Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB TERJADINYA TINDAK PIDANA PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA SECARA ILEGAL DI LUAR NEGERI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Secara Ilegal Di Luar Negeri”. Rumusan masalahnya adalah faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penempatan Tenaga Kerja Kerja Indonesia secara illegal di luar negeri ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya tindak pidana penempatan Tenaga Kerja Indonesia secara illegal di luar negeri. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan atau studi dokumen, yaitu dengan membaca, mempelajari dan menganalisa buku-buku, peraturan-peraturan, referensi putusan pengadilan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab terjadinya tindak pidana penempatan TKI Indonesia secara illegal. sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penempatan TKI Indonesia secara illegal di luar negeri. Sesuai hasil penelitian dan pembahasan, maka yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana penempatan TKI Indonesia secara illegal adalah : Terdakwa ingin mendapatkan upah Lemahnya Pengawasan dari lembaga yang memiliki kewenangan Lemahnya Koordinasi antara Pemerintah dan Perusahaan Swasta Saran, bagi masyarakat khususnya orang perseorangan diharapkan untuk tidak melakukan perekrutan dan penempatan TKI sebagaimana telah di atur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan alasan apapun sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan, baik pada tahapan prapenempatan, masa penempatan maupun sampai dengan purnapenempatan. Bagi pemerintah dan perusahaan swasta untuk lebih memperkuat koordinasi baik pada tahap rekrutmen dan seleski CTKI, pengurusan dokumen dan perjanjian kerja, sehingga tidak menimbulkan permasalahan bagi semua pihak yang berkepentingan dalam hal ini. Kata Kunci : Tenaga Kerja Indonesia, Ilegal, Penempatan dan Perlindungan

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB TERJADINYATINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG MENYEBABKAN KEMATIAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yang Menyebabkan Kematian. Permasalahan penelitian dalam penelitian ini adalah faktor menyebabkan terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan kematian. Selanjutnya sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebasnya yaitu faktor penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian dan variabel terikatnya yaitu putusan pengadilan terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan atau dokumen yang di analisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis putusan pengadilan, diperoleh jawaban bahwa penyebab terjadinya tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian adalah faktor emosi, faktor mabuk (Minuman keras), rumah tangga yang tidak nyaman, pertengkaran yang tidak kunjung selesai, perselingkuhan dan ekonomi keluarga yang tidak baik. Berdasarkan hasil penelitian ini maka penulis dapat memberi saran bagi Pemerintah Daerah, Kepolisian atau Lembaga-lembaga yang terkait dalam KDRT agar mengadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak emosi dan amarah dalam rumah tangga yang dapat menyebabkan terjadinya tindak pidana KDRT. Dan juga bagi kalangan masyarakat khususnya dalam rumah tangga agar bersama-sama menjaga keutuhan rumah tangga masing-masing, dengan tidak terlibat dalam pertengkaran-pertengkaran yang dapat menimbulkan emosi dan amarah.

KAJIAN YURIDIS TERHADAP MOTIF DAN AKIBAT HUKUM PELAKU TINDAK PIDANA PEMBAKARAN RUMAH NEGARA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian penulis adalah “Kajian Yuridis Terhadap Motif Dan Akibat Hukum Pelaku Tindak Pidana Pembakaran Rumah Negara”. Rumusan masalah : Bagaimana motif terjadinya tindak pidana pembakaran rumah negara dan akibat hukum terjadinya pembakaran rumah negara tehadap pelaku dan negara? Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana pembakaran rumah negara dan Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya pembakaran rumah negara tehadap pelaku dan negara. Metode penelitian penulis bersifat “Deskriptif”, diartikan bahwa penelitian ini diberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya, dengan jenis penelitiannya adalah penelitian hukum normatif sehingga pengumpulan data dilakukan melalui kepustakaan, yang dimana penelitian hukum normatif mencakup : penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertical dan horizontal, perbandingan hukum, sejarah hukum. Dan variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : variabel bebas adalah bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Yang menjadikan variable bebas adalah Bagaimana motif pelaku dan akibat hukum terjadinya tindak pidana pembakaran rumah negara tehadap pelaku dan negara.Sedangkan veriabel terikat adalah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variable bebas.Oleh karenanya, varibel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pembakaran rumah negara. Hasil penelitian menunjukkanbahwa yang merupakan motif terjadinya tindak pidana pembakaran rumah negara dan akibat hukum bagi pelaku dan negara adalah : 1. Motif terdakwa melakukan pembakaran rumah negara dikarena: a. Terdakwa tidak menerima pelantikan Ujang Iskandar dan Bambang P sebagai Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat. b. Terdakwa tidak senang dipindah tugaskan dari Kantor Sat Brimobda Riau c. Terdakwa kesal dikarenakan ayah tiri terdakwa yang merupakan mantan camat digantikan. d. Terdakwa kesal dikarenakan kakek terdakwa yang merupakan mantan camat digantikan. 2. Akibat hukum bagi pelaku dan negara yaitu: a. Bagi pelaku • Terdakwa diproses dan di hukum pidana penjara. • Terdakwa membayar biaya perkara. b. Bagi Negara Negara mengalami kerugian material dan finansial. Kata kunci : Kajian Yuridis, Rumah Negara,Motif dan Akibat Hukum.

