Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

Keuangan Daerah

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Di era globalisasi seperti saat ini, permasalahan mengenai desentralisasi fiskal menjadi suatu fenomena yang banyak mendapat perhatian publik. Negara-negara berkembang pun ikut berpindah haluan ke sistem desentralisasi fiskal dengan tujuan untuk menyiasati keadaan pemerintahan negara mereka yang kurang efektif, efisien, dan pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil. Desentralisasi fiskal diharapkan akan menghasilkan pelayanan publik yang efisien dan adil melalui pemanfaatan pengetahuan lokal, juga merangsang partisipasi demokrasi yang lebih besar. Di era desentralisasi fiskal ini kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerah menjadi faktor kunci keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Buku keuangan daerah ini didesain dengan menyajikan eksplanasi teori, konsep, strategi, dan kebijakan pengelolaan keuangan publik dengan menfokuskan pada level pemerintah daerah. Secara garis besar buku ini menyajikan konsep pengelolaan keuangan daerah melalui tiga aspek utama, yaitu pengelolaan pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah secara efektif dan efisien, yang dikemas dalam sembilan bab, membahas tentang konsep dasar keuangan daerah, desentralisasi fiskal, perencanaan, dan penganggaran daerah, konsep pendapatan daerah yang baik, konsep belanja dan teknik pengendaliannya, serta konsep pembiayaan daerah dengan dilengkapi praktik empirik implementasi keuangan daerah di Indonesia.

Pengantar Ilmu Ekonomi

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam buku ini diketengahkan mengenai definisi dan metode ekonomi, sistem ekonomi, organisasi bisnis dan teori produksi, pendapatan nasional, pengertian uang.

PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI PASTA BUAH PISANG AMBON TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN KUE BOLU

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PERBEDAAN KOSENTRASI PASTA BUAH PISANG AMBON TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN KUE BOLU Joao R.G. Taka*)Ir. A. Medah, MP**) Ir. Zet Malelak, M.Si**) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang kosentrasi pasta buah pisang ambon terhadap daya terima konsumen kue bolu. Tujuan peneltian untuk mendapatkan level kosentrasi yang cocok dalam penambahan pasta pisang ambon untuk pembuatan kue bolu yang dapat diterima oleh kosumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). dengan 4 perlakuan termasuk kontrol dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan prensentase Perlakuan. 0 % tanpa penambahan pasta pisang ambon. 20 % penambahan pasta pisang ambon 30% penambahan pasta pisang ambon, dan 40 % penambahan pasta pisang ambon. Variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu Tekstur, Warna, Aroma, Rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji analisis organoleptik terdapat pada tekstur kue bolu paling disukai pada perlakuan D dengan menghasilkan skor 3.600, Warna kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3.767, Aroma kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3.700, dan Rasa kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3. 767. kata kunci : Bolu,tekstur, warna, aroma dan rasa * ( peneliti ) ** ( Pembimbing)

PEMANFAATAN TEPUNG BEKATUL BERAS GOGO (KODI) SEBAGAI PENSUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN DONAT”

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMANFAATAN TEPUNG BEKATUL BERAS GOGO SEBAGAI PENSUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN DONAT Desi D. Wungo.* ) Dr. Ir. Godlief F. Neonufa MT**) Ir. M. Nuhamara**) Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Fakultas Teknologi Pertanian Bekatul adalah bagian terluar dari bulir padi yang terbungkus oleh sekam. Bulir adalah buah sekaligus biji berbagai tumbuhan serealia utama, seperti padi, gandum, dan jelai. Bekatul berasal dari kulit ari butiran beras dan sebagian kecil endosperma berpati. Istilah bekatul terutama disematkan pada padi, karena serealia inilah yang dikenal sebagai sereal atau biji-bijian sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji atau bulirnya sebagai sumber karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data ilmiah terkait tingkat kesukaan produk donat berbasis tepung terigu dikombinasikan dengan tepung bekatul padi gogo (kodi), untuk mendapatkan data perbandingan tepung bekatul padi gogo (kodi) sebagai pensubstitusi tepung terigu dalam pembuatan donat yang berkualitas baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali ulangan dengan presentase 0%, 20%, 40%, dan 60% susbtitusi tepung bekatul beras gogo kodi terhadap tepung terigu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan perlakuan B, yang mana bahwa perlakuan 20% tepung bekatul beras gogo kodi menghasilkan warna dan rasa yang disukai konsumen (direpresentasikan oleh panelis) dan level keempukkan tekstur yang baik menurut hasil uji penetrometer. Kata kunci : Tepung bekatul beras gogo (kodi), donat. *) Peneliti **) Pembimbing

“EFEK PEMBERIAN SARI BAYAM HIJAU TERHADAP KARAKTERISTIK MIE BASAH BERBAHAN DASAR TEPUNG CAMPURAN TERIGU DAN UBI JALAR UNGU’’

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Efek Pemberian Sari Bayam Hijau Terhadap Karakteristik Mie Basah Berbahan Dasar Tepung CampuranTerigu dan Ubi jalar Ungu Wewo L. R*) Godlief F. Neounufa **) Zet M. **) Mie merupakan salah satu jenis makanan yang populer di Indonesia. Bahan baku utama pembuatan mie adalah terigu. Terigu adalah komoditas import yang dari tahun ketahun semakin meningkat. Tujuan untuk mengetahui efek pemberian sari bayam hijau terhadap karakteristik mie basah berbahan tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada bulan juni 2020 menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Perlakuan yang dicobakan adalah perlakuan A kontrol ( 250 Tepung Terigu dan 150 gr Tepung Ubi Ungu), B ( SB 43% Tepung Terigu 250 gr dan Tepung Ubi Ungu 150 gr, C ( SB 50% Tepung Terigu 250 gr dan Tepung Ubi Ungu 150 gr), D(SB 56%, Tepung Terigu 250 gr dan Tepung Ubi Ungu 150 gr). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan yang tepat terdapat pada perlakuan C sari bayam hijau 50%, tepung terigu 250 gr dan tepung ubi jalar ungu 150 gr, dengan mendapatkan nilai rata-rata untuk variabel yang diamati yaitu rasa 3,8, tekstur 3,7, dan rata-rata warna: 2 ORCHD 1 RED ( dengan sebutan kartu warna makanan ). Kata kunci: organoleptik, sari bayam, tepung terigu, tepung ubi jalar Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing

UJI KETAHANAN LUNTUR TUMBUHAN PEWARNA JATI (Tectona grandis L.F) PADA BENANG KATUN DENGAN MORDAN ALAMI

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk; a) mengetahui pengaruh penambahan mordan terhadap ketahanan luntur benang hasil pewarnaan daun jati muda, b) mengetahui perbedaan ketahanan luntur jenis mordan terhadap benang hasil pewarnaan daun jati muda. Sampel diambil dari Kelurahan Naimata, Jalan Nefo Uki, RT.18, RW.07. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yaitu dilakukan dengan empat kali perlakuan untuk dapat menghasilkan warna yang akan dilihat dalam penelitian dengan menggunakan bahan pewarna alami daun jati muda. Penelitian ini telah dilakukan dari bulan November 2019 hingga Januari 2020 di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tiap-tiap perlakuan yang ditambahkan dengan mordan memberikan pengaruh terhadap warna dan juga ketahanan luntur pada benang yang diwarnai, mordan juga memberikan pengaruh terhadap terjadinya perubahan warna pada benang dan nilai ketahanan luntur. Terdapat perbedaan warna benang yang diwarnai dengan daun jati muda tanpa mordan menghasilkan warna brown, daun jati muda dengan mordan tunjung menghasilkan warna dark brown, daun jati muda dengan mordan jeruk nipis menghasilkan warna warm brown dan yang terakhir daun jati muda dengan mordan air kelapa muda menghasilkan warna chestnut red.