Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

4.594 karya publik ditemukan.

2121: 12026: 1192025: 912024: 662023: 7132022: 9232021: 15352020: 2402019: 12018: 772017: 12016: 42015: 12014: 22013: 22010: 12009: 21989: 1

ANALISIS HUBUNGAN DISIPLIN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SABU RAIJUA

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN DISIPLIN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SABU RAIJUA Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam sebuah organisasi.Kinerja pegawai negeri sipil mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada lembaga seperti kedisiplinan dan komitmen organisasi. Mengingat betapa pentingnya masalah disiplin kerja dan komitmen organisasi bagi instansi, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ini. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan disiplin kerja dengan kinerja pegawai negeri sipil pada Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua, dan untuk mengetahui hubungan komitmen organisasi dengan kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasi. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua dengan jumlah populasi 129 orang dan sampel 31 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis pendahuluan dan analisis lanjutan korelasi Pearson product momen. Hasil penelitian analisis lanjutan menunjukan bahwa pegawai negeri sipil dominan memiliki konsep disiplin kerja yang sangat tinggi pada indikator tingkat kehadiran setuju 21 orang (67,8%), konsep komitmen organisasi yang sangat tinggi pada indikator tingkat normatif sangat setuju ditujukan kepada 20 orang (64,5%), dan konsep kinerja yang sangat tinggi pada indikator tingkat kualitas kerja setuju 19 orang (61,3%). Hasil pengujian signifikansi korelasi, menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel disiplin kerja dengan variabel kinerja dan kedua variabel memiliki hubungan yang kuat di buktikan dengan nilai rhitung> rtabel (0,512>0,361) dan memiliki hubungan yang kuat dengan arah yang positif. Dan variabel komitmen organisasi dengan variabel kinerja menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan di buktikan dengan nilai rhitung> rtabel (0,649>0,361) dan memiliki hubungan yang kuat dengan arah yang positif. Besarnya pengaruh variabel X1, X2 terhadap variabel Y menggunakan rumus determinan r2, yaitu sebesar 42,6% dan sisanya 57,5% dipengaruhi oleh faktor lain. ,

ANALISIS HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI NTT

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Pada dasarnya perusaan dituntut untuk menciptakan kinerja pegawai yang tinggi untuk mengembangkan perusahaan. Kinerja atau Performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategi suatu organisasi. Kinerja merupakan salah satu asset utama suatu organisasi yang menjadi perencana dan perilaku aktif dari setiap aktivitas organisasi mereka mempunyai pikiran, perasaan, keinginan, status, dan latar belakang pendidikan usia dan jenis kelamin yang heterogen yang dibawa dalam suatu organisasi. Dengan adanya pekerjaan yang tidak menjadi beban kerja terhadap kinerja pegawai maka pegawai akan selalu produktif dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi organisasi. Dari data kinerja pegawai Dinas Kelautan dan perikanan Prov NTT hasil pencapaian yang diperoleh 61%, 93%, 59% dapat diketahui nilai kinerja pegawai kurang dari 100% atau capaian kinerja pegawai belum bisa terlaksana dengan apa yang sudah ditargetkan. Dengan begitu beban kerja yang ada pada perusahaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai yang dihasilkannya. Stress dapat memberikan pengaruh positif dan negative terhadap pegawai. Pengaruh positif dari stress adalah dapat mendorong pegawai untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik sehingga lebih terpacu lagi untuk bekerja sedangkan pengaruh negativnya dapat membuat pegawai tidak focus, salah satu tipe penghambat dalam kinerja pegawai diperusahaan adalah beban kerja yang mungkin berlebihan pada pegawai dan dapat mengakibatkan timbulnya stress kerja. Persoalan penelitian ini adalah apakah beban kerja mempunyai hubungan dengan kinerja Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT, Apakah stress kerja mempunyai hubungan dengan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PNS Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT yang berjumlah 48 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 48 responden yaitu pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT untuk dijawab secara benar dan lengkap. Untuk analisis pendahuluan peneliti menggunakan analisis deskriptif memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden ke dalam data table distribusi frekuensi berkaitan dengan beban kerja, stress kerja dan kinerja. dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variable. Berdasarkan hasil uji korelasi Product Moment Pearson antara beban kerja terhadap kinerja sebesar -0,168 yang berarti hubungan kedua variable sangat lemah. Korelasi bernilai negative menunjukan bahwa hubungan beban kerja dan strse kerja tidak searah, artinya semakin tinggi beban kerja maka semakin rendah kinerja pegawai dan sebaliknya. Nilai uji signifikan (Sig 2-tailed) bernilai 0,254 atau >0,05 (Ho diterima Ha ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Uji korelasi Product Moment Pearson antara stress kerja terhadap kinerja pegawai sebesar -0,116 artinya hubungan kedua variable sangat lemah, korelasi bernilai negative menunjukan bahwa hubungan antara stress kerja terhadap kinerja pegawai tidak searah, artinya semakin tinggi pegawai mengalami stress kerja maka semakin rendah kinerja pegawai dn sebaliknya. Nilai uji signifikan (Sig 2-tailed) bernilai 0,432 atau >0,05 sehingga berdasarkan uji kriteria (Ha ditolak dan Ho diterima) atau dengan kata lain stress kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai Dinas kelautan Dan Perikanan Prov NTT. Dari hasil analisis yang dilakukan, kesimpulan yang didapat adalah: 1) beban kerja pegawai dinas kelautan dan perikanan Prov NTT secara parsial tidak memiliki hubungan yang signifikan dan bernilai negative yang menunjukan hubungan yang tidak searah terhadap kinerja pegawai. 2) stress kerja pegawai Dinas Kelautan Dan Perikanan Prov NTT secara parsial tidak memiliki hubungan dan bernilai negative yang menunjukan hubungan yang tidak searah terhadap kinerja pegawai.

