2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
STUDI EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI MINYAK NABATI DARI BIJI FALOAK (Sterculia quadrifi da Br.) DENGAN PELARUT N-HEKSANA Fidelis Lende 1 ) Dr.Ir. Godlief F. Neonufa, MT 2 ) Ir. Zet Malelak, M.Si 2 ) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang study ekstraksi dan karakterisasi minyak nabati dari biji faloak dengan pelarut n-heksana. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi dan data ilmiah dari proses ekstraksi minyak faloak dengan pelarut N-heksana. Metode yang digunakan adalah Metode maserasi. Variabel yang diamati adalah kadar air, rendemen minyak yang dihasilakan, densitas, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ekstraksi minyak nabati dari biji Faloak efektif dilakukan dengan pelarut n-heksana, dan Rendemen minyak faloak yang dihasilkan sekitar 34,9 %, memiliki densitas 0,94 g/m³, dan viskositas 31, 32 ml Pa. Kata kunci : biji faloak, ekstraksi, pelarut n-heksana *( Peneliti ) **( Pembimbing ) x
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN CMC (Carboxyl Methyl Cellulose)SEBAGAI PENGIKAT DALAM SIRUP LONTAR (KOLIS AYUB*) (Ir. ZET MALELAK, MSI **)( Ir. M. NUHAMARA MP **) Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhpenambahankonsentrasi CMC(carboxyl methyl cellulose) sebagaipengikatdalam sirup lontar. Penelitianinidilaksanakan di laboratoriumEksakta Universitas Kristen ArthaWacanaKupang. Menggunakanrancanganacaklengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangansehinggadidapat9unitpecobaan, denganpersentase 0%, 1% dan 2%. variabel yang diamatiadalah, karakteristikorganoleptikyaitu rasa, warna, aroma dan uji viskositas, uji pegendapan. Hasil penelitianmenunjukkanbahwaPenambahan CMC (carboxyl methylcellulose) berpengaruhterhadapkarakteristik Aroma, tetpaitidakberpengaruhterhadapa rasa dan warna sirup lontar, dan berpengaruhterhadapViskositas, yang dihasilkan. Perlakuanterbaikyaitupenambahan CMC sebanyak 1% dengansifatorganoleptikyakni: skor aroma 4,44 (khasbuah lontar); skor rasa 4,22 (khasbuah lontar); skorwarna 4,67 (orange kekuningan). Sedangkanhasilanalisiskimia sirup yang diberiperlakuanpenambahan CMC sebanyak 1% yaituuji viskositassebesar 2600.000
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Permainan petak umpet merupakan permainan yang menyenangkan bagi anak, karakter sebagai tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, ahklak dan budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain Tujuan Penelitian:Untuk mengetahui bagaimana penerapan permainan petak umpet untuk membentuk karakter Metode Penelitian:penelitian kualitatif bersifat deskriptif,karena penelitian ini penulis turun langsung kelapangan mengginakan fenamelogi,yaitu penelitian dilembaga pendidikan,jadi tidak ada data yang menggunakan angka, maka penulis wujudkan hasilnya dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan atau wawancara Hasil dan Pembahasan: pembentukan karakter nilai-nilai karakter dapat tterbentuk saat melakukan permainan Simpulan:permainan petak umpet bukan hanya menjadikan para siswa ahli dalam permainan tetapi petak umpet dan meningkatkan kebugaran jasmani Simpulan: tujuan pendidikan kebugaran bukan hanya menjadikan siswa ahli dalam permainan tetapi pengetahuan, sikap dan ketrampilan terutama dalam pembentukan karakter.dalam hal ini permainan tradisional petak umpet dan disaat bersamaan menyampaikan nilai-nilai karakter.