Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

Pengaruh Penambahan Pasta Umbi Ubi Jalar Ungu Pada Pembuatan Kue Lapis

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ubi jalar ungu (Ipomea batata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang dapat tumbuh dan berkembang diseluruh Indonesia. Ubi jalar ungu merupakan sumber karbohidrat non beras tertinggi keempat setelah padi, jagung, dan ubi kayu; serta mampu meningkatkan ketersediaan pangan dan diverifikasih pangan didalam masyarakat. Sebagai sumber pangan tanaman ini mengandung energi, β-karoten, vitamin Cn niacin, riboflavin, thiamin, dan mineral. Oleh karena itu, komoditas ini memiliki peran penting, baik dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri maupun pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui satu perlakuan penambahan pasta ubi jalar ungu sebagai substitusi tepung terigu yang memberikan kualitas kue lapis terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prossesing Universitas Kristen Artha Kupang pada bulan oktober 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan yang dicobakan adalah sebagai berikut : Kontrol (A), 15% pasta ubi jalar ungu (B), 30% pasta ubi jalar ungu (C), DAN 45% pasta ubi jalar ungu (D). Variabel yang diamati adalah variabel sensorik yaitu uji organoleptik terhadap rasa, warna, tekstur, dan tekstur penetrometer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin banyak pasta ubi jalar ungu yang ditambahkan maka warna akan semakin menarik, rasa semakin disukai, dan tekstur sedikit keras. Perlakuan penambahan pasta ubi jalar ungu terbaik yang menggantikan sebagian tepung terigu adalah 45 % yang menghasilkan rasa (3,86) sangat suka, warna (3,93) sangat suka, tekstur (3,93) suka, aroma (3,86) sangat suka dan tekstur menggunakan alat penetrometer (4,000).

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL Pada Sektor Pertambangan Minyak Mentah Dan Gas Bumi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI 2017-2019)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TRI INDAR ASMIN. 2020, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva dan Profitabilitas terhadap Struktur Modal Perusahaan Setelah IPO (Studi Perusahaan Jasa yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah Indonesia 2017- 2019.Skripsi program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.Dibimbing oleh Andi Mappatompo dan Ramly.Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, struktur aktiva dan profitabilitas terhadap struktur modal perusahaan pada perusahaan jasa di Indeks Saham Syariah Indonesia periode 2017-2019.Populasi dalam penelitian ini menggunakan perusahaan jasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, struktur aktiva tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva, Profitabilitas, Struktur Modal.

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA PADA TEPUNG BERAS KETAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIS DODOL

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA PADA TEPUNG BERAS KETAN TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIS DODOL (Tade Desrianus*) ( Medah Ishak Andreas **) (Nuhamara melkianus**) ABSTRAK Dodol merupakan makanan semi basah (Intermediate Moisture Food) atau makanan yang memiliki kadar air sedang. Memiliki kadar air kira-kira 15-50 % dan aktivitas air kurang dari 0,9. Dodol juga banyak mengandung zat penting, antara lain zat besi, kalsium, niasin, karoten, vitamin B1 dan B2 lebih tinggi daripada kue. Dodol telah dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai panganan tradisional yang harus dilestarikan, oleh karena itu dodol memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Tepung beras ketan mengandung karbohidrat 80% (dalam bentuk amilosa 1% dan amilopektin 99%). Berdasarkan hal tersebut biji nangka mempunyai peluang sebagai bahan dasar pembuatan dodol sebagai pengganti tepung beras ketan. Penelitian telah di laksanakan di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Substitusi tepung biji nangka pada tepung beras ketan terhadap karakteristik sensoris dodol sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Dengan komposisi perlakuan 0 gram,20 gram, 40 gram dan 60 gram. Variabel yang diamati rasa,tekstur dan warna dodol biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan B dengan nilairata-ratarasa4,833(sangatsuka),tekstur4,806(sangatsuka)danwarna4,639(sangatsuka). Kata kunci : Biji Nangka,Beras Ketan,Dodol Dan Organoleptik Peneliti* Pembimbing**

PERUBAHAN SUHU DAN KADAR ALKOHOL HASIL DESTILASI GULA TERFERMENTASI DENGAN KADAR ALKOHOL AWAL YANG BERBEDA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERUBAHAN SUHU DAN KADAR ALKOHOL HASIL DESTILASI GULA TERFERMENTASI DENGAN KADAR ALKOHOL AWAL YANG BERBEDA (Tetiyanuarius) (medahandeasisak*)(malelakzet**) ABSTRAK Minumanberalkoholadalahminuman yang mengandungetilalkoholatauetanol yang diprosesdaribahanhasilpertaniansepertilaru.Penelitianinidengancarafermentasiguladandestilasi. Proses destilasidilakukanuntukmenghasilkanetanolyaitudengancara prosesdestilasisederhana. Padasetiapproses destilasiterdiridari 3 perlakuanyaitu 10 liter, 15 literdan 18 liter. Tujuanpenelitianiniuntukmemperoleh data perubahansuhuuapdankadar alcohol hasildestilasi yang berbedadenganvariabelsebagaiberikut : Variabelbebasadalahperubahan suhu,X1 : 56℃-64℃ (aseton),X2 : 64℃-77℃ (methanol), X3 : 77℃ - 78℃ (etilasetat), X4 : 78℃ - 82℃ (etanol), X5 : 82℃ - 97℃ (isopropanol), danvariabelterikatatau variable yang diamatiadalahkadar alcohol hasildestilasi. Hasilpenelitianmenunjukanbahwadariketigaperlakuandengan proses destilasiyang berbedadapatmenghasilkankadar alcohol. 8 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol, 10 liter larumenghasilkan 60% kadaralkoholdan 15 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol. Dari penelitianinididapatkan volume dankadaralkohol yang menurundenganbertambahnyawaktupemasakandanberbandingterbalikterhadaptemperaturdestilasi. Kadar alkoholtertinggidiperolehsebesar 60 % sedangkan yang terendahadalah 50 %. Kata Kunci:destilasi, fermentasigula (laru) kadaralkohol.  1)peneliti  2)pembimbing

