidupan jemaat serta menelaah bagaimana pemikiran Gereja Diaspora dapat menjadi kerangka teologis bagi pembaruan pelayanan gereja. Penelitian ini juga bertujuan menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk hadir bukan semata sebagai organisasi religius, melainkan sebagai organisme iman yang hidup, bertumbuh, dan berpihak pada kehidupan umat yang rentan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan refleksi teologis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya Y. B. Mangunwijaya, kajian Alkitab, serta analisis kontekstual berdasarkan data sosial dan pekerjaan Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua. Pendekatan ini memungkinkan pembacaan kritis atas realitas jemaat sebagai “tanda-tanda zaman” yang menantang gereja untuk merefleksikan kembali identitas dan panggilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan yang dialami sebagian jemaat GMIT Kaisarea merupakan bentuk kemiskinan struktural yang tidak dapat direduksi sebagai persoalan individual. Dalam terang pemikiran Mangunwijaya, kemiskinan tersebut menjadi locus teologis yang menguji kesetiaan iman dan kesaksian gereja. Konsep Gereja Diaspora menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk bergerak dari pemusatan pada gedung menuju kehadiran nyata dalam kehidupan umat. Dengan demikian, GMIT Kaisarea dipahami sebagai “Kebun Anggur Tuhan yang Berbunga,” yakni komunitas iman yang merawat keberagaman, memperjuangkan martabat manusia, dan menghadirkan Injil sebagai daya yang membebaskan di tengah realitas perkotaan yang timpang.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berangkat dari realitas budaya masyarakat Putun, khususnya jemaat Pos Pelayanan Getsemani Oekani yang memaknai jagung sebagai pemberi kehidupan dan simbol penting dalam keberlangsungan hidup. Pokok persoalan yang menjadi fokus penelitian ini adalah bagaimana dampak dari pemaknaan terhadap filosofi jagung. Ketika jagung diposisikan sebagai penentu keselamatan, maka iman jemaat mengalami pergeseran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat filosofi jagung melalui pendekatan teologi kontekstual berdasarkan teori dari Richard Niebuhr dengan tipologi (Kristus memperbaharui budaya) dan membuat refleksi teologi kontekstual dari perspektif Alkitab dan iman Kristen, serta merumuskan implikasinya bagi kehidupan iman jemaat dan peran gereja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah sebelas orang. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa jagung dapat dimaknai sebagai tanda pemeliharaan Allah yang menopang kehidupan jasmani, tetapi bukan sebagai sumber keselamatan. Yesus Kristus sebagai Roti Hidup adalah pusat iman dan sumber kehidupan sejati. Pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib menegaskan bahwa karya keselamatan Allah telah diselesaikan secara sempurna dan final. Sehingga praktik pengorbanan dalam budaya filosofi jagung perlu ditafsirkan kembali secara kritis dan teologis. Pengorbanan budaya pada jagung yang menuntut kurban sebagai syarat ketaatan pada leluhur untuk memperoleh kehidupan atau keselamatan tidak lagi dapat dipahami sebagai keharusan religius yang menentukan relasi manusia dengan Allah untuk memperoleh keselamatan. Sebab, dalam iman Kristen, relasi tersebut telah dipulihkan sepenuhnya melalui pengorbanan Kristus. Oleh karena itu budaya filosofi jagung tidak dihapus, melainkan diperbaharui nilai dan maknanya dalam terang injil sehingga dapat memmbangun iman jemaat yang kontekstual dan berakar pada Kristus.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tradisi Tutus sebagai salah satu praktik budaya yang masih dijalankan oleh jemaat GMIT Imanuel Oebitina di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tradisi Tutus tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya leluhur, tetapi juga diyakini memiliki makna religius yang berkaitan dengan harapan akan berkat, perlindungan, dan kesejahteraan hidup. Dalam praktiknya, tradisi ini kerap menimbulkan ketegangan teologis karena berpotensi melahirkan dualisme iman, yaitu pengakuan kepada Kristus sebagai sumber berkat, namun di saat yang sama masih bergantung pada praktik adat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks jemaat GMIT Imanuel Oebitina, menganalisis makna dan pelaksanaan tradisi Tutus dalam perspektif teologi kontekstual, serta merumuskan refleksi teologis, pastoral, dan implikasinya bagi pelayanan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologi kontekstual model sintesis Stephen B. Bevans. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan melibatkan anggota jemaat, majelis jemaat, serta tokoh adat. Data dianalisis secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tutus mengandung nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, serta penguatan relasi kekeluargaan. Namun, di sisi lain, terdapat kecenderungan pemaknaan religius yang dapat mengaburkan pengakuan iman kepada Allah sebagai satu-satunya sumber berkat. Melalui pendekatan sintesis, Injil dan budaya dipahami sebagai dua realitas yang dapat berdialog secara kritis dan konstruktif. Penelitian ini merekomendasikan agar gereja mengembangkan pendampingan pastoral dan pendidikan iman yang kontekstual, sehingga jemaat mampu memaknai tradisi Tutus secara bijaksana, tetap menghargai budaya lokal, serta setia pada ajaran iman Kristen.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari realitas pelayanan pendampingan iman bagi generasi Alfa di Jemaat GMIT Efata Belo yang menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan program-program pelayanannya. Program pelayanan berbasis anak dan remaja yang dimaksudkan untuk membentuk iman generasi muda dalam praktiknya belum sepenuhnya menjawab kebutuhan generasi Alfa yang hidup dalam dunia digital dengan kreativitas dan pola relasi yang khas. Tantangan ini semakin diperkuat oleh minimnya pemahaman dari generasi sebelumnya dan pengajar mengenai konteks hidup generasi Alfa, yang turut membentuk karakteristik baru serta mempengaruhi proses perkembangan iman mereka. Situasi ini memunculkan persoalan teologis mengenai sejauh mana pengajar yang bertanggung jawab mendampingi anak-anak generasi Alfa di GMIT Efata Belo bersedia memperbarui diri di tengah pengaruh era digital, serta bagaimana gereja dalam lingkup PART menjalankan peran dan tanggung jawab Amanat Agung bagi generasi yang berbeda dalam konteks zaman yang semakin maju sebagai tubuh Kristus yang saling membangun iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dan penelitian lapangan. Metode ini dipilih guna memberi perhatian pada pengalaman hidup serta pemahaman subjek penelitian terhadap realitas pelayanan pendampingan iman generasi Alfa di GMIT Efata Belo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen gerejawi atau literatur yang relevan. Penulisan penelitian bersifat deskriptif, analisis, dan reflektif dengan memanfaatkan teori perkembangan iman James Fowler sebagai kerangka analisis. Dengan lokus penelitian ini adalah Jemaat GMIT Efata Belo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dunia digital dalam pendampingan iman anak belum dilakukan secara optimal dan kontekstual, serta masih terdapat keterbatasan sikap keterbukaan dan penerimaan lintas generasi. Oleh karena itu, gereja dalam hal ini para pengajar dipanggil untuk menghadirkan pendampingan iman yang relasional, kolaboratif, dan kontekstual, dengan memandang dunia digital bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai komunitas baru bagi perkembangan iman generasi Alfa
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan anggota Mata
Jemaat Betania Mampui yang menjalankan aktivitas pertanian berdasarkan tahun
tertentu, yakni tahun ganjil dan tahun genap. Kondisi ini dipengaruhi oleh tradisi
yang diwariskan oleh leluhur, yakni tradisi Tarong Gang Tarong Bu (Tahun baik
dan tahun buruk). Tradisi ini mendasari pemahaman jemaat bahwa tahun bernomor
ganjil merupakan tahun tidak baik, sebab tahun ini mempengaruhi peningkatan
hama tikus. Sebaliknya tahun bernomor genap merupakan tahun baik, sehingga
baik untuk melaksanakan aktivitas pertanian. Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui pemahaman jemaat terhadap tradisi ini, kemudian
mengidentifikasi setiap pemahaman berdasarkan tradisi ini menggunakan model
pendekatan teologi kontekstual. Model kontekstual yang digunakan adalah model
antropologis dan sintesis yang digagas oleh Stephen B. Bevans, selanjutnya
menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Tarong Gang Tarong Bu
serta merumuskan refleksi teologis dan relevansinya bagi anggota Mata Jemaat
Betania Mampui. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif
dengan pendekatan deskriptif-analitis-reflektif. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini turut menggunakan
metode kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel-artikel teologis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman jemaat dalam pengecualian tahun
didasari atas ketakutan akan hama tikus yang meningkat, padahal peningkatan