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Strategi alternatif yang dapat dilakukan oleh PT Mitra Sinar Jaya antara lain strategi Strenghts Opportunities (SO) yaitu mempertahankan jaminan kualitas yang sudah ada, peningkatan pelayanan terhadap konsumen, dan pemberian apresiasi (penghargaan) khusus bagi karyawan yang berprestasi. Strategi Strenghts Threats (ST) yaitu : mampertahankan pangsa pasar yang sudah ada dan menetapkan strategi harga. Strategi Weaknesses Opportunities (WO) yaitu: dengan melakukan efisiensi biaya dan melakukan kegiatan promosi dengan lebih gencar lagi. Strategi Weaknesses Threaths (WT) yaitu: dengan mengoptimalkan penjualan secara langsung dan menjalin kerja sama yang baru dengan perusahaan pemasok supplier bibit. Kata Kunci: Strategi, SWOT, PT.Mitra Sinar Jaya Kupang.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SINTESISCRUDEANTOSIANINDARITERUNGBELANDAASALBAJAWA ANASTASIAPIRI1);GODLIEFFNEONUFA2);REGINAMBANOET2) ABSTRAK Terung belanda tumbuh didaerah pegunungan/dataran tinggi pada ketinggian1000mdpl.TanamanterungbelandadiPropinsiNusaTenggara Timur,tumbuhpadadatarantinggikhususnyadiKabupatenNgadadan KabupatenManggarai,namunbelum dinilaisebagaikomoditaskomersial sehinggapopulasidanproduksinyatidakterpublikasipadastatistiktahunan BPS (BadanPusatStastistik).Tujuanyangdicapaidalam penelitianini adalahuntukmengetahuitingkatantosianinyangterdapatdalamkandungan terungbelandayangadadiBajawa.Metodeyangdigunakandalampenelitian iniyaitu metode eksperimental,dilakukan penelitian pada laboraturium pertanian UKAW Kupang.Pengukuran karakterisasiSenyawaAntosianin Dengan KromatografiLapis Tipis.Hasilpengukuran Antosianin pada ekstraksikulitterungbelandaasalBajawasebesarsebesar0,39%. Katakunci :Karakteristik,sintesiscrudeantosianin,terungbelanda
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
INTISARI “DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN TERNAK” Permasalahannya adalah: Mengapa terjadi disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian ternak? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadi disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian ternak yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan dengan studi putusan pengadilan, variabel yang digunakan adalah variabel bebas yaitu pertimbangan hakim menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian ternak dan variabel terikat yaitu putusan pemidanaan terhadap tindak pidana pencurian ternak. sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif atas permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa disparitas penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian ternak terdiri dari: (1). Tuntutan Penuntut Umum yang berbeda; 2). Independensi hakim yang memeriksa perkara tindak pidana pencurian ternak; (3). Kualitas perbuatan pidana yang menimbulkan kerugian bagi korban. (4). Pertimbangan terhadap hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Dari hasil penelitian tersebut, maka disarankan bagi pelaku perlu dan memahami bahwa tindak tersebut merugikan orang lain yang dapat di pidana dengan pembaratan dan menjadi pelajaran bagi terdakwa agar tindak menjadi residivis dan bagi hakim. Perlu ada pedoman perbedaan penerapan saksi pidana bagi terdakwa dalam pencurian dan pemberatan agar tidak terjadi perbedaan hukum bagi terdakwa.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pengukuran terhadap
semua jenis aset tetap yang dimiliki RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang
menggunakan biaya perolehan dimana dimana untuk jenis aset tetap tanah biaya
perolehannya sebesar Rp 35.061.700.000, jenis aset tetap gedung dan bangunan
biaya perolehannya sebesar Rp 57.274.213.233, jenis aset tetap peralatan biaya
perolehannya sebesar Rp 154.711.940.877, jenis aset tetap jalan, irigasi dan
jaringan biaya perolehannya sebesar Rp 7.190.007.050, jenis aset tetap kontruksi
dalam pengerjaan biaya perolehannya sebesar Rp 40. 657.898.315. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penilaian aset tetap dapat diukur berdasarkan biaya
perolehan tanpa mengesampingkan pihak yang berdonasi. Artinya jika terdapat pihak
yang berdonasi, maka yang berwenang tetap melakukan pencatatan akuntansi untuk
dapat dituangkan dalam laporan keuangan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH RATIO TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG DAUN KELOR ( Moringa Oleifera ) TERHADAP KUALITAS KUE BAKPIA Laurensius Bala Maran1), Melkianus Nuhamara2), Lesybeth M. Nubatonis2) ABSTRAK Daun kelor sangat kaya akan nutrisi diantaranya kalsium, besi, protein, dan vitamin. Daun kelor dapat diolah bersamaan dengan tepung terigu dalam pembuatan bakpia. Bakpia merupakan salah satu jenis jajanan tradisional dengan isian keju, coklat, kacang hijau, kacang tanah yang berbentuk sedang tanpa penambahan bahan pengembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ratio kue bakpia yang terbuat dari tepung terigu dengan penambahan tepung daun kelor dan untuk mengetahui formulasi pembuatan kue bakpia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Parameter yang dianalisa adalah nilai organoleptik hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung terigu dengan tepung daun kelor memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap nilai organoleptik hedonik warna, aroma, rasa, dan tekstur. Perlakuan B merupakan perlakuan terbaik dengan rasio tepung terigu dan tepung daun kelor 100% : 2,5% menghasilkan kue bakpia yang disukai.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
OPTIMASI SUHU DAN LAMA WAKTU PEMANGGANGAN TERHADAP COOKIES SUSPENSI BUAH LONTAR(borassus flabellifer)
AGUSTINUS MAU LOE1), LESYBETH M. NUBATONIS2),ZET MALELAK2)
ABSTRAK
Cookies adalah salah satu jenis makanan ringan yang banyak digemari oleh semua kalangan, seperti: anak-anak, remaja, maupun orang tua.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2021 di laboraturatorium ekstra fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis pengaruh optimasi suhu dan lama pemanggangan dalam membuat cookies dan metode yang digunakan adalah menggunakan Response surface methodology (RSM) dengan 12 perlakuan terhadap suhu dan waktu pemanggan dalam membuat cookies yaitu warna,rasa, tekstur dan daya terima. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan dengan pengaruh suhu dan waktu pemanggangan dalam membuat cookies terdapat pada suhu 60°C,70°C,80° dengan waktu pemanggangan 20,25,30 menit
Kata Kunci: suhu,waktu, cookies, daya terima, RSM
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
LAMA WAKTU PEMASAKAN GULA DALAM MENGHASILKAN KARAKTERISTIK TENTENG KACANG TANAH
Rolan K.A.Nenomataus1), Lesybeth M.Nubatonis1)Zet Malelak2)
ABSTRAK
Kacang tanah merupakan salah satu produk yang banyak dijumpai di Belu dan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari kacang tanah dapat diolah menjadi beberapa produk salah satunya adalah tenteng kacang tanah. Penelitian bertujuan untuk mengatahui lama waktu pemasakan gula dalam menghasilkan tekstur tenteng yang terbaik dan untuk mendapatkan salah satu perlakuan lama waktu pemasakan pada pembuatan tenteng. Metode yang digunakan adalah Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Hasil analisis menunjukan bahwa perlakuan lama waktu pemasakan gula menghasilkan karakteristik organoleptik tenteng kacang tanah yaitu warna, rasa dan tekstur memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf 1%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu pemasakan gula menghasilkan karakteristik tenteng kacang tanah yang terbaik terdapat pada perlakuan B ( lama waktu pemasakan 5 menit) dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan rasa tenteng kacang tanah (4,861) sangat suka, warna tenteng kacang tanah (4,611) sangat suka dan tekstur tenteng kacang tanah (4,722).
Kata Kunci : kacang tanah, pemasakan, tenteng, rasa, warna, tekstur.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Menurut SNI 01-2973-1992,kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak,berkadar lemak tinggi,relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat. Menurut O’Brien (2003) lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur,flavor,kelembutan,dan mouthfeel. Berdasarkan standar dari USDA (2009),kue kering memiliki kandungan lemak yang tinggi(sekitar 20% -40% kue kering). Bahan dasar pembuatan kue kering terdiri atas terigu dengan kadar protein sedang, margarin,dangula. Tepung yang umum digunakan dalam pembuatan kue kering adalah terigu.Tepung terigu merupakan produk olahan gandum yang termasuk komoditi impor yang konsumsi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan impor gandum tersebut untuk konsumsi terigu atas makanan yang berbasis tepung terigu. Hal ini terjadi karena gandum merupakan tanaman yang hanya bisa tumbuh didaerah sub tropis,sehingga tidak dapat dibudiyakan di Indonesia.Komoditas tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada iklim tropis dan menghasilkan tepung sebagai bahan substitusi yaitu tepung biji nangka. Tepung biji nangka ini berasal dari varietas tanaman yang banyak terdapat di Indonesia,yang penggunaannya belum dapat dimaanfaatkan secara maksimal. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh proporsi subtitusi maksimum dari tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering putri salju. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok dengan presentasi 0%,10%,15%,20%,25% tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung biji nangka 10% terhadap rasa dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 4,464 (sangat suka).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI BUBUR JAGUNG Sesun B. Derikson*) , Nubatonis M. Lesybeth**)Malelak Zet**) Abstrak Penelitian ‘’Fortifikasi Tepung Kelor Pada Tepung Jagung Untuk Meningkatkan Nilai Gizi Bubur Jagung” dilakukan dengan empat perlakuan. Perlakuan A: kontrol 150% tanpa tepung kelor , B: 45% tepung kelor, C: 50% tepung kelor, D: 55% tepung kelor. Penelitian ini dilaksanakan pada 8-22 Juni 2021 bertempat di Laboratorium Procecing Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persentase dan perlakuan terbaik dalam penambahan tepung kelor terhadap karakteristik organoleptik bubur jagung. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 150% Tepung Jagung (tanpa Tepung Kelor), 45% Tepung Daun Kelor, 50% Tepung Daun Kelor dan 55% Tepung Daun Kelor. Hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan panelis terhadap Rasa bubur jagung dengan skor rata-rata: 3,306 (agak suka), tingkat kesukaan rata-rata terhadap Aroma Bubur Jangung adalah 4,444 (suka). Sedangkan tingkat kesukaan terhadap Warna bubur jagung adalah 4,389 (suka).Hasil penelitian menunjukan tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung dari hasil fortifikasi tepung kelor pada tepung jagung, baik dari segi warna, aroma dan rasa adalah semakin sedikit penambahan tepung kelor dalam pembuatan bubur jagung, maka semakin tinggi tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung tersebut. Kata Kunci: Fortifikasi, Tepung Jagung, Tepung Kelor, Bubur
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian seperti laru lontar dengan cara fermentasi dan destilasi. Proses destilasi dilakukan untuk menghasilkan etanol yaitu dengan cara proses destilasi sederhana. Pada setiap proses destilasi terdiri dari dua perlakuan yaitu perlakuan 3 perlakuan yaitu 8 liter laru, 10 liter dan 15 liter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama destilasi dengan kadar alkohol dan proses destilasi alkohol dengan volume destilasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga perlakuan dengan proses destilasi dapat menghasilkan kadar alkohol. 8 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol, 10 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol dan 15 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol. Dari penelitian ini didapatkan volume dan kadar alkohol yang menurun dengan bertambahnya waktu pemasakan dan berbanding terbalik terhadap temperatur destilasi. Kadar alkohol tertinggi diperoleh sebesar 55 % sedangkan yang terendah adalah 35 %.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Asam asetat dapat dibuat dari substrat yang mengandung etanol, yang dapat diperoleh dari berbagai macam bahan pertanian salah satunya adalah nira. Tersedianya nira gewang dalam jumlah besar di Indonesia merupakan potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Nira gewang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan cuka melalui proses fermentasi. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan cuka yang semakin bertambah di industri makanan, laboratorium (kimia, biologi), pabrik farmasi dan sebagainya. Nira gewang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan cuka melalui proses fermentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Lama Fermantasi terbaik terdapat pada perlakuan D dengan lama fermentasi 12 hari dengan nilai rata-rata 8,560% yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan C dengan nilai rata-rata 7,053% dengan lama fermentasinya selama 9 hari, namun sangat berbeda nyata dengan perlakuan B selama 6 hari dengan nilai rata-rata 5,360% dan sangat berbeda nyata juga dengan perlakuan A dengann nilai rata-rata 1,107% selama 3 hari merupakan nilai rata-rata yang terendah. Selain perbedaan asam asetat terjadi penurunan pH asam asetat (cuka) pada setiap tindakan perlakuan berdasarkan lama fermentasi yang berbeda. Nilai asam tertinggi terdapat pada fermentasi 3 hari, yaitu 3,033 dan yang terendah, adalah lama fermentasi 12 hari dengan kadar pH yaitu 2,200 . Terjadinya perubahan pH pada perlakuan menunjukan adanya perombakan alkohol membentuk asam asetat yang menyebabkan pH larutan menurun.
Kata Kunci : fermentasi, Nira Gewang asam asetat.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DALAM PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) Dominggus P. Rohi*) ( Nuhamara M **) I.D.A.A.R.R.Adi**) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Univesitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor (Moringa Oleifera Lam) bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap kualitas organoleptik dalam pembuatan teh daun kelor. Penelitian di laksanakan pada bulan Mei tahun 2021 bertempat di Rumah Pengering Bahtera Juragan Kelor.Metode yang di gunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali perlakuan dan masing -masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga di dapat 12 unit percobaan.Daun kelor yang digunakan sebanyak 2 kg dengan masin- masing perlakuan suhu yang di berikan yaitu 500C,550C,600C dan 650C selama 5 jam .Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik terhadap warna,raroma dan rasa teh daun kelor .Hasil penelitian menunjukan pada suhu 600C menghasilkan kategori kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan suhu 600C yang menghasilkan nilai rata-rata 4,639 (sangat suka).Aroma teh kelor yang paling tinggi di sukai yaitu pada perlakuan C dengan nilai ratarata 4,722(sangat suka).Dan rasa teh daun kelor yang pling tinngi di sukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan skor 4,778 (sangat suka. Sedangkan hasil analisis kimia kadar air yang paling rendah pada teh daun kelor terdapat pada perlakuan D dengan suhu 65 0C menghasilkan nilai rata-ratya 8,542. Kata kunci: Suhu,Teh Kelor,Organoleptik teh kelor *(Peneliti) **(Pembimbing
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
aaa
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Sirup buah sirsak merupakan salah satu produk olahan yang dibuat dari penambahan gula dan air dengan rasa dan aroma yang ditentukan oleh buah segarnya. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium prosesing Fakultas Teknologi Hasil Pertanian Univerisitas Kristen Artha Wacana Kupang, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuakan dan 3 kali ulangan sehingah didapat 12 unit percobaan. Dengan presentase 0% 10% 15% dan 20% variabel yang diamati adalah karakteristik organoletik yang meliputi: warna,rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui adanya pegaruh dari pada penambahan sari jamblang terhadap krakteristik organoletik pada sirup sirsak sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari sirup buah sirsak. Hasil penelitian menujukan bahwa perlakuan terbaik organoletik terdapat pada perlakuan D dengan nilai tingkat kesukaan warna 4,667, rasa 4,756 dengan kategori sangat suka.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Bipang merupakan salah satu produk makanan ringan yang sangat digemari oleh anak-anak karena memiliki tekstur yang agak keras dengan rasa manis, Selain bahan utama beras, bipang dapat dibuat dari beberapa jenis umbi-umbian yang kaya akan karbohidrat, salah satunya adalah umbi ubi jalar ungu.Proses pembuatan bipang dari umbi ubi jalar perlu ditambahkan bahan tambahan untuk menambah cita rasa dan menambah daya tarik dari produk bipang, salah satunya adalah wijen.Dalam tujuan penelitian, maka dilakukan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan masing masing di ulang sebanyak 3 kali dengan prensentase0%, 10%, 15%, dan 20% wijen. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% wijen terhadap Rasa Bipang ubi jalar ungu yang tertinggi dengan skor 3,806 a(sangat suka), Aroma Bipang ubi jalar ungu yang paling disukai yaitu terdapat pada perlakuan D dengan penembahan 20% wijen dengan skor 3,667a (sangat suka).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSATARAK Penelitian ini berjudul: SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAN OBAT METODE FIRST IN FIRST OUT(FIFO) PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NAIBONAT KABUPATEN KUPANG. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Sistem Informasi Akuntansi Persedian Obat Metode First in first out (FIFO) Pada Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat Kabupaten Kupang, Serta yang menjadi Persoalan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Mengetahui dan Menganalisis Penerapan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Persedian Obat Sampai Obat Keluar? Penelitian ini bertujuan: Untuk Mengetahui dan Menganalisis Penerapan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Persedian Obat Sampai Obat Keluar. Adapun Konsep dalam Penelitian ini yaitu: Sistem Informasi Akuntansi adalah Sistem yang dapat menghasilkan informasi dengan melakukan kegiatan mengumpulkan, mencatat, menyimpan, memeroses sampai dengan menghasilkan laporan data akuntansi yang dapat digunakan untuk pengguna mengambil keputusan baik pengguna internal maupun eksternal. Persediaan pada umumnya merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Populasi dalam penelitian adalah adalah seluruh data mengenai Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pembelian persedian obat sampai keluar yang termuat dalam laporan intalasi farmasi RSUD Naibonat kabupaten kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Prosedur Sistem Informasi Akuntansi pembelian persedian obat sampai obat keluar pada RSUD Daerah Naibonat Kabupaten Kupang. Teknik Pengumpuan data penelitian ini adalah: Dokumentasi teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis desktriptif kualitatif berdasarkan prosedur dan pencatatan persedian. Berdasarkan hasil penelitian bahwa prosedur sistem informasi akuntansi pembelian persedian obat di Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat Kupang berjalan dengan baik karena prosedur persedian tersebut sudah diatur dalam standar operasional prosedur dan sistem pencatatan persedian tersebut sudah didukung dengan dokumen-dokumen yang memadai. Kata kunci: Sistem Informasi Akuntansi Persedian
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) JENIS CAKRA PARERA JEFRIANUS*) , NUBATONIS M.L**) , MALELAK ZET**) ABSTRAK Proses penanganan pasca panen cabai rawit jenis cakra selama transportasi dan penyimpanan sementara merupakan permasalahan yang kritis karena susut yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh optimasi suhu dan waktu penyimpanan terhadap kualitas cabai rawit yang terbaik. Setelah dipanen dan dilakukan sortasi, cabai rawit ditimbang sebanyak 100g untuk setiap perlakuan pada penyimpann suhu yang berbeda. Proses penyimpana di lemari pendingin dilakukan pada suhu 3oC, 5 OC, 10OC, 15OC, 17OC. Hasil penelitian selama penyimpanan 22 hari, menunjukkan terjadinya penururnan susut bobot, perubahan tekstur dan perubahan warna cabai rawit pada suhu penyimapanan 17oC yaitu susut bobot 38%, nilai tekstur 8,7 s/g dan nilai tingkat kecerahan warna cabai rawit, terdapat suhu penyimpanan 17oC dengan warana sangat merah. Kata Kunci: cabai rawit, suhu penyimpanan, umur simpan *) peneliti **) pembimbing