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BUMN BERDASARKAN SKEP-100/MBU/2002 PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BUMN BERDASARKAN SKEP-100/MBU/2002 PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero) MARIANUS FILIPUS LEWA NIM: 15190090 Penelitian ini berjudul “Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Berdasarkan SKEP-100/MBU/2002 Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)”. Pemilihan judul didasari adanya ketentuan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tersebut bagi seluruh perusahaan yang kepemilikan modalnya terbesar oleh Pemerintah untuk berusaha memenuhi ketentuan tersebut. Masalah penelitian ini adalah Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Berdasarkan SKEP-100/MBU/2002 Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)”, dengan persoalan penelitian Bagaimana tingkat kesehatan BUMN pada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2017-2020? Untuk membuktikan tujuan penelitian tentang tingkat kesehatan BUMN pada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero)Tahun 2017-2020. Konsep penelitian ini yaitu penilaian terhadap kinerja perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan yang meliputi penilaian pada aspek-aspek keuangan, operasional dan administrasi. Penilaian kesehatan BUMN pada aspek keuangan dilakukan dengan perhitungan rasio-rasio keuangan yang diberi bobot sesuai ketentuan dengan total bobot keseletuhan menjadi dasar penentuan kesehatan BUMN. Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun 1999-2021, dengan sampel penelitian adalah laporan keuangan tahun 2017-2020. Data penelitian dikumpulkan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulan data laporan keuangan perusahaan dengan cara mengunduh laporan tersebut dari website resmi perusahaan. Data dianalisis melalui dua tahap yaitu analisis pendahuluan di mana akan didiskripsikan konseo berdasarkan indikator empirik dan analisis lanjutan untuk menjawab persoalan penelitian dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa selama periode tahun 2017-2020 PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) memiliki tingkat kesehatan pada tingkat BB atau dalam keadaan kurang sehat, karena selama periode tersebut PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) hanya mampu mencapai bobot 50 dati total bobot 70. Disarankan kepada PT PLN utuk memperhatikan kesehatan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh menteri BUMN karena masih dalam keadaan kurang sehat, Kata kunci: penilaian tingkat kesehatan BUMN,

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KEHADIRAN ANGGOTA JEMAAT LAKI-LAKI DALAM KEBAKTIAN HARI MINGGU DI JEMAAT IMANUEL RUANRETE KLASIS AMARASI BARAT TAHUN 2021/2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KEHADIRAN ANGGOTA JEMAAT LAKI-LAKI DALAM KEBAKTIAN HARI MINGGU DI JEMAAT IMANUEL RUANRETE KLASIS AMARASI BARAT TAHUN 2020/ 2021 Ruku, Magnes 2021 (*)Nuban Timo I.E (**) Poho P.P Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kehadiran anggota jemaat laki-laki dalam kebaktian hari minggu di jemaat Imanuel Ruanrete Klasis Amarasi Barat. Identifikasi masalah yang pada penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah dalam penelitian ini yakni rendahnya kehadiran anggota jemaat laki-laki dalam mengikuti kebaktian hari minggu. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah faktor-faktor apakahyang mempengaruhi rendahnya kehadiran anggota jemaat laki-laki dalam kebaktian hari minggu di jemaat Imanuel Ruanrete Klasis Amarasi Barat. Tempat penelitian dilaksanakan di GMIT Imanuel Ruanrete Klasis Amarasi Barat dengam metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 495 orang anggota jemaat laki-laki Imanuel Ruanrete dengan sampel 20 orang anggota jemaat. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket atau kuisioner dan dokumentasi berupa bukti data jumlah anggota jemaat yang tidak hadir dalam ibadah, foto jemaat saat pengisian instrumen penelitian oleh anggota jemaat laki-laki.Berdasarkan hasil penelitian ini maka diharapkan kepada gereja mulai memperhatikan kehidupan peribadatan anggota jemaat laki-laki adalah tiang gereja, kepala rumah tangga yang memimpin dan bertanggung jawab atas iman anggota dalam rumah tangga mereka.dan kesibukan Terkait dengan faktor-faktor ini maka diharapkan gereja dalam hal ini harus berperan aktif untuk memberi perhatian khusus kepada anggota jemaat laki-laki dalam meningkatkat kualitas dan kuantitas dalam kebaktian hari minggu. Kata Kunci : Segi Psikologi,ketidakaktifan, Kaum Bapa.

ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DALAM PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA KUANHEUM KABUPATEN KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Peningkatan Perekonomian Masyrakat Di Desa Kuanheum Kabupaten Kupang Skripsi yang berjudul Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Desa Kuanheum, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, adalah sebuah karya penelitian yang dilakukan untuk menganalisis pengelolaan alokasi dana desa untuk program-program pemerintah Desa Kuanheum. Desa memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintah umum desa serta pelayanan kepada masyarakat secara lebih terarah, terfokus dan lancar terutama dalam program kegiatan pemerintah desa yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat desa dengan dasar pertimbangan bahwa akan memberikan suatu kehidupan yang layak dan makmur bagi masyarakat desa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran pengelolaan alokasi dana desa dalam peningkatan perekonomian masyarakat di desa kuanheum. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan dokumentasi, yang dilakukanmelalui pengumpulan data- data dari para informan, yaitu anggota Badan Pengelola Dana Desa. Hasil analisis dilakukan secara deskriptif kaulitatif, untuk menggambarkan aktifitas pengelolaan Alokasi Dana Desa, yang terdiri dari aspek perencanaan, pelaksanaan, penata usahaan, pelaporan dan aspek pertanggungjawaban. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Kuanheum dapat dilakukan dengan baik, yang diketahui dari aspek perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban sudah dilakukan sesuai petunjuk tekhnis yang ditetapkan. Implikasi teroitis dari penelitian ini ialah bahwa alokasi dana desa yang dilakukan secara efektif membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian dapat dinyataka bahwa hasil peneliitan ini sejalan dengan penelitian Sri Hutami(2017). Sedangkan implikasiterapan yang dihasilkan adalah: 1)Bagi penelitian selanjutnya di sarankan agar melibatkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengelolaan alokasi dana desa., 2)Pemerintah desa sebagai pemegang tanggung jawab pengelolaan alokasi dana desa harus berperan meningkatkan kualitas pembangunan desa maupun kualitas sumber daya manusia aparat desa atau tim pengelola dana, 3)Perlu melibatkan peran serta masyarakat dalam penyusunan RPJMdesa maupun RKPdesam serta memberi masukan-masukan bagi pemerintah desa untuk melakukan proses pengelolaan Alokasi Dana Desa secara tepat guna dan tepat sasaran.

