2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Assuming no prior knowledge of linguistics, AN INTRODUCTION TO LANGUAGE, Tenth Edition, is appropriate for a variety of fields--including education, languages, psychology, cognitive science, anthropology, English, and teaching English as a Second Language (TESL)--at both the undergraduate and graduate levels. This completely updated edition retains the clear descriptions, humor, and seamless pedagogy that have made the book a perennial best-seller, while adding new information and exercises that render each topic fresh, engaging, and current. Important Notice: Media content referenced within the product description or the product text may not be available in the ebook version.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
An Introduction to Language continues to be instrumental in introducing students to the fascinating study of human language. Engaging and clearly written, it provides an overview of the key areas of linguistics from an Australian perspective. Chapters in this seventh edition have been extensively updated and revised to reflect recent discoveries and new understandings in linguistics and language. Additional exercises at the end of chapters and a companion website help readers to test their comprehension of the material and practice their skills. This classic text is suitable for students in fields as diverse as linguistics, computer science, English, communication studies, anthropology, foreign language teaching and speech pathology.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
AN INTRODUCTION TO LANGUAGE, 11th Edition, offers an up-to-date look at language studies and linguistics in today's world. This product is fresh and modern, and includes new developments in linguistics and related fields that strengthen its appeal to a wider audience. At the same time, it maintains the acclaimed light, friendly, readable style and the breadth of coverage that have made it a perennial best seller. The authors examine grammatical subjects (e.g., morphology, syntax, semantics, phonetics, phonology), childhood language development and adult secondary language acquisition, and the tremendous leap in knowledge achieved in neurolinguistics. Important Notice: Media content referenced within the product description or the product text may not be available in the ebook version.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
The book that tells you all the things you felt you were expected to know about linguistics, but were afraid to ask about.*What do you know about Burushaski and Miwok?*What's the difference between paradigmatic and syntagmatic?*What is E-language?*What is a language?*Do parenthetical and non-restrictive mean the same thing?*How do you write a bibiliographic entry for a work you have not seen?Every student who has asked these questions needs this book. A compendium of useful things for linguistics students to know, from the IPA chart to the Saussurean dichotomies, this book will be the constant companion of anyone undertaking studies of linguistics. Part reference work, part revision guide, and with tables providing summary information on some 280 languages, the book provides a new learning tool as a supplement to the usual textbooks and glossaries.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERA IRIGASI WAIKELAK, DI DESA BENDONA, KECAMATAN TANJUNG BUNGA, KABUPATEN FLORES TIMUR. ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang SEPTORY.H. *) LANO.M.L.**) MAKABORANG.M. **) Penelitian Berjudul Operasi Dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Waikelak Di Desa Bendona Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur Pada Bulan mey 2021. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Waikelak Di Desa Bendona Kecamatan Tanjung bunga Kabupaten Flores Timur. Penelitan dilaksanakan untuk mengetahui Operasi Dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Waikelak Di Desa Bendona Pada P3A Bendona yaitu : Pekerjaan Pemeliharaan Rutin, Pekerjaan Pemeliharaan Berkala, Pekerjaan Pemeliharaan Khusus Kata Kunci: Operasi, Pemeliharaan, Daerah Irigasi Keterangn: * Peneliti ** Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KAJIAN KINERJA KELEMBAGAAN P3A DI DAERA IRIGASI PUMANG DESA TANGLAPUI KECAMATAN ALOR TIMUR KABUPATEN ALOR Mokoni S. Y *) N.P.P.E. Nainiti **) Makaborang M***) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kelembagaan P3A daerah Irigasi Pumang, Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk pemecahan masalah dengan cara mengumpulkan data pada daerah irigasi Pumang Desa Tanglapui. Hasil pengamatan kinerja kelembagaan P3A dengan adanya Organisasi Perkumpulan Petani Pemakai Air dapat Terorganisir dengan baik dalam upaya Memenuhi Kebutuhan Air ke Lahan. Menjaga Saluran Irigasi pelaksanaan Pemeliharaan Saluran Irigasi dan Organisasi Personalia di P3A di Derah Irigasi Pumang. Sehingga terdapat 6 responden yang menyatakan Sangat Baik dengan presentase 30 %, sedangkan petani yang menyatakan Baik terdapat 9 responden dengan presentase 45% dan petani yang menyatakan Kurang Baik terdapat 5 responden dengan presentase 25 %. Maka dari itu penulis menyimpulkan bahwa Kinerja Kelembagaan P3A di Daerah Irigasi Pumang tergolong Baik. Sementara untuk struktur organisasi menunjukan bahwa ada pula aset organisasi belum dimaksimalkan dengan baik. Kata kunci: Kinerja, Kelembagaan P3A Daerah Irigasi Pumang. *) Peneliti **) Pembimbing I ***) Pembimbing II