ANANALISI PENGARUH MOTIVASI, PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN BEKAS DI PASAR INPRES NAIKOTEN I KOTA KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH MOTIVASI, PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN BEKAS DI PASAR INPRES NAIKOTEN I Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Analisis Pengaruh Motivasi Persepsi Dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Pakaian Bekas Di Pasar Inpres Naikoten I “ jenis penelitian ini adalah berjenis deskriptif kuantitatif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membeli pakaian bekas yakni motivasi dan persepsi konsumen .pakaian bekas dapat berjalan dengan baik apabila di bantu atau didukung oleh motivasi dan persepsi konsumen yang baik agar dapat mencapai kepuasan kerja yang efesien. Kepemimpinan merupakan tulang punggung organisasi karena tampa kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi, Motivasi konsumrn adalah kekuatan pendorong dalam diri sendiri seseorang yang memaksa untuk melakukan suatu tindakan . Sedangkan Handoko (2001) mengatakan bawah motivasi adalah suatu keadaan dalam pribadi yang mendorong keinginan individu untuk melakukan keinginan tertentu guna mencapai tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan terhadap produk yang di milki.Tujuan penelitian untuk penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah untuk mengetahui pegaruh motivasi persepsi pembelian untuk mengetahui sikap konsumen dan keputusan pembelian.penelitian ini merupakan deskripsif kuantitatif.Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah semua masayarakat kota kupang pada pasar inpres naikoten 1 yang berjumlah 100 0rang. Tenik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudia data dianalisis mengunakan teknik uji regresi linear berganda menggunakan SPSS. Motivasi,persepsi dan sikap konsumen tehdap keputusan pembelian pakain bekas dipasar inpres naikoten 1 dan pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis mengunakan regresi linear berganda dengan hipotesis pertama diketahui bawah variable motivasi dan keputusan pembelian memiliki nilai signifikan sebesar 0,009, varibel kedua dimana persepsi dan keputusan pemblian memilki nilai signifinkasi sebesar 0,024 dan variable ketiga dimana sikap konsumen dan keputusan pembelian memiliki nilai signifinkasi sebesar 0,000. Penelitian ini menunjukan bawah secara statistic terbukti bawah motivasi memiliki hubungan posetif terhadap keputusan pembelian konsumen di pasar inpres naikoten ,persepsi memilki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen dipasar inpres naikoten 1 dan statistic terbukti bawah sikap konsumen memilki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen di pasar inpres naikoten 1, persepsi memilki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen di pasar inpres Naikoten 1. Kata kunci : motivasi,persepsi,sikap,konsumen,keputusn pembelian

PENGARUH UMPAN YANG BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN PELAGIS MENGGUNAKANPANCINGTONDA DI WILAYAH PERAIRAN KELURAHAN LARANTUKA DAN KELURAHAN BALELA KECAMATAN LARANTUKA

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN GABRIEL DEROSARI (15380004), Pengaruh Umpan Yang Berbedaterhadap Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Menggunakan Pancing Tonda Di Wilayah Perairan Kelurahan Larantuka Dan Kelurahan Balela, Kecamatan Larantuka. Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan plagis (ikan tongkol, cekalang, tenggiri, madidiang, setuhuk, alu-alu, sunglir) merupakan jenis ikan yang yang berada dilapisan permukaan air. Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan plagis dalam penelitian ini menggunakan pancing tonda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh unmpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan ikan pelagis Menggunakan Pancing Tonda Di Wilayah Perairan Kelurahan Larantuka Dan Kelurahan Balela, Kecamatan Larantuka. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Oktober 2020 bertempat di wilaya Perairan Kelurahan Larantuka dan Kelurahan Balela. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi partisipasi. Metode partisipasi merupakan metode pengumpulan data melalui pengamatan atau penginderaan oleh peneliti dengan cara turut terlibat secara langsung dengan keseharian responden. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa perlakuan umpan buatan yang paling banyak memperoleh hasil tangkapan yaitu umpan cumi karet dengan perolehan tangkapan ikan pada Kelurahan Larantuka dengan sembilan kali ulangan sebanyak 15 ekor ikan dan rata-ratanya 1,6 rata-rata perolehan hasil tangkapan diperoleh dengan cara total hasil tangkapan dibagi banyaknya ulangan. Pada kelurahan Balela umpan cumi karet memperoleh total hasil tangkapan ikan sebanyak 23 ekor dengan rata-rata 2,5 rata-rata perolehan hasil tangkapan diperoleh dengan cara total hasil tangkapan dibagi banyaknya ulangan. Kata kunci:Pengaruh, Umpan Tonda, Ikan Pelagis, Perairan Larantuka, Perairan Balela.

KEANEKARAGAMAN JENIS ECHINODERMATA YANG DITEMUKAN PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DARIUS RICKY SAPUTRA APAUT (15380138). Struktur Komunitas Echinodermata di Zona Intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu jenis invertebrata yang ditemukan di Pantai Tablolong adalah Echinodermata. Echinodermata sebagai kunci spesies ekologi yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Informasi secara ilmiah mengenai kondisi komunitas Echinodermata di perairan Tablolong masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas Echinodermata pada zona intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang meliputi Kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif. Metode sampling pengamatan menggunakan belt transek dengan panjang garis transek 100 m dan pengamatan kiri dan kanan masing-masing 2,5 m. Analisis data meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi jenis Echinodermata yang diperoleh terdiri dari 8 jenis dari kelas Echinodea, 4 jenis dari kelas Holothuria, 1 jenis dari kelas Ophiuroidea, 2 jenis dari kelas Asteroidea dan 1 jenis dari kelas Crinoidea. Kelimpahan jenis dan relatif tertinggi di stasiun I adalah Protoreaster nodosus dari kelas Asteroidea dan terendah spesies Holothuria scabra dari kelas Holothuroidea. Stasiun II terdapat pada spesies Stichopus sp dari kelas Holothuroidea dan terendah adalah Mespilia globulus dari kelas Echinoidea dan Synapta maculate dari kelas Holothuroidea, sedangkan di stasiun III diperoleh nilai kelimpahan tertinggi terdapat pada spesies Mespilia globus dari kelas Echinoidea dan terendah terdapat pada spesies Archaster typicus dari kelas Astreoidea. Keanekaragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong pada stasiun III dalam kategori keanekaragaman jenis sedang, produktivitas cukup seimbang, dan tekanan ekologis sedang. Sedangkan stasiun I dan II dalam kategori keanekaragaman rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil. Kesereragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong dalam kondisi labil. Dominasi jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong tergolong dominansi rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, Echinodermata, zona intertidal, kelimpahan, perairan Tablolong.

KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA YANG DITEMUKAN PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AMARUL CHORI AQIL SANTOSO (15380108). Keanekaragaman Jenis Gastropoda Yang Ditemukan Pada Zona Intertidal Di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Tablolong memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar peraira didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di perairan Tablolong dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 satsiun pengamatan di zona intertidal perairan Tablolong diperoleh 20 spesies dari 16 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah Clypeumorus petrosa dan Tectus fenestratus; stasiun II adalah Tectus fenestratus dan Conus capiteneus, dan stasiun III adalah Conus capitaneus dan Peristenia chlorostoma. Keanekaragaman jenis gastropoda di zona intertidal perairan Tablolong tergolong diversitas rendah sehingga tidak ada jenis yang secara mutlak mendominasi komunitas. Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata. Dominansi Gastropoda di zona intertidal Perairan Tablolong tergolong rendah. Kata kunci: Keanekaragaman, gastropoda, zona intertidal, perairan Tablolong  

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN WAKTU GILIR KERJA SEBAGAI DAMPAK COVID-19 DAN ETOS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA TBK KOTA KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah produktivitas kerja karyawan Suatu perusahaan dapat bertahan jika setiap kegiatan karyawan didukung oleh produktivitas kerja karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah dengan memperhatikan kualitas waktu gilir kerja, etos kerja terhadap karyawan. Waktu gilir kerja merupakan salah satu hal penting yang mendorong karyawan untuk menghasilkan produktivitas yang baik. Selain itu etos kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempat kerja untuk meningkatkan ketaatan karyawan terhadap peraturan perusahaan Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai menganalisis perubahan waktu gilir kerja sebagai dampak covid-19 berpengaruh terhadap produktivitas Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, Untuk menganalisis etos kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat pengaruh waktu gilir kerja. Konsep dalam penelitian skripsi ini adalah yang dimaksud dengan perubahan waktu gilir kerja dalam penelitian ini adalah bentuk perpanjangan waktu dari sistem shif kerja. Dimana merupakan suatu sistem pengaturan kerja yang memberi peluang untuk memanfaatkan keseluruhan waktu yang tersedia untuk mengoperasikan pekerjaan. yang dimaksudkan dengan etos kerja dalam penelitian ini adalah sebagai pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. Berpijak pada pengertian bahwa etos kerja mengandung makna sebagai aspek evaluatif yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam memberikan penilaian terhadap kegiatan kerja. Yang dimaksudkan dengan produktivitas kerja dalam penelitian ini adalah suatu hubungan yang terjalin antara jumlah output yang dihasilkan dan sejumlah output yang diperlukan untuk membuat output tersebut. Penelitian ini menggunakan metode 3 kotak. Dengan jumlah populasi sebanyak 74 orang karyawan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang karyawan dengan menggunakan rumus slovin. Rumus slovin ini digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan metode 3 kotak bahwa Waktu Gilir Kerja pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang berada dalam kriteria rendah. Etos Kerja berada dalam kriteria rendah, Produktifitas Kerja berada dalam kriteria rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa waktu gilir kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182. dan nilai koefisien regresi sebesar -0,013 yang berarti semakin baik waktu gilir kerja, semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan, dan sebaliknya. Etos kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10,182 dan nilai koefisien regresi sebesar 0, 667 yang berarti semakin baik etos kerja semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan. Sedangkan produktivitas kerja karyawan berpengaruh positif terhadap waktu gilir kerja dan etos kerja karyawan yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182

ANALISIS PENGARUH KUALITAS KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (STUDI KASUS PADA PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK DI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KUPANG)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Dalam paradigma organisasi pemerintahan terdapat sejumlah aparatur yang diangkat dan ditugaskan untuk menjalankan tugas-tugas publik, sehingga aparatur harus dibina dan dikembangkan serta diatur penempatannya agar dapat bekerja secara optimal. Pengaturan dan penempatan aparatur tersebut marupakan bagian dari manajemen sumber daya manusia Menurut Flippo (2005:28) kualitas kerja adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumber daya lainnya dalam pencapaian tujuan atau sasaran perusahaan denga baik dan berdaya guna. Karena pada dasarnya untuk melihat sampai sejauh mana peranan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan, maka dapat dilihat dari hasil kerja seorang pegawai yang ada dalam perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan pegawai pihak manajemen harus senantiasa memperhatikan faktor-faktor yang mendorong pegawai bekerja dengan produktif, salah satunya yaitu memperhatikan motivasi kerja pegawai. Motivasi itu penting karena motivasilah yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang diinginkan. Hal itu dapat dilihat dari pendapat Siagian (2003:138) yang menyatakan bahwa motivasi sebagai daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut Hasibuan (2006) mengemukakan kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Savira Yenni (2020) dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Kualitas Kerja, Pengembangan karir dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegwai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya, Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas kinerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya yang bererti semakin tinggi kualitas kerja maka semakin meningkat kinerja pegawai. dan Penelitian terdahulu yang di lakukan Lisanapoati Madoing (2014) dalam penelitiannya yang berjudul Motivasi Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone Bolango.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Motivasi Kerja Di Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil masih kurang efektif hal ini disebabkan karena tidak adanya keterbukaan antara pimpinan dan bawahan, serta adanya kecemburuan sosial antara pegawai yang satu dengan yang lainnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Penelitian ini melatar belakang data pemohon dan percetakan KTP di Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang dari bulan Januarai sampai dengan Bulan Desember Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang sebanyak 27 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sama dengan Populasi yakni berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesiner, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Menyebarkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang sebagai responden pada penelitian ini. Analisis pendahuluan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden kedalam data distribusi frekuensi. Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (theree box method). Analisi lanjutan dalam penelitian ini menggunakan persamaan regresi linear berganda, uji koefisien regresi secara parsial (Uji t), uji hipotesis (uji F) dan Koefisien determinasi (R2) Hasil penelitian menunjukan teori bahwa secara parsial menununjukkan Variabel Kualitas Kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan Hasil uji regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel Motivasi kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kata Kunci : Kualitas Kerja, Motivasi Kerja Dan Kinerja Pegawai

ANALISIS PENGARUH KEBUTUHAN FISIOLOGIS DAN KEBUTUHAN SOSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI NTT

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Faridah Kasim. 16418266. Skripsi ini berjudul “ Analisis Pengaruh Kebutuhan Fisiologis dan Kebutuhan Sosial Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT”. Kupang 2022. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT ? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survey Kuesioner. Peneliti melakukan survey dengan cara menyebar kuesioner atau angket sebagai instrumen penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berstatus PNS yang berjumlah 49 orang. Untuk penentuan sampel peneliti menggunakan rumus slovin sehingga berjumlah 44 orang. Teknik analisis lanjjutan dalam penelitian ini menggunakan Regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Sedangkan untuk uji hipotesisnya peneliti menggunakan Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Uji Koefisien Determinasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial kebutuhan isiologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT dan kebutuhan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Sedangkan secara simultan kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan Nilai konstanta sebesar 1.970 artinya jika nilai kebutuhan fisiologis (X1) dan kebutuhan sosial (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 1.970, sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0.610 dan koefisien regresi b2 sebesar sebesar 0,825. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kebutuhan fisiologis (X1) dan kebutuhan sosial (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 1.970 + 0,610 X1 + 0,825 X2 + e. Uji hipotesis pertama ada pengaruh kebutuhan fisiologis (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kebutuhan fisiologis (X1) ditemukan t hitung = 2.599 lebih besar t table = 1,219 dan tingkat Sig. = 0,013. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan fisiologis (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kebutuhan sosial (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kebutuhan sosial (X2) ditemukan t hitung = 3.408 lebih besar t table = 1.219 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan sosial (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Untuk uji Simultan didapat hasil F hitung = 22.321 lebih besar F tabel = 3,23 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan fisiologis (X1) dan variable kebutuhan sosial (X2) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil uji determinasi didapat nilai besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.521 atau 52,1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial terhadap kinerja pegawai adalah 52,1%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,9% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil ini maka peneliti menyimpulkan bahwa kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT.

ANALISIS KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN MAKROEPIFIT PADA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (DOTY) DOTY YANG DI BUDIDAYAKAN DENGAN METODE LEPAS DASAR DI DESA HUNDIHUK KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alga epifit merupakan salah satu pesaing yang dapat menghambat pertumbuhan rumput laut yang dibudidaya serta menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroepifit pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut. Metode budidaya yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Lepas Dasar. Pengamatan dilakukan terhadap Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit dan yang tidak. Parameter utama yang diambil adalah jenis dan jumlah individu epifit dalam rangka mengatahui komposisi jenis dan kepadatan mikroepifit. Pengambilan sampel dilakukan setiap minggu sebanyak tujuh minggu. Selain itu, diambil juga data pertumbuhan harian, pertumbuhan spesifik serta parameter fisik-kimia perairan yang meliputi suhu, salinitas, arus, pH dan DO. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit menunjukan berat akhir pada minggu ketujuh yang lebih rendah (184,47 gram) dibandingkan tanpa epifit (260,09 gram). Untuk pertumbuhan spesifik dan pertumbuhan harian, Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit menunjukan pertumbuhan yang lebih rendah (rata-rata 4,675% dan 1,36 gram per hari) dibandingkan tanpa epifit (rata-rata 4,868% dan 2,37 gram per hari). Kepadatan Jenis epifit spesies Ceramium boydenii dan Neosiphonia sp yang menempeli Kappaphycus alvarezii berfluktuasi setiap minggunya. Rata-rata Kepadatan Jenis dan relatif Ceramium boydenii lebih tinggi (2,370 ind/m2, dan 54,09%) lebih tinggi dibandingkan Neosiphonia sp (2,317 ind/m2 dan 45,91%). Nilai pengukuran faktor fisik-kimia perairan berada pada kisaran normal untuk pertumbuhan Kappaphycus alvarezii yang dibudidaya.

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN PANTAI SULAMU KABUPATEN KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI MARSELUS REMIGIUS TAHU (17382377). Struktur Komunitas Gastropoda pada Zona Intertidal di Perairan Pantai Sulamu Kabupaten Kupang; WILSON L. TISERA, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan ADI N. T. LANGGA, S.Pi, M.Sc sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Gastropoda merupakan hewan moluska yang berjalan dengan bagian kaki perut. Nama gastropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu (gaster = perut dan podas = kaki) artinya hewan yang memiliki kaki perut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas gastropoda yang meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, serta indeks dominansi di Perairan Pantai Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu mengumpulkan data dan informasi melalui observasi dan pengukuran di lapangan. Lokasi penelitian dibagi ke dalam 3 stasiun. Pengamatan gastropoda dilakukan dengan mengunakan line transek sepanjang 50 meter ke arah laut dan diletakkan kuadran/petak dengan ukuran 1 x 1 meter dengan jarak antara kuadran/petak 10 meter dan jarak antara transek 50 meter per stasiun, Jarak antara stasiun 100 meter per stasiun. Hasil penelitian gastropoda di Perairan Pesisir Pantai Sulamu ditemukan sebanyak 43 jenis gastropoda dari 22 famili dengan total 532 . stasiun I terdapat 25 spesies dari 12 famili, stasiun II terdapat 32 spesies dari 19 famili dan stasiun III terdapat 15 spesies dari 12 famili. Struktur Komunitas Gastropoda pada Zona Intertidal di Perairan Pantai Sulamu Kabupaten Kupang memiliki nilai kelimpahan jenis dan relatif berbeda-beda yakni stasiun I yang trtinggi yaitu jenis Urosalpinx cinerea yakni 2,47 ind/m², 15,55 %, stasiun II yaitu jenis Canarium mutabile yakni 2,07 ind/m², 24,60 %, dan stasiun III yaitu jenis Nassarius pullus yakni 3,00 ind/m², 26,79 %. indeks keanekaragaman jenis yang berbeda-beda yakni stasiun I memperoleh nilai sebesar 1,21 stasiun II memperoleh nilai sebesar 1,24 tergolong keanekaragaman sedang, pada stasiun III yakni 0,95. tergolong kategori keanekaragaman rendah (1 ≤ H ≤ 3). nilai indeks keseragaman pada stasiun I sebessar 0,87, stasiun II sebesar 0,82 dan stasiun III sebesar 0,80 memiliki nilai antar spesies merata/stabil (0,74 < E < 1,00) dan nilai dominansi pada stasiun I yakni sebesar 0,08, stasiun II yakni sebesar 0,10, dan pada stasiun III yakni sebesar 0,15 tergolong rendah (0,00 ≤ C ≤ 0, 30).

ANALISIS PENGARUH BUDAYA KOMUNIKASI DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GMIT

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH BUDAYA KOMUNIKASI DAN KARATERISTIK INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GMIT Penelitian dalam tugas akhir ini mengkaji tentang Analisis pengaruh Budaya Komunikasi Dan Karakteristik Individu Terhadap Prestasi kerja Pada Kantor Sinode GMIT. Dengan latar belakang dari penelitian ini,sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh dan berkaitan langsung dengan permasalahan yang dihadapi. Dalam penlitian ini,teknik pengumpulan data dengan cara pertanyaan dan pernyataan kepada responden(Kuesioner).Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang di kaji yaitu Budaya komunikasi,Karakteristik individu,Prestasi kerja. budaya komunikasi telah memperoleh penerimaan luas sebagai cara untuk memahami sistem manusia. Dari sistem tersebut terbuka "perspektif", setiap aspek budaya komunikasi dapat dilihat sebagai kondisi lingkungan yang penting yang mempengaruhi sistem dan subsistem tersebut.Pemeriksaan budaya komunikasi juga merupakan alat analisis yang berharga dalam dirinya sendiri.hidupnya. Dengan demikan perlu ada pengakuan pandangan yang akan berguna untuk pencapaian misi dan tujuan organisasi tersebut, agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Disamping itu dalam dimensi peningkatan prestasi kerja pegawai pada Kantor Sinode GMIT, karakteristik individu juga merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pegawai yang terdiri dari kemampuan, persepsi, sikap dan pengalaman serta motivasi. Dalam lingkungan Organisasi budaya komunikasih sangatlah diperlukan untuk memberikan informasi.oleh sebab itu antara pemimpin dan bawahannya perlu menjalin hubungan komunikasi yang baik.Dengan adanya jalinan komuniksa yang baik,maka interaksi antara pemimpin dan bawahannya pun akan terjalin dengan baik pula sehingga dalam penyampaiaan informasi-informasi dalam organisasi berjalan dengan baik.Penggunaan istilah Budaya komunikasi mengacu pada budaya yang berlaku,bukan saja padaperusahaan akan tetatapi berlaku juga pada pendidikan karna pada umumnya pendidikan itu dalam bentuk organisasi,yaitu bekerja sama antara beberapa orang yang membentuk kelompok atau satuan kerja kerja sama tersendiri.dalam budaya komunikasi terjadi sosialisasi nilai-nilai dan menginternalkan dalam diri para anggota organisasi sehingga tidak dapat dipisahkan karna telah menyatu didalam diri seseorang dan menjadi perilaku para anggota organisasi. Budaya komunikasi berperan penting karna akan merubah sikap dan perilaku sumber daya manusia untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.Prestasi kerja dapat ditingkatkan melalui budaya komunikasi dan kompensasi,karna dengan budaya komunikasi dan kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan,semangat,kemauaan,dan ketelitian pegawai saat bekerja akan lebih maksimal,focus dan disiplin.pemberian kompensasi dapat dalam bentuk uang atau barang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka.kompensasi yang akan diterima oleh mereka merupakan cermin dari apa yang telah mereka berikan atau kerjakan pada organisasi.kompensasi yang tidak sesuai dengan prestasi kerja sering menyebabkan karyawan ,sebagai manusia tidak merasa puas,tidak betah dan memutuskan untuk mencari yang lebih baik lagi Hasil dari penelitian ini adalah responden pegawai Kantor Sinode GMIT menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel budaya komunikasi (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja .hal ini terlihat dari signifikan budaya komunikasi (X1) 0,0000.05 dan nilai thitung 4.767>0,05ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh positif budaya komunikasai (x1) terhadap prestasi kerja (Y). Hasil uji regresi secara parsial signifikan pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y) 0100,05 dan thitung 2.633>0,05 sehingga dapat disimpulakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat oengaruh pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y), maka dapat diindikasikan bahwa semakin baik karakteristik individu maka akan memberikan kontribusi yang positif terhadap prestasi kerja pada kantor Sinode GMIT.

ANALISIS FUNGSI PRODUKSI Cobb - Douglas PADA PABRIK ROTI UD. RADJA BAKERY KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul ”ANALISIS FUNGSI PRODUKSI Cobb Douglas PADA PABRIK ROTI UD RADJA BAKERY KUPANG”. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh tenaga kerja, bahan baku dan peralatan secara bersama-sama terhadap produksi roti pada UD. Radja Bakery di kota Kupang.? tujuan penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan mahasiswa dalam menganalisa faktor penyebab produksi tertentu, dan untuk perusahaan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mensiasati produksi roti UD Radja Bakery. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis yang digunakan yaitu analisi Cobb-Douglas, karena mempunyai beberapa sifat yang sangat bermanfaat dalam seriap produksi secara empitis. Dari hasil ini penulis kemudian dapat menggambil kesimpulan. Dari hasil penelitian inidapat disimpulkan bahwa faktor produksi secara bersama-sama berpengaruhi sangat nyata terhadap produksi roti. Nilai return to scale = 1,257 < 1, maka disebut increasing return to scale. Artinya bila semua input ditambah 1% secara bersama-sama maka output akan meningkat sebesesar 1,26%. Jika dilihat dari segi produktifitas faktor maka terdapat variabel yang harus ditambah atau dikurangi jika faktor lain dianggap konstan yaitu: 1. Jam kerja orang menunjukan angka positif yang berarti akan meningkatkan produksi roti. Pengunaan tenaga kerja masih efisien sehingga tidak dibutuhkan tambahan jumlah tenaga kerja. 2. Bahan baku juga bernilai positif, ini berarti ada pengaruh yang nyata antara bahan baku dengan produksi roti. Penambahan atau pengunaan bahan baku harus proporsional sehingga tidak melampaui batas optimal yang akan menurunkan produksi roti. 3. Jam mesin bernilai negatif, berarti jika jam mesin (mixer dan oven) ditambah maka produksi roti akan menurun. Penggunaan jam mesin telah melampaui batas optimal sehingga tidak efisien lagi, sehingga dibutuhan pengurangan jumlah jam penggunaan peralatan (mixer dan oven) yang proporsional untuk meningkatkan produksi roti.

PENGARUH PENYALURAN KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN RESIKO KREDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “PENGARUH PENYALURAN KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN RESIKO KREDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG” Lembaga keuangan yang erat kaitannya dengan perekonomian negara adalah bank. Bank merupakan salah satu pelaku ekonomi yang berperan sebagai lembaga intermediasi yang perantara antara pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang kelebihan dana. Peran bank sebagai lembaga keuangan tidak terlepas dari jasa kredit. Dapat dikatakan bahwa kedit merupakan kegiatan utama dalam bidang perbankan. Tingkat kredit yang disalurkan menjadi indikator bagi bank dalam menghasilkan keuntungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh penyaluran kredit terhadap profitabilitas dan mengetahui dan menganalisis pengaruh penyaluran kredit terhadap profitabilitas dengan resiko kredit sebagai variabel moderasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder berupa dokumentasi. Pokok permasalahan dalam penelitian ini berupa penyaluran kredit berpengaruh terhadap profitabilitas pada BPR TLM, dan penyaluran kredit berpengaruh terhadap profitabilitas dengan resiko kredit sebagai variabel moderasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penyaluran kredit berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Serta resiko kredit tidak dapat memoderasi pengaruh penyaluran kredit terhadap profitabilitas Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel X1 tidak dapat memodersi pengaruh variabel X2 terhadap variable Y. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi penyaluran kredit (X1) 0.091>0.05 dan nilai thitung 3.088>0.05ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan H0 diterima yang berarti resiko kredit tidak dapat memoderasi pengaruh penyaluran kredit terhadap profitabilitas. Kata Kunci : Kredit, Resiko kredit, Profitabilitas.

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN KEADILAN PROSEDURAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam setiap organisasi memiliki cara tersendiri dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia untuk mencapai visi organisasi. Keberhasilan dalam setiap rencana organisasi merupakan satu ukuran tersendiri didalam diri masing masing individu yang ada dalam organisasi, Hal ini akan memberikan konsekuensi bahwa setiap organisasi harus merespon dan menghadapi semua tantangan yang terkait dengan perubahan lingkungan strategis. Agar tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan Sumber Daya manusia mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaanya yaitu sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya dan merupakan hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dengan standar tersebut diharapkan kinerja seseorang dalam sebuah organisasi mampu menghasilkan mutu pekerjaan yang baik serta jumlah pekerjaan yang sesuai dengan standar (Siti Hidayah dan Haryani, 2013). Menurut Viethzal (2004: 309) kinerja pegawai adalah suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan pelaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam organisasi. Kinerja pegawai merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya organisasi untuk mencapai tujuannya. Aspek yang paling mendasar dalam pengelolaan pegawai dalam organisasi adalah berkaitan dengan pengelolaan sikap kearah yang positif, sehingga karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural pegawai dapat mencapai hasil yang positif pula dalam peningkatan kinerja pegawai tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah karakteristik pekerjaan. Membahas masalah karakteristik tidak lepas dari membahas rancangan pekerjaan. Menurut Handoko (2012: 155) menjelaskan bahwa karakteristik pekerjaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Hal ini dikarenakan karakteristik pekerjaan adalah keberadaan suatu pekerjaan dalam organisasi yang disusun mulai dari design pekerjaan yaitu penetapan kegiatan-kegiatan individu atau kelompok karyawan secara organisasi. Selain itu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai adalah keadilan prosedural. Hal ini dikarenakan Perlakuan adil secara prosedur telah didemonstrasikan dapat meningkatkan kinerja pegawai (Rakhmawati Hijiyanti, 2013). Oleh sebab itu, keadilan dikatakan ada apabila karyawan merasa imbalan yang mereka terima sama dengan apa yang karyawan lain terima dengan kinerja dan pekerjaan yang sama. Menurut Rakmawati Hajiyanti (2013) menyatakan bahwa keadilan prosedural adalah persepsi yang ditujukan oleh karyawan ketika melihat perusahaan dalam menjalankan aturan-aturan yang ada. Dengan demikian, apabila aturan dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan maka pegawai merasa diperlakukan secara adil dan sebaliknya. Jadi individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya keadilan prosedural pada saat aturan prosedur yang ada dalam organisasi dapat dilaksanakan dengan baik oleh para pengambil kebijakan. Sebaliknya apabila prosedur tersebut dilanggar maka individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya ketidak-adilan. Oleh karena itu, keputusan dibuat secara konsisten tanpa adanya pengaruh kepentingan pribadi di dalamnya. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik yaitu Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan Pusat Statistik memiliki visi, misi dan tujuan yang harus dicapai oleh setiap pegawainya. Dalam pencapaian visi, misis dan tujuan maka, dibutukan kinerja dari pegawai. Hal ini perlu dilihat dari sisi karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural agar dapat mencapai hasil maksimal. Sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang yang berjumlah 30 orang pegawai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan persamaan regresi linier berganda .yaitu Y = 4.012 + 0.337X1+ 0.263X2+e . Dari hasil tersebut menunjukan bahwa Koefisien bernilai positif yang artinya bahwa terjadi hubungan positif karakteristik pekerjaan dan Keadilan Prosedural terhadap Kinerja Pegawai. Hal lain dilihat juga dari perolehan uji T (Secara Parsial) dengan nilai signifikan karakteristik pekerjaan sebesar 0.0190,05 dan nilai 2.505>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Karakteristik Pekerjaan (X1) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Sedangkan keadilan prosedural memperoleh nilai signifikansebesar 0.0040,05 dan nilai 3.135>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Keadilan Prosedural (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Selain dari pada itu perolehan koefisien determinasinya (R2) adalah sebesar 0.557. Sehingga 55.7% variabel kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh variabel karakteristik pekerjaan (X1), dan variabel keadilan prosedural (X2) Sedangkan selisihnya 44.3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.

ANALISIS PENGARUH DIGITAL MARKETING DAN CUSTOMER RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN ( STUDI PADA CV. SINAR BINTANG ABADI KOTA RUTENG )

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu hal yang penting yang harus dimiliki oleh perusahaan adalah Digital marketing suatu perusahaan dapat bertahan jika kegiatan marketing didukung oleh loyalitas konsumen. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas konsumen adalah dengan cara memperhatikan digital marketing dan customer relationship marketing. Digital marketing dan customer relationship marketing merupakan hal penting yang mendorong konsumen untuk membeli produk yang di jual. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu apakah digital marketing berpengaruh terhadap loyalitas konsuemn dan apakah customer relationship marleting berpengaruh terhadap loayalitas konsumen. Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengetahui pengaruh digital marketing terhadap loyalitas konsumen. Penelitian berikut merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian berjumlah 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument penelitian yaitu kuisioner yang diberikan kepada Cv. Sinar Bintang Abadi Kota Ruteng. Metode analisis yang dipakai ialah analisis regresi linear, korelasi, koefisien determinasi, uji t, serte uji F. hasil penelitian secara simultan variabel independen yaitu Digital marketing bepengaruh terhadap loyalitas konsumen, secara parsial membuktikan mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen pemasasran hubungan dengan pelanggan mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen. Diketahui nilai uji ANOVA atau Ftest, dengan Fount 6,640 dan memiliki tingkat signifikan 0,002, disimpulkan bahwa digital marketing (X1), Customer relationship marketing (X2) secara bersama sama berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen (Y) pada Cv. Sinar Bintang Abadi Kota Ruteng

PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GEREJA MASEHI INJILI TIMOR DI KUPANG

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Pengaruh komitmen organisasi dan profesionalisme Kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor sinode gereja masehi injili timor di kupang”. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Profesionalisme kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang.. Serta Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat merumuskan persoalan penelitian sebagai berikut: 1. Apakah Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang?. 2. Apakah Profesionalisme Kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang? Konsep Pemikiran dalam penelitian ini sebagai adalah (1). Komitmen Organisasional dalam penelitian ini adalah bentuk sikap dimana individu merasa menjadi bagian dari organisasi dan merasa ingin tetap menjadi bagian dari organisasi serta dengan sungguhsungguh memberikan waktu, kesempatan yang dimiliki dan mencurahkan segala potensi diri yang dimilikinya tanpa adanya perasaan terpaksa untuk tetap berusaha mewujudkan apa yang menjadi tujuan organisasi dan memiliki kebanggaan menjadi bagian dari organisasi tersebut. (2).Komitmen profesional dalam penelitian adalah tingkat loyalitas individu pada profesinya seperti yang dipersepsikan oleh individu. (3).Kinerja dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai oleh pegawai menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014). Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang yang berjumlah 78 orang. Sampel penelitian yang diambil adalah sebanyak 20 orang pegawai. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel xi probabilitas/acak dengan cara stratifikasi (Stratified Random Sampling) karena jumlah pegawai yang bekerja lebih dari 3 tahun. Dalam pengorganisasian penelitian, Pada tahap pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket (kuisioner). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Semantic Differential Scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penelitian secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : Kuat–lemah, baik–buruk, tidak setuju – setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pertanyaan – pertanyaan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1- 10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai Pada tahap analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara memasukkan hasil pengolahan data angket responden ke dalam data tabel distribusi frekuensi. Pada tahap ini akan dideskripsikan indikator empirik dari konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner.teknik analisis yang digunakan adalahtabel distribusi frekuensi. Pada tahap Analisis lanjutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua variabel atau lebih variabel independen (X1,X2) dengan variabel (Y).Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu, Pengaruh Komitmen Organisasi dan Profesionalisme Kerja terhadap Kinerja pegawai pada kantor Sinode GMIT kupang, Persamaan regresi linear berganda Berdasarkan hasil pengujian, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Dari hasil pengujian Komitmen Orgasisasi mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,416 dengan tingkat signifikansi 0.020. xii 2. Dari hasil pengujian Profesionalisme Kerja mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,048 dengan tingkat signifikansi 0,037. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan Sebagai berikut: 1. Bagi Pihak Sinode Gmit harus lebih kinerja pegawai, atasan perlu melakukan upaya peningkatan kualitas kerja. Agar pegawai dapat dituntut bekerja dengan baik. 2. Pihak Sinode Gmit perlu meningkatkan komitmen organisasi agar memecahkan masalah perusahaan bersama karyawan yang lain serta perlu mempelajari atau membaca litelatur agar lebih berwawasan, mengaktualisi diri, mengerti tugas yang dikerjakan. 3. Bagi peneliti selanjutnya, dianjurkan untuk menganalisis lebih dalam lagi dan lebih spesifik, sehingga hasil yang didapatkan juga lebih maksimal.

i STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BERBASIS EKONOMI KREATIF PADA SEKTOR PARIWISATA DI KOTA KUPANG (Studi Pada Kawasan Wisata Pantai Warna Oesapa)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

xiv ABSTRAKSI Ekonomi kreatif merupakan konsep ekonomi baru yang memadukan informasi dan kreatifitas yang mengandalkan ide, gagasan dan pengetahuan dari sumberdaya manusia sebagai faktor produksi. Ekonomi kreatif sebenarnya adalah wujud dari upaya mencari pembangunan yang berkelanjutan bagi suatu iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumberdaya yang terbarukan. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah : Untuk mengetahui dan menganalisis faktor internal maupun faktor eksternal serta strategi baru dalam rangka pengembangan usaha ekonomi kreatif yang dimiliki oleh kawasan wisata Pantai Warna Oesapa sehingga dapat dikembangkan menjadi strategi baru dalam pengembangan usaha ekonomi kreatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Pantai Warna Oesapa berjumlah 32 Orang Sedangkan untuk pengelola sebanyak 6 Orang Sedangkan Sampel pada penelitian ini adalah menggunakan seluruh jumlah populasi pelaku UMKM di Pantai Warna Oesapa yaitu berjumlah 32 Orang Sedangkan untuk pengelola sebanyak 6 Orang Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara internal meliputi Adanya peraturan pemerintah tentang ekonomi kreatif pada sektor pariwisata, terdapatnya instansi yang menangani tentang pengembangan usaha berbasis ekonomi kreatif, Lokasi yang strategis untuk usaha, Adanya beberapa program dalam pengembangan usaha, Memiliki sistem keamanan yang baik, Setiap usaha memiliki ciri khas Kota Kupang, Adanya program pengembangan sumber daya manusia dan Memiliki aksebilitas yang baik dengan nilai 3,48 sedangkan kelemahan yaitu Kejelasan kepemilikan tempat masih belum ada dalam pendirian usaha, Kurangnnya kerja sama antara pemerintah dengan swasta, akademisi dan masyarakat, Kurangnya pengetahuan dalam hal pengelolaan hasil produksi, Masih kurangnya dalam hal promosi atau pemasaran hasil produksi dengan nilai 1,56 sehingga hasilnya adalah 3,48 – 1,56 = 1,92 tetap berada pada kuadran I xv Secara eksternal meliputi Kebijakan dan program yang dapat medorong penataan dan pemberdayaan masyarakat, Perkembangan lokasi usaha, Infrastruktur yang sangat mendukung. Hasil produksi yang berkembang dengan nilai 2,76 sedangkan ancaman meliputi Banyaknya minat masyarakat dalam membuka usaha di sekitar kawasan pariwisata mengakibatkan tidak teraturnya usaha-usaha yang ada di sana, Masih ada beberapa aksebilitas yang sulit di tempuh dengan nilai 1,20 sehingga hasilnya adalah 2,76 – 1,20 = 1,56 tetap berada pada kuadran I Strategi pengembangan Pantai Warna Oesapa yang digunakan oleh pengelola Pantai Warna Oesapa memilih menggunakan strategi fokus atau kombinasi antara cos tleadership dan diferensia

ANALISIS IMPLEMENTASI PENGGUNAAN DANA DESA DI DESA DUARATO KECAMATAN LAMAKNEN KABUPATEN BELU

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Dialokasikannya anggaran pembangunan desa ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) menuntut pengelolaan keuangan secara transparan dan pertanggungjawaban padahal belum semua desa memiliki aparatur yang mampu melaksanakan administrasi keuangan sesuai aturan penggunaan anggaran negara. Oleh sebab itu pengawasan dan bimbingan serta pembinaan penggunaan anggaran secara akuntabel menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten agar anggaran yang besar jumlahnya setiap tahun tepat sasaran dan dapat dipertanggung jawabkan. Persoalan lain adalah kemampuan aparatur desa dalam menyusun perencanaan pembangunan partisipatif dihadapkan kepada keterbatasan jumlah dan kemampuan aparatur desa yang mampu menerjemahkan tujuan Alokasi Dana Desa dan kebutuhan masyarakat desa dalam bentuk perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Permasalahan yang diangkat dalan penelitian ini adalah Bagaimana implementasi pemanfaatan Dana Desa Duarato tahun 2015 sampai dengan tahun 2019? Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan Dana Desa di Desa Duarato dari tahun 2015 sampai 2019, mengetahui kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan dana desa serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan dana desa di Desa Duarato. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi dan Target APBDes desa Duarato Tahun 2015-2019. Sedangkan yang menjadi sampel adalah dokumen, dan data Laporan Realisasi dan Target APBDes desa Duarato Tahun 2015-2019.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang analisis implementasi penggunaan dana desa di Desa Duarato Kabupaten Belu dapat disimpulkan bahwa pengimplementasian penggunaan dana desa sepenuhnya terlaksana sesuai dengan program dan anggaran yang dianggarkan. Hal ini dapat dibuktikan dari pengalokasian dana desa pada keempat bidang mulai dari tahun 2015 sampai tahun 2019 terlaksana dengan baik sesuai dengan program kerja yang disusun oleh pemerintah Desa Duarato.Adapun tujuan dari penggunaan Dana Desa adalah untuk: 1) Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa dalam melaksanakan pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan sesuai kewenangannya 2) Meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan secara partisipatif sesuai dengan potensi desa. 3) Meningkatkan pemerataan pendapatan, kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat desa. Studi implementasi kebijakan merupakan suatu kajian mengenai studi kebijakan yang mengarah pada proses pelaksanaan dari suatu kebijakan. Hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi penggunaan anggarandana desa tahun 2015-2019 di Desa Duarato Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu memiliki anggaran sebagai berikut : tahun 2015 alokasi dana desa sebesar Rp. 579.799.501 dan realisasinya sebesar Rp. 449.105.901, tahun 2016 sebesar Rp. 710.075.900 dan realisasinya sebesar Rp. 670.141.031, tahun 2017 sebesar Rp. 709.390.529 dan realisasinya sebesar Rp. 664.525.190 anggaran, tahun 2018 sebesar Rp. 701.642.400 dan realisasinya sebesar Rp. 471.347.318, dan tahun 2019 sebesar 1.603.309.695 dan realisasinya sebesar Rp. 1.445.391.556. Anggaran tersebut di gunakan untuk pembangunan infrastruktur desa, kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa dan perjalanan Dinas Aparatur Desa Duarato. Kata kunci: Implementasi, Dana Desa,

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMOR

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Susana Brenga Bao, nim 17412064, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Keuangan Daerah , Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Penelitian Ini Berjudul “ Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Daerah, Kabupaten Flores Timur” Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas laporan keuangan daerah Kabupaten Flores Timur Pada Badan Pengelolah Keuangan Dan Aset Daerah dan penelitian ini dengan menggunakan metode kuiseoner dan adapun digunakan analisis penadahuluan dan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur didapat Thitung dimana 1,693 dengan signifikansi 0,021 oleh dimana 0,021 oleh dimana 0,021 <0,05 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan anatara penggunaan teknologi informasi didapat Thitung 2,705 dengan signifikan 0,000<0,05.