ANALISIS PENGARUH JUMLAH KENDARAAN DAN TARIF PAJAK KENDARAAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA PADA UPTD PENDAPATAN DAERAH WILAYAH KOTA KUPANG (SAMSAT KOTA KUPANG)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor sangat ditentukan oleh faktor jumlah kendaraan yang beroperasi, faktor bobot kendaraan bermotor dan faktor tarif pajak kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan yang terdata sebagai obyek pajak akan membawa dampak pada peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor. Hal ini patut dipahami bahwa pada setiap tahun kebutuhan masyarakat akan kendaraan bermotor selalu mengalami peningkatan yang di imbangi dengan adanya penetapan tarif pajak yang ditetapkan untuk kendaraan bermotor umum maupun kendaraan bermotor bukan umum (pribadi) akan membawa dampak pada penerimaan pajak kendaraan bermotor. Dari uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuansebagai berikut : (1). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jumlah kendaraan bermotor terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor pada Samsat Kupang. (2). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tarif pajak kendaraan bermotor terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Kota Kupang. Persoalan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1). Seberapa besar pengaruh jumlah kendaraan bermotor terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor pada UPTD Pendapatan Wilayah Kota Kupang ? (2). Seberapa besar pengaruh tarif pajak terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor pada UPTD Pendapatan Wilayah Kota Kupang? Berdasarkan pada persoalan penelitian di atas, maka hipotesis yang dirumuskan adalah sebagai berikut : (1). Jumlah kendaraan bermotor didugaberpengaruh positif terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Kota Kupang. (2). Diduga tarif pajak berpengaruh positif terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bemotor di Kota Kupang. Sesuai hasil penelitian yang dipaparkan diatas, maka hasil analisis secara statistik dengan menggunakan program SPSS menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi yang diketahuiuntuk variabel jumlah kendaraan bermotor roda dua (b1) adalah 1.954.791. Nilai ini mengandung suatu arti bahwa dengan adanya jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahun akan meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua sebesar 1.954.791, standar kesalahan atau error yang diketahui sebesar 12.506.146 dengan nilai konstanta untuk variabel jumlah kendaraan terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua adalah -7.604.338.641 dengan standar kesalahan atau error yang diketahui sebesar 2.554.006.349. Dengan demikian, maka bentuk persamaan yang dirumuskan adalah Y = -7.604.338.641-1.954,791 X1. Apabila ditinjau dari segi pengaruhnya maka sesuai analisis diketahui bahwa nilai korelasi untuk variabel X1 (jumlah kendaraan bermotor roda dua) berpengaruh terhadap variabel peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua sebesar 0,821 dengan tingkat signifikan -0,023. Hal ini diperjelas pada tabel koefisien yang menunjukkan thitung untuk variabel X1 (jumlah kendaraan bermotor roda dua adalah 0,156 dengan tingkat signifikan adalah 0,883, sehingga apabila dibandingkan dengan nilai ttabel, maka thitung = 0,821 > ttabel = 0,156, artinya secara parsial variabel jumlah kendaraan bermotor roda dua berpengaruh terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua, sehingga kaidah pengambilan keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Untuk variabel tarif pajak kendaraan bermotor roda dua (b2) adalah 252.664.850. Nilai ini mengandung suatu arti bahwa dengan adanya tarif pajak yang ditetapkan sebesar 2% mampu meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor rodadua dengan standar kesalahan atau error yang diketahui sebesar 46.562,765, dengan nilai konstanta untuk variabel tarif pajak terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua adalah - 7.604.338.641 dengan standar kesalahan atau error yang diketahui sebesar 2.554.006.349. Dengan demikian, maka bentuk persamaan yang dirumuskan adalah Y = -7.604.338.641+252.664,850 X2. Dari bentuk persamaan di atas, jika dilihat dari pengaruhnya maka sesuai analisis diketahui bahwa nilai korelasi untuk variabel X2 (tarif pajak kendaraan bermotor roda dua) berpengaruh terhadap variabel peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua sebesar 0,813 dengan tingkat signifikan 0,026. Hal ini diperjelas pada tabel koefisien yang menunjukkan thitung untuk variabel X2 (tarif pajak kendaraan bermotor roda dua) adalah 5,426 dengan tingkat signifikan adalah 0,006, sehingga apabila dibandingkan dengan nilai ttabel, maka thitung = 0,813 ttabel = 5,426, artinya secara parsial variabel tarif pajak kendaraan bermotor roda dua berpengaruh terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor roda dua sehingga kaidah pengambilan keputusan yang di ambil adalah H0 diterima. Berdasarkan hasil analisis di atas, maka sebagai informasi masukan atau saran dalam penelitian ini adalah ditujukkan bagi para petugas agar lebih bijaksana dalam mengambil keputusan serta kebijakan dalam menangani wajib pajak yang sengaja tidak melaksanakan kewajibannya dalam pembayaran pajak yang berlangsung satu tahun sekali.

Substitusi Tepung Kelor Sebagai Produk Kerupuk Yang Bergizi

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Makanan ringan didefinisikan sebagai makanan yang dikonsumsi antara waktu makan regular. Kerupuk merupakan contoh makanan ringan yang tergolong dalam salted foods dengan karakter flavor dominan adalah asin dan gurih. Produk tersebut merupakan makanan ringan yang umumnya dikonsumsi di Indonesia, bahkan menjadi lauk-pauk. Tujuan dari penelitian ini yaitu memanfaatkan daun kelor sebagai sumber gizi pada pembuatan kerupuk. Pembuatan kerupuk terdiri dari tahap persiapan yaitu tahap pembuatan tepung daun kelor setelah mendapatkan tepung daun kelor dilanjutkan ke penelitian utama. Penelitian pertama adalah dengan penambahan tepung daun kelor dengan perlakuan (15%), (25%), dan (35%). Selanjutnya, dilakukan uji mutu sensori dengan parameter aroma, rasa, tekstur, dan warna. Pada penambahan tepung daun kelor yang terpilih yaitu tepung daun kelor 15%dengan ini menunjukan bahwa uji organoleptik yakni skor warna ( 4,64 ),skor rasa ( 4,77 ), skor tekstur ( 4,72 ), skor aroma ( 4,64 ),dengan kategori suka. pada perlakuan A1(tepung daun kelor 15%) kerupuk tersebut mengandung kadar air sebesar ( 6,71% ), termasuk dalam mutu SNI,dan vitamin C sebesar (0,79%).

