Profil penulis
S
4.594 karya publik ditemukan.
Understanding and Using English Grammar
UNDERSTANDING AND USING ENGLISH GRAMMAR TEACHER S GUIDE(4ED)(CD1장포함
Understanding and Using English Grammar
Understanding and Using English Grammar
The text for intermediate through advanced students provides a presentation of grammar in terms to students. Grammar explanations teach situationally appropriate English, both formal and colloquial and make distinctions between British and American usage. Each presentation is followed by graded activities that promote speaking, listening, and writing skills. The edition features an improved organization, expansion and/or clarification of grammar points, more illustations and excersises. It is now available in split editions with accompanying workbooks and teacher's manuals.
UNDERSTANDING AND USING ENGLISH GRAMMAR(FOURTH EDITION)(TEST BANK FOR)
Understanding and Using English Grammar. Teacher Guide. Per Le Scuole Superiori. Con Espansione Online
For nearly forty years, Understanding and Using English Grammar has been the go-to grammar resource for students and teachers alike. Its time-tested approach blends direct grammar instruction with carefully sequenced practice to develop all language skills. New to This Edition Pretests at the start of each chapter enable learners to check what they already know. Updated grammar charts reflect current usage and highlight differences between written and spoken English. A new chapter on article usage. A variety of high-interest readings include reviews, articles on current topics, and blogs that focus on student success. Additional incremental practice helps learners better grasp concepts, while thematic exercises and integrated tasks offer more contextualized language use. Step-by-step writing activities are supported by writing tips and pre-writing and editing tasks.
Understanding and Using English Grammar Chartbook
The Chartbook conatins all the grammar charts in the fourth edition of Understanding and Using English Grammar. Packed with easy-to-understand explanations and clear examples, the Chartbook is the perfect reference tool for students and teachers alike. Understanding and Using English Grammar is a classic developmental skills text for intermediate to advanced English language learners
THE USE OF PICTURE TO AUDIO-VISUAL AIDS ON VOCABULARY FOR YOUNG LEARNERS
ABSTRACT This research was under the title “The use of picture to audio-visual aids on vocabulary for young learners” .The aim of this research was to explain the teacher teach vocabulary using pictures and audio visual and explain the procedures apply by the teacher in teaching vocabulary using pictures and audio visual. The method used was descriptive qualitative method. There were one video that was taken from you tube as the sample of this research. The result showed that Media audio visual was useful because 1)it serve as an important motivator in the language teaching. 2) it provides students with content, meaning, and. guidance are presented and practiced.3) reinforces for students the direct relation between the language classroom and the outside world..4) provides with a way of addressing the needs of both visual and auditory learners. 5) The teachers can expose their students to multiple input sources with media audio visual. 6) motivates students by presenting language in it is more complete communication complex 7) effective to stimulate the happiness of students in learning language.8) The students do not just hear language, they see it too.9)It allows students a look at situations more than in the classroom.10) It give the potential to create something memorable and enjoyable.11)Young learners can enjoy studying English like listen to the teacher then look at the media and play the game. 12) Young learners will be more motivated to pay more attention in the class and they can relate their learning with their real life. The procedures teaching using pictures audio visual are the teacher : 1) starts class with greetings, 2) asks introduction questions to students,3) asks the students to practice singing together,4) does a very quick conversation then ask back to the students, 5) improve the question based on the conversation,6) shows the picture and the student guess the pictures,7) matchs the pictures based on topic on the blackboard,8) uses power point to show the pictures,9) uses the picture that stick on the board then the students match the word to the season that state in with power point.,10) uses the picture that stick on the board and collaborate with power point,11) uses the picture in the book,12) uses the picture as the media for the students to play Therefore, the teachers were needed to use aid audio visual for the young learners if the school are able to provide it because it could help the young learners to study English vocabulary.
Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai
ABSTRAK RAYNOLD LEONARD EMANUEL SUI (14390041). Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Di bawah bimbingan : UMBU P. L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah proses penguapan air laut dan bantuan matahari, dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Kelurahan Reo merupakan Kelurahan yang terletak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Petani garam di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai melakukan produksi garam menggunakan teknik tradisional yaitu dengan cara menguapkan air laut pada sebidang tanah dengan bantuan sinar matahari dan angin sebagai sumber energi penguapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai, mengetahui organoleptik (bau dan warna), kandungan mineral (Mg, K, Ca), logam berat (Pb dan Cd), kadar air, NaCl dan iodium pada garam rakyat yang diproduksi oleh masyarakat Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan (September-Oktober) 2019 di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengambilan sampel, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pengujian organoleptik dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk pengujian sampel kadar air sedangkan Laboratorium PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor untuk pengujian mineral, logam berat, kadar NaCl dan iodium. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai yaitu kadar air berkisar 2,03-2,94%, organoleptik parameter warna putih normal, organoleptik parameter bau normal tidak berbau, kadar NaCl 75,44%, kadar iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g dan kalsium 122 mg/100 g. Dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan Teknik produksi garam tambak tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai meliputi pengisian air laut ke petak penampungan dibiarkan selama 1 hari, pengaliran air ke 10 petak tambak dibiarkan selama 5 hari, air dari setiap petak dialirkan ke petak penampungan dibiarkan selama 1 minggu, pengaliran air tua ke 13 meja tambak dan dijemur selama 1 minggu, penggarukan dan pengumpulan, pengangkutan, pencucian, pengeringan, packing dan distribusi. Garam tambak tradisional yang diproduksi di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengujian organoleptik warna dan bau tergolong pada garam kualitas baik, kadar air 2,03-2,94%, NaCl 75,44%, iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g, kalsium 122 mg/100 g dan logam berat timbal dan kadmium tidak terdeteksi.
Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata.
Abstrak YOHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran OHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran penyu di pantai Riang Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung di lapangan/survei dan wawancara. Monitoring dan pengamatan parameter fisik dan biologi sarang penyu pada pagi, siang dan malam hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik sarang alami peneluran penyu, dimana didukung oleh paremater fisik yaitu kemiringan pantai sarang peneluran penyu berkisar antara 1,43⁰-2,23⁰ dengan rata-rata kemiringan 1,73⁰, tipe pantai tergolong landai; suhu substrat pada pagi, siang dan malam hari berkisar antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukanmal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukan umumnya didominasi oleh rumput lari (Spinifex littoralls) dan katang-katang (Impomoea pes-caprae); ukuran panjang track penyu dapat mencapai ukuran 7,3-27 m dan lebar 60-90 cm; tekstur substrat sarang terdiri dari pasir, tanaliat, dan debu. Parameter biologi yaitu panjang karapas penyu lekang antara 57-85 cm dan lebar antara 54,6-80 cm.
MODUS OPERANDI DALAM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENIPUAN
Judul skripsi ini adalah Modus Operandi Dalam Terjadinya Tindak Pidana Penipuan, maka penulis akan mengkaji secara lebih lanjut beberapa modus yang sering digunakan dengan rumusan masalah Bagaimanakah Modus Operandi Terjadinya Tindak Pidana Penipuan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Modus Operandi dalam kasus tindak pidana penipuan dan manfaat penelitian ini secara praktis agar ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan penulis dalam bidang hukum dan dapat membantu dan memberi masukan serta tambahan pengetahuan bagi pihak– pihak yang terkait dengan masalah yang diteliti. Variabel yang digunakan 2 (dua) yaitu Variabel Bebas yaitu menggunakan identitas palsu untuk Alasan Menyewa, Meminjamkan Motor, Menjanjikan Pekerjaan dan Variable terikat yaitu Modus Operandi dalam Tindak Pidana Penipuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Normatif dengan jenis data yang digunakan adalah Data Primer yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu putusan-putusan tindak pidana Penipuan dan Data Sekunder yaitu bahan yang memberi penjelasan mengenai sumber data primer. Seperti rancangan undang-undang, hasil penelitian, atau pendapat para pakar hukum, jurnal dan bukubuku referensi lainnya. Hasil penelitian menunjukan Modus Operandi Dalam Tindak Pidana Penipuan,yaitu: 1) Alasan Menyewa 2) Meminjamkan Motor 3) Menjanjikan Pekerjaan
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) DI KECAMATAN BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR
ARSO SARGOSA SAU (15380136). Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Jaring Insang (Gill Net) Di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur WILSON L. TISERA., S.Pi M. Si, Ph.D dan DONNY M. BESSIE.,S.Pi, M.Si, sebagai pembimbing I dan II Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Jaring insang gill net merupakan alat tangkap yang sebagian besar digunakan oleh nelayan di Kecamatan Borong. Demikian kajian tentang analisis pendapatan nelayan tangkap jaring insang gill net yang diangkat dari jumlah produksi hasil rangkapan dan biaya operasional, harga jual yang dikeluarkan penting untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapa besar pendapatan nelayan tangkap pada usaha perikanan Jaring Insang (Gill Net) di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan metode deskriptif, data skunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian ini menujukan besarnya jumlah rata-rata hasil tangkapan nelayan jaring insang gill net di Kecamatan Borong 1,950 kg/bulan besarnya rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp. 13.212.766/ bulan, dan rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp 19.287.270/ bulan
DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TRAFFICKING)
Judul skripsi penulis, adalah “ Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (Trafficking)”. Permasalahan pokok penelitian penulis adalah: “Apa Dasar Pertimbangan Hakim, sehingga terjadi Disparitas Putusan Pemidanaan terhadap Pelaku tindak pidana perdagangan Orang (Trafficking)”. Penelitian ini bertujuan mengetahui dasar pertimbangan Hakim, sehingga terjadi Disparitas Putusan Pemidanaan terhadap Pelaku tindak pidana perdagangan Orang (Trafficking)”. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian hukum Yuridis Normatif dengan teknik pengumpulan data dalam penulisan ini adalah Studi Kepustakaan / Studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat penulis menyimpulkan bahwa yang menjadi dasar pertimbangan Hakim, sehingga terjadi Disparitas Putusan Pemidanaan terhadap Pelaku tindak pidana perdagangan Orang (Trafficking)”,adalah sebagai berikut: 1. Jaksa yang memeriksa berbeda. 2. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa berbeda-beda. 3. Independensi dari majelis hakim dalam menjatuhkan putusan kepada terdakwa. 4. Hakim yang memeriksa berbeda. 5. Unsur subjektifitas (ada hal yang meringankan dan ada yang memberatkan) turut menentukan besarnya hukuman yang akan dijalani. Kata kunci : Hakim, Pelaku, Tindak Pidana, Perdagangan dan Orang
An Analysis on Cohesive Devices Found in Students' English Argumentative Essay at Artha Wacana Christian University Kupang
This research aimed to find out the types and dominant use of cohesive devices in students’ English argumentative essay writing. This study was designed as qualitative study. The subject of this research was taken from students’ argumentative essays at Artha Wacana Christian University Kupang. There were 10 essays in writing course. The instrument of this research used documentary analysis and the data were collected through the document of students’ argumentative writings analyzed using the theory of cohesion by Halliday and Hasan (1976). The analysis was concerned with grammatical cohesion (reference, substitution, ellipsis, conjunction), and lexical cohesion (reiteration and collocation). The results of this study show that the 10 argumentative essays of students produced the five types of cohesive devices. There were reference, substitution, ellipsis, conjunction and lexical cohesion. Among those five types, conjunction most prominently with (44,9%), followed by the reference (37%), lexical cohesion (16%), while substitution (1,18%) and ellipsis (0,79%). Therefore, the researcher concluded that in students' argumentative essay the students still overused and misplaced of certain cohesive device namely conjunction, references and repetition.
An Analisys On Body Language In Lamaholot Culture
ABSTRACT This current research is entitled " BODY LANGUAGE ANALYSIS IN LAMAHOLOT CULTURE ". The writer formulated two research questions, namely: (1) What are the types of body language in Lamaholot Culture? and (2) What are the functions of body language in Lamaholot Culture?. The aims of this research to find out the types of body language in Lamaholot Culture and the functions of body language in Lamaholot Culture. The data was taken from interviewed the Lamaholot community and analyzed the data by using descriptive qualitative method. There are two types of body language in Lamaholot Culture, namely : 1. Part of body, wich include 1). Head ‘Nado geri lodo’. 2). Facial expression, a). Eyebrows ‘Ilo mate’. b). Eyes ‘Mate bohi’ c). Nose ‘Geweru iru’. d). Lips ‘Giki wewe’. e). Tongue ‘Lolo ewel’. and f). Jaw ‘ Bea wewe’. 3). Eye contact ‘Niku weki’. 4). Body posture, a) Body proximity ‘Tobo ire no kerejehe’. b). Shoulder movement ‘Briku geri lodo’. c). Arm placement ‘Teke ale’ d). Leg and feet movement ‘Tili lei’. 5). Hand and finger gesture, a) Hadling and placement object ‘Sedu ewe nawu / Breka ekewai’ b).Finger tapping or druming ‘ Deto lime’ and 2. Intent, 1). voluntary/intentional movement ‘Penuhu lime’ and 2. Involuntary movement ‘Eke melihe’. And find out five function in Lamaholot culture, namely : 1). Affirms ‘Nado geri lodo’. 2). Contradict ‘Geka be’. 3). Substitution ‘Ligu lime’. 4). Complementing ‘Giki wewe’. 5).Accenting ‘Pemela’. And there are thirtieth body language in Lamaholot Culture.
Mendeskripsikan karakter utama dalam novel The Land Of Five Towers oleh Ahmad Fuadi
ABSTRACT This research is about a descriptive study of main characters in The Land of Five Towers By Ahmad Fuadi.The problems of this study are what are the main of charactersin The Land of Five Towers Novel, and what are the characteristic of main characters in The Land of Five Towers Novel. The aims of study are to find out the main of characters found in The Land of Five Towers Novel, and describe the characteristic of main characters found in The Land of Five Towers Novel. The method used in this study is descriptive qualitative. The data was taken from the novel. In this research, the writer used the documentation technique to collect the data from novel, then analyzed the characters and characteristic of each dialogue that includes to the types of characters and characteristic of the characters. After analyzing the data, the writer found two types of characters, they are major and minor character. Major character is a character is a emphasized to tell the story. This characteris very important in the story. Minor character is a character that support the major character. This character is not too important and is usually only used to support the role of major character. while the characteristic are protagonist and antagonist characteristic.Protagonist is a character who is loved by the reader. The protagonist usually looks likes a hero according the reader. Antagonist is a character that always makes a conflict.
Analisis strategi pemasaran melalui pemanfaatan media sosial Facebook dalam meningkatkan penjualan produk online shop di kota Kupang
Latar belakang penulis melakukan penelitian yaitu Perkembangan ekonomi yang semakin pesat membuat persaingan antar pengusaha-pengusaha semakin ketat dimulai dari berkembangnya teknologi yang menyebabkan pengusaha akan menghadapi berbagai kendala didalam perkembangan bisnisnya sehinga pengusaha membutuhkan suatu strategi untuk meningkatkan penjualan, meraih keunggulan yang diharapkan dan mampu memenangkan persaingan. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu bagaimana hubungan antara strategi pemasaran terhadap penjualan produk, bagaimana memanfaatkan media sosial facebook sebagai media pemasaran dalam meningkatkan penjualan produk. Kemdian penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi pemasaran terhadap penjualan produk di kota Kupang. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan mendeskripsikan data kualitatif tentang strategi pemasaran dan penjualan produk dengan komposisi variabel dan indikator yang terdapat dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di kota Kupang dan sampel dari penelitian ini sebanyak 100 orang sebagai responden. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi linear sederhana. Dari hasil penelitian yang dilakukan strategi pemasran dan penjualan produk menununjukan bahwa strategi pemasran dan penjualan produk mempunyai hubungan yang signifikan sebesar 0,000>0,05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan. Terlihat nilai pearson correlation sebesar 0,421 dari nilai output di atas diketahui bahwa nilai Persen Correlation yang dihubungkan antara masing-masing variabel mempunyai tanda bintang, yang mengartikan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel yang dihubungkan Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik strategi pemasaran maka semakin meningkat penjualan produk, sebaliknya jika strategi pemasaran tidak baik maka penjualan produk akan menurun. Melalui penelitian ini, penulis menyampaikan beberapa saran yang kiranya dapat membantu parah Pengusaha yang berjualan menggunakan media sosial facebook dijadikan sebagai input yaitu dengan diketahui bahwa strategi pemasaran dan penjualan produk dalam korelasi tidak ada hubungan. Hal ini perlu diperhatikan, bahkan ditingkatkan agar strategi pemasaran dapat mempengaruhi penjualan produk dan dapat tetap terjaga dengan baik.
Efisiensi Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Kasus Di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu)
Penelitian ini berjudul “ Efisiensi Pengelolaan keuangan Desa ( Studi Kasus Di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu). Skripsi ini ditulis oleh DESI FILOMENA MALI, NIM 17411666 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen ,Jalur Minat Keuangan Daerah,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ( UKAW ) Penelitian ini memiliki tujuan yang ingin di capai adalah mengetahui bagaimana tingkat efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Karena sering kali yang kita lihat realisasi tidak sesuai dengan target maka pengoptimalan pengelolaan keuangan daerah yang efisien perlu dilakukan. Berdasarkan hal ini tentang pentingnya mengoptimalkan anggaran secara efisien dalam pengelolaan keuangan desa, penulis tertarik untuk menganalisis bagaimana efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu APBD Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu periode anggaran 2016 hingga 2018. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode Dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu berada pada tingkat manajemen keuangan desa yang kurang efisien. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan hasil kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat disampaikan yaitu Agar belanja Desa Tialai lebih efisien, maka Pemerintah Desa dalam hal ini perlu mengkaji antara sektor yang produktif dengan sektor yang kurang produktif dan membuat perencanaan yang matang, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan, penganggaran yang sesuai dengan standar harga/biaya yang berlaku.
Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Pemberian Intensif Terhadap Semangat Kerja Karyawan (Pada CV. Willy Karya Kupang)
Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Pelatihan danPemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan pada CV.Willy Karya. Dan Untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang mempengaruhiPelatihan dan Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan pada CV. Willy Karya.. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalahSemangat Kerja digunakan untuk menggambarkan suasana keseluruhan yang dirasakan para karyawan dalam perusahaan. Apabila karyawan merasa bergairah, bahagia, optimis menggambarkan bahwa karyawan tersebut mempunyai semangat kerja tinggi dan jika karyawan suka membantah, melakukan kesalahan, kelihatan tidak tenang maka karyawan tersebut mempunyai semangat kerja yang rendah. Dalam suatu pekerjaan baik itu berat maupun ringan pasti akan mengalami yang namanya kejenuhan dalam bekerja, dan kebanyakan orang yang putus asa jika bertemu dengan kejenuhan, memang untuk menghadapi hal tersebut semua harus mencari solusinya dengan mencari inspirasi agar semangat kerja mampu tercapai. Pada dasarnya karyawan mempunyai peranan penting dalam perusahaan, karena setiap karyawan akan membantu pekerjaan di perusahaan cepat selesai dengan hasil yang baik. Akan tetapi setiap karyawan mempunyai kemampuan yang berbeda–beda, hal itu bergantung kepada semangat dan kegairahan kerja setiap karyawan itu sendiri, didalam melaksanakan kegiatan kerja karyawan tidak akan terlepas dari semangat dan kegairahan kerja sehingga dengan demikian karyawan tersebut akan selalu mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Secara umum karyawan bekerja karena didorong untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut maka karyawan secara fokus dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, untuk itu dibutuhkan suatu dorongan bagi pegawai dalam suatu organisai. Adapun objek atau lokasi dari penelitian ini adalah CV. Willy Karya Kupang. Objek yang akan diteliti merupakan perusahaan dibidang kontruksi. Dalam rangka mendayagunakan Sumber Daya Manusia khususnya di lingkungan objek penelitian tidak lepas dari pembinaan yang bertujuan tercapainya tujuan organisasi yang terbaik dalam operasional perusahaan dan tercapainya keberhasilan karyawan dalam bekerja. Namun berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan 2 karyawan (YN dan PS) mengatakan bahwa kondisi yang terjadi di objek penelitian dalam kenyataan ada beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi. Masih ditemukan karyawan yang sering datang terlambat, pulang sebelum waktunya, atau ada yang tidak hadir dikantor (absen) tanpa alasan yang jelas. Selain itu kurangnya rasa saling mendukung terhadap beban pekerjaan masing-masing karyawan menyebabkan konflik sering terjadi terutama dikarenakan sikap saling menjatuhkan hanya untuk sekedar menguatkan posisi di depan pimpinan. Dalam proses meningkatkan semangat kerja karyawan, perusahaan juga selalu memperhatikan insentif karyawan yang diberikan diluar gaji berupa pemberian fee bila dalam mengerjakan atau memenangkan setiap hasil lelang proyek, pemberian biaya makan dan tunjangan hari raya bagi karyawan. Selain itu dalam rangka meningkatkan mutu karyawan maka perusahaan melaksanakan pelatihan-pelatihan misalnya pelatihan manajemen proyek, pelatihan mandor, pelatihan manajemen bangunan, pelatihan pengawasan dan pekerjaan bangunan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh Pelatihan Kerja Dan Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan”. Pada Cv. Willy Karya Kupang. adalah sebagai berikut Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,244 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan semangat kerja karyawa CV Willy Karya Kupang sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain pelatihan kerja akan sesuai dengan semangat kerja karyawa CV Willy Karya. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.244 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh pelattihan kerja terhadap semangat kerja karyawan CV Willy Karya Kupang. Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pemberiaan insentif (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.059, t hitung 0.340 dan niali signifikan 0.734 yang berarti jika variabel pemberiaan insentif sesuai harapan maka akan meningkatkan semangat kerja karyawa CV Willy KaryaKupang sebesar 0.737satuan. Dengaan kata lain pemberiaan insentif akan meningkat sejalan dengan semangat kerja karyawa CV Willy Karya Kupang Hasil perhitungan uji hipotesis t diketahui bahwa Pelatihan Kerja bepengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada CV. Willy Karya Kupang Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemberian insentif mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawa CV Willy Karya Kupang. Ini dibuktikan dengan dengan t hitung < t tabel (0.071< 1.691 ) yang berarti t hitung pada variabel pemberian insentif adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa tidak ada pengaruh pemberiaan insentif terhadap semangat kerja karyawan CV Willy Karya Kupang. Hasil perhitungan uji hipotesis t diketahui bahwa Pemberian Insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada CV. Willy KaryaKupang