Profil penulis
S
4.594 karya publik ditemukan.
Metode penelitian untuk pengajaran bahasa asing
METODE PENELITIAN SOSIAL TEORI DAN APLIKASI
Penelitian sosial merupakan upaya ilmiah dan sistematis yang dilakukan oleh peneliti untuk menjelaskan fenomena sosial, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
Ringkasan Sejarat Filsafat
Ide ide filsafat dan agama dulu dan sekarang
DASAR DASAR ILMU FILSAFAT TIMUR DAN BARAT
Buku ini ditulis untuk menambah buku filsafat yang sekarang mulai banyak beredar di Indonesia. Buku Dasar-dasar Ilmu filsafat ini untuk mengenalkan perbedaan filsafat dan ilmu filsafat yang belum banyak mendapat perhatian. Buku ini juga membahas perkembangan ilmu Filsafat Timur yang masih sedikit dibicarakan dalam buku-buku filsafat yang lain. Banyak penulis filsafat dari Timur yang belum memperhatikan perkembangan ilmu Filsafat di negara-negara Timur, dan buku ini memberikan gambaran bahwa orang Timur juga perlu mengembangkan ilmu Filsafat yang bercorak Timur.
TOKOH-TOKOH FILSAFAT BARAT MODERN.
Filsafat Sejarah
Filsafat Sejarah merupakan salah satu mata kuliah wajib di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Filsafat Sejarah merupakan cabang filsafat khusus sebagaimana Filsafat Manusia, Filsafat Sosial, Filsafat Bahasa, Filsafat Seni, Filsafat Kebudayaan dan yang lainnya. Filsafat sejarah terutama meneliti azas-azas paling fundamental ataupun hakiki dalam proses historik sebagai keseluruhan dalam keanekaan peristiwa. Filsafat Sejarah juga disebut dengan istilah “metahistory”, mencoba memahami berbagai pola dan hukum dalam berbagai peristiwa. Filsafat Sejarah mengandaikan dan memperkembangkan dan meruncingkan bidang-bidang filsafat sistematik lainnya, seperti filsafat manusia, filsafat moral, filsafat sosial, dan filsafat kebudayaan. Filsafat sejarah meneliti dasar, azas-azas paling umum dan mutlak; artinya mengatasi pemahaman seperti dalam studi sejarah biasa. Filsafat Sejarah mencari “insight” yang lebih mutlak. Filsafat Sejarah kurang memperhatikan fakta-fakta, lebih memperhatikan relasi-relasi dan sebab-sebab yang hakiki dalam berbagai peristiwa historis. Fakta dari ilmu sejarah, oleh filsafat sejarah dipakai sebagai contoh atau ilustrasi belaka, bukan sebagai bukti. Ilmu sejarah dan filsafat sejarah saling melengkapi dan saling membutuhkan, namun tidak dapat disatukan secara logic, bukti dalam ilmu sejarah tidak dapat dipakai sebagai bukti bagi filsafat sejarah.; atau sebaliknya. Masing-masing mempunyai metode dan logikanya sendiri, dan hanya mempengaruhi satu sama lain secara psikologik. Ilmu sejarah juga bersandarkan ilmu-ilmu empirik lainnya, yang bersifat serupa dan yang bertaraf kurang lebih sama seperti; sosiologi, psikologi, antropologi budaya.