DESKRIPSI TENTANG MOTIF DAN MODUS OPERANDI PELAKU DALAM MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN HANDPHONE (HP) DAN LAPTOP DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi penulis adalah : Deskrpsi Tentang Motif Dan Modus Operandi Pelaku Dalam Melakukan Tindak Pidana Pencurian HandPhone (HP) Dan Leptop Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kupang. Rumusan masalah yang dikaji adalah : Bagaimanakah motif dan modus operandi pelaku dalam melakukan tindak pidana pencurian handphone (HP) di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kupang. Tujuan Penelitian ini adalah : untuk mengetahui motif dan modus operandi pelaku dalam melakukan tindak pidana pencurian handphone (HP) dan Leptop. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah : jenis penelitian normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas, dan sistimatis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan hakim dan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji adalah : 1. Keinginan untuk memiliki barang Terdakwa memasuki rumah korban yang sedang terbuka ditinggal penghuni dan situasi dalam keadaan sepi. 2. Menjual untuk memenuhi kebutuhan Terdakwa pura-pura pergi bertamu dan korban meninggalkan kamar kost dalam keadaan terbuka. 3. Keinginan untuk memiliki barang Terdakwa pura-pura memanggil korban namun tidak ada orang yang menjawab dan suasana dalam keadaan sepi . 4. Keinginan untuk memiliki barang Terdakwa memasuki rumah korban yang pintu pagar dan pintu rumah dalam keadaan terbuka. 5. Menjual untuk memenuhi kebutuhan Terdakwa melihat korban sedang ketiduran serta kamar kost dalam keadaan terbuka dan situasi sepi. Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Petugas kepolisian khususnya anggota Reskrim Polres Kota Kupang dalam menjalankan tugasnya harus mampu mengendalikan dan meminimalisir kendala-kendala yang ada, baik faktor internal maupun faktor eksternal. 2. Masyarakat sebagai warga Negara yang baik harus bersikap aktif dalam membantu pihak kepolisian. Kata kunci: Deskripsi,Motif, Modus operandi, Tindak pidana pencurian

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (RODA DUA) PADA SAMSAT PENDAPATAN WILAYAH KOTA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh target penerimaan pajak kendaraan bermotor, tarif pajak, dan jumlah kendaraan bermotor terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor di Samsat Pendapatan Wilayah Kota Kupang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi kasus observasi yaitu mengutamakan teknik pengumpulan datanya melalui observasi peran-peran atau pelibatan (participant observation), sedangkan studinya pada suatu organisasi tertentu. Adapun metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan uji-t, uji-f dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan target penerimaan pajak kendaraan bermotor, tarif pajak, dan jumlah kendaraan bermotor berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor di Samsat Pendapatan Wilayah Kota Kupang dengan diperoleh hasil perhitungan dan ketika dianalisis secara parsial tarif pajak, penerimaan pajak, dan jumlah kendaraan bermotor berpengaruh positif terhadap terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor di Samsat Pendapatan Wilayah Kota Kupang. Hal ini menunjukan bahwa variabel target pajak kendaraan bermotor, tarif pajak, dan jumlah kendaraan bermotor diperoleh berpengaruh terhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor di Samsat Pendapatan Wilayah Kota Kupang. Kata Kunci : Target Pajak Kendaraan Bemotor, Tarif Pajak, dan Jumlah Kendaraan Bermotor Terhadap Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (Roda dua) Samsat Pendapatan Wilayah Kota Kupang.

Pengaruh konflik peran dan wewenang pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada RSUD Naibonat kabupaten kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Setiap Instansi Pemerintah maupun organisasi atau perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kepuasan karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan pemerintah akan tercapai. Sumber daya manusia dalam suatu Instansi pemerintah merupakan aspek penting yang menentukan keefektifan suatu pekerjaan dengan pengguna sumber daya yang berkualitas tinggi maka perusahaan atau instansi akan mampu berperan dalam menghadapi tantangan global, karna sumber daya manusia mempunyai pengaruh besar bagi aspek-aspek atau bidang lainnya dalam dalam kemajuan perusahaan, sehingga dengan menggali keahlian yang dimiliki para karyawan akan dapat mengetahui konflik peran yang biasa terjadi pada karyawan. Agar sumber daya merasa puas dalam bekerja. Ketidakpuasan dalam bekerja akan menimbulkan dampak yang negatif bagi Instansi-instansi tertentu seperti menciptakan ketidakstabilan terhadap kondisi Pegawai. Hal tersebut menjadikan perusahan tidak efektif karena adanya sebagian karyawan yang tidak puas dalam pekerjaan. Kepuasan adalah bahwa orang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung apakah ia merasa adanya keadilan (equality) atau tidak atas suatu situasi. Perasaan adil dan tidak adil atas suatu situasi, diperoleh orang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantor maupun di tempat lain. Wewenang kerja adalah hak yang cukup, yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan suatu tugas atau kewajiban tertentu. wewenang secara efektif dan efisien serta bijaksana merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan. Oleh karna itu peranan pendelegasian wewenang penting dalam penerapannya. Pendelegasian wewenang yang tepat, akan menghindarkan perusahaan atau organisasi dalam menetapkan pekerjaan atau hal yang akan dikerjakan. Misalnya, jika atasan menghadapi pekerjaan yang tidak mungkin bisa diselesaikan dengan satu orang saja, maka ia dapat mendelegasikan pekerjaannya. Pendelegasian dilakukan agar manejer dapat mengembangkan karyawan atau bawahan sehingga bisa berdampak positif yaitu memperkuat organisasi terutama saat ada terjadi perubahan susunan manejemen organisasi atau saat ada perubahan lingkungan organisasi. Konflik adalah sesuatu yang negative sebagai hasil alami dari kelompok kerjasama di suatau organisasi atau perusahaan.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konflik peran terhadap kepuasan kerja karyawan di RSUD Naibonat Kabupaten Kupang.Populasi penelitian ini adalah pegawai RSUD Naibonat yang bertugas di ruang Umum Kepegawaian sebanyak 34 orang. teknik pengambilan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah Total sampling artinya seluruh kepegawaian umum sebanyak 34 orang yang bekerja diRSUD Naibonat kabupaten Kupang tahun 2020. Teknik pengumulan pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan Variabel Konflik peran (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada RSUD Naibonat. hal ini terlihat dari signifikan Konflik peran (X1) 0,032 > 0,05 dan nilai t-hitung 0,226 2,040 t-tabel, artinya konflik peran memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat meningkatkan kepusan kerja karyawan RSUD Naibonat. Sedangkan Hasil dari wewenang pekerjaan (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada RSUD Naibonat. hal ini terlihat dari signifikan wewenang pekerjaan (X2) 0,047 > 0,05 dan nilai t-hitung 0,153 2,040 t-tabel. Yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel wewenang pekerjaan (X2) terhadap kepuasan kerja (Y) pada RSUD Naibonat. Artinya bahwa Disaat RSUD Naibonat. Kata kunci : kepuasan, konflik peran, wewenang.