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKTIFITAS TANAMAN SAWI HIJAU DENGAN MENGUNAKAN SISTIM IRIGASI TETES Asakameng, F. A*) Nainiti, N. P.P.E. **) Makaborang, M***) Penelitian mengenai pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. pada berbagai jenis tanah yang berbeda, dan telah dilakukan mulai bulan April hingga Mei 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik (perbedaan antara perlakuan) pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Perlakuan yang dicoba yaitu A (Tanah organosol) B (tanah pasir), C (tanah lateril) dan D (tanah kapur). Parameter yang diamati adalah jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan berat basah tanaman sawi hijau Brassica juncea L. Data dianalisis mengunakan sidik ragam (ANOVA). (A Tanah Laterit) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 12 daun, lebar daun 15,833 cm, panjang daun 23,333 cm dan berat tanaman 173,5 gr (B Tanah Pasir) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 12,833 cm, panjang daun 19,667 cm dan berat tanaman 94,333 gr. (C Tanah Organosol) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 10 daun, lebar daun 12,500 cm, panjang daun 19,000 cm dan berat tanaman 88,333 gr.( D Tanah Kapur) yang menghasilkan nilai rata-rata untuk setiap variable pengamatan yaitu untuk jumlah daun sebanyak 9 daun, lebar daun 14,500 cm, panjang daun 18,833 cm dan berat tanaman 142,167 gr. Kata kunci: Sawi Hijau (Brassica juncea L), Tanah Laterit *) Peneliti **) Pembimbing 1 ***) Pembimbing 2
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN CMC (Carboxyl Methyl Cellulose)SEBAGAI PENGIKAT DALAM SIRUP LONTAR (KOLIS AYUB*) (Ir. ZET MALELAK, MSI **)( Ir. M. NUHAMARA MP **) Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhpenambahankonsentrasi CMC(carboxyl methyl cellulose) sebagaipengikatdalam sirup lontar. Penelitianinidilaksanakan di laboratoriumEksakta Universitas Kristen ArthaWacanaKupang. Menggunakanrancanganacaklengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangansehinggadidapat9unitpecobaan, denganpersentase 0%, 1% dan 2%. variabel yang diamatiadalah, karakteristikorganoleptikyaitu rasa, warna, aroma dan uji viskositas, uji pegendapan. Hasil penelitianmenunjukkanbahwaPenambahan CMC (carboxyl methylcellulose) berpengaruhterhadapkarakteristik Aroma, tetpaitidakberpengaruhterhadapa rasa dan warna sirup lontar, dan berpengaruhterhadapViskositas, yang dihasilkan. Perlakuanterbaikyaitupenambahan CMC sebanyak 1% dengansifatorganoleptikyakni: skor aroma 4,44 (khasbuah lontar); skor rasa 4,22 (khasbuah lontar); skorwarna 4,67 (orange kekuningan). Sedangkanhasilanalisiskimia sirup yang diberiperlakuanpenambahan CMC sebanyak 1% yaituuji viskositassebesar 2600.000
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OPTIMASI SUHU DAN LAMA WAKTU PEMANGGANGAN TERHADAP COOKIES SUSPENSI BUAH LONTAR(borassus flabellifer) AGUSTINUS MAU LOE1), LESYBETH M. NUBATONIS2),ZET MALELAK2) ABSTRAK Cookies adalah salah satu jenis makanan ringan yang banyak digemari oleh semua kalangan, seperti: anak-anak, remaja, maupun orang tua.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2021 di laboraturatorium ekstra fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis pengaruh optimasi suhu dan lama pemanggangan dalam membuat cookies dan metode yang digunakan adalah menggunakan Response surface methodology (RSM) dengan 12 perlakuan terhadap suhu dan waktu pemanggan dalam membuat cookies yaitu warna,rasa, tekstur dan daya terima. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan dengan pengaruh suhu dan waktu pemanggangan dalam membuat cookies terdapat pada suhu 60°C,70°C,80° dengan waktu pemanggangan 20,25,30 menit Kata Kunci: suhu,waktu, cookies, daya terima, RSM