STUDI FILSAFAT 2
Mengurai Kesenyapan Bahasa Mistik: Dari Filsafat Analitik Ke Epistemologi Hudhuri
Buku ini mencoba mengkaji pandangan dua filsuf dari genre Filsafat Analitik: Ludwig Wittgenstein (1889-1951) dan Mehdi Hairi Yazdi (1923-1999), khususnya respons mereka terhadap keabsahan dan kebermaknaan bahasa mistik. Masalah pokok yang diketengahkan dalam buku ini yaitu: pertama, bagaimana posisi bahasa sebagai medium ekspresi filsafati terkait keabsahan bahasa mistik. Kedua, bagaimana system ofthought kedua filsuftersebut dalam kaitannya dengan problem keabsahan bahasa mistik. Ketiga, bagaimana implikasi dan konsekuensi pemikiran kedua filsuf tersebut dalam kancah pemikiran filsafat kontemporer, khususnya jika dikaitkan dengan fenomena New Age. Pembaca akan mendapati beberapa terra menarik seperti: aras konseptual bahasa mistik, bahasa dan pengalaman mistik, ke arah perumusan bahasa mistik, pengalaman mistik, fisika quantum, dan New Age. Dengan pemaparan tema tersebut buku ini akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa program S-1, S-2 maupun S-3 yang sedang mempelajari dan mendalami Filsafat Islam, Filsafat Ilmu, Filsafat Bahasa, dan Mistisisme Islam. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)
Epistemologi dalam Filsafat
Epistemologi sebagai sebuah cabangkajian dalam filsafat, membahas tentang karakteristik, asal usul, dan batasan-batasan pengetahuan manusia (Martinich: 2019). Termin ‘epistemologi’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu epistēmē atau "pengetahuan" dan logos yang berarti "nalar" atau “ide”, sehingga epistemologi secara konseptual dapat dipahami sebagai teori ilmu pengetahuan. Epistemologi memiliki sejarah panjang dalam filsafat Barat, berakar dari tradisi Yunani kuno dan berlanjut hingga saat ini. Bersama dengan metafisika, logika, dan etika, epistemologi adalah satu dari empat cabang utama filsafat, dan dikembangkan oleh hampir semua filsuf besar yang dikenal sepanjangsejarah. Epistemologi merupakan bidang kajian yang sangat sentral dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Karena tema pokok dan isu-isu terkait dengannya, sebagaimana diuraikan secara ringkas dalam makalah ini, pada intinya berupaya menjawab bagaimana manusia mengetahui sesuatu? Sebangun dengan pertanyaan itu, bagaimana manusia, melalui pemikirannya membangun ilmu pengetahuan? Isu-isu pokok sepertibatasan sensasi dan persepsi manusia, berbagai konsep ilmu pengetahuan (Mental vs Non-Mental, Occasional vs Dispositional, A Priori vs A Posteriori, Necessary vs Contingent, Tautologi vs Signifikan, Bawaan vs Latihan), perbedaan paradigmatik atas dunia luar dan alam pikiran lain, hingga tiga aliran pemikiranyang berkembang; Rasionalisme, Empirisme dan Skeptisisme, membantu mengkonstruksi gagasan bagaimana epistemologi sebagai sebuah cabang dari filsafat betkontribusi dalam pengembangan iu pengetahuan dalam kehidupan manusia.
Aliran-aliran Filsafat & Etika
Buku Aliran-aliran Filsafat dan Etika ini, merupakan upaya penulis mempersembahkan kontribusi positif sekaligus menawarkan alternatif kolaborasi aliran filsafat Barat dengan Islam. Demi pemahaman komprehensif tentang pokok bahasan, bagian awal buku ini dijadikan wadah pemaparan segala sesuatu yang berkaitan dengan pengetahuan dasar tentang filsafat. Setelah itu, didasari dengan sistematika kronologi waktu, penulis mulai membawa menikmati puncak pemikiran para filsuf besar. Dengan luwes, beliau membawa kita untuk menemukan benang merah yang mengindikasikan kontinuitas pemikiran yang menghubungkan satu zaman ke zaman berikutnya, dari satu filsuf besar ke filsuf besar lainnya. Pemaparan mendalam tersebut yang kemudian dikolaborasikan dengan berbagai pemikiran falsafi Al-Qur’an untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tapi juga kritis. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Sejarah filsafat barat
STUDI FILSAFAT 1
Filsafat Ilmu
Filsafat Ilmu, Perspektif Barat dan Islam karya Dr. Adian Husaini, dkk. ini merupakan kumpulan makalah yang menyeimbangkan dan meluruskan filsafat ilmu yang saat ini banyak mendapat pengaruh dari paham-paham sekularisme –menolak agama–. Menyajikan buku dengan gagasan “Islamisasi ilmu” adalah suatu hal yang sangat menantang, mengingat perkembangan ilmu pada saat ini cenderung menolak campur tangan agama dalam segala aspek kehidupan. Kaum sekularis mengajak pengikutnya untuk menolak “keberadaan dan kehadiran” Tuhan dalam segala aspek kehidupan karena menurut mereka ide tentang Tuhan “mengganggu” kebebasan manusia. Kumpulan makalah ini penting bagi para pencari ilmu. Yaitu, sebagai filter dalam penyerapan ilmu-ilmu yang berkembang di kampus-kampus saat ini, serta memberikan kejernihan dalam berpikir dan ketenangan dalam mengambil keputusan, bukan kegoncangan dan kebingungan. Dalam buku ini juga diuraikan bagaimana perbedaan pola pikir seorang sekular dengan Muslim dalam proses keilmuan. Hal tersebut sangat penting untuk diketahui supaya seorang Muslim dapat mendudukkan ilmu sebagaimana mestinya, bukan justru menyesatkan. Penyajian makalah dalam buku ini tidak terlepas dari worldview Islam dalam tradisi keilmuan. Para penulis yang merupakan pakar-pakar pemikir Islam, yang tak diragukan lagi kefaqihan dalam ilmunya, berupaya mengembalikan ilmu, dalam perspektif yang benar dan mengungkapkan kelemahan metodologi keilmuan Barat melalui sanggahan-sanggahan terhadap teori-teori mereka secara ilmiah.
Para pencari tuhan
Filsafat Hukum Teori & Praktis
Cakupan utama buku ini meliputi: manusia dan pengetahuan; filsafat, hukum, dan filsafat hukum; sejarah perkembangan filsafat; aliran dalam filsafat hukum; hukum dan moral; kerangka ilmiah etika profesi; hukum dan keadilan; serta hukum dan kebenaran. --- Buku persembahan penerbit Kencana (Prenadamedia)
Descartes, Spinoza, Berkeley
Bacaan tentang bagaimana proses pemikiran filsafat selalu menjadi hal yang menarik untuk dibaca bagi sebagian orang. Dengan kata lain, dapat dilihat bagaimanakan ilmu filsafat itu berkembang. Filsafat dibilang merupakan ilmu dari segala ilmu yang ada, sebab filsafat merupakan pertanyaan tentang keberadaan. Buku ini menelisik bagaimana pemikiran filsafat dai tiga tokoh yang diambil yaitu Descartes, Spinoza, dan Berkeley. Dengan mengambil inti dari pemikiran mereka, buku ini menarik untuk yang ingin mempelajari inti filsafat dasar dari ketiga tokoh di atas tadi.
Filsafat Santo Agustinus
Santo Agustinus yang juga dikenal dengan Agustinus dari Hippo adalah seorang uskup sekaligus filsuf yang membawa pembaruan. Dia mengembangkan pendekatan dalam filsafat dan teologi dengan mengakomodir berbagai metode dan sudut pandang. Pemikirannya mampu memengaruhi perkembangan filsafat Barat dengan signifikan. Untuk memahami arus pemikiran Abad Pertengahan, pengetahuan seputar Agustinianisme sangatlah penting. Ketika Kekaisaran Romawi Barat mulai pecah, dia mengembangkan sebuah konsep tentang Kota Tuhan yang spiritualis, berbeda dengan kota duniawi yang materiil. Dia juga membantu merumuskan konsep-konsep pelik dalam teologi dan dianggap sebagai pembawa teologi reformasi karena ajarannya tentang rahmat Ilahi dan keselamatan. Dalam Kekristenan Timur, sejumlah ajarannya diperdebatkan dan secara khusus pada abad ke-20 mendapat serangan dari sebagian teolog, sementara sebagian lain memanfaatkan karya-karya tulisnya. Ajaran-ajaran lain yang diperdebatkan mencakup pandangannya mengenai dosa asal, doktrin mengenai rahmat atau anugerah, kehendak bebas, predestinasi, dan lain sebagainya. Karya-karyanya masih terus diperbincangkan sampai sekarang. Buku Seri Tokoh Filsafat diterjemahkan dari karya termasyhur Frederick Charles Copleston, seorang pendeta Yesuit Inggris, yang sebelumnya diterbitkan dalam sembilan jilid antara tahun 1946 dan 1975. Sebagaimana dicatat oleh The Encyclopedia Britannica, karya ini adalah “teks dasar pengantar filsafat untuk ribuan siswa universitas, khususnya dalam edisi paperback AS-nya.”