Analisis Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menggetahui penerimaaan asli daerah (PAD) Kabupaten Timor Tengah Selatan yaitu dengan membandingkan (PAD) sebelumnya diberlakukan otonomi daerah (mengambil data dari tahun anggaran 2007 sampai 2020) dan pada era pelakanaan otonomi daerah ( data tahun 2017 sampai 2020). Data yang dibutuhkan adalah data sekunder dari badan pusat statistik .Hipotesis penelitian ini adalah efisiesi,efektivitas,elastisitas PAD dan matrik potensi PAD penelitian ini juga menganalisis kontribusi PAD terhadap penerimaan anggaran pendapatan dalam keuangan daerah kabupaten timor tengah selatandengan melihat seberapa besar kontribusi PAD terhadap ASPBD serta menganalisis prospek penerimaan PAD lima tahun kedepan,selain itu penelitian ini juga ini juga menghitung perbedaan peneriaan PAD antar sebelum dan pada saat Otonomi daerah dilaksanakan.penelitian ini merupakan survay atas data sekunder yang mengambil lokasi di kabupaten timor tengah selatan dengan menggunakan data-data yang diolah dan di kumpulkan akan diolah menggunakkan beberapa rasio efesiensi,efektivitas ,elastisitas.

Analisis Kinerja Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul skripsi : Analisis Kinerja Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk masalah penelitian kinerja keuangan PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2016-2020 Persoalan penelitian persoalan penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan pada PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2016-2020? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2016-2020. Manfaat dari penelitian ini adalah menambah teori kinerja keuangan dengan menggunakan analisis rasio likuiditas,rasio solvabilitas,rasio rentabilitas dan rasio aktivitas. bagi peneliti untuk mendapatkan pengalaman atau pengetahuan dalam melakukan penelitian dan melatih diri dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Sebagai referensi bahan masukan dan kajian bagi perkembangan ilmu pengetahuan lebih lanjut terutama di bidang manajemen keuangan serta pengembangan penelitian lanjutan. Teknik analisis yang di gunakan adalah data laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk yang di unduk dari website resmi perusahaan. pada analisis pendahuluan akan diskripsikan konsep berdasarkan indikator empirik dari masing- masing konse penelitian. pada analisis lanjutan akan di lakukan perhitungan rasio - rasio keuangan yang menjelaskan variabel dari konsep penelitian untuk menjawab persoalan dan tujuan penelitian.

Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bank Perkreditan Rakyat Tanoba Lais Manekat Kupang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG Pada era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi dan sektor ekonomi yang pesat mengakibatkan semakin tumbuh dan berkembangnya dunia usaha dan pertumbuhan bisnis yang secara tidak langsung akan memacu perkembangan industri yang semakin dipengaruhi dengan persaingan yang ketat dan banyak menimbulkan berbagai macam persoalan yang dihadapi perusahaan yaitu bagaimana caranya meningkatkan kinerja dan memenuhi standar. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat strategis dan fundamental dalam organisasi. Sumber daya manusia berperan menentukan berhasil tidaknya organisasi/perusahaan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Setiap sumber daya manusia yang ada dalam organisasi atau perusahaan mempunyai cara berfikir, sikap, tingkah laku, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Keadaan ini merupakan masalah yang rumit bagi perusahaan yang harus diberikan perhatian khusus dalam mengelola sumber daya manusianya, sebab jika pengelolaannya tidak baik maka akan timbul masalah yaitu kinerja karyawan akan menurun, masalah yang timbul ini akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawannya. Mangkunegara (2012) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dipandang perlu dalam organisasi perusahaan karena dapat menentukan hidup matinya sebuah perusahaan. Kemampuan dalam kinerja karyawan tidak lepas dari kemampuan para pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab seseorang akan menyebabkan munculnya stres kerja bagi karyawan dalam menjalankan tugasnya. Stres kerja ini tampak dari emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan. Husni (2013) menyatakan bahwa Stres kerja yang terjadi biasanya berawal dari tuntutan pekerjaan yang banyak tetapi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dirasakan sangat mendesak. Dan iklim kerja yang tidak sehat seperti persaingan yang tidak positif diantara karyawan membuat stres yang berkelanjutan bagi para pekerjanya. Stres didalam pekerjaan ada yang positif dan negatif. Untuk gambaran positifnya adalah para karyawan selalu bekerja lebih giat apabila mendapat tekanan dari pimpinan dan negatifnya adalah para karyawan terlihat terlalu santai apabila pimpinan tidak ada di tempat. Stres kerja yang dialami oleh karyawan dapat berdampak pada kinerja karyawan itu sendiri. Stres kerja karyawan perlu dikelola oleh seorang pimpinan perusahaan agar potensi-potensi yang dapat merugikan perusahaan dapat diatasi. Selain stres kerja ada juga yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu motivasi. Motivasi kerja menurut Kadarisma (2012: 278) adalah penggerak atau pendorong dalam diri seseorang untuk mau berperilaku dan bekerja dengan giat dan baik sesuai dengan tugas dan kewajiban yang telah diberikan kepadanya. Karyawan yang memiliki motivasi lemah atau menurun akan berdampak pula pada kinerja mereka sehingga akan berakibat pada titik maksimalnya mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Faktor-faktor yang memungkinkan untuk digunakan oleh perusahaan dalam meningkatkan motivasi kerjanya guna meningkatkan produktifitas kerja karyawan, diantaranya gaji yang sesuai dengan indeks kehidupan lokal, training bagi karyawan-karyawan tertentu yang memiliki prospek di masa depan, motivasi individual maupun kolektif melalui berbagai cara misalnya pemberian insentif yang proporsional dengan motivasi kerjanya, atau promosi jabatan yang diharapkan dapat merubah tingkat kehidupannya sehingga menjadi lebih baik. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat (BPR TLM), merupakan unit usaha yang didirikan dan dikembangkan oleh Yayasan TLM-GMIT untuk melayani kebutuhan nasabah akan akses pinjaman modal usaha kecil dan menengah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup jemaat serta masyarakat di sekitarnya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Stres Kerja (X1), Motivasi Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y = 17.846 - 0.044X1+ 0.342 + e. Selanjutnya perolehan hasil Uji hipotesis pertama yaitu terdapat pengaruh negatif stres kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dilihat bahwa variabel stres kerja (X1) ditemukan t hitung = -0.396 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.694. Oleh karena nilai sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel stres kerja (X1) berpengaruh negatif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Sedangkan pengujian hipotesis kedua yaitu terdapat pengaruh positif motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dilihat bahwa variabel motivasi kerja (X2) yaitu nilai t hitung = 3.737 lebih besar dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.000. Oleh karena nilai sig 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Selanjutnya untuk hasil pengujian Uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 7.181 lebih besar dari F tabel 2,744 dan perolehan nilai Sig sebesar 0.001. Oleh karena nilai sig 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Stres Kerja (X1), dan Motivasi Kerja (X2) secara simultan berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan (Y). Kata Kunci: Kinerja Karyawan, Stres Kerja, Motivasi Kerja.