hama tikus bukan didasari oleh tahun tertentu, melainkan pada faktor pembersihan
lahan yang tidak serentak pada satu lahan, seperti yang dilakukan pada tahun baik
(Tarong Gang). Berdasarkan pendekatan teologi kontekstual antropologi dan
sintesis. Pemahaman jemaat akan ketakutan hama tikus dalam tradisi ini, dapat
didialogkan dengan iman Kristen, yang tidak terlepas dari nilai-nilai yang
terkandung dalam tradisi Tarong Gang Tarong Bu. Berdasarkan pendekatan
tersebut, penelitian ini menemukan transformasi pemahaman. Pengecualian tahun
dalam aktivitas pertanian oleh anggota mata jemaat tidak lagi dilihat sebagai
ketakutan mistis, melainkan bentuk pemeliharaan alam. Selain itu, dengan
menggunakan pendekatan teologi kontekstual, penelitian ini menemukan nilai
nilai dalam tradisi yang mendukung kehidupan jemaat dan pelayanan gereja.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan di Jemaat GMIT Elim Dadibira dan berangkat dari realitas ekonomi jemaat yang ditandai oleh keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal, ketergantungan pada sumber daya alam, serta kerentanan ekonomi kelompok tertentu, khususnya para janda. Dalam konteks tersebut, gereja berupaya mengembangkan pembangunan ekonomi jemaat melalui pemanfaatan Anggur Dadibira sebagai usaha pemberdayaan berbasis potensi lokal. Persoalan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pembangunan ekonomi jemaat melalui Anggur Dadibira dipahami dan direfleksikan secara teologis sebagai bagian dari panggilan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembangunan ekonomi jemaat di GMIT Elim Dadibira serta merefleksikannya dalam terang teologi pembangunan jemaat dan kesaksian Alkitab. Kerangka teoretis yang digunakan meliputi pemikiran pembangunan jemaat dari van Hooijdonk, Jan Hendriks, dan Rob van Kessel, serta refleksi teologis mengenai iman, keadilan, dan tanggung jawab komunal menurut J. B. Banawiratma dan Vinay Samuel bersama Chris Sudgen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan yang didukung oleh studi kepustakaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Anggur Dadibira tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai praksis iman yang menghadirkan solidaritas, partisipasi, dan pemberdayaan jemaat. Secara teologis, pembangunan ekonomi jemaat dipahami sebagai bagian dari panggilan gereja untuk menghadirkan kehidupan yang lebih adil, bermartabat, dan berkelanjutan bagi seluruh anggota jemaat.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji praktik arisan dalam ibadah Kaum Perempuan di Jemaat GMIT Rehobot Kauan, Klasis Semau, dalam terang pemahaman gereja sebagai komunitas iman menurut pemikiran Robert O’Gorman. Pokok persoalan yang menjadi fokus penelitian adalah adanya ketegangan antara arisan sebagai sarana membangun kebersamaan dan ibadah sebagai perjumpaan dengan Tuhan, khususnya ketika motivasi sebagian anggota hadir dalam ibadah lebih didorong oleh arisan daripada oleh kerinduan bersekutu dengan Allah. Situasi ini menimbulkan pertanyaan teologis tentang apakah praktik arisan sungguh mendukung pembentukan komunitas iman atau justru berisiko menggeser makna ibadah menjadi kegiatan sosial semata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan konteks Jemaat GMIT Rehobot Kauan, menganalisis pelaksanaan arisan dalam ibadah Kaum Perempuan, serta merumuskan refleksi teologis dan implikasi pastoral terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis-reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan narasumber yang terdiri dari unsur majelis, tokoh jemaat, dan kaum perempuan, serta analisis dokumen. Data dianalisis melalui proses reduksi, pengorganisasian, dan penafsiran secara tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arisan memiliki dampak positif dalam meningkatkan kehadiran, mempererat relasi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara Kaum Perempuan. Arisan juga menjadi ruang perjumpaan yang lebih akrab untuk saling berbagi dan saling menopang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya risiko pergeseran motivasi beribadah, ketika arisan menjadi daya tarik utama dan bukan lagi firman Tuhan dan persekutuan itu sendiri. Dalam terang pemikiran Robert O’Gorman, praktik arisan perlu ditempatkan secara seimbang dalam kerangka pelayanan, refleksi, dan persekutuan agar tetap mendukung pembentukan komunitas iman yang utuh. Dengan demikian, arisan dapat dipertahankan sebagai sarana pastoral yang kontekstual tanpa mengaburkan makna ibadah sebagai perjumpaan dengan Allah.