2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat GMIT Talenalain Manulai I merupakan salah satu persekutuan Jemaat Tuhan yang berada di wilayah Klasis Kupang Barat, dan berdomisili di Desa Manulai I. Kehadiran pertambangan membawa dampak bagi perubahan lingkungan hidup di wilayah pelayanan Jemaat Talenalain. Demi kelancaran pertambangan hutan sebagai tempat hidup flora dan fauna, serta sebagai penghasil oksigen menjadi rusak. Aktivitas pertambangan menghasilkan abu yang bertebaran di udara dan mengakibatkan jemaat setempat mengalami gangguan kesehatan. Aktivitas pertambangan juga menghadirkan ancaman longsor bagi anggota jemaat. Kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di wilayah pelayanan Jemaat GMIT Talenalain Manulai I disebabkan oleh budaya antroposentris. Budaya antroposentris membuat masyarakat setempat melihat alam dan kehidupan lainnya sebagai barang kepemilikan pada kenyataanya mengutamakan subyektivitas untuk kepentingan hidup manusia. Dari paham tersebut menjadikan lingkungan hidup digarap yang kemudian menjadi rusak, dan sekaligus membawa dampak buruk bagi kehidupan. Konteks kemiskinan juga merupan wajah dari budaya antroposentris yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan hidup. Anggota jemaat yang rata-rata adalah petani yang penghasilan sehari-hari tidak menentu. Tidak terpenuhinya tuntukan akan kebutuhan hidup, pada akhirnya mengijinkan pertambangan menjadi solusi agar kebutuhan ekonomi tertolong. Pandang Alkitab serta pendekatan yang diberikan terhadap lingkungan hidup ternyata teosentris dan bukan antroposentris. Lingkungan hidup adalah ciptaan Allah yang sejak permulaan dipelihara dan ditata-Nya, Dia memelihara dan menata alam maka Gereja turut mendapat peran istimewa itu dalam penataan lingkungan hidup ciptaan Allah. Gereja harus lebih menyadari keterpanggilannya. Gereja harus menjadi tempat yang paling aman untuk seluruh ciptaan. Praktik gereja dapat disertakan penanaman paham dari antroposentris ke teosentris, dengan begitu jemaat dan masyarakat dapat bertumbuh dengan pemaham teseontris yang lebih menata alam. Pelayanan gereja bagi kemiskinan bisa dimulai dengan ekonomi hijau. Keadaan anggota jemaat yang rata-rata adalah petani menjadi peluang gereja untuk meningkatkan pendapatkan ekonomi. Lahan-lahan yang ada tidak perlu lagi diperuntukan untuk pertambangan, tetapi lahan itu bisa dijadikan area pertanian yang hasilnya dapat membantu meningkatkan ekonomi jemaat dan sekaligus selaras alam.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Emile Durkheim merupakan Sosiolog besar yang berpengaruh pada perkembangan ilmu sosial. Sama seperti Karl Max dan Weber, Durkheim hidup dalam masa peralihan sosial dan krisis di Eropa akibat revolusi industri. Revolusi industri inilah yang menjadi penggerak pemikirannya tentang fungsi sosial agama. Kerangka teori berpikir Durkheim terletak pada makna penting struktur masyarakat, interaksi dan kelembagaan sosial untuk melihat dan mempelajari masyarakat. Bagi Durkheim, agama adalah produk sosial masyarakat yang dijadikan standar moralitas bersama atau membangkitkan prinsip solidaritas bersama. Teori Durkheim terkait agama sebagai perekat sosial, penulis angkat dan dialogkan dengan konteks Klasis TTU yang menghadapi kesenjangan sosial. Untuk mendialogkan serta mendekati masalah tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka serta melakukan wawancara beberapa pihak terkait. Metode penulisan yang digunakan ialah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif juga menganalisis berdasarkan pemikiran beberapa ahli. Berdasarkan pola serta metode yang digunakan, penulis mendapati bahwa peran agama sebagai fungsi sosial di wilayah Klasis TTU belum optimal. Terlihat dari data-data serta isu-isu sosial yang masih kuat di Kabupaten Kefamenanu, serta kaum Katolik sebagai mayoritas yang mendominasi. Sehingga agama sebagai perekat sosial menjadi pergumulan Klasis TTU sebagai bagian di dalam Kabupaten Kefamenanu. Penulis kemudian melakukan refleksi Sosio Teologis dalam Injil Mat. 22: 34-40. Penulis mendapati bahwa di tengah kesenjangan sosial, Yesus merekatkan dengan kehadiranNya bagi semua orang di mana Ia dibutuhkan. Yesus menunjukkan bahwa kasih melampui segala kesenjangan yang terjadi. Kasih melampui batas-batas sosial, karena kasih tidak pernah terbatas. Sehingga dengan mengasihi sesama, manusia telah mengasihi Allah (Mat. 22:36-40).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Korupsi adalah salah satu masalah sosial yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat.Hal ini membuat korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime).Penyebarannya sistematis mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah dan desa-desa bahkan melibatkan pilar utama kekuasaan bangsa yakni Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. Di NTT sendiri tak perlu diulang-ulang karena hampir setiap hari kita membaca di surat kabar maupun secara online. Gereja khususnya GMIT terpanggil secara aktif untuk melibatkan diri dan memiliki kepekaan dalam usaha memberantas masalah-masalah ini terutama dalam realitas sosial. Penulis dalam mengkaji masalah ini menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi pustaka. Jon Sobrino melihat bahwa gereja harus turut ambil bagian dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.Namun ketelibatan gereja bukan hanya keterlibatan humanis semata tetapi juga keterlibatan teologis.Ia berangkat dari konteks Amerika Latin khususnya El Salvador dan mengantarkannya untuk berbicara mengenai Yesus yang Solider.Penulis mengaitkan konsep ini dengan pemikiran J.B. Banawiratma mengenai proses Teologi Sosial untuk dianalisis melalui empat aspek teologi Sosial yaitu aspek sosial, kultural, historis dan personal. Analisis ini menghasilkan tiga pokok penting tentang solidaritas menurut Sobrino yaitu sumber dari solidaritas adalah realitas, solidaritas terbentuk dari iman komunitas dan bukan individu dan Yesus dari Nazaret menjadi titik tolak melakukan solidaritas. Penulis kemudian melakukan refleksi teologis dan mengaitkan dengan teks Lukas 4:16-21 yang merupakan bagian cerita tentang Yesus yang ditolak di Nazaret. Teks ini membuktikan bahwa Allah selalu melihat realitas. Ia mengutus anak-Nya untuk memberitakan kabar baik ke dalam realitas hidup manusia yang penuh ketidakadilan dan keputusasaan.Kabar baik adalah juga kehadiran untuk orang miskin, orang-orang tawanan, orang-orang buta dan yang tertindas. Artinya bukan hanya mengenai kabar baik lewat pemberitaan firman atau lewat perkataan tetapi aksi nyata yang kita lihat lewat pengajaran, penyembuhan dan mujizat yang dibuat Yesus.Namun gereja mesti juga menjaga sikap kritis atas realitas yang dihadapi. Gereja yang bercermin dari Yesus juga harus menyadari bahwa ia sama seperti Yesus berbeda dari dunia. Namun terlepas dari perbedaan itu, gereja lahir di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia. Ini berarti khotbah atau pelayanan nyata yang diberikan gereja boleh sama tetapi punya nilai dorong yang berbeda.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
SOLEMAN LANMAI (15380031) Struktur Komonitas Mangrove di Desa Aimoli, Kecamatan Alor Barat Laut , Alfred G. O, S. Pi, M, Si, Ph,D., Imanuel J Emola, S.Pi, M,Si. Sebagai pembimbing I dan pembimbing II Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Krinsten Artha Wacana Kupang.
Manggrove atau hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur dan berpasir.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur Komonitas Manggrove di Desa Aimoli, Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor dengan mengunakan metode purposive sampling dan observasi (pengamatan secara langsung di lapangan) sedangkan pengambilan contoh dilakukan mengunakan metode petak contoh dimana unsur-unsur populasi atau vegetasi mangrove digolongkan berdasarkan tingkat kerpatan atau ketebalan mangrove. Metode pengambilan contoh dilakukan mengikuti pendekatan petak contoh yang berada pada garis contoh yang beradap ada garis transek yang ditarik melewati wilayah ekosistem mangrove.Data yang di ambil adalah jenis-jenis mangrove yang dibedakan antara pohon, anakan dan semai. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis komunitas (kerapatan jenis, kerpatan relative, frekuensi jenis, frekuensi relative, penutupan jenis penutupan relative, indeks keanekaragaman, dan indek nilai penting). Berdasarkan hasil penilitian ditemukan 4 jenis mangrove padalokasi pengamatan Rhizophora apiculata, Rhzophora mucronata, Bruguieragi mnorrizha, dan Avecenia alba dari keempat jenis yang memiliki nilai tertinggi Rhizophora apiculata memiliki nilai tertinggi dari tingkat kerpatan jenis, kerapatan relatif, frekuensi jenis, frekuensi, relative, penutupan jenis ,penutpan relative, keanekaragaman dan indeks nilai penting.
Kata Kunci :struktur, komunitas, mangrove, kerapatan, INP. Desa Aimoli.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Variasi Konsentrasi Hasil Fermentasi Kotoran Sapi Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora). Ufi, Y, S.)* Solle, H R. L.)** Nitsae, M.)** Kopi merupakan tanaman perkebunan yang menjadi komoditas pertanian yang berperan penting dalam mendukung kehidupan perekonomian masyarakat. Faktor yang menjadi permasalahan dalam budidaya tanaman kopi adalah tanah yang kurang subur sehingga dapat menyebabkan rendahnya produktivitas dan mutu tanaman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi hasil fermentasi kotoran sapi terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman kopi robusta (Coffea canephora). Penelitian deskriptif kuantitatif ini terdapat 4 perlakuan termasuk kontrol, yaitu N_0 (Kontrol), N_1 (50ml HFKS + 250ml air), N_2 (100ml HFKS + 250ml air), N_3 (150ml HFKS + 250ml air) Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deksriptif. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian variasi konsentrasi hasil fermentasi kotoran sapi berpengaruh signifikan terhadap daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman, dan jumlah daun, dimana konsentasi terbaik pada perlakuan N_3 (150ml HFKS + 250ml air) nilai terbaik masing-masing parameter uji adalah rata-rata daya kecambah 12,05 %, rata-rata laju perkecambahan 16,00 hari, rata-rata tinggi tanaman 12,05 cm, rata-rata jumlah daun 4,00 helai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian hasil fermentasi kotoran sapi memberikan pengaruh signifikan terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman kopi robusta (Coffea canephora) Kata Kunci : Benih, Kopi Robusta (Coffea canephora), Fermentasi, Kotoran Sapi Keterangan: )* Penulis )** Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan sumber daya utama karena sifatnya yang terbarukan dan dinamis, artinya sumber utama air adalah air hujan yang akan datang pada musimnya sesuai dengan waktunya. Oleh karena itu, air harus bebas dari pencemaran dan memenuhi tingkat kualitas tertentu sesuai dengan kebutuhan kadar di dalam tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mata air Naifalo di Desa Nunsaen Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang berdasarkan parameter suhu, pH, mikrobiologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian adalah satu sumber mata air dan tiga titik sampel yang diambil pada mata air Naifalo Desa Nunsaen. Tahap persiapan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini dan memeriksanya terlebih dahulu sebelum digunakan, kemudian menetukan titik lokasi dengan cara observasi atau survei. Tahap pengambilan sampel pada mata air dilakukan di tiga titik, masing-masing titik sampel air diambil sebanyak 500 ml menggunakan botol steril di mata air Naifalo. Teknik pengumpulan data dengan cara pengukuran suhu dan pH, pengambilan smpel, pembuatan media, pengujian sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada ketiga titik sampel air. Sampel 1 (mata air) sampel 2 (aliran) sampel 3 (mengairi). Suhu pada mata air (sampel 1) 26°C, (sampel 2) 26°C, (sampel 3) 26°C. pH pada mata air (sampel 1) 7,48, (sampel 2) 7,48, (sampel 3) 7,48. Jumlah bakteri Coliform pada sampel 1 (9), sampel 2 (17), sampel 3 (33). Jumlah bakteri Escherichia coli pada sampel 1 (9), sampel (17), sampel 3 (33).Maka ketiga sampel air berada pada ambang batas maksimum baku mutu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/IX/1990 tentangsyarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Disarankan kepada masyarakat Desa Nunsaen dan perangkat Desa untuk memperhatikan kebersihan di sumber mata air Naifalo agar terhindar dari pencemaran dan tidak menimbulkan penyakit yang ditulakan melalui air jika air tersebut dikonsumsi oleh masyarakat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JENIS-JENIS TUMBUHAN OBAT YANG TERDAPAT DI DESA OEBELO KABUPATEN KUPANG Sirileu, S. V)* Ballo, A. )** Daud, Y)** Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat diantaranya sebagai sandang, pangan, papan. Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki beraneka tumbuhan dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang biasa digunakan oleh berbagai etnik dan dipercayai mempunyai khasiat obat yang dikelompokan menjadi tumbuhan obat tradisional, tumbuhan obat modern dan tumbuhan obat potensial. Pengobatan tradisional merupakan akumulasi dari pengetahuan, keterampilan dan praktek yang didasarkan pada berbagai teori, kepercayaan dan pengalaman yang dikembangkan oleh berbagai kebudayaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Oebelo Kabupaten Kupang, organ tumbuhan yang digunakan untuk mengetahui cara meramu tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat tradisional. Pengambilan sampel dan pengumpulan data tumbuhan yang berkhasiat obat dilakukan dengan metode eksplorasi yang dilakukan di Desa Oebelo Kabupaten Kupang dan dibantu oleh orang yang pernah menggunakan tumbuhan sebagai obat. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi.Variabel pengamatan berupa informasi pemanfaatan tanaman obat dan informasi botanis. Analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Desa Oebelo Kabupaten Kupang diperoleh 18 spesies tumbuhan. Organ tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat adalah daun, batang, bunga, buah, dan akar, Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tumbuhan obat mampu menyembuhkan berbagai penyakit dan cara pengolahannya yaitu direbus, ditumbuk, diperas, dipanaskan, dicampur dan dikunyah. Kata kunci : Keanekaragaman, Tumbuhan obat, Masyarakat Desa Oebelo
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Wilhelmus L. Ratu (14380086). Struktur Komunitas Gastropoda di Pantai Pasir Panjang Kelapa Lima, Kota Kupang dibawah bimbingan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D, Pembimbing I dan Ir Izaak Angwarmasse sebagai Pembimbing II P.rogram studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang.
Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang yang saat ini mengalami pengembangan di wilayah pesisir seperti pembangunan hotel, jalan dan kegiatan reklamasi. Kegiatan pembangunan tersebut akan berdampak pada ekosistem wilayah pesisir dan organisme perairan seperti gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan komposisi jenis, kelimpahanan, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi gastropoda Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2021 di Pantai Pasir Panjang Kelapa Lima Kota Kupang. Analisis yang digunakan adalah Kelimpahan jenis, Keanekaragaman, Keseragaman dan Dominansi. hasil penelitian yang telah di lakukan di Pantai Pasir Panjang Kelapa Kota Kupang terdapat (9) jenis Gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian. Nilai kelimpahan tertinggi adalah jenis Cypraea annulus sedangkan Nilai indeks keanekaragaman berdasarkan kriteria indeks Shannon-wiener dikategorikan rendah, Nilai indeks keseragaman tergolong seragam/stabil. dan nilai indeks Dominansi sedang. Kisaran nilai parameter lingkungan diketahui masih tergolong normal dan baik untuk kelangsungan hidup gastropoda.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN ALFIANUS KONTERIUS DESI (16382733) Analisis Ekonomi Dan Rantai Pemasaran Nelayan Pancing Kerapu (Serranidae) Di Desa Mausambi Kecamatan Maurole Kabupaten Ende. Alferd G.O Kase, S.Pi., M.Si danRockie R.L Supit, S.P.i, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Ikan Kerapu atau Grouper adalah ikan dari Famili Serranidae dengan subfamili Ephinephelinae, dengan jumlah spesies 159 di dunia, 39 jenis dapat di temukan perairan di Indonesia, sementara di Asia Tengara ada 46 jenis. Ikan kerapu memiliki habitat di dasar perairan laut teropis dan subteropis. Sebagian besar spesies kerapu berasosiasi dengan terubu karang di daerah dangkal dan beberapa tingal di daerah estuari dan berbatu, berpasir dan berlumpur, meskipun juvenile ikan kerapu di temukan di daerah lamun. Beberapa spesies juga di temukan kedalaman 100-200 meter, kadang-kadang sampe pada kedalam 500 meter. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif ini adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi Nilai return of investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan kerapu dengan alat tangkap pancing adalah sebesar adalah 0,479. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap pancing kerapu di Desa Mausambi tidak layak atau rugi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Silvester Nahak Berek (14380077) Struktur Komunitas Manggrove di Desa Weseben Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Wilson L. Tisera, S.pi.M.si. Ph.D. Sebagai pembimbing I. Rockie R. L. Supit, S.pi. M.si. Sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Salah satu Kabupaten di Nusa tenggara Timur yaitu Kabupaten Malaka memiliki potensi perairan yang sangat besar. Luas wilayah perairan di Kabupaten Malaka adalah seluas 10,773,62 KM₂ dengan Panjang garis pantai 287,1 KM. Potensi lestari sumber daya ikan di kabupaten Malaka sebesar 45,714,85 Ton/ tahun sehingga jumlah tangkapan yang diperboleh kansebesar 36,571,88 Ton. Sementara tingkat pemanfaatan penangkapan sumberdaya ikan baru sebesar 17,85% untuk di kenbangkan penangkapan sumberdaya ikan di Kabupaten Malaka.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka yang berlangsung selama 2 bulan yaitu Bulan November- Desember 2020 .Dengan Judul Struktur komunitas mangrove di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Metode yang di gunakan adalah metode Wawancara (Daftarpertanyaan) danobservasi (Pengamatansecaralangsung)
Hasil penelitian menujukan bahwa tingkat penerimaan rata-rata Masyarakat di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka terdapat 4 jenis Mangrove /bulan dalam melakukan penelitian dan tingkat Bruguiera yang sangat dominan sebanyak 687 dan untuk kategori anakan jenis mangrove tertinggi terdapat pada Avicenia sp. 450 /bulan dalam melakukan penelitian. Struktur komunitas Mangrove kategori pohon yaitu sebesar 22,95 sedangkan untuk anakan Mangrove terdapat 4,21 dan untuk semai paling banyak 3,28 Angka ini menunjukan secara ekonomi Struktur komunitas mangrove terdapat di desa weseben kecamatan Wewiku kabupaten Malaka sangat bermanfaat bagi masyarakat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produk pengasapan ikan di Kota Kupang lebih dikenal dengan sebutan se’i tuna, pada umumnya masih dilakukan secara tradisional yang diasap menggunakan bara api kayu kesambi. Pengasapan merupakan salah satu cara pengawetan ikan agar tidak terjadi pembusukan dan menjaga nilai gizinya. Pengasapan berfungsi menambah citarasa dan warna yang spesifik pada makanan serta bertindak sebagai antibakteri dan antioksidan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai pH, susut berat, dan organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur)pada produk tuna se’i.Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Juni 2020 dimana masa pendemi covid 19 sehingga penelitian ini dilaksanakan secara terbatas pada lingkup Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan perlakuan bagian jenis loin dari perlakuan ikan tuna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pH dengan nilai 5,5-6,0, susut berat dengan nilai loin pungung 8,41–10,02 % dan loin perut 4,02-5,64% dan tingkat penerimaan panelis masih menyukai organoleptik produk tuna se’i.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak YOHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran OHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran penyu di pantai Riang Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung di lapangan/survei dan wawancara. Monitoring dan pengamatan parameter fisik dan biologi sarang penyu pada pagi, siang dan malam hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik sarang alami peneluran penyu, dimana didukung oleh paremater fisik yaitu kemiringan pantai sarang peneluran penyu berkisar antara 1,43⁰-2,23⁰ dengan rata-rata kemiringan 1,73⁰, tipe pantai tergolong landai; suhu substrat pada pagi, siang dan malam hari berkisar antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukanmal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukan umumnya didominasi oleh rumput lari (Spinifex littoralls) dan katang-katang (Impomoea pes-caprae); ukuran panjang track penyu dapat mencapai ukuran 7,3-27 m dan lebar 60-90 cm; tekstur substrat sarang terdiri dari pasir, tanaliat, dan debu. Parameter biologi yaitu panjang karapas penyu lekang antara 57-85 cm dan lebar antara 54,6-80 cm.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak IMANUEL MESAKH TAEK (14380042), Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr; Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I, Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa daerah penangkapan ikan berdasarkan tempat (spasial) dan waktu (temporal) penangkapan ikan melalui informasi kondisi faktor oseanografi perairan mengunakan alat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020 bertempat di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi kegiatan penangkapan ikan pelagis kecil, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur tentang informasi kondisi spasial dan temporal berdasarkan kondisi faktor oseanografi perairan. Observasi lapangan yang dilakukan selama mengikuti operasi penangkapan ikan meliputi posisi dan waktu yang tepat untuk melakukan penangkapan ikan. Sebaran data spasial dan temporal perairan Teluk Kupang berdasarkan titik koordinat pengambilan sampel yaitu jenis ikan hasil tangkapan yang diperoleh terdiri dari jenis ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.). Kata Kunci : Spasial, Temporal, ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.), mini purse seine, Teluk Kupang
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
A DESCRIPTIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF
COLLABORATIVE WRITING METHOD
(A Study Of English Teacher Of SMA Negeri Bokong
In The Academic Year Of 2020-2021)
This thesis is entitled "A Descriptive Study On The Implementation Of
Collaborative Writing Method".To improve the skills of the English writing
method at SMA Negeri Bokong. This research method is a qualitative method.
The subject of this research is the English teacher and students in teaching and
learning about the collaborative writing method.The purpose of this study was to
determine the collaboration of teachers and students in order to follow the rules
and to find out students about the use of collaboration methods in English writers.
In this research instrument is to help carry out theory and practice, the research
where the data analysis is based on teacher and student responses to questions to
obtain data, the author uses several questions to become part of the student and
teacher collaboration method following the rules: The results of data analysis
show that most of the teachers and students are able and understand writing well,
how to write collaborative methods by following the procedures applied and
students' perceptions about the use of the method.Collaborative writing means that
everyone is able to give ideas to improve writing methods, group work and the
learning process that can be evaluated.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembuatan garam di Kelurahan Oesapa Barat umumnya melalui penyaringan dengan mengunakan karung plastik sehingga kualitas garam yang dihasilkan kurang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya yang ingin dilakukan untuk meningkatkan kadar NaCl pada garam rakyat dengan modifikasi teknik penyaringan mengunakan ijuk yang dikombinasikan dengan penyaringan menggunakan sistim berlapis menggunakan ijuk, kerikil dan pasir. Selain itu, pada penelitian ini menggunakan alat masak yang sudah dimodifikasi dari plat drum. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan September-November 2020 bertempat di Kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang untuk lokasi survei, pembuatan garam dan pengambilan sampel. Sedangkan Laboratorium PT. Saraswanti Indo Ganethech, Bogor untuk pengujian Kadar Air, NaCl, iodium, mineral (magnesium dan kalsium). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dan dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat yang diproduksi menggunakan alat masak modifikasi dari plat drum pada kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air berkisar antara 4,41-5,23%, kadar NaCl 91,02%, kadar iodium 79,69 mg/kg, mineral magnesium 183,70 mg/100 g dan mineral kalsium 503,70 mg/100 g.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stik merupakan makanan ringan atau jenis kue kering yang sering dikonsumsi pada saat santai atau di sela-sela makan besar. Stik disukai oleh semua umur mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan menjadikan produk olahan yang banyak diproduksi dengan berbagai variasi. Bahan baku utama pembuatan stik adalah tepung terigu. Saat ini stik sudah banyak dimodifikasi dengan penggantian bahan baku tambahan yang digunakan. Bahan baku tambahan yang digunakan untuk pembuatan stik berupa tepung ikan layang, tepung tulang ikan bandeng, tepung sorgum, tepung gayam maupun tepung umbi-umbian dan bubur rumput laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan nilai kadar air pada produk stik rumput laut. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu dari bulan November sampai bulan Desember 2020 dimana masa pendemi covid 19 sehingga penelitian ini dilaksanakan secara terbatas di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 2 kali, sehingga diperoleh 8 unit percobaan. Perlakuan stik rumput laut dengan berat bubur rumput laut yang berbeda Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air 7,83%-11,91% dan tingkat penerimaan panelis pada nilai organoleptik stik rumput laut yang di proses dengan berat bubur rumput laut yang berbeda yaitu semua perlakuan disukai.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat yang sebagian besar masyarakatnya membuat garam dan bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan dan menjadi mata pencaharian yang menunjang untuk kehidupan setiap harinya. Alat masak yang dimodifikasi menggunakan drum yang telah dibelah secara vertikal menjadi dua bagian dan diberi rangka yang terbuat dari besi dan pada bagian rangkanya ditutupi dengan aluminium. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu April-Mei 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk perhitungan rendemen dan pengujian organoleptik (warna dan bau) serta di Loboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor untuk pengujian logam berat (Pb, Hg, dan Cu). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat menggunakan alat modifikasi pada kelompok Tiberias, di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu rendemen 89,50%, organoleptik parameter warna pada pemasakan hari pertama yaitu putih normal 90% dan putih kecokelatan 10%, sedangkan pada pemasakan hari ke lima dan hari ke sepuluh yaitu putih normal 100%, organoleptik parameter bau pada pemasakan hari pertama, ke lima dan ke sepuluh yaitu normal tidak berbau 100% dan logam berat (timbal, merkuri dan tembaga) tidak terdeteksi.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN WEDELTRUDIS UDUK (15380016). Struktur Komunitas Mangrove di Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Donny M. Bessie, S.Pi,M.Si., Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si Sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup, namun sejalan dengan pertambahan pemukiman di wilayah pesisir memberikan dampak terhadap ekosistem mangrove yakni berkurangnya luasan hutan karena mengalih fungsian kawasan ekosistem mangrove menjadi lahan pertambakan dan pemukiman. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Struktur Komunitas hutan mangrove di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, sedangkan pengambilan contoh menggunakan“metode petak contoh”, dimana unsur-unsur populasinya atau vegetasi mangrove digolongkan berdasarkan tingkat kerapatan atau ketebalan mangrove. Metode pengambilan contoh dilakukan mengikuti pendekatan petak contoh yang berada pada garis transek yang ditarik melewati wilayah ekosistem mangrove. Data yang di ambil jenis jenis mengrove antara pohon, anakan dan semai dengan substrat dan kondisi lingkungan. Data yang dianalisis menggunakan analisisi komunitas (kerapatan jenis, kerapatan relaif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis dan indeks nilai penting). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 4 jenis mangrove pada lokasi pengamatan yaitu Rhizopora mucronata, Sonaratia alba, Avecenia alba, Bruguiera cylindrica. Dari ke empat jenis tersebut jenis Rhizopora mucronata yang memiliki nilai tertinggi dari tingkat kerapatan jenis, kerapatan relaif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis dan indeks nila penting.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research was conducted under the title “An Analysis of Figurative Language Found in Kidung Jemaat Lyric Songs”. The research problem of this research that solved by the writer stated as follow: (1) what are the types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs?, (2) what are the dominant types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs”. The aims of the study are to find out, 1) the types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs, 2) the dominant types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs. The method used in this study is descriptive qualitative method. The writer focus on the song living in faith every day, it is start from pages 356 up to page 418 consists of 64 songs. The writer is only takes 19 of the song by selected the songs and verses. The writer gets the finding of this research, such as: 1) the writer found nine kinds of figurative language as bellow: Anaphora 8 sentences (8.89%), metaphor 6 sentence (6.67%), simile 2 sentence (2.22%), metonymy 23 sentence (25.56%), synecdoche 1 sentence (1.11%), personification 3 sentence (3.33%), irony 2 sentences (2.22%), allegory 14 sentences (15.56%) and symbol sentence (1.11%). The most dominant type of figurative language found in this research is metonymy with 23 sentences (25.56%).The writer concluding that the Kidung Jemaat or songs of the congregation is very beautiful songs to worship God to express our feeling love to honor our Creator which is created effects and imposing to the worshiper in sing the songs.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This research is about “A NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE ANALYSIS ON VERB TO TAKE IN AMANUBAN DIALECT OF UAB METO". The problems of this study are what are the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how does the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of Amanuban dialect. The aims of this research are to find out the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of amanuban dialect. Descriptive qualitative method is used in doing this research. The writer applies the Natural Semantic Metalanguage (NSM) approach of Goddard’s (2002) theory to find out the results with picture through interview. The ‘verb to take’ in Uab Meto has same meaning but different action. Based on the data analysis it was found that in Uab Meto of Amanuban dialect, the ‘verb to take’ can be expressed in fourteen lexicon, namely naiti, ntet, nabak, nloti, nseki, nhel, nau, nbok, naheun, nkui, nseu, nhetu, nbuti, nlefi. The semantic structure based on the argument show; if someone ‘take’ then the component can be mapped to ‘X do something to Y’ and because of this ‘Y move to X’ at the same time, X wants this , X do something like this.