KARAKTERISTIK MORFOLOGI TANAMAN GLODOKAN TIANG (Polyalthialongifolia) DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GlodokanTiang (Polyalthia longifolia)adalahtumbuhanasliIndia dan Srilanka. Morfologi daunnyaglossy berwarna hijau,panjang,dengantepidaun bergelombang.Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia)umumnya terlihatseperti pohonyang dipenuhidaunsehinggasulitterlihat batangnya,cabangnya tidak horizontal melainkancondongkebawah, sehinggabatangnyadapat terlihat denganjelas. Metode yang dipakai dalam penelitian ini meliputi metode eksplorasiobservasi serta dokumentasi. Analisis data penelitian yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif,data kualitatif adalah data yang dapat mencakup hampir semua data non-numerik.Berdasarkan hasil penelitian di lingkungan Kampus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pohon Glodokan Tiang (Polyalthialongifolia) yang tumbuh di lingkungan kampus UKAW Kupang ditemukan 1 jenis pohon Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) yang terdiri dari 53 pohon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfologi akar pada tanaman GlodokanTiang (Polyalthialongifolia) memiliki struktur akar serabut, memiliki thallus atau rambut halus yang berfungsi mengikat tanah sehingga membuat tanaman menjadi kokoh meskipun memiliki ketinggian yang cukup, Sedangkan struktur batangnya berbentuk bulat dan memiliki kenampakan yang kuat dan kokoh sehingga mampu menjadi penopang.Daun memiliki bentuk menyerupai kerucut, dimana sedikit memanjang dan lebar, daun tidak terlalu besar namun pada bagian tengah daun sedikit lebar daripada bagian depan dan ujung daun, pada ujung daun bentuknya meruncing.

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH BERDASARKAN VALUE FOR MONEY PADA PEMERINTAHAN KABUPATEN ROTE NDAO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH BERDASARKAN VALUE FOR MONEY PADA PEMERINTAHAN KABUPATEN ROTE NDAO Setiap organisasi baik bisnis maupun publik menjadikan kinerja sebagai perhatian utama untuk mencapai kinerja yang baik. Kinerja bisa diketahui jika individu atau kelompok tersebut mempunyai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan berupa tujuan-tujuan atau target-target yang hendak ingin dicapai. Kinerja Keuangan sektor bisnis menggambarkan keberhasilan perusahaan berupa hasil yang telah dicapai berkat berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Kinerja keuangan sebagai suatu analisis untuk menilai sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan aktivitas sesuai aturan-aturan pelaksanaan keuangan. Kinerja Pemerintah Daerah seharusnya mendapat perhatian lebih, bukan hanya pemerintah pusat namun hal tersebut juga harus dilakukan oleh masyarakat setempat karena berkaitan dengan manifestasi yang akan diterima masyarakat untuk mendapatkan kesejahteraan. Pengelolaan keuangan pemerintah merupakan keuangan daerah yang di kelolah secara tertip, taat pada peraturan perudang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, trasparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan asas keadilan,kepatutan dan manfaat untuk masyarakan serta di laksanakan dalam suatu sistim yang terintergrasi yang diwujudkan dalam anggaran. Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu: ekonomi,efesiensi, dan efektifitas. Prinsip value for money dalam rangka pengukuran kinerja dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan mekanisme manajemen pemerintahannya yang bertumpu pada perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dengan rasio ekonomi, rasio efesiensi dan rasio efektif. Konsep penelitian ini adalah Pengukuran kinerja pemerintah daerah berdasarkan value for money pada pemerintahan daerah Kabupaten Rote Ndao meliputi rasio ekonomi, efisiensi dan efektivitas. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu teknik analisis yang digunakan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul secara kuantitatif didasarkan pada prinsip value for money. Hasil penelitian berdasakan metode value for money kinerja pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2016-2020 dilihat bahwa kinerja pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao berdasarkan rasio ekonomis berada pada range ekonomis, berdasarkan rasio efisiensi berada pada range kurang efisien dan berdasarkan rasio efektivitas berada pada range sangat efektif. Kata kunci: Value for money