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LAMA WAKTU PEMASAKAN GULA DALAM MENGHASILKAN KARAKTERISTIK TENTENG KACANG TANAH Rolan K.A.Nenomataus1), Lesybeth M.Nubatonis1)Zet Malelak2) ABSTRAK Kacang tanah merupakan salah satu produk yang banyak dijumpai di Belu dan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari kacang tanah dapat diolah menjadi beberapa produk salah satunya adalah tenteng kacang tanah. Penelitian bertujuan untuk mengatahui lama waktu pemasakan gula dalam menghasilkan tekstur tenteng yang terbaik dan untuk mendapatkan salah satu perlakuan lama waktu pemasakan pada pembuatan tenteng. Metode yang digunakan adalah Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Hasil analisis menunjukan bahwa perlakuan lama waktu pemasakan gula menghasilkan karakteristik organoleptik tenteng kacang tanah yaitu warna, rasa dan tekstur memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf 1%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu pemasakan gula menghasilkan karakteristik tenteng kacang tanah yang terbaik terdapat pada perlakuan B ( lama waktu pemasakan 5 menit) dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan rasa tenteng kacang tanah (4,861) sangat suka, warna tenteng kacang tanah (4,611) sangat suka dan tekstur tenteng kacang tanah (4,722). Kata Kunci : kacang tanah, pemasakan, tenteng, rasa, warna, tekstur.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI BUBUR JAGUNG Sesun B. Derikson*) , Nubatonis M. Lesybeth**)Malelak Zet**) Abstrak Penelitian ‘’Fortifikasi Tepung Kelor Pada Tepung Jagung Untuk Meningkatkan Nilai Gizi Bubur Jagung” dilakukan dengan empat perlakuan. Perlakuan A: kontrol 150% tanpa tepung kelor , B: 45% tepung kelor, C: 50% tepung kelor, D: 55% tepung kelor. Penelitian ini dilaksanakan pada 8-22 Juni 2021 bertempat di Laboratorium Procecing Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persentase dan perlakuan terbaik dalam penambahan tepung kelor terhadap karakteristik organoleptik bubur jagung. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 150% Tepung Jagung (tanpa Tepung Kelor), 45% Tepung Daun Kelor, 50% Tepung Daun Kelor dan 55% Tepung Daun Kelor. Hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan panelis terhadap Rasa bubur jagung dengan skor rata-rata: 3,306 (agak suka), tingkat kesukaan rata-rata terhadap Aroma Bubur Jangung adalah 4,444 (suka). Sedangkan tingkat kesukaan terhadap Warna bubur jagung adalah 4,389 (suka).Hasil penelitian menunjukan tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung dari hasil fortifikasi tepung kelor pada tepung jagung, baik dari segi warna, aroma dan rasa adalah semakin sedikit penambahan tepung kelor dalam pembuatan bubur jagung, maka semakin tinggi tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung tersebut. Kata Kunci: Fortifikasi, Tepung Jagung, Tepung Kelor, Bubur
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Asam asetat dapat dibuat dari substrat yang mengandung etanol, yang dapat diperoleh dari berbagai macam bahan pertanian salah satunya adalah nira. Tersedianya nira gewang dalam jumlah besar di Indonesia merupakan potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Nira gewang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan cuka melalui proses fermentasi. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan cuka yang semakin bertambah di industri makanan, laboratorium (kimia, biologi), pabrik farmasi dan sebagainya. Nira gewang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan cuka melalui proses fermentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lama Fermantasi terbaik terdapat pada perlakuan D dengan lama fermentasi 12 hari dengan nilai rata-rata 8,560% yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan C dengan nilai rata-rata 7,053% dengan lama fermentasinya selama 9 hari, namun sangat berbeda nyata dengan perlakuan B selama 6 hari dengan nilai rata-rata 5,360% dan sangat berbeda nyata juga dengan perlakuan A dengann nilai rata-rata 1,107% selama 3 hari merupakan nilai rata-rata yang terendah. Selain perbedaan asam asetat terjadi penurunan pH asam asetat (cuka) pada setiap tindakan perlakuan berdasarkan lama fermentasi yang berbeda. Nilai asam tertinggi terdapat pada fermentasi 3 hari, yaitu 3,033 dan yang terendah, adalah lama fermentasi 12 hari dengan kadar pH yaitu 2,200 . Terjadinya perubahan pH pada perlakuan menunjukan adanya perombakan alkohol membentuk asam asetat yang menyebabkan pH larutan menurun. Kata Kunci : fermentasi, Nira Gewang asam asetat.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK EFEK WAKTU FERMENTASI TEMPE KACANG TUNGGAK (vignaunguucilata) Rassi N. M*) Godlief F. Neonufa**) Zet M**) Tempe adalah makanan hasil fermentasi yang populer di Indonesia dan dibuat dari kacang-kacangan (Syam dan Patang, 2018). Melalui proses fermentasi, kacang-kacangan yang dicampur dengan ragi tempe akan membentuk padatan kompak berwarna putih. Warna putih disebabkan adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kacang-kacangan yang menghubungkan biji-biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek waktu fermentasi tempe kacang tunggak Terhadap organoleptik (rasa,warna, aroma, dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari kacang tunggak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase fermentasi 1 hari, fermentasi 2 hari, fermentasi 3 hari, fermentasi 4 hari tempe kacang tunggak. Hasil penelitian menunjukan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari, yang dimana proporsi tempe kacang tunggak fermentsi 2 hari terdapat tekstur tempe kacang tunggak yang tertinggi dengan skor 3,7, rasa tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan skor 3,9,aroma tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentsi 2 hari dengan skor 3,7, warna tempe kacang tunggak yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan indikator warna 16 PMS 142 kuning kecoklatan. Kata kunci : Bahan Pengolahan Pangan, Tempe Kacang Tunggak *) Penelitian
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH RATIO TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG DAUN KELOR ( Moringa Oleifera ) TERHADAP KUALITAS KUE BAKPIA Laurensius Bala Maran1), Melkianus Nuhamara2), Lesybeth M. Nubatonis2) ABSTRAK Daun kelor sangat kaya akan nutrisi diantaranya kalsium, besi, protein, dan vitamin. Daun kelor dapat diolah bersamaan dengan tepung terigu dalam pembuatan bakpia. Bakpia merupakan salah satu jenis jajanan tradisional dengan isian keju, coklat, kacang hijau, kacang tanah yang berbentuk sedang tanpa penambahan bahan pengembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ratio kue bakpia yang terbuat dari tepung terigu dengan penambahan tepung daun kelor dan untuk mengetahui formulasi pembuatan kue bakpia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Parameter yang dianalisa adalah nilai organoleptik hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung terigu dengan tepung daun kelor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap nilai organoleptik hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Perlakuan B merupakan perlakuan terbaik dengan rasio tepung terigu dan tepung daun kelor 100% : 2,5% menghasilkan kue bakpia yang disukai.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DALAM PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) Dominggus P. Rohi*) ( Nuhamara M **) I.D.A.A.R.R.Adi**) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Univesitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor (Moringa Oleifera Lam) bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor. Penelitian di laksanakan pada bulan Mei tahun 2021 bertempat di Rumah Pengering Bahtera Juragan Kelor.Metode yang di gunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali perlakuan dan masing -masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga di dapat 12 unit percobaan.Daun kelor yang digunakan sebanyak 2 kg dengan masin- masing perlakuan suhu yang di berikan yaitu 500C,550C,600C dan 650C selama 5 jam .Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik terhadap warna,raroma dan rasa teh daun kelor .Hasil penelitian menunjukan pada suhu 600C menghasilkan kategori kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan suhu 600C yang menghasilkan nilai rata-rata 4,639 (sangat suka).Aroma teh kelor yang paling tinggi di sukai yaitu pada perlakuan C dengan nilai ratarata 4,722(sangat suka).Dan rasa teh daun kelor yang pling tinngi di sukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan skor 4,778 (sangat suka. Sedangkan hasil analisis kimia kadar air yang paling rendah pada teh daun kelor terdapat pada perlakuan D dengan suhu 65 0C menghasilkan nilai rata-ratya 8,542. Kata kunci: Suhu,Teh Kelor,Organoleptik teh kelor *(Peneliti) **(Pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) JENIS CAKRA PARERA JEFRIANUS*) , NUBATONIS M.L**) , MALELAK ZET**) ABSTRAK Proses penanganan pasca panen cabai rawit jenis cakra selama transportasi dan penyimpanan sementara merupakan permasalahan yang kritis karena susut yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh optimasi suhu dan waktu penyimpanan terhadap kualitas cabai rawit yang terbaik. Setelah dipanen dan dilakukan sortasi, cabai rawit ditimbang sebanyak 100g untuk setiap perlakuan pada penyimpann suhu yang berbeda. Proses penyimpana di lemari pendingin dilakukan pada suhu 3oC, 5 OC, 10OC, 15OC, 17OC. Hasil penelitian selama penyimpanan 22 hari, menunjukkan terjadinya penururnan susut bobot, perubahan tekstur dan perubahan warna cabai rawit pada suhu penyimapanan 17oC yaitu susut bobot 38%, nilai tekstur 8,7 s/g dan nilai tingkat kecerahan warna cabai rawit, terdapat suhu penyimpanan 17oC dengan warana sangat merah. Kata Kunci: cabai rawit, suhu penyimpanan, umur simpan *) peneliti **) pembimbing
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sirup buah sirsak merupakan salah satu produk olahan yang dibuat dari penambahan gula dan air dengan rasa dan aroma yang ditentukan oleh buah segarnya. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium prosesing Fakultas Teknologi Hasil Pertanian Univerisitas Kristen Artha Wacana Kupang, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuakan dan 3 kali ulangan sehingah didapat 12 unit percobaan. Dengan presentase 0% 10% 15% dan 20% variabel yang diamati adalah karakteristik organoletik yang meliputi: warna,rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui adanya pegaruh dari pada penambahan sari jamblang terhadap krakteristik organoletik pada sirup sirsak sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari sirup buah sirsak. Hasil penelitian menujukan bahwa perlakuan terbaik organoletik terdapat pada perlakuan D dengan nilai tingkat kesukaan warna 4,667, rasa 4,756 dengan kategori sangat suka.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN BOLU KUKUS Yeremias G.K*) Dr. L. M. Nubatonis,M.Si**) Ir. Zet Malelak,M.Si**) ABSTRAK Bolu kukus dengan penambahan suspensi buah lontar merupakan produk hasil olahan percobaan dengan menggunakan suspensi dari buah lontar yang tua sebagai bahan tambahan untuk menciptakan warna, rasa serta aroma pada produk bolu kukus. Buah lontar selama ini pengolahannya belum maksimal. Buah yang sudah tua berwarna kekuningan dan berserat. Cairan kekuningan ini yang diambil untuk dijadikan campuran pangan atau kue-kue. Oleh karena itu penambahan suspense lontar dalam pembuatan bolu diharapkan dapat berperan sebagai pewarna serta menambah aroma khas pada produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan presentasi 10%, 15%, dan 20% suspensi buah lontar. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% suspensi buah lontar terhadap warna bolu kukus tertinggi dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,578 (sangat suka) dan rasa bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,711 (sangat suka).
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LAMA FERMENTASI NIRA LONTAR DARI LOKASI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK LARU PUTIH. TALAEN MELTUS*), NUBATONIS M.L**), MALELAK ZET**) ABSTRAK Pohon Nira Lontar (Borassus flabellifer) merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat menghasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase, pH, kadar gula, dan organoleptik warna dan rasa yang dihasilkan oleh pohon Nira Lontar (Borassus flabellifer) yang di fermentasi secara spontan.yang di ambil dari lima Desa yang berbeda yaitu Desa Baumata, Naimata, Oebelo, Oesapa, dan Tuapukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengukuran pH dengan menggunakan alat pen tipe pH meter menunjukan adanya perbedaan yang signifikan yaitu hasil tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,200) dan Desa Naimata (3,050O) di bandingkan dengan Desa Oebelo (2,875), Oesapa (2,975), Tuapukan ( 2,775). dan pada pengukuran kadar gula dengan menggunakan alat refraktometer menunjukan hasil yang signiikan juga yaitu hasil tertinggi terdapat pada Desa Baumata (8,750) di bandingkan pada Desa Naimata (5,250), Oebelo (4,750), Oesapa (4,700), dan Tuapukan (2,900) yeng paling terendah. Sedangkan pengukuran organoleptik di uji dengan menggunakan panelis sebanyak 15 yang memberikan respon secara signifikan berbeda yaitu pada warna menunjukan hasil kesukaan tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,683), Naimata ( 3,483), Oebelo (3,150), di bandingkan dengan Desa Oesapa ( 2,483), Tuapukan ( 1,867) yang paling terendah. Sedangkan pada rasa menunjukan kesukaan tertinggi terdapat pada Desa Baumata (3,817), Naimata (3,467), Oebelo (3,333), di bandingkan dengan Desa Oesapa (2,517), dan Tuapukan (1,783) yang paling terendah.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian seperti laru lontar dengan cara fermentasi dan destilasi. Proses destilasi dilakukan untuk menghasilkan etanol yaitu dengan cara proses destilasi sederhana. Pada setiap proses destilasi terdiri dari dua perlakuan yaitu perlakuan 3 perlakuan yaitu 8 liter laru, 10 liter dan 15 liter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama destilasi dengan kadar alkohol dan proses destilasi alkohol dengan volume destilasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga perlakuan dengan proses destilasi dapat menghasilkan kadar alkohol. 8 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol, 10 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol dan 15 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol. Dari penelitian ini didapatkan volume dan kadar alkohol yang menurun dengan bertambahnya waktu pemasakan dan berbanding terbalik terhadap temperatur destilasi. Kadar alkohol tertinggi diperoleh sebesar 55 % sedangkan yang terendah adalah 35 %.