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN KOMISI KODE ETIK TERHADAP PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI POLRI DI WILAYAH HUKUM POLDA NTT

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah : Deskripsi Tentang Putusan Komisi Kode Etik Terhadap Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri Di Wilayah Hukum Polda NTT. Masalah pokok yang diteliti penulis ialah: Mengapa pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota polri dijatuhi hukuman yang berbeda?. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini ialah : untuk mengetahui alasan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota polri dijatuhi hukuman yang berbeda. Sifat penelitian ini ialah deskriptif sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum normatif yang disebut juga penelitian hukum kepustakaan atau studi dokumen karena sepenuhnya menggunakan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: alasan penjatuhan hukuman secara berbeda untuk pelanggaran yang sama terhadap anggota Polri di wilayah hukum Polda NTT, karena: 1)Kualitas perbuatan pelanggar berbeda yakni Komisi kode etik Polri mempertimbangan fakta yang diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap kasus, dengan indikator: a)Anggota Polri Mengingkari Janji untuk Menikahi Korban; b) Anggota Polri Berusaha Bertanggung Jawab Tetapi Tidak Sepakat Dengan Keluarga Korban; c)Anggota Polri Berjanji Menikahi Korban; d)Anggota Polri Menghamili Perempuan Lain dan tidak Menafkahi Istri Sah; dan e)Anggota Polri Tidak Mau Bertanggung Jawab Meskipun Terdapat Bukti yang Autentik. 2) Tuntutan dari penuntut berbeda. Hal ini juga dipengaruhi oleh perangkat sidang komisi kode etik Polri yang berbeda, yakni ada pada tingkat Polres dan ada yang pada tingkat Polda dengan susunan komisi yang menempati posisi ketua, wakil dan anggota juga berbeda; dan 3)Putusan komisi bersifat rekomendatif dan kewenangan menetapkan hukuman adalah atasan yang berhak menghukum (Ankum), ditingkat Polres adalah Kapolres dan ditingkat Polda adalah Kapolda. Kesimpulan penelitian ini adalah: 1)Kualitas perbuatan pelanggar berbeda; 2)Tuntutan dari penuntut berbeda; dan 3)Rekomendasi putusan di komisi etik kepada Ankum berbeda. Saran dari penelitian ini yakni: 1)Penegakan kode etik profesi Polri di wilayah hukum Polda NTT perlu memperhatikan secara cermat syarat formil pengajuan banding sebagai upaya hukum pelanggar, diperhatikan sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan 2)Bagi Anggota Polri di wilayah hukum Polda NTT yang melakukan pelanggaran perlu memperkuat argumen hukum dan alasan-alasan dilakukannya pelanggaran saat pemeriksaan, karena putusan komisi kode etik Polri mempertimbangakan fakta yang diperoleh dari hasil pemeriksaan. Kata Kunci: Kode Etik, Profesi Polri

MOTIF DAN MODUS PELAKU TINDAK PIDANA PEREDARAN OBAT TANPA MEMENUHI STANDAR PENGAMANAN DAN MUTU DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI KEDIRI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Motif Dan Modus Pelaku Tindak Pidana Peredaran Obat Tanpa Memenuhi Standar Pengamanan Dan Mutu Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kediri. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan: Bagaimanakah motif pelaku melakukan tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri? dan Bagaimana modus yang digunakan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui motif yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri dan modus yang digunakan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Sumber bahan hukum dan jenis bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data melalui Studi pustaka atau dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Motif pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu yaitu: faktor ekonomi, konsumsi sendiri, faktor pertemanan. Sedangkan, modus yang digunakan oleh pelaku tindak pidana peredaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kediri adalah Terdakwa berkomunikasi menggunakan handphone untuk membeli obat dari teman, Terdakwa menyimpan pil dalam kandang ayam, di lemari pakaian, dalam tas ransel, dan dalam bungkus rokok APACHE, Terdakwa menggunakan jasa kurir untuk mengantar obat. Berdasarkan hal ini, saran penulis adalah untuk Motifnya, diharapkan pemerintah lebih sigap dalam mengatasi faktor kebutuhan masyarakat yakni dibidang perekonomian agar dapat mengurangi terjadinya tindak pidana pengedaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu, dan untuk modus operandi, diharapkan pemerintah terkhusus aparat penegak hukum dapat berupaya dengan sigap dan profesional dalam memberantas tindak pidana ini dengan cara memperhatikan dan mempelajari teknik atau metode yang digunakan oleh pelaku terdahulu dalam melakukan tindak pidana pengedaran obat tanpa memenuhi standar pengamanan dan mutu.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF TERJADINYA TINDAK PIDANA ABORSI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Penelitian ini berjudul “Deskripsi tentang Motif Terjadinya Tindak Pidana Aborsi”. Masalah dalam penelitian ini adalah; Bagaimana motif terjadinya tindak pidana aborsi?Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana aborsi. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu untuk mendeskripsikan motif terjadinya tindak pidana aborsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilakukan pada lima putusan yaitu; 1) Nomor 332/Pid.Sus/2021/PN Bks. 2) Nomor : 121/Pid.B/2014/Pn.Tmg. 3) No: 70/Pid.B./2013/PN.Sbr. 4) No. 01/Pid.B/2013/PN.Plp. 5) Nomor 35/Pid.Sus/2015/PN.Cbn. Variabel bebas dalam dalam penelitian ini adalah motif pelaku tindak pidana aborsi. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah tindak pidana aborsi. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, data sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motif terjadinya tindak pidana aborsi adalah, 1) Pelaku melakukan tindak pidana aborsi karena diminta oleh saksi. 2) Pelaku melakukan tindak pidana aborsi dengan tujuan keinginan untuk mendaptkan uang. 3) Pelaku melakukan tindak pidana aborsi karena terdakwa belum siap berumah tangga dan 4) Terdakwa merasa takut jika kehamilannya diketahui orang tuanya. 5) Motif Aborsi secara Kriminologi dan 6) Motif Aborsi secara Yuridis. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah pemerintah sebaiknya bekerja sama dengan lapisan masyarakat atau media masa untuk melakukan penyuluhan terhadap maraknya tindakan aborsi. Dan seharusnya pemerintah segera membuat dan mengeluarkan aturan turunannya sebagai penjelasan terhadap Peraturan Pemerintah tentang aborsi. Kata Kunci:Motif, Tindak Pidana, Aborsi

DESKRIPSI TENTANG MOTIF DAN MODUS OPERANDI TERJADINYA TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Motif dan Modus Operandi Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang. Permasalahan penelitian dalam penelitian ini adalah: Apa motif tindak pidana perdagangan orang? Bagaimana modus operandi tindak pidana perdagangan orang? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif dan modus operandi tindak pidana perdagangan orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas adalah motif dan modus operandi tindak pidana perdagangan orang dan variabel terikat adalah putusan pengadilan terhadap tindak pidana perdagangan orang dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis putusan diperoleh jawaban bahwa motif terjadinya tindak pidana perdagangan orang adalah: faktor ekonomi dan faktor pekerjaan. Modus Operandi Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang melalui bujuk rayu dengan iming-iming upah yang besar, perekrutan terhadap korban dan memberikan sponsor dan melakukan penyekapan terhadap korban.

FAKTOR PENYEBAB DAN AKIBAT TERJADINYA PENGANIAYAAN OLEH PENYIDIK TERHADAP TAHANAN SAMPAI MATI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi adalah “Penyebab Dan Akibat Terjadinya Penganiayaan Oleh Penyidik Terhadap Tahanan Sampai Mati”. Masalah pokok penelitian penulis ini adalah Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap tahanan oleh anggota kepolisian yang mengakibatkan kematian?. Bagaimana akibat hukum yang timbul dari kekerasan pada tahanan terhadap pelaku dan keluarga korban?. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya penganiayaan terhadap tahanan oleh anggota kepolisian yang meng akibatkan kematian. Untuk mengetahui akibat hukum yang timbul dari penganiayaan pada tahanan terhadap pelaku dan keluarga korban. Hasil penelitian dapat disimpulkan : Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penganiayaan terhadap tahanan oleh anggota kepolisian yang mengakibatkan kematian, adalah: Faktor psykologi Penyidik; Faktor Emosi; Faktor Penyalahgunaan Kewenangan. Akibat hukum yang timbul dari penganiayaan tahanan terhadap pelaku dan keluarga korban, sebagai berikut :Akibat hukum terhadap terdakwa/pelaku: Penahanan terhadap terdakwa di Rumah Yahanan Negara, Terdakwa/pelaku di pidana penjara,Terdakwa dibebani membayar biaya perkara. Akibat hukum terhadap keluarga korban:Keluarga korban tidak menerima penjelasan dari anggota Polri tempat korban menjalani tahanan yang menyatakan bahwa korban meninggal dunia karena gantung diri sehingga keluarga membawa mayat korban untuk diotopsi, Tuntutan restitusi/ganti kerugian dari keluarga korban Busdri M. Zen ditolak untuk seluruhnya, Keluarga korban kehilangan tulang punggung keluarga. Sehingga mengakibatkan istri korban harus hidup menjada dan menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Adapun saran dari penulis, sebagai berikut: : 1. Bidpropam Polda diharapkan dapat melakukan audit investigasi terhadap laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyidik terhadap tahanan. 2. Penegak hukum dalam melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan proses pemeriksaan di sidang Pengadilan di harapkan tetap menjunjung tinggi hak terdakwa sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). 3. Dalam melakukan penegakan hukum, aparat penegak perlu menerapkan tiga unsur pokok yaitu Kepastian hukum, Kemanfaatan dan Keadilan.

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERANTARA PEREDARAN NARKOTIKA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian penulis adalah “Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perantara Peredaran Narkotika”. Rumusan masalah penelitian adalah Apakah Yang Menyebabkan Terjadinya Disparitas Putusan Hakim Terhadap pelaku Tindak Pidana Peranatara Peredaran Narkotika? Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui penyebab terjadinya Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perantara Peredaran Narkotika. Metode penelitian yang bersifat “Deskriptif”, diartikan bahwa penelitian ini diberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya, dengan jenis penelitiannya adalah penelitian hukum normatif sehingga pengumpulan data dilakukan melalui kepustakaan, yang dimana penelitian hukum normatif mencakup : penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertical dan horizontal, perbandingan hukum, sejarah hukum. Dan variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : variabel bebas adalah bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Yang menjadikan variable bebas adalah Bagaimana pertimbangan hukum dari Hakim Dalam Memberikan Putusan Yang Berbeda Terhadap pelaku Tindak Pidana Peranatara Peredaran Narkotika. Sedangkan veriabel terikat adalah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variable bebas. Oleh karenanya, varibel terikat dalam penelitian ini adalah Pemberian Putusan yang berbeda kepada Terdakwa dalam Tindak Pidana Peranatara Peredaran Narkotika. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari masyarakat dan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang merupakan dasar hukum pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana peranatara peredaran narkotika adalah : 1. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang berbeda-beda 2. Indenpedensi Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara 3. Kualitas Tindak Pidana yang dilakukan terdakwa pada dasarnya berbeda 4. Keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa

DESKRIPSI TENTANG TERJADINYA TINDAK PIDANA PELAYARAN TANPA SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR OLEH NAHKODA KAPAL

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI JudulSkripsi:“DeskripsiTentangTerjadinyaTindakPidanaPelayaranTanpaSuratPersetujuanBerlayarOlehNahkodaKapal”. Denganrumusanmasalahadalahfaktorapakah yang menyebabkannahkodakapalmelakukantindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar ?Tujuanpenelitianadalahuntukmengetahuiuntukmengetahuifaktor-faktor yang menyebabkannahkodakapalmelakukantindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar. SifatpenelitianadalahbersifatdeskriptifdanJenispenelitian yang digunakanadalahjenispenelitiannormatif.VariabelbebasdalampenelitianiniadalahsebabterjadinyatindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar.sedangkanvariabelbebasdalampenelitiainiadalahtindakpidanapelayarantanpaSuratPersetujuanBerlayar.. Berdasarkanhasilpenelitiandanpembahasan, maka yang menjadipenyebabterjadinyatindakpidanapelayantanpaSuratPersetujuanBerlayaradalah 1) KesengajaandariNahkodaKapal.Kesengajaan yang dimaksudkanadalahbahwaterdakwasebenarnyasudahmengetahuiketikadalammelakukanpelayaranwajibdilengkapidenganSuratPersetujuanBerlayarnamunhaltersebuttidakdilakukannya. 2) KelalaiandalampengurusanSuratPersetujuanBerlayar. Kelalaian yang dimaksudkanadalahSuratPersetujuanBerlayar yang dimilikiolehnahkodakapaltelahhabismasaberlakunyadanbelummengurus SPB yang baru.dan 3) Pelayarandariluarnegerike Indonesia Saran bagi nahkoda kapal bahwa untuk melakukan pelayaran seharusnya dilengkapi dengan Surat Pessetujuan Berlayar yang dikeluarkan oleh syahbandar sehingga tidak terjadi permasalahan ketika dilakukan pemeriksaan dan dapat menjaga keselamatan baik bagi awak kapal maupun penumpang. Diharapkan bgi pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk mempertimbangkan lagi terkait masa berlakunya Surat Persetujuan Berlayar, karena ada saja hal-hal yang dapat terjadi diluar dugaan nahkoda sehingga mempengaruhi masa berlakunya Surat Persetujuan Berlayar tersebut. Kata Kunci : Nahkoda Kapal, Surat Persetujuan Berlayar, Tindak Pidana Pelayaran

DESKRIPSI TENTANG PENYEBAB DAN MODUS TINDAKPIDANA PENYUAPAN TERHADAP PANITERA PENGGANTI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Skripsi ini berjudul :“Deskripsi Tentang Penyebab Dan Modus Tindak Pidana Penyuapan Terhadap Panitera Pengganti”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti? 2) Bagaimanakah modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti?.Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. 2) Untuk mengetahui modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab dan modus tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti. Berdasarkan Deskripsi dan Hasil Penelitian yang menjadi faktor penyebab terjadinya tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Adanya kesempatan yang dimiliki oleh terdakwa korupsi untuk bertemu dengan terdakwa panitera pengganti dan hubungan psikologis terdakwa selaku panitera pengganti dengan hakim.Sedangkan modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan tindak pidana penyuapan terhadap panitera pengganti adalah Pertemuan antara terdakwa korupsi dan terdakwa selaku panitera pengganti (antara penyuap dan disuap), pertemuan antara terdakwa dan hakim, permintaan imbalan oleh hakim dan penyerahan uang oleh terdakwa korupsi kepada hakim melalui terdakwa panitera pengganti. Saran yang penulis berikan adalah diharapkan bagi penegak hukum dalam hal ini Hakim maupun Panitera pengganti dalam menangani suatu perkara dapat menerapkan ketentuan hukum pidana yang sesuai, sehingga para pelaku tindak pidana korupsi mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dengan didasari penerapan hukum pidana yang tepat dari para penegak hukum, maka rasa keadilan dapat dirasakan bagi semua kalangan. Bagi kalangan masyarakat khususnya bagi oknum yang melakukan korupsi agar tetap menjalani proses hukum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menghindari timbulnya kasus lain dan melibatkan pihak lain sehingga terjerat pada masalah hukum yang lain.Perlu adanya pencegahan yang dilakukan dalam diri pribadi masing-masing agar korupsi di Indonesia tidak semakin meluas. Sebagai orang beragama semua kejahatan ini dapat dijauhkan apabila kita hidup takut akan Tuhan dan menjahui larangannya. Kata Kunci : Penyebab dan Modus, Tindak Pidana Penyuapan, Panitera Pengganti.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF DAN MODUS OPERANDI TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCATATAN PALSU DALAM PEMBUKUAN PERBANKAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI JudulSkripsiPenulisAdalahDeskripsiTentang Motif Dan Modus Operandi TerjadinyaTindakPidanaPencatatanPalsuDalamPembukuanPerbankkan,denganRumusanmasalahBagaimanakah Motif Dan Modus Operandi TerjadinyaTindakPidanaPencatatanPalsuDalamPembukuanPerbankkan Penelitianinidilakukandengantujuanuntukmengetahui Motif Dan Modus Operandi TerjadinyaTindakPidanaPencatatanPalsuDalamPembukuanPerbankkan.Dan untukmemberikaninformasikepadamasyarakat, instansiterkaityaituAgar mengetahuianggungjawabpelakutindakpidanakekerasanbersama-samaterhadap orang Varibelyangdingunakan 2(dua)variabelyaituVariabelBebasadalahvariabel yang memberikanpengaruhbagivariabelterikat.VariabelbebasdalampenilitianiniadalahPencatatanPalsuDalamPembukuanPerbankanolehpihak Bank danVariabelTerikat (dependent variable) adalahvariabel yang tergantungdarivariabelbebasyaitu Motif dan Modus Operandi TerjadinyaTindakPidanaPencatatanPalsuDalamPembukuanPerbankan MetodeyangdigunakandalampenelitianinijenispenelitiannormatifPengumpulan datamelaluidatasekunderdaridirektorimahkamahagungkemudiandianalisisdandibuatkesimpulannya.populasidalampenelitianiniadalahputusanpengadilandirektorimahkamahagung HasilpenelitianmenunjukanbahwaMotif Dan Modus Operandi TerjadinyaTindakPidanaPencatatanPalsuDalamPembukuanPerbankkanyaitumembeliapartemen,membayarhutang.untukkeperluanpribadidanmemperkayadirisendiri. Dan Modus operandi ataucarayagdigunakanpelakumelakukantindakpidanadenganmemintarinciantagihankartukreditmilikkorbandanTerdakwamenawarkanpadakorbanuntukmemperpanjangkembalitabungan yang akanjatuh tempo, dankorbanbersediamemperpanjang Tabungan MAPANmiliknya, kesempatantersebutdigunakanTerdakwamenyodorkanblankokosong / form intruksiperubahan (CIF), yang kemudianditandatanganiolehkorban, tanpasepengetahuankorbanjikaitumerupakanblankokosong / form intruksiperubahan (CIF) olehTerdakwadiisidengannomorteleponmilikTerdakwadengantujuanmelaluinomorteleponmilikTerdakwatersebut, TerdakwaakanmenerimaNotifikasidalambentuk SMS yang berisikan M-PIN dimanadengan M-PIN tersebutterdakwaakanleluasamelakukantransaksikeuanganmelalui Internet banking pada bank CIMB Niagadarinomorrekeningkorban.dengancarameniruataumemalsukantanggaljatuhtempo.menirutandatangan di belakangBilyetdepositodiatasmateraidenganmemalsukanmenirutandatangannasabahatasnamakorbandansetelahituTerdakwamembawaBilyetDeposito yang Terdakwabuatsendiridenganmelampirkandosirpembukaanrekeningawaluntukdiserahkankepada teller untukdilakukanpencairan. Membuatpencatatanpalsudalampembukuanataudalam proses laporanpengajuankreditolehnasabahsebanyak 50 (limapuluh) orang Nasabah (Debitur) dandenganmendatangirumahnasabahtersebutuntukmengambiluang yang akandisetorkan, KATAKUNCI:MOTIF, MODUS, OPERANDI, TINDAK, PIDANA, PENCATATAN, PALSU, PEMBUKUAN DANPERBANKKAN

MODEL LATIHAN FISIK TERHADAP DAYA TAHAN OTOT LENGAN PEMAIN BOLA VOLI PUTRA PADA CLUB BANK NTT KOTA KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Vinsensius E. Leu. Nim. 16323969 dengan judul: “Model Latihan Fisik Terhadap Daya Tahan Otot Lengan Pemain Bola Voli Putra Pada Club Bank NTT Kota Kupang”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dosen Pembimbing I: M. Rambu P. Wasak, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Alventur Baun, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Model Latihan Fisik, Daya Tahan Otot Lengan. Latihan kondisi fisik kebugaran jasmani para pemain dapat dipertahankan atau ditingkatkan baik yang berhubungan dengan keterampilan maupun kesehatan secara umum. Latihan kondisi fisik adalah proses peningkatan aktivitas gerak jasmani yang dilakukan secara sistematis dan ditingkatkan secara progresif untuk mempertahankan kebugaran jasmani agar tercapai kemampuan kerja fisik yang optimal. Model latihan daya tahan otot pada prinsipnya harus dilakukan berulang kali pada sewaktu latihan. Latihan yang dilakukan harus sesuai dengan bagian otot yang akan ditingkatkan daya tahannya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui model latihan fisik daya tahan otot lengan pemaian bola voli putra pada Club Bank NTT Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif naturalistik. Hasil penelitian tentang model latihan fisik terhadap daya tahan otot lengan pemain bola voli putra pada Club Bank NTT Kota Kupang sebagai berikut: (1). Latihan akan berjalan sesuai dengan tujuan apabila diprogram sesuai dengan kaidah-kaidah latihan yang benar. Program latihan pada Club Bank NTT Kota Kupang sudah berjalan berdasarkan program yang dibuat oleh pelatih. Pelatih sangatlah antosias dalam menjaga kondisi fisik setiap atlet, (2). Model latihan untuk daya otot lengan yang lakukan atau terapkan pada atlet adalah push up, tarik karet elestis, pull up, dan bermain barbell. Model latihan ini, dilaksanakan pada setiap hari latihan. Dapat disimpulkan bahwa Proses peningkatan aktifitas gerak yang dilakukan secara sistematis dan ditingkatkan secara progresif sangatlah penting untuk mempertahankan daya tahan fisik. Latihan kondisi fisik para pemain dapat dipertahankan atau ditingkatkan dengan baik melalui penerapan model latihan yang akurat dan berkelanjutan.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN ROUND CLUB (KELILING KELOMPOK) DI SMP NEGERI MET’ANA TAHUN PEMBELAJARAN 2021/2022

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri Met’ana. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model Round Club (Keliling Kelompok) pada siswa kelas VIII A SMP Negeri Met’ana. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK. Penerapan model yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model Round Club (Keliling Kelompok)dengan 4 langkah yaitu : 1) rencana, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dan teknik analisisnya menggunakan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I, guru masih kurang dalam mengontrol siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung sehingga hasil belajar siswa hanya mencapai 64,70%. Dengan demikian hasil belajar siswa pada siklus 1 belum mencapai KKM yang telah ditetapkan sehingga akan dilanjutkan ke siklus berikutnya yaitu siklus II.Pada siklus II, guru telah memperbaiki atau menyempurnakan kesalahan dari siklus I. Sintaks model pembelajaran Round Club (Keliling Kelompok) dapat membantu guru menuntun siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dan memberikan pendapat mereka masing-masing mengenai tugas tersebut, siswa telah memahami dengan baik materi yang diberikan oleh guru sehingga hasil belajar siswa pada siklus II dapat meningkat menjadi 82,35% dan telah memenuhi KKM. Dengan adanya peningkatan ini maka penelitian diberhentikan pada siklus II. Dengan demikian proses pembelajaran yang diterapkan dengan menggunakan model Round Club (Keliling Kelompok) dalam penelitian tindakan kelas (PTK) dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dan meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok.

ADSORPSI SENYAWA PARAQUAT DIKLORIDA MENGGUNAKAN ARANG AKTIF TEMPURUNG SABOAK (Borassus flabellifer Linn)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Adsorpsi Senyawa Paraquat Diklorida Menggunakan Arang Aktif Tempurung Saboak (Borassus flabellifer Linn) Sri Yanti D. Beri ) * Merpiseldin Nitsae ) ** Hartini R. L. Solle ) ** Metode adsorpsi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan karena aman dan tidak membahayakan kesehatan, serta dapat digunakan untuk mengurangi jumlah herbisida. Metode adsorpsi melibatkan adsorben dan adsorbat. Adsorben yang sering digunakan adalah arang aktif (Borassus flabellifer Linn) sedangkan adsorbat yang digunakan adalah paraquat diklorida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adsorpsi senyawa paraquat diklorida menggunakan arang aktif tempurung saboak hingga keadaan setimbang. Aktivasi arang (Borassus flabellifer Linn) menggunakan H2SO4 1 M (waktu interaksi 68 jam). Untuk uji adsorpsi menggunakan metode batch selama 2 jam. Hasil penelitian untuk variasi dosis optimum berada pada massa adsorben 0,25 gram, konsentrasi paraquat diklorida 6 ppm, kecepatan shaker 150 rpm adalah 0,96 mg g-1. Berdasarkan hasil kondisi waktu kontak optimum terjadi pada menit ke- 30 dengan kapasitas adsorpsinya adalah 1.92 mg g-1. Daya adsorpsi arang aktif tempurung saboak terhadap paraquat diklorida yang terjadi secara cepat. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, dari menit ke 0,5,10,20,30, serta dengan jumlah yang sedikit tetapi dapat memberikan pengaruh yang besar. Menunjukan bahwa arang aktif tempurung saboak dapat dimanfaatkan sebagai adsorben. Kata Kunci : Borassus flabellifer Linn, Saboak, Kapasitas Adsorpsi, Variasi Dosis Optimum, Waktu Kontak Optimum. Keterangan: * = Peneliti **= Pembimbing

ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI BIOLOGI DALAM PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI SMA NEGERI 8 KUPANG TAHUN AJARAN 2021/2022

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi biologi dalam pembelajaran di masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri 8 Kupang Tahun Ajaran 2021/2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan desain penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data untuk menganalisis miskonsepsi pada peserta didik dilakukan dengan menggunakan instrumen three-tier diagnostic tes dengan melibatkan 20 peserta didik kelas XI MIPA. Materi yang digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik yaitu materi sistem peredaran darah yang terdiri dari 10 butir soal. Analisis data dilakukan dengan mencari persentase miskonsepsi dari masing-masing butir soal. Untuk mengetahui persentase peserta didik yang miskonsepsi, paham konsep, paham konsep tapi kurang yakin, dan tidak paham konsep, data yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus p=f/n X 100. Dari hasil penelitian didapatkan data miskonsepsi peserta didik dengan persentase rata-rata sebesar 32,5%, berada pada kategori miskonsepsi sedang. Nilai rata-rata peserta didik yang paham konsep tetapi kurang yakin sebesar 1,5% dan rata-rata peserta didik yang tidak paham konsep sebesar 6,5%. Secara keseluruhan nilai rata-rata peserta didik yang paham konsep lebih besar jika dibandingkan dengan nilai kategori lain yaitu sebesar 59%. Disimpulkan bahwa hasil persentase miskonsepsi peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 8 Kupang yang di dapat, dalam penelitian ini berada pada kategori miskonsepsi sedang (31-60= sedang).

ANALISIS PERKEMBANGANKOGNITIF PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMPTK PIETER MIDDELKOOP KUATNANA TAHUN AJARAN 2021/2022

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMPTK PIETER MIDDELKOOP KUATNANA TAHUN AJARAN 2021/2022 Natonis .L)* Manu .T)** Meha .A)** Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Perkembangan kognitif peserta didik dalam pembelajaran IPA terpadu di SMPTK Pieter Middelkoop Kuatnana Tahun ajaran 2021/2022 di kelas VII, VIII, IX yang mengacuh pada indikator C1(mengingat), C2(memahami), C3(menerapkan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif non experiment yang bersifat Deskriptif sederhana (studi kasus) Dalam penilitian ini sumber data yang digunakan adalah peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru dan siswa. Pengumpulan data menggunakan Teknik Dokumentasi. Perkembangan kognitif peserta didik usia SMP sudah memasuki umur 12 tahun keatas yang disebut dengan tahap Operasional Formal. Data yang diperoleh dalam penelitian berupa hasil kerja peserta didik dalam bentuk nilai tugas. Perkembangan kognitif peserta didik kelas 1 SMP pada ranah C1(mengingat) persentase 80.51% pada kategori Baik, perkembangan kognitif peserta didik kelas 2 SMP presentase 81.15% pada kategori sangat baik, perkembangan kognitif peserta didik kelas 3 SMP persentase 83.09%. perkembangan kognitif peserta didik pada ranah C2 (memahami) pada serta didik kelas 3 persentase 83.15 pada kategori sangat baik. Perkembangan kognitif peserta didik pada ranah C3 (menerapkan) pada peserta didik kelas 1 SMP persentase 50% pada kategori tidak baik, perkembangan kognitif peserta didik kelas 2 SMP persentase 70% pada kategori baik, perkembangan kognitif peserta didik kelas 3 SMP persentase 80% pada kategori baik. Perkembangan kognitif peserta didik kelas VII, VIII, IX pada ranah C1(mengingat), C2(memahami), C3(menerapkan) terjadi peningkatan atau perkembangan kognitifpersentase cukup baik karena dalampeserta didik kelas 1 SMP persentase 60.11% pada sangat baik, perkembangan kognitif dalam proses pembelajaran berlangsung peserta didik mampu mengetahui dan memahami materi yang disampaikan oleh guru IPA terpadu. Bagi guru Biologi (IPA terpadu) diharapkan untuk dapat menguasai tingkatan perkembangan kognitif peserta didik, dan selalu menyediakan media pembelajaran (carta) disetiap proses pembelajaran. Bagi siswa disarankan untuk tetap berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dikelas. Kata Kunci : Pembelajaran, Perkembangan Kognitif, Peserta Didik Keterangan * : Peneliti **: Pembimbing ABSTRACT ANALYSIS OF COGNITIVE DEVELOPMENT OF STUDENTS IN INTEGRATED SCIENCE LEARNING AT PIETER MIDDELKOOP KUATNANA SMPTK ACADEMIC YEAR 2021/2022 Natonis .L)* Manu .T)** Meha .A)** The purpose of this study was to determine the cognitive development of students in integrated science learning at SMPTK Pieter Middelkoop Strongnana for the academic year 2021/2022 in grades VII, VIII, IX referring to indicators C1 (remembering), C2 (understanding), C3 (applying). The method used in this research is a simple descriptive qualitative approach (case study). In this research, the data sources used are students in teaching and learning activities carried out by teachers and students. Data collection using test techniques, and documentation. The cognitive development of junior high school students has entered the age of 12 years and over which is called the Formal Operational stage. The data obtained in the study are in the form of students' work in the form of assignment scores. The cognitive development of grade 1 junior high school students in the C1 domain (remembering) the percentage of 80.51% in the Good category, the cognitive development of students in the second grade of junior high school with a percentage of 81.15% in the very good category, the cognitive development of students in the third grade of junior high school with a percentage of 83.09%. the cognitive development of students in the realm of C2 (understanding) in grade 1 junior high school students the percentage is 60.11% in very good, cognitive development of students in grade 3 is 83.15 in the very good category. Cognitive development of students in the C3 domain (applying) to students in grade 1 SMP the percentage of 50% in the bad category, cognitive development of students in grade 2 SMP the percentage of 70% in the good category, cognitive development of students in grade 3 SMP 80% in the category good. The cognitive development of students in grades VII, VIII, IX in the realms of C1 (remembering), C2 (understanding), C3 (applying) there is an increase or the percentage is quite good because in the learning process students are able to know and understand the material presented by the integrated science teacher . Biology teachers (integrated science) are expected to be able to master the level of cognitive development of students, and always provide learning media (charts) in each learning process. Students are advised to continue to actively participate in the learning process in class. Keywords : Learning, Cognitif Development, Learners Description * : Researcher ** : Mentor