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI KERJA,INSENTIF KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BPR TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI KERJA, INSENTIF KERJA, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BPR TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG. Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kegiatan organisasi atau perusahan. Tanpa adanya sumber daya manusia tujuan dan sasaran organisasi tidak akan tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Oleh karna itu sumber daya manusia sangat penting dalam sebuah organisasi.Sumber daya manusia berperan menentukan berhasil tidaknya perusahaan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Setiap sumber daya manusia yang ada dalam organisasi atau perusahaan mempunyai cara dan kehidupan yang berbeda. Keadaan ini merupakan masalah yang rumit bagi perusahan yang harus diberikan perhatian khusus dalam mengelola sumber daya manusianya, sebab jika pengelolaan tidak baik maka akan timbul masalah yaitu kinerja karyawan menurun. Masalah ini akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawan. Mangkunegara (2012) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas, dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberkan kepadanya. Hal ini terlihat ketika karyawan tidak menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang ditentukan. kinerja penting dalam organisasi karena dapat menentukan mati dan hidup sebuah perusahaan. Kemampuan dalam meningkatkan kinerja tidak terlepas dari kemampuan para pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab seseorang akan menyebabkan munculnya Komunikasi bagi karyawan dalam menjalankan tugasnya. komunikasi tampak dari ketidakpahaman, sehingga perlu adanya komunikasi yang baik antara pimpinan dan bawahan, Pencapaian tujuan perusahaan dan pelaksana manajemen perusahann akan menjadi efektif dan efesien apabila komunikasi antara pimpinan dengan bawahan serta komunikasi antar sesama karyawan berjalan dengan baik Dengan diterapkan komunikasi yang baik kepada semua sumber daya manusia agar tercapainya suatu target yang memuaskan dalam perusahaan tersebut. Muhamad (2000;1) Komunikasi yang baik akan menimbulkan saling pengertian dan kenyamanan dalam bekerja.Kondisi ini dapat menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan karyawan lainnya dan sehingga turunnya motivasi kerja karyawan.kondisi ini di karenakanKurangnya interaksi antara individu,sehingga ketika berkomunikasi terjadi kesalapahaman. Dengan adanyakomunikasi yang jelas daripemimpin,tentu bawahan akanmenambahdukunganuntuk tetap bekerja dengan baik sehingga karaywan mendapatkan kepuasan kerja. .Dengan memberikan informasi yang jelas karyawan merasa senang dalam bekerja dan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Oleh sebab itu untuk mendapatkat karyawan yang yang berprestasi tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, karna selain faktor pendidikan umur, dan pengalaman, masih harus di imbangi dengan pemberian penghargaan yang memuaskan. Sebab masalah masalah prestasi kerja karyawan ini berkaitan dengan masalah terpenuhi tidaknya kebutuhan seorang karyawan. Salah satucara yang efektif untukmeningkatkatkankinerjakaraywan adalahdengan penerapan sisteminsentif yang tetap sehinggapegawaitetapsemangat dengan menimbulkan motivasi agar dicapai kepuasan bagipara karyawan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menjawab tiga persoalan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah komunikasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kedua apakah insentif kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan ketiga apakah motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan populasi dalm penelitian ini seluruh karyawan dalam perusahaan tersebut. Dengan jumlah 78 responden .metode pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang di sebarkan kepada seluruh karyawan PT. BPR Tanaoba Lais Manekat Kupang berupa pertanyaan tentang anlisis pengaruh komunikasi kerja ,insentif kerja dan motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan. data kemudian diperoleh dan diolah menggunakan alat bantu SPSS versi 16.00. maka dalm penelitian ini ditentukan dengan sampel yang dihitung menggunakan tiga kotak three-box method. Berdasarkan persamaan regresi linear berganda, nilai konsanta yang di peroleh sebesar 3.270 menunjukan bahwa komunikasi kerja (X1) , insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) di anggap konstan menyebabkan kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 3.270 dengan nilai koefisien β1 sebesar 0,348 jika variabel komunikasi kerja( X1) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) akan menigkat 0,384 nilai koefisien β2 sebesar 0,224 jika variabel insentif kerja (X2) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat 0,224, dan nilai koefisien β3 sebesar 0,428 jika variabel motivasi berprestasi (X3) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 0,428 dengan hal tersebut menunjukan bahwa variabel komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) memiliki arah yang positif terhadap kinerja karyawan (Y). Teknik hasil analisis data pada penelitian ini menunjukan secara signifikan menghasilkan variabel komunikasi kerja (X1) pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (X) dengan hasil uji thitung sebesar 4.783 lebih besar dari ttabel sebesar 1,666. untuk variabel insentif kerja (X2) kerja pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan(Y) dengan hasil uji thitung 2.501, lebih besar dari nilai ttabel 1,666, dan untuk variabel motivasi berprestasi (X3) pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) dengan hasil uji thitung sebesar 3.559, lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,666. dengan bahwa HO ditolak dan Ha diterima. Hasil perhitungan nilai uji F nilai Fhitung sebesar 81.397 lebih besar dari Ftabel 2,494 maka sebagaimana di simpulkan bahwa komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2), dan motivasi berprestasi (X3) secara simultan mempunyai pengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan (Y).pada nilai koefisien Determinan (R2) di ketahui nilai adjusted R square sebesar 0,767 atau 76, 7 %. Dalam pengujian hipotesis juga diketahui bahwa variabel komunikasi kerja (X1), insentif kerja (X2) dan motivasi berprestasi (X3) dapat mempengaruhi kinerja karyawan (Y) sebesar 0,767 %.sedangkan sisanya sebesar 23,3 % disebabkan oleh factor lainya yang tidak diteliti dalam variabel tersebut. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel komunikasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, insentif kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan Motivasi berprestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. uji F menunjukan bahwa secara simultan komunikasi kerja, insentif kerja dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dan uji R2 secara bersama–sama (simultan) antara variabel komunikasi kerja (X1), insentifkerja (X2), dan motivasi berprestasi (X3) terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Komunikasi kerja, Insentif, Motivasi Berprestasi dan Kinerja Karyawan

