2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA KUPANG Pendapatan Asli Daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah dari penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, Hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain yang sah (Menurut Nurcholis, 2017). Sedangkan Pendapatan Asli Daerah menurut Undang-Undang No.28 Tahun 2009 yaitu sumber keuangan daerah yang digali dari wilayah daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Menurut Halim (2001) Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah yang dikelompokkan menjadi empat jenis pendapatan, yaitu: pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan milik daerah yang dipisahkan, lain-lain PAD yang sah. Penelitian ini dengan Judul : Analisis Kinerja Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang Dengan masalah yang diambil dari penelitian ini adalah Analisis Kinerja Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang, yang menjadi persoalan penelitian ini adalah Seberapa besar Pajak daerah Kota Kupang, Seberapa besar Retribusi Daerah Kota Kupang, Seberapa Besar Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Kota Kupang, Seberapa besar Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Kota Kupang, Seberapa Besar Rasio Penerimaan Rill PAD Kota Kupang, Seberapa Besar Rasio Efektivitas Kota Kupang, Seberapa besar Rasio Elastisitas Kota Kupang dan Seberapa Besar Tax Ratio Kota Kupang, konsep yang digunakan dalam penelitian ini ingin mengetahui gambaran umum Pengelolaan Kinerja PAD yang terdiri dari Pertumbuhan Rill PAD, Rasio Efektivitas PAD, Rasio Elastisitas PAD dan Rasio Pajak Atau Tax Ratio. Maka populasi dan sampel penelitian ini adalah dari tahun 1886 sampai dengan 2019. Dalam hal ini peneliti mengangkat variabel tunggal yaitu Pendapatan Asli Daerah. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data Laporan Realisasi Pendapatan Asli Daerah dari tahun 2015 sampai pada tahun 2019 yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode kuantitatif dan penelitian langsung kelapangan atau lokasi. Dengan menggunakan dokumentasi yaitu mengumpulkan data-data dan dokumen serta arsip maupun melakukan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis Kinerja Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah sebagai mana yang telah dibahas di bab-bab sebelumnya, maka dengan ini penulis mengambil kesimpulan yaitu Pertumbuhan pajak daerah pemerintahan daerah Kota Kupang tahun 2016-2019 telah sangat efektif dalam pemungutan pajak daerah, Pertumbuhan retribusi daerah pemerintahan daerah Kota Kupang tahun 2016-2019 telah sangat efektif dalam proses pengelolaan retribusi daerah, Pertumbuhan hasil perusahaan milik daerah dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, daerah Kota Kupang tahun 2016-2019 dikategorikan kurang efektif, hal ini diketahui dari hasil analisis rata-rata sebesar 57,1%, Pertumbuhan lain-lain pendapatan daerah yang sah, daerah Kota Kupangdari tahun 2016-2019 telah sangat efektif hal ini di ketahui dari hasil analisis rata-rata mencapai 148,2%, Pertumbuhan rasio penerimaan Rill PAD Kota Kupang tahun 2016-2019 menunjukan pertumbuhan yang berfluktuasi, dengan nilai rata-rata pertumbuhan dari tahun 2016-2019 sebesar 75,1% sehingga dapat dikategorikan pengelolaan pendapatan penerimaan Rill PAD Kota Kupang baik, Pertumbuhan rasio efektivitas Kota Kupang tahun 2016-2019 menunjukan pertumbuhan yang berfluktuasi dengan nilai rata-rata pertumbuhan dari tahaun 2016-2019 sebesar 0,62% ini dikategorikan rendah yang menggambarkan kemampuan daerah kurang baik, Pertumbuhan rasio elastisitas Kota Kupang tahun 2016-2019 menunjukan pertumbuhan yang berfluktuasi dengan hasil koefisien elastisitas rata-rata dari tahun 2016-2019 sebesar 114,7% yang berarti bahwa pertumbuhan PDRB dan PAD mengalami peningkatan dan Pertumbuhan Tax Ratio Kota Kupang tahun 2016-2019 menunjukan pertumbuhan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata dari tahun 2016-2019 sebesar 61,15% ini membuktikan keseluruhan nilai yang dihasilkan semakin membaik.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KERAGAMAN PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA TOKOPEDIA Nama : Agustina Rivan Nim : 17413665 Fakultas : Ekonomi Program Studi/Jalur Minat : Manajemen/Pemasaran Kualitas Pelayanan Menurut Kotler(2019) bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat pelayanan yang diterima dengan tingkat pelayanan yang diharapkan. Menurut Simamora (2013:441) mendifinisikan keragaman produk adalah sebagai seperangkat (keanekaragaman) lini produk dan unsur yang ditawarkan oleh penjual tertentu pada para pembeli. Latar belakang dalam penelitian ini berdasarkan peningkatan akan kebutuhan setiap orang dalam kebutuhan sehari-hari. Saat ini orang sangat mudah mendapatkan akses internet dari berbagai alat seperti smartphone atau komputer. Dalam Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Keragaman Produk terhadap kepuasan konsumen pada Tokopedia Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pada tokopedia,sampel dalam penelitian ini 100 responden konsumen pada Tokopedia yang diperoleh dengan menggunakan teknik aksidental sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuisioner. Analisis pendahuluan dalam penelitian ini adalah dianalisis dengan menggunakan Deskrif Kualitatif. Analisis Lanjutan mengunakan meliputi Regresi linear berganda,uji t, uji f, uji koefisien determinasi. Permasaan regresi linear berganda Y = 3,787+0,0158(X1)+0,719(X2) + e, Hipotesis pertama (H1) ditolak dari hasil perhitungan regresi linear berganda diperoleh dari nilai signifikan untuk pengaruh variabel Kualitas Pelayanan (X1) terhadap Kepuasan Konsumen (Y) adalah 0,009 0,05, dan t tabel = t (α/2; n-k-1 = (0,05/2;100-3-1) = ( 0,025;96 ) =1,984. Berarti nilai t hitung > t tabel ( 2,64743>1,984 ), maka Ha ditolak dan Ho diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kualitas Pelayanan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (Y) pada Tokopedia,Hipotesis kedua (H2) ditolak dari hasil perhitungan regresi linear berganda diperoleh dari nilai signifikan untuk pengaruh variabel Keragaman produk (X2) terhadap Kepuasan Konsumen (Y) adalah 0,0000,05 , dan t tabel = t (α/2; n-k-1 = (0,05/2; 100-3-1) =( 0,025;1,348 )=1,984. Berarti nilai t hitung 1,984 ), maka Ha ditolak dan Ho diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Y) pada Tokopedia. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut: 1. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Kualitas Pelayanan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (Y) pada Tokopedia. 2. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Keragaman Produk (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (Y) pada Tokopedia.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH INSENTIF MATERIAL DAN NON MATERIAL TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA DEALER NUSANTAR SAKTI KUPANG Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai peranan penting dalam menjalankan perusahaan di dalam era globalisasi saat ini. Walaupun perusahaan tersebut memiliki sumber daya lain yang melimpah, jika semua itu tidak didukung oleh sumber daya manusia yang memadai maka tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan akan sulit dicapai. Melihat peran SDM sangat penting dalam perusahaan, maka perusahaan perlu memberikan perhatian lebih kepada karyawan melalui kebijakan-kebijakan SDM yang dapat meningkatkan semangat kerja karyawan. insentif material merupakan sarana motivasi, dapat berupa perangsang atau pendorong yang diberikan dengan sengaja kepada para pekerja agar dalam diri mereka timbul semangat kerja yang lebih besar untuk berprestasi dalam berorganisasi. Insentif non material merupakan segala persangsang yang tidak dapat dinilai dengan uang seperti pemberian gelar secara resmi, pemberian tanda jasa atau medali, pemberian piagam penghargaan, pemberian pujian lisan ataupun tulisan dan ucapan trimakasih secara formal ataupun informal. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai pengaruh insentif material dan insentif non material terhadap semangat kerja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek tersebut. Dalam penelitian ini populasi yang dipilih peneliti adalah karyawan yang ada pada PT. Nusantara sakti Kupang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi yaitu karyawan bagian marketing pada PT. Nusantara sakti kupang. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam meningkatkan penjualan sepeda motor data yang diperoleh dari penelitian ini adalah jumlah pegawai yang bekerja pada PT Dealer Nusantara sakti kupang yang menjadi objek penelitian ini adalah karyawan yang bekerja dibagian marketing pada Dealer Nusantara Sakti Kupang sebanyak 38 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagi berikut: Diketahui bahwa insentif material berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja pada dealer nusantara sakti kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t. Diketahui bahwa insentif non material berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja pada dealer nusantara sakti kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2 .
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH SALES PROMOSION YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN SPAREPART PADA PT. JAMBI MITRA SEJATI KUPANG
Berkembangnya teknologi kini dapat meningkatkan kegunaan dan fungsi spare part yang digunakan kendaraan motor maupun mobil. Setiap kendaran memiliki banyak komponen. Komponen-komponen kendaraan tersebut yang disebut dengan istilah spare part (suku cadang). Spare Part adalah suatu barang yang terdiri dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan dan mempunyai fungsi tertentu. PT. Mitra Jambi Sejahtera merupakan salah satu perusahaan spare part di kota Kupang. PT. Mitra Jambi Sejahtera mengembangkan usaha yakni sebagai agen penyedia spare part karena peluang banyaknya kendaraan yang ada saatnya di wilayah Kupang. Selain itu, PT. Mitra Jambi Sejahtera berpendapat bahwa dalam jangka panjang sebuah kendaraan akan mengalami suatu kerusakan atau pergantian komponen-komponen yang ada sehingga perusahaan menyediakan spare part tersebut.
PT Mitra Jambi Sejahtera menyediakan Sales promosion yang mempunyai peran dalam mendistribusikan, mempromosikan produk dan menjual produk yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kendaraan mereka. PT Mitra Jambi Sejahtera mengalami perkembangan dalam menjual produk-produk spare part. Oleh karena itu, sales promotion dalam sebuah produk sangat diperlukan hal ini dikarenakan untuk menarik minat pembeli. Setelah mendapatkan penawaran dan penjelasan sales promotion, biasanya calon pembeli berpikir untuk mencoba produk atau sekedar menerima sampel/brosur yang disodorkan oleh sales promotion. Sampel atau brosur inilah yang kemudian menjadi sebuah awal jembatan adanya komunikasi antara sales promotion dan calon pembeli.
Sales promotion atau promosi penjualan adalah salah satu tipe marketing yang biasanya digunakan untuk memperkenalkan produk baru, menghabiskan produk lama, dan tentu saja menaikkan angka penjualan. Umumnya, sales promotion berlangsung sementara, ditujukan untuk menaikkan minat pembeli terhadap produk dan dilakukan oleh perusahaan saat momen-momen tertentu saja. Volume penjualan adalah pencapaian yang dinyatakan secara kuantitatif dari segi fisik atau volume atau unit suatu produk. Dalam kegiatan pemasaran kenaikan volume penjualan merupakan ukuran efisiensi, meskipun tidak setiap kenaikan volume penjualan diikuti dengan kenaikan laba. Jadi dapat diartikan bahwa volume penjualan adalah jumlah dari kegiatan penjualan suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan dalam suatu ukuran waktu tertentu.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan di PT. jambi mitra sejati Kupang pengambilan sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang dari keseluruhan populasi serta teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner. Untuk mendefenisikan indikator empirik dari konsep ini sebagai unsur analisis lanjutan peneliti menggunakan analisis Regresi Linear Berganda dimana penulis ingin mengetahui pengaruh Uji-t Secara Parsial, Pengujian hipotsis dengan Uji F (Simulta), Uji Koefisien Determinasi (R2).
Diketahui bahwa dari 50 responden didominasi oleh pria sebesar 64% dengan jumlah 32 orang dan wanita sebesar 36% dengan jumlah 18 orang responden paling banyak berumur 31-37 tahun atau sebesar 48% dengan jumlah 24 orang, berumur 24-30 tahun atau sebesar 20% dengan jumlah 10 orang, berumur 45-52 tahun atau sebesar 14% dengan jumlah 7 orang, berumur 38-44 tahun atau sebesar 12% dengan jumlah 6 orang serta berumur 17-23 tahun atau sebesar 6% dengan jumahl 3 orang dan responden paling sedikit berumur 52-58 tahun atau sebesar 0. Model persamaan regresi yang dapat dituliskan Y = 3,749 + 1,257 + e hasil pengujian t menunjukan nilai t hitung dari variabel bebas harga sebesar 12,218 dengan tingkat signifikan 0,000 yang lebih besar dari 0,05 sehingga variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Diperoleh nilai F hitung 149,284 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan angka R square sebesar 0,757 atau 7,57%. Hal ini menunjukan bahwa presentasi sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 7,57% sedangkan sisanya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA MAUBEL UD. DWIJAYA KOTA KUPANG Meubel adalah istilah yang dipakai untuk perabot rumah tangga yang memiliki fungsi sebagai tempat tidur, tempat duduk, tempat penyimpanan barang, tempat mengerjakan sesuatu dalam bentuk meja atau tempat meletakkan barang di permukaannya. Contohnya furniture sebagai tempat penyimpanan biasanya dilengkapi dengan pintu, laci, dan rak. Contoh lemari pakaian , lemari buku dan lain sebagainya. Dalam persaingan yang sangat tajam seperti ini banyak perusahaan yang berusaha memenangkan persaiangan dengan cara memanfaatkan peluang bisnis yang ada dengan cara menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menguasai pasar. Perusahaan tersebut akan berusaha menguasai pangsa pasar dengan berbagai strategi pemasaran dan akan meningkatkan kualitas produk yang akan di pasarkan dengan tujuan akhir agar mendapatkan laba maksimal dengan tingkat efisien kinerja kerja secara optimal. Shimp (2010) menyatakan pemasaran merupakan sekumpulan aktivitas dimana bisnis dan organisasi menciptakan pertukaran nilai diantara bisnis dan perusahaan itu sendiri. ”Pemasaran adalah hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen (American Marketing Association dalam Assauri, 2017:3). ” Dari pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pemasaran umumnya mencakup semua segi kehidupan individu maupun kelompok yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dengan cara menukarkan produk dan menyalurkan barang produk dan jasa dari produsen ke konsumen. Pemasaran digunakan konsumen untuk memenuhi keutuhan, sedangkan bagi perusahaan membantu suatu organisasi menginformasikan produknya kepada masyarakat agar masyarakat mengerti dalam menggunakan produk dari perusahaan tersebut. Harga adalah nilai uang yang harus dibayarkan oleh konsumen kepada penjual atas barang atau jasa yang dibelinya. Harga merupakan satu-satunya elemen dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan. Menurut Kotler dan Armstrong (2012) Dalam arti yang sempit harga (price) adalah jumlah yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa, lebih luas lagi harga dalah jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Faktor yang tidak kalah penting adalah kualitas produk, Menurut Kotler dan Amstrong (2015:224) kualitas produk adalah bagaimana produk tersebut memiliki nilai yang dapat memuaskan konsumen baik secara fisik maupun secara psikologis yang menunjukan pada atribut atau sifat-sifat yang terdapat dalam suatu barang atau hasil. Sedangkan Assauri (2015:90) mengatakan bahwa kualitas produk merupakan faktorfaktor yang terdapat pada suatu barang atau hasil yang menyebabkan barang atau hasil tersebut sesuai dengan tujuan untuk apa barang atau hasil dimaksudkan. Kualitas produk merupakan hal penting yang harus diusahakan oleh setiap perusahaan apabila menginginkan produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar. Dewasa ini dikarenakan kemampuan ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat cenderung meningkat, sehingga sebagian masyarakat semakin kritis dalam mengkonsumsi suatu produk. Konsumen selalu ingin mendapatkan produk berkualitas sesuai dengan harga yang dibayarkan. Walaupun terdapat sebagian masyarakat yang berpendapat bahwa produk yang mahal adalah produk yang berkualitas. Definisi kepuasan konsumen menurut Kotler (2014) ialah perasaan senang atau kecewa yang munculsetelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja (atau hasil) yang diharapkan. Menurut Sangadji dan Sopiah (2013:180) menjelaskan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dariperbandingan antara kesannya terhadap kinerja produk yang real atau actual dengan kinerja produk yang diharapkan. Secara umum, kepuasan dapat diartikan sebagai adanya kesamaan antara kinerja produk dan pelayanan yang diterima dengan kinerja produk dan pelayanan yang diharapkan konsumen. Masih menurut Sangadji dan Sopiah (2013:182), kepuasan konsumen dapat menciptakan dasar yang baik bagi pembelian ulang serta terciptanya loyalitas konsumen, membentuk rekomendasi dari mulut ke mulut yang dapat menguntungkan perusahaan. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah pada Maubel Ud. Dwijaya Kota Kupang merupakan salah satu mebel yang berada di kelurahan oesapa yang merupakan usaha perseorangan yang didirikan sejak tahun 2000 sampai dengan sekarang, dimana usaha ini adalah usaha furniture yang menyediakan perabot rumah tangga. Nama Maubel Ud. dwiajaya sendiri diambil dari nama yang di pikirkan oleh pemilik usaha dari awal di rintismya usaha yang dipercaya pemilik dapat meningkatkan rejeki dan lokasi pertama pertama pemilik memulai usaha perseorangan. Berdasarkan hasil analisis yang dapat disimpulkan bahwa berganda yang memperlihtkan harga ( X1 ), kualitas produk ( X2 ) dan kepuasan konsumen ( Y) adalah sebagai berikut Y = 4,809+0,391X1+0,584X2+0,906. Selanjutnya perolehan hasil uji hipotesis yang pertama yaitu harga ( X1) pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y) Konstanta (a) sebesar 4,809, artinya apabila variabel Harga dan kualitas produk tidak ada atau nilainya adalah 0, Kepuasaan Konsumen nilainya sebesar 4,809 atau dapat disimpulkan Kepuasaan Konsumen positif. Koefisien regresi variabel Harga (X1) sebesar 0.391, artinya apabila Harga ditingkatkan 1 satuan, maka Kepuasaan Konsumen mengalami kenaikan sebesar 0.391 atau bersifat positif. Dengan asumsi tidak ada penambahan (konstant) nilai X2. Koefisien regresi variabel kualitas produk (X2) sebesar 0,584 artinya apabila kualitas produk perusahaan ditingkatkan 1 satuan, maka Kepuasaan Konsumen mengalami kenaikan sebesar 0.584 atau bersifat posiitif. Dengan asumsi tidak ada penambahan (konstant) nilai X1. Berdasarkan tabel diperoleh nilai Fhitung sebesar 109.474 dengan nilai Signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel 1,26 dan nilai Signifikansi lebih kecil dari 0,05 atau dengan kata lain nilai signifikansi Fhitung sangat signifikan. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya harga produk dan kualitas produk perusahaan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap Kepuasaan Konsumen pada Maubel Ud. Dwijaya Kota Kupang.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi, kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja tenaga pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini dilatar belakangi Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan. Perusahan dalam mencapai tujuan. Di Era globalisasi setiap organisasi atau perusahan swasta maupun pemerintah, tentu memiliki tujuan baik itu jangka pendek maupun jangka Panjang yang hendak dicapai melalui aktifitas yang dilakukannya. Agar tujuan yang telah di tetapkan tercapai maka di perlukan perencanaan dan pengelolahan sumber daya manusia sebaik-baiknya.. Sumber daya manusia merupakan hal terpenting yang dimiliki suatu organisai adalah di bidang sumber daya manusia( Handoko ,2003:4). Oleh karna itu, agar semua organisasi dapat mencapai kinerja yang maksimal di perlukan perlakuan yang adil dan memuaskan pada sumber daya manusia yang bekerja pada organisasi tersebut. Menurut UU no 12 tahun 2012, tentang pendidikan tinggi ,mengamatkan bahwa tata kelola dalam suatu lembaga perguruan tinggi baik negeri maupun perguruan tinggi swasta, harus menuju pada tata kelola manajemen internal perguruan tinggi yang sehat dalam rangka menuju pada penjaminan mutu internal perguruan tinggi. Tata kelola suatu lembaga perguruan tinggi dengan berbagai masalah yang menyertainya ibarat membicarakan gelombang dan buih air laut yang menghempas ke tepi pantai tanpa henti . ini berarti tidaklah berlebihan karena berbagai masalah yang dapat ditemukan didalamnnya serta banyak pula kendala yang membutuhkan pemikiran dan upaya untuk memecahkan persoalan dalam dunia pendidikan tinggi tersebut. Salah satu aspek yang terdapat dalam tata kelola sistem pendidikan adalah tenaga kependidikan.
. Dalam hal ini peneliti mengangkat 4 variabel yaitu komunikasi, kepemimpinan, motivasi kerja dan kinerja. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang diambil sampel sebanyak 84 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel yang digunakan adalah para pegawai tenaga kependidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Dari hasil pengolahan data yang dikumpulkan tersebut diuji berdasarkan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis pertama yaitu bahwa untuk komunikasi (X1) ditemukan t hitung = 3.076 lebih besar dari t tabel = 1.989 dan tingkat sig = 0,003. Oleh karena nilai sig < 0,05 maka Ho (b1>0) diterima yaitu variable komunikasi (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja tenaga pendidik (Y). kemudian uji hipotesis kedua yaitu bahwa untuk variable kepemimpinan (X2) ditemukan t hitung = 3.669 lebih besar dari t tabel = 1.989 dan tingkat sig = 0,000. Oleh karena nilai sig > 0,05, maka Ho (b2 = 0) ditolak dan H2 (b2>0) diterima yaitu variabel kepemimpinan (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap terhadap kinerja tenaga pendidik (Y). Dan untuk uji hipotesis ketiga yaitu bahwa untuk variabel motivasi kerja (X3) ditemukan t hitung = 2.773 lebih besar dari t tabel = 1989, dan tingkat sig = 0,007. Oleh karena nilai sig > 0,05, maka Ho (b2 = 0) ditolak dan H2 (b2>0) diterima yaitu variabel motivasi kerja (X3) berpengaruh positif secara parsial terhadap terhadap kinerja tenaga pendidik (Y). Dan dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 39.600 > F tabel 2,71 dengan sig = 0,000.oleh karena nilai sig<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi (X1), kepemimpinan (X2) dan motivasi kerja (X3) secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja tenaga pendidik (Y). sedangkan nilai koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah diketahui bahwa pengaruh komunikasi, kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja tenaga pendidik dengan nilai sebesar 0,598. Penelitian ini menunjukan secara teori terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang. Dengan demikian semakin banyak komunikasi yang terjadi antara tenaga pendidikan maka akan semakin meningkat pula kinerja tenaga pendidikan tersebut. Penelitian ini juga menunjukan bahwa secara teori kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang. Dengan demikian semakin baik kepemimpinan tenaga pendidikan maka dapat meningkatkan kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang. Penelitian ini juga menunjukan bahwa secara teori motivasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang. Dengan demikian semakin tinggi motivasi kerja tenaga pendidikan maka dapat meningkatkan kinerja tenaga pendidikan pada UKAW Kupang.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI ADAT PASOLA DALAM HUBUNGAN DENGAN PENANGKAPAN NYALE (Eunicidae) DI KECAMATAN LAMBOYA KABUPATEN SUMBA BARAT ABTRAKSI Oleh KRISFINUS ANDRI BORA NIM. 18380095 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG 2022 Studi Adat Pasola Dalam Hubungan Dengan Penangkapan Nyale (Eunicidae) Di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. 1. Krisfinus Andri Bora, 2. Donny M. Bessie, 3. Ir. Izaak S. Angwarmasse Program Studi Manajemen Sumber Daya Peraira, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang *Email: [email protected] ABSTRAK Pasola merupakan tradisi perang adat dimana dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan, kejar-mengejar seraya melempar lembing kayu kearah lawan. Pasola berasal dari kata sola atau hola yang berarti kayu lembing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tradisi Adat Pasola dalam Hubungan dengan Penangkapan Nyale (Eunicidae) di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. Metode peneltian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan menganalisis data melalui wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Upacara atau ritual adat Pasola dalam hubungan dengan penangakapan Nyale/cacing laut di Kecamtan Lamboya dilakukan pada bulan Februari. Pasola dan penangakapan Nyale/cacing laut dipimpin oleh Rato (Imam) yang telah dianggap dapat mengetahui sejarah dan syair - syair adat Pasola dan penangakapan Nyale/cacing laut. Adat Pasola dalam hubungan dengan penangakapan Nyale/cacing laut bagi masyarakat Lamboya merupakan sebagai tanda keberhasilan panen warga/masyarakat Lamboya yang tergambar pada warna Nyale, yang berbentuk utuh dan gerombolan - gerombolan Nyale yang banyak. Bila Nyale tersebut gemuk, sehat, dan berwarna-warni, pertanda tahun tersebut akan mendapatkan kebaikan dan panen yang berhasil. Sebaliknya, bila Nyale kurus dan rapuh, akan didapatkan malapetaka. Peranan ritual Nyale dalam hubungan dengan adat Pasola di Lamboya dimaknai sebagai alat pemersatu masyarakat berupa persaudaraan dan ungkapan kegembiraan sejati menyambut hasil panen. Prosesi upacara atau ritual Nyale dan Pasola adalah (a) Menghitung dan Menentukan Waktu (b) Penangkapan Nyale/Cacing Laut, (c) Pelaksanaan Pasola. Kata Kunci: Tradisi, Nyale, Pasola, Penangkapan, Kecamatan Lamboya. Study Of Pasola Indigenousness In Relation To Nyale (Eunicidae) Catching In Lamboya District, West Sumba Regency. Krisfinus Andri Bora, Donny M. Bassie, and Izaak S. Angwarmasse Aquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang *Email: [email protected] ABSTRACT Pasola is a traditional war tradition where two groups of horsemen face each other, chasing each other while throwing a wooden javelin at the opponent. Pasola comes from the word sola or hola which means javelin. The purpose of this study was to determine the Pasola Traditional Tradition in Relation to the catching of Nyale (Eunicidae) in Lamboya District, West Sumba Regency. The research method used was qualitative with an approach to analyzing data through in-depth interviews, observation and documentation. The results showed that Pasola traditional ceremonies or rituals in relation to catching Nyale/sea worms in Lamboya District were carried out in February. Pasola and the capture of Nyale/sea worms were led by Rato (Imam) who was considered to be able to know the history and traditional poetry of Pasola and catching Nyale/sea worms. The Pasola tradition in relation to the catching of Nyale/sea worms for the Lamboya community was a sign of the successful harvest of the Lamboya community/community which was reflected in the color of Nyale, which was intact and in large groups of Nyale. If the Nyale was fat, healthy, and colorful, it was a sign that the year will get good and a successful harvest. On the other hand, if Nyale was thin and fragile, it would be disastrous. The role of the Nyale ritual in relation to the Pasola tradition in Lamboya was interpreted as a unifying tool for the community in the form of brotherhood and an expression of true joy in welcoming the harvest. Nyale and Pasola ceremonial processions or rituals were (a) Counting and Determining Time (b) Catching Nyale/Sea Worms, (c) Implementation of Pasola. Keywords: Tradition, Nyale, Pasola, Catching, Lamboya District.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pandemi covid- 19 membawa dampak buruk bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Bebagai kelompok dalam lapisan masyarakat mengalami pemasalahan secara personal. Dalah datu pihak yang terdampak ialah GMIT Ora Et Labora. GMIT memaknai tugas panggilannya di dalam lima Panca pelayanan gereja yakni: Koinonia (Pesekutuan), Marturia (Kesaksian), Diakonia (Persembahan), Liturgia (Ibadah) dan Oikonomia (Penatalayanan). Dengan demikian maka gereja perlu mencari strategi pelayanan agar panca pelayanan gereja tetap berjalan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui apakah panca pelayanan gereja Ora Et Labora berjalan pada masa pandemi atau tidak, bagaimana dampak pandemi dalam panca pelayanan gereja, bagaimana strategi pelayanan yang dilakukan oleh gereja Ora Et Labora agar panca pelayanan tetap berjalan dan merefleksikan persoalan ini secara teologis serta menemukan bagaimana seharusnya sikap gereja Ora Et Labora ketika menjalankan strategi pelayanan. Tujuan ini dapat dicapai dengan pendekatan kualitatif. Metode yang dipakai untuk memperoleh data adalah penelitian lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panca pelayanan gereja tetap berjalan pada masa pendemi oleh karena gereja melakukan strategi-strategi pelayanan, sejauh mana kemaksimalan strategi pelayanan gereja, bagaimana bentuk strategi pelayanan yang dilakukan, apakah strategi yang dilakukan telah mencapai tujuan dari panca pelayanan atau tidak. Dalam persoalan ini penulis memakai teori dari pengertian “strategi pelayanan gereja” dan dalam persoalan ini penulis telah mendapati bahwa gereja telah melakukan perannya. Dari hasil penelitian di atas dilakukan refleksi teologis untuk melihat bahwa Allah telah mengaruniakan kecerdikan dan ketulusan, bagaimana kecerdikan dan ketulusan yang dimaksudkan Yesus dalam kitab suci, bagaimana gambaran tantangan atau hambatan dalam teks kitab suci, bagaimana sikap gereja dalam menjalankan strategi pelayanan di masa pandemi covid-19. Pemaknaan tentang kecerdikan dan ketulusan menjadi pesan yang harus dimaknai gereja dalam menjalankan panca pelayanan agar panca pelayanan dapat berjalan dengan baik dalam situasi apapun. Kata Kunci: Strategi pelayanan gereja, Panca pelayanan, Pandemi Covid-19, kecerdikan, ketulusan
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Jemaat GMIT Yagar Syahaduta Noateta adalah salah satu jemaat yang berada dalam lingkup pelayanan wilayah Bosen, Klasis Mollo Utara, yang berlokasi di Desa Sebot, kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampai saat ini, Jemaat di tempat tersebut meskipun telah menerima Injil dan menganut agama Kristen, tetapi masih memelihara dan melakukan ritual-ritual agama suku. Salah satunya adalah ritus Kaos Mafena yang penulis kaji dalam karya ilmiah ini. Ritus Kaos Mafena dilakukan kepada orang sakit, yang penyakitnya disebabkan oleh dosa turunan, sumpah leluhur maupun penyakit turunan. Ritus Kaos Mafena dilakukan dengan tujuan untuk melepaskan atau membebaskan diri dari sakit-penyakit, dosa turunan, penyakit turunan maupun sumpah leluhur yang yang menjadi beban dan mengikat kehidupan jemaat. Dalam menyelesaikan karya ini, penulis menggunakan pendekataan teologi kontekstual dari Richard Niebuhr, yaitu Kristus Pembaharu Kebudayaan. Model pendekatakan ini menekankan bahwa kebudayaan yang awal yang diciptakan oleh Allah adalah baik, namun karena ulah manusia, sehingga kebudayaan telah tercemar. Oleh karena itu, salah satu tujuan kehadiran Kristus dalam dunia adalah untuk memperbaharui dan mengubah kebudayaan menjadi baik. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa ritus Kaos Mafena umumnya dilakukan oleh Akasut (pemimpin ritus) kepada orang sakit dengan tujuan untuk memperoleh kesembuhan. Ritus Kaos Mafena Ritus tersebut ditujukan kepada Uis Neno, Uis Pah dan para leluhur. Ritus ini dilakukan di suangai maupun di pertigaan jalan. Ritus tersebut membuat jemaat terjerumus dalam sinkritisme. Namun di sisi lain, ritus Kaos Mafena juga memiliki dampak positif, yaitu melalui pelaksanaan ritus tersebut jemaat sadar akan dosa yang telah mereka maupun leluhur mereka lakukan, sehinggga jemaat melakukan penyelesaian atau pelepasan. Berdasarkan pada model pendekatan yang digunakan, penulis melihat bahwa pelaksanaan ritus Kaos Mafena adalah suatu kebiasaan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan ajaran Kekristenan. Kebiasaan tersebut menjadi sebuah bagi gereja dan mempengaruhi pertumbuhan iman jemaat. Kebiasaan tersebut menjadi tantangan bagi gereja saat ini. Peran gereja tidak akan diutamakan oleh jemaat dan Yesus tidak dianggap sebagai satu-satunya Juruselamat dan pembebas yang sebenarnya. Oleh karena itu, peran gereja sangat penting untuk meyakinkan kembali jemaat bahwa satu-satunya Penyelamat dan Pembebas yang sejati adalah Yesus Kristus. Kata kunci: Ritus Kaos Mafena, dosa, penyakit, Uis Neno, Uis Pah, leluhur, kutukan
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul: Tangi Pali, dan sub judul: Suatu Tinjauan TeologI Kontekstual terhadap makna Tangi Pali saat kematian Orang Sabu dan implikasinya bagi Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua.Praktik Tangi Pali oleh Orang Kristen Sabu di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu dan makna yang terkandung dalam tuturan Tangi Pali merupakan alasan penulisan skripsi ini. Kebudayaan telah menjadi bagian hidup manusia sejak lama. Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya yang dijadikan milik dari mansuia dengan belajar. Kebudayaan juga diidentifikasikan sebagai suatu yang mengintegrasikan kepercayaan, nilai, kebiasaan, dan sebagainya. Berdasarkan pernyataan tersebut maka Orang Kristen Sabu tentunya tidak bisa terlepas dari kebudayaan mereka. Salah satu praktik kebudayaan yang lazimnya terjadi saat kematian Orang Sabu adalah Tangi Pali. Tangi Pali merupakan sebuah tradisi meuutur sambil meratap yang dilakukan dalam peristiwa dukacita karena kematian.Tangi Pali mengandung makna yang terdapat dalam setiapkalimat tuturannya dengan gambaran keyakinan Orang Sabu terhadap keberadaan mansuia setelah kematian dan sebagainya. Untuk hal ini, model pendekatan kontekstual yaitu antropologis digunakan untuk meninjau praktik Tangi Pali. Model ini menekankan nilai budaya dan revansinya bagi iman Kristen. Praktik Tangi Pali masih dilakukan hingga sekarang oleh Kristen Sabu, khususnya di Gelanalalu oleh karena beberapa faktor. Lingkungan keberadaan jemaat tersebut selalu berdampungan dengan orang-orang yang beragama suku. Artinya dalam segala tatanan hidup dan kebersamaan, mereka selalu berdampingan. Adapun, jemaat setempat adalah orang-orang yang awalnya menganut agamma suku Jingitiukemudian menjadi Kristen. Faktor budaya juga turut memperngaruhi hal ini. Dalam kajian ini terdapat nilai-nilai yang muncul, takni nilai mistis, nilai hormat kepada leluhur, ruang untuk mengolah duka, kepercayaan atau keyakinan dan nilai soledaritas. Adapun dua tema dominan dalam praktik ini, yaitu relasi antara yang hidup dan yang mati serta tema keberlanjutan hidup setelah kematian. Model antropolgis, menekankan nilai-nilai dan jati diri budaya oleh seseorang yang beriman Kristen. Tetapi model ini tidak serta merta mengabaikan kitab suci dan tradisi Kristen. Nilai-nilai budaya tentang kematian dapat ditinjau dalam refleksi teologis. Kematian dan keberadaan manusia setelah kematian merupakan daulat Allah sepenuhnya. Penghakiman ataupun pengampunan setelah kematian tidak dapat dilakukan oleh leluhur karena tentang hal ini adalah daulat Allah yang telah yang telah mengalahkan maut lewat kematian Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah kebangkitan dan hidup. Orang yang mati di dalam Dia tidak akan binasa (Yohanes 11:25-26). Kata kunci:Tangi Pali, kematuian, kehidupan, kedaulatan Allah.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pada Tahun 1957 Jemaat Ebenhaezer Pukdale berdiri sendiri dan pisah dari Jemaat Imanuel Oesao. Pada waktu itu juga banyak orang yang memberi diri untuk di Baptis. Semua anggota Jemaat dan tara tokoh jemaat mulai membangun sebuah gedung yang layak dipakai untuk beribadah. Namun, ketika Kekristenan sudah masuk dan berkembang di Jemaat Ebenhaezer Pukdale, Jemaat masih melakukan tradisi atau ritus-ritus yang ditinggalkan oleh nenek moyang mereka. Salah satu tradisi atau ritus yang masih Jemaat lakukan ialah tradisi Mampe’e Nok. Tradisi atau ritus Mampe’e Nok ialah mencuci kepala atau rambut menggunakan kelapa. Tradisi atau ritus ini biasanya dilakukan pada saat ada kematian dan waktu pelaksanaannya satu hari sesudah pemakaman. Maksud dari tradisi atau ritus Mampe’e Nok ialah membantu keluarga yang berduka untuk melunasi hutang-hutang pada saat kedukaan. Tradisi atau ritus Mampe’e Nok ini masih dilakukan karena menurut Jemaat Ebenhaezer Pukdale, tradisi atau ritus ini dapat mempersatukan Jemaat, mengasihi dan menolong sesama yang berduka. Fakta yang penulis temukan di lokasi penelitian ialah Jemaat masih mempraktekkan tradisi atau ritus Mampe’e Nok, walaupun semua yang berada di sana beragama Kristen. Berkaitan dengan masalah yang di atas, maka tujuan skripsi ini untuk mengetahui perjumpaan antara kekristenan dan tradisi Mampe’e Nok. Apakah kekristenan memberi ruang kepada tradisi atau tradisi yang memberi ruang kepada kekristenan. Tujuan ini dapat dicapai melalui penelitian lapangan dalam metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan data yang akurat, mengandung kebenaran tentang perjumpaan kekristenan dan tradisi Mampe’e Nok. Fakta yang penulis temukan dalam penelitian ialah kekristenan atau gereja sendiri yang memberi ruang kepada tradisi Mampe’e Nok, alasannya karena tradisi ini dapat mempererat persekutuan Jemaat, hidup saling mengasihi, dan saling tolong menolong atau membantu sesama yang kesusahan atau berduka, sehingga tradisi ini masih dilakukan sampai dengan saat ini. Melihat masalah-masalah yang disampaikan, penulis akan meninjau dari sudut pandang Historis Teologis. Penulis meninjau masalah ini dari pandangan Historis Teologis karena dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk masa depan, peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah yang dapat dijadikan pelajaran untuk mengambil keputusan di masa depan dan juga untuk memahami dunia dan perilaku masyarakat mulai dari perkembangan teknologi, sistem pemerintahan, hingga perilaku sosial budaya yang ada di masyarakat dan juga kekristenan. Penulis menggunakan ciri-ciri pendekatan dari 5 tipologi Nieburh yaitu tipologi ke 5 yakni Transformasi Kebudayaan untuk menyelesaiakan masalah yang penulis angkat. Dalam menanggapi masalah ini, maka Gereja perlu memberikan pemahaman yang baik tentang tradisi atau budaya kepada Jemaat, bahwa tradisi tidak dapat dilupakan tetapi dijadikan sebagai refleksi karena Gereja adalah wadah pembinaan Spiritualitas Jemaat. Gereja perlu memberikan pemahaman kepada Jemaat bahwa sang pemilik persekutuan dan Kasih yang sebenarnya ialah TUHAN.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada ritus Mani Sir Koko dan Bekolang Manu yang masih di lakukan oleh Jemaat GMIT Bukit Sion Beribu. Ritus Mani Sir Koko dan Bekolang Manu ini dilakukan oleh Jemaat yang karena dipercaya dapat memberikan berkat, perlindungan, keamanan bagi mereka. Dipercaya bahwa Mani Sir koko dan Bekolang Manu adalah dua sosok binatang yang sebagai sumber untuk meminta berkat, kesuksesan, kekuatan dan terlebih pemeliharaan. Mani Sir Koko adalah sosok yang menyerupai ayam yang berfungsi sebagai sosok yang dipercayai dapat memberikan berkat berupa kekayaan dan kesuksesan sedangkan Bekolang Manu menyerupai seekor babi yang dipercayai memberikan kekuatan dan juga pemeliharaan kepada mereka. Namun perlu diketahui bahwa iman Kristen mengajarkan kepada umat Kristen untuk tidak ada dalam praktik penyembahan atau kepercayaan apapun itu. Untuk mencapai tujuan dari penulisan ini, maka penulis mengunaan metode penelitian lapangan atau metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Dalam hal ini juga penulis mengunakan metode penulisan deskripsi, analisis dan refleksi teologis. Metode ini penulis pilih untuk mendapatkan data yang akurat dan baik serta mengandung kebenaran mengenai ritus yang masih dilakukan oleh Jemaat Bukit Sion Beribu. Sehingga dari penelitian yang dilakukan didapati fakta bahwa Jemaat masih melakukan ritus ini. Realita yang penulis temukan di lokasi penelitian adalah semua masyarakat di tempat ini beragama Kristen, namun mereka masih meminta perlindungan pada alam yang dipercayai dapat memberikan berkat dan kekuatan untuk melindungi dan menjaga mereka dari segala kemiskinan dan malapetaka yang mengancam hidup mereka. Melihat alas an-alasan yang telah disampaikan maka penulis akan meninjau masalah ini dari sudut pandang teologi kontekstual. Alasan penulis meninjau masalah ini dari sudut pandang teologi kontekstual karena teologi kostekstua adalah salah satu ilmu yang mempelajari tentang budaya dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipelihara sampai saat ini. Menanggapi masalah ini, gereja hadir dan berperan sebagai lembaga yang dapat membina spiritual jemaat. Kata Kunci : Budaya, Berkat, Pemelihara, Gereja
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perceraian merupakan persoalan yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat modern saat ini, namun ternyata perceraian pun bisa menimpa kehidupan para tokoh agama seprti mereka yang berprofesi sebagai pendeta. Penyebab perceraian yang sering dialami oleh para pendeta ini adalah melalui kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan juga perselingkuhan, dan juga dampak dari perceraian inilah yang juga memiliki pengaruh bagi anak-anak mereka sendiri. Yang diteliti saat ini adalah kehidupan anak-anak pendeta korban perceraian dengan aspek-aspek yang nampak dalam penelitian ini yaitu aspek fisik, menta, sosial, serta spiritualitas. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendetakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan koisioner untuk mengumpulkan data terhadap anak-anak pendeta korban percerain yang memiliki gangguan psikologis dalam situasi perceraian kedua orang tua. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis menemukan bahwa peristiwa perceraian dari kedua orang tua yang berprofesi sebagai pendeta memiliki dampak atau pengaruh psikologis bagi anak-anak mereka. Dalam pergumulan yang dirasakan oleh anakanak pendeta korban perceraian, gereja sudah seharusnya hadir bukan hanya untuk mendampingi kedua orang tua anak-anak saja, tetapi juga membantu mendampingi serta membimbing anak-anak pendeta korban percerain ini agar dapat dimampukan dalam membangun iman serta spiritualitas mereka. Anak-anak korban perceraian ini sangat perlu untuk mendapatkan pendampingan yang baik oleh gereja, setelah peristiwa perceraian orang tua yang mereka alami. Maka itu penulis pun menemukan bahwa ada lima pendekatan pastoral yang sangat baik diterapkan untuk membantu gereja dalam pendekatan atau pendampinganya terhadap anak-anak pendeta korban perceraian, sehingga mereka pun dapat merasakan bahwa mereka tidak pernah sendiri dalam menjalani persoalan hidup yang sedang mereka alami. Kata Kunci: Keluarga, Perceraian, Anak-anak Pendeta, Pastoral, Peran Gereja.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PandemiCovid-19adalahvirusyangmenyerangseluruhumatduniadan
menyebabkan krisis ekonomi,sosialdalam kehidupan.Kota kupang secara
keseluruhantidakbebasdaripandemiCovid-19padatahun2020-hinggasekarang
JemaatGMITGloriaKayuPutihKlasisKotaKupangTimuradalahjemaatyang
masukdalamwilayahpemerintahanKotaKupangsehingga banyakpelayanandi
jemaatyangterhambatakibatpembatasansosialyangdilakukakanolehpemerintah.
Dalamsituasitersebutpendetasebagaiseorangpelayanmengalamiketerbatasan
dalammelaksanakanpelayananditengah-tengahjemaat,sementarakebutuhan
pelayanandalamjemaatsangattinggiditambahlagidengansituasipandemiCovid19.BeberapakeluargadalamjemaatGMITGloriakayuPutihterinfeksiCovid-19dan
dalamkondisitersebutpelayananpendetamasihsangatterbatas.Situasiterbatas
iniyangmenarikuntukditeliti.Apasajaharapan-harapanjemaatbagipelayanan
seorangpendetaditengahkrisispandemiCovid-19.
Tujuaninidapatdicapaimelaluipenelitianlapangandalammetodepenelitian
kualitatifuntukmendapatkandatayangakuratmengandungkebenarantentang
harapanwargajemaatmengenaipelayananpendetaditengahpandemiCovid19.Hasilpenelitanyangpenulistemukan,adaenam
harapanjemaatterhadap
pelayananpendetadimasapandemiCovid-19yaitupandemiCovid-19adalahbudaya
yangbarudanpendetaharusdapatberadaptasidengankrisistersebut,pelayanan
pendeta harus lebih bersifataktif,tidak boleh ada penekanan pelayanan,
perkunjunganpendetatetapberjalan,setiappelayananpendetamelihatdaridata
jemaatuntukbisamenjawabkebutuhanjemaat
Berdasarkanhasilpenelitiantersebutpenulismelakukanrefleksiteologis
kesaksian Alkitab tentang umat dalam penderitaan,gambaran Allah dalam
penderitaanumat,menjadipelayanyangmengertikebutuhanjemaat,danharapan
jemaatdalampelayananpendetadimasapandemiCovid-19,danimplikasinyabagi
pelayanandijemaatGMITGloriaKayuPutihKlasisKotaKupangTimur
Katakunci:Harapanjemaat,PandemiCovid-19,pelayananPendeta,JemaatGMIT
GloriaKayuPutih
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Berdasarkan kesaksian Alkitab dan pertolongan Roh Kudus, Gereja mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Pegakuan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan ini selalu diikrarkan oleh jemaat pada setiap kebaktian Minggu. Yesus Kristus adalah Tuhan, artinya Ia mempunyai kuasa baik itu di surga maupun di bumi. Untuk itu ketika seseorang mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka dalam kehidupan sehari-hari hendaknya ia taat dengan sungguh kepada-Nya. Hendaknya ia mengakui kuasa-Nya serta mempercayakan diri kepada-Nya. Namun, dalam realita kehidupan berjemaat, jemaat selalu dihadapkan dengan berbagai penderitaan, salah satunya adalah human trafficking atau perdagangan manusia. Mereka yang menjadi korban human trafficking adalah mereka yang lemah dan rentan untuk dieksploitasi. Orang-orang ini disiksa, ditindas dan bahkan kehilangan nyawa. Dalam realita seperti ini, apakah Yesus Kristus masih bisa diakui sebagai Tuhan? Jika Yesus Kristus adalah Tuhan dan benar bahwa Dia memiliki kuasa di surga maupun di bumi, mengapa orang-orang yang lemah dieksploitasi dan diperdagangkan? Dan apakah manusia masih dapat mempercayakan dirinya serta taat kepada Yesus Kristus yang diakui sebagai Tuhan tersebut? Karena itu melalui tulisan ini, yaitu dengan judul Yesus Kristus adalah Tuhan dan sub judul Suatu Tinjauan Dogmatis Megenai Makna Yesus Kristus adalah Tuhan dalam Pengakuan Iman Rasuli dan Implikasinya Bagi Persoalan Human Trafficking di GMIT. Penulis melihat hubungan antara makna Yesus Kristus adalah Tuhan dengan persoalan yang terjadi di tengah-tengah kehidupan berjemaat. Penulisan ini didasarkan atas kajian pustaka tentang makna Yesus Krisus adalah Tuhan dalam Pengakuan Iman Rasuli. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pengakuan akan ke-Tuhan-an Yesus Kristus berkaitan erat dengan siapa Dia sesunguhnya serta apa yang dikerjakan-Nya untuk seluruh manusia dan segenap ciptaan. Bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, melalui dan di dalam Yesus Kristus Allah menyatakan solidaritas-Nya guna menyelamatkan manusia dari lumpur dosa. Dengan demikian kuasa Allah dipakai untuk menolong mereka yang membutuhkan, bukan untuk menerangkan superioritas Allah sendiri. Menyikapi persoalan human trafficking yang terjadi di tengah kehidupan berjemaat, maka tulisan ini mengarahkan suatu sikap yang didasarkan atas nilai yang terkandung di dalam pengakuan akan ke-Tuhan-an Yesus, yakni solidaritas. Dalam hal ini iman jemaat kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan menjadi dasar bagi jemaat dalam solidaritasnya terhadap sesama yang menderita. Dengan demikian kuasa pembeabasan dari Allah melalui Yesus Kristus dapat dirasakan dalam setiap kehidupan manusia.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penulisan skripsi ini berupaya untuk memahami maksud Paulus mengenai hidup anak-anak terang menurut surat Efesus 5:15-21. Orang Kristen yang telah mendapat anugerah keselamatan dari Allah, memiliki kewajiban untuk hidup sebagai anak-anak terang di dalam dunia. Namun, rupanya hidup sebagai anak-anak terang tidaklah mudah. Ketika orang Kristen berusaha untuk menjadi anak terang, iblis pun tak tinggal diam sehingga dengan berbagai cara menggoda orang Kristen untuk kembali kepada sifat lama mereka yaitu hidup dalam kegelapan dan dikuasai oleh keinginan daging. Orang Kristen yang tidak memiliki iman yang kuat akan dengan mudah terjerumus ke dalam kuasa iblis. Oleh karena itu, melalui penfasiran menggunakan metode historis kritis terhadap surat Efesus 5:15-21 dapat memberi pemahaman tentang bagaimana caranya agar orang Kristen dapat tetap mempertahakan kekudusan hidupnya untuk terus hidup sebagai anak-anak terang dalam dunia ini. Surat Efesus 5:15-21 secara khusus mau menasihatkan jemaat Kristen akan bahayanya jika orang Kristen hidup dalam kebodohan dan tanpa pimpinan Roh Kudus. Jemaat di Efesus memang dahulu adalah orang-orang kafir yang tidak mengenal Allah. Mereka terkenal dengan penyembahannya kepada para dewa khususnya dewi Arthemis yang memilki kuil megah di Efesus. Selain itu mereka percaya akan ilmu-ilmu sihir yang berkembang pada masa itu. Namun ketika mereka memperoleh kasih karunia Allah, mereka telah meninggalkan kehidupan lama mereka dan hanya percaya kepada Tuhan. Oleh karena itu, penulis surat Efesus perlu menasihatkan jemaat agar tetap teguh dalam iman mereka dan mempertahankan kekudusan hidup mereka dengan hidup sebagai anak-anak terang. Pada masa kini kuasa-kuasa kegelapan yang ingin mengusai kehidupan orang Kristen mungkin tidak sama dengan yang dihadapi oleh jemaat Efesus pada masa itu. Di masa sekarang ini kuasa-kuasa kegelapan semakin kompleks dan tak jarang terbungkus rapi dan menarik sehingga begitu menggoda. Perkembangan modernisasi dan teknologi telah memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia pada masa kini. Namun, tak dapat dipungkiri juga bahwa ketika manusia tidak bijaksana dalam memanfaatkannya maka akan menimbulkan banyak masalah. Itulah tantangan yang dihadapi orang Kristen pada masa kini. Pengaruh modernisasi dan teknologi yang semakin berkembang tak jarang menimbulkan masalah seperti pergaulan bebas diantara para pemuda Kristen. Hal ini karena pemuda Kristen adalah generasi milenial yang dituntut untuk turut serta dalam perkembangan itu. Namun, pemuda Kristen sebagai anak-anak terang, tetap dituntut untuk menjaga kekudusaanya setiap waktu. Dalam tuntutan untuk tetap hidup sebagai anak-anak terang, orang Kristen perlu memliki sikap hidup yang bijaksana serta hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Karena ke dua sikap hidup itulah yang dapat menjadi penangkal bagi anak-anak terang untuk dapat melawan kuasa-kuasa kegelapan. Kata kunci: bijaksana, dipenuhi Roh
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berfokus pada masalah wabah demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Jemaat GMIT Pniel Oebobo. Jemaat ini merupakan salah satu jemaat yang berada di wilayah Kecamatan Oebobo yang menjadi penyumbang tertinggi kasus DBD di Kota Kupang. Masalah sosial ini semestinya menjadi tanggung jawab sosial gereja untuk bersama pemerintah dan seluruh warga menanggulangi wabah DBD ini. Tanggung jawab gereja ini berdasarkan pada sikap Allah yang sudah terlebih dahulu dilakukan dan pribadi Yesus yang sudah terlebih dahulu memperhatikan orang-orang terlantar, memberi makan mereka yang lapar, melepaskan mereka dari penindasan, bahkan menyembuhkan orang-orang dari sakit-penyakit yang diderita. Kajian Teologi Sosial yang penulis pakai untuk menganalisa masalah ini adalah teori dari J. B. Banawiratma. Menurut J. B. Banawiratma, aspek teologi sosial yaitu aspek sosial, aspek historis, aspek kultural dan aspek personal merupakan kajian Teologi Sosial yang dapat membantu Gereja menjalankan peran dalam menanggulangi masalah sosial di Jemaat dan memberi implikasi khususnya bagi Jemaat GMIT Pniel Oebobo. Metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini terbagi atas dua yaitu metode penelitian baik penelitian pustaka maupun penelitian lapangan yang berlokasi di jemaat GMIT Pniel Oebobo. Populasi dalam penelitian ini ialah warga jemaat dengan jumlah sampel 15 orang. Sedangkan untuk metode penulisan memakai metode deskripsi, analisis dan refleksi teologis. Artinya metode yang dipakai ini akan mendeskripsikan keadaan yang terjadi, kemudian menganalisis memakai teori yang ada dan diakhiri dengan refleksi teologi bagi jemaat. Berdasarkan hasil penelitian dan análisis data, penulis menemukan bahwa kurangnya kesadaran dari anggota jemaat terhadap pencegahan penyakit DBD mempengaruhi penyebaran penyakit ini. Demikian pula gereja belum sepenuhnya memberi perhatian yang serius terhadap penanggulangan DBD. Gereja seharusnya lebih peka terhadap persoalan yang terjadi di dalam jemaatnya. Gereja juga mestinya mengambil komitmen untuk terlibat dalam penyelesaian masalah DBD di jemaat sesuai dengan tanggung jawabnya untuk menghadirkan damai sejahtera dalam kehidupan jemaat. Hal ini menunjukkan peran sosial gereja terhadap anggota jemaatnya dalam mengupayakan kesejahteraan umat Allah, serta menjadi kabar baik (injil) bagi semua orang yang masih hidup dan yang masih berjuang dalam dunia ini. Kata Kunci: Masyarakat, penyakit DBD, Teologi Sosial, Gereja
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Disparitas putusan pemidanaan oleh hakim terhadap terdakwa kecelakaan lalulintas. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan: Megapa terjadinya disparitas pemidanaan oleh hakim terhadap terdakwa kecelakaan lalulintas? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui alasan terjadi disparitas pemidanaan oleh hakim terhadap terdakwa kecelakaan lalulintas. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Sumber data dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan bahan hukum melalui Studi pustaka atau dokument.Analisis bahan hukum yang diperoleh dari hasil wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi disparitas pemidanaan oleh hakim terhadap terdakwa kecelakaan lalulintas, dapat dikategorikan dalam beberapa pertimbangan mendasar yaitu: Kekuatan Mengikat Alat Bukti Yang Diajukan Oleh Jaksa Penuntut Umum, Tuntutan Penuntut Umum Berbeda-beda, Kualitas Perbuatan Pidana Terdakwa Anak, Hal Memberatkan dan Meringankan, Indepedensi Hakim, dan Tidak Adanya Pedoman Pemidanaan Oleh Hakim. Oleh sebab itu penulis menyarankan bahwa, diharapakan Terdakwa supaya tertib berlalulintas dijalan, jangan buru-buru dalam mengendarai kendaraan bermotor dijalan, diharapkan penuntut umum harus mempelajari perkara-perkara yang lain sehingga dapat menuntut terdakwa dalam kasus lakalantas tidak terjadinya disparitas.Diharapkan hakim dalam menjatuhkan putusan harus mempelajari tentang kualitas perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa sehingga tidak terjadinya disparitas,diharapkan hakim dapat memeriksa perkara-perkara terdahulu yang berkaitan dengan tindak pidana lakalantas tentang hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa sehingga hakim tidak menimbulkan suatu putusan disparitas yang terlalu melebar, diharapkan dengan kewenangan indepedensi ini hakim harus mempelajari perkara-perkara terdahulu sehingga dapat mengurangi terjadinya disparitas putusan hakim, dan diharapkan harus adanya pedoman pemidanaan sehingga tidak terjadinya disparitas yang terlalu melebar, dan juga dalam penjatuhan harus pula mempelajari putusan-putusan terdahulu agar tidak terjadinya disparitas putusan terlalu jauh. Kata Kunci : Disparitas,Putusan,Tindak Pidana Lalulintas
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pekerjaan diaken pada umumnya disebut sebagai pelayanan dari kasih atau kemurahan kristiani karena memperlihatkan kasih Allah dalam Kristus, mengurus dan membagi-bagikan persembahan jemaat, dan menyadarkan jemaat. Diaken dapat melakukan tugas mulai dari menata bunga, memberi makan orang-orang miskin dan berbagi dalam tanggung jawab pastoral gereja. Diaken dianggap hanya sebatas memungut kolekte dan melayani meja perjamuan. Dari penjelasan di atas, itu semua merupakan realita pemahaman jemaat pada umumnya tentang tugas dan pelayanan seorang diaken. Realita ini terjadi juga di Jemaat GMIT Marturia Oetete Tarus. Kurangnya Pemahaman tentang tugas dan pelayanan diaken menimbulkan masalah yang serius. Masalah ini datang dari kinerja diaken yang tidak maksimal, di mana salah seorang diaken mengantar diakonia kepada jemaat melalui perantaraan tukang ojek. Dari masalah ini timbullah pengeluhan dari jemaat tentang tugas dan pelayanan diaken yang sesungguhnya. Masalah ini telah di keluhkan oleh jemaat namun, tindakan dari pihak gereja pun belum maksimal. J. L. Ch Abineno dalam bukunya “ Diaken, Diakonia dan Diakonat Gereja” menyatakan bahwa tugas diaken yang sesungguhnya adalah memelihara orang miskin dan sakit. Artinya ada diaken yang bertugas memelihara orang-orang miskin dan ada juga diaken yang bertugas dalam pelayanan orang sakit, ini adalah tugas diaken yang sesungguhnya. Untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, maka metode yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang meneliti berdasarkan metodologi penelitian suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Jenis penelitian kualitatif ini salah satunya yaitu Fenomenologi yang merupakan salah satu metode penelitian dalam studi kualitatif. Dalam menyelesaikan penulisan ini, maka metode penulisan yang dipakai oleh penulis adalah deskriptif-analisis-reflektif. Metode analisis digunakan untuk mengungkapkan faktor-faktor penyebabnya. Sedangkan refleksi teologis dimaksudkan untuk meninjau secara teologis tugas dan pelayanan diaken pada masa kini.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis menemukan bahwa masalah yang terjadi di GMIT Marturia Oetete-Tarus, datang dari berbagai faktor salah satunya adalah untuk menjadi seorang diaken tidak secara keseluruhan semuanya dipilih menjadi calon diaken. Namun ada juga yang memberi diri untuk melayani. faktor lain juga yang mempengaruhi datang dari faktor lingkungan, faktor pekerjaan, faktor kesediaan, faktor kurangnya Penggembalaan dan pemahaman materi tentang tugas dan pelayanan diaken.
Berdasarkan hasil penelitian lapangan dan analisis maka penulis menemukan bahwa masalah tentang pemahaman tugas dan pelayanan diaken yang terjadi di GMIT Marturia Oetete-Tarus sesungguhnya dapat di selesaikan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan menggunakan beberapa teks alkitab yaitu Kisah Para Rasul 6:1-7 dan 1 Timotius 3:8-13. Penulis juga menggunakan teori pembangunan jemaaat salah satunya yaitu teori yang mengaktifkan gaya kepemimpinan yang terbuka dengan membangun relasi antara individu dan kelompok. Gaya kepemimpinan yang dimaksud ialah kepemimpinan tidak hanya dijalankan oleh orang yang telah diangkat sebagai seorang pemimpin namun kepemimpinan dilakukan secara bersama-sama sehingga anggota merasa berpartisipasi dalam pelayanan.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kepemimpinan yang terjadi di awal abad Masehi menunjukkan sikap kepemimpan yang tidak mensejahterakan kehidupan umat Kristen. Kehidupan orang Kristen pada saat itu diperhadapkan dengan system kepemimpinan dengan berbagai aturan-aturan yang mengatur sehingga menyebabkan kehidupan orang Kristen hidup dalam penderitaan dan kemiskinan. Keadaan ini membuat Kekaisaran Romawi menguasai seluruh daerah bangsa Yahudi. Hal-hal kepemimpinan yang diterapkan oleh pemerintah sangat tidak stabil sehingga rakyat semakin menderita. Yang diakibatkan oleh pemerintahan secara bergantian dari para kaisar sampai pada puncak pemerintahan Kaisar Nero rakyat semakin menderita karena tindakannya yang mengharuskan orang Kristen untuk menyembah patung Kaisar. Bahkan seluruh kehidupan baik itu bahasa, bangunan-bangunan dan Pendidikan pun diatur oleh system pemerintahan dengan gaya dan corak kebudayaan Yunani. Sistem pemerintahan yang sangat kejam juga membuat yang kaya semakin berkuasa sedangkan yang miskin semakin tertindas. Kehidupan keagamaanpun dikuasai oleh para penguasa. Bahkan dalam pemerintahan pun system patriakhi diterapkan dalam hidup sehari-hari. Yang mengharuskan para kaum perempuan untuk tunduk dan taat kepada para penguasa yaitu kaum laki-laki. Perempuan dianggap tidak mempunyai kekuatan untuk dapat memimpin karena sifatnya yang lemah. Tugas perempuan bukan untuk memimpin melainkan mengurus rumah tangga dan anak. Sedangkan kaum laki-laki berhak memimpin karena dianggap memiliki kekuatan yang besar yang mampu untuk berdiri sebagai pemimpin. Berdasarkan kisah kepemimpinan yang terjadi di awal abad Masehi Injil Lukas memberikan gambaran cerita menarik terkait kepemimpinan yang sangat penting. Petrus dengan latar belakang yang sederhana dipilih dan dipanggil oleh Allah untuk melayani. Kehidupan seorang nelayan yang sederhana, diubah Tuhan dari seorang penjala ikan menjadi penjala manusia. Gelar yang baru diberikan oleh Tuhan kepada Petrus untuk membawa atau menangkap orang-orang kepada Yesus. Petrus dipilih sebagai murid yang pertama untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan misi Allah. Petrus menunjukkan sikap keberanian dalam menerima tugas dan panggilannya untuk membawa orang-orang kepada Yesus Kristus. Seiring berjalannya waktu, ia akhirnya menyangkal mengenal Tuhan. Jawaban ini diberikan dengan alas an karena takut terhadap orang-orang yang telah menangkap Yesus. Terkadang dalam kehidupan ini, sebagai manusia yang berdosa kita pun melakukan hal yang sama dengan dilakukan oleh Petrus. Banyak pemimpin-pemimpin baik itu pemerintah maupun pemimpin gereja seringkali menyangkal dalam tugas dan pelayanan untuk membela diri agar tidak jatuh kepada hal-hal yang menjatuhkan diri sendiri. Dengan demikian, untuk mencapai maksud tersebut, penulis menggunakan kajian teologi murni agar dapat mengkaji maksud dalam teologi Injil Lukas yang sekiranya dapat diterapkan dalam konteks. Kata kunci: Kepemimpinan, Panggilan, Tanggungjawab