EFEKTIVITAS PERKULIAHAN MAHASISWA MELALUI E_LEARNING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI TAHUN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK EFEKTIVITAS PERKULIAHAN MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN E_LEARNING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI Lesik, K)* Meha, A)** Blegur, J)** Pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh elemen kehidupan manusia, salahsatunya turut dirasakan dalam dunia pendidikan, dimana yang semulanya pembelajaran dilaksanakan secara langsung didalam kelas namun digantikan dengan pembelajaran jarak jauh (e-learning). Program studi pendidikan biologi (UKAW) dalam melaksanakan perkuliahan juga menajalankan sistem perkuliahan daring, namun ditemukan masalah yang beragam dalam menjalankan proses pembelajaran, diantaranya kenyaman pembelejaran, sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, pembiayaan dan tingkat adapatasi mahasiswa dalam pembelajaran. oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian yang dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas perkuliahan mahasiswa melalui pembelajaran pembelajaran E-learning di masa pandemi COVID-19. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2020 yang berjumlah 41 orang mahasiswa. data diperoleh menggunakan kuesioner berbantuan google form, selanjutnya dianalisis menggunakan rumus TCR (Tingkat Capaian Responden). Sehingga mendapatkan hasil yang menunjukan rata-rata persentase sebesar 60% dikategorikan cukup efektif. Yang artinya pembelajaran online perlu didukung dengan kesiapan mahasiswa dan dosen itu sendiri, dimana perlu memperhatikan ketersedian perangkat lunak maupun perangkat keras dengan baik. Dilain sisi pembelajaran daring dapat membantu dalam menggantikan pembelajaran secara konvensional dimasa pandemi COVID-19. Dengan e-learning dapat memberikan kebebasan bagi mahasiswa dalam mengakses segalah informasi (literasi digital) yang berkaitan dengan tema pembelajaran di manapun dan kapanpun. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perkuliahan melalui pembelajaran e-learning di masa pandemi COVID-19 cukup efektif. Kata kunci :Efektivitas Perkuliahan, Melalui E_Learning Pada, Masa Pandemi Covid-19 Keterangan * ) = Peneliti **) = Pembimbing

STUDI EKSPLORATIF DAMPAK PANDEMI COVID-19 DALAM PROSES PEMBELAJARAN ONLINE DI SMP NEGERI BAKIRUK KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKATAHUN AJARAN 2020/2021

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pandemi COVID-19 dalam proses pembelajaran online di SMP Negeri Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Tahun Ajaran 2020/2021 dan penelitian ini pada bulan juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengali sebuah masalah yang terjadi di SMP Negeri Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Tahun Ajaran 2020/2021. Tujuan penelitian ini untuk melihat dampak pandemi COVID-19 dalam proses pembelajaran online bagi guru dan peserta didik. Dengan subjek yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah satu guru IPA Terpadu dan siswa-siswi kelas VIIIA sebanyak 25 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mereduksi data, merangkum hal-hal pokok (display data) dan menarik kesimpulan (verivikasi data). Hasil dari penelitian ini adalah pandemi COVID-19 membahwa dampak yang sangat besar dalam proses pembelajaran terhadap pembelajaran bagi guru dan siswa serta kendala yang dihadapi guru dalam melakukan pengajaran, oleh karena itu pembelajaran biasanya dilaksanakan secara langsung kini dialihkan menjadi pembelajaran online. Selain itu penulis juga ingin melihat sisi positif dari pandemi COVID-19 dalam proses pembelajaran online bagi guru dan peserta didik. Peserta didik juga merasa jenuh dan bosan selama melaksanakan pembelajaran online dimasa pandemi COVID-19 saat ini. Pembelajaran online yang dilakukan untuk siswa-siswi kelas VIIIA di SMP Negeri Bakiruk Kecamatan Malaka tengah kurang aktif.

TINJAUAN TENTANG TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMA EFATA SOE DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PERMAINAN VOLI

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN TENTANG TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMA EFATA SOE DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PERMAINAN BOLA VOLI Yandri Tomi Atoin Tse1*,Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or2,Jimmy CH. Atty, S.Pd., M.FIS., AIFO3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Olahragamerupakansuatuaktifitas yang tidakterpisahkandalamkehidupandanrutinitassehari-sehari, aktifitasolahragadapatdilakukandimanapunkapanpundanolehsiapapun, mulaidarianak-anakremaja orang dewasasampaiusialanjut. Kebugaran jasmani sangat penting dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Tujuan penelitian: penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan data menggunnakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) edisi revisi tahun 2010 untuk siswa usia 16-19 tahun. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler permainan voli SMA Efata soe berjumpah 11 orang. Metode penelitian: Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan persentase. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pengukuran tingkat Kebugaran jasmani siswa SMA Efata Soe selama masa kegiatan ekstrakurikuler bola voli adalah sebagai berikut: pada kategori “Baik sekali” 0% (0 siswa), “Baik” 9,09% (1 siswa), “Sedang” 54,55% (6 siswa), “Kurang” 36,36% (4 siswa), dan “Kurang sekali” 0% (0 siswa). Simpulan: Tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Efata Soe selama masa kegiatan ekstrakurikuler bola voli adalah sebagai berikut: pada kategori “Baik sekali” 0% (0 siswa), “Baik” 9,09% (1 siswa), “Sedang” 54,55% (6 siswa), “Kurang” 36,36% (4 siswa), dan “Kurang sekali” 0% (0 siswa). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa SMA Efata Soe berkategori Sedang. Katakunci: Tes Kebugaran Jasmani Indonesia, Siswa, SMA Efata Soe