ANALISIS ALOKASI ANGGARAN DANA DESA (DDS) DI DESA NUNBENA KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS ALOKASI ANGGARAN DANA DESA (DDS) DI DESA NUNBENA KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN ABSTRAK Nama: Febrianto N.L Koebanu Nim :16190707 penelitian ini berjudul “Analisis Alokasi Anggaran Dana Desa (Dds) Di Desa Nunbena Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Alokasi Anggaran Dana Desa (DDS) Di DNunbena Kacamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2018-2020 namun masih ada persolan penelitian 1. Berapa Besar Kontribusi Anggaran Dana Desa (DDS) Dalam APBDes di Desa Nunbena 2. Apakah alokasi Anggaran Dana Desa (DDS) berdasarkan bidang belanja di Desa Nunbena telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 72/2005 pasal 1 ayat 11 Adapun konsep dalam pemikiran penelitian ini antara lain Alokasi Dana Desa (ADDS) dalam penelitian ini adalah bagian keuangan Desa yang diperoleh dari Bagi Hasil Pajak Daerah dan Bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang diterima oleh kabupaten. Populasi Penelitian ini adalah data Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Nunpena tahun 2018-2020.Sampel penelitian ini adalah Data alokasi Anggaran Dana Desa (Alokasi DDS) Desa Nunpena tahun 2018-2020. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini dihimpun menggunakan metoda dokumentasi. Dengan metoda ini data yang dihimpun adalah data dana desa (DDS) di desa Nunbena tahun 2018-2020. Pada Analisis pendahuluan akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik masing-masing konsep sebagai berikut Diskriptif Statistik, Anggaran Dana Desa (DDSAPBN) Desa Nunbena, Alokasi Belanja Desa Nunbeba dari Anggaran Dana Desa (DDS), Pada tahap analisis lanjutan ini mendeskripsikan Teknik Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah Diskriptif Statistik. Diskriptif Statistik.yang digunakan untuk mendeskripsikan data yang ada dalam penelitian ini yang adalah Alokasi Dana Desa (DDS) Dalam penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan sebagai alternative yang dapat dipertimbangkan sebagai berikut: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Alokasi Dana Desa (DDS) yang bersumber dari APBN melalui dana transfer pemerintah pusat lewat Kabupaten telah digunakan sesuai ketentuan PP no. 72 tahun 2005 pasal 1 ayat 11 di desa Nunbena. Hal ini ditunjukkan pada Desa Nunbena pada tahun 2018, Anggaran Dana Desa (DDS) dipakai untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 68,77% dari DDS, disusul untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sebesar 30,64% dari DDS, kemudian untuk pembinaan masyarakat sebesar 0,59% sehingga 100% DDS dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Kemudian pada tahun 2019, Anggaran Dana Desa (DDS) dipakai untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 80,19% dari DDS, disusul untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sebesar 19,81% dari DDS, sehingga 100% DDS dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Pada tahun 2020, Anggaran Dana Desa (DDS) dipakai untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 66,69% dari DDS, disusul untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sebesar 9,97% dari DDS, dan 23,34% untuk keadaan tak terduga Pandemi Covid, sehingga 100% DDS dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. Tidak ada penggunan DDS untuk Pemerintah Desa pada tahun 2018-2020 di Desa Nunbena. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti menyarankan kepada Pemerintah Desa Nunbena, Kecamaan Kot’olin Kabupaten Tinor Tengah Selatan agar mempertahankan penggunaan Anggaran Dana Desa (DDS) hanya untuk kepentingan masyarakat. Namun ke depan, porsi alokasi diperbanyak untuk pemberdayaan masyarakat baru disusul untuk pembangunan desa dan lainnya. Penelitian selanjutnya agar dapat menambah jumlah sampel penelitian dengan penggunaan data sekunder yang lebih besar serta rentang waktu pengamatan yang lebih lama sehingga dapat memberikan gambaran dan kesimpulan yang lebih komprehensif mengenai pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap Alokasi Belanja Modal. Kata kunci: Alokasi Anggaran Dana Desa

Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao dan Untuk mengetahui pelatihan kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia yang kompeten tentu saja membuat perusahaan akan lebih berkembang dan maju sehingga menentukan kesuksesan dari perusahaan itu sendiri dan dikembangkan melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan yang sesuai/layak serta kompetitif. Banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training sebelum karyawan memulai kerja, karena dengan pelatihan kerja dapat memperbaiki performa dan juga kemampuan dari karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan Zul (2016:23). Sumber daya yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan suatu inovatif melalui kreatifitas dan imajinasi. Arianty (2016:2). Salah satu ukuran keberhasilan kinerja individu, tim atau organisasi terletak pada produktivitasnya. Apabila produktivitasnya tinggi atau bertambah, dinyatakan berhasil. Apabila lebih rendah dari standar atau menurun, dikatakan tidak atau kurang sukses. Wibowo (2014:93). Produktivitas merupakan pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Dengan adanya produktivitas kerja diharapkan pekerjaan akan terlaksana secara efisien dan efektif, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Arianty (2016:134). Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kerja. Sasaran obyek penilaian produktivitas adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan. Dengan demikian maka jelas bahwa pendidikan dan pelatihan kerja mempunyai peranan penting dalam produktivitas kerja karyawan. Pendidikan (formal) didalam suatu organisasi adalah suatu proses pengembangan ke arah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Sedangkan pelatihan (training) adalah merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus. Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi Notoatmodjo, (2015:16-17). Pelatihan merupakan salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Arianty (2016:120). Pelatihan merupakan proses untuk membentuk dan membekali karyawan dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya Kasmir ( 2018:126). Pemberian latihan atau pendidikan kepada pegawai disuatu perusahaan merupakan tanggung jawab setiap Manajer. Adanya pelatihan dan pendidikan bagi seseorang, juga dapat menjamin tersedianya tenagatenaga kerja yang memiliki keahlian, terlatih atau terdidik dan yang dapat menggunakan pikirannya secara kritis. Selain hal tersebut. Hasil penelitian adalah yang pertama hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel tingkat pendidikan (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,144 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel tingkat pendididkan sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain tingkat pendidikan akan sesuai dengan produktivitas kerj karyawan. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.144 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan yaitu tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaraga Kab. Rote Ndao, dan yang kedua Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.417, t hitung 0.30 dan niali signifikan 0.007 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai harapan maka akan meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0.007 satuan. Dengaan kata lain pelatihan kerja akan meningkat sejalan dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelatihan kerja mempunyai pengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Ini dibuktikan dengan dengan t hitung t tabel (0.514 1.691) yang berarti t hitung pada variabel pelatihan kerja adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa ada pengaruh pelatihan kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao.